Askep anemia

Document Sample
Askep anemia Powered By Docstoc
					Pasien dengan anemia harus ditransfusi yaitu pada
keadaan :
1. Sebelum operasi segera, jika Hb < 10 gr%
2. Pendarahan aktif
3. Tampaknya tidak ada terapi spesifik yang efektif
4. Selama terapi supresif sumsum tulang (missal
kemoterapi)
5. Jika ada defek yang berkaitan dalam transfer oksigen
(missal dekompensasi jantung atau dekompensasi
pernafasan)
6. Jika ada peningkatan kebutuhan oksigen
                 DEFINISI
Anemia adalah keadaan dimana jumlah sel
darah merah atau jumlah hemoglobin (protein
pembawa oksigen) dalam sel darah merah
berada dibawah normal. Sumber yang lain
mengatakan bahwa anemia adalah pengurangan
jumlah sel darah merah, kuantitas hemoglobin,
dan volume pada sel darah merah (hemtokrit)
per 100 ml darah.
Sel darah merah mengandung hemoglobin, yang
memungkinkan mereka mengangkut oksigen dari
paru-paru dan mengantarkannya ke seluruh bagian
tubuh. Anemia menyebabkan berkurangnya jumlah
sel darah merah atau jumlah hemoglobin dalam sel
darah merah, sehingga darah tidak dapat
mengangkut oksigen dalam jumlah sesuai yang
diperlukan tubuh.

Catatan : Kadar Hb normal menurut WHO :
Umur 6 bulan - 6 tahun ≥ 11 gr %
Umur diatas 6 tahun ≥ 12 gr %
                  ETIOLOGI
Etiologi umum dari anemia adalah :
  1. Perdarahan hebat
     • Akut (mendadak)
       - Kecelakaan
       - Pembedahan
       - Persalinan
       - Pecah pembuluh darah
     • Kronik (menahun)
       - Perdarahan hidung
       - Wasir (hemoroid)
       - Ulkus peptikum
       - Kanker atau polip di saluran pencernaan
       - Tumor ginjal atau kandung kemih
       - Perdarahan menstruasi yang sangat banyak
2. Berkurangnya pembentukan sel darah merah
   - Kekurangan zat besi
   - Kekurangan vitamin B12
   - Kekurangan asam folat
   - Kekurangan vitamin C
   - Penyakit kronik
3. Meningkatnya penghancuran sel darah merah
   - Pembesaran limpa
   - Kerusakan mekanik pada sel darah merah
   - Reaksi autoimun terhadap sel darah merah
   - Hemoglobinuria nokturnal paroksismal
   - Sferositosis herediter
   - Elliptositosis herediter
   - Kekurangan G6PD
   - Penyakit sel sabit
   - Penyakit hemoglobin C
   - Penyakit hemoglobin S-C
   - Penyakit hemoglobin E
   - Thalasemia
4. Kegagalan dan kerusakan sumsum tulang
   - Anemia aplastik
   - Keganasan
   - Osteoporosis
   - Myelo fibrosis (penyakit ginjal kronis dan
   defisiensi vitamin D)
               TATALAKSANA
• Penderita baru dengan anemia tidak perlu dirawat
  inap bilamana tidak ada indikasi antara lain :
a. Keadaan umum jelek, gagal jantung
    (mengancam), dan ada perdarahan
b. Anemia berat : Hb < 7 gr %
c. Ada tanda-tanda keganasan atau penyakit lain
    dengan indikasi perlu perawatan
d. Diagnosis belum jelas dan perlu pemeriksaan
    intensif, khususnya untuk menemukan etiologi
    atau penyakit primer
e. Perlu pemeriksaan dengan persiapan khusus
• Pasien dengan anemia harus ditransfusi yaitu
  pada keadaan :
  1. Sebelum operasi segera, jika Hb < 10 gr%
  2. Pendarahan aktif
  3. Tampaknya tidak ada terapi spesifik yang efektif
  4. Selama terapi supresif sumsum tulang (missal
     kemoterapi)
  5. Jika ada defek yang berkaitan dalam transfer
     oksigen (missal dekompensasi jantung atau
     dekompensasi pernafasan)
  6. Jika ada peningkatan kebutuhan oksigen
• Pasien dengan anemia tidak boleh ditransfusi
  pada keadaan :
  1. Anemia ringan pada pasien muda
  2. Jika anemia dapat pulih kembali dalam waktu singkat
  3. Sebagai “persiapan utama” preoperatif untuk operasi
     efektif, jika tersedia terapi definitive (misalnya
     defisiensi besi)
  4. Jika efek hemodilusi dari anemia mungkin
     menguntungkan (misalnya kehamilan anemia pada
     penyakit kronis, penyakit vaskular).
• Tatalaksana penderita rawat jalan pada
  prinsipnya serupa dengan penderita rawat inap,
  yaitu :
  1. Medikamentosa tergantung dari jenis anemianya
  2. Pengawasan keadaan klinis dan laboratories, dengan
     kemungkinan perlu dirawat inap atas berbagai
     indikasi.
              TANDA DAN GEJALA
Gejala dan tanda-tandanya yang disebabkan oleh pasokan
oksigen yang tidak mencukupi kebutuhan ini bervariasi, dan
merupakan respons atas kompensasi jantung dan
pernafasan berdasarkan berat dan lamanya jaringan
mengalami kekurangan oksigen.
Tanda-tanda dan gejala (sindrom) anemia adalah penderita
mengeluh lemah, sakit kepala, telinga mendenging,
penglihatan berkunang-kunang, merasa cepat letih,
sempoyongan, mudah tersinggung, menstruasi berhenti,
libido berkurang, gangguan saluran cerna, sclera ikterik,
organ limpa membesar, sesak nafas, nadi lemah dan cepat,
hipotensi ortostatik serta tekanan darah sedikit naik sebagai
akibat refleks penyempitan pembuluh darah arteriola. Jika
anemia bertambah berat, bisa menyebabkan stroke atau
serangan jantung.
  PEMERIKSAAN YANG DIPERLUKAN
1. Anamnesis : keluhan anemia pada umumnya
   merupakan riwayat penyakit atau kalau perlu
   riwayat penyakit pada keluarga (pada kelainan
   herediter).
2. Pemeriksaan Fisik :
   KU, konjungtiva palpebra, sklera, bibir, lidah,
   kelainan congenital, bentuk kepala, wajah,
   jantung/paru, pembesaran kelenjar, hati dan limpa.
3. Laboratorium :
   – Kadar Hb, jumlah eritrosit, leukosit, hitung jenis,
     hematokrit, gambaran apusan darah tepi.
   – Retikulosit, jumlah trombosit
   – Kadar besi serum
   – Resistensi eritrosit
   – Hb patologis, Hb elektroforesis, tes koagulasi darah
4. Pemeriksaan penunjang lain :
   - Rontgen foto tulang tengkorak, tulang panjang
   - EKG pada anemia gravis dan atau dekompensasi
     jantung
 DIAGNOSA
 Pemeriksaan darah sederhana bisa menentukan
 adanya anemia. Persentase sel darah merah
 dalam volume darah total (hematokrit) dan
 jumlah hemoglobin dalam suatu contoh darah
 bisa ditentukan.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:2098
posted:4/11/2011
language:Indonesian
pages:12