gaharu.pdf by protasiusrobet

VIEWS: 1,238 PAGES: 2

More Info
									Saat ini terdapat sekitar 23 isolat jamur jenis Fusarium              4. Teknik induksi. Teknik induksi jamur pembentuk
yang telah diisolasi dari 17 provinsi di Indonesia dan                   gaharu dilakukan pada batang pohon penghasil
diujicoba pada berbagai jenis tanaman penghasil                          gaharu. Reaksi pembentukan gaharu akan
gaharu di Pulau Bangka, Kalimantan Barat, Kalimantan                     dipengaruhi oleh daya tahan inang terhadap
Timur, Jawa Barat dan Banten. Ada empat isolat jamur                     induksi jamur dan kondisi lingkungan. Respon
pembentuk gaharu yang telah teruji dan membentuk                         inang ditandai oleh perubahan warna coklat setelah
infeksi gaharu dengan cepat. Ujicoba lebih lanjut
                                                                         beberapa bulan disuntik. Semakin banyak jumlah
keempat jamur tersebut telah dilakukan di beberapa
tempat antara lain: Kalimantan Selatan, Kalimantan                       lubang dan inokulum dibuat maka semakin cepat
Barat, dan Jawa Barat (Sukabumi dan Darmaga) dan                         pembentukan gaharu terjadi. Proses pembusukan
Banten (Carita). Dalam waktu satu bulan saja, tanaman                    batang oleh jamur lain dapat terjadi apabila teknik
penghasil gaharu yang telah diinokulasi dengan jamur                     penyuntikan tidak dilakukan sesuai prosedur.




                                                                                                                                                             gaharu
pembentuk gaharu di atas telah menunjukkan tanda-
                                                                      5. Pemanenan. Pemanenan gaharu dapat dilakukan


                                                                                                                                   Budidaya
tanda keberhasilan.
                                                                         minimum 1 tahun setelah proses induksi jamur
Rekayasa produksi                                                        pembentuk gaharu. Apabila ingin mendapatkan
                                                                         produksi gaharu yang baik dari segi kualitas maupun
Tahapan rekayasa produksi gaharu secara buatan                           kuantitas, maka proses pemanenan dapat dilakukan
melalui beberapa proses sebagai berikut :                                2-3 tahun setelah proses induksi jamur. Untuk




                                                                                                                                                       dan rekayasa produksinya
                                                                         sementara produk gaharu buatan yang dipanen
1. lsolasi jamur pembentuk. lsolat jamur pembentuk                       setelah 1 tahun berada pada kelas kemedangan
   diambil dari jenis pohon penghasil gaharu sesuai                      dengan harga jual US $ 100 per kg.
   jenis dan ekologi sebaran tumbuh jenis pohon yang
   dibudidayakan.
                                                                 Kerjasama Kemitraan
2. ldentifikasi dan skrining. lsolat jamur pembentuk
   diidentifikasi berdasarkan taksonomi dan                      Kerjasama pengembangan gaharu skala bisnis terbuka
                                                                 untuk masyarakat umum, dimulai dari kegiatan budidaya
                                                                                                                               Indonesia telah dikenal sebagai salah satu negara penghasil gaharu di dunia, karena mempunyai
   morfologinya. Proses skrining dilakukan dengan                                                                              lebih dari 25 jenis pohon penghasil gaharu yang tersebar di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi,
   menggunakan postulat koch untuk memastikan                    tanaman penghasil gaharu, rekayasa produksi gaharu,
                                                                 pemanenan dan pemasarannya. Pusat Penelitian dan              Nusa Tenggara, Maluku dan Papua. Gaharu merupakan komoditi elit hasil hutan bukan
   jamur yang memberikan respons pembentukan                                                                                   kayu yang saat ini banyak diminati oleh konsumen, baik dalam negeri maupun luar negeri.
                                                                 Pengembangan Hutan dan Konservasi Alam memiliki
   gaharu, memang berasal dari jamur yang
                                                                 fasilitas laboratorium, persemaian dan lahan uji coba
   diinokulasi.                                                  riset gaharu di beberapa lokasi di Indonesia. Kegiatan        Dilihat dari wujudnya, gaharu merupakan gumpalan              berlangsung puluhan dan bahkan ratusan tahun yang
                                                                 riset didukung oleh peneliti-peneliti yang berpengalaman      berbentuk padat, berwarna coklat kehitaman sampai             lalu. Secara tradisional gaharu dimanfaatkan antara lain
3. Teknik perbanyakan inokulum. Biakan murni
                                                                 khusus menangani komoditi gaharu, yaitu :                     hitam dan berbau harum (jika dibakar) yang terdapat           dalam bentuk dupa untuk upacara ritual dan keagamaan,
   jamur pembentuk gaharu dapat diperbanyak                                                                                    pada bagian kayu atau akar dari jenis tumbuhan                pengharum tubuh dan ruangan, bahan kosmetik dan
   pada media cair dan media padat. Diperlukan                   1.    Dr. Erdy Santoso, M.S. (Mikologi)                       penghasil gaharu yang telah mengalami proses                  obat-obatan sederhana. Saat ini pemanfaatan gaharu
   keterampilan khusus dalam memperbanyak jamur                  2.    Dr. Maman Turjaman (Mikologi)                           perubahan kimia dan fisika akibat terinfeksi oleh sejenis     telah berkembang demikian meluas antara lain untuk
   agar proses kemurnian dan peluang masing-masing               3.    Dr. Irnayuli R. Sitepu (Bakteriologi)                   jamur. Oleh sebab itu tidak semua tumbuhan penghasil          parfum, aroma terapi, sabun, body lotion, bahan obat-
   jenis jamur pembentuk gaharu akan memberikan                  4.    Ir. Ragil SB Irianto, M.Sc. (Mikologi)                  gaharu menghasilkan gaharu. Beberapa jenis tumbuhan           obatan yang memiliki khasiat sebagai anti asmatik, anti
   respon yang berbeda apabila disuntik pada jenis               5.    Luciasih Agustini, Ssi (Mikologi)                       penghasil gaharu potensial antara lain: Aquilaria spp.,       mikrobia, dan stimulan kerja syaraf dan pencernaan.
   pohon penghasil gaharu yang berbeda.                                                                                        Aetoxylon sympetallum, Gyrinops, dan Gonystylus.              Sampai saat ini gaharu yang beredar di pasaran di
                                                                 6.    Drs. Yana Sumarna, M.Si.
                                                                                                                               Pemanfaatan gaharu di Indonesia oleh masyarakat               dalam dan di luar negeri masih berasal dari alam
                                                                                                                               terutama di pedalaman Sumatera dan Kalimantan telah           dengan kualitas kandungan resin yang sangat bervariasi.




                         Proses rekayasa produksi gaharu melalui teknik induksi (penyuntikan) jamur


                                Departemen Kehutanan
                                Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan
                                Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan dan Konservasi Alam                                      Penyerahan Gaharu hasil rekayasa kepada Menteri Kehutanan           Pemasangan tangga untuk penyuntikan
                                Jalan Gunung Batu No. 5 Bogor
                                Tel. (0251) 633234, 7520067; Fax. (0251) 638111
  Di pasaran lokal (dalam negeri) kualitas gaharu dikelompokkan dalam 6 (enam) klas mutu yaitu: (1) Super (super
  King, super, super AB); (2) Tanggung; (3) Kacangan (Kacangan A, B dan C); (4) Teri (Teri A, B, C, Teri kulit
  A, B); (5) Kemedangan (A, B, C); dan (6) Suloan. Pengelompokan klas mutu gaharu tersebut berbeda dengan
  Standar Nasional Indonesia (SNI) yaitu Klas Gubal, Kemedangan dan Klas Abu. Penetapan klas mutu tersebut
  seringkali merugikan fihak pencari gaharu/pedagang pengumpul karena tidak didasari oleh kriteria yang jelas




                                                                                                                                                                                                                  Pohon penghasil gaharu
                                                                                                                                  Kecambah Aquilaria              Inokulasi mikoriza pada bibit gaharu
                                                                                                                                                                                                                       di Sukabumi
                                                                                                                          untuk meningkatkan kemampuan stek berakar dan                 gaharu telah bermikoriza, maka penggunaan pupuk
                                                                                                                          mempercepat proses pertumbuhan akar) maka                     kimia dapat diminimalisir. Setelah tanaman berumur
                                                                                                                          bahan stek telah siap ditanam pada bak pengakaran.            4-5 tahun, barulah tanaman penghasil gaharu siap
                                              Benih pohon penghasil gaharu                                                Agar stek dapat berkembang menjadi bibit perlu                untuk diinduksi secara buatan dengan menggunakan
                                                                                                                          pemeliharaan yang intensif meliputi penyediaan                jamur pembentuk gaharu.
                                                                                                                          media yang sesuai, kelembaban yang tinggi, suhu
Meningkatnya perdagangan gaharu sejak tiga dasawarsa            dengan tempat tumbuhnya di alam. Tempat tumbuh            udara, dan cahaya yang cukup. Pemeliharaan dapat
terakhir ini telah menimbulkan kelangkaan produksi              yang cocok untuk tanaman penghasil gaharu adalah          berlangsung sampai bibit siap tanam yaitu antara 6            Jamur Pembentuk Gaharu
gubal gaharu dari alam. Berdasarkan informasi, harga            dataran rendah, lereng-lereng bukit sampai ketinggian     s/d 8 bulan.
gaharu dengan kualitas Super di pasaran lokal Samarinda,        750 meter di atas permukaan laut.                                                                                       Sejumlah isolat jamur hasil eksplorasi dari berbagai
Kalimantan Timur mencapai Rp.15.000.000,- s/d                                                                             Pada tahap awal di persemaian, semua jenis bibit              daerah di lndonesia telah diidentifikasi berdasarkan
Rp.30.000.000,-, disusul kualitas Tanggung dengan               Jenis Aquilaria tumbuh sangat baik pada tanah-tanah       penghasil gaharu memerlukan naungan yang cukup                ciri morfologis untuk mengetahui keanekaragaman
harga rata-rata Rp.10.000.000,-, kualitas Kacangan              liat (misalnya podsolik merah kuning), tanah lempung      (seperti halnya kelompok jenis meranti). Untuk                jenisnya. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa
dengan harga rata-rata Rp.7.500.000,-, kualitas                 berpasir dengan drainase sedang sampai baik. Tipe         mempercepat pertumbuhannya, bibit penghasil                   sebagian besar isolat yang diperoleh merupakan
Teri (Rp.5.000.000,- s/d Rp.7.500.000,-), kualitas              iklim A-B dengan kelembaban sekitar 80%. Suhu             gaharu dapat diinokulasi oleh cendawan mikoriza               genus Fusarium dan isolat dari genus Cylindrocarpon.
Kemedangan (Rp.250.000,- s/d Rp.4.000.000,-) dan                udara antara 22-28 derajat celcius dengan curah hujan     arbuskula (CMA) sejak dini di persemaian.
Suloan (Rp.25.000,-)                                            berkisar antara 2.000 s/d 4.000 mm/tahun. Lahan

Akibat dari pola pemanenan yang berlebihan dan
                                                                tempat tumbuh yang perlu dihindari adalah: (1) lahan      Penanaman
                                                                yang tergenang secara permanent, (2) tanah rawa, (3)
perdagangan gaharu yang masih mengandalkan pada alam            lahan dangkal (yang mempunyai kedalaman kurang dari       Penanaman bibit penghasil gaharu dapat dilakukan
tersebut, maka jenis-jenis tertentu misalnya Aquilaria          50 cm), (4) pasir kuarsa, (5) lahan yang mempunyai pH     secara agroforesty (tumpangsari) dengan tanaman
dan Gyrinops saat ini sudah tergolong langka, dan masuk         kurang dari 4,0.                                          jagung, singkong, pisang atau ditanam di sela-sela
dalam lampiran Convention on International Trade                                                                          tanaman pokok yang telah tumbuh terlebih dahulu,
on Endangered Spcies of Flora and Fauana (Appendix
II CITES). Guna menghindari agar tumbuhan jenis
                                                                Pembibitan                                                seperti karet, akasia, sengon, kelapa sawit, dan
                                                                                                                          lain-lain. Pada tahap awal pertumbuhan di lapangan
gaharu di alam tidak punah dan pemanfaatannya dapat             Bibit tanaman penghasil gaharu dapat dikembangkan         bibit penghasil gaharu memerlukan naungan.
lestari maka perlu upaya konservasi, baik in-situ (dalam        melalui generatif dan vegatatif. Melalui generatif        Dengan mengatur jarak tanam yang tepat, maka
habitat) maupun ek-situ (di luar habitat) dan budidaya          dilakukan dengan cara memanfaatkan potensi benih          tanaman penghasil gaharu tidak akan mengganggu
serta rekayasa untuk mempercepat produksi gaharu                yang sudah masak dengan mengunduh biji atau benih         pertumbuhan tanaman pokok.
dengan teknologi induksi (inokulasi). Oleh karena itu           yang jatuh dari pohon induk atau anakan (cabutan).
maka pengembangan budidaya gaharu ke depan selain               Benih tanaman penghasil gaharu termasuk biji yang         Apabila tanaman penghasil gaharu akan ditanam pada
untuk konservasi juga sekaligus dapat meningkatkan              rekalsitran, yaitu biji yang cepat menurun kadar airnya   hamparan lahan yang luas dan masih kosong, maka
pendapatan masyarakat, pemerintah daerah dan devisa             sehingga mempengaruhi daya kecambahnya. Oleh              jarak tanam dapat dibuat 3 m x 5 m, 4 m x 4 m
bagi negara.                                                    karena itu apabila benih sudah didapat, disarankan        atau 5 m x 5 m. Waktu penanaman diusahakan pada
                                                                agar segera dilakukan penyemaian tanpa harus ditunda-     musim hujan agar bibit mendapatkan air yang cukup
Teknik budidaya                                                 tunda.                                                    pada awal pertumbuhannya. Media tanam dapat
                                                                                                                          berupa tanah dan kompos. Pada setiap lubang tanam
Pada saat ini teknik budidaya tanaman penghasil                 Persemaian bibit penghasil gaharu dapat juga dibuat       dianjurkan untuk diberikan pupuk kompos minimum
gaharu telah dikuasai dengan baik, dari mulai                   skala massal melalui stek pucuk, stek batang dan kultur   1 kg setiap lubang. Pada tahap ini perlu perhatian
kegiatan perbenihan, persemaain, penanaman dan                  jaringan. Setiap teknik perbanyakan akan mempunyai        mengenai pencegahan gangguan hama dan penyakit
pemeliharaannya. Adapun beberapa faktor yang harus              konsekuensi biaya produksi bibit.                         terutama pada akar.
diperhatikan dalam kegiatan budidaya pohon penghasil
gaharu adalah sebagai berikut :                                 Untuk perbanyakan stek pucuk, pengambilan bahan stek      Pemeliharaan
                                                                dapat berasal dari kebun pangkas atau bibit tanaman.                                                                                 Morfologi jamur pembentuk gaharu
Persyaratan Tumbuh                                              Bahan stek yang baik adalah tunas yang tegak (autotrof)   Tanaman penghasil gaharu pada umur 1-3 tahun
                                                                yang secara fisiologis muda, batangnya berkayu dan        perlu dipelihara secara intensif, terutama mengurangi
Untuk memperoleh pertumbuhan yang optimal, pohon                mempunyai jumlah ruas (nodum) lebih dari dua.             gangguan dari gulma. Karena tanaman penghasil
penghasil gaharu perlu ditanam pada kondisi yang sesuai         Dengan penambahan hormon tertentu (yang berfungsi

								
To top