Your Federal Quarterly Tax Payments are due April 15th Get Help Now >>

IMUNISASI 4 by yuncespratama.co.id1

VIEWS: 70 PAGES: 4

									Difteri, tetanus, pertussis (batuk rejan), hepatitis B, poliomyelitis (polio),
dan Haemophilus influenzae type b (Hib)
Informasi Imunisasi
Indonesian - English


Program Imunisasi Nasional memberikan                      The National Immunisation Program
vaksin difteri, tetanus, batuk rejan,                      provides free diphtheria, tetanus, whooping
hepatitis B, polio, dan Hib gratis bagi                    cough, hepatitis B, polio and Hib vaccine to
balita berusia dua, empat, dan enam                        infants at two months, four months and six
bulan.                                                     months of age.

Difteri                                                    Diphtheria
Difteri disebabkan oleh bakteri yang ditemukan di mulut,   Diphtheria is caused by bacteria which are found
tenggorokan dan hidung. Difteri menyebabkan selaput        in the mouth, throat and nose. Diphtheria causes a
tumbuh di sekitar bagian dalam tenggorokan. Selaput        membrane to grow around the inside of the throat.
tersebut dapat menyebabkan kesusahan menelan,              This can make it difficult to swallow, breathe and
bernapas, dan bahkan bisa mengakibatkan mati lemas.        can even lead to suffocation.
Bakteri menghasilkan racun yang dapat menyebar ke          The bacteria produce a poison which can spread
seluruh tubuh dan menyebabkan berbagai komplikasi          around the body and cause serious complications
berat seperti kelumpuhan dan gagal jantung. Sekitar        such as paralysis and heart failure. Around 10
10 persen penderita difteri akan meninggal akibat          percent of people who contract diphtheria die
penyakit ini.                                              from it.
Difteri dapat ditularkan melalui batuk dan bersin
                                                           Diphtheria can be caught through coughs and
orang yang terkena penyakit ini.
                                                           sneezes from an infected person.

Tetanus                                                    Tetanus
Tetanus disebabkan oleh bakteri yang berada di             Tetanus is caused by bacteria which are present in
tanah, debu, dan kotoran hewan. Bakteri ini dapat          soils, dust and manure. The bacteria can enter the
memasuki tubuh melalui luka sekecil tusukan jarum.         body through a wound which may be as small as a
Tetanus tidak dapat ditularkan dari satu orang ke          pin prick. Tetanus cannot be passed from person to
orang lain.                                                person.
Tetanus adalah penyakit yang menyerang sistem
                                                           Tetanus is an often fatal disease which attacks the
saraf dan seringkali menyebabkan kematian. Tetanus
                                                           nervous system. It causes muscle spasms first felt
menyebabkan kekejangan otot yang mula-mula
terasa pada otot leher dan rahang. Tetanus dapat           in the neck and jaw muscles.
mengakibatkan kesusahan bernapas, kejang-kejang            Tetanus can lead to breathing difficulties, painful
yang terasa sakit, dan detak jantung yang tidak normal.    convulsions and abnormal heart rhythms.
Karena imunisasi yang efektif, penyakit tetanus            Because of the effective immunisation, tetanus is
kini jarang ditemukan di Australia, namun penyakit         now rare in Australia, but it still occurs in adults
ini masih terjadi pada orang dewasa yang belum             who have never been immunised against the
diimunisasi terhadap penyakit ini atau belum pernah
                                                           disease or who have not had their booster vaccines.
disuntik ulang [disuntik vaksin dosis booster].

Batuk Rejan                                                Whooping cough
Batuk rejan adalah penyakit yang menyerang saluran         Whooping cough is a highly contagious disease
udara dan pernapasan dan sangat mudah menular.             which affects the air passages and breathing. The
Penyakit ini menyebabkan serangan batuk parah yang         disease causes severe coughing spasms. Between
berkepanjangan. Di antara serangan batuk ini, anak         these spasms, the child gasps for breath. Coughing
akan megap-megap untuk bernapas. Serangan batuk            spasms are often followed by vomiting and the
seringkali diikuti oleh muntah-muntah dan serangan         cough can last for months.
batuk dapat berlangsung sampai berbulan-bulan.
Dampak batuk rejan paling berat bagi bayi berusia        Whooping cough is most serious in babies under
12 bulan ke bawah dan seringkali memerlukan rawat        12 months of age and often requires admission
inap di rumah sakit. Batuk rejan dapat mengakibatkan     to hospital. Whooping cough can lead to
komplikasi seperti pendarahan, kejang–kejang, radang     complications such as haemorrhage, convulsions,
paru–paru, koma, pembengkakan otak, kerusakan            pneumonia, coma, inflammation of the brain,
otak permanen, dan kerusakan paru–paru jangka            permanent brain damage and long term lung
panjang. Sekitar satu di antara 200 anak di bawah        damage. Around one in every 200 children under
usia enam bulan yang terkena batuk rejan akan            six months of age who catches whooping cough
meninggal.                                               will die.
Batuk rejan dapat ditularkan melalui batuk dan bersin
                                                         Whooping cough can be caught through coughs
orang yang terkena penyakit ini.
                                                         and sneezes from an infected person.
Hepatitis B                                              Hepatitis B
Virus Hepatitis B mempengaruhi hati dan dapat
menyebabkan:                                             The hepatitis B virus affects the liver and can
                                                         cause:
•   Demam
                                                         • Fever
•   Rasa mual dan diare
                                                         • Nausea and diarrhoea
•   Keletihan
                                                         • Tiredness
•   Air seni berwarna gelap dan kulit berwarna kuning    • Dark urine and yellow skin
Virus Hepatitis B biasanya disebarkan melalui
kontak dengan cairan tubuh (darah, air liur, air mani)   Hepatitis B virus is usually spread through contact
penederita penyakit ini, atau dari ibu ke anak pada      with the body fluids (blood, saliva, semen) of an
saat melahirkan. Kebanyakan anak kecil yang terkena      infected person, or from mother to child at birth.
virus Hepatitis B akan menjadi “pembawa virus”. Ini      Most young children who catch the hepatitis B
berarti mereka dapat memberikan penyakit tersebut        virus become ‘carriers’. This means they can pass
pada orang lain walaupun mereka tidak menunjukan         the disease onto other people even if they don’t
gejala apapun.                                           have symptoms.
Jika anak anda terkena Hepatitis B dan menjadi
“pembawa virus”, mereka akan memiliki resiko yang        If your child contracts hepatitis B and becomes a
lebih tinggi untuk terkena penyakit hati dan kanker      ‘carrier’, they will have an increased risk of liver
nantinya dalam hidup.                                    disease and cancer later in life.

Polio                                                    Polio
Polio dapat menyebabkan gejala yang ringan atau          Polio may cause mild symptoms or very severe
penyakit yang sangat parah. Penyakit ini dapat           illness. It is a virus which affects the digestive and
menyerang sistem pencernaan dan sistem saraf. Polio      nervous systems. It causes fever, vomiting and
menyebabkan demam, muntah-muntah, dan kekakuan           muscle stiffness and can affect the nerves, causing
otot dan dapat menyerang saraf-saraf, mengakibatkan
                                                         permanent crippling.
kelumpuhan permanen.
Penyakit ini dapat melumpuhkan otot pernapasan           The disease can paralyse breathing and swallowing
dan otot yang mendukung proses penelanan,                muscles, leading to death. Between two and five
menyebabkan kematian. Di antara dua sampai               percent of people with polio die from it and about
lima persen penderita polio akan meninggal akibat        half of all patients who survive suffer permanent
penyakit ini dan sekitar 50% pasien yang masih           paralysis.
bertahan hidup menderita kelumpuhan seumur hidup.
                                                         Polio can be caught if the faeces of an infected
Polio dapat ditularkan jika tinja penderita mencemari    person contaminates food, water or hands.
makanan, air atau tangan.

Hib                                                      Hib
                                                         Hib disease was the most frequent cause of life
Penyakit Hib adalah penyebab paling umum infeksi
mematikan pada anak berusia di bawah lima tahun          threatening infection in children under five years of
sebelum ditemukannya vaksinasi Hib rutin pada tahun      age before the introduction of routine Hib vaccines
1993. Kasus infeksi Hib sebelum tersedianya vaksin       in 1993. The incidence of Hib infection before a
paling sering terjadi pada anak berusia di bawah lima       vaccine was available was highest in children under
tahun dan jarang terjadi setelah usia lima tahun.           five years of age and rarely occurred after five years
Meskipun kemiripan namanya, penyakit ini tidak              of age. Despite its name it is not related in any way
ada hubungannya dengan influenza. Haemophilus                to influenza. Haemophilus influenzae is a bacteria
influenzae adalah bakteri yang biasanya hidup di jalur       which lives normally in a person’s upper respiratory
pernapasan bagian atas.
                                                            tract.
Penyakit Hib dapat menyebabkan:
                                                            Hib disease may cause:
•   Meningitis, infeksi pada selaput yang melindungi
                                                            • Meningitis, an infection of the membrane
    otak
                                                              covering the brain
•   Epiglottitis, bengkaknya tenggorokan yang dapat
                                                            • Epiglottitis, swelling of the throat which can
    menghambat pernapasan
                                                              block breathing
•   Septic arthritis, infeksi pada sendi
                                                            • Septic arthritis, infection of a joint
•   Cellulitis, infeksi pada jaringan di bawah kulit        • Cellulitis, infection of the tissue under the skin,
    biasanya di muka                                          usually on the face
•   Radang paru-paru                                        • Pneumonia.
Gejala tersebut dapat berkembang cepat dan jika             These conditions can develop quickly and if left
dibiarkan tanpa perawatan, dapat cepat menyebabkan          untreated, they can rapidly cause death.
kematian.

Imunisasi Difteri, tetanus, batuk                           Diphtheria, tetanus, whooping
rejan, hepatitis B, polio dan Hib                           cough, hepatitis B, polio, and
Difteri, tetanus, batuk rejan, polio hepatitis B,           Hib immunisation
dan Hib dapat dicegah melalui sebuah kombinasi              Diphtheria, tetanus, whooping cough, polio,
vaksin yang aman dan efektif yang disebut Infanrix          hepatitis B and Hib can be prevented with a safe
hexa®. Beberapa kali suntikan dibutuhkan sebelum            and effective combination vaccine called Infanrix
mendapatkan perlindungan yang baik.                         hexa®. Several injections are needed before good
Vaksin Infanrix hexa® mengandung sejumlah kecil             protection is provided.
toksin difteri dan tetanus yang telah dimodifikasi           The Infanrix hexa® vaccine contains a small
sehingga tidak berbahaya. Vaksin ini juga                   amount of diphtheria and tetanus toxins, which are
mengandung bagian dari bakteri pertussis yang               modified to make them harmless. It also contains
telah dimurnikan, bagian dari virus hepatitis B yang        purified parts of the pertussis bacterium, an
tidak aktif, tiga jenis virus polio yang tidak aktif, dan   inactivated part of the hepatitis B virus, three types
‘gula’ Hib. Vaksin ini juga mengandung sejumlah             of inactivated polio viruses and Hib ‘sugars’. The
kecil garam aluminium, sejumlah kecil antibiotik,           vaccine also contains a small amount of aluminium
pengawet dan mungkin juga mengandung protein                salts, small amounts of antibiotics, preservative
dari ragi.                                                  and may also contain yeast proteins.

Daftar cek pra-imunisasi                                    Pre-immunisation checklist
Sebelum anak anda diimunisasi, beritahu dokter atau
                                                            Before your child is immunised, tell the doctor or
perawat jika hal-hal berikut berlaku:
                                                            nurse if any of the following apply:
    Anak anda merasa tidak enak badan pada hari
                                                               Are unwell on the day of immunisation
    imunisasi (suhu tubuh di atas 38.5˚C)
                                                               (temperature over 38.5˚C)
    Pernah mengalami reaksi yang berat terhadap
                                                               Have had a severe reaction to any vaccine
    vaksin apapun
                                                               Have a severe allergy to any vaccine component
    Pernah menderita alergi parah terhadap unsur
                                                               (for example, neomycin)
    vaksin apapun (misalnya, neomycin)
Kemungkinan efek samping                                    Possible side effects of
imunisasi difteri, tetanus, batuk                           diphtheria, tetanus, whooping
rejan, hepatitis B, polio dan Hib                           cough, hepatitis B, polio and
Reaksi terhadap vaksin difteri, tetanus, batuk rejan,       Hib vaccine
hepatitis B, polio dan Hib jauh lebih jarang terjadi
dibandingkan komplikasi yang disebabkan penyakit-           Reactions to diphtheria, tetanus, whooping cough,
penyakit tersebut.                                          hepatitis B, polio and Hib vaccine are much less
                                                            frequent than the complications of the diseases.
Efek samping umum
•   Mudah marah, menangis, gelisah dan umumnya              Common side effects
    tidak senang
                                                            • Irritable, crying, unsettled and generally unhappy
•   Rasa kantuk dan lelah
                                                            • Drowsiness or tiredness
•   Demam ringan
                                                            • Low grade fever
•   Kesakitan, kemerahan dan pembengkakan pada
    tempat bekas suntikan                                   • Soreness, redness and swelling at the injection
•   Benjolan kecil sementara pada tempat bekas                site
    suntikan                                                • A temporary small lump at the injection site
Efek samping yang sangat jarang
                                                            Extremely rare side effects
•   Peristiwa Kejadian hypotonic-hyporesponsive
                                                            • Hypotonic-hyporesponsive episode (HHE).
    (Hypotonic-hyporesponsive episode yang
    disebut HHE).                                              Infant may show signs of paleness, limpness
    Balita mungkin menunjukkan tanda-tanda pucat,              and be unresponsive. This may occur one to 48
    lemah dan tidak bereaksi apapun. Hal ini dapat             hours following vaccination. The whole episode
    terjadi sekitar satu sampai 48 jam setelah vaksinasi.      may last from a few minutes to 36 hours. Follow-
    Gejala ini dapat berlangsung selama beberapa menit         up of children with HHE shows no long-term
    sampai 36 jam. Pemeriksaan lebih lanjut pada anak          neurological or other side effects.
    yang mengalami HHE menunjukkan bahwa tidak
    ada dampak jangka panjang pada saraf atau efek          • Severe allergic reaction.
    samping lainnya.                                        If mild reactions do occur, they may last one to two
•   Reaksi alergi berat                                     days. The side effects can be reduced by:
Jika reaksi ringan terjadi, reaksi tersebut dapat           • Drinking extra fluids
berlangsung selama sehari sampai dua hari. Efek
samping tersebut bisa dikurangi dengan:                     • Not overdressing
• Minum cairan lebih banyak                                 • Placing a cold, wet cloth on the sore injection
• Tidak memakai pakaian terlalu banyak                        site
• Mengompres tempat bekas suntikan dengan kain              • Giving your child paracetamol to reduce any
    basah yang dingin                                         discomfort (note the recommended dose for the
• Memberikan anak anda paracetamol untuk                      age of your child)
    mengurangi demamnya (perhatikan dosis yang
                                                            If reactions are severe or persistent, or if you are
    dianjurkan untuk usia anak anda)
                                                            worried, contact your doctor or hospital.
Jika reaksi sangat berat atau berkelanjutan, atau jika
anda khawatir, hubungi dokter anda atau rumah sakit.
                                                            Further information
Informasi lebih lanjut                                      The following websites offer resources and further
                                                            information:
Situs-situs berikut menyediakan sumber bacaan dan
informasi lebih lanjut                                      www.health.vic.gov.au/immunisation
                                                            www.immunise.health.gov.au
www.health.vic.gov.au/immunisation
www.immunise.health.gov.au


Disahkan oleh Pemerintah Negara Bagian Victoria,
50 Lonsdale Street Melbourne.
Januari 2008.

								
To top