Putusan Perceraian
Shared by: AndreasSwisman
Categories
-
Stats
- views:
- 3933
- posted:
- 3/31/2011
- language:
- Indonesian
- pages:
- 6
Document Sample


Hal 1 dari 7
SALINAN P U T U S A N
Nomor : 2139/ Pdt.G/2009/PA.JS.
BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM
DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA
Pengadilan Agama Jakarta Selatan yang memeriksa dan mengadili perkaraperkara
perdata dalam tingkat pertama, telah menjatuhkan putusan sebagai berikut
dalam perkara antara :
Penggugat, Umur 32 tahun, Agama Islam, Pendidikan SLTA, Pekerjaan Swasta,
Tempat kediaman di Jakarta Selatan. Selanjutnya
disebut sebagai Penggugat;
L a w a n
Tergugat, Umur 42 tahun, Agama Islam, Pendidikan SLTA, Pekerjaan Swasta,
Tempat kediaman di Tangerang. Selanjutnya disebut
sebagai Tergugat;
- Pengadilan Agama tersebut;
- Setelah membaca surat-surat perkara;
- Setelah mendengar keterangan Penggugat serta para saksi juga memperhatikan
bukti-bukti dimuka sidang;
TENTANG DUDUK PERKARANYA
Menimbang, bahwa Penggugat dengan surat gugatannya tertanggal 16
November 2009 yang didaftarkan pada Kepaniteraan Pengadilan Agama Jakarta
Selatan dibawah Nomor 2139/Pdt.G/2009/PA.JS. mengemukakan hal-hal yang pada
pokoknya berbunyi sebagai berikut :
1. Bahwa, Penggugat dan Tergugat telah menikah secara sah Pada tanggal 05
Agustus 1999, dihadapan Pejabat Kantor Urusan Agama Kecamatan Jakarta
Selatan dengan Kutipan Akta Nikah No. 348/13/VIII/1999 tanggal 05 Agustus
1999 ;
2. Bahwa, sesudah menikah Penggugat dan Tergugat hidup rukun dalam membina
rumah tangga di di rumah kediaman bersama di Jakarta Selatan ± 4 tahun, telah
rukun baik (ba'dad dukhul) dan dikaruniai anak 2 orang yang bernama :
2.1. Anak Penggugat Dan Tergugat I, lahir 13 November 1999;
2.2. Anak Penggugat Dan Tergugat II, lahir 1 Agustus 2004;
3. Bahwa, kurang lebih sejak 2004 ketentraman rumah tangga Penggugat dengan
Tergugat mulai goyah, setelah antara Penggugat dan Tergugat terjadi
perselisihan secara terus menerus sampai dengan saat ini, yang penyebabnya
antara lain :
Hal 2 dari 7
3.1. Tergugat sejak awal menikah menikah tidak mencukupi nafkah lahir kepada
Penggugat karena saat itu Tergugat belum bekerja, namun setelah Tergugat
kerja Tergugat memberi nafkah semaunya dan tidak mencukupi, selain itu
Penggugat tidak pernah tahu berapa penghasilan Tergugat setiap bulannya;
3.2. Tergugat dari awal menikah telah menghianati kepercayaan Penggugat
dimana Tergugat telah berselingkuh dengan wanita lain, hal tersebut
Penggugat ketahui langsung oleh Penggugat;
3.3. Tergugat setiap ada permasalahan yang kecil maupun masalah besar sudah
tidak mau perduli, dan komunikasi antara Penggugat dan Tergugat sudah
tidak ada sama sekali;
4. Bahwa, puncak perselisihan dan pertengkaran antara Penggugat dengan Tergugat
tersebut terjadi pada awal Agustus 2009 antara Penggugat dan Tergugat tersebut
berpisah tempat tinggal sampai dengan sekarang tanpa nafkah lahir bathin,
Tergugat pergi meninggalkan kediaman bersama, hal ini sebagai bukti
perselisihan Penggugat dan Tergugat telah berada dalam kondisi yang tidak
mungkin lagi bersatu membina rumah tangga;
5. Bahwa, pihak keluarga pernah menasehati dan mendamaikan Penggugat dengan
Tergugat, namun upaya tersebut tidak berhasil ;
6. Bahwa dengan keadaan yang demikian, Penggugat merasa tidak mungkin lagi
untuk mempertahankan rumah tangga bersama Tergugat. Oleh karena itu
Pengugat berketetapan hati untuk bercerai dengan Tergugat ;
7. Bahwa disamping Penggugat mengajukan gugat cerai, Penggugat juga
menggugat agar Penggugat ditetapkan sebagai pemegang hak hadhonah /
pemeliharaan atas anak yang bernama Anak Penggugat Dan Tergugat I, lahir 13
November 1999 dan Anak Penggugat Dan Tergugat II, lahir 1 Agustus 2004 ,
hasil dari perkawinan antara Penggugat dan Tergugat tersebut diatas;
8. Bahwa, berdasarkan dalil dan alasan tersebut diatas, maka dengan ini Penggugat
memohon kepada bapak Ketua Pengadilan Agama Jakarta Selatan cq Majelis
Hakim yang memeriksa perkara ini untuk dapat menentukan suatu hari
persidangan, kemudian memanggil Penggugat dan Tergugat untuk diperiksa dan
diadili, selanjutnya memberikan putusan yang amarnya sebagai berikut :
1. Mengabulkan gugatan Penggugat seluruhnya ;
2. Menjatuhkan thalak satu bain sughro Tergugat terhadap Penggugat;
3. Menetapkan anak Penggugat dan Tergugat yang bernama Anak Penggugat
Dan Tergugat I, lahir 13 November 1999 dan Anak Penggugat Dan Tergugat
II, lahir 1 Agustus 2004 berada dalam pengasuhan dan pemeliharaan
Penggugat;
Hal 3 dari 7
4. Menetapkan biaya perkara ini sesuai dengan peraturan perundang-undangan
yang berlaku;
ATAU : Apabila Pengadilan berpendapat lain mohon putusan yang seadiladilnya;
Menimbang, bahwa pada hari – hari persidangan perkara ini Penggugat telah
hadir sendiri di persidangan, sedangkan Tergugat tidak hadir di persidangan dan tidak
mengirim wakil / orang lain sebagai kuasanya yang sah meskipun telah dipanggil
dengan cara resmi dan patut sesuai relaas panggilan Nomor :
2139/Pdt.G/2009/PA.JS, tanggal 9 Desember 2009 , 6 Januari 2010 dan 22 Februari
2010 oleh karena itu perkara ini dapat diperiksa tanpa hadirnya Tergugat;
Menimbang, bahwa Majelis Hakim telah berusaha mendamaikan pihak
yang berperkara dengan menasehati Penggugat tetapi tidak berhasil;
Menimbang, bahwa kemudian dibacakan gugatan Penggugat yang isinya
tetap dipertahankan oleh Penggugat;
Menimbang, bahwa untuk menguatkan dalil-dalil gugatannya, Penggugat
telah mengajukan alat bukti surat yang diberi tanda P.1 sebagai berikut :
I. Surat :
1. Photo copy Kutipan Akta Nikah Penggugat dan Tergugat No: 488/66/X/1996
tanggal 22 Oktober 1996 ( Bukti P. 1.) ;
2. Photo copy Kartu Tanda Penduduk Penggugat No: 09.5310.530375.0492 tanggal
25 Mei 2009 ( Bukti P. 2.) ;
Photo copy tersebut telah dicocokkan dan ternyata sesuai dengan aslinya dan
telah bermaterai cukup;
II. Saksi-saksi:
I. Saksi I, umur 38 tahun, Agama Islam, pekerjaan Karyawan, tempat
tinggal di Jakarta Selatan;
1. Bahwa saksi adalah kakak kandung Penggugat;
Bahwa Penggugat dengan Tergugat adalah suami istri yang sah
dan sudah mempunyai 2 orang anak;
Bahwa keadaan rumah tangga Penggugat dengan Tergugat sudah
tidak harmonis sering terjadi pertengkaran dan perselisihan
disebabkan antara Penggugat dengan Tergugat saling curiga dan
juga masalah ekonomi;
Bahwa Tergugat meninggalkan Penggugat selama 7 bulan;
2. Bahwa saksi sudah pernah menasehati Penggugat agar rukun
kembali dalam rumah tangganya dengan Tergugat namun tidak
berhasil;
II. Saksi II, umur 40 tahun, Agama Islam, pekerjaan Swasta, tempat
Hal 4 dari 7
tinggal di Jakarta Selatan;
Bahwa saksi adalah adik ipar Penggugat;
Bahwa Penggugat dengan Tergugat adalah suami istri yang sah
dan sudah mempunyai 2 orang anak;
Bahwa keadaan rumah tangga Penggugat dengan Tergugat sudah
tidak harmonis sering terjadi pertengkaran dan perselisihan
disebabkan antara Penggugat dengan Tergugat saling curiga dan
juga masalah ekonomi;
Bahwa Tergugat meninggalkan Penggugat selama 7 bulan;
3. Bahwa saksi sudah pernah menasehati Penggugat agar rukun
kembali dalam rumah tangganya dengan Tergugat namun tidak
berhasil;
Menimbang, bahwa atas keterangan para saksi Penggugat
membenarkannya;
Menimbang, bahwa Penggugat berkesimpulan tetap pada gugatannya dan
tidak akan mengajukan apapun lagi dan mohon putusan;
Menimbang, bahwa untuk mempersingkat uraian putusan ini, segala sesuatu
yang berlangaung dalam persidangan dapat dilihat dalam berita acara persidangan
perkara ini yang dianggap telah termasuk dan merupakan bagian yang tak terpisahkan
dari putusan ini ;
TENTANG HUKUMNYA
Menimbang, bahwa maksud dan tujuan gugatan Penggugat sebagaimana
terurai diatas;
Menimbang, bahwa Tergugat tidak pernah datang menghadap di
persidangan dan tidak pula menyuruh orang lain menghadap sebagai kuasanya,
meskipun telah dipanggil dengan cara resmi dan patut sesuai relaas panggilan
Nomor: 2139/Pdt.G/2009/PA.JS, tanggal 9 Desember 2009, 6 Januari 2010 dan 22
Februari 2010 maka Tergugat yang tidak hadir dipersidangan tersebut harus
dinyatakan tidak hadir dan berdasarkan pasal 125 (1) HIR gugatan Penggugat ini
dapat dikabulkan dengan Verstek;
Menimbang, bahwa berdasarkan keterangan bukti P.1 Penggugat terbukti
sebagai isteri sah dari Tergugat sehingga mempunyai landasan hukum untuk
mengajukan gugatan perceraian kepada Tergugat;
Menimbang, bahwa berdasarkan bukti P.2 dan tidak ada eksepsi dari
Tergugat maka terbukti Penggugat bertempat kediaman di Jakarta Selatan, sehingga
perkara ini menjadi kewenangan Pengadilan Agama Jakarta Selatan sesuai dengan
pasal 73 ayat (1) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 yang telah diubah oleh
Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2006;
Hal 5 dari 7
Menimbang, bahwa dasar hukum yang diajukan oleh Penggugat sebagai
dasar alasan cerai gugat ini adalah sebagaimana dalam pasal 19 huruf (f) Peraturan
Pemerintah Nomor 9 tahun 1975 yang mengisyaratkan harus ada perselisihan dan
pertengkaran yang terus-menerus antara suami isteri itu dan tidak ada harapan akan
rukun lagi dalam rumah tangganya ;
Menimbang, bahwa oleh karena itu Majelis Hakim perlu
mempertimbangkan tentang adanya alasan tersebut ;
Menimbang, bahwa Majelis Hakim telah mendengarkan keterangan saksi
keluarga dan atau orang dekat dengan kedua belah pihak, guna memenuhi ketentuan
pasal 76 Undang-undang Nomor 7 tahun 1989 yang telah diubah oleh Undang-
Undang Nomor 3 Tahun 2006 jo pasal 22 ayat (2) Peraturan Pemerintah Nomor 9
tahun 1975 dan pasal 134 Kompilasi Hukum Islam;
Menimbang, bahwa dari keterangan saksi-saksi keterangannya saling
mendukung dan memperkuat dalil-dalil gugatan Penggugat, kesaksian mana telah
memenuhi ketentuan pasal 171 ayat (1) dan 172 HIR. setelah dihubungkan dengan
keterangan pihak-pihak serta bukti lain, maka dapatlah disimpulkan hal-hal/faktafakta
hukum sebagai berikut :
Bahwa Penggugat dengan Tergugat adalah suami istri yang sah dan sudah
mempunyai dua orang anak;
Bahwa Penggugat dengan Tergugat sering terjadi perselisihan dan
pertengkaran disebabkan antara Penggugat dengan Tergugat saling curiga dan
juga masalah ekonomi;
Bahwa Tergugat meninggalkan Penggugat selama 7 bulan;
Bahwa saksi telah pula ikut menasehati Penggugat namun tidak berhasil;
Menimbang, bahwa dari apa yang telah disimpulkan tersebut diatas, maka
terbuktilah bahwa antara Penggugat dan Tergugat telah terjadi perselisihan dan
pertengkaran yang terus-menerus. Hal mana antara mereka tidak ada harapan untuk
hidup rukun lagi;
Menimbang, bahwa dengan demikian berarti alasan perceraian sebagaimana
tersebut dalam penjelasan pasal 39 ayat 2 huruf (f) Undang-undang Nomor 1 tahun
1974 jo pasal 19 huruf (f) Peraturan Pemerintah Nomor 9 tahun 1975 jo pasal 116
huruf (f) Kompilasi Hukum Islam tersebut telah terbukti adanya ;
Menimbang, bahwa dengan telah terbukti pula adanya perselisihan dan
pertengkaran yang terus-menerus antara Penggugat dengan Tergugat dan tidak ada
harapan hidup rukun lagi dalam rumah tangga tersebut, apabila perkawinan mereka
diteruskan, maka tujuan perkawinan sebagaimana dimaksud pasal 1 Undang-undang
Nomor 1 tahun 1974 tentang perkawinan jo. Pasal 3 Kompilasi Hukum Islam tidak
akan tercapai, bahkan sebaliknya apabila perkawinan mereka tidak
Hal 6 dari 7
diputuskan/diceraikan, maka perselisihan dan pertengkaran yang tidak berkesudahan
antara Penggugat dengan Tergugat tersebut akan mengakibatkan makin beratnya
beban penderitaan lahir dan bathin kedua belah pihak, oleh karena itu Pengadilan
berpendapat, bahwa perkawinan antara Penggugat dengan Tergugat harus diceraikan,
karena perceraian tersebut adalah paling tepat dan memenuhi rasa keadilan bagi
kedua belah pihak;
Menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tersebut diatas
dan telah terbukti pula bahwa rumah tangga Penggugat dan Tergugat ternyata telah
tidak dapat ditegakkan lagi, karena rumah tangga tersebut telah tidak ditopang diatas
suasana ketentraman, kecintaan, kasih-sayang, harmonisnya pergaulan serta
masingmasing
pihak telah tidak menunaikan apa yang menjadi kewajibannya, sehingga
dengan demikian menurut pasal 70 ayat (1) Undang-undang Nomor 7 tahun 1989
yang telah diubah oleh Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2006 gugatan Penggugat
tersebut harus dikabulkan;
Menimbang, bahwa petitum 3 Penggugat minta agar menetapkan
Penggugat sebagai pemegang hak hadhonah/pemeliharaan atas anak
Penggugat dan Tergugat yang bernama Anak Penggugat Dan Tergugat I, lahir 13
November 1999 dan Anak Penggugat Dan Tergugat II, lahir 1 Agustus 2004;
Menimbang, bahwa berdasarkan keterangan dua orang saksi dibawah sumpah
maka terbukti anak yang bernama Anak Penggugat Dan Tergugat I, lahir 13
November 1999 dan Anak Penggugat Dan Tergugat II, lahir 1 Agustus 2004 adalah
anak kandung Penggugat dengan Tergugat yang berusia kurang dari 12 tahun;
Menimbang, bahwa pasal 105 Kompilasi Hukum Islam dalam hal
terjadinya perceraian pemeliharaan anak yang belum mumayyiz atau belum berumur
12 tahun adalah hak ibunya, oleh karenanya gugatan Penggugat tentang
pemeliharaan anak tersebut dapat dikabulkan;
Menimbang, bahwa oleh karena perkara ini termasuk bidang perkawinan
maka Penggugat dihukum untuk membayar biaya perkara ini sesuai dengan pasal 89
Undang-undang Nomor 7 tahun 1989 yang telah diubah oleh Undang-Undang Nomor
3 Tahun 2006;
Memperhatikan segala peraturan perundang-undangan yang berlaku dan
Hukum Syar’i yang berkaitan dengan perkara ini;
M E N G A D I L I
1. Menyatakan Tergugat yang telah dipanggil dengan resmi dan patut untuk
menghadap di persidangan, tidak hadir;
2. Mengabulkan gugatan Penggugat dengan verstek;
3. Menjatuhkan talak satu bain sughra Tergugat (Tergugat) terhadap diri
Penggugat (Penggugat);
Hal 7 dari 7
4. Menetapkan Penggugat sebagai pemegang hak hadhonah/pemeliharaan
atas anak Penggugat dan Tergugat yang bernama Anak Penggugat Dan
Tergugat I, lahir 13 November 1999 dan Anak Penggugat Dan Tergugat II, lahir
1 Agustus 2004;
5. Membebankan kepada Penggugat untuk membayar biaya perkara ini sebesar Rp.
476.000,- (empat ratus tujuh puluh enam ribu rupiah);
Demikian, putusan ini dijatuhkan di Jakarta Selatan pada hari Senin, tanggal
1 Maret 2010 Masehi, bertepatan dengan tanggal 15 Robi’ul Awwal 1431 Hijriyah,
oleh kami TAMAH,S.H sebagai Hakim Ketua Majelis, Dra. Hj. TUTI ULWIYAH,
M.H dan Drs. CHOTMAN JAUHARI, M.H, masing-masing sebagai Hakim
Anggota dengan dibantu oleh Dra. IDA FITRIYANI sebagai Panitera Pengganti;
Kemudian pada hari itu juga diucapkan Ketua Majelis dalam sidang terbuka
untuk umum dengan di hadiri oleh para Hakim Anggota tersebut, Panitera
Pengganti, Penggugat dan tanpa hadirnya Tergugat;
Hakim Anggota
ttd.
Dra. Hj. TUTI ULWIYAH, M.H
Hakim Ketua
ttd.
TAMAH,S.H
Hakim Anggota
ttd.
Drs. CHOTMAN JAUHARI, M.H
Panitera Pengganti
ttd.
ttd.Dra. IDA FITRIYANI
PERINCIAN BIAYA PERKARA :
1. Biaya Pendaftaran Rp. 30.000;
2. Biaya Panggilan Rp. 435.000;
3. Redaksi Rp. 5.000;
4. Biaya Materai Rp. 6.000;
Jumlah Rp. 476.000;
(empat ratus tujuh puluh enam ribu rupiah)
Untuk salinan yang sama bunyinya
oleh
PANITERA PENGADILAN
AGAMA JAKARTA SELATAN
Dra. HJ. AMINAH
Get documents about "