kredit-komersial by liuqingyan

VIEWS: 482 PAGES: 27

									  PRODUK KREDIT KOMERSIAL
1. PINJAMAN REKENING KORAN
2. PINJAMAN AKSEP
3. PEMBIYAAN GIRO-GIRO MUNDUR
4. ANJAK PIUTANG (FACTORING)
5. POS IMPORT LOAN
6. EXPORT FINANCING
7. TERM LOAN
8. KREDIT SINDIKASI
9. JAMINAN BANK
10. CATATAN ATAS KREDIT KOMERSIAL
11. CATATAN ATAS KREDIT NON-TUNAI
1. PINJAMAN REKENING KORAN

Pinjaman Rekening Koran (PRK) adalah
Pinjaman Revolving jangka pendek (satu
tahun) yang penarikanya dapat dilakukan
setiap saat tampa pemberitahuaan terlebih
dahulu kepada Bank dengan
mepergunakan cek,bilyet Giro atau alat
perintah pembayaran lainya.
         2. PINJAMAN AKSEP
• Pinjaman Aksep (Demand Loan) adalah
  pinjaman revolving Jangka pendek (satu
  tahun) yang penarikannya dilakukan
  dengan pemberitahuan terlebih dahulu
  kepada pihak bank.
• Pelunasan harus dilakukan pada tanggal
  tertentu seperti yang dicantumkan dalam
  surat Aksep
   Kedua produk tersebut memiliki
         perbedaan yaitu :
• Pada PRK, Plafon langsung dibuka di rekening debitur sehingga
  setiap saat dapat ditarik tampa pemberitahuan kepada pihak Bank.
  Sedangkan pada PA, plafon tidak dibuka direkening debitur, dimana
  Bank membuka suatu kartu besar debitur yang bersangkutan untuk
  mengadakan administrasi pencairan atau pelunasan

• Pada PRK, dimungkinkan terjadinya cerukan sedangkan pada PA,
  hal tersebut tidak mungkin terjadi

• Ditinjau dari suatu sudut pengaturan likuidasi bank, PA merupakan
  pinjaman yang memungkinkan Bank mengatur kebutuhan dana
  dengan lebih baik dibandingkan dengan PRK yang dapat
  ditariksetiap saat oleh debitur tanpa pemberitahuan, dengan
  demikian bank harus menyediakan dana setiap saat sebesar plafon
  pinjaman
  3. PEMBIYAAN GIRO-GIRO
          MUNDUR
Fasilitas Pembiayaan Giro Mundur adalah
pinjaman jangka pendek (Max 1 tahun)
yang dipergunakan untuk membiayai giro-
giro dari pihak ke tiga, dimana
pembiayaan tersebut hanya dapat
diberikan sampai sekian persen dari
nominal giro-umumnya 70%-80% dan
tidak 100 % dari nilai nominalnya
            4. ANJAK PIUTANG
               (FACTORING)
• Menurut kepres No.61/1988, anjak Piutang adalah
  pembiayaan dalam bentuk pembelian dan pengalihan
  serta pengurusan piutang atau tagihan jangka pendek
  suatu perusahaan dari transaksi perdagangan dalam
  atau luar negri.

• Dalam proses factoring ini terdapat 3 pihak yang terlibat
  antara lain ; factor (perusahaan factoring) yaitu
  perusahaan yang mengbil alih piutang atau pembeli dan
  pengurus piutang, Client yaitu pihak yang menjual
  piutang, Debtor (debitur piutang) atau costomer
  (pelanggang), dalam hubungan dengan pengalihan
  piutang disebut cesuss, dimana debtor ini merupakan
  pihak yang memiliki hutang kepada client dan
  merupakan objek transaksi factoring.
         Jenis- jenis Anjak piutang
•   Old-line / standar atau full service factoring, yaitu client menyerahkan faktur
    dan memberitahukan kepada customer agar menlunasi piutangnya kepada
    perushaan factoring

•   Recourse Factoring, jenis ini sama dengan full service factoring, tetapi client
    tetap bertanggun jawab atas piutang yang tidak dibayar oleh
    debtor(customer)

•   Maturity Faktoring, ini dilakukan dengan tujuan membantu administrasi
    piutang dagang client.

•   Non-notification atau Confidential factoring. ,yaitu penagihan atas piutang
    tetap dilakukan oleh client seperti biasanya, tetapi hasilnya diteruskan
    kepada factor.

•   Export factoring ,Dimana ajak piutang tidak hanya berlaku untuk
    perdagangan dalam negeri tetapi juga dapat untuk perdagangan
    internasional.
 Keuntungan(Manfaat) Ajak Piutan
          (Factoring)
• Membiayai pertumbuhan
• Perencanaan aliran kas yang lebih baik
• Memperpanjang persyaratan kredit
  penjualan
• Keamanan Kredit Client ke debitor
• Meningkatkan efisiensi
• Memperbaiki neraca Client
    5.POS IMPORT LOAN

• Yaitu pinjaman jangka pendek
  yang dipergunakan untuk
  membiayai pemasukan barang
  dari luar negeri yang
  menggunakan L/C
• Bertujuan untuk membiayai modal
  kerja.
     6. EXPORT FINANCING
• Adalah kredit untuk mambiayai kegiatan yang
  dilakukan dalam rangka ekspor

• Dari sudut waktu pembiayaan, kredit ini dapat
  dibagi menjadi dua jenis, yaitu ; Pre-export
  financing,adalah kredit yang diberikan sebelum
  eksport dilakukan dan post-export
  financing,dengan memanfaatkan fasilitas ini
  eksporting dapat mencairkan draf yang belum
  jatuh tempo sehingga ia tidak perlu menunggu
  tanggal jatuh tempo draf untuk dapat menikmati
  dana tunai.
       7. TERM LOAN

• Term Loan adalah pinjaman
  non-revolving yang
  dipergunakan untuk
  membiayai investasi aktiva
  tetap, misalnya pembangunan
  pabrik, pembelian mesin dan
  lain lain
        8. KREDIT SINDIKASI
• Yaitu Sistem pembiayaan secara bersama-sama oleh
  beberapa bank atau LKBB(lebaga keungan bukan Bank)
• Berdasarkan tugasnya peserta yang tergabung dalam
  kredit sindikasi ini dapat dibagi menjadi ; Manajement
  Group,dimana bank atau lembaga keungan baik sendiri
  maupun bersama bank lain bertugas sebagai pengelola
  kegaitan sindikasi, Lead Bank, diamana bank yang
  menyediakan dana dalam porsi terbesar dalam sindikasi
  tersebut dibanding bank lain, Co-Manager yaitu bank
  menyediakan dana porsi yang lebih besar dibndingkan
  dangan anggota sindikasi, sehingga bank ini meminta
  dibedakan dari anggota lainya,.Ageng Bank yaitu yang
  menyediakan agnggota sindikasi yang ditunjuk sebagai
  pelaksana teknis operational dan manajemen, Member
  Bank, yaitu lembaga keuangan yang menjadi anggota
  sindikasi yang semata-mata bertugas semata-mata
  untuk menyediakan dana saja
       9.JAMINAN BANK
Jaminan bank adalah pernyataan
tertulis yang dikeluarkan oleh bank
atas permintaan nasabahnya untuk
menanggung resiko tertentu yang
timbul bila pihak terjamin tidak dapat
menjalankan kewajibannya dengan
baik kepada pihak yang menerima
jaminan
 10. CATATAN ATAS KREDIT
        KOMERSIAL
Dari seluruh pinjaman komersial,
pinjaman Rekening koran adalah
pinjaman yang paling “kuno” dan oleh
karenanya yang paling sederhana,
dimana debitur diberikan sejumlah
plafon di rekening Gironya, dan boleh
menarik dana atau melunasinya
setiap saat selama jangka waktu
kredit
    11. CATATAN ATS KREDIT NON-
               TUNAI
Kredit Non Tunai dapat diurutkan sebagai berikut :
•    Resiko terkecil adalah” Wesel yang diambil alih” artinya bila
     dokumen yang diambil alih tidak memiliki penyimpangan, resiko
     yang dihadapi hanya resiko pembayaran dari opening Bank
•    Dari urutan Kedua, Bank Garansi jenis Bid Bond (jaminan
     Tender)
•    Resiko terkecil ketika pembukaan Sight L/C. Hal disebabkan oleh
     karena pada Sight L/C. debitur berkewajiban membayar kepada
     Bank sebelum ia dapat mengeluarkan barang dari pelabuhan.
•    Berikutnya adalah jaminan jenis lainya, seperti Advance payment
     Bond dan Perfomance Bond.
•    Resiko terbesar Pembukaan Red Clause L/C dan Usance L/C
     kedua, debitur dapat mengeluarkan barang dari pelabuhan tampa
     membayar terlebih dahulu, tapi cukup akseptasi terhadap unse
     draft yang ditarik oleh eksportir di luar negeri.
              BAB 8
     PRODUK KREDIT CONSUMER
1.   KREDIT KEPEMILIKAN MOBIL
2.   PERHITUNGAN CICILAN KREDIT
3.   KREDIT KEPEMILIKAN RUMAH
4.   KREDIT MULTI GUNA
5.   KREDIT TANPA AGUNAN
6.   KARTU KREDIT
     1. KREDIT KEPEMILIKAN MOBIL

•    Salah satu kredit konsumsi yang paling banyak dikenal,Yaitu Kredit Non-Revolving
     yang diberikan untuk membeli mobil, pelunasan dilakukan dengan system cicilan.
•    Ditinjau dari sudut tanggung jawabnya atas kredit yang disalurkan hubungan antara
     bank dengan dealer dapat bagi menjadi 3 macam :

1.   Full Avalist.
     Dalam system ini, seluruh resiko kredit dipikul oleh dealer mobil walaupun yang
     memberikan kredit adalah bank dan ikatan yang terjadi adalah pembeli mobil dengan
     Bank, bila kredit macet terjadi, bank akan menagih kedealer yang bersangkutan.dan
     dealaer harus bertanggung jawab membayar segala kerugian Bank.

2. Semi Avalist
   Pada system ini dealer menagung resiko kredit sampai tingkat tertentu, bila terjadi
   tingkat kemacetan kredit. Dealer hanya membayar kerugian Bank sampai tingkat
   tertentu saja, sisanya, ditangung oleh Bank pemberi Kredit.

3. Non Avalist
   Dalam sitem ini seluruh resiko kredit ada pada pihak Bank, Dealer tidak menanggung
   resiko sama sekali, ia hanya membantu Bank menyalurkan kredit pemilikan mobil
   dengan memberi rekomendasi kepada pembelinya.
        2. PERHITUNGAN CICILAN
                 KREDIT
•     Cara menghitung Cicilan (Angsuran) Kredit ada Dua Macam :
1.    Suku Bunga dapat ditulis dalam bentuk Flat, Artinya bunga pinjaman
      selalu dihitung dari pokok awal pinjaman, dengan demikian, jumlah
      bunga yang dibayar setiap bulanya adalah sama.
2.    Suku bunga dapat juga ditulis dalam bentuk efektif (anuitas) Artinya
      bunga pinjaman selalu dihitung dari sisa pokok pinjaman, artinya bunga
      yang dibayar dari bulan kebulan adalah berbeda (semakin kecil)

     Sebenarnya Suku bunga Flat merupakan hasil konversi dari suku bunga
      efektif, ini dapat dilihat dari beberapa alasan :
1.    Suka bunga flat selalu terlihat jauh lebih kecil dari pada suku bunga
      efekif/anuitas,hal ini terjadi karena suku buga flat selalu menghitung dari
      pokok awal pinjaman
2.    Perhitungan cicilan perbulan akan jauh lebih lebih mudah dengan
      dengan menggunakan suku bunga flat dibanding dengan suku bunga
      efektif, dengan demikian pekerjaan perhitungan dapat dipermudah.
3.    Lebih mudah menerangkan perhitungan dengan sistem flat dibanding
      dengan sistem efektif.
    Sistem Cicilan dapat dibagi
          menjadi 2 jenis
1. Sistem in Advance, yaitu cicilan
   pertama dari kredit langsung
   pada saat kredit langsung
   dicairkan /cicilan dibayar dimuka
2. Sistem in arrear, Pada sistem ini
   cicilan pertama dilakukan satu
   bulan setelah pencairan kredit
   dilakukan.
3. KREDIT KEPEMILIKAN RUMAH
Housing Loan atau yang lebih dikenal dengan istilah KPR (Kredit
Pemilikan Rumah) adalah pinjaman yang bertujuan untuk membeli
rumah pelunasan dilakukan dengan cicilan

Pengembangan dari KPR ini adalah :
1.   Kredit Pemilikan Apartemen untuk pembelian Apartemen. Kredit
     ini muncul dikota-kota besar seperti; jakarta, Bandung dan
     surabaya.
2.   Kredit Pemilikan tanah untuk pembelian tanah tampa bangunan.
3.   Kredit Pemilikan Ruko (Rumah Toko) dan Rukan (Rumah
     Kanntor).
4.   Kredit Renovasi Rumah.
5.   Kredit pembangunan rumah, yaitu pencairan dilakukan secara
     bertahap sesuai prestasi bangunan.
  4. KREDIT MULTI GUNA
Adalah kredit untuk membiayai hal-hal
yang tidak termasuk dalam kriteria Car
loan dan housing loan. Misalnya untuk
merayakan pernikahan, membayar uang
pangkal dan sumbangan perguruan tinggi,
untuk mengatasi hal tersebut beberapa
bank menawarkan kredit multi guna,
dimana Calon debitur menjaminkan tanah
atau rumah untuk mendapatkan dana
tersebut.
  5. KREDIT TANPA AGUNAN
Ada beberapa bank yang menawarkan
kredit tanpa Agunan (KTA), kredit ini sama
dengan kredit Multi Guna, bedanya, Calon
debitur sama sekali tidak menjamin
apapun. Umumnya kredit ini diberikan
kepada para karyawan yang memiliki
penghasilan tetap. Bagi bank ini adalah
kredit yang beresiko tinggi, oleh
karenanya suku bunga yang dikenakan
jauh lebih tinggi dibandingkan dari kredit
konsumer yang memiliki jaminan.
             6. KARTU KREDIT
•   Kartu Kredit (Credit Card) adalah kartu yang
    dikeluarkan oleh suatu lembaga yang diterima secara
    luas dan dapat dipergunakan sebagai alat pembayaran
    di tempat tempat tertentu.setiap kartu kredit yang
    dikeluarkan diberi limit tertentu, pemakainya tidak boleh
    melebihi limit yang telah ditentukan, bila pemakaiannya
    melebihi limit maka akan dikenakan sanksi (penalti)
    dan bunga tertentu.

•   Ada dua jenis kartu kredit yang saat ini paling banyak
    dikenal yakni; Visa Card dan Master Card.
 Pihak-pihak yang terlibat dalam proses yang
  terlibat dalam proses kartu kredit adalah ;

1.   Badan yang menerbitkan Kartu kredit
2.   Issuer yaitu penerbit kartu kredit.
3.   Cardbolder, yaitu pihak yang namanya tercantum di kartu kredit
     tertentu.
4.   Merchant,yaitu pihak yang menenerima pembayaran dengan
     kartu misalnya, toko, kios, pasar swalayan, restoran dll.
5.   Aquiring Bank, yaitu bank yang memiliki hubungan dengan
     merchant. Aquiring bank akan menerima tagiahan dari merchant
     berupa sales draft dan Aquiring bank akan membayar dana
     kepada merchant sebesar nilai nominal yang dicantumkan dalam
     sales draft dikurangi dengan sekian persen potongan (discount)
     tertentu
     potongan ini disebut mechant discount.
Disamping kartu kredit ada kartu
  yang disebut charge Cardt
Disamping kartu kredit ada kartu yang disebut
charge Cardt , Dimana pada Credit Card,
pemegang kartu tidak harus melunasi seluruh
tagihan tetapi dapat menunda sebagian
penagihan (Walaupun untuk itu harus
membayar bunga). Hal itu tidak berlaku untuk
Charge Car, dimana Cardholder diharuskan
melunasi seluruh tagihan melunasi seluruh
tagihan yang masuk.
KeterlambatanPembayaran atau pembayaran
yang tidak penuh akan langsung digolongkan
sebagai penyimpangan.
   Keuntungan-keuntungan yang
  dapat diperoleh dari kartu kredit
• Pemegang kartu tidak harus membawa uang
  tunai untuk berbelanja,dengan demikian resiko
  membawa uang tunai dapat dihindari. Bila
  terjadi kehilangan kartu, penerbit dapat
  memblokir kartu tersebut untuk mencegah
  kerugian yang mungkin timbul.

• Pada umumnya, kartu kredit juga dapat berlaku
  sebagai Cash Card, dengan menggunakan kartu
  tersebut, Cardholder dapat mengambil uang
  tunai di jaringan bank yang mengeluarkan kartu
  tersebut.
Sebagai Credit Card, pada saat tagihan masuk, pemegang
kartu tidak harus membayar seluruh tagihan sekaligus, tetapi
dapat hanya sebagian saja (sejumlah nilai yang ditentukan),
tentu saja pemegang kartu harus membayar bunga untuk sisa
tagihannya.

Degan menggunakan kredit Card sebagai alat belanja,
pemegang kartu dapat mengambil keuntungan bunga dari
selisih waktu belanja dengan waktu tagihan.

Penerbit Kartu membagi kartu yang diterbitkanya menjadi dua
kelas, yaitu Classic (reguler) dan Gold. Mudah ditebak kelas
gold lebih tingi dibanding satunya

								
To top