Waktu Untuk Cinta Sejati

					       Waktu Untuk Cinta Sejati


     Arif tak mengerti apa yang terjadi dengan sahabatnya Nia.

Arif yang selalu ada disisi nia menemani Nia pergi kemanapun dan

selalu menjadi sandaran Nia disetiap masalah yang datang tapi

mengapa hatinya justru menjadi milik cowok lain. Nia adalah teman

satu kelompoknya yang dia kenal pada saat masa orientasi

mahasiswa. Dari seringnya Arif bertukar-pikiran sampai

bersendau gurau dengan nia membuatnya merasa nyaman dan

selalu ingin berada di dekat Nia.

     Tapi sayang Nia selama ini hanya menganggapnya sebagai

sahabat dan Arif baru tahu itu setelah beberapa minggu terakhir

Nia sering bercerita tentang Irvan teman satu jurusan dengannya.

Sebenarnya Arif sudah bisa merasakan perbedaan sikap Nia yang

berusaha menjaga jarak dengannya. Hingga suatu malam Arif

berkunjung kerumah Nia. Dari situlah Arif mengenalkan Irvan

kepadanya. Dan lebih menyakitkan hatinya, Nia dengan manjanya

menggelayut dilengan Irvan seakan memberitahukan kepada Arif

bahwa Irvanlah yang menjadi tumpuan hatinya.
     Semenjak itulah persahabatannya dengan Nia seperti tidak

ada artinya seakan apa yang terjadi diantara mereka berdua

hanyalah sebuah lagu manis yang tergantikan dengan lagu yang

baru. Sakit hati Arif membuatnya tidak mampu berkata setiap

bertemu dengan Nia dan Irvan di kampus. Nia yang ingin dia

jadikan pelabuhan terakhir bagi cintanya semakin menjauh tidak

terjangkau . Mati-matian Arif berusaha membunuh cinta

pertamanya. Dia sibukkan diri dengan belajar dan bekerja. Siang

dia bekerja membantu temannya merintis usaha percetakan dan

malam dia habiskan waktunya untuk kuliah dan belajar.

     Tiga tahun telah berlalu semenjak Arif lulus kuliah dan

sekarang kemampuannya sebagai perencana bangunan membuatnya

mendapat kedudukan yang lumayan. Diusianya yang masih muda

dengan apa yang dimilikinya sekarang sudah lebih dari cukup untuk

memulai hidup baru. Tapi entahlah Arif sendiri tidak mengerti

mengapa tidak pernah sedikitpun hatinya tergerak untuk segera

mengakhiri masa lajangnya. Walaupun kedua orang tuanya selalu

mendesak untuk segera berumah tangga bahkan berusaha

menjodohkan Arif dengan gadis pilihan mereka. Tapi Arif tetap

tidak bergeming sama sekali. Bagi Arif tidaklah mudah membuka

pintu hatinya untuk mencintai gadis lain.
     Orang tua Arif adalah seorang dermawan dan sangat baik

kepada mereka yang kesusahan dan membutuhkan bantuannya.

Bahkan mereka mempunyai yayasan yatim piatu yang sudah

berjalan hampir lima belas tahun. Bahkan yayasan yatim piatu itu

telah memiliki sekolah dasar sendiri yang sudah berjalan hampir

dua tahun. Fasilitas sekolah pun tidak kalah dengan sekolah negeri

yang lain. Donatur yayasan yatim piatu memang semakin

bertambah banyak apalagi melihat kemajuan yang dicapainya

membuat semakin banyak yang ingin menjadi donator tetap. Satu

tahun terakhir ini Arif jarang sekali berkunjung ke yayasan karena

kesibukannya yang hampir menyita seluruh waktunya.

     Hingga suatu hari Arif ingin sekali berkunjung ke yayasan

yatim piatu, dia rindu sekali dengan suasana yang meriah oleh

canda tawa anak-anak yayasan. Sebelumnya dia mampir ke toko

roti untuk membeli oleh-oleh yang akan diberikan kepada anak

anak asuhnya.

Suasana masih sepi ketika Arif sampai di rumah yatim piatu

karena anak-anak masih sekolah. Sehingga Arif berpikir lebih baik

menunggu anak-anak dikantor kepala sekolah, disana dia bisa

berbincang dengan Emi teman satu kampusnya dulu dan guru-guru

yang lainnya.
“Assalamualaikum” kata Arif sambil mengetuk pintu kantor.

“Waalaikum salam” jawab salah seorang pegawai dan membukakan

pintu untuk Arif. “Tumben Pak Arif Kesini ada angin apa ya” Tanya

Tedy pegawai administrasi sambil menyilakan Arif untuk duduk.

“Iya nih Ted lagi kangen sama anak-anak lama tidak ketemu. Oiya

bu Emi kemana tidak kelihatan.” Tanya Arif kepada pegawainya.

Sambil mengeser tempat duduk disamping Arif, Tedy menjawab

pertanyaan Arif “Bu Emi tidak bisa masuk pak tadi telpon kalau

putranya sakit. Pak Arif sih jarang kesini sehingga anak-anak

sering tanya kenapa tidak pernah kesini, kelihatannya mereka

rindu sama bapak Ngomong-ngomong ada guru baru disini lho pak.

Orangnya cantik dia tidak mau mendapat uang sedikitpun dari

yayasan karena tujuannya mengajar disini untuk menghilangkan

kesepiannya”. “Wah hebat dong dijaman seperti ini masih ada

orang yang mau bekerja tanpa mengharapkan materi” kata Arif

mengomentari cerita Tedy. Kemudian Tedy melanjutkan ceritanya

mengenai guru baru di sekolahnya. “Kasihan pak dia kehilangan

suami sekaligus anaknya yang berusia satu tahun, karena

kecelakaan.
Waktu itu mereka ingin merayakan idul fitri bersama keluarganya

di Jogja. Tapi sayang sepulang silaturahmi dari Jogja kecelakaan

beruntun merenggut nyawa suami dan anaknya sedangkan dia

sendiri sempat mengalami koma. Untuk menghilangkan kerinduan

kepada anaknya, setiap hari dia berkunjung kesini. Disini dia bisa

melanjutkan kasih sayangnya yang terputus kepada anak-anak

yatim piatu. Bahkan anak-anak sangat menyayanginya. Begitulah

pak Arif ceritanya bagaimana bu Rahmania bisa disini”. Mendengar

nama Rahmania jantung Arif berdebar dengan kencang. Detak

jantung dan pikirannya seakan berpacu menuju ingatannya yang

telah lama dia pendam. Walaupun setiap waktu dia berusaha

melupakan cintanya tapi tidak pernah berhasil. Bahkan cintanya

kepada Nia telah mengakar dihatinya. Tak disangka wanita yang

dicintainya mengalami cobaan tragis yang mungkin sekarang telah

merenggut kebahagiaannya. Tanpa sadar matanya memerah

menahan air mata yang hampir menetes. Ada rasa pedih dan haru

dalam hatinya seperti ikut merasakan penderitaan wanita yang

selalu di cintai. Melihat apa yang terjadi pada Arif. Tedy amat

heran dan bertanya “Apakah bapak terharu mendengar kisah bu

Rahma sampai bapak hampir menangis”. Sambil menganggukkan

kepala Arif menjawab pertanyaan Tedy .“Benar Ted saya seakan

bisa merasakan penderitaan bu Rahmania. Apakah sekarang bu
Rahmania juga mengajar. Pertanyaan Arif yang belum terjawab

terpotong oleh salam dari salah satu guru yang telah selesai

memberikan pelajaran kepada muridnya. Dan suara itu Arif benar-

benar mengenalinya. Dibalikkan badannya sambil menata

jantungnya yang terus berdebar tak menentu. “Silakan masuk bu

mari saya perkenalkan dengan Pak Arif”. Kata Tedy kepada Nia.

Nia yang mengulurkan tangannya kepada Arif sangat terkejut dan

tidak menyangka bahwa dia bertemu Arif disini. Sedangkan Arif

menggengam tangan NIa dengan kuat seakan tidak ingin dilepas.

Arif tidak bisa berkata lebih banyak karena terlalu banyak yang

ingin dia tanyakan sehingga dia tidak tahu bagaimana memulai. Dan

hanya sebuah kalimat sederhana yang bisa dia katakan kepada Nia

“ Bu Nia bagaimana khabarnya lama kita tidak bertemu ya”.

Dengan senyum yang mengembang Nia menjawab pertanyaan Arif.

“ Baik pak Arif sedang apa disini”. Dan begitulah mereka juga

melanjutkan percakapannya bersama dengan guru-guru lain yang

mulai berdatangan ke kantor.
       Semenjak pertemuannya kembali dengan Nia di sekolah panti

asuhan, membuat hatinya bertambah sakit karena wanita yang

dicintainya ternyata tidak bahagia. Dan sekarang hanya satu dalam

pikirannya bahwa dialah yang akan menjadi sandaran hidup

selanjutnya bagi Nia. Arif sadar Nia tidak akan mudah

menerimanya setelah kehilangan suami dan anaknya. Tapi Arif

yakin cintanya akan berlabuh kepada wanita cinta pertamanya.

Sekarang dia akan menjadikan Nia merasa nyaman terlebih dahulu

disampingnya. Dengan keyakinannya Arif membuka kembali cinta

lamanya yang telah disimpan rapi disela-sela hatinya yang terluka.

Selamat berjuang mendapatkan cinta kembali Arif


Original by : hesti

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Stats:
views:2371
posted:3/31/2011
language:Indonesian
pages:7
hestiwi warniningtyas hestiwi warniningtyas teacher sempoaschool.com
About love kid smart easy going