Metode Penelitian Eksperimen by JerryMakawimbang

VIEWS: 6,096 PAGES: 18

									                                  BAB I

                           PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

     Pembukaan UUD 1945 alinea keempat menyatakan tujuan pendidikan

  nasional yaitu “ mencerdaskan kehidupan bangsa” hal ini menjelaskan bahwa

  negara memiliki kewajiban untuk mencerdaskan kehidupan bangsa (UUD

  1945), tujuan pendidikan nasional kita yang berasal dari berbagai akar budaya

  bangsa Indonesia lebih dijelaskan dalam UU Sistem Pendidikan Nasional, UU

  No.20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang dikutip oleh

  Engkoswara (2010 : 6) dimana arti “Pendidikan adalah usaha sadar dan

  terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar

  peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki

  kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan,

  akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa

  dan Negara”. Menurut UNESCO dikutip oleh Engkoswara (2010 : 6)

  Pendidikan meliputi empat pilar, yaitu : "learning to know, learning to do,

  learning to be", dan "learning to live together". Belajar untuk mengetahui

  (learning to know) dalam prosesnya tidak sekedar mengetahui apa yang

  bermakna tetapi juga sekaligus mengetahui apa yang tidak bermanfaat bagi

  kehidupan. Yang menjadi permasalahan sekarang, masih ada dalam dunia

  pendidikan adalah kemampuan melaksanakan kegiatan ilmiah berupa

  melakukan penelitian masih rendah. Hal ini disebabkan karena kurang mampu

  serta kurang mengetahui bentuk – bentuk penelitian. Penelitian yang

  berkembang pada saat ini ada bermacam – macam. Penelitian eksperimen
(Experimental Research) merupakan kegiatan penelitian yang bertujuan untuk

menilai pengaruh suatu perlakuan/ tindakan/treatment pendidikan terhadap

tingkah laku siswa atau menguji hipotesis tentang ada-tidaknya pengaruh

tindakan itu bila dibandingkan dengan tindakan lain. Berdasarkan hal tersebut

maka tujuan umum penelitian eksperimen adalah untuk meneliti pengaruh dari

suatu perlakuan tertentu terhadap gejala suatu kelompok tertentu dibanding

dengan kelompok lain yang menggunakan perlakuan yang berbeda. Namun

masih banyak masyarakat yangb belum memahami secara jelas tentang

penelitian tersebut, masih banyak pertanyaan yang muncul antara lain ;

Apakah penelitian eksperimen itu? Apa tujuannya? Bagaimana cara

melakukan yang benar? Bagaimana menulis laporan hasil penelitiannya agar

memenuhi syarat dan dapat nilai kreditnya?. Marilah kita belajar bersama

untuk memahami dan kemudian melaksanakan secara hati- hati dan terarah.

Penelitian eksperimen (Experimental Research) kegiatan penelitian yang

bertujuan   untuk   menilai pengaruh suatu perlakuan/tindakan/treatment

pendidikan terhadap tingkah laku siswa ata menguji hipotesis tentang ada-

tidaknya pengaruh tindakan itu bila dibandingkan dengan tindakan lain.

Berdasarkan hal tersebut maka tujuan umum penelitian eksperimen adalah

untuk meneliti pengaruh dari suatu perlakuan tertentu terhadap gejala suatu

kelompok tertentu dibanding dengan kelompok lain yang menggunakan

perlakuan yang berbeda. Misalnya, suatu eksperimen dimaksudkan untuk

menilai/membuktikan pengaruh perlakuan pendidikan (pembelajaran dengan

metode pemecahan soal) terhadap prestasi belajar matematika pada siswa

SMU atau untuk menguji hipotesis tentang ada-tidaknya pengaruh perlakuan
tersebut bila dibandingkan dengan metode pemahaman konsep. Tindakan di

dalam eksperimen disebut treatment, dan diartikan sebagai semua tindakan,

semua    variasi atau    pemberian kondisi yang akan dinilai/diketahui

pengaruhnya. Sedangkan yang dimaksud dengan menilai tidak terbatas pada

mengukur atau melakukan deskripsi atas pengaruh treatment yang dicobakan

tetapi juga ingin menguji sampai seberapa besar tingkat signifikansinya

(kebermaknaan atau berarti tidaknya) pengaruh tersebut bila dibandingkan

dengan kelompok yang sama tetapi diberi perlakuan yang berbeda. Apakah

perlu kelompok pembanding? Marilah kita renungkan jawaban ini. Proses

yang disebabkan oleh satu macam tindakan/perlakuan, kita tidak pernah dapat

menyatakan bahwa tindakan dan proses itu menghasilkan jawaban yang

sesungguhnya terhadap apa yang akan kita capai atau dengan kata lain

perlakuan atau tindakan pada penelitian tersebut merupakan suatu bentuk uji

coba pelaksanaan teori atau hal – hal yang baru. sesuatu yang lebih baik,

kurang baik, dan kita baru dapat menyatakan kalau sudah dibandingkan dengan

yang lain. Dari suatu tindakan kita hanya dapat menyatakan bahwa proses begini

dan begitu itu akan menimbulkan gejala yang begini atau begitu. Gejala itu baru

dapat dikatakan lebih baik jika gejala lain jadi ukuran sebagai pembanding.

Karena itu dalam suatu eksperimen ilmiah dituntut sedikitnya dua grup, yang satu

ditugaskan sebagai grup pembanding (control group), sedang grup yang satu

lagi sebagai grup yang dibandingkan (experimental group). Bagaimana cara

melaksanakan jenis penelitian eksperimen ini ?. Untuk melaksanakan suatu

eksperimen yang baik, kita perlu memahami terlebih dahulu segala sesuatu yang

berkait dengan komponen-komponen eksperimen. Baik yang berkaitan dengan

pola-pola eksperimen (design experimental), maupun penentuan kelompok
   eksperimen dan kontrol, bagaimana       kondisi kedua kelompok sebelum

   eksperimen dilaksanakan, cara pelaksanaannya, kesesatan-kesesatan yang dapat

   mempengaruhi hasil eksperimen, cara pengumpulan data, dan teknik analisis

   statistik yang tepat digunakan. Hal itu semua, para guru dapat mempelajari,

   mempersiapkan dan melaksanakan kegiatan penelitian itu, tanpa meninggalkan

   tugas sehari-hari di kelas.

B. Tujuan Penulisan.
   1. Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan Penelitian

       Eksperimen

   2. Mampu melakukan atau melaksanakan penelitian eksperimen

   3. Mampu mempersiapkan diri untuk membuat karya ilmiah

       dalam rangka kenaikan pangkat.

C. Manfaat
   1. Sebagai bahan pelatihan bagi tenaga pendidikan untuk persiapan

       penyusunan karya ilmiah dalam rangka kenaikan pangkat.

   2. Sebagai penambahan materi dalam rangka peningkatan sumber

       daya manusia.

   3. Sebagai bahan perencanaan dalam rangka peningkatan

       kompetensi pedagogik dan kompetensi individual/kepribadian.
                                   BAB II

                             PEMBAHASAN

A. PENEGERTIAN PENELITIAN EKSPERIMEN

     Menurut Sugiyono (2009) Metode Penelitian Eksperimen dapat diartikan

  sebagai metode penelitian yang digunakan untuk mencari pengaruh perlakuan

  tertentu terhadap yang lain dalam kondisi yang tekendali.

     Menurut Sukardi (2003 : 181) Metode Penelitian Eksperimen juga

  diartikan sebagai metode penelitian yang digunakan untuk menguji hubungan

  sebab - akibat.

     Menurut Sukmadinata (2005 : 194) Metode Penelitian Eksperimen

  merupakan pendekatan penelitian yang cukup khas. Kekhasan penelitian

  tersebut diperlihatkan oleh dua hal, pertama penelitian eksperimen menguji

  secara langsung pengaruh suatu veriavel terhadap variabel lain. Kedua

  menguji hipotesis hubungan sebab – akibat.

B. KARAKTERISKTIK PENELITIAN EKSPERIMEN.

     Penelitian Eksperimen pada umumnya, menurut (Ary, 1985) yang dikutip

  oleh Sukardi (2003 : 180) , mempunyai tiga karakteristik penting yaitu :

  1. Variabel bebas yang dimanipulasi.

        Karakteristik pertama yang selalu ada dalam penelitian eksperimen

     adalah adanya tindakan manipulasi variabel yang secara terencana

     dilakukan oleh sipeneliti. Memanipulasi yang diamaksud pada saat ini

     adalah tindakan atau perlakuan yang dilakukan oleh seorang peneliti atas

     dasar pertimbangan ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan secara

     terbuka guna mempeoleh perbedaan efek dalam variabel terikat.
  2. Variabel lain yang mungkin berpengaruh dikontrol agar tetap konstan.

        Karakteristik kedua yang yang selalu ada dalam penelitian eksperimen

     adalah adanya kontrol yang dilakukan oleh peneliti terhadap variabel yang

     ada. Mengontrol meripakan usaha peneliti untuk memindahkan pengaruh

     variabel lain pada variabel terikat yang mungkin mempengaruhi

     penampilan variabel tersebut. Kegiatan mengontrol suatu variabel dalam

     penelitian eksperimen memiliki peran penting, karena tanpa melakukan

     kontrol secara sistematis, seorang peneliti tidak mungkin dapat melakukan

     evaluasi dengan melakukan pengukuran secara cermat terhadap variabel

     terikat

  3. Efek atau pengaruh manipulasi variabel terikat diamati secara langsung

     oleh peneliti.

       Karakteristik ketiga dalam penelitian eksperimen adalah adanya

     kegiatan observasi yang dilakukan oleh peneliti selama proses eksperimen

     berlangsung terhadap kedua kelompok eksperimen. Tujuan melakukan

     eksperimen adalah untuk melihat dan mencatat fenomena apa yang muncul

     yang memungkinkan terjadinya perbedaan antara kedua kelompok

     eksperimen.

C. PROSES PENELITIAN EKSPERIMEN

     Proses penelitian eksperimen secara eksplisit dapat dilihat sebagai berikut :

  1. Melakukan        kajian   secara   induktif   yang   berkaitan   erat   dengan

     permasalahan yang hendak dipecahkan.

  2. Mengidentifikasi permasalahan.
3. Melakukan         studi   literatur   dari beberapa     sumber    yang      relevan,

   memformulasikan hipoteisis penelitian, menentukan defenisi operasional

   dan variabel.

4. Membuat rencana penelitian yang didalamnya mencakup kegiatan :

   a. Mengidentifikasi         varibel    luar   yang    tidak   diperlukan,     tetapi

        memungkinkan terjadinya kontaminasi proses eksperimen ;

   b. Menentukan cara untuk mengontrol mereka ;

   c. Memilih desain riset yang tepat ;

   d. Menentukan populasi, memilih sampel yang mewakili dan memilih

        sejumlah subjek penelitian ;

   e. Membagi subjek kedalam kelompok kontrol maupun kelompok

        eksperimen ;

   f.   Membuat instrumen yang sesuai, memvalidasi instrumen dan memilih

        instrumen yang memenuhi persyaratan untuk mengambil data yang

        diperlukan ;

   g. Mengidentifikasikan prosedur pengumpulan data dan menentukan

        hipotesis.

5. Melakukan eksperimen.

6. Mengumpulkan data kasar dari proses eksperimen.

7. Mengorganisasikan dan mendeskripsikan data sesuai dengan variabel yang

   telah ditentukan.

8. Melakukan analisis data dengan teknik statistika yang relevan.

9. Membuat laporan penelitian eksperimen.
D. VARIEBEL PENELITIAN EKSPERIMEN

  1. Pengertian Variabel Penelitian

          Variabel Penelitian adalah segala sesuatu yang be yang berbentuk apa

     saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh

     informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulkannya

     (Sugiyono,2009 : 60). Secara teoritis variabel dapat didefenisikan sebagai

     atribut seseorang, atau obyek, yang mempunyai “Variasi” antara satu

     orang dengan yang lain atau satu obyek dengan obyek dengan obyek yang

     lain (Hatch dan Farhady, 1981 ; dikutip oleh Sugiyono, (2009 : 60).

  2. Macam – macam Variabel Penelitian.

     Menurut hubungan antara satu Variabel dengan Variabel yang lain, maka

     macam – macam variabel dalam penelitiandapat dibedakan menjadi :

     a. Variabel independen : Variabel ini sering disebut sebagai Variabel

          bebas. Variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi atau yang

          menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel terikat.

     b. Variabel Dependen : Variabel ini sering disebut sebagai Variabel

          terikat. Variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau

          yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas.

     c.    Variabel   Moderator     : adalah   variabel   yang   mempengaruhi

          (memperkuat dan memperlemah) antara variabel independen dengan

          dependen.

     d. Variabel      Intervening   : adalah variabel yang secara teoritis

          mempengaruhi hubungan antara variabel independen dengan variabel

          dependen menjadi hubungan yang tidak langsung dan tidak dapat
         diukur dan tidak dapat diamati. Variabel ini merupakan variabel

         penyela/antara yang terletak diantara variabel independen dan

         dependen sehingga variabel independen tidak langsung mempengaruhi

         berubahnya atau timbulnya variabel dependen.

     e. Variabel Kontrol : adalah variabel yang dikendalikan atau dibuat

         konstan sehingga hubungan variabel independen terhadap variabel

         dependen tidak dipengaruhi oleh faktor luar yang tidak diteliti.

E. DESAIN PENELITIAN EKSPERIMEN.

     Desain penelitian eksperimen mempunyai dua macam pengertian, yaitu

  secara luas dan secara sempit.

  a. Secara luas, desain penelitian adalah semua proses yang diperlukan dalam

     perencanaan dan pelaksanaan penelitian. Dalam hal ini komponen desain

     mencakup semua struktur penelitian yang diawali sejak menemukan ide,

     menentukan tujuan, kemudian merencanakan proses penelitian, yang

     didalamnya     mencakup       perencanaan    permasalahan,     merumuskan,

     menentukan tujuan penelitian, mencari sumber informasi dan melakukan

     kajian dari berbagai pustaka, menentukan metode yang digunakan, analisis

     data dan mengetes hipotesis untuk mendapatkan hasil penelitian.

  b. Secara sempit, desain penelitian diartikan sebagai penggambaran secra

     jelas tentang hubungan antara variabel, pengumpulan data, dan analisis

     data sehingga dengan adanya desain yang baik, peneliti maupun orang lain

     yang berkepentingan mempunyai gambaran tentang bagaima na keterkaitan

     antara variabel yang ada dalam konteks penelitian dan apa yang hendak
     dilakukan oleh seorang peneliti dalam melaksanakan penelitian. Macam -

     macam desain penelitian eksperimen dapat dijelaskan sebagai berikut :

1.   Pre – Experime ntal Designs (Nondesigns)

         Dikatakan Pre – Experimental Designs, karena desain ini belum

     merupakan eksperimen sungguh – sungguh. Pada desain ini terdapat

     variabel luar yang ikut berpengaruh terhadap terbentuknya variabel

     dependen. Jadi hasil eksperimen yang merupakan variabel dependen itu

     bukan semata – mata dipengaruhi oleh variabel independen. Hal ini dapat

     terjadi karena tidak adanya variabel kontrol dan sampel tidak dipilih

     secara random.

     Bentuk Pre – Experimental Designs ada 3 macam yaitu :

     a. One – shot case study

         Bentuk penelitian ini dapat dibaca sebagai berikut : terdapat suatu

         kelompok yang diberi perlakuan dan selanjutnya diobservasi hasilnya.

     b. One – group pretest – posttest design

         Kalau pada desain One – shot case study tidak dilaksanakan pretest,

         maka pada desain ini terdapat pretest, sebelum diberi perlakuan.

         Dengan demikian hasil perlakuan dapat diketahui lebih akurat, karena

         dapat membandingkan dengan keadaan sebelum diberi perlakuan.

         Intact – group comparison

         Pada desain ini terdapat satu kelompok yang d igunakan untuk

         penelitian,   tetapi dibagi dua,yaitu setengah kelompok        untuk

         eksperimen (yang diberi perlakuan dan setengah kelompok untuk

         kontrol (yang tidak diberi perlakuan).
2.   True - Experime ntal Designs

     Dikatakan True – experimental (eksperimen yang betul – betul), karena

     dalam desain ini peneliti dapat mengontrol semua variabel yang

     mempengaruhi jalannya eksperimen. Dengan demikian validitas internal

     (kualitas pelaksanaan rancangan penelitian) dapat menjadi tinggi. ciri

     utama dari True – experimental adalah sampel yang digunakan untuk

     eksperimen maupun sebagai kelompok kontrol diambil secara random

     dari populasi tertentu. Dengan kata lain ciri utama adalah adanya

     kelompok kontrol dan sampel dipilih secara acak/random.

     Pada True – experimental dikemukakan dua bentuk desain, yaitu :

     a. Posttest-Only Control Design.

           Dalam design ini terdapat dua kelompok yang masing – masing

        dipilih secara random (R). kelompok pertama diberi perlakuan (X)

        dan kelompokyang lain tidak. Kelompok yang diberi perlakuan

        disebut kelompok eksperimen dan kelompok yang tidak diberi

        perlakuan disebut kelompok kontrol. Pengaruh adanya perlakuan

        adalah (O 1 : O2 ). Dalam penelitian sesungguhnya pengaruh

        perlaukuan dianalisis dengan uji beda, dengan memakai statistik ttest.

     b. Pretest-posttest Control Group Design.

        Dalam desain ini terdapat dua kelompok yang dipilih secara random,

        kemudian diberi pretest untuk mengetahui keadaan awal adakah

        perbedaan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.
3.   Factorial Designs

     Desain faktorial merupakan modifikasi dari desan dari haTrue –

     experimental designs,yaitu dengan memperhatikan kemungkinan adanya

     variabel moderator yang mempengaruhi perlakuan (Variabel independen)

     terhadap hasil (Variabel dependen). Pada desain ini semua kelompok

     dipilih secara random, kemudian masing – masing diberi pretest.

     Kelompok untuk penelitian dinyatakan baik , bila setiap kelompok nilai

     pretestnya sama. O 1 = O3 = O5 = O7 . Dalam hal ini variabel moderatornya

     adalah Y1 dan Y2 .


4.   Quasi Experime ntal Designs

     Bentuk desain penelitian eksperimen ini merupakan pengembangan dari

     true experimental design. Desain ini mempunyai kelompok kontrol, tetapi

     tidak dapat berfungsi sepenuhnya untuk mengontrol variabel – variabel

     luar yang mempengaruhi pelaksanaan eksperimen.

     Berikut ini dikemukakan dua bentuk desain quasi eksperimen, yaitu :

     a. Time series Design

        Dalam design ini kelompok yang digunakan untuk penelitian tidak

        dapat dipilih secara random. Sebelum diberi perlakuan kelompok

        diberi pretest sebanyak empat kali, dengan maksud untuk mengetahui

        kestabilan dan kejelasan keadaan kelompok sebelum diberi perlakuan.

     b. Nonequivalent Control Group Design

        Desain ini hampir sama dengan pretest-posttest control group design,

        hanya saja pada desain ini kelompok eksperimen maupun kelompok

        kontrol tidak dipilih secara random.
F. VALIDITAS EKSPERIMEN

     Agar penelitian eksperimen memberikan hasil yang meyakinkan maka

  variabelnya harus dikontrol dalam eksperimen, dimana hal tersebut biasa

  dikenal dengan istilah validitas. Dalam penelitian eksperimen terdapat dua

  jenis validitas, yaitu :

  1. Validitas Internal.

           Donal Campbell dan Stanley (1963) yang dikutip oleh Sukmadinata

      (2009 : 197) menyatakan bahwa Validitas Internal menunjukan sejauh

      mana Variabel eksternal dikontrol oleh penelitian ekperimen. Donal

      Campbell dan Stanley (1963) mengemukakan ada 12 hal yang perlu

      dikontrol dalam validitas internal yaitu :

      a. History.

      b. Maturation.

      c. Testing.

      d. Instrumentation.

      e. Statistical regression.

      f. Diffential selection.

      g. Experimental mortality.

      h. Selection maturation interaction.

      i. Experimental treatment diffusion.

      j.   Compensatory rivalry by the control group.

      k. Compensatory equalization of treatments.

      l. Resentful demoralization of the control group.
2. Validitas Eksternal.

      Disamping validitas internal penelitian eksperimental juga perlu

   memiliki validitas eksternal. Sukardi (2003 : 189) mengemukakan bahwa

   Validitas ekesternal merupakan kondisi dimana hasil penelitian yang

   dilakukan dapat digeneralisasi dan digunakan pada kelompok lain diluar

   seting eksperimen, ketika keadaan serupa dengan kondisi penelitian

   eksperimen. Glenn Bracht dan Gene Glass (1968) mengemukakan hal

   yang perlu dikontrol berkenaan dengan validitas eksternal dalam

   eksperimen yaitu :

   a. Validitas Populasi

       Menunjukan sejauh mana wilayah generalisasi yang ditetapakan oleh

       peneliti dalam penelitian eksperimen untuk dipelajari dan kemudian

       ditari kesimpulannya.

   b. Validitas Ekologis

       Menunjukan sejauh mana hasil dari eksperimen yang dirancang dalam

       lingkungan tertentu dapat diterapkan dalam lingkungan lain.
                                    BAB III

                                  PENUTUP

A. KESIMPULAN

  1.   Metode penelitian eksperimen merupakan metode penelitian yang

       menguji hubungan sebab akibat .

  2. Metode Penelitian Eksperimen merupakan pendekatan penelitian yang

       cukup khas. Kekhasan penelitian tersebut diperlihatkan oleh dua hal,

       pertama penelitian eksperimen menguji secara langsung pengaruh suatu

       veriavel terhadap variabel lain. Kedua menguji hipotesis hubungan sebab

       – akibat.

  3. Metode penelitian eksperimen mempunyai 3 ciri penting yang selalu

       menyertainya, yaitu adanya manipulasi secara terencana, kontrol

       terhadap variabel, dan observasi terhadap proses eksperimen.

  4. Desain penelitian merupakan penggambaran secara jelas             tentang

       hubungan antar variabel yang dapat dimanfaatkan dalam menyusun

       hipotesis penelitian.

  5.   Agar penelitian eksperimen memberikan hasil yang meyakinkan maka

       variabelnya harus dikontrol dalam eksperimen, dimana hal tersebut biasa

       dikenal dengan istilah validitas.

  6.   Dalam metode penelitian eksperimen terdapat dua jenis validitas yaitu

       validitas internal dan validitas eksternal.

  7.   Penelitian eksprimen ini sangat besar pengaruhnya bagi penigngkatan

       kompetensi guru.
  8.   Penelitian eksperimen dapat meningkatkan kemampuan menulis bagi

       terlebih penulisan karya ilmiah.

B. SARAN

  1. Perlu kesabaran dari guru atau pun peneliti dalam melakukan penelitian

       eksperimen

  2. Perlu adanya kerja sama yang barik dari semua pihak untuk membantu

       pelaksanaan penelitian ini.

  3. Kerja keras dan semangat juang dari peneliti sangat diperlukan.
                             DAFTAR PUSTAKA



Engkoswara. 2010. Administrasi Pendidikan.Bandung : Alfabeta

Herrhyanto. 2009, Pengantar Statistika Matematis.Bandung : Yramawidya.

Riduwan, 2005 Rumus dan Data dalam Analisis Statistika. Bandung : Alfabeta

Sagala S. 2009. Kemampuan Profesional Guru dan Tenaga Kependidikan.

           Bandung : Alfabeta

Sugiyono, 2009.Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif

           dan R & D, Bandung : Alfabeta,

Sukardi, 2003 Metode Penelitian Pendidikan Kompetensi dan Praktiknya.

        Yogyakarta : Bumi Aksara.

Sukmadinata. 2005     Metode Penelitian Pendidikan. Bandung         : Remaja

               Rosdakarya.
KEMAMPUAN PELAKSANAAN PENELITIAN EKSPERIMEN

     GUNA PENINGKATAN KOMPETENSI GURU




                  Disusun oleh :

               Jerry Makawimbang

                 NIM 10410127




         UNIVERSITAS NEGERI MANADO

           PROGRAM PASCA SARJANA

           MANAJEMEN PENDIDIKAN

                      2010

								
To top