bulan belah by yulkan

VIEWS: 61 PAGES: 11

									----- Forwarded by Tino Darusman SE MBA/PTSP on -----

BISMILLAHIRRAHMAANIRRAHIIM

SUBHANALLAH..............
MAHA BESAR ALLAH SWT ATAS SEMUA CIPTAANNYA

Subject: MISTERI TERBELAHNYA BULAN.
Allah SWT berfirman: "Sungguh telah dekat hari qiamat, dan bulan pun telah
terbelah (Q.S. Al-Qamar: 1)"
Dalam temu wicara di televisi bersama pakar Geologi Muslim, Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar,
salah seorang warga Inggris mengajukan pertanyaan kepadanya, apakah ayat dari surat Al-
Qamar di atas memiliki kandungan mukjizat secara ilmiah ? Maka Prof. Dr. Zaghlul Al-
Najar menjawabnya sebagai berikut :
Tentang ayat ini, saya akan menceritakan sebuah kisah. Sejak beberapa waktu lalu, saya
mempresentasikan di Univ. Cardif, Inggris bagian barat, dan para peserta yang hadir
bermacam-macam, ada yang muslim dan ada juga yang bukan muslim. Salah satu tema
diskusi waktu itu adalah seputar mukjizat ilmiah dari Al-Qur'an.
Salah seorang pemuda yang beragama muslim pun berdiri dan bertanya, "Wahai Tuan,
apakah menurut anda ayat yang berbunyi "Telah dekat hari qiamat dan bulan pun telah
terbelah" mengandung mukjizat secara ilmiah ? Maka saya menjawabnya: "Tidak, sebab
kehebatan ilmiah dapat diterangkan oleh ilmu pengetahuan, sedangkan mukjizat tidak bisa
diterangkan oleh ilmu pengetahuan, sebab ia tidak bisa menjangkaunya. Dan tentang
terbelahnya bulan, maka itu adalah mukjizat yang terjadi pada Rasul terakhir Muhammad
shallallahu 'alaihi wassalam sebagai pembenaran atas kenabian dan kerasulannya,
sebagaimana nabi-nabi sebelumnya. Dan mukjizat yang kelihatan, maka itu disaksikan dan
dibenarkan oleh setiap orang yang melihatnya. Andai hal itu tidak termaktub di dalam
kitab Allah dan hadits-hadits Rasulullah SAW, maka tentulah kami para muslimin di
zaman ini tidak akan mengimani hal itu. Akan tetapi hal itu memang benar termaktub di
dalam Al-Qur'an dan sunnah-sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wassalam. Dan memang
Allah ta'alaa benar-benar Maha berkuasa atas segala sesuatu".

Maka Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar pun mengutip sebuah kisah Rasulullah SAW membelah
bulan. Kisah itu adalah di masa sebelum hijrah dari Mekah Al-Mukarramah ke Madinah.
Orang-orang musyrik berkata, "Wahai Muhammad, kalau engkau benar Nabi dan Rasul,
coba tunjukkan kepada kami satu kehebatan yang bisa membuktikan kenabian dan
kerasulanmu (mengejek dan mengolok-olok)?" Rasulullah bertanya, "Apa yang kalian
inginkan ?" Mereka menjawab: "Coba belahlah bulan ...." Maka Rasulullah SAW pun
berdiri dan terdiam, lalu berdoa kepada Allah SWT agar menolongnya. Maka Allah SWT
memberitahu Muhammad SAW agar mengarahkan telunjuknya ke bulan. Rasulullah pun
mengarahkan telunjuknya ke bulan, dan terbelahlah bulan itu dengan sebenar-benarnya.
Maka serta-merta orang-orang musyrik pun berujar, "Muhammad, engkau benar-benar
telah menyihir kami!".

Akan tetapi para ahli mengatakan bahwa sihir, memang benar bisa saja "menyihir" orang
yang ada disampingnya akan tetapi tidak bisa menyihir orang yang tidak ada ditempat itu.
Mereka lantas menunggu-nunggu orang-orang yang akan pulang dari perjalanan. Orang-
orang Quraisy pun bergegas menuju keluar batas kota Mekkah menanti orang yang baru
pulang dari perjalanan. Dan ketika datang rombongan yang pertama kali dari
perjalanan menuju Mekkah, maka orang-orang musyrik pun bertanya, "Apakah kalian
melihat sesuatu yang aneh dengan bulan?". Mereka menjawab, "Ya, benar. Pada suatu
malam yang lalu kami melihat bulan terbelah menjadi dua dan saling menjauh masing-
masingnya kemudian bersatu kembali...!!!".

Maka sebagian mereka pun beriman, dan sebagian lainnya lagi tetap kafir (ingkar). Oleh
karena itu, Allah menurunkan ayat-Nya: "Sungguh, telah dekat hari qiamat, dan telah
terbelah bulan, dan ketika melihat tanda-tanda kebesaran Kami, merekapun ingkar lagi
berpaling seraya berkata, "Ini adalah sihir yang terus-menerus", dan mereka
mendustakannya, bahkan mengikuti hawa nafsu mereka. Dan setiap urusan benar-benar
telah tetap ....." sampai akhir surat Al-Qamar.

"Ini adalah kisah nyata", demikian kata Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar. Dan setelah selesainya
Prof. Dr. Zaghlul menyampaikan hadits nabi tersebut, berdirilah seorang muslim warga
Inggris dan memperkenalkan diri seraya berkata, "Aku Daud Musa Pitkhok, ketua Al-Hizb
Al-Islamy Inggris. Wahai tuan, bolehkah aku menambahkan?" Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar
menjawab: "Dipersilahkan dengan senang hati."

Daud Musa Pitkhok berkata, "Aku pernah meneliti agama-agama (sebelum menjadi
muslim), maka salah seorang mahasiswa muslim menunjukiku sebuah terjemah makna-
makna Al-Qur'an yang mulia. Maka, aku pun berterima kasih kepadanya dan aku
membawa terjemah itu pulang ke rumah. Dan ketika aku membuka-buka terjemahan Al-
Qur'an itu di rumah, maka surat yang pertama aku buka ternyata Al-Qamar. Dan aku pun
membacanya: "Telah dekat hari qiamat dan bulan pun telah terbelah......." Maka aku pun
bergumam: Apakah kalimat ini masuk akal?? Apakah mungkin bulan bisa terbelah
kemudian bersatu kembali?? Andai benar, kekuatan macam apa yang bisa melakukan hal
itu??? Maka, aku pun menghentikan dari membaca ayat-ayat selanjutnya dan aku
menyibukkan diri dengan urusan kehidupan sehari-hari. Akan tetapi Allah-lah Yang Maha
Tahu tentang tingkat keikhlasan hamba-Nya dalam pencarian kebenaran.

Maka aku pun suatu hari duduk di depan televisi Inggris. Saat itu ada sebuah diskusi
hangat antara presenter seorang Inggris dan 3 orang pakar ruang angkasa AS. Ketiga pakar
antariksa tersebut pun menceritakan tentang dana yang begitu besar dalam rangka
melakukan perjalanan ke antariksa. Dan diantara diskusi tersebut adalah tentang turunnya
astronot menjejakkan kakiknya di bulan, dimana perjalanan antariksa ke bulan tersebut
telah menghabiskan dana tidak kurang dari 100 juta dollar. Mendengar hal itu, presenter
terperangah kaget dan berkata, "Kebodohan macam apalagi ini, dana begitu besar dibuang
oleh AS hanya untuk bisa mendarat di bulan?" Mereka pun menjawab, "Tidak, ..!!!
Tujuannya tidak semata menancapkan ilmu pengetahuan AS di bulan, akan tetapi kami
mempelajari kandungan yang ada di dalam bulan itu sendiri, maka kami pun telah
mendapat hakikat tentang bulan itu, yang jika kita berikan dana lebih dari 100 juta dollar
untuk kesenangan manusia, maka kami tidak akan memberikan dana itu kepada siapapun.
Maka presenter itu pun bertanya, "Hakikat apa yang kalian telah capai sehingga demikian
mahal taruhannya?" Mereka menjawab, "Ternyata bulan pernah mengalami pembelahan di
suatu hari dahulu kala, kemudian menyatu kembali.!!!" Presenter pun bertanya,
"Bagaimana kalian bisa yakin akan hal itu?" Mereka menjawab, "Kami mendapati secara
pasti dari batuan-batuan yang terpisah terpotong di permukaan bulan sampai di dalam
(perut) bulan. Maka kami pun meminta para pakar geologi untuk menelitinya, dan mereka
mengatakan, "Hal ini tidak mungkin telah terjadi kecuali jika memang bulan pernah
terbelah lalu bersatu kembali".
Mendengar paparan itu, ketua Al-Hizb Al-Islamy Inggris mengatakan, "Maka aku pun
turun dari kursi dan berkata, "Mukjizat (kehebatan) benar-benar telah terjadi pada diri
Muhammad sallallahu alaihi wassallam 1400-an tahun yang lalu. Allah benar-benar telah
mengolok-olok AS untuk mengeluarkan dana yang begitu besar, 100 juta dollar lebih,
hanya untuk menetapkan akan kebenaran muslimin !!!!"".
Maka, agama Islam ini tidak mungkin salah ... (aku pun bergumam), "Maka, aku pun
membuka kembali Mushhaf Al-Qur'an dan aku baca surat Al-Qamar, dan ... saat itu adalah
awal aku menerima dan masuk Islam.

Diterjemahkan oleh: Abu Muhammad ibn Shadiq ISLAM ADALAH RAHMATAN
LIL'AALAMIIN

Sebarkan kepada kaum muslimin dan muslimat yg anda kenal... Sungguh suatu pencarahan
yg bermanfaat bagi kita semua...alhamdulillah.

scanned by Indosat TM-IMSS System
Apa benar seperti dikatakan dalam email ini ? Kalau iya sebaiknya para pemuka Islam
segera mengumumkan ke masyarakat agar tidak terkecoh.
*Buku "Ensiklopedi Al-quran" Menyesatkan*
[image: Picture (Metafile)]




Saat ini telah beredar buku berjudul* **'Ensiklopedi Tematis Alquran'*. Buku yang terdiri
dari 6 jilid, berisi 1.100 halaman dengan 1.160 gambar berwarna serta kaligrafi itu
diterbitkan oleh Penerbit Kharisma Ilmu Jakarta.
Ensiklopedi tersebut sangat menyesatkan karena* **berisi gambar-gambar* yang tidak
Islami. Dan yang aneh, di dalamnya ada propaganda terselubung mengenai agama Kristen.
Pada jilid pertama ketika membahas* **masalah iman*, tidak ada juntrungannya,*
terdapat ilustrasi penganut agama Kristen lengkap dengan salibnya*.
Demikian pula di dua halaman berikutnya, dengan* **sub judul gerbang iman*kembali*
**bergambar orang Kristen sedang berdoa di gereja*. Semua gambar tersebut jelas dan
menyolok memamerkan simbol dan aktivitas orang Kristen. Sebuah ilustrasi yang sama
sekali tidak ada hubungannya dengan isi yang sedang dibahas.
Selain itu banyak gambar aneh bertebaran seperti* **setan yang digambarkan dengan
wajah menyeramkan dan bertanduk di dalam api*;* **laki-laki sedang meniup terompet
menggambarkan malaikat Isrofil meniup sangkalala*;* **pohon dengan dahan berbentuk
kepala ular yang lidahnya menjulur menggambarkan pohon zaqqum* dan sebagainya.
Ada lagi* **gambar wanita seksi* yang tampak* **pusar dan dadanya*menggambarkan
wanita penghuni surga. Pada * **sub judul 'melihat Allah di akhirat'* tergambar*
**seorang lelaki dengan wajah mirip Yesus bersama dua wanita berjilbab*.
Dan masih banyak lagi apabila dikaji gambar-gambar yang menyesatkan dan merusak
akidah umat.
Padahal buku tersebut judulnya saja Ensiklopedi Alquran. Ditulis oleh Muhammad Kamil
Hasan Al Mahami dengan edisi Indonesia diberikan kata pengantar oleh Ichwan Sam,
Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI). Tidak cukup dengan itu, sederet nama
besar menjadi pembaca ahli, di antaranya Prof KH Alie Yafie, Prof Dr H Moh Ardani, Prof
Dr Nasaruddin Umar MA, Prof Dr H Ahmad Bachmid, Lc.
Modus operandi penjualan ensiklopedi tersebut banyak kepada kaum awam, terutama
karyawan di perkantoran maupun di perumahan elite. Buku itu dijual dengan sistem cash
maupun kredit. Hal ini tentu membahayakan akidah dan pemahaman Islam seseorang yang
belum kuat imannya. Tidak menutup kemungkinan bisa mengarah pada unsur SARA atau
penodaan atas agama.
Untuk itu, kami meminta pihak penerbit Kharisma Ilmu segera menarik ensiklopedi
tersebut dari peredaran dan memperbaiki isi maupun gambar-gambar di dalamnya. Juga
kepada umat Islam agar menahan diri tidak membeli ensiklopedi tersebut meskipun
kelihatannya Islami dan penampilan yang menarik (lux). Kepada MUI yang telah terlanjur
memberikan sambutan sebaiknya mengklarifikasi keikutsertaannya di dalam penerbitan
buku tersebut, tak terkecuali para pembaca ahli yang meng-endorse buku tersebut. Semoga
Allah memberikan rahmat kepada kita dengan melindungi akidah umat Islam dari
rongrongan orang-orang yang tidak menyukainya. Wallahu a'lam

Disclaimer: Although this message has been checked for all known viruses using Trend
Micro InterScan Messaging Security Suite, Bukopin accept no liability for any loss or
damage arising from the use of this E-Mail or attachments.
--
Best Regards,
Yetty Meiliyanty (AYET)
Telp : +62 21 8307806
Fax : +62 21 8307806
e-mail : m3ili.ym@gmail.com
Nugrahani <nugrahani@bpmigas.com> wrote:
AKu forward nih !


From: Nelli Ekayanti
Sent: 28 Nopember 2006 15:12
To: Shinta Herlina; wahyuni; Nurliah S.; Nugrahani; Emytha Ardyan
Subject: FW: [OOT] Keajaiban langit Mekah tanggal 1 Muharram tahun I Hijriyah

I. Keajaiban langit Mekkah tanggal 1 Muharram tahun I Hijriyah
Posted by Herry @ 00:01 |
Walaupun saya bukan astronom, saya suka mengamati benda-benda langit, walaupun
tidak punya teropong. Saya hanya suka melihat bintang dan bulan ketika malam cerah,
dengan bermodalkan program simulasi langit „Stellarium‟ dan program „Planetarium‟ di
PDA.
Anyway, ketika teringat bahwa:
1. Makna „tersirat‟ Ka‟bah yang kosong, dalam karya-karya sufistik, adalah qalb yang
   telah kosong dari segala macam berhala, dan merupakan pintu ke arah „vertikal‟
   menuju Allah.
2. Allah sendiri, dalam karya-karya sufistiknya Rumi, Yunus Emre, Ibnu Arabi dll, sering
   disimbolkan sebagai Matahari.
3. Hijrah, dalam karya-karya sufistik, sering menjadi simbol „mulainya seseorang menuju
   Allah, mengambil jalan pertaubatan‟.
Awalnya iseng saja, tapi saya mencari ketiga hubungan hal ini. Kebetulan saya punya
program Stellarium, tadinya saya sekedar ingin melihat seperti apa sih, langit dan bintang-
bintang di langit Mekkah, ketika para sahabat Rasulullah berjalan malam hari dalam
hijrahnya ke madinah.
***
Sebagai catatan, Rasulullah memerintahkan para sahabat untuk berangsur-angsur
berangkat hijrah pada suatu malam di periode setelah kematian Abu Thalib. Diantara yang
berangkat lebih awal adalah beberapa sepupu Nabi, Umar ra. beserta keluarganya, dan
Usman ra. beserta keluarganya, Hamzah, dan Zaid. Tadinya Abu Bakar akan berangkat,
tetapi Rasulullah melarang beliau dan memerintahkan untuk menunggu petunjuk Allah
mengenai keberangkatannya.
Lama setelah hijrah, ketika kaum muslimin menentukan penanggalan, malam hijrah
pertama yang inilah yang ditetapkan sebagai tanggal pertama penanggalan Islam, yaitu
1 Muharram tahun I Hijriyah. Ini bertepatan dengan tanggal 16 Juli 622 M.
Rasulullah SAW sendiri baru berangkat hijrah bersama Abu Bakar ra. satu bulan
kemudian, pada malam ketika terjadi pengepungan pemuda quraisy di rumah Rasulullah,
dan Ali saat itu tidur di tempat tidur Rasulullah menyediakan diri sebagai umpan.
Ini terjadi pada saat hilal bulan baru muncul di langit Makkah (Martin Lings/Abu Bakr
Sirajuddin, hal. 187). Jadi Rasulullah dan Abu Bakar ra. baru berangkat hijrah satu bulan
setelah 1 Muharram, yaitu pada tanggal 1 Safar. Mungkin atas dasar ini pulalah bulan
kedua dalam tahun Islam disebut „Safar‟ yang berarti „perjalanan‟.
***
Untuk melihat kondisi langit Makkah pada saat itu, ke dalam Stellarium saya masukkan
koordinat kota Mekkah: 21 30 N dan 39 54 E. Setelah itu, saya masukkan tanggal pada saat
pertama kali para sahabat Rasulullah itu hijrah, yaitu tanggal 1 Muharram tahun I Hiriyah,
bertepatan dengan hari Jum‟at, tanggal 16 Juli 622 Masehi. Saya set program Stellarium
dengan koordinat dan tanggal tersebut, kemudian mensimulasikan keadaan langit pada hari
itu.
[**Edit: Koreksi dari Bp. Yorga Effendi: beliau benar, ternyata saya lupa mengeset waktu
PC saya dengan waktu Mekkah. Jadi waktu yang tercantum di Stellarium pada peristiwa
ini adalah waktu Asia Tenggara, walaupun koordinatnya benar. Jadi seharusnya, pada
setiap peristiwa berikut, waktunya dikurangi 4 jam.]
Ternyata, yang terlihat adalah:
Pada hari hijrah itu, di Mekkah matahari baru terbenam sekitar pukul 23.00 [**dikurangi 4
jam, seharusnya 19.00]. Tapi pada jam 16:24 [**dikurangi 4 jam, seharusnya 12:24] waktu
setempat, matahari berada tepat di zenith Mekkah. Jadi jika kita saat itu ada di dekat
ka‟bah, maka pada tanggal 1 Muharram tahun I Hijiyah, akan terlihat matahari ada tepat
di atas ka’bah.




Screen capture simulasi langitnya, pada saat matahari tepat di zenith mekkah di tanggal
tersebut, gambar besarnya bisa dilihat di sini.
Peristiwa matahari ada di zenith Mekkah memang bukan peristiwa luar biasa, karena
terjadi dua kali setiap tahun. Tapi dengan tiga variabel ini, Hari I Hijrah + Ka‟bah +
Matahari, simbolisasi-simbolisasi yang dikemukakan para sufi besar tadi, dengan dibantu
program simulasi langit, jadi lebih bisa dipahami:
“Pada hari hijrah, ka‟bah tepat di bawah matahari”, jadi “Dengan memulai perjalanan
taubat, melalui qalb yang telah kosong, manusia „mi‟raj‟ (vertikal) menuju Allah”. Para
sufi itu tepat sekali simbolisasinya. Luar biasa.
Dan saya merasa, pemilihan hari Jum‟at tanggal 16 Juli 622 M sebagai hari pertama hijrah
oleh Rasulullah, adalah bukan kebetulan semata. Beliau pasti menerima petunjuk dari
Allah ta‟ala, apalagi ditambah fakta yang kedua ini:
Bahwa pada tanggal tersebut, ternyata, ketika disimulasikan dengan Stellarium, terlihat
bahwa dilangit Mekkah, Jumat tanggal 16 Juli 622 M, nyata bahwa posisi beberapa planet-
planet dalam sistem tatasurya kita, bulan dan matahari, jika dilihat dari Makkah, ternyata
nyaris ada dalam satu garis lurus dalam satu ruang pandang yang sempit (45 derajat).




Screen capture besarnya nya saya muat di sini.
Hal ini tentu tidak akan diketahui pada saat itu, karena matahari masih bersinar terang.
Namun ketika kita bisa mensimulasikan gerak benda langit dengan komputer seperti
sekarang, barulah akan nampak bagaimana sebenarnya langit Mekkah pada saat itu, di
balik cahaya matahari siang.
Menjelang matahari terbenam di tanggal tersebut di langit Mekkah, semakin nampak
bahwa posisi (berturut-turut) planet Mars, Neptunus, Uranus, Bulan, Merkurius,
Venus, Saturnus dan Matahari (ditambah dengan bintang Regulus), ternyata di hari
itu –nyaris ada dalam satu garis lurus dalam ruang pandang yang sempit–, sekitar 45
derajat, jika dilihat dari bumi, khususnya wilayah Makkah.
Setelah matahari terbenam (kebetulan matahari terbenam paling duluan saat itu) mungkin
saja kesejajaran posisi bintang ini akan nampak sedikit lebih jelas bagi para muhajjirin,
apalagi posisi bulan pada malam itu adalah bulan mati. Walaupun demikian, saya tidak
terlalu yakin mereka akan melihat ini, karena posisi beberapa planet yang relatif dekat
dengan matahari.
Ini screen capturenya kesejajaran planet-planet menjelang matahari terbenam saat itu, di
atas cakrawala barat :




Gambar besarnya di sini.
Meski saya kurang memahami keistimewaan fenomena ini dari sudut pandang astronomi
(saya bukan astronom), disamping memang lintasan semua planit di tatasurya kita (kecuali
Pluto) gerak semu dari lintasannya akan nampak berdempetan jika dilihat dari langit bumi,
tapi tidak setiap saat planet-planet tersebut terlihat seakan-akan berjejer, berbaris pada satu
sudut pandang yang hanya seluas sekitar 45 derajat, di atas cakrawala.
Keunikannya adalah fakta bahwa hari hijrah pertama, posisi matahari yang di atas ka‟bah
(simbol qalb kosong yang telah menghadap Allah), juga dengan „berbaris‟nya matahari
(simbol Allah), bulan (simbol perkembangan nafs/jiwa pada tasawuf) yang masih gelap,
yang posisinya tepat ada di tengah „barisan‟ beberapa planet, disatukan Allah pada hari itu.
Apakah ini juga sebuah ayat yang menyimbolkan sesuatu, yang „berbicara‟ tentang
simbolisasi spiritual sesuatu?
Terjadinya dua peristiwa alam ini pada hari yang sama, di hari pertama hijriyah, bagi saya
seakan-akan Allah memberi tanda melalui alam semesta, bahwa memang hari itu adalah
hari yang khusus. Bagaikan Allah „menggaris-bawahi‟ hari itu dengan bukan hanya satu,
tapi dua tanda di langit.
Maa khalaqta haadza batilan. Tiada yang sia-sia dari apa yang Dia ciptakan. Allah
membimbing para hamba-Nya hingga ke hal yang sekecil-kecilnya, dan menundukkan
alam semesta bagi para hamba-Nya yang bertaqwa.
Wassalaam Wr. Wb
[HM]
This message and any attached files may contain information that is confidential and/or
subject of legal privilege intended only for use by the intended recipient. If you are not the
intended recipient or the person responsible for delivering the message to the intended
recipient, be advised that you have received this message in error and that any
dissemination, copying or use of this message or attachment is strictly forbidden, as is the
disclosure of the information therein. If you have received this message in error please
notify the sender immediately and delete the message.

								
To top