Docstoc

Mainboard

Document Sample
Mainboard Powered By Docstoc
					Mainboard




                              Mainboard atau sering juga disebut motherboard merupakan inti
dari sebuah sistem komputer, karena semua perangkat keras (hardware) penyusun sebuah
komputer akan terhubung dengannya. Secara umum bentuk fisik sebuah mainboard terlihat pada
gambar di samping.

Meskipun bentuk fisik setiap mainboard hampir sama namun sebenarnya masing-masing
mainboard mempunyai fitur dan performa yang berbeda-beda. Beberapa hal yang menunjukkan
persamaan maupun perbedaan tersebut antara lain adalah : Soket Dudukan Prosesor, Slot
Memori RAM, Slot VGA Card, Chip BIOS, Konektor Back Panel dan lain-lain.

Soket Dudukan Prosesor menunjukkan bahwa sebuah mainboard diciptakan khusus untuk
prosesor tertentu, misalnya Intel soket 478, Intel LGA 775, AMD soket A, atau AMD soket
AM2. Keempat prosesor yang disebut diatas memerlukan mainboard dengan 'soket dudukan
prosesor' yang berbeda pula.

Dalam sebuah mainboard terdapat bagian-bagian yang perlu diketahui apabila kita hendak
merakit sebuah komputer, diantara sekian banyak bagian tersebut ada beberapa yang memegang
peranan penting antara lain :

1. Soket Dudukan Prosesor
Pastikan bahwa mainboard yang kita beli support dengan prosesor yang kita inginkan. Contoh
soket dudukan prosesor terlihat pada gambar di bawah ini.




2. Slot Memori RAM
Karena jenis dan tipe RAM yang berbeda-beda, perhatikan pula tipe slot memori RAM yang ada
pada mainboard. Contoh gambarnya adalah sebagai berikut.




3. Port Paralel/Serial ATA
Ini berfungsi untuk menghubungkan Hard Disk atau CD/DVD Drive dengan mainboard. Paralel
dan Serial adalah jenis interface dari hard disk ato cd/dvd drive tersebut. Contoh masing-masing
port terlihat pada gambar berikut.

Port Paralel




Port Serial




0 komentar
Label: Hardware, Pemula
Posts Relacionados

Prosesor Berbasis AMD


     Dari segi popularitas AMD memang masih kalah dari Intel, namun Anda pasti sepakat
bahwa popularitas tidak selalu menunjukkan performa. Ada beberapa anggapan mengenai
prosesor yang sebenarnya keliru namun sampai saat ini masih berkembang di masyarakat,
terutama bagi mereka yang awam di dunia komputer. Menurut pandangan mereka, prosesor
AMD merupakan produk yang kemampuannya lebih rendah dari Intel. Untuk itulah disini saya
coba perkenalkan beberapa jenis prosesor berbasis AMD yang saat ini masih digunakan oleh
user dan masih bisa didapatkan di beberapa toko komputer. Hal ini saya lakukan semata-mata
hanya sebagai pembanding bagi user dalam memilih prosesor, tanpa bermaksud untuk
mempromosikan salah satu merk atau jenis prosesor tertentu.

Berbeda dengan Intel yang digunakan hampir oleh seluruh masyarakat baik itu yang mengerti
komputer atau mereka yang awam, AMD pada umumnya hanya dipilih oleh mereka yang tahu
saja. AMD dipilih selain karena harganya yang hampir selalu lebih murah dari Intel untuk kelas
yang setara, namun juga karena performanya yang ternyata tidak kalah dari pesaingnya itu.
Sebagai contoh, dalam sebuah pengujian yang dilakukan oleh para analis independen antara
prosesor AMD Athlon 64 X2 dengan Intel Pentium XE yang sama-sama memliki dual core
menunjukkan bahwa performa AMD lebih unggul dibandingkan dengan Intel. Fitur-fitur yang
dimiliki oleh AMD pun relatif sama dengan intel hanya berbeda istilahnya saja. Beberapa varian
prosesor AMD yang ada antara lain adalah Athlon XP, Sempron, Athlon 64, Athlon 64 FX,
Athlon 64 X2.

0 komentar
Label: Hardware
Posts Relacionados

Prosesor Berbasis Intel

     Jajaran prosesor berbasis intel mempunyai sejarah yang panjang, mulai dari keluarga 4004
di akhir tahun 1971 hingga 80886 yang rilis tahun 2003, bahkan pada saat ini intel sedang
berencana untuk mengembangkan prosesor 80986 yang mempunyai clock frekuensi hingga 24
GHz. Berikut ini akan dipaparkan mengenai perkembangan prosesor intel tersebut, namun
karena banyaknya varian yang ada, tidak semua varian dibahas disini.

Prosesor 4004 pada awalnya dibuat dengan tujuan untuk digunakan sebagai otak sebuah
kalkulator, namun ternyata prosesor ini jauh lebih lebih hebat dari perkiraan semula, sehingga
intel tertarik untuk membeli hak patennya untuk perkembangan dan penelitian lebih lanjut. Dari
penelitian inilah lahirnya embrio sebuah prosesor yang digunakan untuk komputer, yaitu 8008
pada tahun 1972 dan 8080 pada tahun 1974. Berbeda dengan 4004 yang bekerja pada 4 bit, 8008
dan 8080 merupakan prosesor 8 bit. Selang empat tahun kemudian, yaitu tahun 1978 muncul
prosesor 8086 dan 8088 yang merupakan otak komputer IBM dan bekerja pada sistem 16 bit.

Selanjutnya berturut-turut adalah prosesor generasi 80286 (tahun 1982), 80386 (tahun 1985) dan
80486 (tahun 1989). Prosesor-prosesor ini telah mempunyai kemampuan yang jauh lebih cepat
dibanding pendahulunya. Selain itu mulai generasi 80386 setiap prosesor sudah mempunyai
kemampuan multi-tasking, yaitu kemampuan membaca lebih dari satu program secara
bersamaan. Sedangkan pada prosesor 80486 sudah mengintegrasikan math coprocessor secara
built-in, yang akan menjadikan proses penghitungan menjadi lebih cepat. Pada generasi ini,
bentuk fisik sebuah prosesor sudah seperti sekarang ini yaitu berbentuk persegi panjang dengan
kaki-kaki pin, dimana jumlahnya pin-nya berbeda-beda tergantung pada jenis prosesornya.
Generasi berikutnya adalah prosesor yang lebih dikenal dengan nama pentium, yaitu prosesor
80586 hingga 80886. Setiap perkembangan teknologi pada generasi ini, Intel lebih memilih
menggunakan nama merk dagang yang berbeda-beda, misalnya Pentium Pro, Pentium II,
Pentium III, Celeron, Pentium 4 dan lain-lain. Sejak Pentium 4 ini, Intel lebih banyak
memperkenalkan produknya dengan nama-nama yang berkaitan teknologi yang diusungnya
seperti Pentium 4 HT, Pentium XE, Pentium Dual Core, serta Pentium Core 2 Duo.

0 komentar
Label: Hardware
Posts Relacionados

Prosesor

Banyak yang menyebut bahwa prosesor adalah otaknya komputer. Hal ini wajar saja
karena prosesor inilah yang menjadi pusat pemrosesan kerja sebuah komputer, oleh
sebab itulah prosesor dikenal juga sebagai Central Processing Unit (CPU). Selain itu,
karena bentuknya yang relatif kecil, sebuah prosesor juga dikenal dengan sebutan
mikroprosesor. Prosesor ini merupakan komponen utama yang harus terdapat pada
setiap komputer. Fungsi utama prosesor adalah melakukan setiap perhitungan dan
pengolahan data komputer, dimana dalam sebuah prosesor terdiri dari dua komponen
utama yaitu Control Unit (CU) dan Arithmatics Logic Unit (ALU).

Bentuk fisik mikroprosesor adalah sebuah lempengan silikon dengan sejumlah
transistor didalamnya yang biasa disebut dengan Integrated Circuit (IC). Seiring dengan
perkembangan teknologi, saat ini dalam sebuah mikroprosesor dapat menampung
hingga ratusan juta transistor. Hal inilah yang kemudian membuat ukuran komputer
menjadi lebih kecil dan efisien, yang tentunya dapat menekan harga jual sebuah
komputer. Terdapat beberapa vendor pembuat mikroprosesor, diantaranya adalah Intel,
AMD, IBM, Apple, Cyric, Sun dan lain-lain.

Ada beberapa istilah dalam prosesor yang mungkin perlu kita ketahui, diantaranya
adalah:
Soket : menunjukkan jenis dan jumlah kaki-kaki pin prosesor. PGA atau Pin Grid Array
adalah salah satu jenis teknologi yang digunakan intel untuk menentukan jumlah pin
tersebut. Pada PGA jumlah kaki-kaki pin yang ada pada prosesor adalah 478 pin.
Selain PGA, terdapat pula teknologi LGA atau Land Grid Array yang banyak digunakan
untuk prosesor-prosesor buatan intel saat ini. Prosesor dengan soket LGA ini tidak
mempunyai kaki-kaki pin, karena kaki-kaki pin justru terletak pada soket prosesor di
mainboard. Jadi pada prosesor ini terdapat lubang-lubang pin yang menjadi tempat
kaki-kaki pin yang ada pada mainboard. Jika pada jenis PGA jumlah pin-nya adalah
478, maka pada LGA ini jumlah pin-nya adalah 775 dan sering dituliskan dengan LGA
775. Sementara pada prosesor berbasis AMD dikenal dengan soket A (462 pin) dan
soket AM2 (940 pin).
Clock Frekuensi : menunjukkan kecepatan perhitungan yang dapat dikerjakan oleh
sebuah prosesor, sehingga pada kelas yang sama semakin tinggi clock frekuensi akan
semakin cepat pula kerja prosesor tersebut. Akan tetapi kecepatan perhitungan ini tidak
hanya ditentukan oleh clock frekuensi saja, melainkan ada faktor-faktor lain yang dapat
memungkinkan kerja prosesor semakin cepat. Diantara faktor-faktor tersebut antara lain
adalah Front Side Bus (FSB) dan jumlah instruksi per detik. Jumlah instruksi per detik
biasanya dinyatakan dalam satuan MIPS yaitu Millions of Instructions Per Second.


Front Side Bus (FSB) : menunjukkan besarnya saluran pengiriman data dari prosesor
ke chipset atau sebaliknya, sehingga semakin besar FSB semakin banyak pula data
yang dapat terkirim pada saat yang sama. Hal ini tentunya dapat mempercepat proses
kerja prosesor secara keseluruhan. FSB ini kadang diumpamakan seperti jalan raya,
semakin lebar jalan raya semakin banyak pula kendaraan yang dapat melewatinya
pada saat yang bersamaan, akibatnya lalu lintas pun akan berjalan lancar.

Arsitektur : menunjukkan teknologi pembuatan prosesor yang berkaitan dengan jumlah
transistor dalam sebuah keping prosesor, sehingga arsitektur ini kadang disebut juga
sebagai teknologi proses. Angka 130 dan 180 menunjukkan jarak antar transistor,
sehingga semakin kecil nilainya berarti semakin banyak jumlah transistor yang
terkandung didalamnya. Semakin kecil arsitektur pembuatannya, semakin canggih
prosesor tersebut. Satuan arsitektur ini adalah nanometer (nm), dimana 1 nm = 10 -9 m

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:247
posted:4/15/2011
language:Indonesian
pages:5