DRAF KOMUNIKE

Document Sample
DRAF KOMUNIKE Powered By Docstoc
					Kepada Yth.
Kawan2 advokat yang mencintai persaudaraan dan persatuan


         Sesuai dengan kesepakatan yang telah kita setujui bersama di dalam pertemuan
FORUM SILATURRAHIM ADVOKAT INDONESIA, di Malang pada hari Sabtu
09 April 2011, maka bersama ini telah kami susun draf komunike bersama agar
mendapatkan perhatian bersama. Seandainya kawan setuju, hendaknya persetujuan
itu dituangkan baik di dalam tanda jempol atau di komentar dan dimohon kawan-
kawan rela sedikit meluangkan waktu untuk menuliskan secara singkat persetujuan
tersebut serta mengirimkannya melalui faximile ke (0341) 356004, dimana persetujuan
tertulis tersebut akan kami lampirkan di dalam komunike ini untuk diserahkan kepada
pihak2 yang terkait.
         Satu catatan dari Tim Perumus: agar secara jujur setiap advokat hanya
menyampaikan satu kali dukungan berupa komentar/jempol serta hanya mengirimkan
satu surat persetujuan dukungan agar hasil pertemuan silaturrahim ini terjaga validitas
representasinya. Demikian terimakasih dan mohon perhatian kawan2 advokat yang cinta
damai, persaudaraan dan persatuan. Komen atau persetujuan kami tunggu paling akhir
pada hari Rabu, 13 April 2010, untuk selanjutnya kami teruskan kepada pihak2 yang
terkait, karena itu mohon kawan-kawan rela untuk memberitahu kawan advokat lainnya
yang mungkin tidak terlalu aktif membuka akun grup ini.
        KOMUNIKE BERSAMA FORUM SILATURRAHIM ADVOKAT INDONESIA
ini didorong oleh rasa keprihatinan yang begitu dalam terhadap perpecahan di
kalangan Advokat Indonesia dewasa ini, maka kami para Advokat Indonesia dari
lintas organisasi advokat yang tergabung di dalam grup jejaring sosial facebook,
dengan kesadaran pribadi telah mengambil inisiatif mengadakan pertemuan Silaturrahim
Advokat Indonesia yang untuk pertama kalinya diselenggarakan di Kota Malang pada
hari Sabtu, 09 April 2011 dan telah menghasilkan butir-butir kesepahaman dan komunike
bersama yang kami beri nama KOMUNIKE BERSAMA FORUM SILATURRAHIM
ADVOKAT INDONESIA dengan seruan sebagai berikut:
1. Menghimbau kepada seluruh Pimpinan Organisasi Advokat yang tergabung di
   dalam IKATAN ADVOKAT INDONESIA (IKADIN), ASOSIASI ADVOKAT
   INDONESIA (AAI), IKATAN PENASIHAT HUKUM INDONESIA (IPHI),
   HIMPUNAN ADVOKAT DAN PENGACARA INDONESIA (HAPI), SERIKAT
   PENGACARA INDONESIA (SPI), ASSOSIASI KONSULTAN HUKUM
   INDONESIA (AKHI), HIMPUNAN KONSULTAN HUKUM PASAR MODAL
   (HKHPM), ASOSIASI PENGACARA SYARIAH INDONESIA (APSI),
   PERHIMPUNAN ADVOKAT INDONESIA (PERADI), KONGRES ADVOKAT
   INDONESIA (KAI) dan PERSATUAN ADVOKAT INDONESIA (PERADIN),
   agar dapat duduk bersama menghilangkan segala hambatan psikologis dan egoisme
   serta mengedepankan semangat persaudaraan dalam upaya mencari penyelesaian
   yang menyeluruh dan terhormat untuk mengakhiri perpecahan Advokat Indonesia
   saat ini yang justru menimbulkan kerugian bagi Advokat Indonesia sendiri
   maupun upaya penegakan hukum di Indonesia;
2. Menghimbau kepada Mahkamah Agung Republik Indonesia dan Mahkamah
   Konstitusi untuk mempertimbangkan secara sungguh-sungguh adanya fakta
   empiris bahwa saat ini di Indonesia terdapat 11 (sebelas) Organisasi Advokat
   yang masih eksis baik secara de jure maupun de facto yaitu IKATAN ADVOKAT
   INDONESIA (IKADIN), ASOSIASI ADVOKAT INDONESIA (AAI), IKATAN
   PENASIHAT HUKUM INDONESIA (IPHI), HUMPUNAN ADVOKAT DAN
   PENGACARA INDONESIA (HAPI), SERIKAT PENGACARA INDONESIA
   (SPI), ASOSIASI KONSULTAN HUKUM INDONESIA (AKHI), HIMPUNAN
   KONSULTAN HUKUM PASAR MODAL (HKHPM), ASOSIASI PENGACARA
   SYARIAH INDONESIA (APSI), PERHIMPUNAN ADVOKAT INDONESIA
   (PERADI), KONGRES ADVOKAT INDONESIA (KAI) dan PERSATUAN
   ADVOKAT INDONESIA (PERADIN) dimana sesuai dengan mekanisme Anggaran
   Dasar maupun Anggaran Rumah Tangga-nya masing-masing ke 11 (sebelas)
   organisasi tersebut hingga sampai saat ini masih tetap menyelenggarakan Munas
   ataupun Kongres secara periodik dan teratur serta mempunyai struktur kepengurusan
   berjenjang mulai dari Pusat hingga di Daerah Tingkat II;
3. Berdasarkan fakta empiris tersebut, maka secara obyektif sampai saat ini belum
   ada satu organisasi advokat manapun yang legitimate sesuai dengan ketentuan
   Pasal 28 ayat (1) dan Pasal 28 ayat (2) Undang-undang Nomor 18 Tahun 2003 tentang
   Advokat yang dapat diterima secara bulat oleh seluruh Advokat Indonesia;
4. Untuk membantu terwujudnya satu kesatuan wadah Advokat Indonesia sebagaimana
   yang dikehendaki, maka Mahkamah Agung Republik Indonesia sesungguhnya dapat
   mengambil peran penting memberikan stimulan untuk mengurangi salah satu
   faktor kendala terwujudnya persatuan Advokat Indonesia tersebut yaitu dengan
   memerintahkan Pengadilan-Pengadilan Tinggi agar mengambil inisiatif memberikan
   kesempatan kepada ribuan advokat yang belum bersumpah dapat melakukan sumpah,
   untuk memenuhi ketentuan Pasal 4 Undang-Undang Advokat tanpa memandang
   induk organisasi advokat yang bersangkutan secara diskriminatif dengan
   mengingat bahwa sumpah jabatan (sumpah advokat) pada azasnya adalah bersifat
   individual antara Advokat yang bersangkutan dengan Tuhan Yang Maha Esa;
5. Dengan mengambil posisi independen terhadap SKMA Nomor 089 Tahun 2010
   maka Forum Silaturrahim Advokat Indonesia berpendapat; bahwa SKMA Nomor
   089 Tahun 2010 hanya mengikat bagi calon-calon advokat pasca SKMA Nomor
   089 tersebut dan tidak mengikat bagi advokat-advokat yang telah diangkat sebelum
   SKMA Nomor 089 Tahun 2010 maupun SKMA Nomor 052 Tahun 2010, yang
   demikian itu sesuai dengan azas hukum yang berlaku secara universal bahwa Undang-
   undang maupun peraturan lain dibawahnya tidak dapat berlaku surut kecuali
   ditentukan lain didalam perundang-undangan dimaksud;
Demikian komunike bersama ini dibuat dan ditujukan kepada pihak-pihak terkait
sebagaimana disebutkan diatas dan kepada semua pihak khususnya para Advokat
Indonesia yang mencintai perdamaian, persaudaraan dan persatuan.
Malang, 9 April 2011


FORUM SILATURRAHIM ADVOKAT INDONESIA

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:45
posted:4/11/2011
language:Indonesian
pages:2