Docstoc

HAKIKAT PERKEMBANGAN ANAK DIDIK - DOC

Document Sample
HAKIKAT PERKEMBANGAN ANAK DIDIK - DOC Powered By Docstoc
					                      HAKIKAT PERKEMBANGAN ANAK DIDIK

A. Pengertian Perkembangan dan Pertumbuhan

Manusia hidup tidaklah secara permanen, melainkan terus berubah - ubah. Mulai dari
pembuahan, menjadi janin, bayi, lahir, dewasa, dan akhirnya mati. Saat bayi lahir, belum
memiliki kemampuan apapun kecuali menangis. Dengan cara berinteraksi secara terus - menerus
dengan lingkungan sekitar, bayi akan lebih menyempurnakan diri, hingga bayi tersebut
mengalami perubahan fisik sampai menjadi lebih seimbang.

Seiring berjalannya waktu, bayi tersebut terus mengalami perubahan. Perilaku dan
keterampilannya juga semakin berkembang. Bayi tersebut mulai bisa melakukan hal - hal
tertentu, seperti membalikan badan, duduk, merangkak, berdiri dan akhirnya bisa berjalan dan
berlari.

Namun, perubahan yang dialami oleh setiap individu tidak selamanya dikatakan sebagai
perkembangan.

Perubahan dalam arti perkembangan mempunyai maksud dan arti yang berbeda - beda, antara
lain :

   1. Perubahan yang berakar pada unsur biologis. Perubahan ini bukan merupakan
      perkembangan, melainkan diartikan sebagai hasil dari usaha seseorang dalam mencapai
      keinginannya. Misal, seseorang yang terbiasa bernyanyi dan mengolah vokal akan lebih
      mahir dibandingkan orang yang tidak terbiasa mengolah vokalnya. ( Bjorklund &
      Bjorkund, 1992 ).

Namun, pengalaman belajar yang diperoleh seseorang juga bisa mempengaruhi proses
perkembangan.

   1. Perkembangan meliputi perubahan struktur maupun fungsi ( fisik maupun psikis ). (
      Bjorklund & Bjorkund, 1992; Abin Syamsuddin Makmun,1996 ).

Perubahan struktur umumnya merujuk kepada perubahan fisik atau wujud jasadnya, baik ukuran
maupun bentuknya.

Perubahan fungsi mengacu kepada perubahan psikis atau mental serta aktivitas yang ditimbulkan
akibat dari perubahan fisik tersebut.

   1. Perubahan bersifat terpola, teratur, terorganisasi dan dapat diprediksi atau dapat
      diperkirakan, bahkan juga dapat diketahui. Misal, pada usia sekitar 11 - 12 bulan anak
      sudah bisa berjalan. (Bjorklund & Bjorkund, 1992; Santrock & Yussen, 1992 ).
   2. Perkembangan bersifat unik. Santrock & Yussen ( 1992:7 ) menyatakan ” Each of us
      develops in certain ways like all other individuals, like some other individuals, and like
      no other individuals “. Yang artinya, masing - masing kita berkembang dalam cara - cara
      tertentu, seperti semua individu yang lain, seperti beberapa individu yang lain, dan seperti
      tidak ada individu yang lain. Selain kesamaan - kesamaan umum dalam pola - pola
      perkembangan yang dialami oleh setiap individu, variasi individual dalam perkembangan
      anak juga bisa terjadi karena suatu proses perubahan yang kompleks, dan melibatkan
      unsur - unsur yang saling terpengaruh satu sama lain. (Bjorklund & Bjorkund, 1992;
      Santrock & Yussen, 1992 ).
   3. Perubahan terjadi secara bertahap dalam suatu proses yang berkelanjutan dan dalam
      jangka waktu yang relatif lama.
   4. Perubahan berlangsung sepanjang hayat. Perubahan ini juga tidak hanya meliputi proses
      pertumbuhan, pematangan dan penyempurnaan. Tetapi juga meliputi proses penurunan
      dan perusakan.

Dari beberapa penjelasan tersebut di atas, dapat kita simpulkan bahwa perkembangan merupakan
perubahan individu baik fisik maupun psikis yang berlangsung sepanjang hayat dan terjadi
secara teratur dan terpola. Sedangkan pertumbuhan merupakan perubahan yang terbatas pada
pola fisik yang dialami oleh individu.

Perkembangan tidak hanya mencakup evolusi, tetapi juga mencakup involusi atau penurunan dan
perusakan ke arah kematian. Sedangkan pertumbuhan terbatas pada perubahan yang bersifat
evolusi atau perubahan yang menuju ke arah yang lebih maju.

B. Anak Sebagai Suatu Totalitas

Sebagai subjek studi psikologi perkembangan, konsep anak sebagai totalitas mempunyai arti
bahwa terdapat keterkaitan antara aspek fisik dan psikis yang terdapat dalam dirinya dan secara
terintegrasi saling terjalin dan memberi dukungan fungsional satu sama lain. Sebagai contoh,
anak yang sedang sakit bisa tidak berselera makan; anak yang sedang ketakutan bisa kesulitan
untuk tidur; anak yang sedang semangat dan aktif melakukan sesuatu akan menjadi aktif pula
mentalnya. Segala aktivitas yang melibatkan fisik anak selalu mempengaruhi psikis anak, begitu
juga sebaliknya.

Perbedaan antara anak dan orang dewasa tidaklah terbatas pada fisiknya, melainkan secara
keseluruhan. Sebagai contoh, pertumbuhan anak lebih pesat dibandingkan orang dewasa. Anak
cenderung lebih bersifat egosentrik ( sifat yang berpusat / berstandar pada diri sendiri ),
sedangkan orang dewasa lebih bersikap sosial dan empatik ( menempatkan dirinya pada posisi
orang lain dan ikut merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain ). Daya pikir anak juga masih
terbatas pada hal - hal yang konkrit, sedangkan orang dewasa sudah mampu berfikir secara
abstrak dan universal.

C. Perkembangan Sebagai Proses Holistik Seluruh Aspek Perkembangan

Perkembangan merupakan suatu proses yang melibatkan keseluruhan aspek yang saling
keterkaitan satu dengan yang lain.

Proses perkembangan individu dikelompokkan menjadi tiga, yaitu proses biologis, kognitif dan
psikososial.
   1. Proses biologis, mencakup perubahan - perubahan fisik individu yang bersifat alami,
      bukan karena kecelakaan, sakit atau peristiwa - peristiwa lainnya. Misal, pertumbuhan
      otak, sistem syaraf, hormone, keterampilan motorik, perkembangan seksual, perubahan
      penglihatan dan lain sebagainya.
   2. Proses kognitif, melibatkan perubahan - perubahan kemampuan berfikir, berbahasa dan
      cara memperoleh pengetahuan dari lingkungan. Perkembangan kognitif dan pengalaman
      belajar sangat berkaitan dan saling mempengaruhi. Perkembangan kognitif anak akan
      menfasilitasi dan membatasi kemampuan belajar anak, begitu juga sebaliknya.

Namun, dengan keterkaitan tersebut, ada perbedaan diantara keduanya. Perkembangan kognitif
mengacu pada perubahan - perubahan kemampuan berfikir, dan berbahasa serta terjadi dalam
waktu yang relatif lama. Sedangkan kemampuan belajar lebih cenderung mengacu pada
perubahan - perubahan dari hasil pengalaman atau peristiwa yang lebih khusus, serta terjadi
dalam waktu yang relatif singkat.

   1. Proses psikososial, melibatkan perubahan - perubahan dalam aspek perasaan, emosi dan
      kepribadian individu, perkembangan identitas diri, pola hubungan dengan anggota
      keluarga, teman, guru dan yang lainnya.

Proses pertumbuhan biologis, kognitif dan psikososial saling berkaitan antara yang satu dengan
yang lainnya. Sebagai contoh, anak yang mengalami gangguan pada otaknya, akan mengalami
keterlambatan dalam berfikir, yang kemudian bisa mempengaruhi perkembangan psikososialnya.

D. Kematangan dan Pengalaman dalam Perkembangan Anak

Kematangan merupakan fase perubahan yang dialami oleh individu karena pengaruh genetic dan
berlangsung secara bertahab.

Pengalaman merupakan peristiwa - peristiwa yang dialami oleh individu dalam kehidupannya
sebagai hasil dari interaksi dengan lingkungannya.

Para ahli berpendapat bahwa perkembangan anak dipengaruhi oleh genetik atau warisan biologis.

Para ahli lain mengatakan bahwa pengalaman lingkunganlah yang paling berperan dalam
perkembangan anak.

Ada pula ahli yang mengatakan bahwa faktor yang mempengaruhi perkembangan anak adalah
faktor genetik dan faktor lingkungan pergaulan.

Sebagai contoh, kecerdasan seseorang bisa merupakan warisan yang diturunkan dari orang
tuanya, bisa pula karena diperoleh dari lingkungan tempat ia tumbuh dan berkembang.

E. Kontinuitas dan Diskontinuitas dalam Perkembangan

Banyak para ahli yang memperdebatkan masalah perkembangan merupakan kontinuitas atau
diskontinuitas.
Para ahli yang berpandangan pada unsur kematangan, menganggap bahwa perkembangan itu
diskontinuitas atau tidak berkesinambungan. . Proses perkembangan individu terjadi dalam tahap
- tahap yang berbeda, perubahan - perubahannya relatife tiba - tiba dan terjadi perubahan atau
peralihan secara tajam dari tahap yang satu ke tahap perkembangan selanjutnya.

Para ahli yang mendukung pandangan diskontinuitas beranggapan bahwa perkembangan
dipengaruhi oleh faktor - faktor internal biologis.

Sedangkan para ahli yang menekankan pada pengalaman ( lingkugan ) berpendapat bahwa
perkembangan itu terjadi secara berkesinambungan ( kontinuitas ) dari masa konsepsi dampai
akhir hayat.

Dalam proses perkembangan yang kontinuitas, terjadi perbaikan, penambahan dan atau
penurunan sebagai hasil dari interaksi dengan lingkungan.

Emde dan Harmon ( Vasta, Haith & Miller, 1992 ) mengatakan bahwa persoalan kontinuitas dan
diskontinuitas melibatkan dua komponen.

   1. Pola - Pola Perkembangan

Para ahli kontinuitas beranggapan bahwa perkembangan itu terjadi secara halus dan stabil
melalui penambahan dan atau peningkatan yang bertahap dalam hal abilitas ( kemampuan,
kepandaian, kecakapan ), keterampilan dan atau pengetahuan baru pada suatu langkah yang
relatif sama. Sedangkan ahli diskontinuitas beranggapan bahwa perkembangan terjadi pada
periode - periode kecepatan yang berbeda, antara yang sedikit perubahannya dengan yang tajam
dan cepat perubahannya.

   1. Keterkaitan Perkembangan

Para ahli kontinuitas berpendapat bahwa perkembangan - perkembangan yang terjadi saling
berkaitan. Perilaku - perilaku awal akan berpengaruh dan membentuk perilaku - perilaku
selanjutnya.

Sebaliknya, para ahli diskontinuitas berpendapat bahwa perkembangan yang terjadi muncul
secara independent ( berdiri sendiri ) dari yang sebelumnya dan tidak dapat diprediksi dari
perilaku - perilaku sebelumnya.

                               PERKEMBANGAN BIOLOGIS

                                             DAN

                                    PERSEPTUAL ANAK

Seperti yang sudah dibahas pada bab sebelumnya, bahwa anak sebagai totalitas dan unsur
biologis turut serta mempengaruhi perkembagan anak. Unsur biologis dan perseptual merupakan
aspek yang cukup penting untuk diperhatikan dalam perkembangan anak. Karena aspek tersebut
mempengaruhi perkembangan perilaku dan mental yang ada dalam diri anak.

Perkembangan biologis menekankan pada perkembangan fisiknya yang dipengaruhi oleh faktor
hereditas atau faktor keturunan.

Sedangkan perceptual anak menekankan pada aspek luar ( lingkungan ) yang merupakan hasil
rangsangan alat indra. Seperti penglihatan, penciuman, pendengaran, dan perasaan ( sentuhan ).

A. Faktor Hereditas dan Lingkungan dalam Perkembangan Anak.

Manusia merupakan makhluk Tuhan yang paling sempurna dibandingkan dengan makhluk -
makhluk lainnya. Manusia memiliki potensi untuk berkembang dan meningkatkan kehidupannya
baik secara fisik maupun psikis.

Ada dua faktor yang paling berpengaruh terhadap perkembangan individu.

   1. Faktor hereditas yang bersifat alamiah dan diwariskan oleh orang tua. Pada faktor
      hereditas terdapat gen yang merupakan sifat bawaan yang nantinya akan ditularkan oleh
      satu generasi ke generasi berikutnya.

Pertama gen - gen dominant-resesif, yakni apabila gen dari suatu pasangan bersifat dominant dan
yang satu bersifat resesif, maka yang dominant itulah yang nantinya akan tertanam dalam diri
individu tersebut.

Kedua pewarisan poligenik. Sebenarnya, dalam satu sel terdapat banyak gen yang akhirnya
menghasilkan karakteristik yang berbeda - beda. Karena beberapa karakteristik psikologi
merupakan hasil dari pasangan - pasangan tunggal, sedangkan kebanyakan ditentukan oleh
interaksi dari banyak gen yang berbeda.

   1. Faktor lingkungan sebagai kondisi atau pengalaman - pengalaman interaksional yang
      memungkinkan berlangsungnya proses perkembangan.

Misal, di dalam keluarga, setiap anak mempunyai karakter dan pengalaman yang berbeda - beda.
Tergantung dari perlakuan orang tua kepada setiap anak - anaknya, dan pergaulan dari masing -
masing anak. Hal ini menandakan bahwa faktor lingkungan juga turut mempengaruhi
perkembangan individu.

B. Perkembangan Fisik dan Perseptual Anak Sekolah Dasar

Masa usia sekolah merupakan masa dimana anak mulai memasuki dunia pendidikan formal,
yakni sekolah. Sekolah Dasar merupakan pendidikan formal pertama yang berfungsi sebagai
pembuka jalan bagi anak untuk mengembangkan potensi dan kemampuan anak serta
memudahkan mereka dalam meraih mimpi yang mereka harapkan untuk masa depannya nanti.
Serta sebagai jembatan pertama untuk melanjutkan ke jenjang selanjutnya. Usia anak sekolah
dasar berkisar antara 6 - 12 tahun.
   1. Perkembangan Fisik

Perkembangan fisik pada anak memiliki karakteristik yang berbeda baik sebelum maupun
sesudah anak-anak. Perkembangan fisik pada anak usia sekolah dasar perlu dipelajari dan
dipahami oleh setiap guru, karena dipercaya bahwa segala aktivitas-aktivitas belajar dan
aktivitas-aktivitas yang menyangkut mentalnya serta pembentukan kepribadian dipengaruhi oleh
kondisi dan pertumbuhan fisik

Anak - anak dan orang dewasa mempunyai banyak perbedaan, baik dari segi fisik maupun
psikisnya. Dilihat dari segi fisik misalnya berat badan, tinggi badan, proporsi dan bentuk tubuh.
Sedangkan dari segi psikisnya misal, sifat, tingkah laku dan pola pikir.

   1. Perseptual Anak

Sebagaimana yang sudah dijelaskan diatas bahwa perceptual anak menekankan pada aspek luar (
lingkungan ) sebagai hasil dari rangsangan alat indra. Semua keadaan dan peristiwa - peristiwa
yang ada di lingkungan ditangkap oleh alat - alat indra yang kemudian disalurkan ke otak
melalui syaraf sensorik, sehingga segala informasi yang ada di lingkungan dapat diterima dan
diketahui oleh alat - alat indra ( penglihatan, pendengaran, penciuman, perasa/sentuhan ). Tanpa
alat indra, otak kita akan terasa asing dengan keadaan lingkungan yang ada disekitar.

C. Penerapan Faktor Perkembangan dalam Pembelajaran

Perkembangan fisik anak terus berlangsung pada masa usia sekolah dasar, meskipun tidak
sepesat pada masa usia dini. Begitu pula dengan penajaman dan penghalusan perkembangan
perceptual anak.

Penyelenggaraan pembelajaran yang “hidup” dan sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan fisik
anak sangatlah dibutuhkan untuk memfungsikan unsure - unsure fisik dan atau aspek - aspek
perseptualnya.

Cara pembelajaran yang diharapkan antara lain : bersifat langsung, tersusun secara fleksibel,
tidak monoton dan verbalistik, memperhatikan perbedaan individu, menyajikan aktivitas yang
bervariasi seperti eksperimen, praktek, observasi secara langsung, permainan dan sejenisnya,
serta menggunakan berbagai media dan sumber belajar.

Cara ini tidak hanya akan memunculkan kegemaran dalam belajar, tetapi juga memberikan hal -
hal yang positif, aspek kognisi dan kreativitas, fisik-perseptual, dan sosial.

A. Kesimpulan

Kesimpulan dari pembahasan di atas adalah :

1. Perbedaan perkembangan dan pertumbuhan
Perkembangan merupakan perubahan individu baik fisik maupun psikisnya dan berlangsung
sepanjang hayat, perubahan - perubahannya tidak hanya bersifat evolusi, tetapi juga bersifat
involusi ( penurunan dan perusakan menuju kematian )

Pertumbuhan merupakan perubahan individu yang terbatas pada perubahan fisiknya dan
berlangsung sampai pada masa tertentu, perubahan - perubahannya bersifat evolusi ( menuju ke
arah yang lebih sempurna ).

   1. Anak sebagai suatu totalitas, maksudnya bahwa anak sebagai suatu kesatuan dari seluruh
      aspek yang ada dalam dirinya. Keseluruhan aspek yang ada dalam diri anak saling
      berkaitan. Secara keseluruhan anak berbeda dengan orang dewasa.

   1. Perkembangan sebagai proses holistic, maksudnya perkembangan tidak hanya terjadi
      pada aspek tertentu, melainkan secara keseluruhan ( holistic ).

Ada tiga proses perkembangan yang saling berkaitan satu sama lain, yaitu proses biologis,
kognitif dan psikososial.

   1. Faktor kematangan dan faktor pengalaman merupakan hal yang utama dalam
      mempengaruhi perkembangan anak.

Kedua faktor tersebut sangat penting untuk dipelajari dan dipahami untuk mengetahui proses
perkembangan anak. Misal, seorang anak yang mengalami keterlambatan dalam berjalan, harus
diketahui terlebih dahulu faktor - faktor yang mempengaruhinya, apakah faktor kematangan
(genetik) atau faktor pengalaman (lingkungan). Apabila sudah diketahui faktor penyebabnya,
maka kita akan mudah mencari solusinya.

   1. Perkembangan anak merupakan proses yang kontinuitas ( berkesinambungan ) dan
      diskontinuitas ( tidak berkesinambungan ).

   1. Perbedaan perkembangan biologis dan perceptual anak.

Perkembangan biologis menekankan pada perkembangan fisik yang dipengaruhi oleh faktor
hereditas ( keturunan ). Sedangkan perceptual anak menekankan pada aspek luar ( lingkungan )
yang merupakan hasil rangsangan alat indra.

   1. Perbedaan faktor hereditas dan faktor lingkungan dalam perkembangan anak teretak pada
      sebab dan akibat yang disebabkan oleh kedua faktor tersebut.

   1. Cara pembelajaran yang efektif yang diterapkan dalam sekolah akan berjalan lancar
      apabila didiringi dengan selalu memperhatikan perkembagan anak.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:1039
posted:4/2/2011
language:Indonesian
pages:7