Makalah - Download as DOC

Document Sample
Makalah - Download as DOC Powered By Docstoc
					                                         BAB I

                                  PENDAHULUAN



1.1. Latar Belakang Masalah

       Manusia sebagai mahluk sosial tentunya memerlukan orang lain dalam setiap

aktivitas sehari-hari. Aktivitas tersebut di dapat dari proses belajar yang di mulai dari

masa kecil yang memperoleh keterampilan dan kemampuan dari si ibunya.

Kemampuan belajar sangat penting yang membedakan jenis mahluk yang lain.

       Belajar memberikan manfaat bagi individu dan juga masyarakat. Bagi

individu dalam kebudayaan kita kemampuan untuk belajar secara terus menerus

memberi sumbangan bagi pengembangan berbagai ragam gaya hidup. Bagi

masyarakat belajar memainkan peranan penting dalam penerusan kebudayaan berupa

kumpulan pengetahuan ke generasi baru.

       Orang sebagai individu dan masyarakat mempunyai kepentingan agar berhasil

dalam mengelola belajar. Orang-orang yang sudah terampil belajar mandiri mampu

menguasai berbagai keterampilan untuk mengisi waktu senggang dan melakukan

pekerjaan baru.

       Hal ini sangat penting dalam upaya mengembangkan kreativitas dan

pemikiran agar mencapai tujuan yang diinginkan. Belajar itu harus dilakukan secara

terus menerus tanpa terhalang oleh waktu dan usia.




                                           1
                                                                               2



1.2. Rumusan Masalah

1. Mengapa belajar itu penting ? sebutkan definisi belajar dan jelaskan menuiruit

   saudara tentang belajar (buku, pengarang dan halaman)

2. Jelaskan apa yang dimaksud dengan pengetahuan tentang belajar.

3. Sebutkan 4 asumsi dasar dan urgensinya dalam penerapan CBSA dan

   bagaimanakah peranan CMGA dan CBSA.

4. Apa yang dimaksud dengan :

   a. Learning to learn

   b. Learning to do

   c. Learning to be

   d. Learning know

   e. Learning to life together

5. Melalui proses pengembangan yang bagaimanakah agar melahirkan prilaku baru

   yang disebut kreativitas.
                                                                               3



                                      BAB II

                          PEMBAHASAN DAN HASIL



2.1. Pentingnya Belajar dan Definisi Belajar

       Kemampuan orang untuk belajar ialah ciri penting yang membedakan dari

jenis-jenis mahluk yang lain. kemampuan belajar itu memberikan manfaat bagi

individu dan juga masyarakat. bagi individu kemampuan untuk belajar secaa terus

menerus memberikan sumbangan bagi pengembangan berbagai ragam gaya hidup.

       Bagi masyarakat, belajar memainkan peranan penting dalam penerusan

kebudayaan berupa kumpulan pengetahuan ke generasi baru.

       Definisi Belajar

1. Belajar adalah aktivitas yang menghasilkan perubahan pada diri individu yang

   belajar, baik aktual maupun potensial.

2. Belajar adalah aktivitas pengembangan diri melalui pengalaman, bertumpu pada

   kemampuan diri belajar di bawah bimbingan pengajaran.

3. Belajar adalah suatu modifikasi/memperteguh kelakuan melalui pengalaman.

4. Belajar adalah suatu proses perubahan tingkah laku individu melalui interaksi

   dengan lingkungan

5. Belajar adalah suatu perubahan yang terjadi dalam diri organisme (manusia atau

   hewan) disebabkan oleh pengalaman yang dapat mempengaruhi tingkah laku

   organisme tersebut.




                                            3
                                                                                    4



6. Belajar adalah suatu proses adaptasi atau penyesuaian tingkah laku yang

    berlangsung secara prograsif.

7. Belajar adalah sebagai aktivitas pengembangan diri atau tahap perubahan perilaku

    siswa yang relatif positif dan menetap sebagai hasil interaksi dengan lingkungan

    yang melibatkan proses kognitif.

8. Belajar adalah upaya perubahan tingkah laku dengan serangkaian kegiatan atau

    kegiatan psikofisik menuju ke perkembangan pribadi seutuhnya.

9. Belajar adalah suatu upaya yang bersumber dari kebutuhan dan tujuan siswa.


2.2. Pengetahuan Tentang Belajar

        Sumber-sumber pengetahuan tentang belajar dapat dikenal adanya beberapa

sumber. Termasuk disini adalah foklor/cerita rakyat dan kearifan yang sudah menjadi

tradisi, filsafat, penelitian, empirik dan teori belajar.

a. Kearifan Tradisi

              Kearifan tradisi ialah peribahasa atau maksim yang sering berasal dari

    pengalaman yang luas.

    Contoh : maksim adalah “Spare the rod and spoil the child” (jangan memanjakan

    anak)

b. Filsafat

              Tidak seperti halnya foklor atau kearifan tradisi yang cenderung longgar

    organisasinya, para ahli filsafat telah mengembangkan pandangan yang sistematik

    tentang belajar
                                                                                    5



c. Penelitian Empirik

           Sumber informasi yang agak berbeda tentang hal belajar adalah penelitian

   empirik, mencakup eksperimen tentang objek-objek dan gejala-gejala dalam

   dunia fisik.

           Kesulitan penggunaan penelitian empirik sebagai satu-satunya sumber

   pengetahuan ialah bahwa studi-studi yang dilakukan itu tidak dengan sendirinya

   memajukan pengetahuan kita tentang fenomena-fenomena yang penting.

d. Teori Belajar

           Teori adalah seperangkat asas yang tersusun tentang kejadian-kejadian

   tertentu dalam dunia nyata. Satu ciri teori yang penting adalah bahwa teori itu

   membebaskan      penemuan       penelitian   secara   individual   dari   kenyataan

   kesementaraan waktu dan tempat untuk digantikan dengan suatu dunia yang lebih

   luas (McKeachie, 1976 : 829).

           Secara khusus teori memberikan dua kelebihan

   1. bahwa asas itu tidak seperti halnya maksim dapat di uji

   2. tidak seperti hasil pengamatan yang terlepas-lepas.


2.3. Empat Asumsi Dasar dan Urgensinya dalam Penerapan CBSA dan

    Peranan CMGA dan CBSA.

       4 asumsi dasar dalam penerapan CBSA :

1. Asumsi mengenai pendidikan

2. Asumsi mengenai anak didik
                                                                               6



3. Asumsi mengenai guru

4. Asumsi mengenai proses pengajaran

       Urgensi dalam penerapan CBSA :

1. Kecepatan perkembangan ilmu pengetahuan menuntut perubahan cara mengajar

   yang dilakukan guru

2. Peserta didik lebih menghayati hal-hal yang dipelajari melalui percobaan atau

   praktek langsung

3. Kreativitas peserta didik perlu dibina terus menerus agar pendidikan sejejar

   dengan pendidikan lain.

4. Perbedaan pengembangan berbagai aspek terlibat dalam proses belajar dapat

   diatasi dengan baik

5. Melalui pendekatan CBSA fisik, mental, terlibat dalam proses belajar mengajar

   membantu perkembangan peserta didik menjadi manusia seutuhnya.

       Peranan CMGA dan CBSA

       Di dalam penerapan pendekatan CBSA harus disertai dengan pendekatan

CMSA (Cara Mengajar Guru Aktif). Penerapan kedua pendekatan ini akan

membuahkan situasi pengajaran yang lebih menggairahkan di anatra guru dan peserta

didik dalam belajar mengajar, dan memungkinkan hasilnya optimal.

       Peranan CMGA dan CBSA dapat dinyatakan, bahwa guru dalam pengajaran

harus menempatkan diri sebagai :

1. Pemimpin dalam kegiatan belajar

2. Fasilitator dalam proses belajar
                                                                               7



3. Moderator belajar

4. Motivator dalam kegiatan belajar mengajar

5. Evaluator dalam kegiatan belajar mengajar


2.4. Beberapa istilah dalam Belajar

a. Learning to learn

   Dalam kegiatan belajar mengajar kepada peserta didik hendaknya diberikan hal

   tentang apa yang harus dipelajari namun lebih penting adalah bagaimana

   mempelajarinya dan tentang bagaimana corak belajar.

b. Learning to do

   Peserta didik dalam belakar juga melakukan kegiatan artinya ia harus terlibat

   langsung dalam kegiatan di lapangan.

c. Learning to be

   Peserta didik diharpkan setelah menempuh proses belajar menjadi seorang yang

   mandiri sesuai keahliannya, misalnya menjadi seorang guru/seorang dokter.

d. Learning to known

   Peserta didik diharapkan dalam melakukan proses belajar menjadi tahu apa yang

   sudah dipelajari dan bisa mengamalkannya.

e. Learning to life together

   Peserta didik diharapkan bisa belajar untuk hidup bersama-sama dilingkungan

   masyarakat dan beradaptasi dengan mereka.
                                                                            8



2.5. Proses Pengembangan yang Melahirkan Prilaku Baru yang disebut

     kreativitas

       Yang memadukan dan mengembangkan secara utuh semua domain dasar

dalam diri peserta didik yaitu domain kognitif, afektif dan psikomotor. Proses

pengembangan ketiga aspek secara utuh dan berarti ini akan melahirkan bentuk

prilaku baru yang disebut kreativitas.

       Secara ilustratif dapat digambarkan sebagai berikut :



                       Ranah         Ranah
                      Kognitif       Afektif

                                                        Kreativitas
                            Ranah
                          Psikomotor

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:1388
posted:3/29/2011
language:Indonesian
pages:8
Denok  Fransiska Denok Fransiska oprektor docushared.blogspot.com
About tagged-basistik.blogspot.com,free-pdf-doc-xls-ppt.blogspot.com,soccers-basistik.blogspot.com,pharaswork.blogspot.com,docushared.blogspot.com