7 tipe gunung berapi by ArifaSharkies

VIEWS: 583 PAGES: 2

									Tipe letusan gunung berapi ternyata ada beberapa macam. Ada beberapa penyebab
letusan gunung berapi sehingga kemudian dikelompokkan menjadi bermacam-
macam tipe, contohnya kekentalan lava yang ada di dalam gunung tersebut,
material-material yang dikeluarkan, maupun tekanan gas saat erupsi terjadi.

Tipe Letusan Gunung Berapi

Berikut ini adalah 7 tipe letusan gunung berapi yang patut untuk Anda ketahui :

 A. Tipe Hawaii
    Seperti namanya, gunung yang memiliki tipe ini adalah gunung-gunung di Hawaii,
    misalnya Gunung Kilauea, Maona Kea, dan juga Gunung Moana Loa.
    Letusan tipe Hawaii adalah gunung berapi yang meletus dan mengeluarkan lava
    secara merata atau mengalir ke semua arah. Hal ini disebabkan karena lava gunung
    sangat cair, sehingga ketika dimuntahkan, lavanya seperti tumpah kemana-mana, mirip
    air yang meluber dari sebuah gelas yang sudah penuh.

 B. Tipe Stromboli
      Tipe letusan gunung berapi yang satu ini mungkin agak menyeramkan, karena
      gunung bertipe ini biasanya selalu meletus dengan interval letusan yang cukup
      dekat. Gunung berapi Stromboli sendiri berada di wilayah Italia, kerap mengeluarkan
      lava panas yang membuat para wisatawan selalu ingin melihatnya.
      Bahkan, ada yang menyebutkan bahwa gunung ini selalu meletus setiap sekitar 12
      menit, mengeluarkan lava dan berbagai material vulkanik.

 C. Tipe Merapi

    Seperti namanya, tipe letusan gunung berapi ini mengambil contoh dari Gunung
    Merapi yang ada di perbatasan wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah.
    Lava dari tipe gunung ini sangat kental dan bisa menyumbat mulut kawah itu sendiri.
    Karena tersumbat, tekanan dari dalam gunung terus meningkat dan mampu memecah
    sumbatan lava. Akhirnya keluarlah lahar dingin yang mengalir disertai awan panas
    yang sering disebut “wedhus gembel” oleh penduduk setempat.

 D. Tipe Vulkano
    Gunung dengan tipe ini, ketika meletus akan mengeluarkan berbagai material padat
    maupun cair atau yang biasa disebut lava. Biasanya tipe letusan ini memiliki kekuatan
    erupsi yang besar/tinggi dan dapur magma dalam gunung yang cukup
    dalam.Contohnya adalah Gunung Semeru di Jawa Timur atau Gunung Etna di Italia.

 E. Tipe Pelee
    Tipe letusan gunung berapi ini hampir sama dengan tipe Merapi, yaitu terjadi
    penyumbatan kawah karena lava yang padat atau sangat kental. Akhirnya terjadi
    letusan-letusan kecil beruntun, lalu kemudian mengeluarkan lava yang berpijar seperti
    air mancur karena kawah masih tersumbat.
F. Tipe Perret/Plinian
   Gunung tipe ini akan meletus dan memuntahkan material sampai setinggi kira-kira 80
   kilometer. Karena letusannya yang sangat dahsyat, puncak gunung seolah hancur dan
   kawah menjadi lebih rendah. Contoh dari gunung tipe perret adalah Gunung Krakatau.

G. Tipe Sint Vincent
   Contoh dari gunung tipe ini selain Gunung Sint Vincent adalah Gunung Kelud yang
   meletus tahun 1919. Kawah yang memiliki danau dan kemudian meletus, akan
   mengakibatkan danau kawah berubah menjadi lahar panas yang akan ikut meluber
   dan menyerang daerah di sekitar gunung tersebut.

								
To top