Old Gestetner Ternyata Ada di UBAYA

Document Sample
Old Gestetner Ternyata Ada di UBAYA Powered By Docstoc
					          Old Gestetner Ternyata Ada di Ubaya *




                                 Oleh :
                           Oky Widyanarko, SE
                 Pusat Arsip dan Museum Universitas Surabaya


Mendengar kata Gestetner terasa asing bagi kita terutama orang Indonesia.
Kata ini sepertinya berbau kebarat-baratan. Memang demikian halnya karena
Gestetner merupakan orang Hungaria bernama asli David Gestetner yang
menorehkan tinta sejarah di daratan Inggris dengan penemuan spektakulernya
yaitu stencil duplicating machine atau mesin duplikator stensil. Pada tahun
1881, Gestetner menemukan apa yang dinamakan wax coated paper yang
digunakan dalam pembuatan mainan anak-anak dan digunakan juga sebagai
bahan pembuatan tinta stensil. Sejak itu lahir apa yang dinamakan mesin
stensil kantor ciptaan Gestetner. Mesin stensil pertama dipulikasikan oleh
Gestetner pada tahun 1890 dan diklaim dapat mencetak 1200 copy dalam
waktu satu jam. Sejak itu mesin stensil merk Gestetner mulai dipasarkan di
seluruh dunia dengan pabriknya di Tottenham, North London hingga tahun
1970.

  UBAYA MEMILIKINYA
Mengingat begitu panjangnya sejarah mesin ini, maka sebagai civitas
akademika Universitas Surabaya boleh berbangga karena di salah satu sudut
                                     ruangan Pusat Arsip dan Museum Ubaya
                                     di Kampus Ngagel, satu mesin stensil
                                     legendaris dunia ini nampak terpajang
                                     gagah. Entah kenapa mesin itu bisa
                                     sampai disini, menurut seorang staf
                                     pusat Arsip dan Museum, latar belakang
                                     keberadaan mesin ini masih menjadi
                                     tanda tanya. Informasi dari berbagai
                                     sumber yang penulis dapat, mesin
                                     stensil ini kemungkinan dipakai pada era
                                     berdirinya Ubaya pada akhir tahun 60-
                                     an dan dipergunakan untuk menunjang
kegiatan administrasi, penggandaan soal-soal ujian dan penggandaan diktat
kuliah. Lebih menarik lagi mesin stensil ini kemungkinan diimport dari negeri
Belanda karena masih mencantumkan label bertuliskan H. Vermeulen & Co
59/61 postweg noord weltevreden java nama sebuah firma perdagangan di
Netherlands. Spesifikasi teknis yang dimiliki Ubaya sendiri tegolong antik
karena sama persis seperti prototype pertama mesin ini dibuat pada tahun
1888 bernama "Gestetner Cyclostyle" Dari penelusuran penulis pada situs
http://www.dhub.org/object/110307, Powerhouse Museum di Sydney Australia
memiliki artefak Gestetner yang mirip dengan milik Ubaya. Deskripsi mesin
stensil duplikator tersebut adalah sebagai berikut :
                                    Description
       Duplicator, Model-26, plastic/metal, Gestetner, England, 1930-1940
                              Acquisition credit line
                         Gift of Gestetner Pty Ltd, 1990
                               Registration number
                                      90/879
                                      Height
                                     430 mm
                                      Width
                                     340 mm
                                      Depth
                                     450 mm

DIBURU PARA KOLEKTOR
Seiring bertambahnya usia maka si Old Gestetner ini akan menjadi sebuah
artefak museum paling dicari para kolektor di seluruh dunia. Sejarah yang
panjang dari tahun 1881 kemudian masuk pada perang dunia pertama pada
tahun 1914-1918, perang dunia kedua 1939-1945 sampai dengan perang
Vietnam 1957-1975, mesin ini masih menjadi andalan pihak militer untuk
menggandakan selebaran propaganda perang. Penulis sendiri ketika browsing
di beberapa situs internet baru menemukan mesin ini pada museum printing di
Melbourne, Australia, Powerhouse Museum di Sydney, Australia, Museum of
London di Inggris dan Gestetner Pty, Ltd di Collingwood, Australia. Sedangkan
informasi keberadaan mesin ini di seluruh dunia, penulis belum mendapatkan
data yang valid. Kemungkinan saat ini hanya museum-museum tertentu saja
dan beberapa kolektor benda antik yang memilikinya termasuk salah satunya
Universitas Surabaya.[ 2009 ]

      Artikel ini pernah dipublikasikan oleh Warta UBAYA
       No. 179 Th. XV Bulan September 2009, halaman 22

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:42
posted:4/20/2011
language:Indonesian
pages:2