Docstoc

KARENA AKHLAK MULIA UMUR BISA PANJANG

Document Sample
KARENA AKHLAK MULIA UMUR BISA PANJANG Powered By Docstoc
					       KARENA AKHLAK MULIA UMUR PANJANG

Lagi-lagi umur panjang. Mendengar kalimat umur panjang,
sepertinya itu hanya wacana saja dan mungkin sebagian
orang menganggap itu bohong karena, umur, jodoh, dan rezki
itu semua sudah ditentukan oleh Allah SWT. Anggapan
sebagian orang itu benar, umur, rezki dan jodoh itu sudah
ditetapkan oleh Allah SWT. tetapi tahukah anda?:

Berapa lama jumlah umur anda yang telah ditetapkan oleh
Allah? Berapa banyak rezki anda yang telah ditentukan oleh
Allah? Siapakah yang akan menjadi jodoh anda sebelum anda
menikah? Jawabya adalah tak seorang-pun yang dapat
mengetahui dengan pasti semua hal tersebut.

Umur, Rezki dan Jodoh adalah rahasia Allah SWT. yang
hanya dapat diprediksi oleh manusia tetapi tidak dapat
ditetapkan kepastiannya, namun dapat diketahuai setelah itu
terjadi. Oleh karenanya perlu adanya ikhtiar yang sunggu-
sunggu secara terus-menerus untuk mendapatkan hal
tersebut.

Berikut ini adalah beberapa cara yang dapat memanjangkan
umur dengan akhlak yang utama. Nabi saw. Memberikan
gambaran tentang hal yang mungkin memanjangkan umur,
lewat kebaikan dan kebajikan yang berkisar pada cara bergaul
dengan sesama manusia yaitu:

1. Silaturrahim


                                                         31
Dari Abu Hurairah ra. dia berkata, “Aku pernah mendengar
Rasulullah Sallallahu Alahi Wasallam bersabda, ”Barangsiapa
suka dilapangkan rezkinya dan ditangguhkan ajalnya (panjang
umurnya), maka hendaklah ia menyambung tali persaudaraan”
(Diriwayatkan al-Bukhari dan Muslim).

Mengapa silaturrahim dapat memanjangkan umur? Logikanya
adalah karena silaturrahim adalah akhlak baik yang dapat
mencegah timbulnya niat jahat pada seseorang yang mau
mencelakai anda sehingga terbebas dari kejahatan yang
mungkin saja dapat membunuh anda.

2. Sifat Lemah Lembut (Akhlak Baik)

Dari Aisya ra. sesungguhnya Nabi SAW. bersabda kepadanya,
yang artinya, “Bahwa siapa yang diberi sifat lemah lembut,
maka bagiannya dari dunia dan akhirat telah diberikan
kepadanya. Dan silaturrahim, akhlak yang baik serta berbuat
baik pada tetangga bisa meramaikan perkampungan dan
memanjangkan umur” (Diriwayatkan oleh Ahmad dan
Baihaqy).

Akhlak yang baik merupakan sifat yang menyeluruh, sifat
tersebut membersihkan seseorang dari bencana lidah, mata,
pikiran, hati tangan dan kaki yang mengangkatnya kederajat
yang lebih tinggi di sisi pencipta-Nya dan di kalangan manusia.

Al-Wasity bekata, “Tidak memusuhi dan tidak dimusuhi
seseorang karena kekerasan, membuat orang lain ridha baik
takkala suka maupun duka.”

                                                            32
Sifat lemah lembut adalah merupakan akhlak yang baik,
olehnya itu sifat tersebut dapat melahirkan perilaku terpuji dan
terpandang di depan masyarakat lebih-lebih lagi di hadapan
Allah SWT. Makanya perbaiki sifat dan akhlak anda,
tinggalkan segala macam prilaku yang tercela dan tumbuhkan
serta tingkatkan sifat dan prilaku yang terpuji baik di depan
masyarakat lebih lagi di hadapan Allah SWT.

3. Berbuat Baik pada Tetangga

Berbuat baik pada tetangga termasuk akhlak terpuji dan bisa
memanjangkan umur. Hal ini sesuai dengan pernyataan
Rasulullah SAW. dari Aisya ra. yang artinya, “Silaturrrahim,
akhlak yang baik dan berbuat baik kepada tetangga
meramaikan perkampungan dapat menambah umur.”

Ada pepatah mengatakan bahwa “keluarga yang paling dekat
adalah tetangga”, pepatah tersebut dapat dipahami bahwa
tetangga adalah bagian dari pada keluarga kita yang siap
membantu, membela dan menjaga kita dari kejahatan orang
lain. Oleh sebab itu jadikanlah tetangga sebai bagian dari
keluarga anda, jangan dianggap tetangga sebai musuh.

Selain daripada tiga hal yang dapat memanjangkan umur
seperti yang di gambarkan oleh Rasulullah di atas, masih
banyak amalan-amalan yang besar kemungkinan bisa
memanjangkan umur diantaranya yaitu:

1. Melakukan Amalan yang Berlipat Ganda Pahalanya

                                                             33
Bagaimanakah maksud perkataan tersebut di atas? Bisakah
amalan-amalan baik memanjangkan umur kita?. Secara logika
sulit di terima tanpa mencermati, tetapi mari kita lihat dan
perhatikan baik-baik maksud perkataan di atas contoh:
Ada dua orang yang bekerja di sebuah perusahaan yang
sama, gajinya sama senilainya, anggap saja si A denga si B.
Si A bekerja dari pagi sampai sore berarti dia memperoleh gaji
tetap setiap bulan, si B bekerja dari pagi hingga malam berarti
dia memperoleh gaji tambahan, pada akhir bulan masing-
masing terima gaji, siapakah yang lebih banyak diterima?
Jawabnya adalah si B karena dia kerja lembur.
Sekarang coba bandingkan orang yang taat beribadah, banyak
berbuat baik dan membantu orang lain, dengan orang yang
tidak taat beribadah dan kurang baik dengan orang lain.
Siapakah kira-kira yang lebih banyak pahala kebaikannya?
Siapakah yang akan mendapat bantuan pertolongan dari
Allah, dan bantuan dari orang lain? Jawabya adalah orang
yang banyak beribadah, orang yang banyak membantu
tetangga dan banyak membantu orang lain. Nah timbul
pertanyaan, apakah dengan banyak amalan shaleh,
membantu tetangga / orang lain dapat memanjangkan umur?
Jawabnya adalah ya, sesuai dengan hadits Nabi di atas.

Ada beberapa Amalan-Amalan Soleh yang                    dapat
memanjangka Umur yaitu:
1. Memperbanyak shalat baik wajib maupun sunnah
2. Haji dan Umrah
3. Mua‟adzin/ mengikuti ucapan mu‟adzin
4. Shalat pada lailatul qadar

                                                            34
5. Berjuang ke jalan Allah
6. Memperbanyak amalan pada sepuluh hari pertama dzul-
   hijjah
7. Membaca Al-Qur‟an secara berulang-ulang
8. Dzikir berulang kali sepanjang hayat kapan dan
   dimanapun
9. Membantu Kebutuhan Sesama

Penjelasan.

Shalat, Haji dan Umrah, Adzan, Shalat lailatul Qadar, berjuang
ke jalan Allah, membaca Al-Qur‟an, Dzikir sepanjang masa
dan Membantu Orang lain, sama sekali tidak dapat
memanjangkan umur anda, tetapi dengan Shalat, anda akan
mendapatka nilai pahala yang tidak bisa dihitung dengan
materi, dengan Umrah dan Haji nilai pahala anda semakin
banyak, dengan Muadzin mengajak orang shalat anda akan
memperoleh pahala kebaikan, dengan Shalat lailatul Qadar
anda akan mendapatkan kemuliaan di sisi Allah, dengan
berjuang mengajarkan agama Allah anda akan memperoleh
pahala yang tiada putus-putusnya, dengan berpusa pada
sepuluh awal/akhir Dzul-Hijjah dosa-dosa anda akan diampuni
setahun yang lalu dan setahun yang akan datang, dengan
membaca Al-Qur‟an anda akan mendapatkan pahala yang
belipat ganda, dengan membantu sesama anda akan dibantu
oleh Allah, dengan Dzikir dan Do‟a anda akan diterima
permintaannya oleh Allah SWT. Kalau begitu adanya, berati
anda bisa minta umur yang panjang karena Allah memerima
permintaan anda, niscaya Allah akan mengabulkan da‟o


                                                           35
orang-orang yang istiqamah dalam menjalankan aturan Allah
dan rasul-Nya.

Anda sudah paham dengan adanya penjelasan ini?, Masuk
akal-kah kalau dikatakan perbuatan baik dapat memanjangkan
umur?, Siapakah yag dapat mengubah kehendak Allah?,
Semuanya dapat berubah sesuai dengan kehendak-Nya,
namun itu Adalah rahasia Allah.

2. Melakukan Pahala yang Berkembang Hingga Meninggal

Dari Salman ra. sesungguhnya Nabi SAW. bersabda, yang
artinya. “Barangsiapa yang bersiap-siaga menghadapi musuh
selama sehari semalam fisabilillah, maka dia mendapat pahala
seperti pahala puasa selama sebulan dan shalat malamnya,
dan barangsiapa meninggal dalam keadaan bersiap-siaga,
maka pahala amalnya akan mengalir kepadanya, begitu pula
rezkinya dan dia aman dari fitnah.” (Diriwayatkan Muslim, An-
Nasa‟i dan Al-Hakim).

Dari Fadhalah bin Ubaid ra. dari Rasulullah SAW. beliau
bersabda yang artinya, “Setiap orang meninggal menutup
amalnya kecuali orang yang meninggal karena bersiap-siaga fi
sabilillah. Sesungguhnya amalnya dikembangkan bagi dirinya
hingga hari kiamat dan dia aman dari fitnah (siksa kubur).”
(diriwayatkan abu Daud dan at-Tarmidzi).

Apa maksud, „Bersiap-siaga menghadapi kematian‟? Apakah
mempersiap bekal seperti orang yang mau berangkat ke suatu
tempat yang jauh dari tempat tinggal keluarga, atau

                                                          36
mempersiapkan diri dengan memperbanyak uang, pakaian
yang akan dipakai untuk memenuhi kebutuhan hidup pada
suatu tempat yang akan kita kunjungi?, Jawabnya adalah
bukan seperti itu, tetapi mempersiapkan diri menghadapi
kematian dengan memperbanyak amal kebaikan, seperti:
shalat, puasa, shadaqah, mengaji, membantu sesama,
menuntut ilmu dan mengajarkannya dll.

Oleh karena itu, bekal yang paling harus dipersiapkan untuk
menghadapi kematian adalah: ilmu yang bermanfaat yang
pernah diajarkan kepada orang lain, shadaqah jariyah yang
pernah disumbangkan kepada tempat-tempat ibadah, jalanan,
jembatan, sumur umum dan sebagainya, anak shaleh yang
selalu mendo‟akan orang , keluarga dan sesama orang
muslim.

Anak shaleh anak adalah dambaan semua orang tua, saya
yakin bahwa tak ada satu-pun orang tua di dunia ini yang tidak
ingin anakny amenjadi baik, apalagi shaleh kecuali orang tua
gila. Namun persoalannya adalah, maukah semua orang tua
membina, membentuk sifa dan perilaku anaknya menjadi
pribadi yang baik/islami?. Mungkin mereka mau membina
anak-anak mereka, tetapi hanya sebatas memenuhi kewajiban
saja sebai orang tua, tetapi bukan sebagai pemimpin yang
patuh diteladani. Realita seperti ini banyak kita jumpai dalam
kehidupan sehari-hari, entah itu keluarga, teman, tetangga
atau-pun orang jauh dari kita yang belum kita kenal.

Rasulullah mengatakan dalam sebuah haditsnya yang
diriwayatkan oleh, Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi, Nasa‟i dan

                                                           37
Ahmad yang artinya, “Apabila seorang manusia meninggal
maka putuslah amalnya, kecuali tiga hal: Sedekah jariyah, ilmu
yang bermanfaat dan anak shalih yang mendo‟akan orang
tuanya.”

Mari kita bahas satu-persatu hadits Rasulullah di atas.

a. Shadaqah Jariyah

    Shadaqah jariyah yang terus berputar, berkelanjutan, dan
    berkesinambungan, seperti segala bentuk tindakan yang
    membuka pintu kebaikan. Amal jariyah adalah amal yang
    pernah dilakukan semasa hidup anda, lalu manfaatnya
    terus mengalir setelah anda meninggal. Amal jariyah itu
    bermacam-macam seperti membangun tempat ibadah,
    membangun panti asuhan, menanam pohon, membangun
    rumah sakit, membuat sumur umum dan semacamnya.

    Abu Huraira ra. meriwayatkan, sesungguhnya Rasulullah
    SAW. Bersabda yang artinya, “ Sesungguhnya diantara
    amal dan kebaikan-kebaikan orang mu‟min yang
    mengikutinya setelah dia meninggal adalah ilmu yang
    pernah diajarkan dan disebarkannya, anak shaleh yang
    ditinggalkannya, mushhaf yang diwariskannya, masjid
    yang dibangunnya, rumah yang dibangun bagi ibnu sabil,
    sungai yang dialirkannya, atau shadaqah yang dikeluarkan
    dari hartanya takkala dia sehat dan masih hidup, yang
    akan menyusulnya setela dia meninggal dunia.” (dari ibnu
    Majah, al-Baihaqy dan ibnu Khuzaimah).


                                                           38
b. Anak Shaleh

   Wahai saudara-saudaraku seiman dan sepenanggungan,
   anak adalah amanah yang ditipkan Allah SWT. kepada
   kita yang harus dipertanggung jawabkan di hadapan-Nnya
   nanti, oleh karena itu peliharalah, didiklah baik-baik,
   tumbuhkan kembangkan mereka dengan akhlaqul qarimah
   semoga mereka menjadi anak-anak shaleh mudah-
   mudahan mereka dapat menolong kita dengan do‟anya.

   Ketahuilah bahwa satu-satunya orang yang dapat
   menyambung kebaikan anda ketika sudah terbujur di
   dalam kubur adalah, anak anda yang shaleh. Dialah satu-
   satunya orang yang akan mendo‟akan anda secara terus-
   menerus dengan penuh keikhlasan. Ketahui dan ingatlah
   bahwa anak anda yang shaleh penyambung tali
   silaturrahim anda dan kenangan kebaikan anda. insya‟
   Allah kebaikan-kebaikan anda tidak akan terputus dengan
   keberadaan anak yang shaleh, sekalipun anda sudah
   meninggal dunia. Hal ini dibenarkan sabda Nabi SAW. di
   bawah ini.

   Artinya, “Jika anak adam mati, maka teputuslah amalnya
   kecuali tiga perkara, yaitu shadaqah jariyah, ilmu yang
   bermanfaat, dan anak shaleh yang mendo‟akannya.”
   (diriwayatkan Muslim, Abu daud, At-Tirmidzy dan An-
   Nasa‟y).

c. Pengajaran


                                                       39
Mengajarkan ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi
orang lain dapat memanjangkan umur. Hal ini bisa
dibedakan menjadi dua macam yaitu :

* Menyebarkan Ilmu dan Membukukannya.

 Diantara jenis-jenis ibadah yang baik dan
 memungkinkan bisa mendekatkan diri kepada Allah
 SWT. setelah ibadah-ibadah yang wajib, adalah
 mengajarkan agama Allah. Oleh karena itu islam
 memerintahkan menyebarkan ilmu, dan mengancam
 orang yang menyembunyikan dengan belenggu api
 neraka pada hari kiamat. Maka dari itu, para ulama sejak
 zaman dahulu selalu berkeinginan mengajarkan ilmu
 agama kepada manusia serta membukukan ilmu yang
 mereka pelajari, agar menjadi simpanan bagi generasi
 berikutnya. Hal ini dimaksudkan agar mereka
 memperoleh kelanggengan pahala dari Allah SWT.

 Dari Abu Hurairah ra. dari Rasulullah SAW. bersabda
 yang artinya, “Jika anak adam meninggal, maka
 terputuslah amalannya kecuali tiga perkara, yaitu
 shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak
 shaleh yang mendo‟akannya.” ( diriwayatkan Muslim.
 Abu Daud, At-Tirmidzy dan An-Nasa‟y).

 Sangat jelas pernyataan hadits Rasulullah di atas,
 bahwa amalan-amalan yang akan terus mengalir
 pahalahnya, adalah Shadaqah Jariyah, Ilmu yang
 bemanfaat yang pernah diajarkan kepada orang lain dan

                                                      40
     Anak Shalah yang selalu mendo‟akan orang tuanya.
     Yang kami tekankan di sini adalah ilmu yang
     bermanfaat. Oleh karena itu, wahai saudara-saudaraku
     yang seiman dan sejawab ajarkanlah ilmu yang
     bermanfaat yang anda miliki kepada anak-anak anda,
     saudara, keluarga, teman- teman, tetangga, kenalan
     anda kapan dan dimana-pun berada, karena dengan
     mengajarka ilmu yang bermanfaat kepada orang lain,
     berarti anda telah menyampaikan pesan Rasulullah,
     seperti berikut ini, “ Balligu annii walau ayat,” artinya “
     Sampaikanlah kebaikan dari-ku walaupun itu hanya satu
     ayat.”

   * Berdakwa ke Jalan Allah

     Banyak cara menyebarkan agama Allah, diantaranya
     adalah berdakwa, baik berdakwa dengan melalui
     mimbar/perum, berdakwa melalui tulisan, atau-pun
     berdakwa secara langsung lewat kemunikasi antara
     sesama manusia yang dijumpai.

     Allah SWT. berfirman rtinya, ”Siapakah yang lebih baik
     perkataanya daripada orang yang menyeru kepada
     Allah, mengerjakan amal shaleh dan berkata,
     „Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang
     berserah diri?” (QS. Fushshilat: 33).

Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka dia
akan memperoleh pahala seperti yang diperoleh orang yang
mengerjakannya. Jika anda menunjukkan seseorang kepada

                                                             41
jalan Allah, kemudian dia istiqamah maka anda akan
mendapatkan pahala kebaikannya, shalatnya, tasbinya dan
semua amal shalihnya, dan pahalanya tidak berkurang sedikit-
pun. Dan jika orang yang anda beri petunjuk itu juga menyeru
kepada orang lain untuk melakukan suatu kebaikan dan orang
tersebut melakukan seruan tersebut, maka anda akan
mendapatkan juga suatu kebaikan seperti yang dilakukan
orang tersebut meskipun anda sudah meninggal dunia.
Dengan demikiaan anda akan memperoleh pahala terus
mengalir dari sekian banyak orang yang pernah kamu ajarkan
ilmu kebaikan.

Dari Abu Hurairah ra. sesungguhnya Rasulullah SAW.
bersabda, artinya, “Barangsiapa menyeru kepada suatu
petunjuk, maka dia akan memperoleh pahala seperti pahala-
pahala orang yang mengikutinya, yang pahala-pahala mereka
tidak dikurangi sedikit-pun, dan barangsiapa menyeru kepada
kesesatan, maka dia mendapat dosa seperti dosa orang yang
mengikutinya, yang dosa-dosa mereka tidak dikurangi sedikit-
pun.” (HR. Muslim, Abu Daud dan At-Tirmidzy).

Perlu anda ketahui bahwa, jika anda menyeru orang lain
kepada allah, maka itu merupakan umur tambahan bagimu.
Jika anda mangajari seseorang agar umur produktifnya
bertambah menjadi beribu-ribun tahun maka anda juga akan
memperoleh pahala seperti pahala yang diperoleh orang itu.
Jika anda mengajarkan kebaikan kepada seratus orang, maka
anda akan mendapatkan pahala dari seratus orang tersebut.
Oleh karena itu ajarkanlah ilmu Allah kepada orang banyak


                                                         42
terus-menerus, sehingga pahala yang anda peroleh sama saja
dengan anda berumur seribu tahun dan bahkan lebih daripada




                                                       43

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags: BUKU, MOTIVASI
Stats:
views:169
posted:4/13/2011
language:Indonesian
pages:13
Description: Dari Abu Hurairah ra. dia berkata, “Aku pernah mendengar Rasulullah Sallallahu Alahi Wasallam bersabda, ”Barangsiapa suka dilapangkan rezkinya dan ditangguhkan ajalnya (panjang umurnya), maka hendaklah ia menyambung tali persaudaraan” (Diriwayatkan al-Bukhari dan Muslim).
sahabuddin,s.pd.i budi79budi sahabuddin,s.pd.i budi79budi arrahma www.arrahma@yahoo.com
About hidup adalah ujian yang merupakan amanah yang harus dijaga dan dipergunakan dengan sebaik-baiknya dan semaksimal mungkin sebelum kembali kehadirat sang pencipta. saya hanyalah seorang manusia biasa yang tak punya kelebihan apa-apa dan tak dari salah dan dosa, namun saya bertekad untuk menjadi orang yang banyak bermanfaat bagi orang lain.