BAB V Hubungan Antara Pemenuhan Asupan Energi Dengan Status Gizi Pada Lanjut Usia Di Gampong Lambaro Sukon Kecamatan Darussalam Aceh Besar Tahun 2010 by syukranatjeh

VIEWS: 578 PAGES: 18

									                                   BAB V

                HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN



A. Hasil Penelitian

          Pengumpulan data penelitian dilaksanakan dari tanggal 10 Desember

   sampai dengan 21 Desember 2010 di Gampong Lambaro Sukon Kecamatan

   Darussalam Kabupaten Aceh Besar. Jumlah sampel yang didapat sebanyak 62

   lansia. Hasil pengukuran terhadap variabel dependen dan independen yaitu

   hubungan antara pemenuhan asupan energi dengan status gizi pada lanjut usia

   di Gampong Lambaro Sukon Kecamatan Darussalam Aceh Besar Tahun 2010

   adalah sebagai berikut:

   1. Data Demografi

      a. Umur

                                   Tabel 5.1
              Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Umur Lansia
                Di Gampong Lambaro Sukon Kecamatan Darussalam
                      Kabupaten Aceh Besar Tahun 2010 (n=62)
            No.             Umur             Frekuensi Persentase (%)
            1. 45-59 th (usia pertengahan)       5           8,06
            2. 60-74 th (lanjut usia)           47          75,81
            3. 75-90 th (lanjut usia tua)       10          16,13
                          Total                 62           100
           Sumber : Data Primer (diolah 2010)

                Berdasarkan tabel 5.1 diatas, dapat diketahui bahwa lansia di

           Gampong Lambaro Sukon Kecamatan Darussalam Kabupaten Aceh

           Besar 75,81% berumur 60-74 tahun (lanjut usia) dengan frekuensi

           sebanyak 47 lansia.




                                     45
                                                                 46




b. Jenis Kelamin

                             Tabel 5.2
    Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
          Lansia Di Gampong Lambaro Sukon Kecamatan
       Darussalam Kabupaten Aceh Besar Tahun 2010 (n=62)
    No.         Jenis Kelamin          Frekuensi Persentase (%)
     1. Laki-laki                         30          48,39
     2. Perempuan                         32          51,61
                  Total                   62           100
   Sumber : Data Primer (diolah 2010)

        Berdasarkan tabel 5.2 diatas, dapat diketahui bahwa dominan

   jenis kelamin lansia di Gampong Lambaro Sukon Kecamatan

   Darussalam Kabupaten Aceh Besar adalah perempuan dengan

   frekuensi sebanyak 32 lansia (51,61% ).

c. Pekerjaan

                            Tabel 5.3
     Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Perkerjaan
         Lansia Di Gampong Lambaro Sukon Kecamatan
      Darussalam Kabupaten Aceh Besar Tahun 2010 (n=62)
    No.           Pekerjaan           Frekuensi Persentase (%)
    1. PNS                                3           4,84
    2. Swasta                             7          11,29
    3. Pensiunan                          2           3,23
    4. Ibu Rumah Tangga (IRT)            24          38,71
    5. Petani                            26          41,94
                 Total                   62           100
   Sumber : Data Primer (diolah 2010)

        Berdasarkan tabel 5.3 diatas, dapat diketahui bahwa dominan

   pekerjaan lansia di Gampong Lambaro Sukon Kecamatan Darussalam

   Kabupaten Aceh Besar adalah petani dengan frekuensi sebanyak 26

   lansia (41,94%).
                                                                             47




   d. Pendidikan Terakhir

                                 Tabel 5.4
         Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Pendidikan
               Terakhir Lansia Di Gampong Lambaro Sukon
                    Kecamatan Darussalam Kabupaten
                      Aceh Besar Tahun 2010 (n=62)
        No.     Pendidikan Terakhir        Frekuensi Persentase (%)
        1. Tidak Sekolah                      33          53,23
        2. Lulus SD/ Sederajat                18          29,03
        3. Lulus SMP/ Sederajat                5           8,06
        4. Lulus SMA/ Sederajat                3           4,84
        5. D-III                               2           3,23
        6. S-1                                 1           1,62
                     Total                    62           100
      Sumber : Data Primer (diolah 2010)

             Berdasarkan tabel 5.4 diatas, dapat diketahui bahwa dominan

       pendidikan    lansia     di   Gampong   Lambaro       Sukon   Kecamatan

       Darussalam Kabupaten Aceh Besar adalah tidak sekolah dengan

       frekuensi sebanyak 33 lansia (53,23%).


2. Analisa Univariat

   a. Gambaran Pemenuhan Asupan Energi Karbohidrat pada Lansia

      di Gampong Lambaro Sukon Kecamatan Darussalam Aceh Besar

             Masing-masing       responden   dikategorikan   berdasarkan   tidak

       terpenuhi dan terpenuhi. Digolongkan kedalam kategori tidak terpenuhi

       apabila asupan karbohidrat < 55% dari total energi yang dikonsumsi.

       Dan kategori terpenuhi apabila asupan karbohidrat ≥ 55% dari total

       energi yang dikonsumsi. Hasil pengkategorian tersebut dapat dilihat pada

       tabel 5.5 dibawah ini.
                                                                        48




                            Tabel 5.5
   Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Asupan Energi
         Karbohidrat Pada Lansia Di Gampong Lambaro
            Sukon Kecamatan Darussalam Kabupaten
                  Aceh Besar Tahun 2010 (n=62)
   No.      Asupan Karbohidrat        Frekuensi Persentase (%)
    1. Tidak terpenuhi                    9           14,5
    2. Terpenuhi                         53           85,5
                 Total                   62           100
   Sumber : Data Primer (diolah 2010)

         Berdasarkan tabel 5.5 diatas dapat diketahui bahwa dominan

   pemenuhan asupan energi karbohidrat pada lansia di Gampong

   Lambaro Sukon Kecamatan Darussalam Kabupaten Aceh Besar

   adalah terpenuhi dengan frekuensi sebanyak 53 lansia (85,5%).

b. Gambaran Pemenuhan Asupan Energi Protein pada Lansia di

  Gampong Lambaro Sukon Kecamatan Darussalam Aceh Besar

         Masing-masing    responden     dikategorikan   berdasarkan   tidak

   terpenuhi dan terpenuhi. Digolongkan kedalam kategori tidak terpenuhi

   apabila asupan protein < 20% dari total energi yang dikonsumsi. Dan

   kategori terpenuhi apabila asupan protein ≥ 20% dari total energi yang

   dikonsumsi. Hasil pengkategorian tersebut dapat dilihat pada tabel 5.6

   dibawah ini.

                             Tabel 5.6
     Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Pemenuhan
    Asupan Energi Protein Pada Lansia Di Gampong Lambaro
             Sukon Kecamatan Darussalam Kabupaten
                   Aceh Besar Tahun 2010 (n=62)
    No.         Asupan Protein         Frekuensi Persentase (%)
    1. Tidak terpenuhi                    30           48,4
    2. Terpenuhi                          32           51,6
                  Total                   62           100
   Sumber : Data Primer (diolah 2010)
                                                                        49




         Berdasarkan tabel 5.6 diatas dapat diketahui bahwa dominan

   pemenuhan asupan energi protein pada lansia di Gampong Lambaro

   Sukon Kecamatan Darussalam Kabupaten Aceh Besar adalah

   terpenuhi dengan frekuensi sebanyak 32 lansia (51,6%).

c. Gambaran Pemenuhan Asupan Energi Lemak pada Lansia di

  Gampong Lambaro Sukon Kecamatan Darussalam Aceh Besar

         Masing-masing    responden     dikategorikan   berdasarkan   tidak

   terpenuhi dan terpenuhi. Digolongkan kedalam kategori tidak terpenuhi

   apabila asupan lemak < 20% dari total energi yang dikonsumsi. Dan

   kategori terpenuhi apabila asupan lemak ≥ 20% dari total energi yang

   dikonsumsi. Hasil pengkategorian tersebut dapat dilihat pada tabel 5.7

   dibawah ini.

                             Tabel 5.7
     Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Pemenuhan
          Asupan Energi Lemak Pada Lansia Di Gampong
              Lambaro Sukon Kecamatan Darussalam
             Kabupaten Aceh Besar Tahun 2010 (n=62)
    No.         Asupan Lemak           Frekuensi Persentase (%)
    1. Tidak terpenuhi                    50           80,6
    2. Terpenuhi                          12           19,4
                  Total                   62           100
   Sumber : Data Primer (diolah 2010)

         Berdasarkan tabel 5.7 diatas dapat diketahui bahwa dominan

   pemenuhan asupan energi lemak pada lansia di Gampong Lambaro

   Sukon Kecamatan Darussalam Kabupaten Aceh Besar adalah tidak

   terpenuhi dengan frekuensi sebanyak 50 lansia (80,6%).
                                                                         50




d. Gambaran Pemenuhan Asupan Energi pada Lansia di Gampong

  Lambaro Sukon Kecamatan Darussalam Aceh Besar

         Masing-masing      responden    dikategorikan   berdasarkan   tidak

   terpenuhi dan terpenuhi. Digolongkan kedalam kategori tidak terpenuhi

   apabila asupan energi pada laki-laki < 2200 kkal dan perempuan < 1850

   kkal. Dan kategori terpenuhi apabila asupan energi pada laki-laki ≥ 2200

   kkal dan perempuan ≥ 1850 kkal. Hasil pengkategorian tersebut dapat

   dilihat pada tabel 5.8 dibawah ini.

                              Tabel 5.8
     Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Pemenuhan
     Asupan Energi Pada Lansia Di Gampong Lambaro Sukon
                 Kecamatan Darussalam Kabupaten
                    Aceh Besar Tahun 2010 (n=62)
    No. Pemenuhan Asupan Energi Frekuensi Persentase (%)
    1. Tidak terpenuhi
          a. Laki-laki                   18          60
          b. Perempuan                   19         59,4
                     Jumlah              37         59,7
    2. Terpenuhi
          a. Laki-laki                   12          40
          b. Perempuan                   13         40,6
                     Jumlah              25         40,3
                  Total                  62         100
   Sumber : Data Primer (diolah 2010)

         Berdasarkan tabel 5.8 diatas dapat diketahui bahwa dominan

   pemenuhan asupan energi lansia di Gampong Lambaro Sukon

   Kecamatan Darussalam Kabupaten Aceh Besar adalah tidak terpenuhi,

   pada laki-laki dengan frekuensi sebanyak 18 lansia (60%), pada

   perempuan dengan frekuensi sebanyak 19 lansia perempuan (59,4%).

   Total responden dominan adalah tidak terpenuhi dengan frekuensi

   sebanyak 37 lansia (59,7%).
                                                                           51




   e. Gambaran Status Gizi pada Lansia di Gampong Lambaro Sukon

      Kecamatan Darussalam Aceh Besar

             Masing-masing responden dikategorikan berdasarkan kategori

       ambang batas Indeks Massa Tubuh (IMT) yaitu kurus, normal, dan

       gemuk. Digolongkan kedalam kategori kurus apabila nilai x < 18,5,

       normal apabila 25,0 ≤ x ≤ 18,5, dan gemuk apabila x > 25,0. Hasil

       pengkategorian tersebut dapat dilihat pada tabel 5.9 dibawah ini.

                                 Tabel 5.9
         Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Status Gizi
             Lansia Di Gampong Lambaro Sukon Kecamatan
                    Darussalam Kabupaten Aceh Besar
                            Tahun 2010 (n=62)
        No.          Status Gizi           Frekuensi Persentase (%)
        1. Kurus                              37           59,7
        2. Normal                             23           37,1
        3. Gemuk                               2            3,2
                     Total                    62           100
       Sumber : Data Primer (diolah 2010)

             Berdasarkan tabel 5.9 diatas, dapat diketahui bahwa dominan

       status gizi lansia di Gampong Lambaro Sukon Kecamatan Darussalam

       Kabupaten Aceh Besar adalah kurus dengan frekuensi sebanyak 37

       lansia (59,7%).

3. Analisa Bivariat

   a. Hubungan Pemenuhan Asupan Energi Karbohidrat dengan Status

      Gizi
              Berdasarkan tabel 5.5 dan 5.9 dapat digambarkan hubungan

      kategori pemenuhan asupan energi karbohidrat dengan status gizi

      seperti terlihat dalam tabel 5.10 berikut ini:
                                                                          52




                             Tabel 5.10
       Hubungan Pemenuhan Asupan Energi Karbohidrat Dengan
         Status Gizi Di Gampong Lambaro Sukon Kecamatan
              Darussalam Aceh Besar Tahun 2010 (n=62)
                             Status Gizi
     Karbo-                                               Total
                   Kurus       Normal        Gemuk                      p-value
     hidrat
                   O     e      O       e    O     e     Jlh   %
   Tidak
              9(11,5%) 5,4 0(0%) 3,3 0 (0%) 0,3          9     14,5
   Terpenuhi
                                                                      0.05 0,029
   Terpenuhi 28(45,2%) 31,6 23(37,1%) 19,7 2(3,2%) 1,7   53 85,5
                 37(59,7)      23(37,1)       2 (3,2)    62 100
   Sumber : Data primer (diolah 2010)

            Berdasarkan tabel 5.10 tersebut dapat disimpulkan bahwa

   pemenuhan asupan energi dalam karbohidrat pada 9 lansia (14,5%)

   tidak terpenuhi dan keseluruhannya termasuk kurus, sedangkan

   pemenuhan asupan energi dalam karbohidrat 53 lansia (85,5%)

   lainnya terpenuhi, dimana 28 lansia (45,2%) diantaranya termasuk

   kurus.

            Hasil uji statistik menggunakan tehnik komputerisasi dengan

   formula chi square, : 0,05 dan derajat kebebasan (df) = 2, didapatkan
   p-value adalah 0,029 (hasil pengolahan data terlampir), dengan
   demikian dapat disimpulkan bahwa p-value (0,029) ≤ dari  (0,05),

   hasil ini menunjukkan bahwa Ho ditolak yang berarti ada hubungan

   antara pemenuhan asupan energi dalam karbohidrat dengan status gizi

   pada lanjut usia di Gampong Lambaro Sukon Kecamatan Darussalam

   Aceh Besar Tahun 2010.

b. Hubungan Pemenuhan Asupan Energi Protein dengan Status Gizi
            Berdasarkan tabel 5.6 dan 5.9 dapat digambarkan hubungan

   kategori pemenuhan protein dengan status gizi seperti terlihat dalam

   tabel 5.11 berikut ini:
                                                                    53




                        Tabel 5.11
  Hubungan Pemenuhan Asupan Energi Protein Dengan Status
        Gizi Di Gampong Lambaro Sukon Kecamatan
         Darussalam Aceh Besar Tahun 2010 (n=62)
                          Status Gizi
                                                       Total
 Protein       Kurus        Normal        Gemuk                   p-value
               O     e       O       e    O     e     Jlh   %
Tidak
          23(37,1%) 17,9 7(11,3%) 11,1 0 (0%) 1,0     30 48,4
Terpenuhi
                                                                0.05 0,022
Terpenuhi 14(22,6%) 19,1 16(25,8%) 11,9 2(3,2%) 1,0   32 51,6
             37(59,7)       23(37,1)       2 (3,2)    62 100
Sumber : Data primer (diolah 2010)

       Berdasarkan tabel 5.11 tersebut dapat disimpulkan bahwa

pemenuhan asupan energi protein pada 30 lansia (48,4%) tidak

terpenuhi, dimana 23 lansia (37,1) diantaranya termasuk kurus,

sedangkan pemenuhan asupan energi dalam protein 32 lansia (51,6%)

lainnya terpenuhi, dimana 16 lansia (25,8%) diantaranya termasuk

status gizi normal.

       Hasil uji statistik menggunakan tehnik komputerisasi dengan

formula chi square, : 0,05 dan derajat kebebasan (df) = 2, didapatkan

p-value adalah 0,022 (hasil pengolahan data terlampir), dengan

demikian dapat disimpulkan bahwa p-value (0,022) ≤ dari  (0,05),

hasil ini menunjukkan bahwa Ho ditolak yang berarti ada hubungan

antara pemenuhan asupan energi dalam protein dengan status gizi

pada lanjut usia di Gampong Lambaro Sukon Kecamatan Darussalam

Aceh Besar Tahun 2010.
                                                                       54




c. Hubungan Pemenuhan Asupan Energi Lemak dengan Status Gizi

           Berdasarkan tabel 5.7 dan 5.9 dapat digambarkan hubungan

   kategori pemenuhan asupan energi lemak dengan status gizi seperti

   terlihat dalam tabel 5.12 berikut ini:

                          Tabel 5.12
   Hubungan Pemenuhan Asupan Energi Lemak dengan Status Gizi
       di Gampong Lambaro Sukon Kecamatan Darussalam
                 Aceh Besar Tahun 2010 (n=62)
                                Status Gizi
                                                          Total
     Lemak         Kurus          Normal       Gemuk                 p-value
                   O     e         O       e   O     e   Jlh   %
   Tidak
             28(45,2%) 29,8 22(35,5%) 18,5 0 (0%) 1,6    50 80,6
   Terpenuhi
                                                                   0.05 0,022
   Terpenuhi 19(14,5%) 7,2 1 (1,6%) 4,5 2(3,2%) 0,4      12 19,4
                37(59,7)       23(37,1)       2 (3,2)    62 100
   Sumber : Data primer (diolah 2010)

           Berdasarkan tabel 5.12 tersebut dapat disimpulkan bahwa

   pemenuhan asupan energi dalam lemak pada 50 lansia (80,6%) tidak

   terpenuhi, dimana 28 lansia (45,2) diantaranya termasuk kurus,

   sedangkan pemenuhan asupan energi dalam lemak pada 12 lansia

   (19,4%) lainnya terpenuhi, dimana 9 lansia (14,5%) diantaranya

   termasuk kurus.

           Hasil uji statistik menggunakan tehnik komputerisasi dengan

   formula chi square, : 0,05 dan derajat kebebasan (df) = 2, didapatkan

   p-value adalah 0,002 (hasil pengolahan data terlampir), dengan

   demikian dapat disimpulkan bahwa p-value (0,002) ≤ dari  (0,05),

   hasil ini menunjukkan bahwa Ho ditolak yang berarti ada hubungan

   antara pemenuhan asupan energi dalam lemak dengan status gizi pada

   lanjut usia di Gampong Lambaro Sukon Kecamatan Darussalam Aceh

   Besar Tahun 2010.
                                                                       55




d. Hubungan Pemenuhan Asupan Energi dengan Status Gizi

           Berdasarkan tabel 5.8 dan 5.9 dapat digambarkan hubungan

   kategori pemenuhan asupan energi dengan status gizi seperti terlihat

   dalam tabel 5.13 berikut ini:

                           Tabel 5.13
      Hubungan Pemenuhan Asupan Energi dengan Status Gizi di
         Gampong Lambaro Sukon Kecamatan Darussalam
                  Aceh Besar Tahun 2010 (n=62)
                               Status Gizi
                                                          Total
     Energi       Kurus          Normal       Gemuk                  p-value
                  O     e         O       e   O     e   Jlh   %
   Tidak
             37(59,7%) 22,1 0 (0%) 13,7 0 (0%) 1,2       37 59,7
   Terpenuhi
                                                                   0.05 0,00
   Terpenuhi 0 (0%) 14,9 23 (37,1%) 9,3 2(3,2%) 0,8      25 40,3
                37(59,7)      23(37,1)     2 (3,2)       62 100
   Sumber : Data primer (diolah 2010)

           Berdasarkan tabel 5.13 tersebut dapat disimpulkan bahwa

   pemenuhan asupan energi pada 37 lansia (59,7%) tidak terpenuhi dan

   keseluruhannya termasuk kurus, sedangkan pemenuhan asupan energi

   pada 25 lansia (40,3%) lainnya terpenuhi, dimana 23 lansia (37,1%)

   diantaranya termasuk status gizi normal.

           Hasil uji statistik menggunakan tehnik komputerisasi dengan

   formula chi square, : 0,05 dan derajat kebebasan (df) = 2, didapatkan

   p-value adalah 0,00 (hasil pengolahan data terlampir), dengan

   demikian dapat disimpulkan bahwa p-value (0,00) ≤ dari  (0,05),

   hasil ini menunjukkan bahwa Ho ditolak yang berarti ada hubungan

   antara pemenuhan asupan energi dengan status gizi pada lanjut usia di

   Gampong Lambaro Sukon Kecamatan Darussalam Aceh Besar Tahun

   2010.
                                                                            56




B. Pembahasan

   1. Hubungan antara Pemenuhan Asupan Energi Karbohidrat Dengan

      Status Gizi

            Berdasarkan data yang didapat pada saat penelitian, hubungan antara

      pemenuhan asupan energi karbohidrat dengan status gizi pada lanjut usia

      di Gampong Lambaro Sukon Kecamatan Darussalam Aceh Besar bahwa

      9 lansia (14,5%) tidak terpenuhi dan keseluruhannya termasuk kurus,

      sedangkan pemenuhan asupan energi dalam karbohidrat 53 lansia (85,5%)

      lainnya terpenuhi, dimana 28 lansia (45,2%) diantaranya termasuk kurus.

      Hasil uji statistik menggunakan tehnik komputerisasi dengan formula chi

      square, : 0,05 dan derajat kebebasan (df) = 2, didapatkan p-value adalah

      0,029 (hasil pengolahan data terlampir), dengan demikian dapat

      disimpulkan bahwa p-value (0,029) ≤ dari  (0,05), hasil ini menunjukkan

      bahwa Ho ditolak yang berarti ada hubungan antara pemenuhan asupan

      energi karbohidrat dengan status gizi pada lanjut usia di Gampong

      Lambaro Sukon Kecamatan Darussalam Aceh Besar Tahun 2010.

            Hasil ini didukung oleh penelitian sebelumnya oleh Napitupulu

      (2002) yang melihat adanya hubungan antara konsumsi makanan dengan

      status gizi lanjut usia di Kota Bengkulu Tahun 2001, pada penelitian

      tersebut menunjukan adanya hubungan antara konsumsi makanan

      (karbohidrat) dengan Indeks Massa Tubuh.

            Menurut Almatsier (2004), seseorang yang memakan karbohidrat

      dalam jumlah berlebih akan beresiko menjadi gemuk. Namun, peneliti
                                                                          57




   berasumsi bahwa untuk status gizi seseorang pada kategori kurus, normal,

   dan gemuk juga sangat dipengaruhi oleh asupan protein dan lemak, bisa

   jadi seseorang yang karbohidrat cukup namun kebutuhan lemak dan

   protein sangat rendah mempunyai status gizi kurus, dan juga sebaliknya.

          Hasil penelitian dan uraian diatas telah menjelaskan bahwa

  pentingnya pemenuhan asupan karbohidrat bagi lansia dimana terdapat

  hubungan yang signifikan antara pemenuhan asupan karbohidrat dengan

  status gizi lansia, dimana jika pemenuhan asupan karbohidrat lansia tidak

  terpenuhi maka lansia akan mengalami penurunan tingkat status gizi.

2. Hubungan antara Pemenuhan Asupan Energi Protein Dengan Status

   Gizi

          Berdasarkan data yang didapat pada saat penelitian, hubungan antara

   pemenuhan asupan energi protein dengan status gizi pada lanjut usia di

   Gampong Lambaro Sukon Kecamatan Darussalam Aceh Besar bahwa

   pemenuhan asupan energi dalam protein pada 30 lansia (48,4%) tidak

   terpenuhi, dimana 23 lansia (37,1) diantaranya termasuk kurus, sedangkan

   pemenuhan asupan energi dalam protein 32 lansia (51,6%) lainnya

   terpenuhi, dimana 16 lansia (25,8%) diantaranya termasuk status gizi

   normal. Hasil uji statistik menggunakan tehnik komputerisasi dengan

   formula chi square, : 0,05 dan derajat kebebasan (df) = 2, didapatkan p-

   value adalah 0,022 (hasil pengolahan data terlampir), dengan demikian

   dapat disimpulkan bahwa p-value (0,022) ≤ dari  (0,05), hasil ini

   menunjukkan bahwa Ho ditolak yang berarti ada hubungan antara
                                                                          58




  pemenuhan asupan energi protein dengan status gizi pada lanjut usia di

  Gampong Lambaro Sukon Kecamatan Darussalam Aceh Besar Tahun

  2010.

          Hasil ini didukung oleh penelitian sebelumnya oleh Napitupulu

  (2002) yang melihat adanya hubungan antara konsumsi makanan dengan

  status gizi lanjut usia di Kota Bengkulu tahun 2001, pada penelitian

  tersebut menunjukan adanya hubungan antara konsumsi makanan

  (protein) dengan Indeks Massa Tubuh.

          Menurut Almatsier (2004), kekurangan protein banyak terdapat

  pada masyarakat sosial ekonomi rendah. Kekurangan protein sering

  ditemukan secara bersamaan dengan kekurangan energi. Kekurangan

  protein menyebabkan gangguan pada absorbsi dan transportasi zat-zat

  gizi. Hal ini yang mungkin menyebabkan rendahnya asupan zat gizi

  terutama asupan protein yang berpengaruh terhadap status gizi lansia.

          Hasil penelitian dan uraian diatas telah menjelaskan bahwa

  pentingnya pemenuhan asupan protein bagi lansia dimana terdapat

  hubungan yang signifikan antara pemenuhan asupan protein dengan status

  gizi lansia, dimana jika pemenuhan asupan protein lansia tidak terpenuhi

  maka lansia akan mengalami penurunan tingkat status gizi.

3. Hubungan antara Pemenuhan Asupan Energi Lemak Dengan Status

  Gizi

          Berdasarkan data yang didapat pada saat penelitian, hubungan antara

  pemenuhan asupan energi lemak dengan status gizi pada lanjut usia di
                                                                     59




Gampong Lambaro Sukon Kecamatan Darussalam Aceh Besar bahwa

pemenuhan asupan energi lemak pada 50 lansia (80,6%) tidak terpenuhi,

dimana 28 lansia (45,2) diantaranya termasuk kurus, sedangkan

pemenuhan asupan energi dalam lemak pada 12 lansia (19,4%) lainnya

terpenuhi, dimana 9 lansia (14,5%) diantaranya termasuk kurus. Hasil uji

statistik menggunakan tehnik komputerisasi dengan formula chi square,

: 0,05 dan derajat kebebasan (df) = 2, didapatkan p-value adalah 0,002

(hasil pengolahan data terlampir), dengan demikian dapat disimpulkan

bahwa p-value (0,002) ≤ dari  (0,05), hasil ini menunjukkan bahwa Ho

ditolak yang berarti ada hubungan antara pemenuhan asupan energi lemak

dengan status gizi pada lanjut usia di Gampong Lambaro Sukon

Kecamatan Darussalam Aceh Besar Tahun 2010.

       Hasil ini didukung oleh penelitian sebelumnya oleh Napitupulu

(2002) yang melihat adanya hubungan antara konsumsi makanan dengan

status gizi lanjut usia di Kota Bengkulu tahun 2001, pada penelitian

tersebut menunjukan adanya hubungan antara konsumsi makanan (lemak)

dengan Indeks Massa Tubuh.

       Hasil penelitian dan uraian diatas telah menjelaskan bahwa

pentingnya pemenuhan asupan lemak bagi lansia dimana terdapat

hubungan yang signifikan antara pemenuhan asupan lemak dengan status

gizi lansia, dimana jika pemenuhan asupan lemak lansia tidak terpenuhi

maka akan berpengaruh terhadap status gizi lansia.
                                                                          60




4. Hubungan antara Pemenuhan Asupan Energi Dengan Status Gizi

          Berdasarkan data yang didapat pada saat penelitian, hubungan antara

   pemenuhan asupan energi dengan status gizi pada lanjut usia di Gampong

   Lambaro Sukon Kecamatan Darussalam Aceh Besar bahwa pemenuhan

   asupan energi pada 37 lansia (59,7%) tidak terpenuhi dan keseluruhannya

   termasuk kurus, sedangkan pemenuhan asupan energi pada 25 lansia

   (40,3%) lainnya terpenuhi, dimana 23 lansia (37,1%) diantaranya

   termasuk status gizi normal. Hasil uji statistik menggunakan tehnik

   komputerisasi dengan formula chi square, : 0,05 dan derajat kebebasan

   (df) = 2, didapatkan p-value adalah 0,00 (hasil pengolahan data

   terlampir), dengan demikian dapat disimpulkan bahwa p-value (0,00) ≤

   dari  (0,05), hasil ini menunjukkan bahwa Ho ditolak yang berarti ada

   hubungan antara pemenuhan asupan energi dengan status gizi pada lanjut

   usia di Gampong Lambaro Sukon Kecamatan Darussalam Aceh Besar

   Tahun 2010.

          Hasil ini didukung oleh penelitian sebelumnya oleh Napitupulu

   (2002) yang melihat adanya hubungan antara konsumsi makanan dengan

   status gizi lanjut usia di Kota Bengkulu tahun 2001, pada penelitian

   tersebut menunjukan adanya hubungan antara konsumsi makanan (total

   energi) dengan Indeks Massa Tubuh.

          Sesuai dengan teori yang dikemukakan Wirakusumah (2004), pada

   umumnya para lansia akan mengalami penurunan aktifitas fisik. Salah

   satu   faktor   penyebabnya   adalah pertambahan usia        yang dapat
                                                                      61




menyebabkan terjadinya kemunduran biologis. Kondisi ini setidaknya

akan membatasi aktifitas yang menuntut ketangkasan fisik. Penurunan

aktifitas fisik pada lansia harus diimbangi dengan penurunan asupan

kalori. Hal ini akan mencegah terjadinya obesitas. Jika pasokan kalori

tidak diimbangi dengan penggunaan kalori maka akan mengakibatkan

keseimbangan    kalori   positif   (kelebihan   kalori)   sehingga   akan

meningkatkan resiko terjadinya serangan beberapa penyakit degeneratif.

       Rendahnya asupan energi lansia pada penelitian ini kemungkinan

disebabkan karena nafsu makan yang berkurang ataupun karena terjadi

kesukaran dalam proses menelan makanan akibat terjadinya proses menua

pada saluran pencernaan menurut teori Nugroho (2000). Hal ini yang

mungkin menyebabkan rendahnya asupan zat gizi terutama asupan energi

yang berakibat tingginya angka proporsi lansia yang mengalami status

gizi kurus.

       Menurut Almatsier (2004), bahwa pemenuhan energi pada waktu

dewasa, jumlah kalori yang dibutuhkan semakin menurun karena tingkat

aktivitas juga menurun. Sementara itu asupan kalori cenderung

berlebihan, sedangkan aktifitas fisik mengalami penurunan akibatnya

kondisi ini dapat memicu terjadinya peningkatan berat badan atau

kegemukan sehingga berat badan melebihi normal.

       Dari hasil penelitian dan uraian tersebut di atas menunjukkan

bahwa pemenuhan asupan energi memiliki pengaruh yang signifikan

terhadap status gizinya. Hubungan yang diperoleh merupakan hubungan
                                                                            62




       searah yang artinya jika pemenuhan asupan energi terpenuhi maka akan

       semakin baik pula status gizinya.


C. Keterbatasan Penelitian

          Keterbatasan penelitian menurut Burns dan Grove (1991, dikutip dari

   Nursalam, 2001) adalah kelemahan atau hambatan dalam penelitian, dalam

   penelitian ini terdapat beberapa keterbatasan yang dihadapi oleh peneliti,

   diantaranya:

    1. Karena keterbatasan waktu dan biaya, sehingga penelitian ini tidak

       menggunakan metode observasi sebagai cara ukur dalam mengukur

       asupan makanan terhadap lansia.

    2. Karakteristik responden pada penelitian ini berbeda dengan karakteristik

       responden pada tempat lain, sehingga hasil penelitian tidak dapat

       digeneralisasikan pada penelitian lain.

    3. Peneliti masih dalam proses belajar untuk melakukan penelitian sehingga

       masih kurang pengalaman dalam hal penyusunan pengumpulan data,

       interpretasi data dan dalam melakukan pembahasan hasil penelitian.

								
To top