; Filosofi yang Menjadi Inspirasi Layanan Perpustakaan
Documents
Resources
Learning Center
Upload
Plans & pricing Sign in
Sign Out
Your Federal Quarterly Tax Payments are due April 15th Get Help Now >>

Filosofi yang Menjadi Inspirasi Layanan Perpustakaan

VIEWS: 148 PAGES: 3

  • pg 1
									            Filosofi yang Menjadi
              Inspirasi Layanan
                Perpustakaan




                                 Oky Widyanarko
                          Pustakawan Universitas Surabaya


Ilmu perpustakaan dan Epistemologinya
Dalam perkembangannya, ilmu perpustakaan sempat diragukan sebagai ilmu yang tidak
memiliki epistemologi atau akar keilmuan yang kuat. Tapi itu tidak sepenuhnya benar,
sebenarnya perpustakaan adalah ilmu yang universal dan multidisipliner sehingga bisa
bersimbiosis dengan ilmu apa saja sebagaimana dengan computer science. Justru karena
keuniversalannya, ilmu perpustakaan bisa dijadikan pengembangan ilmu lainnya tanpa
harus kehilanan ilmu intinya seperti pengembangan, pengelolaan, pelayanan, penemuan
kembali dan penyebaran informasi ( Zain, 2009). Uraian singkat tersebut menjadikan
kurikulum pendidikan perpustakaan untuk mencetak pustakawan akan selalu berkembang
dengan istilah Contuining Education. Tapi ada satu hal yang perlu diingat bahwa filosofi
perpustakaan sebagai ilmu nantinya bertujuan melayani usernya.

Pustakawan dan bekal Filosofi
Apa sebenarnya filosofi itu? Menurut kamus besar bahasa Indonesia pada situs
http://pusatbahasa.diknas.go.id/ filosofi di artikan sama dengan filsafat yaitu pertama,
pengetahuan dan penyelidikan dng akal budi mengenai hakikat segala yg ada, sebab, asal,
dan hukumnya; kedua, teori yg mendasari alam pikiran atau suatu kegiatan; ketiga, 3
ilmu yg berintikan logika, estetika, metafisika, dan epistemologi; dan arti keempat
adalah falsafah. Pada hakikatnya seorang pustakawan yang nantinya bekerja di
perpustakaan atau pusat informasi lainnya seperti arsip dan museum diharapkan memiliki
kemampuan untuk melayani pemustaka sebagai patron atau stakeholdernya dengan baik
dan bertanggungjawab. Mengapa demikian, karena paradigma baru dalam dunia
perpustakaan adalah bukan terfokus lagi pada pengolahan bahan pustaka saja tetapi lebih
ke pelayanan masyarakat (Zain, 2009). Kemampuan pustakawan dalam melayani user
perpustakaan tentu bukan didapat begitu saja. Ada beberapa hal penting yang sangat
berpengaruh antara lain , pertama, kurikulim pendidikan kepustakawanan yang mereka
dapat ketika masih kuliah. Seberapa banyak materi yang diberikan berkaitan dengan
library service. Kedua, pengembangan diri dan profesi. Pustakawan harus bisa
mengembangkan dirinya sendiri sesuai tuntutan profesinya. Maka dari itu mereka harus
kuat memahami filosofi sebuah perpustakaan dimana perpustakaan adalah tempat mereka
mengabdi, mengembangakan diri dan melayani masyarakat. Ketiga, tentu dorongan
institusi perpustakaan sendiri dalam membenahi manajemennya. Beberapa perpustakaan
di Amerika Utara selalu menekankan filosofi perpustakaan atau kepustakawanan dalam
menjaga budaya kerja yang kondusif di perpustakaan. Motto, slogan dan peraturan selalu
menghiasi perpustakaan mereka dan diharapkan pustakawan yang bekerja dapat selalu
mengaplikasikan budaya kerja dan kebijakan perpustakaan yang telah dibuat oleh
institusi. Beberapa filosofi berkenaan dengan pelayanan yang bisa menjadi inspirasi
pustakawan antara lain :

   1. Northwest Iowa Library Service (NIWLS)
      Ada yang menarik dari statement yang tertulis di situs resminya dengan alamat
      http://http://www.nwils.lib.ia.us/people/missionhist/ NWILS mempunyai filosofi
      yang unik dan menarik untuk dijadikan contoh dalam meningkatkan layanan di
      perpustakaan. Beberapa pernyataan tersebut sebagai berikut :
           Layanan perpustakaan sangat penting untuk kualitas hidup seseorang
           Tindakan kami, penampilan, keterampilan dan kemauan untuk
              berkembang harus menjadi model bagi komunitas perpustakaan
           Karyawan kami adalah sumber daya terbesar, kita harus focus kekuatan
              mereka, meningkatkan potensi mereka dan memberikan “reward” atas
              prestasi mereka
           Kita bekerja harus meningkatkan kreativitas, efisiensi, komunikasi
              terbuka, rasa saling percaya dan saling menghormati di lingkungan tempat
              kita bekerja
           Kami bertanggungjawab kepada pelanggan kami
           Layanan yang kami berikan harus meningkatkan potensi penerima. .
              Layanan kami harus tepat waktu, efisien disampaikan, dan kualitas yang
              optimal.
           Kita harus bekerja dalam kemitraan dengan pihak lain untuk mencapai
              tujuan bersama
      Filosofi perpustakaan yang dimiliki NWILS tersebut diharapkan bisa mendorong
      tercapainya misi layanan perpustakaan yaitu membantu pustakawan dalam
      mengembangan kualitas perpustakaan bagi komunitas mereka.

   2. University of Utah, Spencer S Ecless Health Science Library
      Dalam pernyataan tertulis di situs perpustakaan resminya dengan alamat
      http://http://library.med.utah.edu/lib//servphilosophy.php, ada beberapa poin
      menarik mengenai filosofi dalam pelayanan perpustakaan meraka. Pertama,
      mereka sangat berkomitmen untuk menyediakan layanan dengan kualitas
      tertinggi. Kedua, keberadaan mereka sebagai institusi dan personal memang
      ditujukan untuk melayani, mengarahkan dan menyediakan akses informasi ke
       pada kekayaan sumber daya cetak dan elektronik. Ketiga, sebagai perpustakaan
       sentralistik atau terpusat maka perlakuan terhadap user harus sama. User
       perpustakaan diperlakukan dengan rasa hormat dan bermartabat.

   3. University of Missouri St.Louis ( UMSL Libraries )
      Filosofi layanan perpustakaan yang dianut University of Missouri St. Louis
      ( UMLS Libraries ) bisa dijadikan pelajaran. Meskipun sangat simple tetapi
      memiliki makna yang luar biasa. Pernyataan yang tertulis dalam situs resminya di
      http://http://www.umsl.edu/~munsr/focus2000/libphil.htm, adalah sebagai berikut
      :

       .... Librarians see PROBLEMS in the information universe FIRST. Once the
       problem is understood, the most appropriate tools are utilized in an attempt to
       solve the problem. The role of the librarian is to facilitate this entire process. The
       Internet, and Internet search engines are only relevant in the context of a given
       problem, and an understanding of what a given tool can do, and how it does it.


Menguasai Alat dan Layanan
Jati diri seorang pustakawan adalah melihat kembali tujuan pendidikan pustakawan .
Ada dua hal penting dari filosofi perpustakaan yang bisa dijadikan pelajaran bahwa
kemampuan memecahkan masalah dan penguasaan teknologi (tools) merupakan
kebutuhan minimum yang harus dimiliki oleh seorang pustakawan untuk dapat melayani
user dengan baik. Kedua kemampuan itu bisa diasah melalu berbagai cara misalnya
pendidikan lanjut dan kursus ketrampilan. Filosofi tetap mengenal istilah “man behind
the gun” Ungkapan “man behind the gun” memberi makna pentingnya peranan
manusia tidak hanya sekedar membangun sarana dan prasarana fisik , namun lebih
penting lagi adalah siapa yang mengoperasikan berbagai sarana dan prasarana itu.

Daftar Pustaka
   1. ZAIN, Labibah,(2009), Pendidikan Perpustakaan di Indonesia : Upaya
      Memadukan isu-Isu perkembangan Teknologi Informasi dalam Kurikulum
      Program Pendidikan Perpustakaan dan Informasi, disampaikan dalam seminar
      dan diskusi interaktif “ Library and Infromation Education @ The Crossroad” 16-
      18 November 2009, Hotel Topas, Bandung.
Internet
   1. http://library.med.utah.edu/lib//servphilosophy.php, , diakses tgl 10-04-2010
   2. http://http://www.nwils.lib.ia.us/people/missionhist/, diakses tgl 10-04-2010
   3. http://http://www.umsl.edu/~munsr/focus2000/libphil.htm, diakses tanggal 10-04-
      2010

								
To top