Docstoc

cerpen lucu

Document Sample
cerpen lucu Powered By Docstoc
					                                   KANTOR POLISI
Pada suatu hari Fadli mendapat SMS dari Fani, pacarnya. Di SMS tersebut Fani bilang “Yang,
skrng aq sdng d kntr polisi, smua bukti n saksi tlh mengarh kpd q, polisi tlh mengintrogasiku, aq
takut, stlh bbrp lm akhrny...”. Tanpa berpikir panjang Fadli mengambil motor di garasinya dan
langsung tancap gas menuju kantor polisi.

Sampai di kantor polisi, ternyata gadis pujaannya itu sama sekali tak terlihat batang hidungnya.
Karena Fadli adalah anak yang sangat pemalu dan lugu, dia tidak berani berta nya kepada pak
polisi yang sedang berjaga di kantor tersebut.

Setelah beberapa lama mondar- mandir di tempat tersebut, akhirnya dia memberanikan diri untuk
bertanya kepada pak satpam yang sedang jaga di pintu gerbang. “Pak, boleh numpang tanya!,
sejak tadi ada gak cewek yang di tahan di kantor ini?”.

“Waduh... saya gak tau mas, di sini saya hanya bertugas untuk mengatur kendaraan yang keluar
masuk dari tempat ini”, jawab pak satpam kepada Fadli.

“Kalau gitu, makasih pak!”, sahut Fadli.

Mendengar jawaban dari pak satpam, Fadli mempunyai inisiatif untuk menelepon pacarnya
tersebut. “Hallo... Say, kamu ada dimana?, kucari ke kantor polisi kok gak ada?, gimana keadaan
kamu?, katanya kamu ditahan di kantor polisi?”, ucap Fadli dengan sedikit merasa cemas.

Sambil tersenyum dia mencoba menenangkan kekasihnya, “Yang, sekarang aku sedang di
rumah, aku baik-baik aja kok!”.

“Terus yang kirim SMS ke aku itu siapa?”, tanya Fadli kepada Fani.

“Oh... SMS itu, kamu pasti belum baca isi semua SMS dariku itu!. baca lagi donk!”, tukas Fani.

Fadli terdiam.

“Udah gitu aja yach... nanti pulsa kamu habis. Udah yach... dah sayaaang...”, Fani kemudian
menutup hand phonenya.

Fadli masih bingung!. Lalu dia membuka SMS itu lagi dan membacanya. Beberapa saat
kemudian dia tertawa sendiri karena tahu isi lengkap SMS tersebut adalah, “Yang, skrng aq sdng
d kntr polisi, smua bukti n saksi tlh mengarh kpd q, polisi tlh mengintrogasiku, aq takut, stlh
bbrp lm akhrny aq dpt srt tilang, d srt tu trtls anda dinyatakan bebas krn semua bukti n saksi
menyatakan bahwa anda adalah wanita yg cantik menawan hati”.

                                     Dalam hati Fadli berkata “Ternyata aku orang begok ya...!”.
                                  SANDALKU RAIB
Rudi dan Andi adalah sahabat yang sangat dekat, kemanapun dan dimanapun mereka selalu
berdua. Seperti kata pepatah, dimana ada gula di situ pasti ada semut, dimana ada Rudi disitu
pasti ada Andi.

Suatu sore Andi curhat sama Rudi. “Hari ini aku bener-bener kesal banget Rud”, tutur Andi
kepada Rudi.

“Emangnya kenapa And?”. Tanya Rudi kepada Andi.

Dengan sedikit menggerutu Andi menjawab pertanyaan Rudi, “Tadi siang aku sholat jum'at
berjama'ah di masjid Sabilul Khoir di sebelah rumahku. Aku berangkat ke masjid memakai
sandal yang baru kubeli di mall bareng kamu minggu lalu, ta....”. Dia berhenti bicara karena
terpotong omongan Rudi.

“Emang kenapa dengan sandalmu And?”, sahut Rudi karena merasa penasaran dengan cerita
Andi.

“Waktu aku mau pulang, sandal yang ku pakai waktu berangkat ke masjid itu sudah raib entah
kemana. Setelah lama kucari, tetap gak ada, yach... akhirnya kuputuskan untuk menunggu
sampai semua jama'ah sholat jum'at pulang. Aku berfikir mungkin sandalku tertukar sama sandal
milik orang lain. Setelah semuanya pulang, yang tersisa hanya tinggal sepasang sandal usang,
dan yang menyedihkan lagi salah satunya udah berlubang. Mau gimana lagi..., akhirnya dengan
terpaksa sandal itu ku pakai dan kubawa pulang, itung- itung dibanding pulang gak pakai sandal”.
Jawab Andi dengan muka agak kusut.

Sembari menahan tawa, Rudi bilang pada Andi, “Hmm... kalau gitu... minta aja perta nggung
jawaban sama pak ustadz yang tadi siang jadi khotib di masjid”.

Dengan sedikit bingung Andi bertanya pada Rudi, “kok bisa gitu Rud?”.

Sambil tertawa Rudi menjawab, “Disetiap khutbah sholat jum'at, pak ustadz selalu menyerukan
kepada para jama'ah untuk mengambil yang baik-baik dan tinggalkan yang jelek-jelek. Mungkin
orang yang mengambil sandalmu itu mengikuti apa yang dikatakan pak ustadz”.

Mereka tertawa terbahak-bahak.




                                                                                   07 Maret 2007
                                         NAIK LIFT
Icha adalah salah satu karyawan hotel berbintang lima di Surabaya. Suatu hari dia mendapat
telepon dari Fitri, teman masa kecilnya dan merekapun terlarut dalam obrolan hangat. Setelah
beberapa lama mengobrol, mereka mempunyai ide untuk bertatap muka secara langsung guna
melepas kerinduan diantara mereka. Karena Icha sangat sibuk dengan pekerjaanya dan tak bis
meninggalkannya sedetikpun, mereka memutuskan untuk bertemu di tempat Icha bekerja yaitu di
hotel Saturnus lantai 10 blok 01.

      Singkat cerita, Fitri menuju hotel Saturnus. Sesampainya di lantai satu, Fitri kembali
menelepon Icha.

Fitri : Hallo... Cha... sekarang aku sudah berada di lantai satu, tolong jemput aku yach!

Icha : Kamu langsung naik aja ke lantai sepuluh, liftnya disebelah resepsionis.

Fitri : Aku gak berani naik sendirian, aku kan orang asing di hotel ini, entar aku dikira orang
            jahat lagi!. Jemput aku dong, please...

Icha : Ya... okelah!. Tunggu bentar, jangan kemana- mana!.

Setelah beberapa saat menunggu, batang hidung Icha muncul juga dan Icha mengajak temannya
itu untuk naik ke lantai sepuluh.

Icha : Aku heran sama kamu sekarang!.

Fitri : Emang kenapa dengan aku Cha?.

Icha : Dulu, waktu di sekolah, kamu kan cewek paling pemberani diantara yang lain, sampai-
           sampai kamu dijuluki cewek superman. Kok sekarang mau nemui aku aja minta
           dijemput segala!.

Fitri : (sambil berbisik dan sedikit menahan tawa), Jujur aja Cha..., sebenarnya aku itu gak tau
            cara menggunakan lift...!.

Icha : Hah....!!!???



                                                                                       07 Maret 2007


                                           GAPNET
Suatu hari Bu Evi, guru Bahasa Inggris di SMU Harapan Makmur, memberi tugas siswa kelas
sepuluh IPA untuk mencari sebuah artikel di internet yang membahas tentang flora dan fauna.
Tugas itu dikerjakan secara berkelompok dan setiap kelompok akan dipilih secara acak. Setelah
dilakukan pengacakan terbentuklah beberapa kelompok dan setiap ke lompoknya terdiri dari 3
orang.

       Salah satu kelompok dari beberapa kelompok yang ada adalah kelompok III yang terdiri
dari Novi, Ani dan Ria. Mereka bertiga sepakat berbagi tanggung jawab dalam menyelesaikan
tugas dari Bu Evi. Secara kebetulan Novi bertugas untuk mencari artikel di internet, Ani bertugas
menterjemahkan artikel kedalam bahasa Indonesia dan Ria bertugas untuk mengetik, mencetak
dan mengumpulkan artikel tersebut ke Bu Evi.

Sepulang sekolah, mereka bertiga berjalan bersama. “Nov..., jangan lupa yach..., kamu cari
artikel di internet!”, tutur Ani kepada Novi.

“Tenang aja, semua pasti beres!”, jawab Novi dengan meyakinkan. Tetapi dalam hati dia sangat
bingung. Jangankan internet, komputer saja Novi masih belum mahir mengoperasikannya.

Karena terpaksa, sore itu Novi memberanikan diri untuk pergi ke warnet untuk melaksanakan
tugasnya. Sesampainya di warnet, dia langsung duduk menghadap sebuah komputer dan
mengotak-atiknya.

Satu jam telah berlalu, keringat dingin telah membasahi Novi, karena selama it u dia belum
lakukan apa-apa, hanya otak atik mouse dan keyboard. Dengan menahan rasa malu, Novi
memberanikan diri untuk bertanya kepada Mbak yang sedang jaga warnet. “Permisi Mbak...,
boleh tanya!. Gimana ya... cara membuka internet itu?”.

“Lho... selama satu jam itu kamu ngapain aja?”, Mbak itu balik bertanya kepada Novi.

“Aku cuman otak atik mouse ama keyboard aja, nggak ada yang lain!”, jawab Novi sembari
menahan rasa malu yang semakin besar.

Mendengar jawaban tersebut, Mbak itu terkejut dan sambil menahan tawa dia berkata, “Ya
sudahlah..., nggak apa-apa, nanti kuajarin bagaimana caranya!”.

Seketika wajah Novi nampak lega karena ada yang mau berbaik hati mengajari bagaimana cara
berinternet.

Singkat cerita, Mbak penjaga warnet tersebut beralih profesi menjadi guru kursus kilat belajar
internet.

Esoknya Novi bertemu Ani dan Ria di sekolah. Kemudian Novi menceritakan pengalamannya di
warnet kemarin. Setelah mendengar cerita tersebut, spontan saja mereka berdua tertawa. Tiba-
tiba saja Ani menyahut, “Bentar-bentar..., aku mau ngomong nih. Jujur aja yach..., waktu
pembagian tugas kemarin, aku berharap enggak kebagian tugas mencari artikel di internet,
soalnya aku juga gapnet alias gagap internet, ha... ha... ha..”.

       Spontan saja Novi bertanya, “Hah..., An... kamu juga gapnet ta?, kalau kamu Ria?”.
       Sambil menahan tawa dan menundukkan kepala Ria menjawab, “Aku juga gapnet!”.

       “ha.. hhaa... hhhaaa...!.”.




                                                                                   10 Maret 2007


                              TERLAMBAT NGANGKAT
       Suatu hari Adi larut dalam obrolan hangat bersama Candra, teman sekaligus teta ngganya.

Adi : Aku punya pertanyaan Ndra!. Kalau kamu bisa menjawabnya, aku janji nanti kamu ku
          traktir di warungnya Pak Sholeh!. Mau ngaak?

Candra : Beneran Di, entar kamu bohong lagi!

Adi : Aku ini serius Ndra!. Kamu kok gak percaya sih sama sahabatmu ini! (dengan nada agak
           tinggi).

Candra : Percaya-percaya..., apa sih pertanyaannya?

Adi : Begini Ndra, saya punya tiga cerita, nanti kamu simpulkan apa kesamaan dari ketiga cerita
           itu?, Oke!

Candra : (mengangguk...)

Adi : Pertama, saya pernah melihat ada seekor sapi mati mengenaskan gara-gara hanyut terseret
           arus sungai Ciliwung yang sangat deras. Cerita kedua, waktu itu saya bekerja sebagai
           koki di sebuah restoran terkenal di Jakarta. Setelah hampir 3 bulan bekerja, saya
           dipecat oleh pemilik restoran itu karena telah tiga kali menggosongkan daging ayam
           yang sedang saya masak. Yang ketiga, saya pernah melihat seorang cewek yang baru
           6 bulan menikah meloncat kegirangan dan langsung memeluk suaminya karena
           dokter yang memeriksanya mengatakan bahwa ia positif hamil. Sekarang, apa
           kesamaan dari ketiga ceritaku tadi?.

Candra : ...Apa ya?...(berfikir)... Nyerah deh, aku nggak tahu!

Adi : Beneran nih... nyerah, nggak jadi ku traktir lho...!

Candra : Ya udahlah..., beritahu jawabannya sekarang, pusing aku memikirkannya.

Adi : Jawabanya adalah... terlambat ngankat!
Candra : (berfikir)...ha...ha...ha...!



                                                                                 10 Maret 2007


                                MONYET KEBINGUNGAN
Pada saat jam istirahat sekolah, Silvy mendatangi ketiga temannya yang sedang duduk di taman
menikmati indahnya langit pagi yang begitu cerah.

Silvy : Hai semua..., aku punya pertanyaan nih. Buah apa yang bikin monyet bingung?

Heni : Gak tau ah...!

Joni : Aku tahu aku tahu... pisang!

Silvy : Kok bisa pisang, apa alasannya Jon?

Joni : Karena kalau nggak ada pisang pasti monyetnya kelaparan dan mati.

Silvy : Salah...!

(Joni, Heni dan Agus terdiam)

Agus : Nyerah deh...

Silvy : Beneran..., kalian semua nyerah?

(Joni, Heni dan Agus terdiam...)

Silvy : Ya udah tak beritahu. Jawabannya adalah... buah jambu!

Agus : (dengan rasa penasaran)Kok bisa buah jambu...?

Joni : Apa alasanmu Silvy?

Heni : Kok jambu...

Silvy : (sambil menunjuk kepada ketiga temannya) He...he... Tuh bener kan, monyetnya pada
            bingung! Ha...ha...ha...

Agus : (sambil tersenyum)...Awas kamu silvy, nanti ku balas kamu!
                                                                                        10 Maret 2007


                                   INTERISTI SEJATI
         Karena tidak mempunyai tiket untuk menonton pertandingan secara langsung, seorang
interisti, julukan bagi suporter fanatik Inter Milan mencoba memasuki stadion dengan cara
memanjat tembok stadion Geusepe Meaza untuk melihat derbi klasik antara AC Milan vs Inter
Milan. Setelah berhasil memasuki stadion, dia melihat satu tempat duduk belum terisi dan
disebelahnya duduk seorang Kakek yang dengan tenang menunggu dimulainya derbi itu. Interisti
yang belakangan diketahui bernama Francisco Tapa nuli itu kemudian mendatangi si Kakek dan
bertanya kepadanya, “Permisi Kek, apakah tempat duduk di sebelah anda ini memang kosong
atau ada orang lain yang akan menempatinnya tetapi belum datang kesini?”.

      Kakek yang memakai kaos bermotif garis biru hitam, (Seragam tim Inter Milan) lengkap
dengan syal bertuliskan Internazionale Milano itu menjawab, “Tempat duduk ini memang
kosong!. Kalau mau anda boleh menempatinya!”.

      “Terima kasih Kek!”, jawab Fransisco sambil duduk di sebelah Kakek itu. “Ngomong-
ngomong, kenapa anda menonton pertandingan ini sendirian?”, lanjut Francisco.

        “Selama lebih dari 20 tahun, saya bersama istri saya tak pernah sekalipun melewatkan
derbi antara Inter Milan vs AC Milan, dan biasanya dia duduk di tempat duduk yang sedang anda
tempati sekarang”, jawab si Kakek.

       “Terus, dimana istri anda sekarang Kek?”, tanya Francisco dengan penasaran.

       Dengan memandang ke wajah Fancisco Kakek menjawab, “Dia sudah meninggal
dunia!”.

       Mendengar jawaban Kakek, Francisco berkata, “Oh... Maaf Kek. Saya turut
berbelasungkawa atas meninggalnya istri anda”.

       “Terima kasih!”, tutur si Kakek.

       Francisco dan Kakek terdiam.

       Beberapa saat kemudian Francisco kembali bertanya kepada si Kakek, “Kenapa anda
tidak mengajak kerabat yang lain untuk menonton pertandingan ini?”.

       “Sekarang mereka semua sedang sibuk!”, jawab Kakek.

       “Sibuk apa mereka Kek?”, Francisco bertanya lagi.

       Dengan tenang si Kakek menjawab, “Mereka sedang menghadiri pemakaman istri saya”.

       Francisco, “...!!!”, (dalam hati dia berkata, “Bener-bener Interisti Sejati”).
                                                                                    14 Maret 2007


                                 LAUT=ISTIRAHAT
       Pak Ujang adalah salah satu warga kota Bandung yang kini tinggal di kota Surabaya.
Selama delapan tahun ini dia tinggal di Surabaya bersama sang istri tercinta yang kebetulan asli
orang Surabaya.

        Seperti pada hari- hari sebelumnya, dia melewati aktifitas hariannya dengan bekerja di
salah satu perusahaan swasta yang terletak di Surabaya Timur. Sampai suatu sore dia mengalami
kejadian yang menggelikan karena selama delapan tahun tinggal di Surabaya dia baru tahu kalau
laut (bahasa jawa), dalam bahasa Indonesia berarti istirahat.

       Jam dinding telah menunjuk pukul 4 sore, waktunya Pak Ujang beserta karyawan yang
lain untuk pulang dari tempatnya bekerja. Sesampainya didepan pintu gerbang perusahaan, ia
dihampiri seorang pemuda yang mencoba bertanya kepadanya. “Permisi Pak, nderek tangglet,
satpame sampun laut to pak?, tanya pemuda tadi yang diketahui bernama Jono. (Dalam bahasa
Indonesia berarti “Permisi Pak, mau tanya, apakah satpamnya sudah beristirahat?”).

       “Sanes Mas, satpame sakeng angkatan darat”, jawab Pak Ujang. (Artinya “Bukan Mas,
satpamnya berasal dari angkatan darat”, karena mengira kalau arti dari pertanyaan Si Jono adalah
“Permisi Pak, mau tanya, apakah satpamnya dari angkatan laut?”).

      Mendengar jawaban tersebut, Jono menjadi bingung. Dalam benaknya Jono berfikir
mungkin suaranya kurang lantang sehingga Bapak tersebut kurang mendengar pertanyaannya.
Kemudian dia kembali bertanya “Satpame wes laut to Pak?”. (Dalam bahasa Indonesia berarti
“Apakah satpamnya sudah beristirahat?”).

        Pak Ujang kembali menjawab, “Sanes Mas, Satpame ndugi angkatan darat”. (Yang
artinya “Bukan Mas, Satpamnya dari angkatan darat”).

         Mendengar jawaban itu Jono merasa sedikit kesal, kemudian dia memutuskan kembali
bertanya dengan memakai Bahasa Indonesia. “Paak...!, apakah satpam di sini sedang
beristirahat?”, tanya si Jono.

       “Ya..., bener Mas. Satpam disini sedang beristirahat. Memangnya Mas ada perlu apa?”,
jawab Pak Ujang yang kembali bertanya kepada Jono.

      “Paman saya, namanya Pak Arif adalah salah satu satpam di perusahaan ini. Saya ingin
menemuinya karena ada keperluan keluarga yang sangat penting yang ingin saya sampaikan
kepadanya”, jawab Jono.
       “Anda langsung aja ke bagian informasi yang terletak di gedung A lantai satu”, tutur Pak
Ujang sambil menunjuk salah satu gedung yang berwarna biru.

       “Terima kasih atas bantuannya Pak”, lanjut si Jono sambil melangkahkan kaki ke gedung
A. Pak Ujang pun kembali menghidupkan motornya dan lansung tancap gas menuju rumah.

        Sesampainya di rumah, Pak Ujang langsung menceritakan peristiwa tadi kepada istrinya.
Spontan saja istrinya tertawa mendengar cerita dari sang suami. Lalu si istri bilang sama sang
suami “Mas iku yo’opo seh..., lek dek bahasa Indonesia, laut iku...., artine istirahat”. (Dalam
bahasa Indonesia berarti “Mas itu gimana sih..., kalau di Bahasa Indonesia, laut itu artinya
istirahat”).

         Spontan aja Pak Ujang tersenyum menahan malu mendengar penjelasan dari sang istri.
Dalam hatinya dia berkata “Saya ini sudah delapan tahun di Surabaya, kok saya bar u tahu kalau
laut itu berarti istirahat”.




                                                                                       24 Maret 2007


                                      PASAR BUAH
Pada suatu malam, si Joko duduk berdua dengan kekasihnya memandangi bintang-bintang di
langit.

“Malam ini sangat indah ya...”, tutur si Joko yang diikuti senyuman oleh kekasihnya.

       Sembari memandang wajah kekasihnya, Joko melanjutkan ucapannya “Sayang..., Hitam
matamu bagai buah manggis, lengkung alismu seperti pisang raja, hidung mancungmu
melambangkan kesegaran buah belimbing, bibir merahmu menggambarkan manisnya buah apel,
halusnya kulit wajahmu melebihi halusnya buah mangga”.

       “Kok bisa gitu...?”, tanya kekasihnya.

Spontan saja Joko menjawab “Wajahmu benar-benar seperti pasar buah..! Ha... ha... ha....!!!”.



                                                                                       24 Maret 2007


                                    ASPAL KERING
Sudah 3 bulan ini Denny meninggalkan kampung halama nnya untuk mencari rezeki di kota
Bandung. Untuk mengobati rasa rindu pada Safira, kekasihnya di kampung, dia berinisiatif
menulis sepucuk surat yang akan dia kirim lewat Pos.

Singkat cerita, surat tersebut sampai ke tangan Safira. Dia senang kegirangan me ngetahui surat
tersebut dikirim oleh sang pujaan hatinya. Tanpa banyak kata, dia langsung membuka dan
membaca isi surat tersebut.

Mendadak wajah Safira berubah cemberut setelah membaca selembar puisi yang terdapat surat
tersebut.

Alangkah indahnya
Saat kita berdua
Pergi bersama
Arungi samudra cinta
Lewati hari- hari bahagia

Ku berharap
Engkau mengerti
Rasa cintaku hanya untukmu
Impianku hanyalah engkau
Nurani yang selalu kurindu
Gundah hatiku tanpamu

Dengan wajah muram dan tanpa berfikir panjang dia langsung mensobek-sobek selembar puisi
tersebut dan membuangnya ketempat sampah karena tahu inti dari puisi itu adalah Aspal Kering.
Sandals missing


Rudi and Andi is a very close friend, wherever and whenever they are always together. As the saying
goes, where there is sugar in it there must be an ant, in which there is certainly no Andi Rudi there.
One afternoon the same vent Andi Rudi. "Today I was really annoyed really Rud", said Andi to Rudi.
"Emangnya And why?". Asked Rudi to Andi.
With a little grumbling Andi Rudi answer the question, "Last Friday afternoon I was praying in the
mosque congregation Sabilul Khoir next to my house. I went to the mosque wearing new sandals I bought
at the mall with you last week, ta ....". He stopped talking because Rudi's talk was interrupted.
"Really And why with your sandals?", Said Rudi because Andi was intrigued with the story.
"When I want to go home, I wear sandals that go to the mosque when it was missing some where. After
long looking for, still not there, yach ... finally I decided to wait until all jama'ah Friday prayers go home.
I think the same might be confused sandals slippers belonging to others. After all home, which left only a
pair of worn slippers, and a sad again one of them already perforated. Want more ... how, finally forced to
wear my sandals and I brought it home, it was counted as compared to home do not wear sandals. " Andi
replied to face slightly wrinkled.
While not to laugh, Rudi told Andi, "Hmm ... if so ... aja ask the same accountability pack this afternoon
cleric who became preachers in mosques. "
With a little puzzled Rudi Andi asked, "how come so Rud?".
Rudi laughingly replied, "Every Friday prayer sermon, sir ustadz always called on the jama'ah to take the
good and leave the bad. Perhaps the person who took the sandals that follow what is said to pack ustadz ".
They laughed uproariously
MONKEY CONFUSION
During school recess, Silvy came to his three friends who were sitting in the park enjoying the beautiful
morning sky is so bright.
Silvy: Hi all ... I have a question for ya. Fruits what makes monkey confused?
Heni: Gak tau ah ...!
Joni: I know I know ... bananas!
Silvy: How can bananas, why not Jon?
Joni: Because if not no monkey banana would starve and die.
Silvy: Wrong ...!
(Joni, Heni and Agus silent)
Agus: give up deh ...
Silvy: Beneran ..., you all give up?
(Joni, Heni and Agus silent ...)
Silvy: Fine not tell. The answer is ... guava fruit!
Agus: (with a sense of curiosity) guava fruit ... How come?
Joni: What's your excuse Silvy?
Heni: guava Kok ...
Silvy: (pointing to his three friends) Uh ... he ... Bener tuh do, monkey on the confused! Ha ... ha ... ha ...
Agus: (smiling) ... Watch out you Silvy, I'll reply to you!
SEA = REST
Pak Ujang is one of the city residents who now live in the city of Surabaya. For eight years he lived in
Surabaya with his beloved wife who happened to native people of Surabaya.
As in the earlier days, he passed his daily activities by working in one private company located in
Surabaya East. Until one evening he experienced events that funny because during the eight years of
living in Surabaya he did not know if sea (Java language), in the Indonesian language means rest.
The clock has been pointing at 4 pm, time for Mr Ujang along with other employees to come home from
work. Arriving in front of the gate of the company, he was approached by a young man who tried to ask
him. "Excuse me sir, nderek tangglet, satpame sampun sea to pack?, Asked the young man who is known
named Jono. (In the Indonesian language means "Excuse me sir, would ask, whether satpamnya already
resting?").
"Mas Sanes, satpame sakeng army", said Mr. Ujang. (It means "No Mas, satpamnya comes from the
army", because it thinks that the meaning of questions The Jono is "Excuse me sir, would ask, whether
satpamnya from the navy?").
Hearing the answer, Jono become confused. In his mind Jono think maybe his voice less loud, so you are
not hearing the question. Then he again asked "Satpame wes sea to sir?". (In the Indonesian language
means "Is satpamnya already resting?").
Mr. Ujang again answered, "Mas Sanes, Satpame ndugi army." (Which means "No Mas, Satpamnya from
the army").
Hearing that answer Jono felt a bit upset, then she decided to go back to ask to use the Indonesian
language. "Paak ...!, whether the security guards here are resting?", Asked the Jono.
"Yes ..., Ko Mas. Security guard is resting here. Mas Does there need to what? ", Said Mr. Ujang who
again asked to Jono.
"My uncle, his name is Mr. Arif is one of the guards at this company. I want to see him because there are
very important for families who want me to say to him ", said Jono.
"You immediately wrote to the information that is located in Building A first floor", said Mr. Ujang,
pointing to one of the building is blue.
"Thank you for your help sir", continued the Jono as he set foot into the building A. Mr. Ujang was again
turn on the bike and step on the gas directly into the house.
At home, Mr. Ujang directly telling his wife earlier incident. Spontaneous course she laughed at the story
of her husband. Then the wife said to her husband "Mas iku yo'opo seh ..., lek Indonesian deck, sea iku
...., artine rest". (In the Indonesian language means "Mas ... how does that if the Indonesian language, it
means to break the sea").
Spontaneous aja Pak Ujang withstand shy smile to hear an explanation from his wife. In his heart he said:
"I was already eight years in Surabaya, really I just know if it means resting sea."

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:665
posted:4/11/2011
language:Indonesian
pages:13