Kandungan Sayuran untuk Kesehatan Anak by z41n5ul

VIEWS: 539 PAGES: 13

									                         Sayuran Dan Kesehatan Anak
1.1 Pengertian
       Sayuran merupakan sumber makanan yang mengandung gizi lengkap dan
   sehat yang dapat membantu proses pertumbuhan dan perkembangan
   (Budiyanto, 2002: 154)


1.2 Manfaat Sayuran
       Sayuran merupakan sumber makanan yang mengandung gizi lengkap dan
   sehat. Didalam sayuran mengandung mineral, vitamin dan serat yang sangat
   dibutuhkan oleh tubuh untuk proses pertumbuhan dan perkembangan.
   Kandungan yang terdapat dalam sayur-sayuran tersebut adalah :
   a. Mineral
            Sekitar 4% tubuh kita terdiri atas mineral yang dalam analisa bahan
       makanan tertinggal sebagai kadar abu, yaitu sisa yang tertinggal bila suatu
       sampel bahan makanan dibakar sempurna didalam suatu tungku (Muffle
       Furnace). Kadar abu ini menggambarkan banyaknya mineral yang tidak
       terbakar menjadi zat yang dapat menguap.
          Dua kelompok besar mineral yang terpadat pada tubuh kita,
       berdasarkan kwantumnya adalah
        1. Macro Elemen berfungsi sebagai bagian dari zat yang aktif dalam
          metabolisme atau sebagai bagian penting dari struktur sel dan jaringan.
          Macro elemen yang terdapat dalam kuwantum yang relatif besar seperti
          K, Na, Ca, Mg dan P, S, serta Cl.
           a)    Zat kapur (Ca) dan Phospor (P)
                 Fungsi dan metabolisme zat kapur (Ca) dan phospor (P) sangat
                 erat saling berhubungan. Sebagian besar kedua unsur ini te rdapat
                 sebagai garam calsium-phospat didalam jaringan keras tubuh,
                 ialah tulang dan geligi.
           b)    Natrium
                 Na dan K sangat erat hubunganya dalam memenuhi fungsunya
                 didalam tubuh. Kedua elemen ini terutama berfungsi dalam
     keseimbangan air dan elektrolit (asam-basa) didalam sel maupun
     didalam cairan ekstraseluler, termasuk plasma darah. Na terutama
     terdapat didalam cairan ekstraseluler, sedangkan K didalam
     cairan intraseluler.
c)   Zat Belerang (Sulfur S)
     Zat belerang merupakan komponen dari beberapa komponen
     jenis zat gizi yang esensial, seperti asam amino dan vitaminn B1.
     Unsur didalam tubuh merupakan bagian dari molekul organik dan
     terdapat di dalam kondisi terreduksi (SH atau S), dan tidak dalam
     bentuk teroksidasi sebagai sulfat. Belerang didalam bahan
     makanan terdapat sebagai komponen protein atau komponen
     phospholipid.
d) Zat Flour
     Zat flour juga merupakan zat gizi mineral yang diperlukan oleh
     tubuh. Zat ini terdapat sebagai komponen dari jaringan keras
     tulang dan gigi. Terutama gigi memerlukan zat fluor bagi
     kesehatanya, melindungi dentin dan email dari serangan caries
     dan dentis.
e) Zat Chlor (Cholorim Cl)
     Zat cholr sendiri berbentuk gas berwarna biru kehijauan dan
     bersifat racun keras. Cholr selau di konsumsi dalam bentuk garam
     dapur (Nacl). Ion Cl dapat menembus membrana sel, dan keluar
     masuk membrana sel secara pasif. Zat Chlor berfungsi membantu
     dalam pencernaan protien oleh pepsine.
f)   Zat Besi
     Zat besi (Ferrrum Fe) merupakan micro elemen yang esensial
     bagi tubuh. Zat ini terutama diperlukan dalam hemepobesis
     (Pembekuan darah), yaitu dalam sintesa hemoglobin (HB). Di
     dalam tubuh sebagian besar Fe terdapat terkonjugasi dengan
     protein DNA terdapat dalam bentuk Ferro dan Ferri. Bentuk-
     bentuk konjugasi Fe tersebut adalah sebagai berikut :
      1) Hemoglobin
           Megandung bentuk Ferro. Fungsi hemoglobin adalah
           mentranspor CO2 dari jaringan ke paru=paru untuk
           diekskresikan ke dalam udara pernapasan dan membawa O2
           dari paru-paru ke sel-sel jaringan
      2) Myoglobin terdapat dalam sel-sel otot, mengandung bentuk
           Ferro dan berfungsi dalam proses kontraksi otot.
      3) Transferin mengandung Fe bentuk Ferro.                  Transferin
           merupakan konjugat Fe yang berfungsi mentranspor Fe
           tersebut didalam plasma darah, dari tempat penimbunan Fe
           ke jaringa-jaringan yang memperlukan
      4) Ferritin adalah bentuk storage Fe dan mengandung bentuk
           Ferri, kalua Fe ferittin diberikan kepada transferin untuk
           ditranspor, zat besinya diubah menjadi ferro dan sebaliknya
           Fe dari trasferin yang berasal dari penyerapan di dalam
           usus, diberikan kepada ferritin sambil diubah dalam bentuk
           ferri untuk kemudian ditimbun.
      5)   Hemosiderin adalah konjugat protein dengan Ferri dan
           merupakan bentuk storage zat besi juga. Hemosiderin
           bersifat lebih insert dibandingkan dengan ferritin.
g)   Zat Tembaga (Curprum Cu)
     Zat tembaga termasuk trace elemen yang esensial bagi tubuh dan
     merupakan komponen dari beberapa bentuk jenis enzim dalam
     sistem erytopoetin, pembentukan tulang dan reduksi redoks.
     Metabolisme Fe membutuhkan pula trace elemen Cu zat tembaga
     Cu dalam eritrosit juga terdiri atas dua komponen, bentuk labil
     yang membuat keseimbangan dengan bentuk Cu aktif didalam
     plasma dan bentukstabil. Bentuk yang setabil ini disebut
     Hemocuprein atau Erythrocuprein
h)     Zat Kobat
     Zat kobat (Co) merupakan trace elemen yang juga esensial untuk
     tubuh, merupakan komponen dari struktur vitamin B12 karena
     vitamin B12 tidak dapat disintesa oleh kobalt tetapi dapat disintesa
     oleh Microflora.
i) Magnesium
     Zat magnesium merupakan unsur eksensial bagi tubuh dan tubuh
     mengandung unsur sebanyak 25 gr. Kebutuhan manusia akan
     magnesium belum jelas benar, tetapi konsumsi sebanyak 250Mg
     sehari dianggap sudah memenuhi keperluan bagi seseorang.
     Diperhatikan bahwa kebutuhan unsur Mg bagi anak-anak
     sebanyak 150 Mg sehari.
j) Molybdneium (Mo)
     Analisa     bahan   makanan   nabati      maupun   hewani terdapat
     Molibdenium (Mo). Kemudian ditemukan pula bahwa unsur Mo
     diperlukan bagi fungsi berbagai baik jaringan, tumbuhan maupun
     hewan serta mikroorganisme. Enzim-enzim yang memerlukan ion
     Mg bagi kegiatan fungsinya ialah : Nikrooksidase, Xanthine
     oksidase,     aldehidaoksidase      dan      hidrogenase.   Karena
     xanthineoksidase memegang peranan di dalam mobilisasi Fe. Zat
     molydenium mudah diserap didalm saluran gastrointestinal dan
     ginjal, tetapi mudah diekskresikan didalam urin dan sedikit
     didalam empedu. Bahan makanan sumber unsur molydenium
     adalah kacang-kacangan, sayur daun berwarna hijau, dan organ
     dalam binatang ternak.
k) Zat Seng (Zincum Zn)
     Elemen seng (Zn) merupakam trace elemen yang esensial bagi
     tubuh. Beberapa jenis enzim memerlukan Zn bagi fungsinya dan
     bahkan ada enzim yang            mengandung    Zn dalam struktur
     molekulnya, diantaranya carbonic anhydrase dan phoxphatase
     alkalis. Tubuh manusia dewasa mengandung sekitar 2Mg Zn dan
      tersebar luas didalam jaringan dengan konsentrasi sangat bervariasi,
      sebesar 10-200 Mikrogram pergram jaringan basah. Pankreas
      mengandung Zn dengan kadar 20-30              mikrogram pergram,
      sedangkan jaringan hati, otot skeletal dan jaringan tulang
      mengandung kadar 60-180 mikrogram pergram jarngan basah.
      Darah lengkap     mengandung Zn sekitar 900          mikrogram/di,
      sedangkan kandungan plasma akan Zn rata-rata 120 mikrogram/dl.
      Ekskresi Zn dalam urin sekitar 0,4 Mg sehari dan didalam tinja
      sebanyak 10 Mg dalam 24 jam.
   l) Selinium (Se)
      Unsur selinium (Se) juga merupakan trace element yang esensial
      bagi tubuh manusia. Selinium merupakan bagian dari zat aktif yang
      dapat menghindarkan nekrosis hati dan jantung. Se merupakan juga
      bagian dari enzim peroksidase glutathion yang memecah H2O2
      hasil metabolisme jaringan dan melindungi membrana sel dan
      seluler dari kerusakan oleh peroksida tersebut.
2. Mikro elemen pada umunya berfungsi berhubungan dengan enzim,
  bahkan iodium merupakan bagian dari struktur dari suatu hormone
  sejumlah besar enzim memerlukan mikro elemen dan trace elemen
  untuk berfungsi secara maksimal.
  a. Vitamin
       Didalam sayuran juga terdapat vitamin yang bekerja sebagai
  antioksidan. Antioksidan dalam sayuran bekerja dengan cara mengikat
  lalu menghancurkan radikal bebas dan mampu melindungi tubuh dari
  reaksi oksidatif yang menghancurkan racun. Macam- macam vitamin
  dan manfaatnya :
   1. Vitamin E dalam sayuran hijau, penting untuk proses metabolisme
      dan menjaga kesehatan kulit dan otot. Juga mengandung beberapa
      mineral, seperti kalsium dan zat besi. Kalsium penting untuk
      pertumbuhan tulang dan gigi, menjaga keseimbangan cairan tubuh
      dan membantu perkembanagan sel saraf dan otak. Zat besi
       membantu pembentukan hemoglobin yangberfungsi mengangkat
       oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh, serta mencegah anemia.
   a) Vitamin A
          Fungsi vitamin A dalam tubuh mencakup tiga golongan besar
          1)    Membantu dalam proses penglihatan.
          2)    Membantu     dalam proses    metabolisme       umum   yaitu
                (Integritas ephitel, pertumbuhan, permeabilitas membrane,
                pertumbuhan gigi, produksi hormone steroid).
          3)    Dalam proses reproduksi.
   b) Vitamin D
         1)     Berfungsi mengikat absorsi Ca dan Phospat di dalam usus.
         2)     Mendorong pembentukan garam- garam Ca dalam jaringan
                yang memerlukan.
         3)     Meningkatkan reabsorpsi Phospat di dalam tubuli ginjal.
   c) Vitamin K
              Vitamin K berfungsi didalam proses sintesa       prhotrombine
   yang diperlukan dalam pembekuan darah, dan sebagai pentranspor
   electron di dalam proses redoks di dalam jaringan.
2. Pro Vitamin A dalam sayuran berguna untuk pertumbuhan tulang,
  mata, rambut dan kulit. Bermanfaat untuk mengganti sel-sel tubuh,
  mengganti selaput lender mata, dan meningkatkan kekebalan tubuh
  terhadap infeksi , dan mencegah resiko penyakit kanker.
  a.     Vitamin C membantu memelihara kesehatan gigi, gusi, kulit, otot
         dan tulang. Vitamin C juga mempercapat penyembuhan luka,
         membantu penyerapan zat besi dan mencegah flu.
  b.     Vitamin B Kompleks
         Vitamin B kompleks bias membantu proses metabolisme
         pembentukan sel darah merah, menjaga system saraf dan
         menambah nafsu makan.
b. Serat
        Serat makanan merupakan bahan tumbuhan yang tahan terhadap
  pencernaan di dalam usus manusia, meliputi senyawa-senyawa dengan
  struktur kimia yang unik, serta sifat fisik dan fisiologis yang khas. Serat
  makanan ini dapat dipecah oleh enzim yang dihasilkan oleh bakteri di
  dalam usus. Secara umum serat makanan dapat dikelompokkan menjadi
  2 tipe yaitu :
   1) Serat makanan yang larut dalam air (soluble fibre), dan mudah
      terfermentasi. Dapat membantu mengontrol gula darah dan sangat
      baik untuk mengatasi hiperkolestrol dan diabetes.
   2) Serat makanan yang tidak larut dalam air (insoluble fibre), dan
      terfermentasi secara lambat. Dapat membantu dan sangat efektif
      untuk mengobati konsipasi, diverkulitis, hemoroid dan kanker
      kolon.
c. Jenis Sayuran dan Manfaatnya
   Pembagian sayuran menurut warna terbagi dalam 5 kelompok, yaitu :
   1. Sayuran yang berwarna jingga
             Contoh sayuran yang berwarna jingga adalah: ubijalar merah,
      labu kuning, dan wortel. Dan zat yang terkandung dalam sayuran
      yang berwarna jingga adalah : betakarotin dan kalsium pektat
      untuk menurunkan kadar lemak dalam darah yang terdapat dalam
      wortel.
   2. Sayuran yang berwarna merah terdapat dalam terong, kol merah
      dan bayam merah, adapaun zat yang terkandung dalam sayuran
      yang berwarna merah adalah :
       a. Zat antosinain, dapat mencegah infeksi dan kanker kantong
           kemih.
       b. Zat likopen, dapat mencegah bermacam- macam kanker,
           menghambat kemunduran fisik dan mental, dan dapat
           mencegah pikun.
3. Sayuran yang berwarna kuning
         Beberapa contoh sayuran yang berwarna kuning adalah
   jagung dan paprika, banyak mengandung zat yang dapat mencegah
   serangan jantung, stroke dan katarak.
4. Sayuran yang berwarna hijau
         Beberapa contoh sayuran yang berwarna hijau adalah bayam,
   chaishiam, dan singkong. Kekurangan sayuran yang berwarna
   hijau dapat menyebabkan kulit kasar dan bersisik. Adapun zat yang
   terdapat dalam sayuran yang berwarna hijau adalah :
    a) Vitamin C, dan B kompleks
    b) Zat besi
    c) Kalsium
    d) Magnesium
    e) Fosfor
    f) Betakarotin
    g) Serat
5. Sayuran yang berwarna putih
          Beberapa contoh sayuran yang berwarna putih adalah kol,
   rebung, jamur, toge dan sawi putih, dan zat yang terkandung adalah
   Vitamin C dan vitamin E.
          Beberapa     contoh   sayuran    yang   sering   dikonsumsi
   masyarakat beserta manfaatnya
    a.     Kangkung
                Kangkung termasuk sayur yang sangat popular. Biasa
         dibuat tumis, cah, atau lalap. Kangkung ternyata juga
         berkhasiat sebagai anti racun dan bias mengobati berbagai
         gangguan kesehatan.
    b. Wortel
                Mempunyai efek membantu menormalkan seluruh
         system tubuh dan merupakan sumber vitamin A yang paling
         kaya dan mengandung sejumlah vitamin B, C, D,E dan K,
   membantu      menambah     nafsu    makan   dan    membantu
   pencernaan, wortel sangat berharga membantu meningkatkan
   dan menjaga struktur tulang dan gigi.
c. Bayam
         Bayam mengandung zat phytokimia             yang dapat
   menetralkan racun obat dan zat karsinogen dengan jalan
   menetralkan    radikal bebas,      menghambat   enzim   yang
   mengaktifkan karsinogen, sekaligus merangsang enzim yang
   menetralkan zat karsinogen.
d. Daun Selada
         Manfaat daun selada bagi kesehatan tubuh adalah
   sebagai berikut :
     1. Membantu menurunkan resiko gangguan jantung dan
         terjadinya stroke.
     2. Mengurangi tesiko terjadinya kanker.
     3. Mengurangi resoki terkena katarak.
     4. Membantu mengurangi resiko spina bifida (salah satu
         jenis gangguan kelainan pada tulang belakang).
     5. Membantu kerja pencernaan pada kesehatan organ hati.
     6. Mengurangi gangguan anemia.
     7. Membantu meringankan insomnia (sulit tidur) karena
         keteganggan saraf.
e. Kubis
         Manfaat kubis bagi kesehatan tubuh adalah sebagai
   berikut :
   1. Membantu menurutkan resiko gangguan jantung dan
       terjadinya stroke.
   2. Mengurangi resiko kanker lambung, kanker usus besar
       (kolon) dan kanker dubur.
   3. Mengurangi resiko terserang katarak.
   4. Mempercepat penyembuhan bisul dan            meningkatkan
                kesehatan pencernaan.
            5. Menurunkan kadar kolesterol jahat atau LDL (Low
                Density Lipoprotein).
       f.   Brokoli
                    Manfaat brokoli bagi kesehatan tubuh adalah sebagai
            berikut:
            1. Memperkecil resiko terjadinya kanker kerongkongan,
                perut, usus besar, paru, larynx, pharynx, prostate, mulut
                dan payudara.
            2. Membantu menurunkan resiko gangguan jantung dan
                stroke.
            3. Mengurangi resiko terkena katarak.
            4. Membantu melawan anemia.
            5. Mengurangi resiko terkena spina bifida (salah satu jenis
                gangguan kelainan tulang belakang).
d. Dampak Kurang Mengkonsumsi Sayuran
   1. Anemia
              Yaitu kondisi kurangnya sel darah merah dalam darah
      seseorang, terjadi karena kurangnya hemologbin dan minimnya
      oksigen ke seluruh tubuh. Anemi disebabkan karena kurangnya
      vitamin dan asam folat yang terdapat dalam makanan seperti sayur-
      sayuran dan buah-buahan.
   2. Jantung
                Terjadi penyakit jantung dikarenakan makan tidak
       seimbang dan kegemukan, yang paling sering adalah kurang
       mengkonsumsi sayur-sayuran yang mengandung banyak serat.
   3. Berat Terlalu Rendah
                Dikarenakan nafsu makan berkurang, penyajian makanan
       yang disajian kurang mengandung banyak mineral, serat dan
       vitamin yang terkandung dalam sayur-sayuran.
e. Cara memberikan sayuran pada anak
        Untuk membiasakan seorang anak mau makan makanan tertentu,
   mungkin kita perlu mencoba memberikan jenis makanan te rsebut
   sedikit demi sedikit dan berulang-ulang. Mungkin setelah tiga kali
   ditolak, Anda berhenti dulu memberikannya pada anak. Lain waktu
   cobalah lagi sampai dia mau membuka mulut dan menelannya. Bukan
   tidak mungkin setelah kita mengulanginya sampai 10-15 kali, anak
   mau mencoba dan menelannya sedikit. Jika Anda ingin anak
   menyukainya,   cobalah   terus   diberikan   dalam   suasana   yang
   menyenangkan
        Beberapa tips cara memberikan sayuran pada anak :
     1. Biasakan orang tua juga makan sayuran
             Pada saat makan bersama, isilah piring ibu atau bapak
        dengan aneka sayuran berwarna dalam bentuk yang menarik,
        sehingga anak akan ikut tertarik untuk mencicipinya. Sambil
        makan, jelaskan nama sayuran dan ceritakan khasiatnya kepada
        anak. Kegiatan ini mungkin akan menimbulkan kebiasan makan
        sayur pada anak.
     2. Siapkan sayuran bersama-sama anak
             Ibu dapat melibatkan anak saat mempersiapkan makanan,
        termasuk sayuran yang akan dimakannya. Mungkin ibu bisa
        mengawalinya dengan mengajaknya menanam sayur di halaman,
        atau memilih dan membeli sayuran di pasar atau supermarket.
        Saat mengolahnya bersama di dapur, ceritakan khasiat yang
        terkandung dalam sayuran tersebut bagi kesehatan tubuh anak.
        Diharapkan, dengan mengenal bahan makanan yang akan
        diolahnya sendiri, anak juga senang menyantapnya.
     3. Bekal Sekolah
             Ibu juga dapat memberikan sayuran dan buah secara rutin
        sebagai bagian dari bekal sekolahnya. Potong-potong sayuran
        atau buah-buahan dengan ukuran kecil-kecil sesuai dengan selera
          anak. Dengan begitu, anak akan mudah menyuapkan ke mulutnya
          sendiri.
      4. Kreatif
                Jika cara-cara di atas masih tidak mempan, ibu dapat
          mencoba memberikan sayuran dengan cara “disembunyikan”
          dalam bentuk makanan lain, terutama makanan yang disukai oleh
          anak Anda. Misalnya, dicampur dalam sajian nasi goreng sayur,
          dimasukkan ke dalam makanan kecil seperti pastel, risoles atau
          kroket, dan sebagainya.
f.   Penyebab anak tidak suka makan sayuran
      1. Tidak termasuk dalam pilihan makanan selingan
                Banyak anak menjadi tidak suka sayuran karena ketika
          transisi dari makanan "bayi" ke makanan "anak-anak" sayuran
          tidak diperkenalkan secara intensif. Sayuran selalu masuk
          kedalam "menu" wajib yang tidak bisa pilih oleh si anak.
          Berbeda dengan makanan non sayur dimana mereka selalu
          ditawarkan apakah ingin mencoba atau tidak. Tentunya hal ini
          menyebabkan sayuran tidak semenarik makanan lain yang masuk
          dalam daftar pilihan
      2. Perbedaan pilihan menu mempengaruhi keberhasilan makan
          sayuran
                Seringkali orangtua menyiapkan makanan "khusus" untuk
          anak-anak dimana didalam menu tersebut lengkap segala jenis
          dan unsur piramid gizi terpenuhi, protein, karbohidrat dan
          tentunya vitamin dan mineral dari sayuanr . Sementara itu menu
          untuk orangtua walau mungkin sejenis tapi pada praktenya
          menjadi lebih menarik, komposisi unsur gizi tidak lagi serumit
          menu anak-anak, bapak atau ibu boleh boleh saja makan nasi
          hangat dengan ikan dan sambel, sedikit lalap (atau tidak sama
          sekali), sementara si anak harus makan nasi, ikan, sayur plus
          buah, dan hukumnya wajib. Tentunya makan sayur menjadi
   beban tambahan untuk anak yang memang tidak suka rasanya
   sayur, apa lagi melihat betapa enaknya jadi orang dewasa tidak
   ada kewajiban "harus" makan sayur ini dan sayur itu kalau tidak
   mau.
3. Kebiasaan jajan/between-meal snacks
           Ngemil atau jajan juga faktor penyebab tidak suka makan
   sayuran. Apalagi kalau cemilan pilihan atau jajanan pilihan tidak
   memiliki unsur sayur sama sekali. Kebiasaan ngemil atau jajan
   ini tidak hanya membuat anak tidak suka sayur tapi seringkali
   juga membuat anak sulit makan karena setelah jajan anak tidak
   terlalu lapar lagi, padahal dia juga tidak telalu kenyang, jadi
   ketika waktu makan tiba, makannya sulit sementara walau nanti
   setelah waktu makan lewat si anak laper kembali, biasanya
   mereka juga tidak mau makan lagi karena sudah lelah atau
   mengantuk
4. Kesalahan persepsi akan cita rasa sayur
   Pada umumnya secara psikologis stereotyping cita rasa sayuran
   adalah "tidak enak", maka seringkali untuk mengakomodasi dan
   menyiasati ini orangtua "memasak" sayuran dengan berbagai
   resep yang cita rasanya cocok bagi orang dewasa (yang belum
   tentu cocok bagi anak-anak). Yang terlupa adalah, anak-anak
   tidak     akan   tahu   cita   rasa   sesuatu   bila   kita   tidak
   memperkenalkannya. Jadi usahakan kenalkan anak dengan rasa
   rasa alami dari sayuran dan merubah stigmatisasi rasa sayur itu
   tidak enak...cita rasa paling enak dari sayur sebenarnya ketika
   sayur hanya dimasak dalam waktu sangat singkat atau ketika
   fresh. Bila persepsi ini dipahami anak, maka paling tidak anak
   bisa menerima sayuran tanpa harus terlebih dahulu berantisipasi
   negative terhadap cita rasa yang tidak enak.

								
To top