ITMT Hasil dan Pembahasan - DOC

Document Sample
ITMT Hasil dan Pembahasan - DOC Powered By Docstoc
					                IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Pertumbuhan Rumput Raja
  1. Hasil Pengamatan
     Tabel 1.1 Pertumbuhan Rumput Raja Pada Lahan Tanah Lapang
             Petak                               Hari Ke
                 I             7          14           21        28
      Panjang Tunas (cm)      3;3         6;4         8;7,5    51;2;3
      Jumlah Tunas             2           2            2         3
      Panjang Daun (cm)       3;3       18;19         39;11   23;2;13
      Jumlah Daun             2;2        5;10         10;13    8;4;13
                II
      Panjang Tunas (cm)      2;2,5      5;5         26;17         3
      Jumlah Tunas              2         2            2           1
      Panjang Daun (cm)      2,5;2,5   14,5;14       39;22         8
      Jumlah Daun              2;3       8;7          10;8        12
               III
      Panjang Tunas (cm)      0,5         2           6;3         11;6
      Jumlah Tunas             1          1            2            2
      Panjang Daun (cm)        0          4         21;10,5      21;13
      Jumlah Daun              0          5           4;6          6;6
     Sumber : Laporan Sementara
     Tabel 1.2 Pertumbuhan Rumput Raja Pada Polybag
             Petak                             Hari Ke
                 I             7          14          21        28
      Panjang Tunas (cm)      6;4       14;9;7      18;12     20;12,5
      Jumlah Tunas             2           3           2         2
      Panjang Daun (cm)       8;3      52;27;27     71;46     42,5;69
      Jumlah Daun             6;4         12         33;9      37;5
                II
      Panjang Tunas (cm)      3,5         2            2          2,5
      Jumlah Tunas             1          1            1           1
      Panjang Daun (cm)        0          4            4           4
      Jumlah Daun              0          3            2           2
               III
      Panjang Tunas (cm)      9;5       15;10       18;12,5    21;17
      Jumlah Tunas             2          2            2         2
      Panjang Daun (cm)      7;3,5      45;31       70;54,5   72,5;60
      Jumlah Daun             4;4        7;7         10;7       10;8
     Sumber : Laporan Sementara
2. Pembahasan
          Rumput raja adalah jenis rumput baru yang belum banyak dikenal,
   yang merupakan hasil persilangan antara Pennisetum purpureum (rumput
   gajah) dengan Pennisetum tydoides, rumput ini mudah ditanam, dapat
   tumbuh dari dataran rendah hingga dataran tinggi, menyukai tanah subur
   dan curah hujan yang merata sepanjang tahun. Produksi rumput ini jauh
   lebih tinggi dibandingkan rumput lainnya. Pada prinsipnya pengolahan
   tanah sama seperti pengolahan rumput gajah atau rerumputan unggul
   lainnya yaitu tanah dibajak atau dicangkul 1-2 kali kemudian diratakan,
   tanah dibersihkan dari sisa-sisa tanaman dan gulma, pembuatan parit atau
   lubang tanaman (Anonimous, 2010).
          Pada praktikum yang dilakukan, pertumbuhan rumput raja pada
   lahan lapang dan polybag ternyata terdapat perbedaan yang cukup
   mencolok, diantaranya pertumbuhan tanaman yang berada di dalam
   polybag lebih cepat dan subur. Dari praktikum yang dilakukan, pada hari
   ke-7 rumput yang berada di lahan lapang mempunyai panjang daun 3,3 cm
   dan pada polybag 8,3. dan pada hari ke-28 panjang daun di lahan lapang
   23,2 dan di polybag bisa mencapai 72,5. perbedaan ini bisa disebabkan
   karena nutrisi yang berada di polybag lebih mudah terserap tanaman
   daripada yang berada di lahan lapang. Hal ini dapat disebabkan karena di
   lahan lapang pupuk yang diberikan menyebar ke lahan sekitarnya,
   meskipun telah diberi batasan. Selain itu tekstur tanah di lahan lapang
   lebih padat hampir menyerupai tanah liat, sehingga daya serap tanahnya
   kurang baik dibandingkan dengan tanah yang berada di polybag yang
   sangat gembur dan subur maskipun sama-sama diberi pupuk.
          Dalam praktikum ini, panjang daun yang seharusnya dari hari ke
   hari makin panjang, tetapi ini sebaliknya, ada panjang daun yang malah
   berkurang dari hari ke harinya. Pada laha lapang hari ke 21 panjang daun
   39 cm menjadi 8 cm di hari ke 28. Hal ini juga terjadi pada polybag yaitu
   pada hari ke 21 panjang daun 71 cm menjadi 42,5 cm pada hari ke 28.
   Berkurangnya panjang daun ini disebabkan faktor lingkungan yaitu yang
                    letaknya di lahan lapang yang memungkinkan tanaman dimakan hewan
                    lain seperti ayam, angsa dan hama yang lainnya.
          B. Identifikasi Rumput
                1. Hasil Pengamatan
                    Tabel 2 Jenis-Jenis Tanaman Rumput
                                                        Ciri Khusus
        Nama
No                    Tipe       Sifat      Tinggi    Tipe     Panjang   Lebar   Leaf    Leaf    Bentuk
       Rumput
                     Tumbuh     Tumbuh     Tanaman    Daun       Daun    Daun    Blade   Sheat    Daun
      Crencus                                                                    tidak   tidak
1      Ciliaris       Tegak     parineal     65      majemuk     41       0,3     ada     ada     sejajar
      Imperata                                                                   tidak
2    Cylindiyca       Tegak     parineal     71      tunggal     53       1       ada    ada      sejajar
                                                                                 tidak
3     Zea Mays        Tegak      anual       93      tunggal     32       4,5     ada     ada     sejajar
                                                                                 tidak   tidak
4    Oryza Sativa     Tegak      anual       45      majemuk     32       0,6     ada     ada     sejajar
     Branchiaria                                                                         tidak
5    Rhuziziensis    Merambat   parineal     73      majemuk      7       0,8     ada     ada    menyirip
       Cynodon                                                                   tidak   tidak
6      Dactylon      Merambat   parineal      9      majemuk     1,5      0,1     ada     ada    menyirip
       Cyperus                                                                   tidak   tidak
7      Ratundus       Tegak     parineal     72      majemuk     26       0,5     ada     ada     sejajar
      Perisetum
8       Hibrida       Tegak     parineal     122     majemuk     98       2,8     ada    ada      sejajar
      Perisetum                                                                  tidak
9     Purpureum       Tegak     parineal     188     majemuk     123      4       ada    ada      sejajar
       Braciaria                                                                 tidak
10   Destumbens      berumpun   parineal     58      majemuk     0,7      0,7     ada    ada      sejajar
        Eleusin                                                                  tidak
11      Indica       berumpun   parineal     52      majemuk     0,5      0,5     ada    ada      sejajar
                    Sumber : Laporan Sementara
                2. Pembahasan
                           Rumput termasuk salah satu jenis tumbuhan yang toleran terhadap
                    berbagai lingkungan, termasuk lingkungan yang kering, tandus dan miskin
                    akan unsur hara sehingga banyak digunakan sebagai tanaman pionir dalam
                    rehabilitasi lahan-lahan marginal termasuk lahan terdegradasi bekas
                    penambangan. Rumput dikenal dimasyarakat sebagai tanaman pengendali
                    erosi.Ketersediaan hijauan merupakan masalah dalam peningkatan
                    produksi ternak ruminansia. Sistem intergrasi tanaman-ternak telah
                    dikembangkan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Suatu sistem yang
                    baik harus dapat diterima secara sosial, menguntungkan secara ekonomi,
dan ramah lingkungan. Salah satu intergrasi yang memungkinkan untuk
dikembangkan adalah intergrasi ternak dengan tanaman pisang.
Rumput-rumputan (Graminae) mempunyai klasifikasi sebagai berikut :
Phylum        : Spermatophyta
Sub phylum    : Angiospermae
Classis       : Monocotyledoneae
Ordo          : Glumiflora
Familia       : Graminae
Sub Familia   : Panicoide

a. Crencus Ciliaris




   Gambar 1.1 Crencus Ciliaris
          Rumput Jarum juga dikenali sebagai rempah padang karena
   khasiat perobatannya. Ia biasa dijumpai di kawasan padang yang
   terbuka dan tumbuh dicelah-celah rumput. Ia muadah dikenali melalui
   bunganya yag berwarna kuning terang yang akan muncul di celah-
   celah rumput (Anonimous, 2010).
b. Imperata Cylindiyca




   Gambar 1.2 Imperata Cylindiyca
          Alang-alang atau ilalang ialah sejenis rumput berdaun tajam,
   yang kerap menjadi gulma di lahan pertanian. Rumput ini juga dikenal
   dengan nama-nama daerah seperti alalang, halalang (Min.), lalang
   (Mly., Md., Bl.), eurih (Sd.), rih (Bat.), jih (Gayo), re (Sas.,
   Sumbawa), rii, kii, ki (Flores), rie (Tanimbar), reya (Sulsel), eri, weri,
   weli (Ambon dan Seram), kusu-kusu (Menado, Ternate dan Tidore),
   nguusu (Halmahera), wusu, wutsu (Sumba) dan lain-lain. Nama
   ilmiahnya adalah Imperata cylindrica, dan ditempatkan dalam anak
   suku Panicoideae. Dalam bahasa Inggris dikenal sebagai bladygrass,
   cogongrass, speargrass, silver-spike atau secara umum disebut
   satintail, mengacu pada malai bunganya yang berambut putih halus.
   Orang Belanda menamainya snijgras, karena sisi daunnya yang tajam
   melukai (Anonimous, 2010).
c. Zea Mays




   Gambar 1.3 Zea Mays
          Jagung (Zea mays L.) merupakan salah satu tanaman pangan
   dunia yang terpenting, selain gandum dan padi. Sebagai sumber
   karbohidrat utama di Amerika Tengah dan Selatan, jagung juga
   menjadi alternatif sumber pangan di Amerika Serikat. Penduduk
   beberapa daerah di Indonesia (misalnya di Madura dan Nusa
   Tenggara) juga menggunakan jagung sebagai pangan pokok. Selain
   sebagai sumber karbohidrat, jagung juga ditanam sebagai pakan ternak
   (hijauan maupun tongkolnya), diambil minyaknya (dari biji), dibuat
   tepung (dari biji, dikenal dengan istilah tepung jagung atau maizena),
   dan bahan baku industri (dari tepung biji dan tepung tongkolnya).
   Tongkol jagung kaya akan pentosa, yang dipakai sebagai bahan baku
   pembuatan furfural. Jagung yang telah direkayasa genetika juga
   sekarang ditanam sebagai penghasil bahan farmasi (Anonimous, 2010).
d. Oryza Sativa




   Gambar 1.4 Oryza Sativa
          Padi adalah salah satu tanaman budidaya terpenting dalam
   peradaban. Meskipun terutama mengacu pada jenis tanaman budidaya,
   padi juga digunakan untuk mengacu pada beberapa jenis dari marga
   (genus) yang sama, yang biasa disebut sebagai padi liar. Produksi padi
   dunia menempati urutan ketiga dari semua serealia, setelah jagung dan
   gandum. Namun demikian, padi merupakan sumber karbohidrat utama
   bagi mayoritas penduduk dunia. Tanaman musiman, berakar serabut;
   batang sangat pendek, struktur serupa batang terbentuk dari rangkaian
   pelepah daun yang saling menopang; daun sempurna dengan pelepah
   tegak, daun berbentuk lanset, warna hijau muda hingga hijau tua,
   berurat daun sejajar, tertutupi oleh rambut yang pendek dan jarang;
   bunga tersusun majemuk, tipe malai bercabang, satuan bunga disebut
   floret, yang terletak pada satu spikelet yang duduk pada panikula; buah
   tipe bulir atau kariopsis yang tidak dapat dibedakan mana buah dan
   bijinya, bentuk hampir bulat hingga lonjong, ukuran 3 mm hingga 15
   mm, tertutup oleh palea dan lemma yang dalam bahasa sehari-hari
   disebut sekam, struktur dominan adalah endospermium yang dimakan
   orang (Anonimous, 2010).
e. Branchiaria Rhuziziensis




   Gambar 1.5 Branchiaria Rhuziziensis
          Brachiaria ruziziensis merupakan salah satu spesies rumput
   yang memiliki fungsi ganda yang dapat dipakai sebagai rumput
   potongan maupun pengembalaan, dan sangat disukai oleh ternak
   (palatabilitas tinggi) serta pertumbuhannya cepat, sehingga mampu
   bersaing dengan tanaman lain seperti gulma atau tanaman liar
   disekelilingnya. Disamping itu, tanaman ini tahan terhadap kemarau
   yang sedang, sehingga menjadi salah satu pilihan potensial untuk
   mendukung produksi kambing (Anonimous, 2010).
f. Cynodon Dactylon




   Gambar 1.6 Cynodon Dactylon
            Tanaman tahunan yang berstolon, merumput dengan rimpang
   bawah tanah menembus tanah sampai kedalaman 1 m atau lebih.
   Lamina melancip-memita, berlapis lilin putih keabu-abuan tipis di
   permukaan bawah, gundul atau berambut pada permukaan atas.
   Pelepah daun panjang, halus, berambut atau gundul; ligula tampak
   jelas berupa cincin rambut-rambut putih. Bunga tegak, seperti tandan.
   Bijinya membulat telur, kuning sampai kemerahan (Anonimous,
   2010).
g. Cyperus Ratundus




   Gambar 1.7 Cyperus Ratundus
            Rumput teki ini tumbuh tidak pada tanah yang subur bahkan
   hanya menrmpel pada bebatuan yang cadas. Rumput ini ini banyak
   ditemukan di daerah Gunung Kidul, tapi banyak masyarakat yang
   belum mengetahui khasiatnya (manfaatnya) bagi kita. Padahal
   manfaatnya luar biasa pat menyehatkan anak-anak (Anonimous, 2010).
h. Pennisetum Hibrida
   Gambar 1.8 Pennisetum Hibrida
          Rumput Raja adalah salah satu jenis dari Rumput Gajah
   (Pennisetum purpureum Schumach) yang ada di Indonesia. Rumput ini
   adalah jenis rumput baru yang belum banyak dikenal, yang merupakan
   hasil persilangan antara pennisetum purpereum (rumput gajah) dengan
   pennisetum tydoides. Batang dan daunnya berukuran paling besar
   dibandingkan dengan rumput lainnya, oleh karena itu disebut sebagai
   King Grass. Rumput Raja memiliki batang yang keras dengan daun
   berbulu   kasar   serta    memiliki     bercak   berwarna   hijau   muda.
   Produktivitas Rumput Raja jauh lebih tinggi dari rumput-rumput
   unggulan lainnya, serta mempunyai kandungan zat makanan yang
   cukup bergizi (Anonimous, 2010).
i. Pennisetum Purpureum




   Gambar 1.9 Pennisetum Purpureum
          Rumput Gajah (Pennisctum purpureum) atau disebut juga
   rumput napier, merupakan salah satu jenis hijauan pakan ternak yang
   berkualitas dan disukai ternak. Rumput gajah dapat hidup diberbagai
   tempat (0 – 3000 dpl), tahan lindungan, respon terhadap pemupukan,
   serta menghendaki tingkat kesuburan tanah yang tinggi. Rumput gajah
   tumbuh merumpun dengan perakaran serabut yang kompak dan terus
   menghasilkan      anakan      apabila      dipangkas    secara      teratur
   (Anonimous, 2010).
j. Braciaria Destumbens




   Gambar 1.10 Braciaria Destumbens
          Rumput dapat ditanam di sepanjang dasar dan pinggiran parit
   untuk menguatkan parit dan mencegah tererosinya lereng di atasnya.
   Rumput dapat juga ditanam pada tampingan teras bangku untuk
   mencegah erosi dan memperkuat terasnya. Jarak antara larikan rumput
   ditentukan oleh kemiringan lereng dan perbedaan ketinggian (interval
   tegak). Perbedaan ketinggian antara larikan sebesar 1,25 meter cukup
   memadai, namun apabila diinginkan jumlah yang lebih tinggi, maka
   perbedaan ketinggian harus diperpendek. Larikan rumput harus ditata
   mengikuti kontur. Lebar lahan untuk tiap larikan kira-kira 0,5 meter.
   Untuk menghindari bibit rumput yang baru ditanam hanyut terbawa
   aliran permukaan, maka di sebelah atas larikan perlu dibuat sebuah
   parit kecil yang dalamnya sekitar 15 cm (Anonimous, 2010).
k. Eleusin Indica
         Gambar 1.11 Eleusin Indica
                 Herba rumput belulang [Eleusine indica         (L.) Gaertn]
         merupakan tanaman yang digunakan sebagai obat tradisional yang
         memiliki efek mengobati penyakit batu ginjal. Penelitian mengenai
         kandungan kimia rumput belulang masih terbatas. Tujuan penelitian ini
         adalah untuk mengetahui kandungan kimia herba jukut carulang.
         Simplisia herba rumput belulang diekstraksi secara maserasi
         menggunakan pelarut metanol. Ekstrak metanol difraksinasi dengan
         ekstraksi cair-cair dan kromatografi cair vakum. Pemurnian dilakukan
         dengan menggunakan kromatografi lapis tipis preparatif. Isolat
         dikarakterisasi dengan penampak bercak spesifik, dan spektrofotometri
         ultraviolet-sinar tampak. Simplisia rumput belulang mengandung
         golongan senyawa flavonoid, dan steroid atau triterpenoid. Isolat R
         diperoleh dari ekstrak metanol yang memiliki dua puncak yakni pada
         256 nm dan 372 nm pada spektrofotometri UV. Isolat yang dihasilkan
         diduga merupakan senyawa flavonoid golongan flavonol yang
         memiliki gugus OH pada atom C 3,5, 7, dan 3', 4' atau kuersetin
         (Anonimous, 2010).
             Dalam praktikum identifikasi rumput-rumputan ini, identifikasinya
      meliputi tipe tumbuh, sifat tumbuh, tinggi tanaman, tipe daun, panjang
      daun, lebar daun, leaf blade, leaf sheat dan bentuk daun. Tipe daun
      meliputi majemuk dan tunggal, tipe tumbuh yaitu tegak, merambat dan
      berumpun, bentuk daun ada yang sejajar dan menyirip, sifat tumbuh ada
      yang parenial dan anual.
             Dalam praktikum ini tanaman yang paling tinggi adalah rumput
      gajah dengan 188 cm dan yang paling rendah yaitu rumput grinting dengan
      9 cm. Daun terpanjang dimiliki oleh rumput gajah dengan 123 cm dan
      terpendek 1,5 cm yaitu rumput grinting. Daun yang paling lebar yaitu
      jagung dengan 4,5 cm dan paling sempit yaitu rumput grinting 0,1 cm.
C. Identifikasi Legum
   1. Hasil Pengamatan
     Tabel 3 Jenis-Jenis Legume
                                             Ciri-Ciri Khusus
N      Nama        Tipe     Sifat    Bentu                Tipe
o      Legum       Tumb     Tumb     k         Warna      Bung   Warna      Tipe
                   uh       uh       Daun      Daun       a      Bunga      Daun
     Leucaena
     Leucosepal    pareni                                                   paripine
 1   a             al       tegak    oval      hijau     bola    putih      t
     Leucaena      pareni                                                   paripine
 2   Glauca        al       tegak    oval      hijau     bola    putih      t
     Arachys                menjal                                          paripine
 3   Hipogea       anual    ar       oval      hijau     kupu    kuning     t
     Calopogoni
     um
     Muconoide     pareni   menjal   tidak
 4   s             al       ar       oval      hijau     kupu    ungu       trifoliat
     Mimosa        pareni   menjal                                          paripine
 5   Pudica        al       ar       oval      hijau     bola    pink       t
     Aescomene     pareni   menjal             kemerah                      paripine
 6   Americana     al       ar       oval      an        bola    pink       t
     Centrocema    pareni   menjal   tidak
 7   Pubecens      al       ar       oval      hijau     kupu    ungu       trifoliat
     Sesbonia                                            lonjo   putih/pi   paripine
 8   Grandiflora   anual    tegak    oval      hijau     ng      nk         t
     Artocarpus
     Heterophyl
 9   us            anual    tegak    oval      hijau     bola    hijau      tunggal
                                                                 kuning
   Pithecolbiu                                                   keputih    paripine
10 m Saman         anual    tegak    oval      hijau     bola    an         t
   Gliricidia                        tidak                                  inparipi
11 Sepium          anual    tegak    oval      hijau     kupu    ungu       net
   Manihot                           menja
12 Utilisma        anual    tegak    ri        hijau     kupu    ungu       tunggal
   Ipoema                   menjal   tidak
13 Batatas         anual    ar       oval      hijau     kupu    ungu       tunggal
   Glysine                           tidak
14 Max             anual    tegak    oval      hijau     kupu    kuning     trifoliat
   Vigna                             tidak
15 Sinesis         anual    tegak    oval      hijau     kupu    kuning     trifoliat
   Paceolus                          tidak
16 Radiatus        anual    tegak    oval      hijau     kupu    kuning     trifoliat
Sumber : Laporan Sementara


2. Pembahasan
        Selain untuk konsumsi langsung masyarakat, komoditas kacangan-
kacangan dan umbi-umbian juga sebagai bahan baku berbagai industri baik
industri pangan maupun non pangan. Perkembangan industri pangan dan
makanan ternak di Indonesia membaik, yang ditunjukkan oleh peningkatan
volume dan nilai hasil produksi dari komoditas tersebut. Dalam waktu 10
tahun kedepan, permintaan kedelai terus meningkat, sebaliknya produksinya
cenderung menurun.
        Leguminoceae digunakan sebagai tanaman bahan makanan yang
sebagian besar dimanfaatkan bijinya / polongnya. Tanda yang paling umum
dari tanaman–tanaman yang termasuk ke dalam famili Leguminoceae adalah
akar–akarnya mampu bersimbiosis dengan bakteri Rhizobium yang dapat
mengikat N bebas di udara. Oleh karena itu hanya sedikit pupuk N yang
dibutuhkan pada permulaan tanam. Untuk merangsang awal pertumbuhan
kadang–kadang biji–biji kacang–kacangan diinokulasi dengan Rhizobium
dapat dilakukan untuk mengawali perkembangan yang cepat dari proses
fiksasi nitrogen. (Sutarya, R dan Grubben, G. 1995).
   a. Leucaena Leucosepala




       Gambar 3.1
              Petai cina (Leucaena leucocephala) adalah tumbuhan yang
       memiliki batang pohon keras dan berukuran tidak besar. Daunnya
       majemuk terurai dalam tangkai berbilah ganda. Bunganya yang
       berjambul warna putih sering disebut cengkaruk. Buahnya mirip
       dengan buah petai (Parkia speciosa) tetapi ukurannya jauh lebih kecil
       dan berpenampang lebih tipis. Buah petai cina termasuk buah polong,
   berisi biji-bibji kecil yang jumlahnya cukup banyak. Petai cina oleh
   para petani di pedesaan sering ditanam sebagai tanaman pagar, pupuk
   hijau dan segalanya. Petai cina cocok hidup di dataran rendah sampai
   ketinggian 1500 meter di atas permukaan laut. Petai cina di Indonesia
   hampir musnah setelah terserang hama wereng. Pengembangbiakannya
   selain dengan penyebaran biji yang sudah tua juga dapat dilakukan
   dengan cara stek batang.
b. Leucaena Glauca




   Gambar 3.2
          Lamtoro Gung telah dikenal sejak ribuan tahun yang lalu dalam
   peradaban suku Maya dan Zapotec di Amerika Tengah, kemudian
   disebarkan oleh pelaut Spanyol hingga ke Filipina. Sebagai anggota
   famili Leguminosae daunnya mengandung kadar Nitrogen yang relatif
   tinggi sehingga dapat menyuburkan tanah (sebagai pupuk alamiah).
   Dapat tumbuh di daerah gersang atau daerah kurang subur
c. Arachys Hipogea




   Gambar 3.3
          Kacang tanah (Arachis hypogaea L.) merupakan tanaman
   polong-polongan atau legum dari famili Fabaceae, kedua terpenting
   setelah kedelai di Indonesia. Kacang tanah merupakan sejenis tanaman
   tropika. Ia tumbuh secara perdu setinggi 30 hingga 50 cm (1 hingga
   1½ kaki) dan mengeluarkan daun-daun kecil
d. Calopogonium Muconoides




   Gambar 3.4
          Terna yang tumbuh cepat, dengan menjalar, membelit atau
   melata. Panjang hingga beberapa meter, membentuk sekumpulan daun
   yang tak beraturan dengan ketebalan 30-50 cm, dengan batang padat
   meroma dengan rambut-rambut yang tersebar. Berdaun tiga, panjang
   tangkai daun hingga 16 cm, meroma. Daun berbentuk menjorong,
   membundar telur atau mengetupat-membundar telur dengan ukuran
   (1.5-)4-10(-15) cm x (1-)2-5(-9) cm, bagian lateral menyerong, kedua
   permukaan meroma melekap atau gundul. Bunga tandan lampai,
   panjang hingga 20 cm, panjang tangkai bunga 0-17 cm, meroma,
   bunga dalam fasikulum berjumlah 2-6, berwarna biru atau ungu.
   Polong memita-melonjong, dengan ukuran 2-4 cm x 3.5-5 mm, lurus
   atau melengkung, meroma halus dengan rambut coklat kemerahan
   diantara biji, biji berjumlah 3-8. Biji berbentuk persegi padat dengan
   panjang 2-3 mm, berwarna kekuningan atau coklat kemerahan
e. Mimosa Pudica
   Gambar 3.5
          Putri malu atau Mimosa pudica adalah perdu pendek anggota
   suku polong-polongan yang mudah dikenal karena daun-daunnya yang
   dapat secara cepat menutup/"layu" dengan sendirinya saat disentuh.
   Walaupun sejumlah anggota polong-polongan dapat melakukan hal
   yang sama, putri malu bereaksi lebih cepat daripada jenis lainnya.
   Kelayuan ini bersifat sementara karena setelah beberapa menit
   keadaannya akan pulih seperti semula.
f. Centrocema Pubecens




   Gambar 3.6
          Centrosema pubescens Benth. adalah salah satu jenis tumbuhan
   yang tumbuh dominan di lingkungan pembuangan limbah pengolahan
   emas PETI dan PT. ANTAM di Pongkor, Jawa Barat yang tercemar
   merkuri (Juhaeti et al., 2007). Besar kemungkinan tanaman ini
   berpotensi sebagai tanaman akumulator merkuri untuk membersihkan
   polutan merkuri. Untuk meningkatkan akumulasi Hg oleh tanaman
   beberapa peneliti menambahkan agen pengkelat, salah satunya yaitu
   ammonium thiosulphate [(NH4)2S2O3] (Keith et al., 1997; Baum,
   1999; Nogueira et al., 2003; dalam Febrero et al., 2006). Penelitian ini
   bertujuan    untuk     mengetahui   konsentrasi    penambahan      kelat
   (NH4)2S2O3 yang efektif dalam meningkatkan serapan merkuri pada
   tanaman Centrosema pubescens Benth.. Tanaman Centrosema
   pubescens Benth. ditumbuhkan pada media cair Hoagland yang
   dimasukkan dalam botol (tiap botol diisi dengan satu individu).
   Pemberian perlakuan logam dan aplikasi kelat (NH4)2S2O3 dilakukan
   setelah proses aklimatisasi tanaman terhadap media selama satu
   minggu
g. Sesbonia Grandiflora




   Gambar 3.7
          Turi umumnya ditanam di pekarangan sebagai tanaman hias, di
   tepi jalan sebagai pohon pelindung, atau ditanam sebagai tanaman
   pembatas pekarangan. Tanaman ini dapat ditemukan di bawah 1.200 m
   dpl. Pohon 'kurus' berumur pendek, tinggi 5-12 m, ranting kerapkali
   menggantung. Kulit luar berwarna kelabu hingga kecoklatan, tidak
   rata, dengan alur membujur dan melintang tidak beraturan, lapisan
   gabus mudah terkelupas. Di bagian dalam berair dan sedikit berlendir
h. Artocarpus Heterophylus
   Gambar 3.8
          Pohon nangka umumnya berukuran sedang, sampai sekitar 20
   m tingginya, walaupun ada yang mencapai 30 meter. Batang bulat
   silindris, sampai berdiameter sekitar 1 meter. Tajuknya padat dan
   lebat, melebar dan membulat apabila di tempat terbuka. Seluruh bagian
   tumbuhan mengeluarkan getah putih pekat apabila dilukai.
i. Pithecolbium Saman




   Gambar 3.9
          Pohon, tinggi 10-20m,Tegak, bulat, percabangan srmpodial,
   permukaan beralur, kasar, hitam. Majemuk, menyirip ganda, helai
   daun bentuk bulat memanjang, ujung dan pangkal bulat, tepi rata,
   panjang 2-6 cm, lebar 1-4 cm, permukaan licin, pertulangan menyirip,
   hijau. Majemuk, bentuk payung, di ketlak daun, kelopak bentuk
   tabung, ujung berlekuk lima, benang sari jumlah banyak, mahkota
   berlekatan, bentuk corong, ujung berlekuk lima, merah kekuningan.
j. Gliricidia Sepium
   Gambar 3.10
           Gamal (Gliricidia sepium) adalah nama sejenis perdu dari
   kerabat polong-polongan (suku Fabaceae alias Leguminosae). Sering
   digunakan sebagai pagar hidup atau peneduh, perdu atau pohon kecil
   ini merupakan salah satu jenis leguminosa multiguna yang terpenting
   setelah lamtoro (Leucaena leucocephala). Nama-nama lainnya adalah
   kerside, gliriside (kolokial), sliridia, liriksidia (Jw.); kh’è: no:yz, kh’è:
   fàlangx (Laos (Sino-Tibetan)); bunga Jepun (Mly.); kakawate
   (Filipina); madre de cacao (Portugis); mata raton (Honduras); dan
   gliricidia, Nicaraguan coffee shade.
k. Manihot Utilisma




   Gambar 3.11
           Merupakan umbi atau akar pohon yang panjang dengan fisik
   rata-rata bergaris tengah 2-3 cm dan panjang 50-80 cm, tergantung dari
   jenis singkong yang ditanam. Daging umbinya berwarna putih atau
   kekuning-kuningan. Umbi singkong tidak tahan simpan meskipun
   ditempatkan di lemari pendingin. Gejala kerusakan ditandai dengan
   keluarnya warna biru gelap akibat terbentuknya asam sianida yang
   bersifat racun bagi manusia.
l. Glysine Max




   Gambar 3.12
          Kedelai yang dibudidayakan sebenarnya terdiri dari paling
   tidak dua spesies: Glycine max (disebut kedelai putih, yang bijinya bisa
   berwarna kuning, agak putih, atau hijau) dan Glycine soja (kedelai
   hitam, berbiji hitam). G. max merupakan tanaman asli daerah Asia
   subtropik seperti RRC dan Jepang selatan, sementara G. soja
   merupakan tanaman asli Asia tropis di Asia Tenggara. Tanaman ini
   telah menyebar ke Jepang, Korea, Asia Tenggara dan Indonesia
m. Paceolus Radiatus




   Gambar 3.12
          Kacang hijau adalah sejenis tanaman budidaya dan palawija
   yang dikenal luas di daerah tropika. Tumbuhan yang termasuk suku
   polong-polongan (Fabaceae) ini memiliki banyak manfaat dalam
   kehidupan sehari-hari sebagai sumber bahan pangan berprotein nabati
        tinggi. Kacang hijau di Indonesia menempati urutan ketiga terpenting
        sebagai tanaman pangan legum, setelah kedelai dan kacang tanah
        Pada praktikum identifikasi yang telah dilaksanakan, identifikasi yang
dilakukan meliputi tupe tumbuh, sifat tumbuh, bentuk daun, warna daun, tipe
bunga, warna bunga dan tipe daun. Sifat tumbuh menjalar dimiliki oleh
Mimosa Pudica, Calopogonium Muconoides, Mimosa Pudica, Aescomene
Americana dan Centrocema Pubecens. Dan legume yang lainnya yang
diidentifikasi mempunyai sifat tumbuh tegak. Tipe Daun ada tiga macam yang
teridentifikasi, yaitu paripinet, trifoliate, tunggal dan inparipinet.
        Warna daun umumnya hijau kecuali kacang kupu dan putri tidak malu
yang mempunyai warna kemerahan. Bentuk daun yaitu oval dan tidak oval
tetapi pada manihot utilisma berbentuk menjari. Tipe bunga yang
teridentifikasi yaitu bola, kupu dan lonjong serta tipe daun yang teridentifikasi
yaitu paripinet, tritfoliat, tunggal dan inparipinet.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:860
posted:4/16/2011
language:Indonesian
pages:21