PEMERIKSAAN DARAH by KevinNitihardjo

VIEWS: 8,372 PAGES: 6

									                                       PEMERIKSAAN DARAH
                                 Oleh Kevin Christian N, 0906554320

PENGERTIAN
Tes darah salah satu alat diagnostik yang sangat berguna. Tes ini dilakukan dengan analisis
laboratorium pada darah sampel yang biasanya diambil dari pembuluh darah vena pada
lengan menggunakan jarum suntik atau melalui ujung jari (fingerprick). Tes darah ini dapat
digunakan untuk menentukan kondisi fisiologis dan biokimia seseorang seperti penyakit,
kandungan mineral dalam darah, efektivitas obat, dan fungsi organ.
Darah mengandung banyak beberapa jenis sel dan senyawa lain termasuk berbagai garam
dan protein tertentu.

PROSEDUR
   Dokter akan mengambil sampel darah dari pembuluh darah vena (yang membawa darah
ke jantung) atau dari pembuluh darah arteri (yang membawa darah dari jantung). Jika
hanya dibutuhkan beberapa tetes darah seperti pada pemeriksaan gula darah untuk
penyakit diabetes, maka cukup dilakukan tusukan kecil pada ujung jari dan menekan darah
keluar.
   Sebagian besar sampel darah diambil dari pembuluh darah vena, umumnya dari bagian
siku. Awalnya tourniquet diikatkan pada bagian lengan atas untuk membuat vena makin
menonjol. Ini dilakukan untuk mempermudah pengambilan sampel darah. Situs injeksi
kemudian dibersihkan menggunakan alkohol dan kemudian darah diambil menggunakan
jarum suntik. Ketika jumlah darah yang diambil sudah mencukupi maka jarum suntik akan
ditarik dan luka ditutup dengan kapas selama 1-2 menit dan lalu diberi plester.




                                                                        Idii-sumut.com




http://healthguide.howstuffworks.com/complete-blood-count-picture.htm


   Jika sampel darah diambil dari pembuluh darah arteri, biasanya sampel darah diambil dari
bagian pergelangan tangan dimana terdapat pembuluh darah arteri yang terletak sangat
dekat dengan kulit. Pembuluh darah arteri memiliki saraf (pain nerves) yang lebih banyak
daripada pembuluh darah vena sehingga pengambilan darah pada pembuluh darah arteri
terasa lebih menyakitkan. Setelah sampel darah diambil dari arteri maka luka ditutup
dengan kapas selama 5 menit untuk menghentikan pendarahan dan kemudian diberi
plester.

JENIS TES DARAH
Beberapa tes darah yang paling umum dilakukan adalah:
  Complete Blood Count (CBC)
    CBC merupakan tes darah yang paling umum dilakukan. Tes ini biasanya dilakukan
    sebagai bagian dari medical checkup rutin. CBC dapat mendeteksi penyakit dan kelainan
    pada darah seperti anemia, infeksi, kelainan pembekuan darah, kanker darah, dan
    kelainan pada sistem imun. Tes ini mengukur berbagai bagian dalam darah yaitu:
     1. Sel darah merah (eritrosit)
         Sel darah merah berguna dalam transport oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh
         dan juga transport nutrien-nutrien yang diperlukan oleh sel-sel di tubuh kita. Salah
         satu tes yang penting adalah tes hemoglobin. Hemoglobin merupakan protein yang
         kaya akan zat besi dalam sel darah merah yang berguna untuk mengangkut
         oksigen.
         Selain itu, juga terdapat tes MCV (Mean Corpuscular Volume) untuk mengukur
         ukuran dari sel darah merah. Juga terdapat test hematocrit untuk mengukur total
         volume sel darah merah dalam darah. Hal ini biasanya dilakukan dengan memutar
         test tube berisi darah sampai sel darah merah yang merupakan bagian terberat
         dalam darah turun ke bagian bawah test tube. Kemudian volumenya dapat
         dihitung.
         Pada penderita anemia, kadar hemoglobin mereka akan selalu lebih rendah dari
         kadar hemoglobin normal. Namun ukuran dari sel darah merah bergantung pada
         jenis anemia yang dimiliki penderita anemia tersebut. Jika sel darah merah
         berwarna pucat, itu bisa menjadi penanda iron deficiency anemia. Dan jika sel
         darah merah memiliki bentuk yang abnormal, itu dapat disebabkan oleh sickle cell
         anemia atau pernicious anemia.
         Hampir semua jenis anemia dan pendarahan yang parah menyebabkan hematocrit
         yang rendah (volume sel darah merah yang rendah). Hematocrit yang tinggi dapat
         terjadi jika seseorang mengalami dehidrasi karena tidak minum cukup cairan atau
         karena kehilangan cairan yang disebabkan oleh penyakit seperti diare, luka bakar,
         dan terkadang pembedahan. Kadar hematocrit yang tidak normal juga dapa
         disebabkan oleh kelainan pada sumsum tulang (bone marrow).

     2. Sel darah putih (leukosit)
        Dokter dapat menghitung jumlah sel darah putih dan menentukan berapa banyak
        jenis sel darah putih yang berbeda pada pasien. Ini disebut diferensial WBC count.
        Jumlah sel darah putih dapat meningkat disebabkan oleh infeksi bakteri,
        pendarahan, atau luka bakar. Dalam kasus yang lebih jarang juga dapat
        disebabkan oleh leukimia, kanker, atau malaria.
        Seseorang dapat kehilangan sel darah putih karena kelainan autoimun dimana sel
        darah putih justru menyerang sel tubuh sendiri. Selain itu juga dapat disebabkan
        oleh infeksi virus. Dan dalam kasus yang jarang, karena efek samping dari obat-
        obatan.
                  http://www.biosbcc.net/doohan/sample/htm/Blood%20cells.htm

3. Keping darah (platelet/trombosit)
   Keping darah adalah sel darah yang berukuran sangat kecil yang dapat berkumpul
   bersama-sama pada lokasi luka pada pembuluh darah. Trombosit akan membentuk
   clotting untuk menutup luka pada pembuluh darah.
   Jumlah trombosit yang rendah akan membuat seseorang lebih rentan terhadap
   pendarahan. Penyebab rendahnya kadar trombosit dalam darah dapat disebabkan
   oleh penyakit autoimun dimana tubuh malah memproduksi antibodi untuk
   trombosit, kemoterapi, leukimia, infeksi virus, dan beberapa obat-obatan.
   Sedangkan jumlah trombosit yang tinggi akan membuat seseorang lebih rentan
   pada pembekuan darah. Keadaan ini ditemukan pada kondisi kanker atau kelainan
   trombotik pada sumsum tulang.
   Selain itu gangguan pada pembekuan darah juga dapat disebabkan oleh
   kekurangan faktor koagulasi atau tidak bekerjanya faktor koagulasi. Hal ini dapat
   disebabkan oleh penyakit hemofilia yang dapat diturunkan atau karena kelainan
   pada hati.

   Hematology Tests
   Hematocrit (Hct)                                    40-52% (Male)
                                                       37-46% (Female)
                                                       31-43% (Child)
   Hemoglobin (Hgb)                                    13.2-16.2 gm/dL (Male)
                                                       12.0-15.2 gm/dL (Female)
   Red Blood Cell Count (RBC)                          4.3-6.2x106/µL (Male)
                                                       3.8-5.5x106/µL (Female)
                                                       3.8-5.5x106/µL (Infant/Child)
   White Blood Cell Count (WBC)                        4.1-10.9x103/µL
   Platelet Count (Plt)                                140-450x103/µL
   Red Cell Distribution Width (RDW)
   Coefficient of variation                            11.5-14.5%
   standard deviation                                  35-47 fL
   RBC Mean Cell Volume (MCV)                          82-102 fL (Male)
                                                       78-101 fL (Female)
       Mean Cell Hemoglobin Concentration (MCHC) 31-35 gm/dL
       CD4+                                      31-63%
                                                 416-1751/µL (Absolute #)
       Reticulocyte                              0.5-1.5% (Adult)
                                                 1.1-4.5% (Newborn)
                                                 0.5-3.1% (Infant)
       Prothrombin Time (PT)                     12-14 seconds
       Partial Thromboplastin Time (PTT)         18-28 seconds
       Fibrinogen                                170-420 mg/dL

       Iron Studies
       Total Serum Iron (TSI)                        76-198 µg/dL (Male)
                                                     26-170 µg/dL (Female)
       Total Iron-Binding Capacity (TIBC)            262-474 µg/dL
       Transferrin                                   204-360 mg/dL
       Ferritin                                      18-250 ng/mL (Male)
                                                     12-160 ng/mL (Female)

 Blood chemistry test/Basic Metabolic Panel
  Pada tes ini dilakukan analisis biokimia untuk mengukur senyawa-senyawa amupun
  unsur kimia yang terdapat dalam darah. Tes ini biasanya dilakukan pada plasma darah.
  Tes ini dapat memberi informasi mengenai keadaan otot termasuk jantung, tulang, dan
  organ-organ seperti hati dan ginjal.
  Tes BMP juga meliputi glukosa darah, kalsium, kalium, natrium, magnesium, dan
  pengukuran BUN (blood urea nitrogen) untuk mengukur fungsi ginjal. Beberapa tes
  mengharuskan pasien untuk berpuasa terlebih dahulu sebelum menjalani tes.

   Chemistry Tests
   Aspartate aminotransferase (AST)          5-35 U/L
   Alanine aminotransferase (ALT)            7-56 U/L
   Albumin                                   3.5-4.8 U/L
   Alkaline phosphatase (ALP)                38-126 U/L
   Amylase                                   30-110 U/L
   Anti-streptolysin O Titer (ASO)           <250 (school age)
                                             <125 (adult)
   Bicarbonate                               22-26 mEq/L
   Bilirubin, direct                         <0.3 mg/dL
   Bilirubin, total                          0.2-1.3 mg/dL
   Calcium                                   8.9-10.4 mg/dL
   Cholesterol                               120-200 mg/dL
   Creatinine                                0.5-1.4 mg/dL
   Gamma GT                                  8-78 U/L
   Glucose                                   65-110 mg/dL
   Lipase                                    7-60 U/L
   Potassium                                 3.6-5.0 mEq/L
   Sodium                                    137-145 mEq/L
   Total Protein                             6.3-8.2 gm/dL
    Triglyceride                                50-250 mg/dL
    Uric Acid                                   3.5-8.5 mg/dL
    Urea Nitrogen (BUN)                         7-21 mg/dL

 Blood enzyme test
  Enzim merupakan katalis untuk reaksi kimia dalam tubuh. Terdapat beberapa tes enzim
  darah namun yang paling sering dilakukan adalah tes untuk mengecek serangan
  jantung. Ini mencakup tes troponin dan tes creatin kinase.
    Troponin
      Troponin merupakan enzim yang berperan dalam kontraksi otot. Saat terjadi luka
      pada otot atau jantung, troponin akan bocor keluar sehingga kadar troponin dalam
      darah meningkat. Sebagai contoh kadar troponin akan meningkat saat seseorang
      terkena serangan jantung. Karena itu seorang dokter akan meminta tes troponin
      saat pasien mendapat nyeri dada atau tanda dan gejala serangan jantung lainnya.
    Creatin Kinase
      Produk darah berupa CK-MB dilepaskan saat terjadi kerusakan otot jantung. Kadar
      CK-MB yang tinggi menandakan seseorang sudah pernah mengalami serangan
      jantung.

 Blood test to assess heart disease risk
  Panel lipoprotein pada tes darah dapat melihat apakah seseorang memiliki risiko untuk
  terkena penyakit jantung koroner (CHD). Tes ini melihat substansi dalam darah yang
  mengandung alkohol. Panel lipoprotein memberi informasi mengenai:
       Total kolesterol
       Kolesterol LDL
       Kolesterol HDL
       Trigliserida
  Panel lipoprotein mengukur kadar LDL, HDL, dan trigliserida dalam darah. Kolesterol
  dan trigliserida yang abnormal dapat menjadi tanda meningkatnya risiko terkena CHD.
  Seseorang yang akan menjalani tes panel lipoprotein harus berpuasa selama 9-12 jam.

DAFTAR PUSTAKA
   1. Green R, Davey P. Blood tests. 2005. Diakses dari http://www.netdoctor.co.uk/
      health_advice/examinations/bloodsamples.htm. Diakses pada 24 Maret 2010 pukul
      20.08.
   2. nhlbi.nih.gov. Bethesda: National Heart Lung and Blood Institute. 2010. Diakses dari
      http://www.nhlbi.nih.gov/health/dci/Diseases/bdt/bdt_types.html. Diakses pada 24
      Maret 2010 pukul 20.15.
   3. Normal Reference range Table. Dallas: University of Texas Southwestern Medical
      Center. 1999.Diakses dari http://pathcuric1.swmed.edu/PathDemo/nrrt.htm. Diakses
      pada 24 Maret 2010 pukul 20.01.
   4. Porter RS et.al. The Merck Manual:Home Health Book. New Jersey: Merck Research
      Laboratories. 2009
   5. Zuckerman K. Approach to the anemias. In: Goldman L, Ausiello D, eds. Cecil
      Medicine. 23rd ed. Philadelphia, Pa: Saunders Elsevier; 2007:chap 162.

								
To top