Docstoc

NUTRISI DAN GAYA HIDUP IBU HAMIL

Document Sample
NUTRISI DAN GAYA HIDUP IBU HAMIL Powered By Docstoc
					                     NUTRISI DAN GAYA HIDUP IBU HAMIL
                            Oleh Kevin Christian N, 0906554320

Kehamilan manusia terjadi selama 40 minggu antara waktu menstruasi terakhir dan
kelahiran (38 minggu dari pembuahan). Istilah medis untuk wanita hamil adalah gravida,
sedangkan manusia di dalamnya disebut embrio (minggu-minggu awal) dan kemudian janin
(sampai kelahiran). Seorang wanita yang hamil untuk pertama kalinya disebut primigravida
atau gravida 1. Seorang wanita yang belum pernah hamil dikenal sebagai gravida 0.

Dalam banyak masyarakat definisi medis dan legal kehamilan manusia dibagi menjadi tiga
periode triwulan, sebagai cara memudahkan tahap berbeda dari perkembangan janin.
Triwulan pertama membawa risiko tertinggi keguguran (kematian alami embrio atau janin),
sedangkan pada masa triwulan ke-2 perkembangan janin dapat dimonitor dan didiagnosa.
Triwulan ke-3 menandakan awal 'viabilitas', yang berarti janin dapat tetap hidup bila terjadi
kelahiran.


BEBERAPA PERUBAHAN PADA TUBUH IBU HAMIL

      Pembesaran payudara
       Payudara akan semakin membesar dan kencang. Hal ini disebabkan oleh
       peningkatan hormon kehamilan (terutama estrogen) yang menimbulkan pelebaran
       pembuluh darah dan memberi nutrisi ke jaringan payudara. Pada Triwulan ke-2 dan
       ke-3 payudara akan semakin membesar dan mengeluarkan cairan kekuningan yang
       disebut colostrum. Colostrum merupakan makanan bayi pertama yang kaya akan
       protein. Selain itu colostrum juga mengandung banyak mineral dan antibodi yang
       penting untuk bayi.

      Morning sickness
       Wanita hamil terkadang akan mengalami mual (nausea) dan muntah yang dimulai
       pada bulan ke-2 kehamilan yang disebabkan oleh adanya peningkatan hormon
       terutama estrogen dan HCG (human chorionic gonadotropin). Hal ini dapat diatasi
       dengan mengatur pola makan yang baik seperti makan dalam porsi kecil namun
       sering sehingga nutrisi yang masuk tetap terjaga. Bila mual dan muntah yang terjadi
       sangat hebat (Hyperemesis Gravidarum) sehingga menyebabkan kekurangan cairan,
       penurunan berat badan, dan masalah lainnya, wanita tersebut dapat diobati dengan
       obat penghilang mual (antiemetik) atau mendapat perawatan di rumah sakit.

      Merasa lelah
       Hal ini terjadi karena tubuh berusaha secara aktif untuk menyesuaikan secara fisik
       dan emosional untuk kehamilan. Pada kehamilan, terjadi peningkatan kerja jantung
       karena kebutuhan akan darah yang meningkat dan peningkatan kerja ginjal dalam
       memfilter darah. Selain itu juga dibutuhkan nutrisi dan energi untuk perbesaran
       uterus dan janin.
   Sakit kepala dan pusing
    Merasa pusing sering terjadi pada masa kehamilan karena adanya peningkatan
    tuntutan darah ke tubuh dan ke uterus. Jumlah darah yang dipompa jantung pada
    saat kehamilan meningkat sekitar 30%-50%. Sehingga jika seorang wanita hamil
    berubah posisi dari tidur atau duduk menjadi berdiri, rasa pusing dapat terjadi
    karena kesulitan adaptasi sistem sirkulasi.
   Kram perut
    Kram perut atau kram seperti menstruasi dan rasa seperti ditusuk yang timbul
    sebentar dan tidak menetap bisa saja terjadi. Hal ini terjadi karena pertumbuhan dan
    perbesaran rahim dimana otot dan ligamen merenggang untuk menyokong rahim.
    Namun bila kram perut ini terjadi disertai oleh pendarahan vagina, perlu dilakukan
    pemeriksaan ke dokter karena kedua hal ini berkaitan dengan keguguran.

   Konstipasi
    Kesulitan buang air besar mungkin saja tejadi. Hal ini disebabkan oleh peningkatan
    hormon progesteron yang menyebabkan relaksasi otot sehingga usus kurang efisien,
    selain itu tablet zat besi yang diberikan dokter juga ikut menyebabkan terjadinya
    konstipasi dan juga membuat warna feses menjadi kehitaman. Hal ini dapat diatasi
    dengan banyak minum air, makan makanan berserat, dan berolahraga.

   Pernapasan
    Pada kehamilan tua, seorang wanita hamil biasanya mengalami kesulitan bernapas
    karena tekanan pada paru oleh bayi yang berada di bawah diafragma. Setelah
    kepala bayi turun ke rongga panggul (biasanya pada 2-3 minggu sebelum kelahiran),
    maka pernapasan sang ibu akan menjadi lebih lega karena tekanan pada tulang iga
    berkurang. Selain itu, pernapasan pada wanita hamil menjadi lebih cepat karena
    kerja hormon progesteron yang memberi sinyal pada otak untuk menurunkan kadar
    CO2 dalam darah.

   Peningkatan pengeluaran urine
    Biasanya pada ibu hamil akan terjadi peningkatan pengeluaran urine karena adanya
    pertumbuhan rahim yang menekan kandung kemih dan perubahan hormonal. Selain
    itu ginjal juga bekerja lebih berat seperti halnya jantung dalam mem-filter darah.

   Peningkatan berat badan
    Peningkatan berat badan pada wanita hamil adalah hal yang pasti terjadi karena
    adanya perbesaran rahim yang berkembang. Hormon estrogen berperan dalam
    perbesaran rahim dan progesteron menyebabkan tubuh menahan air. Kedua hormon
    ini diproduksi oleh ovarium yang distimulasi oleh hormon HCG (human chorionic
    gonadotropin) yang diproduksi oleh plasenta.

   Perut semakin membesar
    Setelah 12 minggu kehamilan, rahim membesar dan melewati rongga panggul.
    Rahim akan semakin membesar kira-kira 1 cm tiap minggu. Pada kehamilan 20
    minggu bagian teratas rahim akan sejajar dengan umbilikus.
      Emosional
       Emosi yang tidak stabil biasanya terjadi pada wanita hamil. Hal ini disebabkan oleh
       perubahan hormon (seperti estrogen dan progesteron) yang menyebabkan banyak
       hal seperti morning sickness, kelelahan, dan munculnya rasa tanggung jawab baru
       sebagai seorang ibu.


KEBUTUHAN GIZI

Kalori
Selama hamil, ibu membutuhkan tambahan energi/kalori untuk pertumbuhan dan
perkembangan janin, juga plasenta, jaringan payudara, cadangan lemak, serta untuk
perubahan metabolisme yang terjadi. Di trimester II dan III, kebutuhan kalori tambahan ini
berkisar 300 kalori per hari dibanding saat tidak hamil. Berdasarkan perhitungan, pada akhir




kehamilan dibutuhkan sekitar 80.000 kalori lebih banyak dari kebutuhan sebelum hamil.
         Diunduh dari http://medicastore.com/artikel/268/Kebutuhan_Gizi_Ibu_Hamil.html


Protein
Kebutuhan protein bagi wanita hamil adalah sekitar 60 gram. Artinya, wanita hamil butuh
protein 10-15 gram lebih tinggi dari kebutuhan wanita yang tidak hamil. Protein tersebut
dibutuhkan untuk membentuk jaringan baru, maupun plasenta dan janin. Protein juga
dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan dan diferensiasi sel.

Lemak
Pertumbuhan dan perkembangan janin selama dalam kandungan membutuhkan lemak
sebagai sumber kalori utama. Lemak merupakan sumber tenaga yang vital dan untuk
pertumbuhan jaringan plasenta. Pada kehamilan yang normal, kadar lemak dalam aliran
darah akan meningkat pada akhir trimester III. Tubuh wanita hamil juga menyimpan lemak
yang akan mendukung persiapannya untuk menyusui setelah bayi lahir.

Karbohidrat
Karbohidrat merupakan sumber utama untuk tambahan kalori yang dibutuhkan selama
kehamilan. Pertumbuhan dan perkembangan janin selama dalam kandungan membutuhkan
karbohidrat sebagai sumber kalori utama. Pilihan yang dianjurkan adalah karbohidrat
kompleks seperti roti, serealia, nasi dan pasta. Selain mengandung vitamin dan mineral,
karbohidrat kompleks juga meningkatkan asupan serat yang dianjurkan selama hamil untuk
mencegah terjadinya konstipasi atau sulit buang air besar dan wasir.

Vitamin dan mineral
Wanita hamil juga membutuhkan lebih banyak vitamin dan mineral dibanding sebelum
hamil. Ini perlu untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin serta proses
diferensiasi sel. Tak cuma itu. Tambahan zat gizi lain yang penting juga dibutuhkan untuk
membantu proses metabolisme energi seperti vitamin B1, vitamin B2, niasin, dan asam
pantotenat. Vitamin B6 dan B12 diperlukan untuk membentuk DNA dan sel-sel darah merah,
sedangkan Vitamin B6 juga berperan penting dalam metabolisme asam amino.
Kebutuhan vitamin A dan C juga meningkat selama hamil. Begitu juga kebutuhan mineral,
terutama magnesium dan zat besi. Magnesium dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan
dari jaringan lunak. Sedangkan zat besi dibutuhkan untuk membentuk sel darah merah dan
sangat penting untuk pertumbuhan dan metabolisme energi, disamping untuk
meminimalkan peluang terjadinya anemia. Kebutuhan zat besi menjadi dua kali lipat
dibandingkan sebelum hamil.

Berikut tabel contoh menu makanan dalam sehari bagi ibu hamil :
Bahan             Porsi hidangan
                                 Jenis hidangan
makanan           sehari
Nasi            5 + 1 porsi
                                 Makan pagi: nasi 1,5 porsi (150 gram) dengan ikan/
Sayuran         3   mangkuk      daging 1 potong sedang (40 gram), tempe 2 potong
                                 sedang (50 gram), sayur 1 mangkok dan buah 1 potong
Buah            4   potong       sedang
Tempe           3   potong       Makan selingan: susu 1 gelas dan buah 1 potong
                                 sedang
Daging          3   potong       Makan siang: nasi 3 porsi (300 gram), dengan lauk,
Susu            2   gelas        sayur dan buah sama dengan pagi
                                 Selingan: susu 1 gelas dan buah 1 potong sedang
Minyak          5   sendok teh   Makan malam: nasi 2,5 porsi (250 gram) dengan lauk,
                                 sayur dan buah sama dengan pagi/siang
Gula            2   sendok makan Selingan: susu 1 gelas

                Diunduh dari http://futabashou534.multiply.com/journal/item/55

DAMPAK KURANG GIZI
Kekurangan asupan gizi pada trimester I dikaitkan dengan tingginya kejadian bayi lahir
prematur, kematian janin, dan kelainan pada sistem saraf pusat bayi. Sedangkan
kekurangan energi terjadi pada trimester II dan III dapat menghambat pertumbuhan janin
atau tak berkembang sesuai usia kehamilannya. Contoh konkretnya adalah kekurangan zat
besi yang terbilang paling sering dialami saat hamil. Gangguan ini membuat ibu mengalami
anemia alias kekurangan sel darah merah. Kekurangan asam folat juga dapat menyebabkan
anemia, selain kelainan bawaan pada bayi, dan keguguran. Padahal, tak sulit memperoleh
tambahan zat besi dan asam folat ini. Selain dari suplemen, juga dari bahan makanan yang
disantapnya. Namun ibu hamil tak dianjurkan mengonsumsi suplemen multivitamin karena
kelebihan vitamin A dan D dosis tinggi dalam tubuh justru dapat menimbulkan penumpukan
yang berefek negatif. Suplemen dalam bentuk jejamuan juga tidak dianjurkan jika
kebersihan dan keamanan bahannya tidak terjamin.

KENAIKAN BERAT BADAN
Pada trimester I biasanya ibu hamil akan mengalami penyesuaian terhadap perubahan
fungsional dalam tubuhnya akibat proses kehamilan. Di antaranya keluhan mual-muntah
dan rasa tidak nyaman lainnya. Dengan demikian, asupan makanan selama trimester ini
belum dapat menaikkan BB ibu hamil. Normalnya, pada trimester I berat badan diharapkan
naik kurang dari 2 kilogram. Sedangkan pada trimester II dan III sebaiknya kenaikan BB
kurang dari 1/2 kg setiap minggunya.
Ibu hamil yang tergolong kurus sebelum hamil, diharapkan bisa mencapai kenaikan BB
sebanyak 12,518 kg pada akhir kehamilan. Sedangkan untuk mereka yang tidak kurus dan
tidak gemuk alias memiliki berat badan ideal diharapkan mencapai kenaikan BB sebesar
11,516 kg di akhir kehamilannya. Sedangkan mereka yang kelebihan BB saat sebelum hamil
diharapkan kenaikan BB-nya hanya 7,115 kg pada akhir kehamilannya. Sementara wanita
hamil yang kegemukan sebelum hamil, kenaikan BB dianjurkan sebatas 6 kg atau lebih
sedikit pada akhir kehamilannya. Agar kenaikan berat badan terjaga, tentu saja ibu perlu
secara berkala dan rutin menimbang badan bersamaan dengan pemeriksaan kehamilan.

GAYA   HIDUP YANG BAIK BAGI IBU HAMIL
       Hindari merokok
       Hindari kafein
       Hindari minuman beralkohol
       Hindari makanan setengah matang atau mentah
       Hindari junk food, snack, dan susu non-pasteurisasi
       Hindari makanan dengan pemanis buatan
       Gunakan olive oil sebagai pengganti minyak sayur
       Konsumsi seafood yang tidak tinggi iodine
       Konsumsi protein 60-70 gr per hari
       Konsumsi 2100-2400 kalori per hari untuk mendapatkan berat yang normal
       Konsumsi kalsium 1,2 gram per hari



DAFTAR PUSTAKA
1. Institute of Medicine, Committe of Nutritional Status during Pregnancy. 1990. Nutrition
   during Pregnancy. Washington DC: National Academy Press. Diakses dari
   http://www.faqs.org/nutrition/Pre-Sma/Pregnancy.html. Diakses pada 24 Februari 2010
   pukul 18.18.
2. Suitor, Carol W. 1991. Perspectives on Nutrition during Pregnancy. Journal of the
   American        Dietetic        Association;       91:96-98.     Diakses        dari
   http://www.faqs.org/nutrition/Pre-Sma/Pregnancy.html. Diakses pada 24 Februari 2010
   pukul 18.18.
3. Bardosono S. 2007. Gizi Tepat Saat Hamil. Dept Ilmu Gizi FKUI. Diakses dari :
   http://futabashou534.multiply.com/journal/item/55.
4. Porter RS et.al. 2009. The Merck Manual:Home Health Book. New Jersey: Merck
   Research Laboratories.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Tags:
Stats:
views:512
posted:4/6/2011
language:Indonesian
pages:6