Docstoc

RUANG LINGKUP DAN PERKEMBANGAN PSIKOLOGI

Document Sample
RUANG LINGKUP DAN PERKEMBANGAN PSIKOLOGI Powered By Docstoc
					         RUANG LINGKUP DAN PERKEMBANGAN PSIKOLOGI

Oleh : Ahmad Tijani Muchlas

A. Pengertian Psikologi

1. Pengertian

      Psikologi berasal dari kata yunani Psiyche (jiwa) dan Logos (ilmu

   pengetahuan), jadi secara etimologi adalah ilmu yang mempelajari jiwa, mengenai

   gejalanya, proses maupun latar belakangnya,secara singkat adalah ilmu jiwa.

      Kalau berbicara jiwa kita harus membedakan antara nyawa dan jiwa. Nyawa

   adalah daya jasmaniyah yang bergantung pada hidup jasmani dan menimbulkan

   perbuatan badaniyah (organik behaviour) yaitu perbuatan yang ditimbulkan oleh

   proses belajar misalnya: insting, reflek, nafsu dan sebagainya.

      Jiwa adalah daya hidup rohaniyah yang bersifat abstrak yang jadi penggerak

   dan pengatur semua perbuatan pribadi (personal behavior). perbuatan pribadi

   adalah perbuatan sebagai hasil proses belajar yang dimungkinkan oleh keadaan

   jasmani, rohani, sosial dan lingkungan.

      Proses belajar adalah usaha meningkatkan kepribadian (personality) dengan

   jalan mendapatkan pengertian, nilai-nilai dan kecakapan baru. Jadi jiwa

   mengandung pengertian-pengertian, nilai-nilai kebudayaan dan kecakapan.

      Mengenai jiwa sampai sekarang tak seorangpun mengetahui hakikatnya, ada

   yang mengibaratkan bahwa jiwa dan badan laksana burung dan sangkarnya, ada

   yang mengatakan bahwa setelah badan rusak maka jiwa akan lahir kembali

   dengan badan baru.

      Bila dibanding dengan ilmu lain seperti ilmu pasti, ilmu alam dan lain-lain,

   maka ilmu jiwa dapat dikatakan sebagai ilmu pengetahuan yang serba tidak tegas.
   Karna sifatnya yang abstrak maka kita tidak bisa mengetahui jiwa secara wajar,

   tapi hanya bisa mengenalnya lewat gejalanya.

       Manusia bisa mengetahui jiwa seseorang hanya dengan tingkah lakunya, dan

   tingkah laku merupakan kenyataan jiwa yang dapat kita hayati dari luar.

   Pernyataan jiwa itu kita sebut gejala jiwa diantaranya adalah mengamati,

   menanggapi, mengingat, memikirkan dan sebagainya. Dari sini kemudian muncul

   definisi: ilmu jiwa yaitu ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia.

       Psikologi juga memiliki sufat-sifat yang dimilik olah ilmu pengetahuan yaitu:

   a. Obyek tertentu, yang merupakan syarat mutlak dalam suatu disiplin ilmu

       karna dari obyek kemudian ditentukan langkah selanjutnya dalam pengupasan

       ilmu pengetahuan.

   b. Metode penyelidikan tertentu, Metode adalah hal yang penting, tanpa ada

       metode yang teratur penyelidikan kurang dapat di pertanggungjawabkan.

   c. Sistematika yang teratur sebagai hasil pendekatan terhadap obyeknya, Hasil

       pendekatan obyek disistematisasikan sehingga menghasilkan sistematika yang

       teratur yang menggambarkan hasil dari pendekatan terhadap obyek tertentu.

       Karna yang melakukan pendekatan adalah manusia yang tentunya mempunyai

   sifat persamaan juga sifat perbedaan, maka para ahli dalam melakukan penelitian

   terhadap obyek ada kemungkinan terdapat kesamaan atau perbedaan.

2. Beberapa definisi.

       Secara umum psikologi diartikan ilmu yang mempelajari tingkah laku

   manusia atau ilmu yang mempelajari gejala jiwa manusia, karna penekanan yang

   berbeda maka para ahli mengajukan definisi yang berbeda-beda, antara lain:
a. Menurut Dr. Singgih Dirgagunarsa, Psikologi adalah ilmu yang mempelajari

   tingkah laku manusia.

b. Plato dan Aristoteles, Psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari

   tentang hakikat jiwa serta prosesnya sampai akhir.

c. John Brodus Waston, Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku

   yang tampak dengan menggunakan metode observasi obyektif.

d. Wilhelm Wundt, tokoh psikologi eksperimental mengatakan bahwa psikologi

   merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari pengalaman yang timbul dari

   diri manusia, seperti penggunaan pancaindra, pikiran, perasaan dan kehendak.

e. Woodworth dan Marquis, Psikologi adalah ilmu pengetahuan yang

   mempelajari aktifitas individu sejak dari dalam kandungan sampai mati dalam

   hubungannya dengan alam sekitar.

f. Knight and Knight, Psikologi adalah ilmu yang secara sistematis mempelajari

   tingkah laku manusia dan hewan, normal dan abnormal, individu atau sosial.

g. Hilgert, Psikologi mempelajari tingkah laku manusia dan hewan lainnya.

h. Ruch, Psikologi mempelajari tentang manusia, definisi ini terlalu meluas yang

   tepat, Psikologi merupakan bagian dari ilmu biologi dan ilmu sosial yang

   saling melengkapi dan berhubungan.

i. Clifford T. Morgan, Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku

   manusia dan hewan.

j. Edwin G. Boring dan Herbert s. Langfeld, Psikologi adalah studi tentang

   hakikat manusia.

k. Garden Murpy, Psikologi adalah ilmu yang mempelajari respon yang

   diberikan oleh makhluk hidup terhadap lingkungan
          Pengertian Psikologi diatas menunjukkan beragamnya pendapat para

   ahli psikologi, perbedaan ini muncul karna perbedaan titik tolak para ahli

   dalam mempelajari kejiwaan yang kompleks, makanya sulit di temukan

   rumusan definisi yang disepakati semua pihak.

          Yang terpenting dari beberapa pengertian dapat di simpulkan bahwa,

   Psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku individu

   yang tidak dapat lepas dari lingkungannya.

          Dari uraian definisi diatas mengandung beberapa unsur:

a. Tingkah laku dan perbuatan, Tingkah laku mempunyai arti lebih kongkret dari

   jiwa, makanya lebih mudah di pelajari, tingkah laku di sini mencakup

   perbuatan terbuka atau tertutup. Tingkah laku tertutup tidak bisa di ketahui

   secara langsung tapi melalui alat dan metode khusus seperti berpikir,

   berkhayal dan sebagainya. Tingkah laku terbuka dapat di ketahui secara

   langsung oleh yang bersangkutan seperti berbicara, berdiri dan sebagainya.

   Untuk sekarang tingkah laku tersebut sama pentingnya, berbeda dengan aliran

   behaviorism yang mementingkan tingkah laku terbuka, dan aliran psikologi

   intripeksi yang mementingkan tingkah laku tertutup.

b. Manusia, obyek material semakin mengarah pada manusia karna manusialah

   yang berkepentingan dengan ilmu ini, karna dia membutuhkannya dalam

   berbagai kehidupannya.

c. Lingkungan, yaitu tempat manusia hidup beradaptasi dan mengembangkan

   dirinya, berbeda dengan makhluk lainnya manusia di beri akal budi agar dapat

   menyusun simbol-simbol bisa berupa bahasa, kesenian, ilmu pengetahuan,
      agama dan sebagainya. Dengan simbol-simbol itulah manusia dapat

      menguasai dunianya baik fisiknya atau sosialnya.

B. Sejarah Singkat Psikologi.

      Jiwa manusia sejak zaman yunani sudah menjadi pembahasan para filosof,

   namun psikologi sebagai ilmu yang berdiri sendiri di mulai tahun 1879 sejak

   Wilhelm Wundt (1832-1920) mendirikan laboratorium psikologi pertama di kota

   Leipzig Jerman. Dan secara garis besar sejarah psikologi di bagi dua yaitu

   sebelum dan sesudah menjadi disiplin ilmu yang berdiri sendiri.

      Sebelum tahun 1879, jiwa sudah dipelajari oleh para ahli filsafat seperti Plato

   (427-347 SM), Aristoteles (384-422 SM), dan Socrates (469-499 SM). Filsafat

   adalah ilmu yang mencari hakikat sesuatu dengan menciptakan pertanyaan dan

   jawaban secara terus menerus sehingga mencapai pengertian yang hakiki.

      Pada abad pertengahan psikologi masih merupakan bagian dari filsafat

   sehingga obyeknya masih hakikat jiwa dan metodenya menggunakan argumentasi

   logika dan muncul teori-teori seperti: teori tentang kesadaran (Rene Descartes

   1596-1650), teori kesejahteraan psihofhisik / psyshophysialparalellism (Gottfried

   Wilhelm Leibniz 1646-1716), teori tabula rasa (John Locke 1623-1704) yang

   mengatakan bahwa jiwa anak yang baru lahir masih bersih seperti kertas putih

   yang belum di isi.

      Masa sebelumnya masalah kejiwaan juga di bahas para ulam islam seperti Al

   Ghozali (w.505 H) Fachruddin Ar Rozi (w.606 H) Al Junaid Baghdadi (w.298

   H) Al Asy’ari (w.324 H) dan psikologis disini masuk pada pembahasan ilmu

   ushuluddin dan ilmu tasawwuf.
      Masa sesudah psikologi menjadi ilmu yang berdiri sendiri, gejala kejiwaan di

   pelajari lebih sistematis dan obyektif. Selain metode eksperimen juga di gunakan

   metode introspeksi oleh W. Wundt. Ia dianggap sebagai bapak psikolog dan

   sejak saat itu psikologi berkembang dengan pesat.

C. Ruang Lingkup Psikologi.

   Di tinjau dari obyeknya psikologi dapat di bedakan menjadi dua yaitu :

      1. Psikologi yang mempelajari manusia

      2. Psikologi yang mempelajari hewan yang umumnya di sebut psikologi

          hewan.

      Psikologi umum adalah psikologi yang mempelajari kegiatan atau aktivitas

   psikis manusia. Hal-hal yang khusus yang menyimpang dari hal yang umum di

   bicarakan dalam psikologi khusus.

      Psikologi Khusus meliputi antara lain :

   1. Psikologi perkembangan, yaitu psikologi yang membicarakan perkembangan

      psikis manusia dari masa bayi sampai tua yang mencakup : a) psikologi anak

      (mencakup masa bayi), b) psikologi puber dan addolesensi (psikologi

      pemuda), c) psikologi orang dewasa, d) psikologi orang tua.

   2. Psikologi Sosial, yaitu psikologi yang khusus membicarakan tingkah lahu

      manusia dalam hubungannya dengan situasi sosial

   3. Psikologi Pendidikan, yaitu psikologi yang khusus menguraikan kegiatan

      manusia dalam kaitannya dengan pendidikanseperti bagaimana cara menarik

      perhatian siswa agar pelajaran dapat mudah di terima

   4. Psikologi Kepribadian dan Tipologi, yaitu psikologi khusus menguraikan

      tentang struktur pribadi manusia, mengenai tipe-tipe kepribadian manusia
5. Psikopatologi, yaitu psikologi yang khusus menguraikan keadaan psikis yang

   tidak normal atau abnormal

6. Psikologi Kriminal, yaitu psikologi berkaitan dengan kejahatan

7. Psikologi Perusahaan, yaitu psikologi yang berkaitan dengan soal perusahaan

   Di samping dipelajari secara praktis, psikologi bisa dipelajari secara teoritis

bila seseorang dalam mempelajari psikologi untuk ilmu itu sendiri, sedangkan

yang praktis psikologi dipelajari dengan menghubungkannya dengan praktek.

Karna itu psikologi yang dipelajari secara praktis bisa dipraktekkan dalam

berbagai bidang, misalnya pendidikan, industri dan sebagainya

   Setiap ilmu pengetahuan mempunyai obyek dan obyek psikologi adalah

“jiwa”. Sampai sekarang tak seorangpun mengetahui dengan pasti karna jiwa

bersifat abstrak. Di tinjau dari obyeknya psikologi di bagi sebagai berikut :

1. Psikologi Metafisika (meta = di balik, fisika = alam nyata), obyeknya adalah

   hal-hal mengenai asal-usul jiwa, wujud jiwa dan akhir jiwa dan sesuatu yang

   tidak berwujud nyata. Dan dinamakan Psikologi Metafisis

2. Psikologi Empiris (empiri = pengalaman), Aliran ini di motori oleh Bacon

   dan John Locke. Menurut para ahli empiri, psikologi tidak dapat didasarkan

   dengan falsafah dan teologi melainkan berdasarkan pengalaman. Semua

   peristiwa diamati, dikumpulkan dan dari pengalaman nyata itu diambillah

   kesimpulan. Karna mempelajari gejala yang nyata dan positif maka psikologi

   ini di sebut psikologi positif. Dan untuk memperoleh bahan, psikologi empiris

   kadang menggunakan percobaan atau eksperimen

3. Psikologi Behaviourisme (behaviour = tingkah laku), menurut aliran ini

   psikologi adalah pengetahuan yang mempelajari tingkah laku manusia, aliran
       ini muncul pada abad 20 di pelopori Mac Dougall. Faham ini memegang

       teguh prinsip:

         a. Obyek psikologi adalah behaviour, yaitu gerak lahir yang nyata atau

             reaksi manusia terhadap perangsanga tertentu.

         b. Unsur behaviour adalah refleks yaitu reaksi tak sadar atas perangsang

             dari luar tubuh maka psikologi ini di kenal dengan nama behavourisme

D. Perkembangan Psikologi

       Sejak zaman purbakala jiwa telah menjadi obyek penyelidikan manusia. Di

   yunani kuno sebelum masehi para pemikir telah mencoba menguak tabir rahasia

   jiwa berdasarkan falsafah masing-masing. Pada masa ini psikologi belum menjadi

   ilmu yang berdiri sendiri, metode yang di gunakan adalah metode deduktif dan

   psikologinya disebut Psikologi Filosofis.

       Obyeknya adalah tentang asal-usul jiwa, wujudnya, dan sebagainya. Obyek

   ini di luar alam nyata oleh karna ini psikologinya di sebut Psikologi Metafisis. Di

   eropa sampai abad pertengahan (1500-1789) psikologi filosofis dan psikologi

   metafisis yang menjadi pegangan.

       Di samping itu muncul juga aliran skolastik yang di pelopori oleh Thomas

   Aquino seorang ulama katolik yang mengatakan bahwa tubuh dan jiwa adalah

   satu kesatuan yang tak dapat di pisahkan.

       Tapi pada abad selanjutnya para ahli dan pujangga mengutamakan rasio

   seperti Descartes (-+ 1625) yang mengatakan bahwa ilmu yang benar hanya

   dapat di peroleh dengan berpikir bukan dengan pengalaman dan percobaan, karna

   itu aliran ini di sebut aliran rationalisme.
   Berbeda dengan aliran Empirisme yang di pelopori Bacon (-+ 1600) dan John

Locke (-+ 1675) yang mengatakan bahwa psikologi harus berdasarkan

pengalaman yang kemudian di ambil kesimpulan. Cara ini menentukan kaidah

umum dari keterangan khusus yang di kenal dengan metode Induktif.

   Pada abad ke 17 sampai 19 psikologi dipengaruhi oleh ilmu alam, mereka

menganggap bahwa jiwapun tunduk pada hukum alam biasa yaitu hukum sebab

akibat (kausal). Karna perkembangan ilmu kimia yang menyatakan bahwa

sesuatu itu terjadi dari zat terkecil dari unsur pokok akhirnya dalam psikologi juga

dicari unsur terkecil yang menjadi elemen pokok jiwa, para ahli berpendapat

bahwa kumpulan unsur mewujudkan kebulatan yang berarti, dengan demikian

jiwa dianggap sebagai benda mati yang prosesnya tunduk pada hukum pasti.

Manusia hanya obyek belaka. Perpaduan ini disebut assosiasi yang kemudian

disebut Psikologi Assosiasi.

   Karna elemen-elemen yang berdiri sendiri akhirnya menjadi kebulatan maka

psikologi ini kemudian dinamakan Psikologi Mozaik atau psikologi keelemenan.

   Berbeda dengan Wundt (1832-1920) yang mengatakan bahwa assosiasi ada

jika jiwa dalam keadaan pasif, kalau aktif proses psikis berlangsung karna

appersepsi, karna itu Wundt disebut pelopor psikologi modern.

   Sebelum sampai pada psikologi eksperimental oleh Wundt terdapat dua teori

yang mulai mengarahkan berdirinya psikologi sebagai ilmu, yaitu :

1. Psikologi Pembawaan atau Psikologi Nativistik, teori ini mengatakan bahwa

   jiwa terdiri dari beberapa faktor yang di bawa sejak lahir yang di sebut

   pembawaan atau bakat, tokoh terkenal dari aliran ini adalah Frans Joseph
   gall (1785-1828) yang mencoba menemukan lokasi pembawaan-pembawaan

   itu dalam otak.

2. Psikologi Assosiasi atau Psikologi Empirik, teori ini tidak mengakui kejiwaan

   yang di bawa sejak lahir, teori ini berisi ide0ide yang didapatkan melalui

   pancaindra dan di asosiasikan satu sama lainnya melalui prinsip, a) kesamaan,

   b) kontras, c) kelangsungan. Tingkah laku diterangkan oleh teori ini melalui

   prinsip asosiasi ide, misalnya seorang bayi yang lapar diberi makanan oleh

   ibunya. Melalui pancaindranya bayi itu mengetahui bahwa rasa lapar selalu di

   ikuti oleh makanan (prinsip kelangsungan) dan makanan itu menghilangkan

   rasa laparnya. Lama kelamaan rasa lapar di asosiasikan dengan makanan dan

   setiap kali ia lapar akan mencari makanan. Demikian juga ide-ide lain yang

   mempunyai persamaan misalnya makan dengan minum atau saling

   berlawanan seperti siang dan malam saling di asosiasikan satu denagn lainnya

   melalui prinsip asosiasi yang serupa.