Proses Penciptaan Alam Semesta

Document Sample
Proses Penciptaan Alam Semesta Powered By Docstoc
					                                Proses Penciptaan Alam Semesta
Oleh : Ahmad Tijani Muchlas
Pendahuluan
     
    
             
        
    
       
   
             
    
   
                                  
Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari
itu[33]. adapun orang-orang yang beriman, Maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan
mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan: "Apakah maksud Allah menjadikan Ini untuk
perumpamaan?." dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan Allah[34], dan dengan
perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. dan tidak ada yang disesatkan Allah
kecuali orang-orang yang fasik,( QS. Al Baqarah : 26 )


Ayat diatas mengindikasikan bahwa sekecil apapun sesuatu yang diciptakan oleh Allah swt
dijagat raya ini memiliki nilai dan manfaat, ilmu pengetahuan modern telah membuktikan
hal itu. Bagaimana siklus dan ekosistem berjalan secara sistematis ? yang semuanya hanya
akan mengerucut pada sebuah kesimpulan bahwa dibalik fenomena alam terdapat
kekuasaan yang maha dahsyat yaitu kekuasaan Allah Azza Wa Jalla.
Hasil-hasil penelitian ilmiah menunjukkan bahwa kondisi lingkungan alamiah planet bumi
sangat sesuai sekali untuk pemenuhan keperluan hidup makhluk termasuk didalamnya
manusia sebagaimana firman Allah :
   
      
            
  
            
           
                     
(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan
mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau
menciptakan Ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, Maka peliharalah kami dari siksa neraka. ( QS. Al
Imran : 191 ).



Kesesuaian manfaat untuk kehidupan tersebut tidak mungkin merupakan sebuah kebetulan,
namun jelas bahwa semuanya telah disengaja dan terencana. Misalnya arti dan manfaat
cahaya matahari, adanya tanah untuk pertumbuhan pepohonan dan tempat tinggal, siklus
air sebagai perkembangbiakan tanaman dan hewan yang semuanya dapat terjadi tanpa
diminta oleh manusia yang akan mendapatkan manfaat dalam hidupnya.

                                                    1
Pembahasan
A. Penciptaan Alam
Langit dan bumi dengan segala isi dan peristiwa yang terkandung didalamnya merupakan
suatu kenyataan yang sangat mengesankan dan menakjubkan akal dan hati sanubari
makhluk manusia. Itulah alam semesta atau disebut al kaun (universum). Dan manusia
mulai sejak zaman dahulu mengerahkan daya akalnya untuk menyelidiki rahasia serta
mencari hubungannya dengan kebutuhan dan tujuan hidupnya diatas bumi ini sehingga
muncullah para ahli alam seperti Astronom, Meteorolog, Geolog dan lain sebagainya.
Penemuan dalam bidang Astronomi menyebabkan kosmologi terbagi dalam dua kelompok,
Pertama, kelompok yang beranggapan bahwa alam ini bersifat statis, mulai dari diciptakan
sampai sekarang tidak berubah, Kedua, kelompok yang beranggapan bahwa alam semesta
ini dinamis, bergerak dan berubah. Kelompok kedua ini didukung oleh ilmu pengetahuan
modern. Menurut teori evolusi ditafsirkan bahwa alam semesta ini dimulai dari satu
ledakan dahsyat (big bang), materi yang ada dialam semesta mula-mula berdesakan satu
sama lain dalam suhu dan kepadatan yang sangat tinggi sehingga hanya berupa proton,
neutron, dan electron.
Selama 250 tahun sesudah ledakan energi sinar dominan terhadap materi, transformasi
diantara keduanya bisa terjadi sesuai dengan rumus Einstein, E = cm2. setelah masa 250
tahun lewat materi dan gravitasi dominan terdapat diffrensiasi yang tadinya homogen.
Proses kondensasi bintang dan pembentukan planet membutuhkan waktu beberapa ratus
juta tahun kita mengetahui bahwa bulan bergerak menjauhi bumi hal ini berarti bahwa
beberapa milyar tahun yang lalu bumi dan bulan ini satu dan bulan merupakan pecahan
bumi yang memisahkan diri. Firman Allah :
   
            
   
   
      
Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu
keduanya dahulu adalah suatu yang padu, Kemudian kami pisahkan antara keduanya. dan
dari air kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga
beriman?( QS. Al Anbiya’ : 30 ).


B. Asal-usul kejadian makhluk dan macamnya.
Sebelum membahas masalah ini sebaiknya kita juga harus tahu bahwa makhluk yang
diciptakan Allah swt secara garis besar terbagi dalam dua kelompok, Pertama adalah
makhluk nyata yang meliputi : manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan dan yang lainnya.
Kedua adalah makhluk ghaib yang meliputi malaikat, jin dan lain sebagainya. Allah swt
berfirman :



                                            2
  
           
   
        
    
   
                                
Hai orang-orang yang beriman, ingatlah akan nikmat Allah (yang Telah dikurniakan) kepadamu ketika
datang kepadamu tentara-tentara, lalu kami kirimkan kepada mereka angin topan dan tentara yang tidak
dapat kamu melihatnya[1204]. dan adalah Allah Maha melihat akan apa yang kamu kerjakan.( QS. Al Ahzab
:9)


Keterangan ayat : [1204] ayat Ini menerangkan kisah AHZAB yaitu golongan-golongan
yang dihancurkan pada peperangan Khandaq Karena menentang Allah dan Rasul-Nya.
yang dimaksud dengan tentara yang tidak dapat kamu lihat adalah para malaikat yang
sengaja didatangkan Tuhan untuk menghancurkan musuh-musuh Allah itu.


Asal usul kejadian manusia menurut ajaran Islam berbeda dengan pendapat beberapa ahli
fisafat antropologi seperti Darwin dan pengikutnya. Manusia dimanapun dia hidup berasal
dari satu keturunan yaitu dari nabi Adam as kemudian berkembang biak dan bertebaran di
seantaro bumi. Allah swt berfirman :
  
    
             
   
   
   
    
                  
Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang Telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan
dari padanya[263] Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan
laki-laki dan perempuan yang banyak. dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-
Nya kamu saling meminta satu sama lain[264], dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya
Allah selalu menjaga dan Mengawasi kamu. ( QS. Al Nisa’ : 1 )


Keterangan ayat : [263] maksud dari padanya dari ayat diatas menurut Jumhur
Mufassirin ialah dari bagian tubuh (tulang rusuk) Adam a.s. berdasarkan hadis riwayat
Bukhari dan muslim. di samping itu ada pula yang menafsirkan dari padanya ialah dari
unsur yang serupa yakni tanah yang dari padanya Adam a.s. diciptakan.
[264]     menurut kebiasaan orang Arab, apabila mereka menanyakan sesuatu atau
memintanya kepada orang lain mereka mengucapkan nama Allah seperti :As aluka billah
artinya saya bertanya atau meminta kepadamu dengan nama Allah.


Jika kita mengkaji dan meneliti ayat tersebut jelas bagi kita bahwa manusia yang beraneka
ragam warna kulitnya dan bahasanya masih dalam satu keturunan oleh karenanya manusia


                                                   3
dibebani kewajiban untuk memelihara kasih saying diantara sesamanya agar tidak putus
tali persaudaraannya, penilaian terhadap manusia oleh penciptanya yang selalu mengawasi
gerak langkahnya adalah nilai ketakwaan dan hubungan kasih saying diantara sesamanya.
Sebagaimana firman Allah swt :
             
   
              
   
    
           
Hai manusia, Sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan
menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya
orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu.
Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.( QS. Al Hujurat : 13 )


Kesempurnaan hidup manusia tidak akan tercapai dengan hidup menyendiri karena segala
kebutuhannya bisa dicapai dengan cara hidup bersama dan berdampingan, kehidupan
penuh kasih sayang akan mengantarkan pada saling tolong menolong


C. Alam Nabati dan Hewani
Alam Nebati (tumbuh-tumbuhan) yang ada disekeliling kita dalam persada bumi yang
produktif disediakan oleh Allah swt bagi sarana kehidupan manusia dan makhluk lainnya,
firman Allah swt :
            
      
   
                
Dan kami Telah menghamparkan bumi dan menjadikan padanya gunung-gunung dan kami tumbuhkan
padanya segala sesuatu menurut ukuran. ( QS. Al Hijr : 19 )



Proses terjadinya tumbuh-tumbuhan yang bermacam-macam bentuk dan jenisnya antara
lain : Pertama, awan mendung yang berasal dari uap diterbangkan angina kemudian turun
sebagai hujan yang menghidupkan tumbuh-tumbuhan, Kedua, tiupan angin dapat
memindahkan bibit tumbuhan yang jantan kepada yang betina lalu menjadi buah, Ketiga,
tiupan angi dapat menggoyangkan pepohonan bagaikan olah raga baginya, menghilangkan
debu yang melekat pada daunnya pori-porinya pun terbuka maka mudahlah ia menyerap
makanannya. Firman Allah swt :
           
  
               
             
             
                   
  
                  
                                                    4
Dan tidak ada sesuatupun melainkan pada sisi Kami-lah khazanahnya[795]; dan kami tidak menurunkannya
melainkan dengan ukuran yang tertentu. Dan kami Telah meniupkan angin untuk mengawinkan (tumbuh-
tumbuhan) dan kami turunkan hujan dari langit, lalu kami beri minum kamu dengan air itu, dan sekali-kali
bukanlah kamu yang menyimpannya. ( QS. Al HIjr : 21-22 )


Keterangan ayat : [795] maksudnya segala sesuatu itu sumbernya dari Allah s.w.t.


Adapun alam nabati tiap negeri berbeda-beda sesuai dengan iklim dan letak geografisnya.
Indonesia dan yang serumpun dengannya akan banyak persamaannya, tetapi di daerah
timur tengah misalnya banyak pepohonan yang tidak ditemukan di Indonesia, seperti : tin,
zaitun, kurma dan yang lainnya. Allah swt berfirman :
              
    
           
          
         
  
     
     
Dia-lah, yang Telah menurunkan air hujan dari langit untuk kamu, sebahagiannya menjadi minuman dan
sebahagiannya (menyuburkan) tumbuh-tumbuhan, yang pada (tempat tumbuhnya) kamu menggembalakan
ternakmu. Dia menumbuhkan bagi kamu dengan air hujan itu tanam-tanaman; zaitun, korma, anggur dan
segala macam buah-buahan. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda (kekuasaan
Allah) bagi kaum yang memikirkan. ( QS. Al Nahl : 10-11 ).



Selain alam nabati kita juga mengenal alam hewani, ada yang liar yang hidup dihutan-
hutan atau pegunungan dan ada yang jinak, ada yang terbang diangkasa dan yang
menjelajah dilautan. Hewan-hewan ini juga banyak memiliki kesamaan dengan manusia,
karna hewan juga merasakan lapar, haus hidup berkelompok dan lain sebagainya,
sebagaimana ditegaskan oleh firman Allah swt :
    
   
          
    
    
                               
Dan tiadalah binatang-binatang yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua
sayapnya, melainkan umat (juga) seperti kamu. tiadalah kami alpakan sesuatupun dalam Al-Kitab[472],
Kemudian kepada Tuhanlah mereka dihimpunkan.( QS. Al An’am : 38 )


Keterangan ayat : [472] sebagian Mufassirin menafsirkan Al-Kitab itu dengan Lauhul
mahfudz dengan arti bahwa nasib semua makhluk itu sudah dituliskan (ditetapkan) dalam
Lauhul mahfudz. dan ada pula yang menafsirkannya dengan Al-Quran dengan arti: dalam
Al-Quran itu Telah ada pokok-pokok agama, norma-norma, hukum-hukum, hikmah-
hikmah dan pimpinan untuk kebahagiaan manusia di dunia dan akhirat, dan kebahagiaan
makhluk pada umumnya.
                                                    5
Kesimpulan
Siklus kehidupan memang sangat teratur dan sistematis sehingga kenyataan ini
mengabsahkan bahwa penciptanya benar-benar sang maha karya dan kreator tiada banding.
Dialah yang mengatur semuanya sehingga alam jagat raya tetap dalam keseimbangannya.
Meski sangat disayangkan jika kemudian tangan-tangan jahil manusia hanya merusak
tatanannya, seperti yang disinyalir oleh Allah swt dalam firmannya :
   
         
         
              
           
Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan Karena perbuatan tangan manusi, supay Allah
merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang
benar). ( QS. Al Rum : 41 )



Realitas yang terjadi dengan terjadinya beberapa bencana alam baik yang bersifat alami
maupun tidak mestinya segera menanamkan kesadaran (konsientasi) dalam diri manusia
sebagai khalifah fi al ardli yang bertugas untuk memakmurkan bumi beserta isinya dan
senantiasa menjaga keseimbangannya. Lebih ironis lagi jika manusia hanya bisa
menyombongkan diri dan membantah tentang keesaan dan kekuasaan tuhan, Allah
senantiasa mengingatkan kepada kita untuk merenungkan fenomena alam seperti dalam
firmannya :
    
     
         
   
    
     
                    
Tidakkah kamu perhatikan Sesungguhnya Allah Telah menundukkan untuk (kepentingan)mu apa yang di
langit dan apa yang di bumi dan menyempurnakan untukmu nikmat-Nya lahir dan batin. dan di antara
manusia ada yang membantah tentang (keesaan) Allah tanpa ilmu pengetahuan atau petunjuk dan tanpa
Kitab yang memberi penerangan. ( QS. Lukman : 20 ).


Daftar Pustaka
    - Qur’an In Word
    - Al Nawawi, Muhammad bin Umar, Marah Labid Li Kasyfi Makna Al
        Qur’an Al Majid, Beirut:Darul Al Kutub Al Ilmiah, 2002.
    - Al Mahalli, Jalaluddin Muhammad bin Ahmad, Al Suyuthi, Jalaluddin
        Abdurrahman bin Abi Bakar, Tafsir Al Jalalain, Beirut:Darul Fikr,
        1995.


                                                  6
- Abu Ahmadi, Noor Salimi, Dasar-dasar Pendidikan Agama Islam,
  Jakarta:Bumi Aksara, cetakan kedua, 1994.
- Mawardi, Nur Hidayati, IAD – ISD – IBD, Bandung:Pustaka Setia,
  cetakan kesatu, 2000.




                                7