Docstoc

SDM (PDF)

Document Sample
SDM (PDF) Powered By Docstoc
					                   Judul
SUMBER DAYA MANUSIA




       Mata Pelajaran : Geografi
       Kelas          : I (Satu)
       Nomor Modul : Geo.I.11




             Penulis: Drs. Sutama
 Penyunting Materi: Drs. Eko Tri Rahardjo, M.Pd
      Penyunting Media: Dra. Andamsari




                                                  1
                                                   DAFTAR ISI

IDENTITAS

DAFTAR ISI

PENDAHULUAN

Kegiatan Belajar 1:             PENDUDUK SEBAGAI SUMBER DAYA MANUSIA
                                Tujuan .........................................................................................    5
                                Uraian Materi ..............................................................................        5
                                Sumber Daya Manusia................................................................                 5
                                1. Jumlah Penduduk .................................................................                6
                                2. Pertumbuhan Penduduk .......................................................                     8
                                3. Komposisi Penduduk ...........................................................                  19
                                4. Kepadatan Penduduk ...........................................................                  24
                                5. Kualitas Penduduk ................................................................              25
                                6. Mobilitas Penduduk .............................................................                27
                                Tugas Kegiatan 1 ........................................................................          28

Kegiatan Belajar 2:             MASALAH-MASALAH KEPENDUDUKAN DAN UPAYA
                                PENANGGULANGAN MASALAH KEPENDUDUKAN
                                DI INDONESIA
                                Tujuan .........................................................................................   29
                                Uraian Materi ..............................................................................       29
                                1. Jumlah Penduduk Besar ......................................................                    29
                                2. Pertumbuhan Penduduk Cepat ............................................                         30
                                3. Persebaran Penduduk Tidak Merata ...................................                            30
                                4. Kualitas Penduduk Rendah ..................................................                     35
                                5. Komposisi Penduduk sebagian Besar Berusia Muda ...........                                      39
                                Tugas Kegiatan 2 ........................................................................          40

PENUTUP ...................................................................................................................... 41
- Kunci Tugas .............................................................................................................. 42
- Daftar Kata-kata Penting .......................................................................................... 44

DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................................... 44




2
                               PENDAHULUAN



Apa kabar siswa SMU Terbuka, di manapun Anda berada? Mudah-mudahan selalu baik
baik saja. Selanjutnya bagaimana dengan kegiatan belajar Anda pada modul terdahulu?
Memuaskan bukan?

Selanjutnya pada kesempatan ini Anda akan mempelajari modul dengan judul “Sumber Daya
Manusia“.

Modul ini terdiri dari dua kegiatan, kegiatan pertama membahas “Penduduk sebagai Sumber
Daya Manusia“. Kegiatan kedua membahas “Masalah kependudukan dan upaya
penanggulangannya di Indonesia”.

Setelah selesai mempelajari modul ini, diharapkan Anda dapat menjelaskan pengertian
sumber daya manusia, jumlah dan pertumbuhan penduduk, komposisi penduduk, persebaran
penduduk, kualitas penduduk, masalah kependudukan dan penanggulangan masalah
kependudukan di Indonesia.

Agar tujuan tersebut tercapai materi pokok yang harus Anda pelajari adalah pengertian
sumber daya manusia, jumlah dan pertumbuhan penduduk, komposisi penduduk, persebaran
penduduk, kualitas penduduk, masalah kependudukan dan penanggulangan masalah
kependudukan di Indonesia.

Untuk memperlancar dan mempermudah dalam mempelajari modul ini Anda perlu
menyediakan buku paket Geografi, Atlas, Peta serta buku-buku yang sesuai dengan materi
pelajaran pada modul ini. Apabila Anda tidak memiliki alat-alat tersebut maka dapat
meminjamnya pada teman atau dari perpustakaan sekolah.

Waktu untuk mempelajari modul ini 8 x 45 menit, termasuk waktu untuk mengerjakan tugas-
tugas dan tes akhir modul.

Apabila Anda menemui kesulitan dalam mempelajari modul ini silahkan didiskusikan dengan
teman-teman, atau menanyakan langsung kepada guru. Dalam modul ini terdapat latihan-
latihan yang harus Anda kerjakan untuk memperkuat pemahamam Anda terhadap materi.
Selain itu Anda dapat mengerjakan tugas-tugas yang ada pada setiap akhir kegiatan. Setelah
Anda yakin benar, cocokkanlah hasil pekerjaan itu dengan kunci tugas yang ada pada halaman
akhir modul ini.

Mengingat waktu yang terbatas, gunakanlah waktu Anda untuk belajar sebaik mungkin.


“Selamat belajar, semoga sukses!“




                                                                                        3
4
                                                                Kegiatan Belajar 1


   PENDUDUK SEBAGAI SUMBER DAYA MANUSIA

          Setelah selesai mempelajari kegiatan belajar 1, diharapkan Anda dapat:
          1. menjelaskan pengertian sumber daya manusia;
          2. menjelaskan cara-cara untuk mengetahui jumlah penduduk;
          3. menyebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk;
4. menyebutkan tiga bentuk piramida penduduk; dan
5. menjelaskan tiga faktor yang dapat digunakan untuk menentukan kualitas sumber daya
   manusia.


           Sumber daya manusia
           Masih ingatkah Anda tentang pengertian sumber daya manusia yang telah
           dibahas di SLTP? Pembahasan sumber daya manusia ditingkat SMU tentunya
           lebih lengkap dan mendalam. Baiklah, untuk mempercepat ingatan dan pemba-
           hasan perhatikan definisi di bawah ini!

Sumber daya manusia adalah seluruh kemampuan atau potensi penduduk yang berada di
dalam suatu wilayah tertentu beserta karakteristik atau ciri demografis, sosial maupun
ekonominya yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembangunan. Jadi membahas
sumber daya manusia berarti membahas penduduk dengan segala potensi atau
kemampuannya. Potensi manusia menyangkut dua aspek yaitu aspek kuantitas dan kualitas.
Karakteristik demografi merupakan aspek kuantitatif sumber daya manusia yang dapat
digunakan untuk menggambarkan jumlah dan pertumbuhan penduduk, penyebaran penduduk
dan komposisi penduduk.

Karakteristik sosial dan ekonomi berhubungan dengan kualitas (mutu) sumber daya manusia.
Keberhasilan pembangunan yang dilaksanakan oleh suatu negara, sangat ditentukan oleh
kualitas sumber daya manusia yang ada baik secara fisik maupun mental.

Sumber daya manusia atau penduduk menjadi aset tenaga kerja yang efektif untuk
menciptakan kesejahteraan.

Kekayaan alam yang melimpah tidak akan mampu memberikan manfaat yang besar bagi
manusia apabila sumber daya manusia yang ada tidak mampu mengolah dan memanfaatkan
kekayaan alam yang tersedia.

Demikianlah kita harus memahami betapa pentingnya mengupayakan agar sumber daya
alam berkualitas tinggi sehingga tidak menjadi beban bagi pembangunan.




                                                                                      5
                     Gambar 1. Manusia sebagai sumber daya manusia,
                        keberadaannya menentukan nasib bangsa.

Sampai disini apakah Anda telah memahami pengertian Sumber Daya Manusia?
Selanjutnya agar pemahaman Anda lebih lengkap, perhatikan uraian berikut ini!
Pembahasan penduduk yang dapat digunakan untuk menggambarkan kondisi sumber daya
manusia meliputi:

1. Jumlah Penduduk
    Penduduk (population) adalah semua orang yang menetap di suatu wilayah tertentu
    dalam jangka waktu tertentu. Jumlah penduduk suatu negara dapat diketahui melalui
    beberapa cara yaitu sensus penduduk, survey penduduk dan registrasi penduduk.

    a. Sensus Penduduk (cacah jiwa) yaitu penghitungan jumlah penduduk oleh
       Pemerintah dalam jangka waktu tertentu secara serentak. Sensus penduduk
       dilaksanakan tiap 10 tahun dan dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

       Pemerintah Indonesia telah melaksanakan sensus penduduk pada tahun 1930, 1961,
       1970, 1980, 1990 dan 2000. Kegiatan sensus penduduk meliputi kegiatan
       pengumpulan, pengolahan, penilaian, penganalisaan dan penyajian data-data
       kependudukan. Data yang disajikan meliputi data demografi, sosial, ekonomi dan
       lingkungan hidup. Selanjutnya data-data tersebut dapat dipergunakan untuk berbagai
       keperluan misalnya untuk bahan perencanaan kebijakan pembangunan.

        Sensus penduduk ada dua macam yaitu:
       - Sensus De Facto yaitu penghitungan/pencacahan terhadap setiap penduduk yang
           berada di suatu wilayah ketika sensus dilaksanakan.
       - Sensus De Yure yaitu penghitungan/pencacahan terhadap penduduk yang benar-
           benar bertempat tinggal di wilayah yang dilaksanakan sensus. Jadi penduduk
           yang hanya bertamu atau menumpang tidak ikut didata.
       Di Indonesia digunakan kriteria sensus de facto.

    b. Survey penduduk yaitu kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah untuk melakukan
       penelitian dan menyediakan data statistik kependudukan pada waktu dan tempat
       tertentu. Survey yang dilakukan meliputi survey ekonomi nasional, survey angkatan
       kerja nasional dan survey penduduk antar sensus (SUPAS).

    c. Registrasi yaitu proses kegiatan pemerintah yang meliputi pencatatan kelahiran,
       kematian, perkawinan, perceraian, perubahan tempat tinggal dan perubahan
       pekerjaan secara rutin. Pencatatan ini terutama dilakukan di tingkat pemerintah
       terendah yaitu kelurahan.
6
Untuk mengetahui jumlah penduduk Indonesia perhatikan tabel berikut ini!

Tabel 1. Perkembangan Jumlah Penduduk Indonesia.

         Tahun            Jumlah Penduduk

     1930                    60.727.000
     1961                    97.985.348
     1971                   119.208.229
     1980                   147.490.298
     1990                   179.378.946
     2000                   209.597.000

 Sumber: - BPS 1990
           - BKKBN 2000

Untuk mengatakan bahwa penduduk Indonesia besar jumlahnya, maka perlu kita
bandingkan dengan jumlah penduduk negara lain.

Perhatikan tabel berikut ini!

Tabel 2. Jumlah Penduduk Negara Asean Tahun 1999

    No.            Negara                   Jumlah Penduduk (juta)

    1        Indonesia                              209,6
    2        Vietnam                                 79,5
    3        Filipina                                74,7
    4        Thailand                                61,8
    5        Myanmar                                 48,1
    6        Malaysia                                22,7
    7        Kamboja                                 11,9
    8        Laos                                     5,0
    9        Singapura                                4,0
    10       Brunei Darusalam                         0,3

Sumber: World Population Data Sheet 1999 dan BKKBN.

Apa kesan Anda setelah memperhatikan tabel di atas?
Ternyata selain menjadi negara dengan jumlah penduduk terbesar di wilayah Asia
Tenggara, Indonesia juga menempati urutan ke empat di dunia.




                                                                            7
    Coba perhatikan lagi Tabel berikut ini!

    Tabel 3. Sepuluh negara di dunia dengan jumlah penduduk terbesar

       No.             Negara                     Jumlah Penduduk (juta)

       1      Republik Rakyat Cina                      1.254,1
       2      India                                       986,6
       3      Amerika Serikat                             272,5
       4      Indonesia                                   209,6
       5      Brazil                                      168,0
       6      Pakistan                                    146,5
       7      Rusia                                       146,5
       8      Jepang                                      126,7
       9      Bangladesh                                  125,7
       10     Nigeria                                     113,8

     Sumber: World Population Data Sheet, 1999.

    Menurut World Population Data Sheet 1999 jumlah penduduk yang ada di muka bumi
    pada tahun 1999 adalah 5.982.000.000 jiwa.

    Dari tabel di atas bila Anda jumlah penduduk 5 negara yaitu RRC, India, Amerika Serikat,
    Indonesia dan Brazil maka jumlahnya 2.890.800 jiwa.
    Jumlah tersebut berarti lebih dari setengah (50%) penduduk dunia.

    Coba Anda renungkan! Setengah dari seluruh penduduk dunia bertempat tinggal hanya
    di lima negara, sedangkan sisanya tersebar lebih dari 180 negara lainnya.

    Apakah Anda sudah paham dengan materi tentang jumlah penduduk. Baiklah, kita
    lanjutkan ke materi berikut.

2. Pertumbuhan penduduk
    Pertumbuhan penduduk adalah perubahan jumlah penduduk baik pertambahan maupun
    penurunannya.

    Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk yaitu kelahiran (natalitas),
    kematian (mortalitas) dan perpindahan penduduk (migrasi).

    Kelahiran dan kematian dinamakan faktor alami, sedangkan perpindahan penduduk
    dinamakan faktor non alami.

    Migrasi ada dua yaitu migrasi yang dapat menambah jumlah penduduk disebut migrasi
    masuk (imigrasi), dan yang dapat mengurangi penduduk disebut migrasi keluar (emigrasi).

    Sebelum kita membahas perkembangan jumlah penduduk Indonesia, terlebih dahulu
    perhatikanlah tabel di bawah ini.


8
Tabel 4. Perkembangan Penduduk Dunia

      Tahun       Jumlah Penduduk (juta)   Waktu untuk mencapai jumlah dua kali lipat

      1                    250                              -
      1650                 500                           1650   tahun
      1830                1000                            180   tahun
      1930                2000                            100   tahun
      1976                4000                             46   tahun
      1990                5321                              -
      2000                5982                              -

    Sumber: …..

Dari tabel tersebut menunjukan bahwa untuk mencapai jumlah penduduk dua kali lipat
waktu yang diperlukan makin lama makin singkat.

Faktor penyebab utama ini adalah adanya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi
terutama kemajuan di bidang kesehatan.

Dengan kemajuan teknologi kesehatan kelahiran dapat diatur dan kematian dapat dicegah.
Ini semua mengakibatkan menurunnya angka kematian secara drastis atau mencolok.

Sesuai dengan tingkat kemajuan dibidang ilmu pengetahuan dan teknologi maka tiap-
tiap masyarakat atau negara, pertumbuhan penduduknya mengalami 4 periode yaitu:

-     Periode I
      Pada periode ini pertumbuhan penduduk berjalan dengan lambat yang ditandai
      dengan adanya tingkat kelahiran dan kematian yang rendah sehingga disebut periode
      statis.

-     Periode II
      Tahap kedua ini angka kematian mulai turun karena adanya perbaikan gizi makanan
      dan kesehatan. Akibat dari itu semua pertumbuhan penduduk menjadi cepat
      mengingat angka kelahiran yang masih tinggi.

-     Periode III
      Periode ini ditandai dengan tingkat pertumbuhan penduduk mulai turun.
      Tingkat kematian pada periode ini stabil sampai pada tingkat rendah dan angka
      kelahiran menurun, penyebabnya antara lain adanya pembatasan jumlah anggota
      keluarga.

-     Periode IV
      Pada masa ini tingkat kematian stabil, tetapi tingkat kelahiran menurun secara
      perlahan sehingga pertumbuhan penduduk rendah.
      Periode ini di sebut periode penduduk stasioner.

Dari empat periode di atas, pertumbuhan penduduk Indonesia berada pada periode
kedua dan sekarang sedang menuju periode ketiga.
                                                                                        9
     Sampai di sini Anda memahami tentang pertumbuhan penduduk?

     Agar pemahaman Anda terhadap perkembangan jumlah penduduk Indonesia lebih
     lengkap, perhatikan grafik berikut ini!

                   Grafik 2. Perkembangan Penduduk Indonesia Tahun 1930-2000
                                    210   –
                                    200   –
                                    190   –
                                    180   –
                                    170   –
                                    160   –
                    Jumlah (juta)




                                    150   –
                                    140   –
                                    130   –
                                    120   –
                                    110   –
                                    100   –
                                    90    –
                                    80    –
                                    70    –
                                    60    –
                                    50    –


                                              1930 1940 1950 1961 1971 1981 1990 2000
                                                               Tahun

     Untuk pertambahan penduduk dinyatakan besarnya dengan angka, sedangkan
     pertumbuhan penduduk dinyatakan dengan persen (%) yang umumnya dihitung tiap
     tahun.

     Untuk menghitung pertambahan penduduk digunakan rumus:

                                               P=(L–M)+(I–E)

     Dimana:      P = Pertambahan penduduk
                  L = Jumlah kelahiran (natalitas) dalam 1 tahun
                  M = Jumlah kematian (mortalitas) dalam satu tahun
                  I = Jumlah penduduk yang masuk (imigrasi)
                  E = Jumlah penduduk yang keluar (emigrasi)

     Dari rumus di atas terdapat dua kelompok perhitungan pertambahan penduduk yaitu:

     a. Pertambahan penduduk alami atau natural increase artinya pertambahan penduduk
        yang dihitung dari selisih antara kelahiran dan kematian.
        Rumusnya:
                                         PA = L – M

        Dimana:     PA = Pertambahan penduduk alami
                    L  = Jumlah kelahiran dalam 1 tahun
                    M = Jumlah kematian dalam 1 tahun

10
b. Pertambahan Migrasi (Net Migration) artinya pertambahan penduduk yang dihitung
   dari selisih antara jumlah penduduk yang masuk dengan penduduk yang keluar.
   Rumusnya:
                                    PM = I – E

   Dimana:       PM = Pertambahan migrasi
                 I  = Jumlah penduduk yang masuk (imigrasi) dalam 1 tahun
                 E  = Jumlah penduduk yang keluar (emigrasi)

Untuk menghitung prosentase pertumbuhan penduduk, perhatikan contoh beberapa
perhitungan di bawah ini!

Anda harus perhatikan rumus yang digunakan dengan seksama!
1. Penduduk suatu negara pada pertengahan tahun 1999 berjumlah 24.500.000 jiwa.
   Pada tahun tersebut terdapat kelahiran 1.300.000 jiwa dan kematian 700.000 jiwa.
   Migrasi masuk 20.000 jiwa dan migrasi keluar 15.000 jiwa.
   Dari data tersebut hitunglah!
   a. pertumbuhan penduduk alami
   b. pertumbuhan penduduk migrasi
   c. pertumbuhan penduduk tota (sosial)

   Penyelesaian soal
   a. Pertumbuhan penduduk alami (PA)
                 L–M
        PA =         x 100%
                  P
                 1.3000.000 – 700.000
             =                        x 100%
                      24.500.000
                  600.000
             =              x 100% = 2,44%
                 24.500.000

   b. Pertumbuhan penduduk migrasi (PM)

                 I–E
       PM =          x 100%
                  P
                 20.000 – 15.000
             =                   x 100%
                   24.500.000
                   5.000
             =              x 100% = 0,02%
                 24.500.000

   c. Pertumbuhan penduduk sosial atau total (PT)
       PT = PA – PM
          = 2,44% – 0,02%
          = 2,42%

   Ingat! perhitungan di atas untuk menghitung pertumbuhan, dengan prosentase (%).
   Sedangkan bila ditanyakan jumlah/angka pertambahan kelahiran alaminya, maka
   perhitungannya lebih sederhana tanpa prosentase.

                                                                                11
        Sebagai contoh apabila Anda diminta menghitung jumlah pertambahan alami dari
        soal tersebut, maka dapat dihitung sbb:
        Pertambahan Alami (PA) = L – M
                                 = 1.300.000 – 700.000
                                 = 600.000 jiwa

     2. Berdasarkan sensus penduduk tahun 1990 penduduk Indonesia berjumlah
        179.300.000 jiwa, sedangkan sensus tahun 1980 penduduk berjumlah 147.200.000
        jiwa. Hitunglah tingkat pertumbuhan penduduk pertahun!

        Penyelesaian soal:
        Untuk menyelesaikan soal ini digunakan rumus untuk menghitung pertambahan
        penduduk antar tahun (per sensus) yaitu:
                      P –P
                       t    o
           PAS =         P    x 100 %
                          o

                      179.300.000 – 147.200.000
                  =                             x 100 %
                            147.200.000
                     32.100.000
                  =             x 100 %
                    147.200.000
                  = 21,8 %

        Angka 21,8% tersebut merupakan pertumbuhan selama 10 tahun (1980 – 1990),
        sehingga pertumbuhan penduduk tiap tahunnya menjadi:
             21,8
        P=        = 2,18%
              10

     Untuk menentukan tinggi rendahnya pertumbuhan penduduk suatu negara, kriteria yang
     digunakan adalah:
     a. kurang dari 1% digolongkan rendah
     b. antara 1% – 2% digolongkan sedang
     c. lebih dari 2% digolongkan tinggi

     Jumlah penduduk diwaktu yang akan datang dapat diketahui dengan cara membuat
     perkiraan atau proyeksi. Ada beberapa cara untuk membuat proyeksi penduduk yaitu:
     a. Proyeksi jumlah penduduk untuk beberapa tahun mendatang.
         Rumusnya:
                         Pt = Po (1 + r)n

        Dimana:        Pt   = Jumlah penduduk tahun terakhir
                       Po   = Jumlah penduduk tahun awal
                       1    = Konstante (angka tetap)
                        r   = Pertumbuhan penduduk (dalam %)
                       N    = Selisih tahun antara Pt dan Po.

        Contoh soal:
        Pada tahun 1990 penduduk Indonesia jumlahnya 179 juta jiwa, tingkat pertumbuhan
        penduduk 1,98%. Berapakah jumlah penduduk tahun 2000?


12
   Penyelesaian:
        Pt = Po (1 + r)n
                               1,98 9
             = 179.000.000 (1 +     )
                                100
            = 179.000.000 (1 + 0,0198)9
            = 179.000.000 (1,0198)9
            = 179.000.000 (1,193)
            = 213.547.000 jiwa
   Jadi tahun 2000 dengan perhitungan diperkirakan penduduk berjumlah 213.547.000
   jiwa.

b. Proyeksi penduduk lipat ganda (Doubling Time) Rumus yang digunakan:
        70
   DT = r x i tahun

   Dimana:      DT   = Proyeksi Doubling Time
                70   = konstante
                r    = Presentase pertumbuhan penduduk
                i    = 1 tahun

   Contoh soal:
   Pada tahun 2000 penduduk Indonesia berjumlah 209.597.000. Pertumbuhan
   penduduk 1,6%. Kapan penduduk menjadi dua kali lipat jumlahnya dan berapa
   jumlahnya?

   Penyelesaian soal:
             70
        DT = r x i tahun

                70
             = 1,6 x 1 tahun
             = 43,75 dibulatkan 44 tahun

   Jadi dengan pertumbuhan 1,6% pertahun, penduduk akan menjadi dua kali lipat
   dalam waktu 44 tahun.

   Ini berarti menjadi dua kali lipat = 2000 + 44 = tahun 2044. Pada tahun 2044 penduduk
   Indonesia diproyeksikan menjadi 2 x 209.597.000 = 419.194.000 jiwa.

   Perhitungan proyeksi jumlah penduduk di waktu yang akan datang perlu dilakukan
   agar dapat digunakan sebagai bahan dalam menentukan kebijakan di bidang
   kependudukan di waktu yang akan datang seperti penyediaan sekolah, lapangan
   pekerjaan dan sebagainya.

Sampai di sini apakah Anda sudah memahami tentang cara-cara menghitung
pertumbuhan penduduk?
Bila belum jelas cobalah baca uraian di atas sekali lagi!

Apabila sudah jelas, kita lanjutkan bahasan lebih lengkap tentang kelahiran, kematian
dan migrasi (mobilitas).

                                                                                     13
     a. Kelahiran (Natalitas)
        Kelahiran bersifat menambah jumlah penduduk. Ada beberapa faktor yang
        menghambat kelahiran (anti natalitas) dan yang mendukung kelahiran (pro natalitas)

        Faktor-faktor penunjang kelahiran (pro natalitas) antara lain:
        - Kawin pada usia muda, karena ada anggapan bila terlambat kawin keluarga
           akan malu.
        - Anak dianggap sebagai sumber tenaga keluarga untuk membantu orang tua.
        - Anggapan bahwa banyak anak banyak rejeki.
        - Anak menjadi kebanggaan bagi orang tua.
        - Anggapan bahwa penerus keturunan adalah anak laki-laki, sehingga bila belum
           ada anak laki-laki, orang akan ingin mempunyai anak lagi.

        Faktor pro natalitas mengakibatkan pertambahan jumlah penduduk menjadi besar.
        Faktor-faktor penghambat kelahiran (anti natalitas), antara lain:
        - Adanya program keluarga berencana yang mengupayakan pembatasan jumlah
           anak.
        - Adanya ketentuan batas usia menikah, untuk wanita minimal berusia 16 tahun
           dan bagi laki-laki minimal berusia 19 tahun.
        - Anggapan anak menjadi beban keluarga dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
        - Adanya pembatasan tunjangan anak untuk pegawai negeri yaitu tunjangan anak
           diberikan hanya sampai anak ke – 2.
        - Penundaaan kawin sampai selesai pendidikan akan memperoleh pekerjaan.

        Untuk menentukan jumlah kelahiran dalam satu wilayah digunakan angka kelahiran
        (Fertilitas).

        Angka kelahiran yaitu angka yang menunjukkan rata-rata jumlah bayi yang lahir setiap
        1000 penduduk dalam waktu satu tahun.

        Ada beberapa cara untuk menghitung besarnya angka kelahiran yaitu:
        1) Angka kelahiran kasar (Crude Birth Rate)
            Rumus yang digunakan untuk menghitung yaitu:

                                       B
                                 CBR = P x 1000


            Dimana:        CBR   = Crude Birth Rate (angka kelahiran kasar)
                             B   = Jumlah kelahiran dalam satu tahun
                             P   = Jumlah seluruh penduduk pada pertengahan tahun
                          1000   = konstanta

            Angka kelahiran ini disebut kasar karena perhitungannya tidak memperhatikan
            jenis kelamin dan umur penduduk, padahal yang dapat melahirkan hanya
            penduduk wanita.

            Contoh:
            Pada pertengahan tahun 1999 Jakarta berpenduduk 10.000.000 jiwa. Dalam
            tahun tersebut terdapat kelahiran 250.000 bayi. Berapa besar angka kelahiran
            kasarnya?

14
   Penyelesaian soal:
         B
   CBR = P x 1000

             250.000
        =              x 1000 = 25
            10.000.000

   Angka kelahiran 25 berarti tiap 1000 penduduk Jakarta setiap tahun terdapat
   kelahiran 25 bayi. Besarnya angka kelahiran kasar dapat dikatagorikan menjadi
   tiga yaitu:
   a) kurang dari 20 digolongkan rendah
   b) antara 20 – 30 digolongkan sedang
   c) lebih dari 30 digolongkan tinggi

2) Angka kelahiran menurut kelompok umur (Age Specific Fertiliy Rate)
   disingkat ASFR
   Rumus yang digunakan untuk menghitung yaitu:

                                   Bx
                           ASFRx = Pf x k
                                     x



   Dimana:        ASFRx    = Angka kelahiran menurut kelompok umur x
                     Bx    = Jumlah kelahiran dari wanita pada kelompok umur x
                     Pfx   = Jumlah wanita pada kelompok umur x
                      k    = Konstanta (angka 1000)
                      x    = Umur wanita kelompok umur tertentu yang umumnya
                             dihitung tiap 5 tahun seperti 15 – 19 tahun, 20 – 24 tahun
                            dan seterusnya.

   Dengan rumus tersebut kita dapat mengetahui kelompok umur mana yang paling
   banyak terjadi kelahiran.

   Perlu diketahui bahwa usia 15 – 49 tahun adalah usia subur bagi wanita. Pada
   usia itulah wanita mempunyai kemungkinan untuk dapat melahirkan anak.

   Contoh soal:
   Suatu daerah pada tahun 2000, terdapat penduduk wanita berusia 24-30 tahun
   berjumlah 30.000 jiwa. Jumlah kelahiran pada usia tersebut berjumlah 1.500
   jiwa. Berapakah besar angka kelahiran khusus (ASFR)?

   Penyelesaian soal:
                  B24–30
   ASFR 24-30 =          x 1000
                  P24–30
                1.500
              =         x 1000 = 50
               30.000
   Angka kelahiran 50 berarti tiap 1000 wanita berusia 24-30 tahun terdapat kelahiran
   50 bayi.


                                                                                    15
        Hasil perhitungan ASFR ini lebih teliti dibanding dengan perhitungan CBR
        (kelahiran besar) karena dilihat per kelompok umur dan jenis kelamin.

        Faktor-faktor penunjang tingginya angka natalitas dalam suatu negara antara
        lain:
        1) Kepercayaan dan agama
             Faktor kepercayaan mempengaruhi orang dalam penerimaan KB. Ada agama
            atau kepercayaan tertentu yang tidak membolehkan penganutnya mengikuti
            KB. Dengan sedikitnya peserta KB berarti kelahiran lebih banyak dibanding
            bila peserta KB banyak.

        2)    Tingkat pendidikan
             Semakin tinggi orang sekolah berarti terjadi penundaan pernikahan yang
             berarti pula penundaan kelahiran. Selain itu pendidikan mengakibatkan orang
             merencanakan jumlah anak secara rasional.

        3)    Kondisi perekonomian
             Penduduk yang perekonomiannya baik tidak memikirkan perencanaan jumlah
             anak karena merasa mampu mencukupi kebutuhannya. Jika suatu negara
             berlaku seperti itu maka penduduknya menjadi banyak.

        4)    Kebijakan pemerintah
             Kebijakan pemerintah mempengaruhi apakah ada pembatasan kelahiran atau
             penambahan jumlah kelahiran. Selain itu kondisi pemerintah yang tidak stabil
             misalnya kondisi perang akan mengurangi angka kelahiran.

        5)    Adat istiadat di masyarakat
             Kebiasaan dan cara pandang masyarakat mempengaruhi jumlah penduduk.
             Misalnya nilai anak, ada yang menginginkan anak sebanyak-banyaknya, ada
             yang menilai anak laki-laki lebih tinggi dibanding perempuan atau sebaliknya,
             sehingga mengejar untuk mendapatkan anak laki-laki atau sebaliknya.

        6)    Kematian dan kesehatan
             Kematian dan kesehatan berkaitan dengan jumlah kelahiran bayi. Kesehatan
             yang baik memungkinkan bayi lebih banyak yang hidup dan kematian bayi
             yang rendah akan menambah pula jumlah kelahiran.

        7)     Struktur Penduduk
             Penduduk yang sebagian besar terdiri dari usia subur, jumlah kelahiran lebih
             tinggi dibandingkan yang mayoritas usia non produktif (misalnya lebih banyak
             anak-anak dan orang-orang tua usia).


                Untuk lebih memahami uraian materi di atas, sekarang kerjakan dahulu
                latihan soal berikut ini!


     1. Suatu kota kabupaten terdapat wanita berusia 17 – 40 tahun sebesar 500.000
        jiwa, dari jumlah tersebut terdapat bayi lahir sebesar 45.000 jiwa setahun.
        Hitunglah besarnya angka kelahiran khusus!

16
   2. Apakah tingkat pendidikan seseorang wanita dapat mempengaruhi jumlah anak
      yang akan dilahirkan, berikan alasan-alasannya!


          Bagaimana mudahkan!
          Untuk meyakinkan jawaban Anda, cocokkan jawaban Anda dengan jawaban
          berikut ini!

                                 B17 – 40           45.000
   1. Angka kelahiran khusus =            x 1000 =         x 1000 = 90
                                 P17 – 40          500.000

   2. Tingkat pendidikan seorang wanita dapat mempengaruhi jumlah anak yang akan
      dilahirkan, alasannya:
      - Adanya penundaan pernikahan karena menuntut ilmu, ini berarti penundaan
          kelahiran.
      - Dengan pendidikan cukup wanita dapat merencanakan jumlah anak secara
          rasional.

   Bagaimana, pahamkah Anda dengan materi tentang Natalitas? Paham bukan!
   Sekarang kita lanjutkan dengan bahasan selanjutnya yaitu Mortalitas.


b. Kematian (Mortalitas)
   Kematian bersifat mengurangi jumlah penduduk dan untuk menghitung besarnya
   angka kematian caranya hampir sama dengan perhitungan angka kelahiran.

   Ada beberapa jenis perhitungan angka kelahiran yaitu:

   1) Angka kematian kasar (Crude Death Rate = CDR)
      Angka kematian kasar yaitu angka yang menunjukkan jumlah kematian tiap 1000
      penduduk tiap tahun tanpa membedakan usia dan jenis kelamin tertentu.
      Rumusnya:
                                 D
                           CDR = P x 1000


      Dimana: CDR = Angka Kematian kasar
                D = Jumlah kematian pada pertengahan tahun
             1000 = Konstanta (k)

      Contoh soal:
      Jumlah penduduk Jakarta pertengahan tahun 2000 berjumlah 11.000.000 orang.
      Pada tahun tersebut terdapat kematian 200.000 orang.
      Hitung berapa angka kematian kasarnya!

      Penyelesaian soal:
                            D
      Rumusnya:       CDR = P x 1000

                                200.000
                           =              x 1000 = 18,18 dibulatkan 18
                               11.000.000
                                                                              17
        CDR 18 artinya tiap 1000 penduduk terdapat kematian 18 jiwa dalam waktu satu
        tahun.

        Penggolongan angka kematian kasar adalah:
        - Rendah, jika angka kematian 9 – 13.
        - Sedang, jika angka kematian 14 – 18.
        - Tinggi, jika angka kematian lebih dari 18.


     2) Angka kematian khusus menurut umur tertentu (Age Specific Death
        Rate = ASDR)
        Angka ini dapat digunakan untuk mengetahui kelompok-kelompok usia manakah
        yang paling banyak terdapat kematian. Umumnya pada kelompok usia tua atau
        usia lanjut angka ini tinggi, sedangkan pada kelompok usia muda jauh lebih
        rendah.
        Rumusnya:
                                    Dx
                            ASDRx = P x 1000
                                      x



        Dimana:     ASDRx   = Angka Kematian khusus umur tertentu (x)
                       Dx   = Jumlah kematian pada umur tertentu selama satu tahun
                       Px   = Jumlah penduduk pada umur tertentu
                     1000   = Konstanta (k)


     3) Angka kematian bayi (Infant Mortality Rate = IMR)
        Angka kematian bayi adalah angka yang menunjukkan jumlah kematian bayi
        tiap seribu bayi yang lahir.

        Bayi adalah kelompok orang yang berusia 0-1 tahun.
        Rumusnya:
                                  D
                            IMR = B x 1000


        Dimana:        IMR = Angka kematian bayi
                         D = Jumlah kematian bayi (umur 0-1 tahun)
                         B = Jumlah bayi yang dilahirkan
                      1000 = Konstanta (k)

        Besarnya angka kematian bayi dapat dijadikan petunjuk atau indikator tingkat
        kesehatan dan kesejahteraan penduduk.

        Pada umumnya bila masyarakat memiliki tingkat kesehatan yang rendah maka
        tingkat kematian bayi tinggi.

        Selain perhitungan di atas sering dihitung pula angka kematian ibu waktu
        melahirkan dan angka kematian bayi baru lahir.



18
          Untuk angka kematian bayi ukurannya sebagai berikut:
          - Rendah, jika IMR antara 15-35.
          - Sedang, jika IMR antara 36-75.
          - Tinggi, jika IMR antara 76-125.

          Banyaknya kematian sangat dipengaruhi oleh faktor pendukung kematian (pro
          mortalitas) dan faktor penghambat kematian (anti mortalitas).

          a) Faktor pendukung kematian (pro mortalitas)
             Faktor ini mengakibatkan jumlah kematian semakin besar. Yang termasuk
             faktor ini adalah:
             - Sarana kesehatan yang kurang memadai.
             - Rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan
             - Terjadinya berbagai bencana alam
             - Terjadinya peperangan
             - Terjadinya kecelakaan lalu lintas dan industri
             - Tindakan bunuh diri dan pembunuhan.

          b) Faktor penghambat kematian (anti mortalitas)
             Faktor ini dapat mengakibatkan tingkat kematian rendah. Yang termasuk faktor
             ini adalah:
             - Lingkungan hidup sehat.
             - Fasilitas kesehatan tersedia dengan lengkap.
             - Ajaran agama melarang bunuh diri dan membunuh orang lain.
             - Tingkat kesehatan masyarakat tinggi.
             - Semakin tinggi tingkat pendidikan penduduk.

          Faktor pro mortalitas dan anti mortalitas yang ditulis di atas hanyalah sebagian.
          Oleh karena itu silahkan Anda mencari faktor-faktor lainnya! Diskusikan dengan
          teman dan laporkan hasil diskusimu pada Guru Bina.

3. Komposisi Penduduk
   Komposisi penduduk yaitu pengelompokkan penduduk berdasarkan kriteria (ukuran)
   tertentu. Dasar untuk menyusun komposisi penduduk yang umum digunakan adalah
   umur, jenis kelamin, mata pencaharian, dan tempat tinggal. Pengelompokkan penduduk
   dapat digunakan untuk dasar dalam pengambilan kebijakan dan pembuatan program
   dalam mengatasi masalah-masalah di bidang kependudukan.

   Contoh:
   Dengan mengetahui jumlah penduduk usia 7 –12 tahun maka pemerintah dapat
   memperkirakan berapa kebutuhan sekolah dasar yang harus disediakan mengingat usia
   tersebut adalah usia sekolah dasar.

   Untuk selanjutnya kita akan bahas beberapa komposisi.

   a. Komposisi penduduk berdasarkan umur dan jenis kelamin.
      Umur penduduk dikelompokkan menjadi 3 yaitu:
      - Umur 0 – 14 tahun dinamakan usia muda/usia belum produktif.
      - Umur 15 – 64 tahun dinamakan usia dewasa/usia kerja/usia produktif.
      - Umur 65 tahun keatas dinamakan usia tua/usia tak produktif/usia jompo.

                                                                                        19
     Sesuai dengan pengelompokkan umur di atas, maka struktur (susunan) penduduk
     negara-negara di dunia dibagi 3 yaitu:
     - Struktur penduduk muda          : bila suatu negara atau wilayah sebagian besar
                                          penduduk usia muda.
     - Struktur penduduk dewasa        : bila suatu negara sebagian besar penduduk
                                          berusia dewasa.
     - Struktur penduduk tua           : bila suatu negara sebagian besar terdiri
                                          penduduk berusia tua.

     Komposisi penduduk menurut umur dan jenis kelamin dapat ditampilkan dalam bentuk
     grafik yang dinamakan piramida penduduk.

     Bentuk piramida penduduk ada 3 macam yaitu:
     1) Piramida penduduk muda berbentuk limas
        Piramida ini menggambarkan jumlah penduduk usia muda lebih besar dibanding
        usia dewasa. Di waktu yang akan datang jumlah penduduk bertambah lebih
        banyak. Jadi penduduk sedang mengalami pertumbuhan.

     2) Piramida penduduk stasioner atau tetap berbentuk granat
        Bentuk ini menggambarkan jumlah penduduk usia muda seimbang dengan usia
        dewasa. Hal ini berarti penduduk dalam keadaan stasioner sehingga pertambahan
        penduduk akan tetap diwaktu yang akan datang.

     3) Piramida penduduk tua berbentuk batu nisan
        Piramida bentuk ini menunjukkan jumlah penduduk usia muda lebih sedikit bila
        dibandingkan dengan usia dewasa. Diwaktu yang akan datang jumlah penduduk
        mengalami penurunan karena tingkat kelahiran yang rendah dan kematian yang
        tinggi.

     Negara-negara berkembang seperti Indonesia memiliki piramida penduduk berbentuk
     limas dan negara-negara maju umumnya berbentuk granat dan sebagian kecil
     berbentuk batu nisan.

     Perhatikan gambar berikut ini!

                           Limas                   Granat        Batu Nisan
           Umur




                  Jumlah                    : Laki-laki          : Perempuan

                                   Gambar 3. Piramida Penduduk

     Pembuatan piramida penduduk dapat digunakan antara lain untuk:
     - Mengetahui perbandingan jumlah antara laki-laki dan perempuan.
     - Mengetahui keadaan jumlah penduduk di waktu yang akan datang.
     - Untuk mengetahui struktur umur penduduk suatu negara secara umum.

20
Sampai disini apakah Anda sudah jelas?
Selanjutnya perhatikan contoh hasil pembuatan piramida penduduk dari hasil sensus
penduduk tahun 1990 setelah dibuat kelompok umur 0-4 tahun, 5-9 tahun dan
seterusnya.

Perhatikan tabel dibawah ini!

Tabel 5. Susunan Penduduk menurut umur dan jenis kelamin tahun 1990.

Golongan Umur           Laki-laki          Perempuan                   Jumlah
    (jiwa)               (jiwa)               (jiwa)                    (jiwa)

        0-4           10.760.900           10.224.300             20.985.200
        5-9           11.928.100           11.295.000             23.223.100

     10-14            11.044.100           10.438.000             21.482.100

     15-19              9.520.400           9.406.500             18.926.900
     20-24              7.583.300           8.545.000             16.128.300

     25-29            18.501.300            8.165.400             26.667.700

     30-34              6.584.300           6.661.500             13.345.800
     35-39              5.788.400           5.395.800             11.184.200

     40-44              4.010.300           4.071.400              8.081.700
     45-49              3.723.900           3.841.700              7.565.600

     50-54              3.289.200           3.398.400              6.687.600

     55-59              2.321.600           2.510.100              4.831.700
     60-64              2.219.100           2.307.400              4.526.500

     65-69              1.329.200           1.420.600              2.749.800

     70-74                945.900           1.083.100              2.029.000
   75 keatas              867.600           1.104.700              1.972.300

 Tidak terjawab             2.700               2.900                     5.600

   Jumlah             89.376.200           89.872.800           179.249.000

Sumber: Biro Pusat Statistik (1990)




                                                                                  21
     Dari tabel tersebut bila dibuat piramida penduduk terbentuklah gambar seperti berikut
     ini!
                            Laki-laki            Umur                 Perempuan
                                                 > 75
                                                70 – 74
                                                66 – 69
                                                60 – 64
                                                55 – 59
                                                50 – 54
                                                45 – 49
                                                40 – 44
                                                35 – 39
                                                30 – 34
                                                25 – 29
                                                20 – 24
                                                15 – 19
                                                10 – 14
                                                05 – 09
                                                00 – 04

                    12 10    8    6     4   2   0        0    2   4     6    8    10 12
                            jumlah (juta)                         jumlah (juta)

          Sumber: Badan Pusat Statistik 1992

                   Gambar 4. Piramida penduduk Indonesia tahun 1990.

     Komposisi penduduk menurut jenis kelamin didasarkan atas jenis pria dan wanita.
     Komposisi ini sangat berpengaruh terhadap tingkat kelahiran seperti jika sebagian
     besar penduduk suatu negara terdiri wanita usia subur (15-44 tahun) maka tingkat
     kelahiran akan tinggi.

     Perbandingan antara jumlah penduduk laki-laki dan perempuan di daerah/negara
     tertentu pada tahun tertentu disebut perbandingan jenis kelamin (Sex Ratio)

     Rumus untuk menghitungnya:
                                                    L
                                 Sex Ratio =          x 100
                                                    P

     Dimana:       L = jumlah penduduk laki-laki
                   P = jumlah penduduk perempuan
                 100 = konstante

     Contoh:
     Suatu daerah terdapat penduduk laki-laki berjumlah 185.000, sedang perempuan
     berjumlah 197.000. Hitunglah Sex Rationya!

     Penyelesaian Soal:
                 185.000
     Sex Ratio =           x 100 = 93,90 dibulatkan 94.
                 197.000
     Sex Ratio 94 artinya setiap 100 perempuan terdapat 94 orang laki-laki.


22
Selain perhitungan perbandingan di atas ada satu hal yang perlu Anda ketahui lagi
yaitu Rasio ketergantungan. Perhatikan uraian berikut ini!

Rasio ketergantungan (dependency ratio) yaitu angka perbandingan yang
menunjukkan besar beban tanggungan dari kelompok usia produktif. Usia produktif
(15 – 64 tahun) selain menanggung kebutuhan hidup dirinya juga menanggung
kebutuhan hidup golongan usia muda (0 – 14 tahun) dan golongan tua (65 tahun ke
atas).

Rumus untuk menghitungnya:

            Jumlah penduduk usia muda + jumlah penduduk usia tua
     DR =                                                        x 100
                 Jumlah penduduk usia dewasa (produktif)


Makin besar rasio ketergantungan, makin besar beban yang ditanggung oleh
kelompok usia produktif. Apabila suatu negara besarnya rasio ketergantungan
misalnya 65 berarti setiap 100 orang penduduk yang produktif menanggung beban
hidup orang yang belum atau tidak produktif sebanyak 65 orang.


             Untuk melatih pemahaman materi yang telah Anda pelajari sekarang
             kerjakan latihan soal di bawah ini!


1. Suatu kota terdapat penduduk usia 0 – 14 tahun berjumlah 2,5 juta, usia 15 – 64
   tahun berjumlah 8 juta, dan usia 65 tahun ke atas berjumlah 1,5 juta. Dari data
   tersebut hitunglah besarnya angka beban ketergantungan!
2. Sebutkan akibat yang terjadi jika angka ketergantungan suatu daerah tinggi!


             Saya yakin Anda mudah mengerjakan!
             Selanjutnya untuk meyakinkan jawaban Anda benar atau salah,
             perhatikan kunci jawaban soal tersebut!

                                     P (0 -14) + P (65 keatas)
1. Angka beban ketergantungan =                                x 100
                                           P (15 - 64)


                                    2.500.000 + 1.500.000
                                 =
                                          8.000.000
                                 = 50.

2.   -   Usia produktif akan menanggung beban berat dalam memenuhi kebutuhan
         golongan non produktif.
     -   Pendapatan perkapita daerah itu menjadi turun atau rendah.
     -   Kemampuan menabung masyarakat menjadi rendah.
     -   Pertumbuhan ekonomi menjadi lambat.



                                                                               23
     b. Komposisi penduduk menurut pekerjaan
        Penduduk dapat dikelompokkan berdasarkan pekerjaan yang dilakukan oleh tiap-
        tiap orang. Pekerjaan-pekerjaan tersebut antara lain pegawai negeri sipil, TNI, POLRI,
        buruh, pedagang, petani, pengusaha dan sopir.

     c. Komposisi penduduk menurut pendidikan
        Berdasarkan tingkat atau jenjang pendidikan yang telah ditamatkan penduduk dapat
        dikelompokkan dalam tingkat SD, SLTP, SLTA, dan Perguruan Tinggi.
        Pengelompokkan ini dapat digunakan untuk menentukan besarnya tingkat pendidikan
        penduduk.

     d. Komposisi Penduduk menurut Agama
        Pengelompokkan ini berdasarkan kepada agama yang dianut penduduk yaitu Islam,
        Katolik, Protestan, Hindu dan Budha.

     e. Komposisi penduduk menurut tempat tinggal
        Tempat tinggal yang sering digunakan dalam komposisi ini adalah tempat tinggal
        penduduk di desa dan di kota. Ciri khas negara agraris seperti Indonesia adalah
        sebagian besar penduduk tinggal di desa.


                 Nah, apakah Anda sudah paham dengan materi tentang komposisi
                penduduk, kalau sudah coba kamu amati komposisi penduduk di wilayahmu
                (RW). Bisa pula kamu gunakan data di kelurahan. Diskusikan dengan teman
                Anda data tersebut menurut umur dan jenis kelamin, pekerjaan dan
     pendidikan. Apa hasilnya? Nah laporkan hasil diskusimu kepada Guru Bina.

     Kini kita lanjutkan lagi bahasan kita ke materi kepadatan penduduk.

4. Kepadatan Penduduk
     Kepadatan penduduk yaitu jumlah penduduk yang menempati tiap satuan luas wilayah.
     Satuan luas wilayah yang umumnya digunakan adalah kilometer persegi (Km2).

     Ada beberapa jenis kepadatan penduduk yaitu:
     a. Kepadatan penduduk Aritmatik yaitu jumlah rata-rata penduduk yang menempati
        wilayah seluas satu kilometer persegi (1 Km2). Angka kepadatan penduduk inilah
        yang sering kita jumpai dan hanya disebut kepadatan penduduk saja.

        Rumusnya:

                                                    Jumlah Penduduk (jiwa)
                 Kepadatan penduduk Aritmatik =
                                                      Luas wilayah (Km 2 )


        Contoh:
        Tahun 2000 jumlah penduduk DKI Jakarta 11.331.000 jiwa sedang luas wilayah 664
        Km2. Hitung kepadatan penduduk aritmatiknya!




24
      Penyelesaian soal:
                                11.331.000
      Kepadatan penduduk =                 = 17.064
                                   664

      Ini berarti tiap wilayah seluas 1 km2 rata-rata terdapat penduduk berjumlah 17.064
      jiwa.

   b. Kepadatan penduduk agraris yaitu jumlah petani yang menempati tiap satuan luas
      tanah pertanian.
      Rumusnya:

                                           Jumlah Penduduk agraris
               Kepadatan penduduk =
                                          Luas lahan pertanian (Km 2 )

      Contoh:
      Suatu daerah jumlah penduduk 9.560.000 jiwa, luas lahan pertaniannya 35.500 km2.
      Berapa kepadatan penduduk agrarisnya?

      Penyelesaian soal:
                                        9.560.000
       Kepadatan penduduk agraris =               = 269,2 dibulatkan 269
                                         35.500

      Ini berarti tiap lahan pertanian seluas 1 km2 rata-rata terdapat petani berjumlah 269
      jiwa.


                Nah sekarang Anda jawab pertanyaan ini!
                “Bagaimana tingkat kepadatan penduduk agraris di kota-kota besar?”
               Jelaskan alasannya!
               Mudah menjawabnya bukan?

   Perlu Anda ketahui bahwa sesuai dengan perkembangan pembangunan di kota-kota
   besar khususnya bidang perumahan maka tanah-tanah produktif di kota dan sekitarnya
   tidak lagi digunakan sebagai lahan pertanian tetapi untuk permukiman dan industri. Jumlah
   penduduk yang berprofesi sebagai petanipun semakin sedikit. Akibat itu semua antara
   lain angka kepadatan agraris di kota besar tergolong rendah.

   Bagaimana, pahamkah Anda dengan materi tadi? Bagus mari kita lanjutkan pada materi
   kualitas penduduk.

5. Kualitas penduduk
   Kualitas penduduk atau mutu sumber daya manusia yaitu tingkat kemampuan penduduk
   dalam mengolah dan memanfaatkan sumber daya alam yang tersedia untuk
   meningkatkan kesejahteraannya.

   Mutu sumber daya manusia pada suatu negara dapat dilihat dari tingkat pendapatan,
   tingkat pendidikan dan tingkat kesehatannya.



                                                                                         25
     a. Tingkat Kepadatan Penduduk
        Untuk melihat tingkat pendapatan biasanya diukur dari besarnya pendapatan per
        kapita. Pendapatan per kapita yaitu pendapatan yang diperoleh rata-rata tiap
        penduduk selama satu tahun. Pendapatan itu dihitung dari pendapatan nasional
        secara keseluruhan dibagi dengan jumlah penduduk.

        Rumus untuk menghitungnya:

                                        GNP
                                PCI =
                                         P

     Dimana:    PCI      = Perkapita Income (Pendapatan per kapita)
                GNP      = Gross National Product (Pendapatan Nasional Kotor)
                P        = Jumlah penduduk

        Tinggi rendahnya pendapatan per kapita penduduk tergantung kepada jumlah
        penduduk. Beberapa kemungkinan yang terjadi berkaitan dengan pendapatan per
        kapita yaitu:
        - Jika GNP dari jumlah penduduk tetap naik maka pendapatan per kapita akan
            turun.
        - Jika GNP tetap, maka pendapatan perkapita akan berkurang.
        - Jika GNP bertambah, maka pendapatan per kapita akan berubah sesuai dengan
            perubahan jumlah penduduk.

     b. Tingkat Pendidikan Penduduk
        Tingkat pendidikan berkaitan erat dengan kemampuan untuk menguasai ilmu
        pengetahuan dan teknologi. Bidang pendidikan merupakan kunci utama kemajuan
        sebab melalui jalur pendidikan dapat mempercepat proses alih teknologi dari negara
        maju dan juga mendorong penemuan teknologi baru.

        Tingkat pendidikan penduduk yang tinggi memungkinkan penduduk dapat mengolah
        sumber daya alam dengan baik sehingga kesejahteraan penduduk dapat segera
        diwujudkan.

     c. Tingkat Kesehatan Penduduk
        Produktivitas seseorang sangat ditentukan oleh tingkat kesehatannya. Tingkat
        kesehatan suatu negara dapat dilihat dari besarnya angka kematian, terutama
        kematian bayi dan ibu saat melahirkan. Kesehatan berkaitan erat dengan pemenuhan
        kebutuhan pangan, sandang dan papan. Apabila salah satu kebutuhan tidak terpenuhi
        maka dapat terganggulah kesehatannya.

        Rendahnya kualitas kesehatan penduduk umumnya disebabkan oleh:
        - lingkungan tidak sehat.
        - gizi makanan yang rendah.
        - adanya penyakit-penyakit menular.

        Anda telah mempelajari uraian tentang kualitas penduduk. Baiklah, kini kita akan
        membahas tentang mobilitas penduduk.



26
6. Mobilitas Penduduk
   Mobilitas penduduk yaitu perpindahan penduduk dari suatu daerah ke daerah lain.
   Mobilitas dibedakan 2 yaitu mobilitas non permanen (tidak tetap) dan mobilitas permanen
   (tetap). Apabila perpindahan bertujuan untuk menetapkan di daerah tujuan maka disebut
   migrasi. Jadi migrasi artinya perpindahan penduduk dari satu daerah ke daerah lain
   untuk menetap.

   Jenis-jenis mobilitas permanen (migrasi):
   a. Urbanisasi yaitu perpindahan penduduk dari desa ke kota.
   b. Transmigrasi yatiu perpindahan penduduk dari pulau yang padat ke pulau yang kurang
      padat penduduknya. Transmigrasi diatur oleh pemerintah.
   c. Imigrasi yaitu masuknya penduduk dari satu negara ke negara lain.
   d. Emigrasi yaitu keluarnya penduduk suatu negara untuk masuk ke negara lain.
   e. Remigrasi yaitu kembalinya penduduk ke negara asalnya.

   Faktor-faktor yang mempengaruhi mobilitas penduduk:
   a. Faktor dari daerah asal yang disebut faktor pendorong seperti adanya bencana ala,
      panen yang gagal, lapangan kerja terbatas, kemanan terganggu, kurangnya sarana
      pendidikan
   b. Faktor yang ada di daerah tujuan yang disebut faktor penarik seperti tersedianya
      lapangan kerja, upah tinggi, tersedia sarana pendidikan, kesehatan dan hiburan.
   c. Faktor yang terletak di antara daerah asal dan daerah tujuan yang disebut penghalang.
      Yang termasuk faktor ini misalnya jarak, jenis alat transport dan biaya transport.
      Jarak yang tidak jauh dan mudahnya transportasi mendorong mobilitas penduduk.
   d. Faktor yang terdapat pada diri seseorang disebut faktor individu. Faktor ini sangat
      mempengaruhi keinginan seseorang untuk melakukan mobilitas atau tidak. Contoh
      faktor individu ini antara lain umur, jenis kelamin, dan tingkat pendidikan.

   Perhatikan skema dibawah ini!

                                            3
                   Daerah Asal         Penghalang         Daerah Tujuan




                  Daya dorong                               Daya tarik
                        1                                       2
                                          Individu
                                             4
                                        Gambar 5.
                Bagan faktor-faktor yang mempengaruhi mobilitas penduduk.

              Adakah mobilitas penduduk di desamu?
              Sebutkan apa saja jenis-jenis migrasi yang ada di daerahmu (yang banyak
              jenis migrasi apa)? Diskusikan dengan teman-teman dan laporkan pada Guru
              Bina.

   Selamat! Anda telah selesai mempelajari Kegiatan 1, segeralah mengerjakan Tugas 1!
                                                                                        27
             KEGIATAN 1


Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan baik dan benar!

1.    Sebutkan 3 cara untuk mengetahui jumlah penduduk suatu negara!
2.    Jelaskan perbedaan antara sensus de facto dengan de jure!
3.    Sebutkan 3 faktor yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk!
4.    Suatu wilayah terdapat bayi lahir sebanyak 5000 jiwa, dari jumlah bayi tersebut yang
      meninggal 450 jiwa selama 1 tahun. Hitunglah besarnya angka kematian bayi!
5.    Apakah arti pertumbuhan penduduk alami?
6.    Apakah arti faktor anti natalitas dan berikan contoh faktor tersebut minimal 2 buah!
7.    Angka kelahiran 45, apakah makna angka tersebut?
8.    Suatu negara piramda penduduknya berbentuk limas, apa arti gambar bentuk piramida
      tersebut?
9.    Tulislah rumus untuk menghitung kepadatan penduduk agraris (KPA)!
10.   Faktor-faktor apakah yang digunakan untuk menentukan kualitas sumber daya manusia
      suatu negara?

Setelah selesai menjawab Tugas 1, silahkan cocokkan jawaban Anda dengan kunci jawaban
yang terdapat di bagian akhir modul ini.

Setelah itu hitunglah jawaban yang benar kemudian berilah nilai, dengan pedoman tiap butir
soal diberi skor 1 (satu). Apabila nilai Anda 7 ke atas maka dipersilahkan melanjutkan
mempelajari materi kegiatan 2.

Sebaliknya bila Anda kurang dari 7 maka diharuskan mempelajari kembali materi pelajaran
dalam kegiatan belajar 1.




28
                                                                  Kegiatan Belajar 2

     MASALAH-MASALAH KEPENDUDUKAN DAN
      UPAYA PENANGGULANGAN MASALAH
         KEPENDUDUKAN DI INDONESIA
          Setelah selesai mempelajari materi pada Kegiatan Belajar 2 diharapkan Anda dapat:
          1. menjelaskan masalah-masalah kependudukan di Indonesia; dan
          2. menjelaskan upaya-upaya untuk penanggulangan masalah kependudukan
              di Indonesia.


          Setiap Negara mempunyai masalah di bidang kependudukan. Masalah
          kependudukan yang dihadapi suatu negara berbeda dengan negara yang dihadapi
          negara lain.

Sebagai negara yang sedang berkembang Indonesia memiliki masalah-masalah
kependudukan yang cukup serius dan harus segera diatasi.
Masalah-masalah kependudukan di Indonesia yaitu:
1. Jumlah penduduk besar.
2. Pertumbuhan penduduk cepat.
3. Persebaran penduduk tidak merata.
4. Kualitas penduduk rendah.
5. Komposisi penduduk sebagian besar berusia muda.

Agar Anda dapat memahami masalah kependudukan di Indonesia seperti yang disebutkan
di atas, perhatikan uraian berikut ini.

1. Jumlah penduduk besar
   Penduduk dalam suatu negara menjadi faktor terpenting dalam pelaksanaan
   pembangunan karena menjadi subyek dan obyek pembangunan.

   Jumlah penduduk yang besar bermanfaat dalam:
   - Penyediaan tenaga kerja dalam masalah sumber daya alam.
   - Mempertahankan keutuhan negara dari ancaman yang berasal dari bangsa lain.

   Selain manfaat yang diperoleh, ternyata negara Indonesia yang berpenduduk besar yaitu
   nomor 4 di dunia menghadapi masalah yang cukup rumit yaitu:
   - Pemerintah harus dapat menjamin terpenuhinya kebutuhan hidupnya. Dengan
      kemampuan pemerintah yang masih terbatas masalah ini sulit diatasi sehingga
      berakibat seperti masih banyaknya penduduk kekurangan gizi makanan, timbulnya
      pemukiman kumuh.
   - Penyediaan lapangan kerja, sarana dan prasarana kesehatan dan pendidikan serta
      fasilitas sosial lainnya. Dengan kemampuan dana yang terbatas masalah ini cukup
      sulit diatasi, oleh karena itu pemerintah menggalakkan peran serta sektor swasta
      untuk mengatasi masalah ini. Peran serta swasta yang telah dilakukan antara lain
      pembangunan pabrik/industri, sekolah swasta, rumah sakit swasta dan lain-lain.

                                                                                        29
     Pahamkah Anda dengan uraian tadi. Bagus! Mari kita lanjutkan dengan uraian berikut!

2. Pertumbuhan penduduk cepat
     Secara nasional pertumbuhan penduduk Indonesia masih relatif cepat, walaupun ada
     kecenderungan menurun. Antara tahun 1961 – 1971 pertumbuhan penduduk sebesar
     2,1 % pertahun, tahun 1971 – 1980 sebesar 2,32% pertahun, tahun 1980 – 1990 sebesar
     1,98% pertahun, dan periode 1990 – 2000 sebesar 1,6% pertahun.

     Penurunan pertumbuhan penduduk ini tentunya cukup menggembirakan, hal ini didukung
     oleh pelaksanaan program keluarga berencana di seluruh tanah air.

     Keluarga berencana merupakan suatu usaha untuk membatasi jumlah anak dalam
     keluarga, demi kesejahteraan keluarga.

     Dalam program ini setiap keluarga dianjurkan mempunyai dua atau tiga anak saja atau
     merupakan keluarga kecil.

     Dengan terbentuknya keluarga kecil diharapkan semua kebutuhan hidup anggota keluarga
     dapat terpenuhi sehingga terbentuklah keluarga sejahtera.

     Dari uraian di atas jelaslah bahwa Program Keluarga Berencana mempunyai dua tujuan
     pokok yaitu:
     a. Menurunkan angka kelahiran agar pertambahan penduduk tidak melebihi kemampuan
        peningkatan produksi.
     b. Meningkatkan kesehatan ibu dan anak untuk mencapai keluarga sejahtera.




                             Gambar 6. Tingkat Kelahiran Tinggi

3. Persebaran Penduduk Tidak Merata
     Persebaran penduduk di Indonesia tidak merata baik persebaran antar pulau, propinsi,
     kabupaten maupun antara perkotaan dan pedesaan.

     Pulau Jawa dan Madura yang luasnya hanya ±7% dari seluruh wilayah daratan Indonesia,
     dihuni lebih kurang 60% penduduk Indonesia.



30
Perhatikan tabel berikut ini!
Tabel 6. Persebaran dan Pertumbuhan Penduduk Indonesia Menurut Pulau (Tahun 1961-1998)

                      Luas                          Penduduk (x 1.000.000)
No.     Pulau        Wilayah   1961           1971             1980             1990             1998
                       (%)   Jml    %        Jml        %    Jml      %        Jml        %    Jml      %
1.    Jawa-Madura   6,9 63,0 65,0 76,1 63,8 91,3 61,9 107,6 60,0 119,6 58,5
2.    Sumatera     24,7 15,7 16,2 20,8 17,5 28,0 19,0 36,5 20,3 43,2 21,1
3.    Kalimantan   28,1 4,1 4,2      5,2   4,4 6,7     4,5   9,1   5,1 11,2    5,5
4.    Sulawesi      9,9 7,1 7,3      8,5   7,1 10,4    7,1 12,5    7,0 14,5    7,1
5.    Pulau-pulau  30,4 7,1 7,3      8,6   7,2 11,1    7,5 13,7    7,6 15,9    7,8
      Jumlah      100,0 97,0 100,0 119,2 100,0 147,5 100,0 179,4 100,0 204,4 100,0

Sumber BPS 1981, 1993, dan 1999.

Perkembangan kepadatan penduduk di Pulau Jawa dan Madura tergolong tinggi yaitu
tahun 1980 sebesar 690 jiwa tiap-tiap kilometer persegi, tahun 1990 menjadi 814 jiwa
dan tahun 1998 menjadi 938 jiwa per kilo meter persegi (km2).

Jika kondisi ini dibiarkan diperkirakan angka tersebut akan cenderung meningkat diwaktu
yang akan datang.

Untuk lebih jelasnya coba Anda amati dengan seksama tabel berikut ini!

Tabel 7. Kepadatan Penduduk Indonesia Menurut Pulau, (Tahun 1930 – 1998).

                                  Kepadatan Penduduk Per Kilometer Persegi
 No.        Pulau
                            1930 1961          1971         1980   1990         1993          1998

     1. Jawa-Madura         315      476           576      690       814        864          938
     2. Sumatera             17         33         44        59           77         87        90

     3. Kalimantan            4          8         10        12           17         18        20

     4. Sulawesi             22         38          45       55           66         71        76
     5. Pulau-pulau lain      8         12         15        19           23         25        27

        Indonesia            32         51         62        77           93     101          106

      Sumber BPS 1981, 1988, 1993 dan 1999.

Akibat dari tidak meratanya penduduk yaitu luas lahan pertanian di Jawa semakin sempit.
Lahan bagi petani sebagian dijadikan permukiman dan industri. Sebaliknya banyak lahan
di luar Jawa belum dimanfaatkan secara optimal karena kurangnya sumber daya manusia.
Sebagian besar tanah di luar Jawa dibiarkan begitu saja tanpa ada kegiatan pertanian.
Keadaan demikian tentunya sangat tidak menguntungkan dalam melaksanakan
pembangunan wilayah dan bagi peningkatan pertahanan keamanan negara.



                                                                                                            31
            Selanjutnya untuk melatih kemampuan Anda dalam berpikir, jawablah soal berikut
            ini!


Sebutkan faktor-faktor yang menjadi daya tarik bagi penduduk di luar Jawa untuk bermigrasi
ke Pulau Jawa?


            Bagaimana? Mudahkan?
            Sekarang cocokkan jawaban Anda dengan uraian di bawah ini!


Faktor-faktor yang menyebabkan tingginya tingkat migrasi ke pulau Jawa, antara lain karena
pulau Jawa:
- Sebagai pusat pemerintahan.
- Sebagian besar tanahnya merupakan tanah vulkanis yang subur.
- Merupakan pusat kegiatan ekonomi dan industri sehingga banyak tersedia lapangan
    kerja.
- Tersedia berbagai jenjang dan jenis pendidikan.
- Memiliki sarana komunikasi yang baik dan lancar.

Bagaimana jawaban Anda, apakah ada jawaban lain yang dapat menambah faktor-faktor
tingginya tingkat migrasi ke pulau Jawa. Bagus.
Nah, lanjutkan lagi mempelajari uraian berikut.




                     Gambar 7. Tersedianya lapangan kerja di pulau Jawa
                    merupakan daya tarik bagi penduduk di luar pulau Jawa.

     Persebaran penduduk antara kota dan desa juga mengalami ketidakseimbangan.
     Perpindahan penduduk dari desa ke kota di Indonesia terus mengalami peningkatan
     dari waktu ke waktu.

     Urbanisasi yang terus terjadi menyebabkan terjadinya pemusatan penduduk di kota yang
     luas wilayahnya terbatas.

     Pemusatan penduduk di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Medan dan kota-
     kota besar lainnya dapat menimbulkan dampak buruk terhadap lingkungan hidup seperti:
     - Munculnya permukiman liar.
     - Sungai-sungai tercemar karena dijadikan tempat pembuangan sampah baik oleh
         masyarakat maupun dari pabrik-pabrik industri.
32
-   Terjadinya pencemaran udara dari asap kendaraan dan industri.
-   Timbulnya berbagai masalah sosial seperti perampokan, pelacuran dan lain-lain.

Oleh karena dampak yang dirasakan cukup besar maka perlu ada upaya untuk
meratakan penyebaran penduduk di tiap-tiap daerah.

Upaya-upaya tersebut adalah:
- Pemerataan pembangunan.
- Penciptaan lapangan kerja di daerah-daerah yang jarang penduduknya dan daerah
   pedesaan.
- Pemberian penyuluhan terhadap masyarakat tentang pengelolaan lingkungan
   alamnya.

Selain di Jawa ketimpangan persebaran penduduk terjadi di Irian Jaya dan Kalimantan.
Luas wilayah Irian Jaya 21,99% dari luas Indonesia, tetapi jumlah penduduknya hanya
0,92% dari seluruh penduduk Indonesia. Pulau Kalimantan luasnya 28,11% dari luas
Indonesia, tetapi jumlah penduduknya hanya 5% dari jumlah penduduk Indonesia.

Untuk mengatasi persebaran penduduk yang tidak merata dilaksanakan program
transmigarasi.

Tujuan pelaksanaan transmigrasi yaitu:
- Meratakan persebaran penduduk di Indonesia.
- Peningkatan taraf hidup transmigran.
- Pengolahan sumber daya alam.
- Pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia.
- Menyediakan lapangan kerja bagi transmigran.
- Meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa.
- Meningkatkan pertahanan dan kemananan wilayah Indonesia.

Persebaran yang tidak merata berpengaruh terhadap lingkungan hidup. Daerah-daerah
yang padat penduduknya terjadi exploitasi sumber alam secara berlebihan sehingga
terganggulah keseimbangan alam. Sebagai contoh adalah hutan yang terus menyusut
karena ditebang untuk dijadikan lahan pertanian maupun pemukiman. Dampak buruk
dari berkurangnya luas hutan adalah:
- terjadi banjir karena peresapan air hujan oleh hutan berkurang
- terjadi kekeringan
- tanah sekitar hutan menjadi tandus karena erosi




                              Gambar 8. Lokasi Transmigrasi
                                                                                 33
     Untuk lebih memahami penyebaran penduduk di tiap-tiap propinsi, Anda dapat
     memperhatikan tabel berikut ini!

     Tabel 8. Kepadatan Penduduk Per Kilometer Persegi Menurut Propinsi (Tahun 1971, 1980,
              1990, dan 2000).

                                                           Kepadatan penduduk per km2
               Provinsi              Luas        %
                                                           1971 1980      1990 2000
                  (1)                 (2)        (3)        (4)   (5)      (6)     (7)
       1.    D.I. Aceh               55.390      2,89       36     47      62        77
       2.    Sumatera Utara          71.680      3,69       93    118     145      169
       3.    Sumatera Barat          42.898      2,59       56     68      80        93
       4.    Riau                    94.561      4,93        17       23       35        49
       5.    Jambi                   53.436      2,33        22       32       45        62
       6.    Sumatera Selatan       109.254      5,40        33       45       61        79
       7.    Bengkulu                19.789      1,10        24       36       56        79
       8.    Lampung                 35.385      1,74        83      139      181       224
             Sumatera               482.393     24,67        46       64       83       104

       9.    DKI Jakarta                664      0,03     7.762 11.023     12.495 17.066
       10.   Jawa Barat              43.177      2,41       467    593        765    925
       11.   Jawa Tengah             32.549      1,78       640    742        834    894
       12.   DI Yogyakarta            3.186      0,17       785    868        919    915
       13.   Jawa Timur              47.923      2,50       532    609        678    733
             Jawa                   127.499      6,89     2.037 2.767       3.138  4.107

       14. Bali                       5.633      0,29      381       444      500       541
       15. NTB                       20.153      1,05      109       135      167       194
       16. NTT                       47.349      2,49       48        57       68        81
           Bali & Nusa Tenggara      73.135      3,83      179       212      245       272

       17.   Kalimantan Barat       146.807      7,65        14       17        22       28
       18.   Kalimantan Tengah      153.564      7,95         5        6         9       12
       19.   Kalimantan Selatan      36.535      1,96        45       55        69       85
       20.   Kalimantan Timur       210.985     10,55         4        6         9       14
             Kalimantan             547.891     28,11        17       21        27       35

       21.   Sulawesi Utara          27.488      0,99        90      111      130       149
       22.   Sulawesi Tengah         63.689      3,63        13       18       25        32
       23.   Sulawesi Selatan        62.483      3,80        71       83       96       113
       24.   Sulawesi Tenggara       38.140      1,44        26       34       49        67
             Sulawesi               191.800      9,86        50       62       75        90

       25. Maluku                    77.871      3,88        15       19        25       31
       26. Irian Jaya               421.981     21,99         2        3         4        5
           Maluku & Irian Jaya      499.852     25,87         9       11        15       18
        INDONESIA                1.922.570 100,0        62            77        93
      Sumber: Kantor Menteri Kependudukan (BKKBN) 2000.
34
   Dengan menggunakan tabel di atas dapatkah Anda menyebutkan propinsi-propinsi yang
   padat dan jarang penduduknya?
   Saya yakin Anda tidak menemui kesulitan!

4. Kualitas Penduduk Rendah
   Kualias penduduk seperti yang telah dibahas pada kegiatan 1, tercermin dari tingkat
   pendapatan, tingkat pendidikan dan tingkat kesehatan.

   Bagaimana dengan ketiga tingkat di atas bagi penduduk Indonesia.
   Dari pengamatan Anda, saya yakin Anda telah mempunyai pendapat bahwa secara
   umum tingkat pendapatan, pendidikan dan kesehatan penduduk Indonesia masih rendah.

   a. Tingkat pendapatan rendah
      Berkat hasil-hasil pembangunan pendapatan perkapita penduduk Indonesia
      mengalami kenaikan. Tahun 1981 pendapatan perkapita sebesar 530 dollar AS, tahun
      1990 sebesar 540 dollar AS, tahun 1996 sebesar 1.041 dollar AS dan tahun 1999
      menjadi 1.110 dollar AS.

      Walaupun mengalami kenaikan ternyata pendatapan perkapita penduduk Indonesia
      masih tergolong rendah dibandingkan dengan bangsa-bangsa lain.

      Perhatikan tabel berikut ini!

       Tabel 9. Pendapatan Perkapita beberapa Negara Tahun 1990 - 1999.


                Negara                  Pendapatan Per Kapita (dollar AS)

          Amerika Serikat                             29.080
          Australia                                   20.650
          Swiss                                       43.060
          Jepang                                      38.160
          Singapura                                   37.810
          Inggris                                     20.870
          Kanada                                      19.640
          Korea Selatan                               10.550
          Malaysia                                     4.530
          Mexico                                       2.740
          Papua Nugini                                  9.30
          Indonesia                                    1.110
          Philipina                                    1.200
          China                                          860

       Sumber: World Population Data Sheet, 1999.




                                                                                   35
        Dengan pendapatan perkapita yang masih rendah berakibat penduduk tidak mampu
        memenuhi berbagai kebutuhan hidupnya, sehingga sulit mencapai manusia yang
        sejahtera.

        Pendapatan per kapita rendah juga berakibat kemampuan membeli (daya beli)
        masyarakat rendah, sehingga hasil-hasil industri harus disesuaikan jenis dan
        harganya. Bila industri terlalu mahal tidak akan terbeli oleh masyarakat. Hal ini akan
        mengakibatkan industri sulit berkembang dan mutu hasil industri sulit ditingkatkan.

        Penduduk yang mempunyai pendapatan perkapita rendah juga mengakibatkan
        kemampuan menabung menjadi rendah.

        Bila kemampuan menabung rendah, pembentukan modal menjadi lambat, sehingga
        jalannya pembangunan menjadi tidak lancar.

        Untuk itu perlu dicari pinjaman modal dari negara lain untuk membiayai pembangunan.

        Masih rendahnya pendapatan perkapita penduduk Indonesia, terutama disebabkan
        oleh:
        - Pendapatan/penghasilan negara masih rendah, walaupun Indonesia kaya sumber
            daya alam tetapi belum mampu diolah semua untuk peningkatan kesejahteraan
            penduduk.
        - Jumlah penduduk yang besar dan pertambahan yang cukup tinggi setiap
            tahunnya.
        - Tingkat teknologi penduduk masih rendah sehingga belum mampu mengolah
            semua sumber daya alam yang tersedia.

        Oleh karena itu upaya menaikan pendapatan perkapita, pemerintah melakukan usaha:
        1) Meningkatkan pengolahan dan pengelolaan sumber daya alam yang ada.
        2) Meningkatkan kemampuan bidang teknologi agar mampu mengolah sendiri
           sumber daya alam yang dimiliki bangsa Indonesia.
        3) Memperkecil pertambahan penduduk diantaranya dengan penggalakan program
           KB dan peningkatan pendidikan.
        4) Memperbanyak hasil produksi baik produksi pertanian, pertambangan,
           perindustrian, perdagangan maupun fasilitas jasa (pelayanan)
        5) Memperluas lapangan kerja agar jumlah pengangguran tiap tahun selalu
           berkurang.


               Coba Anda amati di lingkungan tempat tinggal Anda, bagaimanakah menurut
               Anda pendapatan perkapita penduduk di daerah Anda? Apa yang
               menyebabkan? Diskusikan dengan teman Anda dan laporkan hasil diskusi
               Anda pada Guru Bina.

     b. Tingkat Pendidikan Rendah
        Walaupun bangsa Indonesia telah berusaha keras untuk meningkatkan tingkat
        pendidikan namun karena banyaknya hambatan yang dialami maka hingga saat ini
        tingkat pendidikan bangsa Indonesia masih tergolong rendah.

        Sebagian besar penduduk hanya mampu menamatkan SD. Untuk mengetahui
        perbandingan persentase pendidikan penduduk Indonesia, perhatikan tabel berikut ini!
36
Tabel 10. Prosentase penduduk yang menamatkan sekolah.

                Pendidikan                  Tahun 1990

    Perguruan Tinggi                              4,6%
    SLTA                                         19,6%
    SLTP                                         17,5%
    SD                                           28,7%
    Tidak / belum tamat SD                       22,2%
    Tidak bersekolah                              8,5%


Beberapa faktor penyebab rendahnya tingkat pendidikan penduduk Indonesia adalah:
1) Pendapatan perkapita penduduk rendah, sehingga orang tua/penduduk tidak
   mampu sekolah atau berhenti sekolah sebelum tamat.
2) Ketidakseimbangan antara jumlah murid dengan sarana pendidikan yang ada
   seperti jumlah kelas, guru dan buku-buku pelajaran. Ini berakibat tidak semua
   anak usia sekolah tertampung belajar di sekolah.
3) Masih rendahnya kesadaran penduduk terhadap pentingnya pendidikan, sehingga
   banyak orang tua yang tidak menyekolahkan anaknya.




   Gambar 9. Sekolah sebagai sarana utama peningkatan kualitas penduduk.

Berbagai upaya telah ditempuh oleh pemerintah dalam mengatasi masalah
pendidikan. Usaha-usaha pemerintah untuk meningkatkan pendidikan di Indonesia
yaitu:
- Menambah jumlah sekolah dari tingkat SD sampai dengan perguruan tinggi.
- Menambah jumlah guru (tenaga kependidikan) di semua jenjang pendidikan.
- Pelaksanaan program wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun yang telah dimulai
    tahun ajaran 1994/1995.
- Pemberian bea siswa kepada pelajar dari keluarga tidak mampu tetapi berprestasi
    di sekolahnya.
- Membangun perpustakaan dan laboratorium di sekolah-sekolah.
- Menambah sarana pendidikan seperti alat ketrampilan dan olah raga.
- Meningkatkan pengetahuan para pendidik (guru/dosen) dengan penataran dan
    pelatihan.

                                                                              37
        -   Penyempurnaan kurikulum sekolah dalam rangka peningkatan mutu pendidikan.
        -   Menggalakkan partisipasi pihak swasta untuk mendirikan lembaga-lembaga
            pendidikan dan ketrampilan.

        Perlu Anda ketahui bahwa tanggung jawab terhadap keberhasilan peningkatan
        pendidikan penduduk terletak di 3 komponen yaitu orang tua, masyarakat, dan
        pemerintah.


               Nah sekarang diskusikanlah dengan rekan-rekan Anda tentang apa yang
               dapat dilakukan orang tua siswa dan masyarakat dalam membantu
               meningkatkan pendidikan penduduk Indonesia. Hasil diskusi laporkanlah
               kepada guru bina Anda.

     c. Tingkat Kesehatan Rendah
        Faktor-faktor yang dapat menggambarkan masih rendahnya tingkat kesehatan di
        Indonesia adalah:
        1) Banyaknya lingkungan yang kurang sehat.
        2) Penyakit menular sering berjangkit.
        3) Gejala kekurangan gizi sering dialami penduduk.
        4) Angka kematian bayi tahun 1980 sebesar 108 per 1000 bayi dan tahun 1990
            sebesar 71 per 1000 kelahiran bayi.

        Masalah gizi yang masih dihadapi oleh bangsa Indonesia adalah:
        - kekurangan vitamin A
        - kekurangan kalori protein
        - kekurangan zat besi
        - gondok

        Usaha-usaha pemerintah untuk meningkatkan kualitas kesehatan penduduk
        Indonesia yaitu:
        1) Melaksanakan program perbaikan gizi.
        2) Perbaikan lingkungan hidup dengan cara mengubah perilaku sehat penduduk,
            serta melengkapi sarana dan prasarana kesehatan.
        3) Penambahan jumlah tenaga medis seperti dokter, bidan, dan perawat.
        4) Pencegahan dan pemberantasan penyakit menular.
        5) Pembangunan Puskesmas dan rumah sakit.
        6) Pemberian penyuluhan kesehatan kepada masyarakat.
        7) Penyediaan air bersih.
        8) Pembentukan Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu), kegiatan posyandu meliputi:
            - Penimbangan bayi secara berkala
            - Imunisasi bayi/balita
            - Pemberian makanan tambahan
            - Penggunaan garam oralit
            - Keluarga berencana
            - Peningkatan pendapatan wanita




38
                            Gambar 10. Kegiatan di Posyandu

              Coba kamu amati tingkat kesehatan di daerahmu. Apakah tersedia sarana
              dan prasarana medis? Bagaimana dengan penyuluhan kesehatan oleh
              pemerintah setempat. Diskusikan dengan teman Anda dan laporkan hasilnya
              kepada Guru Bina.

5. Komposisi penduduk sebagian besar berusia muda
   Golongan usia muda adalah penduduk yang berusia 0-14. Kebutuhan penduduk usia
   muda yang harus disediakan oleh pemerintah yaitu sarana pendidikan dan kesehatan.
   Kebutuhan sarana pendidikan dan kesehatan yang disediakan pemerintah sering tidak
   seimbang dengan jumlah penduduk. Oleh karena itu pemerintah terus menggalakkan
   partisipasi pihak swasta agar bersedia membangun sekolah maupun rumah sakit.

   Sampai di sini apakah Anda sudah memahami masalah kependudukan di Indonesia?

   Selanjutnya perhatikan uraian berikut ini!
   Dari uraian-uraian terdahulu dapat diketahui bahwa jumlah penduduk yang besar baru
   akan menguntungkan apabila diikuti dengan kualitas atau mutu yang tinggi khususnya
   bidang pendidikan dan kesehatan. Dalam suatu negara jumlah penduduk yang besar
   dengan kualitas yang rendah, lebih merupakan beban atau tanggungan bagi pemerintah
   daripada sebagai sumber daya tenaga dalam pembangunan.

   Oleh karena itu setiap negara selalu mengupayakan peningkatan kualitas penduduknya.
   Peningkatan kualitas sumber daya manusia dimaksudkan untuk meningkatkan
   kemampuan dan keterampilan kerja yang akhirnya akan meningkatkan taraf hidup. Melalui
   berbagai cara peningkatan kualitas sumber daya manusia diharapkan dapat tercipta
   manusia pembangunan Indonesia yang tangguh, berbudi luhur, cakap, terampil, percaya
   diri, dan bersemangat membangun.

   Sampai di sini pembahasan tentang masalah kependudukan dan upaya mengatasi
   masalah kependudukan di Indonesia.

   Akhirnya, saya ucapkan selamat karena Anda telah mempelajari modul ini dengan baik!

   Untuk lebih memperdalam pemahaman Anda terhadap materi ini segeralah mengerjakan
   tugas 2! Selamat belajar!
                                                                                     39
           KEGIATAN 2


Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan singkat dan jelas!

1. Sebutkan minimal 3 masalah pokok kependudukan di Indonesia!
2. Sebutkan 2 keuntungan jumlah penduduk yang besar!
3. Apakah tujuan pokok program Keluarga Berencana (KB) di Indonesia?
4. Faktor-faktor apakah yang menyebabkan memusatnya penduduk di pulau Jawa?
5. Jelaskan tujuan pelaksanaan transmigrasi!
6. Sebutkan 3 akibat dari rendahnya tingkat pendapatan perkapita!
7. Sebutkan faktor-faktor yang menyebabkan rendahnya tingkat pendidikan penduduk di
   Indonesia!
8. Usaha-usaha apakah yang dilakukan pemerintah untuk meningkatkan kualitas kesehatan
   penduduk?

Setelah selesai mengerjakan tugas 2, cocokanlah jawaban Anda dengan kunci tugas yang
ada di bagian belakang modul ini!

Periksalah jawaban Anda, apabila jawaban benar maka tiap nomor soal diberi nilai 1 (satu).

Nilai dihitung dengan rumus:
                                          Jumlah jawaban benar
                                Nilai =                        x 10
                                              Jumlah soal

Jika nilai Anda 7 atau lebih maka dipersilahkan mengikuti tes akhir modul. Jika belum
mencapai nilai 7 Anda harus membaca lagi materi dalam modul ini.




40
                                     PENUTUP



Selamat! Anda telah menyelesaikan modul ini dengan baik. Untuk mengingat kembali materi
yang telah Anda pelajari, berikut ini disampaikan kesimpulan sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui jumlah penduduk dilakukan dengan 3 cara yaitu Sensus penduduk,
    Survey penduduk dan Registrasi penduduk.
2. Jumlah penduduk Indonesia di wilayah Asia Tenggara menempati urutan pertama dan
    di dunia menempati urutan ke empat.
3. Pertumbuhan penduduk dipengaruhi oleh tiga faktor yaitu natalitas, mortalitas dan migrasi.
4. Besar kecilnya angka kematian bayi dapat dijadikan indikator tingkat kesehatan penduduk.
5. Dari komposisi penduduk menurut umur dan jenis kelamin dapat dibuat piramida
    penduduk yang dapat menjelaskan keadaan penduduk suatu negara / wilayah di waktu
    yang akan datang.
6. Bentuk piramida penduduk ada tiga yaitu Limas, Granat dan Batu Nisan.
7. Kepadatan penduduk ada dua jenis yaitu Kepadatan Aritmatik dan kepadatan Agraris.
8. Kualitas sumber daya manusia atau penduduk dapat ditentukan dari tingkat
    pendapatannya, tingkat pendidikannya dan tingkat kesehatannya.
9. Masalah-masalah pokok di bidang kependudukan di Indonesia adalah:
    - Jumlah penduduk besar
    - Pertumbuhan penduduk cepat
    - Persebaran penduduk tidak merata
    - Kualitas penduduk masih rendah
    - Komposisi penduduk sebagian besar berusia muda.
10. Kualitas penduduk yang rendah diatasi dengan peningkatan pendapatan penduduk,
    peningkatan pendidikan dan peningkatan mutu kesehatan penduduk.

Untuk menambah wawasan sebaiknya Anda harus membaca buku-buku yang relevan dengan
materi dalam modul ini.

Selanjutnya apabila Anda sudah memahami materi dalam modul ini, segeralah menghubungi
guru bina untuk mengikuti Tes Akhir Modul.

Nilai yang harus Anda capai dalam Tes Akhir Modul minimal 70/7,0 berarti dengan nilai
tersebut Anda dapat melanjutkan mempelajari modul selanjutnya.

Tapi jika nilai Anda dibawah 70/7,0 Anda harus mempelajari kembali modul ini pada bagian
materi yang Anda anggap sulit dan mintalah guru bina untuk membimbing Anda pada materi
tersebut. Semoga sukses.




                                                                                          41
           TUGAS


KEGIATAN 1

1. Cara mengetahui jumlah penduduk suatu negara yaitu dengan melaksanakan sensus
    penduduk, survey penduduk dan registrasi penduduk.
2. Perbedaan sensus de facto dan de jure:
    - Sensus de facto yaitu penghitungan terhadap semua penduduk yang berada di daerah
        sensus.
    - Sensus de jure yaitu penghitungan terhadap penduduk yang benar-benar bertempat
        tinggal di wilayah yang diadakan sensus atau sesuai KTP yang bersangkutan.
3. Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk:
    - Kelahiran (Natalitas)
    - Kematian (Mortalitas)
    - Perpindahan penduduk (migrasi)
4.                            450
    Angka kematian bayi =           x 1000 = 90
                             5000
5. Pertambahan penduduk alami yaitu pertambahan penduduk yang dihitung dari selisih
    antara jumlah kelahiran dan kematian.
6. Faktor anti natalitas yaitu faktor yang dapat menghambat terjadinya kelahiran sehingga
    tingkat kelahiran menjadi rendah.
    Contoh faktor yang termasuk anti natalitas yaitu:
    - Pelaksanaan keluarga berencana (KB).
    - Adanya pembatasan usia menikah dan pembatasan tunjangan anak bagi pegawai
        negeri.
    - Adanya penundaaan kawin karena mengikuti pendidikan.
7. Angka kelahiran 45 artinya tiap 1000 penduduk terdapat 45 bayi lahir selama satu tahun.
8. Piramida penduduk berbentuk limas, berarti:
    - Jumlah penduduk usia muda lebih besar dibanding usia tua .
    - Untuk masa mendatang jumlah penduduk bertambah lebih banyak.
    - Jumlah kelahiran tinggi.
    - Rata-rata penduduk tidak dapat mencapai usia tua.
9. Kepadatan penduduk agraris (KPA) dihitung dengan rumus :
             Jumlah penduduk agraris
    KPA =
            Luas lahan pertanian (Km2)
10. Kualitas sumber daya manusia dapat dilihat dari tingkat pendapatan, tingkat pendidikan
    dan tingkat kesehatannya.


KEGIATAN 2

1. Masalah pokok kependudukan di Indonesia:
   a. jumlah penduduk besar
   b. pertumbuhan penduduk cepat
   c. persebaran penduduk tidak merata
   d. kualitas penduduk rendah



42
2. Manfaat/keuntungan jumlah penduduk besar yaitu:
   a. Terpenuhinya kebutuhan tenaga kerja.
   b. Tersedianya tenaga untuk mempertahankan kedaulatan dan keutuhan negara dari
      ancaman yang berasal dari bangsa lain.

3. Tujuan pokok program keluarga berencana:
   a. menurunkan angka kelahiran
   b. meningkatkan kesehatan ibu dan anak untuk mencapai keluarga sejahtera.

4. Faktor-faktor penyebabnya adalah karena pulau Jawa:
   a. Sebagai pusat pemerintahan.
   b. Sebagian besar tanahnya subur.
   c. Sebagai pusat kegiatan ekonomi sehingga banyak tersedia lapangan kerja.
   d. Lengkapnya sarana pendidikan, kesehatan dan komunikasi.

5. Tujuan transmigrasi:
   a. Meratakan persebaran penduduk di Indonesia.
   b. Peningkatan taraf hidup transmigran.
   c. Pemerataan pembangunan.
   d. Meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa.
   e. Pengolahan sumber daya alam.

6. Akibat dari rendahnya pendapatan perkapita:
   a. Penduduk tidak mampu memenuhi berbagai kebutuhan hidupnya.
   b. Daya beli masyarakat rendah sehingga industri sulit berkembang karena hasil-hasil
       industri tidak mampu dibeli oleh masyarakat.
   c. Rendahnya kemampuan menabung sehingga pengumpulan modal untuk
       pembangunan bangsa menjadi terhambat.

7. Penyebab rendahnya tingkat pendidikan penduduk Indonesia:
   a. Pendapatan perkapita penduduk rendah, sehingga banyak penduduk tidak
      bersekolah.
   b. Ketidakseimbangan antara jumlah murid dengan jumlah sekolah.
   c. Rendahnya kesadaran penduduk terhadap pentingnya pendidikan, akibatnya banyak
      orang tua tidak menyekolahkan anaknya.

8. Usaha-usaha pemerintah untuk meningkatkan kualitas kesehatan penduduk yaitu:
   a. Program perbaikan gizi.
   b. Pembangunan Puskesmas dan rumah sakit.
   c. Penambahan jumlah tenaga medis seperti dokter, perawat dan bidan.
   d. Pencegahan dan pemberantasan penyakit menular.
   e. Penyuluhan terhadap masyarakat tentang kesehatan.
   f. Penyediaan air bersih.




                                                                                    43
             kuantitas : jumlah
             kualitas      : mutu
             Statis: tetap
             Stabil: imbang
konstanta: angka tetap
proyeksi: perkiraan
indikator: tanda
produktif: menghasilkan sesuatu
rasio: perbandingan
optimal: penuh
exploitasi: pemanfaatan
tandus: tidak subur
perkapita: tiap-tiap orang
tenaga medis: tenaga yang bertugas dibidang pelayanan kesehatan
Imunisasi: pemberian kekebalan tubuh terhadap jenis penyakit tertentu.




     DAFTAR PUSTAKA
     Amir Syarifuddin, Drs. Sri Sudarmi, Dra. Usmaini, Dra, Geografi I, Jakarta: Yudhistira,
        2000.
     Dinas Pendidikan Nasional DKI Jakarta, Program Kerja Guru Sekolah Menengah
        Umum Kelas I, 1996.
     Lembaga Demografi, Fakultas Ekonomi UI, Dasar-dasar Demografi, 2000.
     Sumadi Sutrijat, Geografi I, Departemen Pendidikan Nasional, 1999.
     Suyono, dkk, Geografi, Surabaya: SIC, 1995.
     Tim Geografi SMU DKI Jakarta, Geografi SMU IB, Jakarta: Erlangga, 2000.
     Tim Geografi, Geografi I, Jakarta: Yudhistira, 2000.
     Wardiyatmoko. K, Biantoro, HR, Geografi SMU I, Jakarta: Erlangga, 2000.




44

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:358
posted:4/7/2011
language:Indonesian
pages:44