Docstoc

Hubungan Antara Pemenuhan Asupan Energi Dengan Status Gizi Pada Lanjut Usia Di Gampong Lambaro Sukon Kecamatan Darussalam Aceh Besar Tahun 2010

Document Sample
Hubungan Antara Pemenuhan Asupan Energi Dengan Status Gizi Pada Lanjut Usia Di Gampong Lambaro Sukon Kecamatan Darussalam Aceh Besar Tahun 2010 Powered By Docstoc
					                                    BAB I

                              PENDAHULUAN



A. Latar Belakang

          Keberhasilan pembangunan terutama di bidang kesehatan secara tidak

   langsung telah menurunkan angka kesakitan dan kematian penduduk serta

   meningkatkan usia harapan hidup Indonesia di tahun 2000 yaitu sekitar 64,5

   tahun. Menurut UU No. 13 tahun 1998 meskipun tidak sekaligus hal ini berarti

   peningkatan mutu kehidupan akan menimbulkan perubahan struktur penduduk

   dan sekaligus menambah jumlah penduduk berusia lanjut (Arisman, 2004).

          Pada tahun 2000 jumlah orang lanjut usia diproyeksikan sebesar 7,28

   % dan pada tahun 2020 sebesar 11,34 % (BPS, 1992). Dari data USA-Bureau

   of the Census, bahkan Indonesia diperkirakan akan mengalami pertambahan

   warga lansia terbesar seluruh dunia, antara tahun 1990-2025, yaitu sebesar 414

   % (Darmojo & Martono, 2006).

          Pada tahun 1995 dilaporkan bahwa lansia di Indonesia yang

   mengalami keadaan kurang gizi ada 3,4 %, berat badan kurang sebesar 28,3

   %, berat badan ideal berjumlah 42,4 %, berat badan lebih ada 6,7 % dan

   obesitas sebanyak 3,4 % (Darmojo & Martono, 2006).

          Saat ini angka kesakitan akibat penyakit degeneratif meningkat

   jumlahnya di samping masih ada kasus penyakit infeksi dan kekurangan gizi

   lebih kurang dari 74% usia lanjut menderita penyakit kronis. Adapun lima

   utama penyakit yang banyak diderita adalah anemia (50%), ISPA (12,2%),

   kanker (12,2%), TBC (11,5%) dan penyakit jantung pembuluh darah (29%).



                                       1
                                                                             2



Masalah gizi yang sering diderita di usia lanjut adalah kurang gizi, kondisi

kurang gizi tanpa disadari karena gejala yang muncul hampir tak terlihat

sampai usia lanjut tersebut telah jatuh dalam kondisi gizi buruk (Depkes RI,

2003).

         Proses menua sangat individual dan berbeda perkembangannya bagi

setiap individu karena dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal yang

keduanya saling mempengaruhi. Asupan gizi atau konsumsi makanan sangat

mempengaruhi proses menjadi tua (age related disease), mengingat seluruh

aktifitas sel atau metabolisme dalam tubuh memerlukan zat gizi yang cukup

(Sofianty, 2010).

         Usia senja merupakan fase kehidupan yang dilalui oleh setiap individu.

Kondisi kesehatan pada tahap ini sangat ditentukan oleh kualitas dan kuantitas

asupan gizi. Gizi yang baik akan berperan dalam upaya penurunan prosentase

timbulnya penyakit dan angka kematian di usia lanjut. Di lain pihak

kemunduran biologis, adaptasi mental yang menyertai proses penuaan

seringkali menjadi hambatan bagi para usia lanjut. Masalah fisiologis seperti

terjadi gangguan pencernaan penurunan sensitivitas indera perasa dan

penciuman, malabsorpsi nutrisi serta beberapa kemunduran fisik lainya dapat

menyebabkan rendahnya asupan zat gizi (Wirakusumah, 2000).

         Perubahan-perubahan serta kemunduran yang terjadi pada lanjut usia

tersebut akan berdampak pada perubahan status gizi pada lanjut usia. Ada

beberapa faktor yang mempengaruhi kebutuhan gizi pada lanjut usia antara

lain berkurangnya kemampuan mencerna makanan (akibat kerusakan gigi atau
                                                                          3



ompong), berkurangnya cita rasa, berkurangnya koordinasi otot-otot saraf,

kondisi fisik yang kurang baik, faktor ekonomi dan sosial, dan faktor

penyerapan makanan (daya absorpsi), dimana faktor-faktor tersebut sangat

berperan penting bagi lanjut usia dalam memenuhi kebutuhan gizi serta untuk

mempertahankan kualitas hidup yang optimal (Nugroho, 2000).

       Ahli gerontologi dan geriantrik memperkirakan 30-50 % faktor gizi

berperan penting dalam mencapai dan mempertahankan kesehatan lansia yang

optimal. Faktor gizi sangat berperan sehubungan dengan kemunduran biologis

dan penyakit-penyakit yang muncul pada lanjut usia (Wirakusumah, 2000).

       Bila jumlah kalori yang dikonsumsi berlebihan, maka sebagian energi

akan disimpan berupa lemak, sehingga akan timbul obesitas. Sebaliknya, bila

terlalu sedikit, maka cadangan energi tubuh akan digunakan, sehingga tubuh

akan menjadi kurus (Lentera, 2010).

       Waspadai lansia dengan riwayat: pendapatan yang kurang, kurang

bersosialisasi, hidup sendirian, kehilangan pasangan hidup atau teman,

kesulitan mengunyah, pemasangan gigi palsu yang kurang tepat, sulit untuk

menyiapkan makanan, sering mengkonsumsi obat-obatan yang mengganggu

nafsu makan, nafsu makan berkurang, makanan yang ditawarkan tidak

mengundang selera. Karena hal ini dapat menurunkan asupan energi bagi

lansia, akibatnya lansia menjadi lebih mudah sakit dan tidak bersemangat

(Smallcrab, 2010).

       Hal tersebut juga didapatkan hampir seluruh lansia yang ada di

Indonesia tidak terkecuali lansia di Gampong Lambaro Sukon Kecamatan
                                                                          4



Darussalam, Aceh Besar. Gampong Lambaro Sukon adalah desa yang menjadi

objek peneliti, berdasarkan pengambilan data awal tanggal 30 Maret 2010,

gampong Lambaro Sukon memiliki jumlah penduduk 702 jiwa dengan 198

Kepala Keluarga (KK). Gampong Lambaro Sukon juga merupakan desa

binaan dari Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas

Syiah dengan melakukan pengawasan terhadap kesehatan lansia berupa Pos

Pembinaan Terpadu (Posbindu) dengan nama ”KUPULA” Kumpulan Ureung

Lanjut Usia dengan jumlah lansia di desa Lambaro Sukon sebanyak 164 jiwa.

       Bertambahnya usia bukan menjadi penghalang untuk mendapatkan

asupan zat gizi yang cukup dan berkualitas. Pertambahan usia akan

menimbulkan beberapa perubahan baik secara fisik maupun mental.

Perubahan ini akan mempengaruhi kondisi seseorang dari aspek psikologis,

fisiologis dan sosial ekonomi sebagian besar kebutuhan zat gizi para lansia

mengalami penurunan. Salah satu upaya untuk mempertahankan status gizi

lansia tetap baik adalah perlu mempertahankan dan meningkatkan konsumsi

zat gizi agar tetap dengan proses penyelenggaraan makanannya. Dalam rangka

pelaksanaan upaya ini tentunya keluarga mempunyai cara pengaturan dan

penyelenggaran makanan yang sesuai dengan kemampuan dan keadaan

masing-masing lansia. Peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian apakah

ada hubungan antara pemenuhan asupan energi dengan status gizi pada lanjut

usia di Gampong Lambaro Sukon Kecamatan Darussalam Aceh Besar 2010.

Alasan peneliti mengadakan penelitian di sini karena selama ini belum pernah
                                                                          5



   diadakan penelitian dan tidak pernah diadakan pengukuran secara berkala

   pada lansia yang ada di desa tersebut.


B. Perumusan Masalah

          Berdasarkan latar belakang permasalahan tersebut diatas, maka yang

   menjadi permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah ada hubungan

   antara pemenuhan asupan energi dengan status gizi pada lanjut usia di

   Gampong Lambaro Sukon Kecamatan Darussalam Aceh Besar Tahun 2010.


C. Tujuan Penelitian

   1. Tujuan Umum

      Mengetahui hubungan antara pemenuhan asupan energi dengan status gizi

      pada lanjut usia di Gampong Lambaro Sukon Kecamatan Darussalam

      Aceh Besar Tahun 2010.

   2. Tujuan Khusus

      a. Mengetahui hubungan antara pemenuhan asupan energi karbohidrat

          dengan status gizi pada lanjut usia di Gampong Lambaro Sukon

          Kecamatan Darussalam Aceh Besar Tahun 2010.

      b. Mengetahui hubungan antara pemenuhan asupan energi protein dengan

          status gizi pada lanjut usia di Gampong Lambaro Sukon Kecamatan

          Darussalam Aceh Besar Tahun 2010.

      c. Mengetahui hubungan antara pemenuhan asupan energi lemak dengan

          status gizi pada lanjut usia di Gampong Lambaro Sukon Kecamatan

          Darussalam Aceh Besar Tahun 2010.
                                                                              6



D. Manfaat Penelitian

   1. Peneliti

      Menambah pengetahuan dan menelaah sejauh mana teori yang diperoleh

      dan penerapan dalam masyarakat.

   2. Masyarakat

      Mengetahui konsumsi energi yang disajikan setiap hari, dapat mengetahui

      status gizi lansia, dan dapat mengetahui hubungan antara pemenuhan

      asupan energi dengan status gizi pada lanjut usia.

   3. Profesi Keperawatan

      Sebagai bahan evaluasi dan masukan bagi tenaga keperawatan, khususnya

      bagi perawat yang ada di masyarakat.

   4. Institusi Pendidikan

      Khususnya Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran

      Universitas Syiah Kuala, hasil penelitian dapat dijadikan sebagai bahan

      kajian     dan   menjadi   masukan   dalam    pengembangan      pendidikan

      keperawatan lebih lanjut, khususnya tentang status gizi pada lansia.

   5. Bagi Peneliti Lain

      Sebagai bahan referensi dan penelitian lebih lanjut terutama Keperawatan

      Gerontik.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Stats:
views:1072
posted:4/3/2011
language:Indonesian
pages:6
Description: Hubungan Antara Pemenuhan Asupan Energi Dengan Status Gizi Pada Lanjut Usia Di Gampong Lambaro Sukon Kecamatan Darussalam Aceh Besar Tahun 2010