BRS Nilai Tukar Petani Kepri Januari 2011 by bpsprovkepri

VIEWS: 24 PAGES: 9

									               BADAN PUSAT STATISTIK PROPINSI KEPRI
                                                       No. 10/02/21/Th. VI, 1 Februari 2011


PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI PROVINSI KEPRI JANUARI 2011


     Pada bulan Januari 2011 NTP di Provinsi Kepri tercatat 102,04 mengalami
      kenaikan sebesar 0,23 persen dibanding NTP pada bulan Desember 2010.

     Dari 32 Provinsi yang menyusun NTP Nasional pada Januari 2011, 19 Provinsi
      diantaranya mengalami kenaikan NTP, 12 Provinsi mengalami penurunan NTP
      dan 1 Provinsi tidak mengalami perubahan NTP. Kenaikan NTP tertinggi
      terjadi di Provinsi Sulawesi Utara yaitu sebesar 1,05 persen, sedangkan
      penurunan NTP terbesar terjadi di Provinsi Papua yaitu sebesar 0,93 persen.

     Pada Bulan Januari 2011 di Provinsi Kepri tercatat inflasi pedesaan sebesar
      0,87 persen, terutama dipicu oleh kenaikan indeks subkelompok bahan
      makanan.




      Nilai Tukar Petani (NTP) merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat
kemampuan/daya beli petani di pedesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar ( term
of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun
untuk biaya produksi. Semakin tinggi NTP, secara relatif semakin kuat pula tingkat
kemampuan/daya beli petani.
      Berdasarkan hasil pemantauan harga-harga pedesaan di Provinsi Kepri pada
Bulan Januari 2011, tercatat Nilai Tukar Petani (NTP) mengalami kenaikan sebesar
0,23 persen dibanding bulan Desember 2010, atau naik dari 101,80 menjadi 102,04.
Hal ini disebabkan kenaikan indeks harga hasil produksi pertanian (indeks yang
diterima petani) relatif lebih tinggi dibanding kenaikan indeks harga barang dan jasa
yang dikonsumsi rumahtangga maupun untuk keperluan produksi pertanian (indeks
yang dibayar petani). Indeks yang diterima petani (It) pada bulan ini mengalami



                              Berita Resmi Statistik No.10/02/21/Th. VI, 1 Februari 2011   1
kenaikan sebesar 0,88 persen, sedangkan indeks yang dibayar petani (Ib) hanya
mengalami kenaikan sebesar 0,65 persen.


                                      Tabel 1.
      Nilai Tukar Petani di Provinsi Kepri Per Subsektor Desember 2010 dan
                             Januari 2011 (2007=100)

                                                        Bulan
                                                                                 Persentase
              Subsektor                     Desember             Januari
                                                                                 Perubahan
                                              2010                2011
                  (1)                          (2)                 (3)                (4)
   1. Tanaman Pangan
      a. Indeks yang Diterima (It)              82,92              82,42              -0,60
      b. Indeks yang Dibayar (Ib)              123,44             124,27               0,68
      c. Nilai Tukar Petani (NTP-P)             67,18              66,33              -1,26
   2. Hortikultura
      a. Indeks yang Diterima (It)             151,83             156,47               3,05
      b. Indeks yang Dibayar (Ib)              124,48             125,30               0,66
      c. Nilai Tukar Petani (NTP-H)            121,97             124,87               2,38
   3. Tanaman Perkebunan Rakyat
      a. Indeks yang Diterima (It)             142,99             144,78               1,26
      b. Indeks yang Dibayar (Ib)              123,67             124,61               0,76
      c. Nilai Tukar Petani (NTP-Pr)           115,62             116,19               0,49
   4. Peternakan
      a. Indeks yang Diterima (It)             106,75             106,75               0,00
      b. Indeks yang Dibayar (Ib)              116,71             117,30               0,50
      c. Nilai Tukar Petani (NTP-Pt)            91,46              91,01              -0,50
   5. Perikanan
      a. Indeks yang Diterima (It)             123,95             124,28               0,27
      b. Indeks yang Dibayar (Ib)              117,82             118,53               0,60
      c. Nilai Tukar Petani (NTP-Pi)           105,20             104,86              -0,33
   Umum
      a. Indeks yang Diterima (It)             123,14             124,22               0,88
      b. Indeks yang Dibayar (Ib)              120,96             121,74               0,65
      c. Nilai Tukar Petani (NTP)              101,80             102,04               0,23



    Dari lima subsektor yang menyusun NTP Provinsi Kepri selama bulan Januari
2011 tercatat dua subsektor mengalami kenaikan NTP, yaitu subsektor hortikultura
sebesar 2,38 persen dan subsektor tanaman perkebunan rakyat sebesar 0,49 persen.
Sebaliknya NTP subsektor tanaman pangan, subsektor peternakan dan subsektor
perikanan justru mengalami penurunan, masing-masing sebesar 1,26 persen, 0,50
persen dan 0,33 persen.



                               Berita Resmi Statistik No.10/02/21/Th. VI, 1 Februari 2011     2
1. Indeks Harga yang Diterima Petani (It)

     Indeks Harga yang Diterima Petani (It) menunjukkan perkembangan harga dari
beragam komoditas hasil pertanian yang dihasilkan petani. Pada Bulan Januari 2011,
di Provinsi Kepri indeks harga yang diterima petani (It) terjadi kenaikan sebesar 0,88
persen dibandingkan dengan It bulan Desember 2010, yaitu naik dari 123,14 menjadi
124,22. Kenaikan It terjadi pada subsektor hortikultura sebesar 3,05 persen,
subsektor tanaman perkebunan rakyat sebesar 1,26 persen dan subsektor perikanan
sebesar 0,27 persen. Sebaliknya indeks yang diterima petani pada subsektor
tanaman pangan justru mengalami penurunan sebesar 0,60 persen. Sedangkan
indeks yang diterima petani pada subsektor peternakan tidak mengalami perubahan
(stabil) dibanding keadaan pada bulan Desember 2010.

     Kenaikan It tertinggi terjadi pada subsektor hortikultura yang disebabkan oleh
naiknya harga komoditi buncis, cabe merah, cabe rawit, kacang panjang, kangkung,
ketimun, tomat sayur, nanas, nangka dan semangka. Sedangkan penurunan It pada
subsektor tanaman pangan disebabkan oleh turunnya harga komoditi jagung pipilan
dan ketela rambat.

2. Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib)


     Melalui indeks harga yang dibayar petani (Ib) dapat dilihat fluktuasi harga
barang dan jasa yang dikonsumsi oleh masyarakat pedesaan serta fluktuasi harga
barang dan jasa yang diperlukan untuk memproduksi hasil pertanian.

     Pada Bulan Januari 2011 di Provinsi Kepri tercatat indeks harga yang dibayar
(Ib) petani mengalami kenaikan sebesar 0,65 persen dibandingkan dengan Bulan
Desember 2010, atau naik dari 120,96 menjadi 121,74. Kenaikan Ib terjadi pada
semua subsektor, yaitu subsektor tanaman pangan sebesar 0,68 persen, subsektor
hortikultura sebesar 0,66 persen, subsektor tanaman perkebunan rakyat sebesar
0,76 persen, subsektor peternakan sebesar 0,50 persen dan subsektor perikanan
sebesar 0,60 persen.




                              Berita Resmi Statistik No.10/02/21/Th. VI, 1 Februari 2011   3
    Kenaikan Ib tertinggi terjadi pada subsektor tanaman perkebunan rakyat yang
disebabkan oleh naiknya indeks konsumsi rumah tangga sebesar 0,94 persen.

3. NTP Subsektor
a. Subsektor Tanaman Pangan (NTP-P)

         Nilai Tukar Petani Subsektor Tanaman Pangan (NTP-P) di Provinsi Kepri
    pada bulan Januari 2011 tercatat mengalami penurunan sebesar 1,26 persen
    atau turun dari 67,18 menjadi 66,33. Hal ini disebabkan indeks yang diterima
    petani mengalami penurunan sebesar 0,60 persen ditambah lagi dengan naiknya
    indeks yang dibayar petani sebesar 0,68 persen.

         Turunnya indeks yang diterima petani (It) sebesar 0,60 persen pada bulan
    ini disebabkan oleh turunnya harga komoditi jagung pipilan dan ketela rambat.
    Sedangkan kenaikan indeks yang dibayar petani sebesar 0,68 persen disebabkan
    naiknya indeks konsumsi rumah tangga sebesar 0,81 persen dan indeks biaya
    produksi dan penambahan barang modal (BPPBM) sebesar 0,03 persen.

b. Subsektor Hortikultura (NTP-H)
         Pada bulan Januari 2011, Nilai Tukar Petani untuk Subsektor Hortikultura
    (NTP-H) mengalami kenaikan sebesar 2,38 persen atau naik dari 121,97 pada
    bulan Desember 2010 menjadi 124,87. Naiknya NTP-H pada bulan ini
    disebabkan kenaikan indeks yang diterima petani relatif lebih tinggi dibanding
    kenaikan indeks yang dibayar petani. Dalam hal ini indeks yang diterima petani
    mengalami kenaikan sebesar 3,05 persen, sedangkan kenaikan indeks yang
    dibayar petani hanya sebesar 0,66 persen.

         Indeks yang diterima petani (It) pada subsektor tanaman hortikultura
    mengalami kenaikan sebesar 3,05 persen disebabkan oleh naiknya harga
    komoditi buncis, cabe merah, cabe rawit, kacang panjang, kangkung, ketimun,
    tomat sayur, nanas, nangka dan semangka. Sedangkan kenaikan indeks yang
    dibayar petani (Ib) sebesar 0,66 persen diakibatkan oleh naiknya                      indeks
    konsumsi rumahtangga sebesar 0,84 persen, sebaliknya indeks biaya produksi




                             Berita Resmi Statistik No.10/02/21/Th. VI, 1 Februari 2011      4
   dan penambahan barang modal (BPPBM) justru mengalami penurunan sebesar
   0,07 persen.

c. Subsektor Perkebunan Rakyat (NTP-Pr)
         Nilai Tukar Petani untuk subsektor tanaman perkebunan rakyat (NTP-Pr) di
   Provinsi Kepri pada bulan Januari 2011 tercatat mengalami kenaikan sebesar
   0,49 persen atau naik dari 115,62 menjadi 116,19. Kenaikan NTP subsektor
   tanaman perkebunan rakyat pada bulan ini disebabkan kenaikan indeks yang
   diterima petani relatif lebih tinggi dibanding kenaikan indeks yang dibayar
   petani. Dalam hal ini, kenaikan indeks yang diterima petani mencapai sebesar
   1,26 persen, sedangkan kenaikan indeks yang dibayar petani hanya sebesar 0,76
   persen.

         Naiknya indeks yang diterima petani (It) sebesar 1,26 persen disebabkan
   naiknya harga komoditi kelapa dan komoditi karet. Sedangkan kenaikan indeks
   yang dibayar petani (Ib) sebesar 0,76 persen pada bulan ini disebabkan oleh
   naiknya indeks konsumsi rumah tangga sebesar 0,94 persen, sementara itu
   indeks biaya produksi dan penambahan barang modal (BPPBM) stabil dibanding
   bulan Desember 2010.

d. Subsektor Peternakan (NTP-Pt)

         Nilai Tukar Petani subsektor Peternakan (NTP-Pt) pada bulan Januari 2011
   di Provinsi Kepri mengalami penurunan sebesar 0,50 persen atau turun dari
   91,46 menjadi 91,01. Turunnya NTP-Pt pada bulan ini disebabkan oleh naiknya
   indeks yang dibayar peternak sebesar 0,50 persen, sedangkan indeks yang
   diterima petani relatif stabil dibanding bulan Desember 2010.

         Kenaikan indeks yang dibayar peternak pada bulan ini disebabkan oleh
   naiknya indeks konsumsi rumah tangga sebesar 0,75 persen, sedangkan indeks
   biaya produksi dan penambahan barang modal (BPPBM) relatif stabil dibanding
   bulan Desember 2010.




                             Berita Resmi Statistik No.10/02/21/Th. VI, 1 Februari 2011   5
                                            Tabel 2.
   Perkembangan Indeks Yang Diterima Petani dan Indeks Yang Dibayar Petani
               Menurut Subsektor di Provinsi Kepulauan Riau
            Bulan Desember 2010 dan Januari 2011 (2007=100)

     Kelompok dan Sub kelompok                      Bulan                        Persentase
                                        Desember 2010    Januari 2011            Perubahan
                   (1)                        (2)             (3)                    (4)
1. Tanaman Pangan
a. Indeks Diterima Petani                       82,92              82,42             -0,60
    - Padi                                     103,75             103,75              0,00
    - Palawija                                  81,69              81,17             -0,64
b. Indeks Dibayar Petani                       123,44             124,27              0,68
    - Indeks Konsumsi Rumah Tangga             124,78             125,80              0,81
    - Indeks BPPBM                             117,46             117,49              0,03
2. Hortikultura
a. Indeks Diterima Petani                      151,83             156,47              3,05
    - Sayur-sayuran                            155,08             160,42              3,44
    - Buah-buahan                              128,88             128,57             -0,24
b. Indeks Dibayar Petani                       124,48             125,30              0,66
    - Indeks Konsumsi Rumah Tangga             126,44             127,49              0,84
    - Indeks BPPBM                             117,14             117,06             -0,07
3. Tanaman Perkebunan Rakyat
a. Indeks Diterima Petani                      142,99             144,78              1,26
   - Tanaman Perkebunan Rakyat (TPR)           142,99             144,78              1,26
b. Indeks Dibayar Petani                       123,67             124,61              0,76
    - Indeks Konsumsi Rumah Tangga             125,99             127,17              0,94
    - Indeks BPPBM                             115,05             115,05              0,00
4. Peternakan
a. Indeks Diterima Petani                      106,75             106,75              0,00
   - Ternak Besar                              100,43             100,43              0,00
   - Ternak Kecil                              105,19             105,19              0,00
   - Unggas                                    108,26             108,26              0,00
   - Hasil Ternak                              118,41             118,41              0,00
b. Indeks Dibayar Petani                       116,71             117,30              0,50
    - Indeks Konsumsi Rumah Tangga             123,08             124,01              0,75
    - Indeks BPPBM                             105,70             105,70              0,00
5. Perikanan
a. Indeks Diterima Petani                      123,95             124,28              0,27
    - Penangkapan                              123,95             124,28              0,27
    - Budidaya                                      -                  -                 -
b. Indeks Dibayar Petani                       117,82             118,53              0,60
    - Indeks Konsumsi Rumah Tangga             123,49             124,60              0,90
    - Indeks BPPBM                             108,53             108,58              0,05



                             Berita Resmi Statistik No.10/02/21/Th. VI, 1 Februari 2011      6
e. Subsektor Perikanan (NTN) NTPi

           Nilai Tukar Petani subsektor perikanan (NTP-Pi) pada bulan Januari 2011
     mengalami penurunan sebesar 0,33 persen dibanding dengan bulan sebelumnya
     atau turun dari 105,20 menjadi 104,86. Turunnya NTP-Pi pada bulan ini
     disebabkan kenaikan indeks yang dibayar nelayan relatif lebih tinggi dibanding
     kenaikan indeks yang diterima nelayan. Dalam hal ini indeks yang dibayar
     nelayan mengalami kenaikan sebesar 0,60 persen, sedangkan kenaikan indeks
     yang diterima nelayan hanya sebesar 0,27 persen.

           Naiknya indeks yang diterima nelayan (It) sebesar 0,27 persen disebabkan
     naiknya harga komoditi ikan bawal, ikan belanak, ikan kakap, ikan kembung,
     ikan tenggiri, ikan tongkol, udang dan kepiting laut. Kenaikan indeks yang
     dibayar nelayan sebesar 0,60 persen disebabkan oleh naiknya indeks konsumsi
     rumahtangga sebesar 0,90 persen dan indeks biaya produksi dan penambahan
     barang modal (BPPBM) sebesar 0,05 persen.

4. Perbandingan antar Provinsi
           Dari 32 Provinsi yang menyusun NTP Nasional pada Bulan Januari 2011
     tercatat 19 Provinsi mengalami kenaikan NTP, 12 provinsi mengalami penurunan
     NTP dan 1 Provinsi tidak mengalami perubahan NTP. Kenaikan NTP tertinggi
     pada Bulan Januari 2011 terjadi di Provinsi Sulawesi Utara, Jawa Barat, Jawa
     Timur dan Sulawesi Selatan, masing-masing sebesar 1,05 persen; 0,88 persen;
     0,66 persen, dan 0,61 persen. Sedangkan penurunan NTP terbesar terjadi di
     Provinsi   Papua, Lampung, Sulawesi Barat dan Papua Barat masing-masing
     sebesar 0,93 persen; 0,69 persen; 0,60 persen dan 0,60 persen.

5.    Indek Harga Konsumen Pedesaan

          Perubahan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) mencerminkan angka
     Inflasi/Deflasi di wilayah pedesaan. Pada bulan Januari 2011 di Provinsi Kepri
     tercatat inflasi sebesar 0,87 persen yang disebabkan naiknya indeks kelompok
     bahan makanan sebesar 1,78 persen, kelompok makanan jadi sebesar 0,32
     persen, kelompok perumahan sebesar 0,12 persen, kelompok sandang sebesar


                               Berita Resmi Statistik No.10/02/21/Th. VI, 1 Februari 2011   7
0,44 persen dan kelompok kesehatan sebesar 0,91 persen. Sebaliknya kelompok
pendidikan, rekreasi dan olah raga serta kelompok transportasi dan komunikasi
justru mengalami penurunan indeks, masing-masing sebesar 0,38 persen dan
0,10 persen.




                         Berita Resmi Statistik No.10/02/21/Th. VI, 1 Februari 2011   8
                                           Tabel 3.
                  Nilai Tukar Petani Provinsi dan Persentase Perubahannya
                                  Januari 2011 (2007=100)

                                      IT                 IB                     NTP
           Propinsi                                            %
                             Indeks        % Perb   Indeks              Rasio      % Perb
                                                              Perb
Nanggroe Aceh Darussalam 133,29              0,99 127,09       0,97     104,88         0,02
Sumatera Utara            137,05             1,45 132,54       1,47     103,40        -0,02
Sumatera Barat            139,07             1,03 131,48       0,86     105,78         0,17
Riau                      132,35             1,25 124,90       1,05     105,96         0,20
Jambi                     123,57             1,12 127,53       0,61      96,89         0,50
Sumatera Selatan          136,76             1,22 126,43       0,85     108,17         0,36
Bengkulu                  143,53             1,16 138,00       0,65     104,01         0,51
Lampung                   149,16             0,58 127,18       1,28     117,29        -0,69
Bangka Belitung           113,76             1,28 116,72       1,22      97,47         0,07
Kep. Riau                124,22             0,88 121,74       0,65     102,04         0,23
Jawa Barat                140,05             1,84 136,82       0,96     102,36         0,88
Jawa Tengah               133,68             0,78 129,88       0,97     102,92        -0,19
DI Yogyakarta             143,46             0,70 125,97       0,54     113,89         0,16
Jawa Timur                135,15             1,34 135,80       0,68      99,52         0,66
Banten                    137,32             0,50 132,67       0,70     103,50        -0,20
Bali                      134,39             0,44 129,07       0,51     104,12        -0,07
Nusa Tenggara Barat       126,90             0,53 133,45       0,85      95,09        -0,32
Nusa Tenggara Timur       135,37             0,87 132,92       0,80     101,84         0,07
Kalimantan Barat          130,22             1,30 127,11       0,69     102,45         0,60
Kalimantan Tengah         134,91             0,84 129,96       0,70     103,81         0,13
Kalimantan Selatan        140,15             1,16 129,07       0,68     108,59         0,48
Kalimantan Timur          123,71             0,35 125,37       0,59      98,67        -0,24
Sulawesi Utara            131,12             1,41 128,94       0,36     101,69         1,05
Sulawesi Tengah           129,86             1,16 133,12       1,25      97,55        -0,09
Sulawesi Selatan          137,34             1,21 132,37       0,60     103,75         0,61
Sulawesi Tenggara         136,87             0,03 127,54       0,03     107,32         0,00
Gorontalo                 128,52             1,36 123,69       0,96     103,90         0,39
Sulawesi Barat            136,15             0,27 130,76       0,87     104,12        -0,60
Maluku                    136,80             0,88 132,56       0,70     103,20         0,18
Maluku Utara              129,38             0,25 129,01       0,30     100,29        -0,05
Papua Barat               130,15            -0,32 127,06       0,28     102,44        -0,60
Papua                     128,94            -0,31 127,32       0,62     101,27        -0,93

Nasional                    135,72           1,08 131,76      0,84     103,01         0,25




                                Berita Resmi Statistik No.10/02/21/Th. VI, 1 Februari 2011    9

								
To top