Docstoc

makalah kompetensi pendidikan

Document Sample
makalah kompetensi pendidikan Powered By Docstoc
					    PAPER KOMPETENSI PEMBELAJARAN


“Kompetensi pendidiK/guru profesional”




                       Oleh:




                 ~ 5115087405 ~

      JURUSAN TEKNIK ELEKTRO S1 NON REGULER
    FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA
                       2011
                            KOMPETENSI PENDIDIKAN

A.PENGERTIAN KOPETENSI
        Pengertian Kompetensi adalah seperangkat pengetahuan keterampilan dan perilaku
tugas yang harus dimiliki seorangguru. Seteah dimiliki, tentu harus dihayati, dikuasai dan
diwujudkan oleh guru dalam melaksanakan tugas keprofesionalan di dalam kelas yang disebut
sebagai pengajaran.
        Kompetensi guru meliputi: kompetensi pedagogik (pendidikan), kepribdian, sosial dan
profesional sebagai tuntutan dari profesi.

Kompetisi Pedagogik
       Kompetensi pedagogik merupakan kemampuan guru dalam pengolahan pembelajaran
untuk kepentingan peserta didik. Paling tidak harus meliputi pemahaman wawasan atau
landasan kepemimpinan dan pemahaman terhadap peserta didik.
       Selain itu, juga meliputi kemampuan dalam pengembangan kurikulum dan silabus.
Termasuk perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi akhir belajar dan
pengembangan peserta didik di dalamnya. Ini semua dimaksudkan demi mengaktualisasikan
berbagai potensi yang dimiliki guru, sekali lagi untuk kepentingan pencapaian tujuan
pembelajaran.
Kompetensi Kepribadian
       Kompetensi kepribadian mencakup kepribadian yang baik, stabil, dewasa, arif dan
bijaksana. Tentu saja berakhlak mulia, serta menjadi teladan bagi peserta didik dan
masyarakat. Secara objektif mampu mengevaluasi kinerja sendiri dan mengembangkan diri
secara mandiri dan berkelanjutan.

Kompetensi Sosial
        Kompetensi sosial yaitu kemampuan guru sebagai bagian dari masyarakat yang
sekurang-kurangnya meliputi kompetensi agar mampu berkomunikasi lisan, tulisan atau secara
isyarat. Mampu pula memilih, memilah dan memanfaatkan alat telekomunikasi yang sesuai
secara fungsional dan bergaul ecara efektif dengan berbagai kalangan serta lapisan.
Pergaulan itu bisa dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, dan wali
peserta didik. Ini berarti bahwa guru dalam konteks kompetensi sosial harus kompoten bergaul
secara santun dengan masyarakat di sekitar tempat kerja dan di lingkungan tempat tinggalnya.
Kompetensi Profesional
Kompetensi profesional merupakan wujud nyata kemampuan penguasaan atas materi
pelajaran secra luas dan mendalam. Mengerti tujuan diajarkanya materi dan acuan hasil yang
akan didapat setelah proses pengajaran. Mampu mempresentasikan dan memperkaya dengan
bacaan-bacaan bermutu.
Keempat standar kompetensi tersebut mencerminkan empat standar kompetensi guru yang
masih bersifat umum. Jadi, perlu dijabarkan dalam perangkat kompetensi dan subkompetensi
yang dikemas secara koheren dan sistematis dengan menempatkan manusia sebagai makhluk
ciptaan Tuhan Yang Maha Esa dan bertkwa. Tentusaja selain sebagai warga negara Indonesia
yang demokratis dan bertanggung jawab.
Selain poin-pon diatas, diperlukan juga manajemen pengembangan kompetensi guru yang
dapat diartikan sebagai usaha yang dikerjakan untuk memajukan dan meningkatkan mutu,
keahlian, kemampuan, dan keterampilan guru demi kesempurnaan tugas
pekerjaannya.Pengembangan kompetensi guru didasarkan atas pertimbangan-
pertimbangan:perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya arus globalisasi dan
informasi, menutupi kelemahan-kelemahan yang tak tampak pada waktu seleksi,
mengembangkan sikap profesional, mengembangkan kompetensi profesional, dan
menumbuhkan ikatan batin antara guru dan kepala sekolah.
Secara teknis, kegiatan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kompetensi guru adalah:
bimbingan dan tugas, pendidikan dan pelatihan, kursus -kursus, studi lanjut, latihan jabatan,
rotasi jabatan, konferensi, penataran, lokakarya, seminar, dan pembinaan profesional guru
(supervisi pengajaran). Tentang supervisi pendidikan akan dibahas kemudian




B.STANDAR ISI DAN STANDAR KOMPETENSI PENDIDIKAN
       Landasan filosofi merupakan merupakan landasan yang berkaitan dengan makna atau
hakikat pendidikan yang berusaha menelaah masalah-masalah pokok seperti : apakah
pendidikan itu, mengapa dalam pendidikan itu diperlukan, apakah yang seharusnya menjadi
tujuannya, dan sebagainya.

       Landasan filosofi adalah landasan yang berdasarkan atau bersifat filsafat (falsafah). Kata
filsafat (philosophy) bersumber dari bahasa Yunani, philein berarti mencintai dan sophos atau
sophis berarti hikmah, arif dan bijaksana. Filsafat menelaah sesuatu secara radikal, menyeluruh
dan konseptual yang menghasilkan konsepsi-konsepsi filosofis tentang kehidupan manusia dan
dunianya. Pada umumnya bersumber dari dua faktor yaitu :

   1) Religi dan etika yang bertumpu pada keyakinan
       2) Ilmu pengetahuan yang mengandalkan penalaran. Filsafat berada diantara keduanya.
       Pancasila Sebagai Landasan Filosofi Pendidikan Nasional (Sisdiknas)

       Pasal 2 UU-RI no.2 tahun 1989. menetapkan bahwa pendidikan nasional berdasarkan
   pancasila dan UUD 45. perincian selengkapnya tentang hal itu tercantum dalam penjelasan
   UU-RI no.2 tahun 1989 yang menegaskan bahwa pembangunan nasional dibidang
   pendidikan, adalah pengamalan pancasila dan untuk itu pendidikan nasional mengusahakan
antara lain : “pembentukan manusia pancasila sebagai manusia pembangunan yang tinggi
kualitasnya dan mampu mandiri” (UU, 1992).

   Sedangkan ketetapan MPR-RI no.11/MPR/1978 tentang P4 menegaskan pula bahwa
pancasila itu adalah jiwa seluruh rakyat Indonesia, kepribadian bangsa Indonesia,
pandangan hidup bangsa Indonesia, dan dasar negara RI. Pancasila sebagai sumber dari
segala gagasan mengenai wujud manusia dan masyarakat yang dianggap baik, sumber dari
segala sumber nilai yang menjadi pangkal suatu muara dari setiap keputusan dan landasan
dalam panel dengan kata lain : pancasila sebagai sumber sistem nilai dalam pendidikan.




PERUNDANG-UNDANGAN DALAM PENDIDIKAN
   Pendidikan nasional dilaksanakan melalui lembaga-lembaga pendidikan baik dalam
bentuk sekolah maupun dalam bentuk kelompok belajar. Berdasarkan UU-RI no.2 tahun
1989 tentang SisDikNas, kelembagaan pendidikan dapat dilihat dari segi jalur pendidikan
dan program sebagai pengelolaan pendidikan.


1) Jalur Pendidikan
Penyelenggaraan SisDikNas dilaksanakan melalui dua jalur yaitu jalur pendidikan sekolah
dan jaluran pendidikan luar sekolah yang sering disingkat dengan PLS.


a. Jalur Pendidikan Sekolah
Jalur pendidikan sekolah (JPS) merupakan pendidikan yang diselenggarakan disekolah
melalui kegiatan belajar mengajar secara berjenjang dan berkesinambungan (pendidikan
dasar, pendidikan menengah dan pendidikan tinggi) sifatnya formal, diatur berdasarkan
ketentuan –ketentuan pemerintah dan mempunyai keseragaman pola yang bersifat
nasional.


b. Jalur Pendidikan Luar Sekolah
Jalur Pendidikan Luar Sekolah (PLS) merupakan pendidikan yang bersifat kemasyarakatan
yang diselenggarakan di luar sekolah melalui kegiatan belajar mengajar yang tidak
berjenjangdan tidak berkesinambungan seperti kepramukaan, berbagai kursus dan lain-lain.
PLS memberikan kemungkinan perkembangan sosial, kultural seperti bahasa dan kesenian,
keagamaan dan ketrampilan yang dapat dimanfaatkan oleh anggota masyarakat untuk
mengembangkan dirinya dan membangun masyarakat.


Pendidikan luar sekolah sifatnya tidak formal dalam arti tidak ada keseragaman pola yang
bersifat nasional.


2) Jenjang Pendidikan
Jenjang pendidikan adalah suatu tahap dalam berkelanjutan yang ditetapkan berdasarkan
tingkat perkembangan peserta didik secara keluasan dan kedalaman bahan pengajaran (
UU-RI No.2 Tahun 1989 Bab I, Pasal 1 Ayat 5).
Jalur pendidikan sekolah dilaksanakan secara berjenjang yang terdiri atas jenjang
pendidikan dasar, pendidikan menengah dan pendidikan tinggi. Sebagai persiapan untuk
memasuki pendidikan dasar diselenggarakan kelompok belajar yang disebut pendidikan
prasekolah (UU-RI No.2 Tahun 1989. Bab V, Pasal 2). Pendidikan prasekolah belum
termasuk jenjang pendidikan formal, tetapi baru merupakan kelompik sepermainan yang
menjembatani anak antara kehidupan dalam keluarga dengan sekolah.


Berdasarkan beberapa pembahasan di atas, maka dapat penulis dapat mengemukakan
beberapa pendapat mengenai standar isi dan standar kelulusan yang diharapkan
berdasarkan dengan tingkatan, diantaranya adalah :


1. TUJUAN LEMBAGA DARI SETIAP LEMBAGA PENDIDIKAN FORMAL


Berdasarkan dengan peraturan mentri pendidikan nasional no.22 dan no.23 tahun 2006,
komponen kurikulum tingkatan satuan pendidikan memiliki tujuan pendidikan yang
dirumuskan dengan mengacu kapada tujuan umum pendidikan berikut :
1) Tujuan Pendidikan Dasar, adalah meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan,
kepribadian, akhlak mulia, serta ketrampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan
lebuh lanjut


2) Tujuan Pendidikan Menengah, adalah meningkatkan kecerdasan, pengetahuan,
kpribadian, akhlak mulia, serta ketrampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan
lebih lanjut


3) Tujuan Pendidikan menengah kejuruan, adalah meningkatkan kecerdasan, pengetahuan,
kepribadian, akhlak mulia, serta ketrampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan
lebih lanjut sesuai dengan kejuruannya.


Komponen dalam kurikulum tingkat satuan pendidikan memiliki acuan operasional dalam
penyusunannya dengan memperhatikan :
(a) peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia yang menjadi dasar pembentukan
kepribadian peserta didik secara utuh,
(b) peningkatan potensi, kecerdasan, dan minat sesuai dengan tingkat perkembangan dan
kemampuan peserta didik secara optimal,
(c) keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan,
(d) tuntutan pembangunan daerah dan nasional.


2. TUJUAN MATA PELAJARAN
Mata pelajaran yang berada disetiap tingkatan pendidikan memiliki tujuan tersendiri sesuai
dengan peraturan mentri pendidikan nasional no.22 dan no.23 tahun 2006, diantara
beberapa macam pelajaran dengan tujuan dan ruang lingkupnya diantara lain:


1) Pendidikan Agama Islam
a. Tujuan :
- Menumbuh kembangkan akidah melalui pemberian, pemupukan dan pengembangan
pengetahuan, penghayatan, pengalaman, pembiasaan, serta pengalaman peserta didik
tentang agama islam sehingga menjadi manusia muslim yang terus berkembang keimanan
dan ketakwaannya kepada ALLAH swt.
- Mewujudkan manusia Indonesia yang taat beragama dan berakhlak mulia, yaitu ma nusia
yang berpengetahuan, rajin beribadah, cerdas, produktif, jujur, adil, etis, berdisiplin,
bertoleransi (tasamuh), menjaga keharmonisan secara personal dan sosial serta
mengembangkan budaya agama dalam komunitas sekolah.
b. Ruang lingkup :
- Pendidikan agama islam menekankan keseimbangan, keselarasan dan keserasian antara
hubungan manusia dengan ALLAH swt, hubungan manusia dengan sesama manusia,
hubungan manusia dengan diri sendiri, dan hubungan manusia dengan alam sekitarnya.
- Aspek yang berhubungan antara lain Al-Quran dan Hadist, Aqidah, Akhlak, Fiqih, Tarikh
dan Kebudayaan Islam).


2) Pendidikan Kewarganegaraan
a. Tujuan:
- Berpikir secara kritis, rasional, dan kreatif dalam menanggapi isu kewarganegaraan
- Berpartisipasi secara katif dan bertanggung jawab, dan bertindak secara cerdas dalam
kegiatan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, serta anti korupsi
- Berkembang secara positif dan demokratis untuk membnetuk diri berdasarkan karakter-
karakter masyarakat Indonesia agar dapat hidup bersama dengan bangsa-bangsa lainnya.
- Berinteraksi dengan bangsa-bangsa lain dalam percaturan dunia secara langsung atau
tidak langsung dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi.
b. Ruang lingkup :
- Persatuan dan kesatuan bangsa, meliputi: hidup rukun dalam perbedaan, cinta lingkungan.
- Norma, hukum dan peraturan, meliputi: tertib dalam kehidupan keluarga.
- Kebutuhan warga negara, meluputi: hidup gotong royong, harga diri sebagai warga
masyarakat, kebebasan berorganisasi dan sejenisnya.


3) Pendidikan Bahasa Indonesia
a. Tujuan :
- Berkomunikasi secara efektif dan efisien sesuai dengan etika yang berlaku, baik secara
lisan maupun tulis
- Menghargai dan bangga menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan
bahasa negara
- Memahami bahasa Indonesia dan menggunakannya dengan tepat dan kreatif untuk
berbagai tujuan
- Menggunakan bahasa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan intelektual, serta
kematangan emosional dan sosial
- Meningkatkan dan memanfaatkan karya sastra untuk memperluas wawasan,
memperhalus budi pengerti, serta meningkatkan pengetahuan dan kemampuan berbahasa
- Menghargai dan membanggakan sastra Indonesia sebagai khazanah budaya dan
intelektual manusia Indonesia.
b. Ruang lingkup :
- Mencangkup komponen kemampuan berbahasa dan kemampuan bersastra
- Aspek-aspek nya adalah mendengarkan, berbicara, membaca dan menulis.


4) Pendidikan Bahasa Inggris
a. Tujuan :
- Mengembangkan kompetensi berkomunikasi dalam bentuk lisan dan tulisan untuk
mencapai tingkat literasi funcional.
- Memiliki kesadaran tentang hakikat dan pentingnya bahasa Inggris untuk meningkatkan
daya saing bangsa dalam masyarakat global.
- Mengembangkan pemahaman peserta didik tentang keterkaitan antara bahasa dengan
budaya.
b. Ruang lingkup :
- Kemampuan berwacana
- Kemampuan memahami dan menciptakan berbagai teks fungsional pendek dan monolog
serta berbentuk procedure, descriptive, recount, narrative, dan report
- Kompetisi pendukung, yakni kompetisis linguistik, kompetisi sosiokultural, kompetisi
strategi, dan kompetisi pembentuk wacana.


5) Pelajaran Matematika
a. Tujuan :
- Memahami konsep matematika, menjelaskan keterkaitan antara konsep atau logaritma,
secara luwes, akurat, efisien, dan tepat, dalam pemecahan masalah
- Menggunakan penalaran pada pola dan sifat, melakukan manipulasi matematika dalam
membuat generalisasi, menyusun bukti, atau menjelaskan gagasan dan pernyataan
matematika
- Memecahkan masalah yang meliputi kemampuan memahami masalah, merancang model
matematika, menyelesaikan model dan menafsirkan solusi yang diperoleh
- Mengkominikasikan gagasan dengan simbol, tabel, diagram, atau media lain untuk
memperjelas keadaan atau masalah
- Memiliki sikap menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan, yaitu memiliki rasa
ingin tahu, perhatian, dan minat dalam mempelajari matematika, serta sikap ulet dan
percaya diri dalam pemecahan masalah.
b. Ruang lingkup :
- Matematika memiliki aspek dalam satuan pendidikan, yaitu bilangan, aljabar, geometri
dan pengukuran, statistik dan peluang.


6) Pendidikan Jasmani, Olahraga Dan Kesehatan
a. Tujuan :
- Mengembangkan ketrampilan pengelolaan diri dalam upaya pengembangan dan
pemeliharaan kebugaran jasmani serta pola hidup sehat melalui berbagai aktivitas jasmani
dan olah raga yang terpilih
- Meningkatkan pertumbuhan fisik dan pengembangan psikis yang lebih baik
- Meningkatkan kemampuan dan kerampilan gerak dasar
- Meletakkan landasan karakter moral yang kuat melalui internalisasi nilai -nilai yang
terkandung di dalam pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan
- Mengembangkan sikap sportif, jujur, disiplin, bertanggungjawab, kerjasama, percaya diri
dan demokratis
- Mengembangkan ketrampilan untuk menjaga keselamatan diri sendiri, orang lain dan
lingkungan
- Memahami konsep aktivitas jasmani dan olahraga di lingkungan yang bersih sebagai
informasi untuk mencapai pertumbuhan fisik yang sempurna, pola hidup sehat dan
kebugaran, trampil, serta memiliki sikap positif
b. Ruang lingkup :
- Permainan dan olahraga, meliputi : olahraga tradisional, permainan eksploitasi gerak,
ktrampilan lokomotor-nonlokomotor, dan lain-lain.
- Aktivitas pengembangan, meliputi : mekanika sikap tubuh, komponen kabugarab jasmani,
dan bentuk postur tubuh serta aktifitas lainnya.
- Aktivitas senam, meliputi : ketangkasan kederhana, ketangkasan tanpa alat, ketangkasan
dengan alat, dan senam lantai, serta aktivitas lainnya
- Ativitas ritmik, meliputi : gerak bebas, senam pagi, SKJ, dan senam aerobic serta aktivitas
lainnya.

   Berdasarkan beberapa ulasan di atas, didapatkan hasil analisa sesuai pemikiran kami,
Landasan filosofi adalah landasan yang berdasarkan atau bersifat filsafat (falsafah). Filsafat
menelaah sesuatu secara radikal, menyeluruh dan konseptual yang menghasilkan konsepsi -
konsepsi filosofis tentang kehidupan manusia dan dunianya.
        Terdapat kaitan yang erat dalam pendidikan dan filsafat karena filsafat mencoba
    merumuskan citra tentang manusia dan masyarakat. Sedangkan pendidikan berusaha
    mewujudkan citra itu, kajian-kajian yang dilakukan oleh berbagai cabang filsafat (logika,
    epistemologi, etika dan estetika, metafisika, dan lain-lain) akan besar pengaruhnya
    terhadap pendidikan karena prinsip-prinsip dan kebenaran-kebenaran hasil kajian tersebut
    pada umumnya diterapkan dalam bidang pendidikan.

        Pendidikan nasional dilaksanakan melalui lembaga-lembaga pendidikan baik dalam
    bentuk sekolah maupun dalam bentuk kelompok belajar. Berdasarkan UU-RI no.2 tahun
    1989 tentang SisDikNas, kelembagaan pendidikan dapat dilihat dari segi jalur pendidikan
    dan program sebagai pengelolaan pendidikan.

        Sedangkan berdasarkan dengan peraturan mentri pendidikan nasional no.22 dan no.23
    tahun 2006, komponen kurikulum tingkatan satuan pendidikan memiliki tujuan pendidikan
    yang dirumuskan dengan mengacu kapada tujuan umum pendidikan, yang diantaranya
    adalah tujuan Pendidikan menengah kejuruan, adalah meningkatkan kecerdasan,
    pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta ketrampilan untuk hidup mandiri dan
    mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai dengan kejuruannya. Oleh karena itu mata
    pelajaran yang dipilih untuk mendukung kurikulum yang ditetapkan memiliki tujuan dan
    ruang lingkupnya masing-masing.

        Analisa hasil pemaparan manggambarkan bahwa semua aspek yang telah dibahas
    (filosofi pendidikan, undang-undang dalam pendidikan, tujuan lembaga dari setiap lembaga
    pendidikan formal dan adanya tujuan mata pelajaran) memiliki hubungan yang sangat erat
    dan dapat menjadikan pondasi pendidikan yang kuat apabila semuanya terjalankan secara
    benar dan sesuai denga tujuannya. Sehingga tercapai standar kelulusan yang diharapkan
    dalam tujuan pembelajaran dan standar kompetensi yang dimiliki oleh semua siswa lulusan
    sekolah.

Kompetensi Guru
Ditulis oleh rastodio pada July 29th, 2009   3 Comments »

A. Pengertian Kompetensi Guru

Majid (2005:6) menjelaskan kompetensi yang dimiliki oleh setiap guru akan menunjukkan kualitas guru dalam
mengajar. Kompetensi tersebut akan terwujud dalam bentuk penguasaan pengetahuan dan profesional dalam
menjalankan fungsinya sebagai guru. Diyakini Robotham (1996:27), kompetensi yang diperlukan oleh
seseorang tersebut dapat diperoleh baik melalui pendidikan formal maupun pengalaman.
Syah (2000:229) mengemukakan pengertian dasar kompetensi adalah kemampuan atau kecakapan. Usman
(1994:1) mengemukakan kompentens i berarti suatu hal yang menggambarkan kualifikasi atau kemampuan
seseorang, baik yang kualitatif maupun yang kuantitatif. McAhsan (1981:45), sebagaimana dikutip oleh
Mulyasa (2003:38) mengemukakan bahwa kompetens i: “…is a knowledge, skills, and abilities or capabilities
that a person achieves, which become part of his or her being to the extent he or she can satisfactorily perform
particular cognitive, affective, and psychomotor behaviors”. Dalam hal ini, kompetensi diartikan sebagai
pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan yang dikuasai oleh seseorang yang telah menjadi bagian dari
dirinya, sehingga ia dapat melakukan perilaku-perilaku kognitif, afektif, dan psikomotorik dengan sebaik-
baiknya.
Sejalan dengan itu Finch & Crunkilton (1979:222), sebagaimana dikutip oleh Mulyasa (2003:38) mengartikan
kompetensi sebagai penguasaan terhadap suatu tugas, keterampilan, sikap, dan apresiasi yang diperlukan untuk
menunjang keberhas ilan.Sofo (1999:123) mengemukakan “A competency is composed of skill, knowledge, and
attitude, but in particular the consistent applications of those skill, knowledge, and attitude to the standard of
performance required in employment”. Dengan kata lain kompetensi tidak hanya mengandung pengetahuan,
keterampilan dan sikap, namun yang penting adalah penerapan dari pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang
diperlukan tersebut dalam pekerjaan.
Robbins (2001:37) menyebut kompetensi sebagai ability, yaitu kapasitas seseorang individu untuk
mengerjakan berbagai tugas dalam suatu pekerjaan. Selanjutnya dikatakan bahwa kemampuan individu
dibentuk oleh dua faktor, yaitu faktor kemampuan intelektual dan kemampuan fis ik. Kemampuan intelektual
adalah kemampuan yang diperlukan untuk melakukan kegiatan mental sedangkan kemampuan fisik adalah
kemampuan yang di perlukan untuk melakukan tugas-tugas yang menuntut stamina, kecekatan, kekuatan, dan
keterampilan.Spencer & Spencer (1993:9) mengatakan “Competency is underlying characteristic of an
individual that is causally related to criterion-reference effective and/or superior performance in a job or
situation”.
Jadi kompetensi adalah karakteristik dasar seseorang yang berkaitan dengan kinerja berkriteria efektif dan atau
unggul dalam suatu pekerjaan dan s ituasi tertentu. Selanjutnya Spencer & Spencer menjelaskan, kompetensi
dikatakan underlying characteristic karena karakteristik merupakan bagian yang mendalam dan melekat pada
kepribadian seseorang dan dapat memprediksi berbagai situas i dan jenis pekerjaan. Dikatakan causally related,
karena kompetensi menyebabkan atau memprediks i perilaku dan kinerja. Dikatakancriterion-referenced,
karena kompetensi itu benar-benar memprediksi siapa-siapa saja yang kinerjanya baik atau buruk, berdasarkan
kriteria atau standar tertentu.Muhaimin (2004:151) menjelaskan kompetensi adalah seperangkat tindakan
intelegen penuh tanggung jawab yang harus dimiliki seseorang sebagai syarat untuk dianggap mampu
melaksankan tugas-tugas dalam bidang pekerjaan tertentu. Sifat intelegen harus ditunjukan sebagai
kemahiran, ketetapan, dan keberhasilan bertindak. Sifat tanggung jawab harus ditunjukkan sebagai kebenaran
tindakan baik dipandang dari sudut ilmu pengetahuan, teknologi maupun etika. Depdiknas (2004:7)
merumuskan definisi kompetens i sebagai pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai dasar yang direfleksikan
dalam kebiasaan berfikir dan bertindak.Menurut Syah (2000:230), “kompetensi” adalah kemampuan,
kecakapan, keadaan berwenang, atau memenuhi syarat menurut ketentuan hukum. Selanjutnya mas ih menurut
Syah, dikemukakan bahwa kompetensi guru adalah kemampuan seorang guru dalam melaksanakan kewajiban-
kewajibannya secara bertanggung jawab dan layak.
Jadi kompetensi profesional guru dapat diartikan sebagai kemampuan dan kewenangan guru dalam
menjalankan profesi keguruannya. Guru yang kompeten dan profesional adalah guru piawi dalam
melaksanakan profesinya. Berdasarkan uraian di atas kompetensi guru dapat didefinisikan sebagai penguasaan
terhadap pengetahuan, keterampilan, nilai dan sikap yang direfleksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak
dalam menjalankan profesi sebagai guru.

B. Dimensi-dimensi Kompetensi Guru
Menurut Undang-undang No.14 tahun 2005 tentang Guru Dan Dosen pasal 10 ayat (1) kompetensi guru
meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetens i profesional yang
diperoleh melalui pendidikan profesi.

1. Kompetensi Pedagogik
Dalam Undang-undang No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen dikemukakan kompetensi pedagogik
adalah “kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik”. Depdiknas (2004:9) menyebut kompetensi ini
dengan “kompetens i pengelolaan pembelajaran. Kompetens i ini dapat dilihat dari kemampuan merencanakan
program belajar mengajar, kemampuan melaksanakan interaks i atau mengelola proses belajar mengajar, dan
kemampuan melakukan penilaian.
a. Kompetensi Menyusun Rencana Pembelajaran

Menurut Joni (1984:12), kemampuan merencanakan program belajar mengajar mencakup kemampuan: (1)
merencanakan pengorganisasian bahan-bahan pengajaran, (2) merencanakan pengelolaan kegiatan belajar
mengajar, (3) merencanakan pengelolaan kelas, (4) merencanakan penggunaan media dan sumber pengajaran;
dan (5) merencanakan penilaian prestasi siswa untuk kepentingan pengajaran.Depdiknas (2004:9)
mengemukakan kompetensi penyusunan rencana pembelajaran meliputi (1) mampu mendeskripsikan tujuan,
(2) mampu memilih materi, (3) mampu mengorganisir materi, (4) mampu menentukan metode/strategi
pembelajaran, (5) mampu menentukan sumber belajar/media/alat peraga pembelajaran, (6) mampu menyusun
perangkat penilaian, (7) mampu menentukan teknik penilaian, dan (8) mampu mengalokasikan
waktu.Berdasarkan uraian di atas, merencanakan program belajar mengajar merupakan proyeks i guru
mengenai kegiatan yang harus dilakukan s iswa selama pembelajaran berlangsung, yang mencakup:
merumuskan tujuan, menguraikan deskripsi satuan bahasan, merancang kegiatan belajar mengajar, memilih
berbagai media dan sumber belajar, dan merencanakan penilaian penguasaan tujuan.

b. Kompetensi Melaksanakan Proses Belajar Mengajar

Melaksanakan proses belajar mengajar merupakan tahap pelaksanaan program yang telah disusun. Dalam
kegiatan ini kemampuan yang di tuntut adalah keaktifan guru menciptakan dan menumbuhkan kegiatan s iswa
belajar sesuai dengan rencana yang telah disusun. Guru harus dapat mengambil keputusan atas dasar penilaian
yang tepat, apakah kegiatan belajar mengajar dicukupkan, apakah metodenya diubah, apakah kegiatan yang
lalu perlu diulang, manakala siswa belum dapat mencapai tujuan-tujuan pembelajaran.

Pada tahap ini disamping pengetahuan teori belajar mengajar, pengetahuan tentang siswa, diperlukan pula
kemahiran dan keterampilan teknik belajar, misalnya: prinsip-prins ip mengajar, penggunaan alat bantu
pengajaran, penggunaan metode mengajar, dan keterampilan menilai has il belajar siswa.Yutmini (1992:13)
mengemukakan, persyaratan kemampuan yang harus di miliki guru dalam melaksanakan proses belajar
mengajar meliputi kemampuan: (1) menggunakan metode belajar, media pelajaran, dan bahan latihan yang
sesuai dengan tujuan pelajaran, (2) mendemonstrasikan penguasaan mata pelajaran dan perlengkapan
pengajaran, (3) berkomunikasi dengan siswa, (4) mendemonstrasikan berbagai metode mengajar, dan (5)
melaksanakan evaluas i proses belajar mengajar.Hal serupa dikemukakan oleh Harahap (1982:32) yang
menyatakan, kemampuan yang harus dimiliki guru dalam melaksanakan program mengajar adalah mencakup
kemampuan: (1) memotivasi siswa belajar sejak saat membuka sampai menutup pelajaran, (2) mengarahkan
tujuan pengajaran, (3) menyajikan bahan pelajaran dengan metode yang relevan dengan tujuan pengajaran, (4)
melakukan pemantapan belajar, (5) menggunakan alat-alat bantu pengajaran dengan baik dan benar, (6)
melaksanakan layanan bimbingan penyuluhan, (7) memperbaiki program belajar mengajar, dan (8)
melaksanakan hasil penilaian belajar.Dalam pelaksanaan proses belajar mengajar menyangkut pengelolaan
pembelajaran, dalam menyampaikan materi pelajaran harus dilakukan secara terencana dan sistematis,
sehingga tujuan pengajaran dapat dikuasai oleh siswa secara efektif dan efis ien. Kemampuan-kemampuan
yang harus dimiliki guru dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar terlihat dalam mengidentifikasi
karakteristik dan kemampuan awal siswa, kemudian mendiagnosis, menilai dan merespon setiap perubahan
perilaku siswa.Depdiknas (2004:9) mengemukakan kompetensi melaksanakan proses belajar mengajar
meliputi (1) membuka pelajaran, (2) menyajikan materi, (3) menggunakan med ia dan metode, (4)
menggunakan alat peraga, (5) menggunakan bahasa yang komunikatif, (6) memotivasi siswa, (7)
mengorganisasi kegiatan, (8) berinteraksi dengan siswa secara komunikatif, (9) menyimpulkan pelajaran, (10)
memberikan umpan balik, (11) melaksanakan penilaian, dan (12) menggunakan waktu.Dengan demikian,
dapat dikatakan bahwa melaksanakan proses belajar mengajar merupakan sesuatu kegiatan dimana
berlangsung hubungan antara manusia, dengan tujuan membantu perkembangan dan menolong keterlibatan
siswa dalam pembelajaran. Pada dasarnya melaksanakan proses belajar mengajar adalah menciptakan
lingkungan dan suasana yang dapat menimbulkan perubahan struktur kognitif para siswa.

c. Kompetensi Melaksanakan Penilaian Proses Belajar Mengajar

Menurut Sutisna (1993:212), penilaian proses belajar mengajar dilaksanakan untuk mengetahui keberhasilan
perencanaan kegiatan belajar mengajar yang telah disusun dan dilaksanakan. Penilaian diartikan sebagai proses
yang menentukan betapa baik organisasi program atau kegiatan yang dilaksanakan untuk mencapai maksud-
maksud yang telah ditetapkan.

Commite dalam Wirawan (2002:22) menjelaskan, evaluas i merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari
setiap upaya manus ia, evaluasi yang baik akan menyebarkan pemahaman dan perbaikan pendidikan,
sedangkan evaluas i yang salah akan merugikan pendidikan.Tujuan utama melaksanakan evaluas i dalam proses
belajar mengajar adalah untuk mendapatkan informasi yang akurat mengenai tingkat pencapaian tujuan
instruksional oleh s iswa, sehingga tindak lanjut has il belajar akan dapat diupayakan dan dilaksanakan. Dengan
demikian, melaksanakan penilaian proses belajar mengajar merupakan bagian tugas guru yang harus
dilaksanakan setelah kegiatan pembelajaran berlangsung dengan tujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan
siswa mencapai tujuan pembelajaran, sehingga dapat diupayakan tindak lanjut has il belajar siswa.Depdiknas
(2004:9) mengemukakan kompetensi penilaian belajar peserta didik, meliputi (1) mampu memilih soal
berdasarkan                                             tingkat                                       kesukaran,
(2) mampu memilih soal berdasarkan tingkat pembeda, (3) mampu memperbaiki soal yang tidak valid, (4)
mampu memeriksa jawab, (5) mampu mengklas ifikas i hasil-has il penilaian, (6) mampu mengolah dan
menganalis is hasil penilaian, (7) mampu membuat interpretasi kecenderungan hasil penilaian, (8) mampu
menentukan korelas i soal berdasarkan hasil penilaian, (9) mampu mengidentifikasi tingkat variasi hasil
penilaian, (10) mampu menyimpulkan dari hasil penilaian secara jelas dan logis, (11) mampu menyusun
program tindak lanjut has il penilaian, (12) mengklasifikasi kemampuan siswa, (13) mampu mengidentifikasi
kebutuhan tindak lanjut hasil penilaian, (14) mampu melaksanakan tindak lanjut, (15) mampu mengevaluasi
hasil tindak lanjut, dan (16) mampu menganalis is hasil evaluas i program tindak lanjut hasil
penilaian. Berdasarkan uraian di atas kompetensi pedagogik tercermin dari indikator (1) kemampuan
merencanakan program belajar mengajar, (2) kemampuan melaksanakan interaksi atau mengelola proses
belajar mengajar, dan (3) kemampuan melakukan penilaian.

2. Kompetensi Kepribadian
Guru sebagai tenaga pendidik yang tugas utamanya mengajar, memiliki karakteristik kepribadian yang sangat
berpengaruh terhadap keberhasilan pengembangan sumber daya manusia. Kepribadian yang mantap dari
sosok seorang guru akan memberikan teladan yang baik terhadap anak didik maupun masyarakatnya, sehingga
guru akan tampil sebagai sosok yang patut “digugu” (ditaati nasehat/ucapan/perintahnya) dan “ditiru” (di
contoh sikap dan perilakunya).Kepribadian guru merupakan faktor terpenting bagi keberhas ilan belajar anak
didik. Dalam kaitan ini, Zakiah Darajat dalam Syah (2000:225-226) menegaskan bahwa kepribadian itulah
yang akan menentukan apakah ia menjadi pendidik dan pembina yang baik bagi anak didiknya, ataukah akan
menjadi perusak atau penghancur bagi masa depan anak didiknya terutama bagi anak didik yang masih kecil
(tingkat dasar) dan mereka yang sedang mengalami kegoncangan jiwa (tingkat menengah).

Karakteristik kepribadian yang berkaitan dengan keberhas ilan guru dalam menggeluti profesinya adalah
meliputi fleks ibilitas kognitif dan keterbukaan psikologis. Fleksibilitas kognitif atau keluwesan ranah cipta
merupakan kemampuan berpikir yang diikuti dengan tindakan secara simultan dan memadai dalam s ituasi
tertentu. Guru yang fleksibel pada umumnya ditandai dengan adanya keterbukaan berpikir dan beradaptas i.
Selain itu, ia memiliki resistensi atau daya tahan terhadap ketertutupan ranah cipta yang prematur dalam
pengamatan dan pengenalan.Dalam Undang-undang Guru dan Dosen dikemukakan kompetensi kepribadian
adalah “kemampuan kepribadian yang mantap, berakhlak mulia, arif, dan berwibawa serta menjadi teladan
peserta didik”. Surya (2003:138) menyebut kompetensi kepribadian ini sebagai kompetens i personal, yaitu
kemampuan pribadi seorang guru yang diperlukan agar dapat menjadi guru yang baik. Kompetensi personal ini
mencakup kemampuan pribadi yang berkenaan dengan pemahaman diri, penerimaan diri, pengarahan diri, dan
perwujudan diri. Gumelar dan Dahyat (2002 :127) merujuk pada pendapat Asian Institut for Teacher
Education, mengemukakan kompetensi pribadi meliputi (1) pengetahuan tentang adat istiadat baik sosial
maupun agama, (2) pengetahuan tentang budaya dan tradisi, (3) pengetahuan tentang inti demokrasi, ( 4)
pengetahuan tentang estetika, (5) memiliki apresiasi dan kesadaran sosial, (6) memiliki sikap yang benar
terhadap pengetahuan dan pekerjaan, (7) setia terhadap harkat dan martabat manusia. Sedangkan kompetensi
guru secara lebih khusus lagi adalah bersikap empati, terbuka, berwibawa, bertanggung jawab dan mampu
menilai diri pribadi. Johnson sebagaimana dikutip Anwar (2004:63) mengemukakan kemampuan personal
guru, mencakup (1) penampilan s ikap yang positif terhadap keseluruhan tugasnya sebagai guru, dan terhadap
keseluruhan s ituasi pendidikan beserta unsur-unsurnya, (2) pemahaman, penghayatan dan penampilan nilai-
nilai yang seyogyanya dianut oleh seorang guru, (3) kepribadian, nilai, sikap hidup ditampilkan dalam upaya
untuk menjadikan dirinya sebagai panut an dan teladan bagi para siswanya. Arikunto (1993:239)
mengemukakan kompetensi personal mengharuskan guru memiliki kepribadian yang mantap sehingga menjadi
sumber inspirasi bagi subyek didik, dan patut diteladani oleh siswa.Berdasarkan uraian di atas, kompetensi
kepribadian guru tercermin dari indikator (1) sikap, dan (2) keteladanan.
3. Kompetensi Profesional
Menurut Undang-undang No. 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, kompetensi profesional adalah
“kemampuan penguasaan materi pelajaran secara luas dan mendalam”. Surya (2003:138) mengemukakan
kompetensi profesional adalah berbagai kemampuan yang diperlukan agar dapat mewujudkan dirinya sebagai
guru profesional. Kompetensi profesional meliputi kepakaran atau keahlian dalam bidangnya yaitu penguasaan
bahan yang harus diajarkannya beserta metodenya, rasa tanggung jawab akan tugasnya dan rasa kebersamaan
dengan sejawat guru lainnya. Gumelar dan Dahyat (2002:127) merujuk pada pendapat Asian Institut for
Teacher Education, mengemukakan kompetens i profesional guru mencakup kemampuan dalam hal (1)
mengerti dan dapat menerapkan landasan pendidikan baik filosofis, psikologis, dan sebagainya, (2) mengerti
dan menerapkan teori belajar sesuai dengan tingkat perkembangan perilaku peserta didik, (3) mampu
menangani mata pelajaran atau bidang studi yang ditugaskan kepadanya, (4) mengerti dan dapat menerapkan
metode mengajar yang sesuai, (5) mampu menggunakan berbagai alat pelajaran dan media serta fasilitas
belajar lain, (6) mampu mengorganisasikan dan melaksanakan program pengajaran, (7) mampu melaksanakan
evaluasi belajar dan (8) mampu menumbuhkan motivasi peserta didik. Johnson sebagaimana dikutip Anwar
(2004:63) mengemukakan kemampuan profesional mencakup (1) penguasaan pelajaran yang terkini atas
penguasaan bahan yang harus diajarkan, dan konsep-konsep dasar keilmuan bahan yang diajarkan tersebut, (2)
penguasaan dan penghayatan atas landasan dan wawasan kependidikan dan keguruan, (3) penguasaan proses -
proses kependidikan, keguruan dan pembelajaran siswa. Arikunto (1993:239) mengemukakan kompetensi
profesional mengharuskan guru memiliki pengetahuan yang luas dan dalam tentang subject matter (bidang
studi) yang akan diajarkan serta penguasaan metodologi yaitu menguasai konsep teoretik, maupun memilih
metode yang tepat dan mampu menggunakannya dalam proses belajar mengajar.Depdiknas (2004:9)
mengemukakan kompetens i profesional meliputi (1) pengembangan profesi, pemahaman wawasan, dan
penguasaan bahan kajian akademik.Pengembangan profesi meliputi (1) mengikuti informasi perkembangan
iptek yang mendukung profesi melalui berbagai kegiatan ilmiah, (2) mengalihbahasakan buku pelajaran/karya
ilmiah, (3) mengembangkan berbagai model pembelajaran, (4) menulis makalah, (5) menulis/menyusun diktat
pelajaran, (6) menulis buku pelajaran, (7) menulis modul, (8) menulis karya ilmiah, (9) melakukan penelitian
ilmiah (action research), (10) menemukan teknologi tepat guna, (11) membuat alat peraga/media, (12)
menciptakan karya seni, (13) mengikuti pelatihan terakreditas i, (14) mengikuti pendidikan kualifikasi, dan (15)
mengikuti kegiatan pengembangan kurikulum.Pemahaman wawasan meliputi (1) memahami visi dan misi, (2)
memahami hubungan pendidikan dengan pengajaran, (3) memahami konsep pendidikan dasar dan menengah,
(4) memahami fungsi sekolah, (5) mengidentifikasi permasalahan umum pendidikan dalam hal proses dan
hasil belajar, (6) membangun sistem yang menunjukkan keterkaitan pendidikan dan luar sekolah.Penguasaan
bahan kajian akademik meliputi (1) memahami struktur pengetahuan, (2) menguasai substansi materi, (3)
menguasai substansi kekuasaan sesuai dengan jenis pelayanan yang dibutuhkan siswa.Berdasarkan uraian di
atas, kompetensi profesional guru tercermin dari indikator (1) kemampuan penguasaan materi pelajaran, (2)
kemampuan penelitian dan penyusunan karya ilmiah, (3) kemampuan pengembangan profesi, dan (4)
pemahaman terhadap wawasan dan landasan pendidikan
4. Kompetensi Sosial
Guru yang efektif adalah guru yang mampu membawa siswanya dengan berhasil mencapai tujuan pengajaran.
Mengajar di depan kelas merupakan perwujudan interaksi dalam proses komunikasi. Menurut Undang-undang
Guru dan Dosen kompetensi sosial adalah “kemampuan guru untuk berkomunikas i dan berinteraks i secara
efektif dan efisien dengan peserta didik, sesama guru, orangtua/w ali peserta didik, dan masyarakat sekitar”.
Surya (2003:138) mengemukakan kompetensi sosial adalah kemampuan yang diperlukan oleh seseorang agar
berhasil dalam berhubungan dengan orang lain. Dalam kompetensi sosial ini termasuk keterampilan dalam
interaksi sosial dan melaksanakan tanggung jawab sosial.Gumelar dan Dahyat (2002:127) merujuk pada
pendapat Asian Institut for Teacher Education, menjelaskan kompetensi sosial guru adalah salah satu daya
atau kemampuan guru untuk mempersiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang baik serta
kemampuan untuk mendidik, membimbing masyarakat dalam menghadapi kehidupan di masa yang akan
datang. Untuk dapat melaksanakan peran sosial kemasyarakatan, guru harus memiliki kompetens i (1) aspek
normatif kependidikan, yaitu untuk menjadi guru yang baik tidak cukup digantungkan kepada bakat,
kecerdasan, dan kecakapan saja, tetapi juga harus beritikad baik sehingga hal ini bertautan dengan norma yang
dijadikan landasan dalam melaksanakan tugasnya, (2) pertimbangan sebelum memilih jabatan guru, dan (3)
mempunyai program yang menjurus untuk meningkatkan kemajuan masyarakat dan kemajuan pendidikan.
Johnson sebagaimana dikutip Anwar (2004:63) mengemukakan kemampuan sosial mencakup kemampuan
untuk menyesuaikan diri kepada tuntutan kerja dan lingkungan sekitar pada waktu membawakan tugasnya
sebagai guru. Arikunto (1993:239) mengemukakan kompetensi sosial mengharuskan guru memiliki
kemampuan komunikasi sosial baik dengan peserta didik, sesama guru, kepala sekolah, pegawai tata usaha,
bahkan dengan anggota masyarakat.Berdasarkan uraian di atas, kompetensi sosial guru tercermin melalui
indikator (1) interaks i guru dengan siswa, (2) interaksi guru dengan kepala sekolah, (3) interaks i guru dengan
rekan kerja, (4) interaksi guru dengan orang tua siswa, dan (5) interaksi guru dengan masyarakat.
DAFTAR PUSTAKA

Anwar, Moch. Idochi. (2004). Administrasi Pendidikan dan Manajemen Biaya Pendidikan. Bandung:
Alfabeta.
Arikunto, Suharsimi (1993). Manajemen Pengajaran Secara Manusia. Jakarta: Rineka Cipta
Harahap, Baharuddin. (1983). Supervisi Pendidikan yang Dilaksanakan oleh Guru, Kepala Sekolah, Penilik
dan Pengawas Sekolah. Jakarta: Damai Jaya.
Joni, T. Raka. (1984). Pedoman Umum Alat Penilaian Kemampuan Guru. Jakarta: Dirjen Pendidikan Tinggi
Depdikbud
Majid, Abdul. (2005). Perencanaan Pembelajaran: Mengembangkan Standar Kompetensi Guru. Bandung:
PT Remaja Rosdakarya.
Muhaimin (2004). Paradigma Pendidikan Islam. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Mulyasa, E., (2003). Kurikulum Berbasis Kompetensi: Konsep, Karakteristik, dan Implementasi. Bandung: PT
Remaja Rosdakarya
Robbins, Stephen P., (2001), Organizational Behavior, New Jersey: Pearson Education International.
Robotham, David, (1996), Competences : Measuring The Immeasurable, Management Development Review,
Vol. 9, No. 5, hal. 25-29.
Sofo. Francesco, (1999). Human Resource Development, Perspective, Roles and Practice Choice. Business
and Professional Publishing, Warriewood, NWS
Spencer, Lyle M., Jr. & Signe M., Spencer. (1993). Competence at Work: Models for Superior Performance.
John Wiley & Sons. Inc.
Surya, Muhammad. (2003). Psikologi Pembelajaran dan Pengajaran. Bandung: Yayasan Bhakti Winaya.
Sutisna, Oteng. (1993). Administrasi Pendidikan Dasar Teoritis dan Praktis Profesional. Bandung: Angkasa
Syah, Muhibbin. (2000). Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Usman, Moh. Uzer. (1994). Menjadi Guru Profesional. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Wirawan. (2002). Profesi dan Standar Evaluasi. Jakarta: Yayasan Bangun Indonesia & UHAMKA Press.
Yutmini, Sri. (1992). Strategi Belajar Mengajar. Surakarta: FKIP UNS.
Baca Juga

http://rastodio.com/pendidikan/pengertian-kompetensi-guru.html




Standard Kompetensi Pendidik/Guru
Kompetensi dapat diartikan sebagai pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai dasar yang
direfleksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak. Arti lain dari kompetensi adalah spesifikasi
dari pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang dimiliki seseorang serta penerapannya di dalam
pekerjaan, sesuai dengan standar kinerja yang dibutuhkan oleh lapangan. Dengan demikian,
kompetensi yang dimiliki o leh setiap guru akan menunjukkan kualitas guru yang sebenarnya.
Kompetensi tersebut akan terwujud dalam bentuk penguasaan pengetahuan, keterampilan
maupun sikap profesional dalam menjalankan fungsi sebagai guru.
Berdasarkan pengertian tersebut, Standar Kompetensi Guru adalah suatu pernyataan tentang
kriteria yang dipersyaratkan, ditetapkan dan disepakati bersama dalam bentuk penguasaan
pengetahuan, keterampilan dan sikap bagi seorang tenaga kependidikan sehingga layak disebut
kompeten.

Tujuan dan Manfaat Standar Kompetensi Guru
Tujuan adanya Standar Kompetensi Guru adalah sebagai ja minan dikuasainya tingkat kompetensi
minimal oleh guru sehingga yang bersangkutan dapat melakukan tugasnya secara profesional,
dapat dibina secara efektif dan efisien serta dapat melayani pihak yang berkepentingan terhadap
proses pembelajaran, dengan sebaik-baiknya sesuai bidang tugasnya. Adapun manfaat disusunnya
Standar Kompetensi Guru ini adalah sebagai acuan pelaksanaan uji kompetensi, penyelenggaraan
diklat, dan pembinaan, maupun acuan bagi pihak yang berkepentingan terhadap kompetensi guru
untuk melakukan evaluasi, pengembangan bahan ajar dan sebagainya bagi tenaga kependidikan.

Standar Kompetensi Guru meliputi tiga komponen yaitu :
1. Komponen Kompetensi Pengelolaan Pembelajaran dan Wawasan Kependidikan;
2. Komponen Kompetensi Akademik/Vokasional sesuai materi pembelajaran;
3. Pengembangan Profesi.

Masing-masing komponen kompetensi mencakup seperangkat kompetensi. Selain ketiga komponen
kompetensi tersebut, guru sebagai pribadi yang utuh harus juga memiliki sikap dan kepribadian
yang positip dimana sikap dan kepribadian tersebut senantiasa melingkupi dan melekat pada
setiap komponen kompetensi yang menunjang profesi guru.

Rumusan Standar Kompetensi Guru
Telah dinyatakan bahwa Standar Kompetensi Guru meliputi 3 (tiga) komponen kompetensi dan
masing-masing komponen kompetensi terdiri atas beberapa unit kompetensi. Secara keseluruhan
Standar Kompetensi Guru adalah
A. Sub Komponen Kompetensi Pengelolaan Pembelajaran :
1. Menyusun rencana pembelajaran
2. Melaksanakan pembelajaran
3. Menilai prestasi belajar peserta didik.
4. Melaksanakan tindak lanjut hasil penilaian prestasi belajar peserta didik.

B. Sub Komponen Kompetensi Wawasan Kependidikan :
1. Memahami landasan kependidikan
2. Memahami kebijakan pendidikan
3. Memahami tingkat perkembangan siswa
4. Memahami pendekatan pembelajaran yang sesuai materi pembelajarannya
5. Menerapkan kerja sama dalam pekerjaan
6. Memanfaatkan kemajuan IPTEK dalam pendidikan
7. Menguasai keilmuan dan keterampilan sesuai materi pembelajaran

Standar Kompetensi pendidik/guru/instruktur dari suatu lembaga sekolah/pelatihan haruslah
dilakukan identifikasi dan penetapan kaidah dengan jelas, karena kompetensi pendidik
menyangkut bagaimana tingkat standar kemampuan, keahlian seseorang berupa: pengetahuan,
sikap perilaku dan ketrampilan yang sangat diperlukan dalam pelaksanaan proses pembelajaran
tertentu (sekolah, pelatihan, dll). Adanya proses pengukuran/identifikasi kompetensi inilah
merupakan keharusan dalam penetapan kualifikasi kelayakan pendidik/guru/instruktur dalam
menyampaikan materi ajar nantinya.
Pengembangan kompetensi SDM akhirnya perlu dilakukan o leh suatu organisasi, dengan berbagai
cara diantaranya :
1. Foundation Learning Program : Fokus topik lintas sektor.
2. External Job Program : Pelatihan kerja.
3. Employer-Based Job Training.
4. Work Place Learning Activities.
Ke empat poin diatas adalah tindakan pengembangan kompetensi SDM yang dapat dilakukan secara
umum oleh berbagai organisasi pembelajaran untuk meningkatkan kebutuhan standar kompetensi
suatu jabatan pendidik/pengajar/guru.
(Sumber : Dr. Marlin Marpaung)
Diposkan oleh Richard Mandalora di 20:22
Label: Kompetensi Gur




Pengertian Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Pengertian dan Definisi Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Pendidik adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru, dosen, konselor, pamong

belajar, widyais wara, tutor, instruktur, fasilitator, dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya,

serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan.
Tenaga Kependidikan adalah anggota masyarakat yang mengabdikan diri dan diangkat untuk

menunjang penyelenggaraan pendidikan.


Perbedaan Pendidik dengan Tenaga Kep endidikan
Pendidik dan tenaga kependidikan adalah dua “profesi” yang sangat berkaitan erat dengan dunia

pendidikan, sekalipun lingkup keduanya berbeda. Hal ini dapat dilihat dari pengertian keduanya yang
tercantum dalam Pasal 1 Undang-undang No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan. Dalam

undang-undang tersebut dinyatakan bahwa Tenaga kep endidikan adalah anggota masyarakat yang
mengabdikan diri dan diangkat untuk menunjang penyelenggaraan pendidikan. Sementara Pendidik

adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru, dosen, konselor, pamong belajar,

widyaiswara, tutor, instruktur, fasilitator, dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya, serta
berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan.


Dari definisi di atas jelas bahwa tenaga kependidikan memiliki lingkup “profesi” yang lebih luas, yang

juga mencakup di dalamnya tenaga pendidik, pustakawan, staf administrasi, staf pusat sumber belajar,

kepala sekolah adalah diantara kelompok “profesi” yang masuk dalam kategori sebagai tenaga
kependidikan.


Sementara mereka yang disebut pendidik adalah orang -orang yang dalam melaksanakan tugasnya akan

berhadapan dan berinteraksi langsung dengan para peserta didiknya dalam suatu proses yang

sistematis, terencana, dan bertujuan. Penggunaan istilah dalam kelompok pendidik tentu disesuaikan
dengan lingkup lingkungan tempat tugasnya masing -masing. Guru dan dosen, misalnya, adalah sebutan

tenaga pendidik yang bekerja di sekolah dan perguruan tinggi. Hubungan antara pendidik dan tenaga
kependidikan dapat digambarkan dalam bentuk spektrum tenaga kependidikan berikut: (Miarso, 1994) .



Pendidik (guru) yang akan berhadapan langsung dengan para peserta didik, namun ia tetap memerlukan
dukungan dari para tenaga kependidikan lainnya, sehingga ia dapat melaksanakan tugasnya dengan

baik. Karena pendidik akan mengalami kesulitan dalam melaksanakan tugasnya apabila berada dalam
konteks yang hampa, tidak ada aturan yang jelas, tidak didukung sarana prasarana yang memadai,

tidak dilengkapi dengan pelayanan dan sarana perpustakaan serta sumber belajar lain yang mendukung.

Karena itulah pendidik dan tenaga kependidikan memiliki peran dan posisi yang sama penting dalam
konteks penyelenggaraan pendidikan (pembelajaran). Karena itu pula, pada dasarnya baik pendidik

maupun tenaga kependidikan memiliki peran dan tugas yang sama yaitu melaksanakan berbagai
aktivitas yang berujung pada terciptanya kemudahan dan keberhasilan siswa dalam belajar.



Untuk lebih jelasnya dapat dilihat di UNDANG-UNDA NG REPUBLI K INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2003
BAB XI.




                                PENDIDIK DAN TENAGA KEP ENDI DIKAN




                                              Pasal 39


(1) Tenaga kependidikan bertugas melaksanakan administrasi, pengelolaan, pengembangan,
pengawasan, dan pelayanan teknis untuk menunjang proses pendidikan pada satuan pendidikan.

(2) Pendidik merupakan tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses
pembelajaran, meni lai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan, serta melakukan

penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, terutama bagi pendidik pada perguruan tinggi.




                                              Pasal 40


(1) Pendidik dan tenaga kependidikan berhak memperoleh:
    a. penghasilan dan jaminan kesejahteraan sosial yang pantas dan memadai;

    b. penghargaan sesuai dengan tugas dan prestasi kerja;

    c. pembinaan karier sesuai dengan tuntutan pengembangan kualitas;
    d. perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas dan hak atas hasil kekayaan intelektual; dan

    e. kesempatan untuk menggunakan sarana, prasarana, dan fasilitas pendidikan untuk menunjang
kelancaran pelaksanaan tugas.

(2) Pendidik dan tenaga kependidikan berkewajiban:

    a. menciptakan suasana pendidikan yang bermakna, menyenangkan, kreatif, dinamis, dan dialogis;
    b. mempunyai komitmen secara profesional untuk meningkatkan mutu pendidikan; dan

    c. memberi teladan dan menjaga nama baik lembaga, profesi, dan kedudukan sesuai dengan
kepercayaan yang di berikan kepadanya.


                                              Pasal 41

(1) Pendidik dan tenaga kependidikan dapat bekerja secara lintas daerah.
(2) Pengangkatan, penempatan, dan penyebaran pendidik dan tenaga kependidikan diatur oleh

lembaga yang mengangkatnya berdasarkan kebutuhan satuan pendidika n formal.
(3) Pemerintah dan Pemerintah Daerah wajib memfasilitasi satuan pendidikan dengan pendidik dan
tenaga kependidikan yang diperlukan untuk menjamin terselenggaranya pendidikan yang bermutu.

(4) Ketentuan mengenai pendidik dan tenaga kependidikan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), ayat
(2), dan ayat (3) diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah.


                                               Pasal 42
(1) Pendidik harus memiliki kualifikasi minimum dan sertifikasi sesuai dengan jenjang kewenangan

mengajar, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan

nasional.
(2) Pendidik untuk pendidikan formal pada jenjang pendidikan usia dini, pendidikan dasar, pendidikan

menengah, dan pendidikan tinggi dihasilkan oleh perguruan tinggi yang terakreditasi.
(3) Ketentuan mengenai kualifikasi pendidik sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dan ayat (2) diatur

lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah.


                                               Pasal 43
(1) Promosi dan penghargaan bagi pendidik dan tenaga kependidikan dilakukan berdasarkan latar

belakang pendidikan, pengalaman, kemampuan, dan prestasi kerja dalam bidang pendidikan.
(2) Sertifikasi pendidik diselenggarakan oleh perguruan tinggi yang memiliki program pengadaan tenaga

kependidikan yang terakreditasi.

(3) Ketentuan mengenai promosi, penghargaan, dan sertifikasi pendidik sebagaimana dimaksud dalam
ayat (1) dan ayat (2) diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah.


                                               Pasal 44
(1) Pemerintah dan Pemerintah Daerah wajib membina dan mengembangkan tenaga kependidikan pada

satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh Pemerintah dan Pemerintah Daerah.

(2) Penyelenggara pendidikan oleh masyarakat berkewajiban membina dan mengembangkan tenaga
kependidikan pada satuan pendidikan yang diselenggarakannya.

(3) Pemerintah dan Pemerintah Daerah wajib membantu pembinaan dan pengembangan tenaga
kependidikan pada satuan pendidikan formal yang diselenggarakan oleh masyarakat.
Sumber: UU Nomor 20 Tahun 2003



Artikel Terkait
Pengertian dan Definisi


         Arti Flash mob

         Pengertian Ilmu Fiqih
         Pengertian Mazhab

         Pengertian Metode Pembelajaran

         Pengertian Kepemimpinan pendidikan
         Pengertian Metode

         Pengertian Bimbingan dan Konseling (BK)
         Definisi TQM (Total Quality Management) Menurut Para Ahli

         Pengertian Lahar Dingin dan Lahar Panas

         Pengertian Pendidikan Nasional
         Pengertian Sistem Pendidikan Nasional

         Pengertian Peserta Didik
         Pengertian Jalur Pendidikan

         Pengertian Jenjang Pendidikan

         Pengertian Pendidikan Menurut Undang-Undang
         Pengertian RPP

         Pengertian Belajar Menurut Para Ahli
         Pengertian Persepsi

         Pengertian Indikator Kompetensi

         Pengertian Kompetensi Dasar (KD)
         Pengertian Standar Kompetensi (SK)

         Pengertian Silabus
         Pengertian Kepala Sekolah




D I PO S KA N O L EH D H AN AY D I 1 1 / 0 2 / 2 0 1 0 0 8 :2 4 :0 0 PM

L A BEL : PEN G ER TI AN D AN D EF I N I SI
0 K OM ENTAR:

P O S K AN K OM ENTAR

L IN K K E PO S TIN G IN I

Buat sebuah Link




Langgan: Poskan Komentar (Atom)

                                                                           Kirim
Masukan alamat email untuk Mendapat Kiriman Artikel terbaru


Bisnis Internet Pemula                            ATASI EJAKULASI DINI DGN CEPAT


Rahasia Jadi Jutawan                              Info Ponsel Terlengkap & Terkini


TAMBAH UKURAN,TAHAN LAMA, dsb Tanpa Obat          MODAL 50.000 HASIL 1-2 JT/HR+250 PRODUK.
                                                  MAU?


OBAT HERBAL KUAT TAHAN LAMA REKOMENDASI           MAU GAJI 20 JUTA ? KERJA 2 JAM MODAL CUMA
BOYKE                                             100RIBU


WOW! SAYA DAPAT 1,5 JUTA/HARI HANYA               RAHASIA KUAT SEKS TAHAN LAMA 5-8 JAM,
DENGAN 100RIBU                                    DAHSYAT !


FOREDI - HERBAL OLES ANTI EJAKULASI DINI,         MAU GAJI 20 JUTA ? KERJA 2 JAM MODAL CUMA
BOYKE!                                            100RIBU


Hanya Rp 25.000 Khusus Untuk PEMULA               OLES HERBAL UTK KUAT TAHAN LAMA
                                                  REKOMENDASI BOYKE!


                                                                                   KumpulBlogger.com
  LA BEL


 Al-Azhar Peduli Ummat
 Banner Flash
 Berita Unik-Aneh-Menarik
 Blog Tips dan Trik
 Butir Pengamalan Pancasila
 Cinta Tanah Air
 Daftar Kode Warna HTML
 Dalam Mihrab Cinta
 Doa
 Efektifitas Belajar
 Emoticon
 Es Krim
 Facebook Tips dan Trik
 Film Tragedi Krakatau
 Foto Letusan Merapi
 Foto-foto Akibat Tsunami Mentawai
 Frenbook
 Games
 Games Online
 Hacker
 Hakikat Pendidikan
 Hewan (Keajaiban)
 Hikmah
 Idul A dha
 Ikhwanbook
 Interaksi Edukatif
 Internet
 Irfan Bachdim
 Justin Bieber
 Kaskus
 Kepala Sekolah
 Kepemimpinan (Leadership)
 Kesehatan
 Koleksi Gambar Kawanimut
 Kompetensi Kepala Sekolah
 Kontes SEO
 Koprol
 KTSP
 Kumpulan Doa Harian
 Lain-lain
 Lirik Nasyid
 Manajemen Berbasis Sekolah
 Millatfacebook
 Modul KTSP
 MS Word
 Muatan Lokal
 Muharram
 Novel
 Palestina
 Pancasila
 Pendidikan
 Pendidikan Karakter
 Pengertian dan Definisi
 Pengetahuan Islami
 Piala AFF
 Plurk
 Presiden dan Wakil Presiden RI
 Produk Hukum Depdiknas
 Profil dan Biodata
 Qurban
 Resensi Buku
 RPP
 Sejarah Hari Pahlawan
 Silabus
 Sistem Pendidikan Nasional
 Situs Jejaring Sosial
 Special Day
 Standar Nasional Pendidikan
 Supervisi Pendidikan
 Tahun Baru Islam
 Tata Cara Shalat
 Tsaqofah Islam
 Tugas Makalah Kuliah
 UFO
 UPIN dan IPIN
 UUD 1945
 Video Lahar Dingin
 Video Letusan Gunung Merapi
 Zakat


  B UKU TA MU, IS I Y AH H !!!!



  B ER BA GI INFO




                                  Kafe Blogger Indon esiaSearch Engine Submission - AddMe


  PENG IKUT



  B ER ITA T ER K INI


        1. Hasil Skor Indonesia vs Thailand (Piala AFF 2010) 7 Desember
        2. Hasil Skor Indonesia vs Laos (Piala AFF 2010) 4 Desember
3. Jadwal dan Hasil Pertandingan Piala AFF (Suzuki Cup 2010)
4. Siapa Irfan Bachdim? (Profil)
5. Seorang Pemuda Diperkosa Sekelompok Perempuan
6. Video Merapi dari Jarak Dekat 300 Meter (Daniel Moyano)
7. Pemenang Pilkada Kota Tangerang Selatan (Tangsel)
8. Sleman Masih Rawan A wan Panas dari Merapi
9. Awan Panas Merapi Membumbung 1 Km
10.       Macan Tutul di Merapi
11.       Profil Gayus
12.       Uang dan Pengaruh yang Membuat Gayus Leluasa
13.       Kenapa Gayus Mudah Keluar Dari Sel
14.       Foto Wedhus Gembel Merapi Mirip Kepala Kambing
15.       Kesaksian Relawan Beratnya Medan Merapi
16.       Jumlah Korban Tewas Akibat Letusan Merapi 10 November 2010
17.       Aktivitas Merapi Masih Tinggi
18.       Tim Al Azhar Peduli Ummat T undukkan Merapi Dengan Mobil Tua
19.       JK: Relokasi Korban Merapi Sulit Di lakukan
20.       Obama Kritik Pembangunan Permukiman Israel
21.       SBY-Obama Bahas Kemerdekaan Palestina
22.       Kenapa Merapi Keluarkan Gas Beracun?
23.       Catat Sejarah Baru Merapi
24.       Lahar Dingin Merapi Mulai ke Permukiman Warga
25.       Kunjungan Obama Cuma Transit
26.       Jumlah Korban Tewas Akibat Letusan Merapi 9 November 2010
27.       Kenapa Tayangan SILET di Hentikan/Dibekukan KPI?
28.       Video SILET terkait Letusan Merapi 7 November
29.       Jumlah Korban Tewas Akibat Letusan Merapi 8 November 2010
30.       Berita Bencana Merapi Terbaru 8 November 2010
31.       Abu Merapi Sampai ke Jakarta?
32.       Merapi Bergejolak, Kopassus Melarikan Diri 7 November 2010 (Video)
33.       Foto Akibat (Awan Panas) Merapi Terbaru 5 NOVEMBER 2010
34.       Aroma Memikat Justin Bieber
35.       Video Letusan Merapi 4 November 2010
36.       Abu Merapi Sampai di Puncak Bogor (Jawa Barat) 5 November 2010
37.       Foto Letusan (Awan Panas) Merapi Terbaru 3-4 NOVEMBER 2010
38.       Terbakar Desa Argomulyo akibat Luncuran Awan Panas Merapi (VIDEO)
        39.         Siapakah Surono? (si Penjaga "Asli" Merapi)
        40.         Video Lahar Dingin (dari Merapi) di Kali Bebeng
        41.         Hujan Abu Merapi Capai Kec Pangalengan Kab Bandung
        42.         Awan Mbah Petruk Merapi?
        43.         Foto Letusan (Awan Panas) Merapi
        44.         Zionis Israel Ketakutan Penerapan Islam di Jalur Gaza
        45.         Rakyat Gaza Bantu Korban Mentawai dan Merapi
        46.         PKS Bantu Tsunami Mentawai
        47.         Cuplikan Video Tsunami Mentawai
        48.         PKS Bangun Barak Pengungsian Merapi
        49.         Siapakah Ponimin Itu?
        50.         Simpati Justin Bieber Untuk Indonesia
        51.         Foto Akibat Letusan Merapi
        52.         PKS Sumbang Rp1 Miliar Untuk Merapi
        53.         Kenapa Disebut Wedhus Gembel?
        54.         Foto Rumah Mbah Marijan Hancur
        55.         Foto Jenazah Mbah Marijan Sujud
        56.         Mbah Marijan Meninggal Sujud


  P U S A T I N F O R M A S I P A L E S T I NA - B E R I T A


 Hamas Kecam A l-Ahram Propaganda Serang Rakyat Palestina - Thursday, February 03, 2011
 Haneya: Rekonsiliasi Takkan Terwujud Ditengah Kerja Sama Keamanan Blokade Gaza - Thursday,
  February 03, 2011
 Tahanan Palestina di Penjara Mesir Lanjutkan Aksi Mogok Makan - Thursday, February 03, 2011
 Misy’al Sambut Utusan Menlu Rusia - Monday, January 03, 2011

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:4102
posted:4/19/2011
language:Indonesian
pages:28