ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KONSUMEN by komunitasebook

VIEWS: 2,615 PAGES: 106

									ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KONSUMEN
  DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK
              MIE INSTAN MEREK SEDAAP
    (Studi Pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi Unmer Malang)




                     SKRIPSI
         Diajukan untuk memenuhi sebagian persyaratan
            dalam memperoleh gelar Sarjana Ekonomi
                   Program Studi : Manajemen




                        Disusun Oleh:
                   HERY KURNIAWAN
                      02.22.0028




               FAKULTAS EKONOMI
          UNIVERSITAS MERDEKA MALANG
                      2006
                    LEMBAR PERSETUJUAN SKRIPSI



Nama             : HERY KURNIAWAN
Nomor Pokok      : 02.22.0028
Universitas      : Merdeka Malang
Fakultas         : Ekonomi
Program Studi    : Manajemen

Judul            : ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
                    KONSUMEN DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN
                    PEMBELIAN PRODUK MIE INSTAN MEREK SEDAAP
                    (Studi Pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi Unmer
                    Malang)




                                               Malang,   November 2006


                       DISETUJUI DAN DITERIMA:

        Ketua Program Studi,               Dosen Pembimbing,




   (Dra. ERNA SETIJANI, MM)            (Dra, DIAH WIDIAWATI, MM)

                         Dekan Fakultas Ekonomi
                        Universitas Merdeka Malang




                     (Drs. MAXION SUMTAKY, M.Si.)
     ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
      KONSUMEN DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN
     PEMBELIAN PRODUK MIE INSTAN MEREK SEDAAP
        (Studi Pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi Unmer Malang)



                       Dipersiapkan dan disusun oleh:
                           HERY KURNIAWAN
                              02.22.0028


                Telah dipertahankan di depan dewan penguji
                       Pada Tanggal 04 Agustus 2006


                           Susunan Dewan Penguji
           Ketua Penguji                        Sekretaris Penguji




   (Dra. DIAH WIDIAWATI, MM)                 (Drs. M. NATSIR, MM)
                             Anggota Penguji




                           (Drs. YARNEST, MM)


Skripsi ini telah diterima sebagai salah satu persyaratan
Untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi

                                       Malang,       2006
                                       Dekan Fakultas Ekonomi
                                       Universitas Merdeka Malang




                                       Drs. MAXION SUMTAKY, M.Si.
                           DAFTAR RIWAYAT HIDUP




Nama                        :   HERY KURNIAWAN
Nomor Pokok                 :   02.22.0028
Universitas                 :   Merdeka Malang
Fakultas                    :   Ekonomi

Program studi               :   Manajemen

Tempat dan Tgl.Lahir        :   Banyuwangi,15 Maret 1984
Alamat                      :   Padang Bulan RT. 07 RW. 02 Tegalrejo Tegalsari -
                                Banyuwangi

Nama Orang Tua (Bapak) :        Suryono
                     (Ibu ) :   Sugiarti
Riwayat Pendidikan          :
                        1. Lulus Sekolah Dasar Negeri Tegalsari 4
                           Banyuwangi Tahun 1996
                        2. Lulus Sekolah Menengah Pertama PGRI Tegalsari
                           27 Banyuwangi Tahun 1999
                        3. Lulus Sekolah Menengah Umum Negeri Gambiran
                           1 Banyuwangi Tahun 2002
                        4. Terdaftar sebagai Mahasiswa Fakultas Ekonomi
                           Program Studi Manajemen Universitas Merdeka
                           Malang Tahun 2002
                        KATA PENGANTAR




   Dengan mengucapkan Puji dan Syukur kehadirat Allah Swt Sehingga
penulis dapat menyelesaikan penyusunan Skripsi ini dengan judul:
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KONSUMEN
DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK MIE
INSTAN MEREK SEDAP (Studi Pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi
Unmer Malang)
      Penyusunan Skripsi ini dimaksudkan untuk memenuhi sebagian
persyaratan dalam memperoleh gelar Sarjana Ekonomi di Fakultas
Ekonomi Jurusan Manajemen Universitas Merdeka Malang.
      Pada    kesempatan ini dengan segala kerendahan hati penulis
mengucapkan terima kasih yang sebanyak-banyaknya kepada:


1. Bapak Drs. MAXION SUMTAKY, M.Si., Selaku Dekan Fakultas
   Ekonomi Universitas Merdeka Malang.
2. Ibu Dra. ERNA SETIJANI, MM, Selaku Ketua Program Studi Ekonomi
   Manajemen Universitas Merdeka Malang.
3. Bapak Dra, DIAH WIDIAWATI, MM Selaku Dosen pembimbing yang
   telah banyak memberi pengarahan dan bimbingan serta petunjuk-
   petunjuk yang berguna kepada penulis sehingga penulisan Skripsi ini
   dapat terselesaikan tepat pada waktunya.
4. Bapak dan Ibu Dosen yang telah mengajar dan membimbing penulis
   dari mulai menjadi mahasiswa Ekonomi Manajemen Universitas
   Merdeka Malang
5. Kedua Orang Tuaku tercinta terima kasih atas do’a, cinta, dan kasih
   sayang yang tiada henti-hentinya, serta dukungan moril maupun
   materiil dalam penyusunan skripsi ini.
6. Dan yang terakhir buat semua temen-temenku yang aku kenal dan
   yang pernah membantu aku terimakasih banyak.

      Akhirnya atas bantuan, bimbingan dan pengarahan serta dorongan

yang diberikan semoga mendapatkan balasan dari Tuhan yang Maha Esa.

Penulis menyadari masih banyak kekurangan dalam penulisan Skripsi ini,

dan penulis mengharapkan kritik serta saran yang membangun dari

pembaca demi kesempurnaan Skripsi ini.

      Demikianlah Skripsi ini disusun dan semoga apa yang penulis

sajikan dapat berguna dan bermanfaat bagi para pembaca untuk

menambah bekal ilmu pengetahuan.


                                            Malang, Juli 2006
                                                 Penulis
                                             DAFTAR ISI
                                                                                                  Halaman
HALAMAN JUDUL..................................................................................
HALAMAN PENGESAHAN SKRIPSI .....................................................
SURAT KETERANGAN PENELITIAN ....................................................
DAFTAR RIWAYAT HIDUP ....................................................................
KATA PENGANTAR ...............................................................................
DAFTAR ISI ..........................................................................................
DAFTAR TABEL .....................................................................................
DAFTAR GAMBAR .................................................................................
DAFTAR LAMPIRAN ..............................................................................
ABSTRAKSI ..........................................................................................

BAB I         PENDAHULUAN
              A. Latar Belakang Masalah Penelitian...................................                   1
              B. Perumusan Masalah .........................................................            3
              C. Tujuan Penelitian ..............................................................       3
              D. Kegunaan Penelitian .........................................................          4

BAB II LANDASAN TEORI
              A. Teori Yang Melandasi Permasalahan ...............................                      5
                   1. Pengertian Pemasaran ................................................             5
                   2. Manajemen Pemasaran ..............................................                6
                   3. Pengertian Produk .......................................................         6
                   4. Pengertian perilaku konsumen ....................................                 7
                   5. Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen                                 9
                   6. Peran konsumen dalam membeli ................................ 19
                   7. Jenis-jenis tingkah laku keputusan pembelian ............. 20
                   8. Proses Keputusan Membeli ......................................... 23
                   9. Hasil Penelitian Terdahulu Yang Relevan ................... 28
              B. Hipotesis ........................................................................... 29
BAB III METODE PENELITIAN

       A. Identifikasi dan Definisi Konseptual Variabel .................... 30
       B. Definisi Operasional Variabel ............................................ 32
       C. Ruang Lingkup Penelitian ................................................. 33
       D. Lokasi Penelitian ............................................................... 34
       E. Populasi, dan Sampel ....................................................... 34
       F. Jenis Sumber Data............................................................ 35
       G. Teknik Pengumpulan Data ................................................ 36
       H. Uji Validitas dan Reliabilitas .............................................. 37
       I. Teknik Analisis Data.......................................................... 39

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN HASIL
       PENELITIAN
       A. Hasil Penelitian ................................................................. 43
           1. Sejarah Universitas Merdeka Malang .......................... 43
           2. Gambaran umum mahasiswa konsumen
                produk mie sedap ........................................................ 48
       B. Pembahasan Hasil Penelitian ........................................... 50
           1. Deskripsi Responden................................................... 50
           2. Deskripsi Variabel Penelitian ....................................... 52
           3. Pengujian Instrumen Penelitian
                (Uji Validitas dan Realibilitas) ...................................... 62
           4. Analisis Data ................................................................ 65
       C. Implikasi Hasil Penelitian .................................................. 72
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
       A. Kesimpulan ....................................................................... 73
       B. Saran ................................................................................ 74


DAFTAR PUSTAKA
DAFTAR LAMPIRAN
                                    DAFTAR TABEL


                                                                                       Halaman


Tabel 1. Jenis Kelamin Responden Mahasiswa
         Konsumen Produk Mie Instan Merk Sedap .................................. 50
     2. Usia Responden Mahasiswa
         Konsumen Produk Mie Instan Merk Sedap .................................. 51
     3. Kiriman orang tua per bulan Responden Mahasiswa
         Konsumen Produk Mie Instan Merk Sedap .................................. 51
     4. Distribusi Jawaban Dari Berbagai Item Budaya (X1)
         Terhadap Keputusan Pembelian (Y) ............................................ 53
     5. Distribusi Jawaban Dari Berbagai Item Sosial (X2)
         Terhadap Keputusan Membeli (Y) ................................................ 55
     6. Distribusi Jawaban Dari Berbagai Item Pribadi (X3)
         Terhadap Keputusan Membeli (Y) ................................................ 57
     7. Distribusi Jawaban Dari Berbagai Item Psikologis (X4)
         Terhadap Keputusan Membeli (Y) ................................................ 59
     8. Distribusi Jawaban Dari Berbagai Item
         Keputusan Pembelian (Y) ............................................................. 61
     9. Hasil Uji Validitas Butir Kuesioner ................................................ 63
     10. Hasil Pengujian Reliabilitas .......................................................... 64
     11. Rekapitulasi Hasil Analisa Regresi Berganda .............................. 65
     12. Tabel Anova Hasil Analisis Data................................................... 68
     13. Perbandingan t-hitung dengan taraf signifikan (α = 5%)............... 70
                              DAFTAR GAMBAR


                                                                               Halaman
Gambar
  1. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkah Laku Konsumen.....                     9
  2. Hirarki Kebutuhan Menurut Maslow ............................................. 16
                         DAFTAR LAMPIRAN


                                                Halaman
Lampiran
  1. Kuesioner penelitian

  2. Tabel Hasil Jawaban Kuesioner Penelitian

  3. Tabel Distribusi Frekuensi

  4. Hasil Uji Validitas Instrumen

  5. Hasil Uji Reliabilitas Instrumen

  6. Hasil Analisis Regresi Linier Berganda
                               ABSTRAKSI


       Produk mie instan sebagaimana diketahui adalah salah satu produk
makanan cepat saji yang semakin lama semakin banyak digemari masyarakat
karena kemudahan dalam hal penyajiannya. Demikian juga bagi kalangan
mahasiswa yang sebagian besar berdomisili jauh dari orang tua, produk ini
merupakan makanan cepat saji yang biasa dikonsumsi karena harganya yang
terjangkau, mudah didapatkan dan sifatnya yang tahan lama. Dengan
semakin banyaknya mie instan yang ada di pasaran berarti memberikan
keleluasaan bagi konsumen untuk memilih merk yang sesuai dengan
keinginannya. Oleh karena itu perlu bagi perusahaan untuk menganalisis
perilaku konsumen mie instan untuk mengetahui pola pembeliannya. Dengan
banyaknya merk mie instan yang ada di pasaran akan mendorong
perusahaan bersaing mendapatkan calon konsumen melalui berbagai strategi
yang tepat, misalnya mengubah kemasan, warna, aroma, promosi dan harga.
Lebih jauh lagi produsen dalam mendistribusikan produknya ke pasar
konsumen berusaha agar produknya dapat diterima sesuai dengan apa yang
diinginkan konsumen.
    Dari uraian tersebut di atas maka judul penelitian ini adalah: Analisis
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Konsumen Dalam Pengambilan
Keputusan Pembelian Produk Mie Instan Merek Sedaap (Studi Pada
Mahasiswa Fakultas Ekonomi Unmer Malang).
    Penelitian ini bertujuan untuk:1) Untuk mengetahui dan menganalisis
pengaruh perilaku konsumen yang terdiri dari faktor budaya, sosial, pribadi
dan psikologis terhadap keputusan untuk membeli produk mie instan merek
sedaap, 2) Untuk mengetahui diantara faktor budaya, sosial, pribadi dan
psikologi yang berpengaruh dominan terhadap keputusan mahasiswa untuk
membeli produk mie instan merek sedaap. Dengan menggunakan analisis
regresi linier berganda dan menggunakan sampel sebanyak 40 responden
mahasiswa didapatkan hasil sebagai berikut: Dari hasil analisis didapatkan
bahwa variabel faktor budaya, sosial, pribadi dan psikologis secara
simultan/bersama-sama mempunyai pengaruh signifikan (bermakna)
terhadap keputusan pembelian produk mie instan merek Sedaap dan variabel
psikologis mempunyai pengaruh dominan terhadap keputusan pembelian
produk mie instan merk Sedaap.
                                 BAB I

                            PENDAHULUAN



A. Latar Belakang Permasalahan Penelitian

         Perkembangan teknologi dan industri membawa dampak bagi

   kehidupan manusia terutama dunia usaha pada saat ini. Di samping itu

   banyaknya usaha yang bermunculan baik perusahaan kecil maupun besar

   berdampak pada persaingan yang ketat antar perusahaan baik yang

   sejenis maupun yang tidak sejenis. Oleh karena itu pemasaran

   merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan dalam menghadapi

   persaingan, pengembangan usaha dan untuk mendapatkan laba,

   sehingga perusahaan dapat mengembangkan produknya, menetapkan

   harga, mengadakan promosi dan mendistribusikan barang dengan efektif.

                Pada umumnya perusahaan mengalami kesulitan dalam
  memonitor, memahami dan menganalisis perilaku konsumen secara tepat
  dan benar, mengingat banyaknya faktor yang mempengaruhi perilaku
  konsumen dan adanya perbedaan perilaku untuk masing-masing individu.
  Dengan demikian perusahaan dituntut untuk dapat memantau perubahan-
  perubahan perilaku konsumennya, termasuk perilaku konsumen untuk
  mendapatkan atau memilih produk.

             Produk mie instan sebagaimana diketahui adalah salah satu
  produk makanan cepat saji yang semakin lama semakin banyak digemari
  masyarakat karena kemudahan dalam hal penyajiannya. Demikian juga
  bagi kalangan mahasiswa yang sebagian besar berdomisili jauh dari orang
  tua, produk ini merupakan makanan cepat saji yang biasa dikonsumsi
  karena harganya yang terjangkau, mudah didapatkan dan sifatnya yang
  tahan lama. Dengan semakin banyaknya mie instan yang ada di pasaran
  berarti memberikan keleluasaan bagi konsumen untuk memilih merk yang
  sesuai dengan keinginannya. Oleh karena itu perlu bagi perusahaan untuk
  menganalisis perilaku konsumen mie instan untuk mengetahui pola
  pembeliannya. Dengan banyaknya merk mie instan yang ada di pasaran
  akan mendorong perusahaan bersaing mendapatkan calon konsumen
  melalui berbagai strategi yang tepat, misalnya mengubah kemasan,
  warna, aroma, promosi dan harga. Lebih jauh lagi produsen dalam
  mendistribusikan     produknya     ke   pasar   konsumen       berusaha   agar
  produknya dapat diterima sesuai dengan apa yang diinginkan konsumen.

               Keanekaragaman konsumen dalam memenuhi kebutuhan
  sehari-hari dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor baik yang berasal dari
  diri konsumen maupun luar konsumen. Beberapa faktor yang dapat
  mempengaruhi perilaku konsumen diantaranya adalah faktor budaya,
  sosial, pribadi dan psikologis.Dari uraian tersebut di atas maka judul
  penelitian   ini   adalah:   Analisis   Faktor-Faktor   Yang    Mempengaruhi
  Konsumen Dalam Pengambilan Keputusan Pembelian Produk Mie Instan
  Merek Sedaap (Studi Pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi Unmer Malang).



B. Perumusan Masalah

         Berdasarkan latar belakang permasalahan di atas dapat ditarik

  perumusan masalah sebagai berikut:

  1. Bagaimana pengaruh faktor budaya, sosial, pribadi dan psikologis

     terhadap keputusan mahasiswa untuk membeli produk mie instan

     merek sedaap?
   2. Dari faktor Budaya, sosial, pribadi, dan psikologis diatas, faktor mana

      yang berpengaruh dominan terhadap keputusan untuk membeli produk

      mie instan merek sedaap?


C. Tujuan Penelitian

          Berdasarkan rumusan masalah tersebut maka dapat disusun

   tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui:

   1. Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh perilaku konsumen

      yang terdiri dari faktor budaya, sosial, pribadi dan psikologis terhadap

      keputusan untuk membeli produk mie instan merek sedaap

   2. Untuk mengetahui diantara faktor budaya, sosial, pribadi dan psikologi

      yang berpengaruh dominan terhadap keputusan mahasiswa untuk

      membeli produk mie instan merek sedaap.

D. Manfaat Penelitian

   1. Bagi perusahaan hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan
      informasi dan masukan bagi pihak perusahaan untuk mengetahui
      faktor dominan yang menjadi pertimbangan             konsumen untuk
      mengkonsumsi produk yang ditawarkan sehingga pihak perusahaan
      akan dapat senantiasa menyusun strategi dalam rangka memenuhi
      harapan konsumen.

   2. Bagi penulis, selain sebagai syarat menyelesaikan pendidikan, juga
      dapat menambah khasanah ilmu pengetahuan bidang ilmu manajemen
      pemasaran, dan melatih penulis untuk dapat menerapkan teori-teori
      yang diperoleh dari perkuliahan.
   3. Bagi perguruan tinggi, hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai
      bahan perbandingan dan referensi untuk penelitian selanjutnya.
                                     BAB II

                            LANDASAN TEORI



A. Teori Yang Melandasi Permasalahan

        Dalam     rangka    memperoleh        suatu   pedoman     guna   lebih

  memperdalam masalah, maka perlu dikemukakan suatu landasan teori

  yang bersifat ilmiah. Dalam landasan teori ini dikemukakan teori yang ada

  hubungannya dengan materi-materi yang digunakan dalam pemecahan

  masalah yaitu    teori-teori tentang perilaku konsumen dan keputusan

  pembelian.

  1. Pengertian Pemasaran

           Pengertian pemasaran mengandung pengertian yang lebih luas

     dari sekedar penjualan dan periklanan. Tjiptono (2002:7) memberikan

     definisi pemasaran adalah:

           Suatu proses sosial dan manajerial dimana individu atau
           kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan
           inginkan melalui penciptaan, pewarnaan, dan pertukaran segala
           sesuatu yang bernilai dengan orang atau kelompok lain.

           Sedangkan       Assauri    (1999:4)   mendefinisikan   pemasaran:

     “Sebagai usaha menyediakan dan menyampaikan barang dan jasa

     yang tepat kepada orang-orang yang tepat pada tempat dan waktu

     serta harga yang tepat dengan promosi dan komunikasi yang tepat”.

           Dari definisi di atas menunjukkan bahwa pemasaran merupakan

     serangkaian prinsip untuk memilih pasar sasaran (target market),

     mengevaluasi kebutuhan konsumen, mengembangkan barang dan
  jasa, pemuas keinginan, memberikan nilai kepada konsumen dan laba

  bagi perusahaan.

2. Manajemen Pemasaran

        Manajemen pemasaran merupakan suatu tindakan                  yang

  dilakukan oleh perusahaan yang ditujukan untuk mengatur proses

  pertukaran.

        Menurut Tjiptono (2002:16) adalah:

        Manajemen pemasaran adalah proses perencanaan dan
        pelaksanaan konsepsi penentuan harga, promosi dan distribusi
        barang, jasa dan gagasan untuk menciptakan pertukaran
        dengan kelompok sasaran yang memenuhi tujuan pelanggan
        dan organisasi.


        Sedangkan menurut Rismiati (2001:33) adalah:

        Sebagai     analisis,  perencanaan, implementasi, dan
        pengendalian atas program-program yang dirancang untuk
        menciptakan, membangun dan menjaga pertukaran yang
        menguntungkan dengan pembeli sasaran untuk mencapai
        tujuan organisasional.


3. Pengertian Produk

        Pada dasarnya sebagian besar keuntungan yang didapat oleh

  perusahaan berasal dari kepuasan konsumen dalam menikmati

  produknya. Konsep produksi berpendapat bahwa konsumen akan

  menyukai produk yang berkualitas dengan harga yang relatif murah.

  Untuk itu perusahaan dalam proses kegiatan produksi haruslah

  mengerti dan tahu dengan benar akan arti dari produk itu sendiri.
        Kotler et.al (2000:212) mengemukakan bahwa produk adalah:

  “Segala sesuatu yang dapat ditawarkan ke pasar untuk menarik

  perhatian, dimiliki, digunakan atau dikonsumsi yang dapat memuaskan

  keinginan atau kebutuhan”.

        Selanjutnya produk itu dijelaskan lebih lanjut oleh Lamb,

  Charles et. al (2001:414): “Produk didefinisikan sebagai segala

  sesuatu baik yang menguntungkan maupun tidak yang diperoleh

  seseorang melalui pertukaran”.

        Dari definisi di atas dapat dijelaskan bahwa produk adalah

  segala sesuatu yang memiliki nilai untuk dipasarkan untuk dibeli,

  dipergunakan atau dikonsumsi untuk memenuhi keinginan atau

  kebutuhan.

4. Pengertian perilaku konsumen

        Perilaku konsumen menyangkut masalah keputusan yang

  diambil seseorang dalam persaingannya dan penentuan untuk

  mendapatkan dan mempergunakan barang dan jasa.

        Konsumen mengambil banyak macam keputusan membeli

  setiap hari. Kebanyakan perusahaan besar meneliti keputusan

  membeli konsumen secara amat rinci untuk menjawab pertanyaan

  mengenai apa yang dibeli konsumen, dimana mereka membeli,

  bagaimana dan berapa banyak mereka membeli, serta mengapa

  mereka membeli. Pemasar dapat mempelajari apa yang dibeli

  konsumen untuk mencari jawaban atas pertanyaan mengenai apa
  yang mereka beli, dimana dan berapa banyak, tetapi mempelajari

  mengenai alasan tingkah laku konsumen bukan hal yang mudah,

  jawabannya seringkali tersembunyi jauh dalam benak konsumen.

        Pengertian perilaku konsumen seperti diungkapkan oleh Mowen

  (2002:6) mengatakan: “Studi tentang unit pembelian (buying unit) dan

  proses   pertukaran    yang   melibatkan   perolehan,   konsumsi    dan

  pembuangan, barang, jasa, pengalaman serta ide-ide”.

        Swastha dan Handoko (2000:10) mengatakan:

        Perilaku konsumen (consumer behavior) dapat didefinisikan
        sebagai kegiatan-kegiatan individu yang secara langsung
        terlibat dalam mendapatkan dan mempergunakan barang-
        barang dan jasa-jasa, termasuk didalamnya proses
        pengambilan keputusan pada persiapan dan menentukan
        kegiatan-kegiatan tertentu.

        Dari pengertian di atas maka perilaku konsumen merupakan

  tindakan-tindakan     dan   hubungan   sosial   yang    dilakukan   oleh

  konsumen perorangan, kelompok maupun organisasi untuk menilai,

  memperoleh dan menggunakan barang-barang serta jasa melalui

  proses pertukaran atau pembelian yang diawali dengan proses

  pengambilan keputusan yang menentukan tindakan-tindakan tersebut.

5. Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen

        Dalam memahami perilaku konsumen perlu dipahami siapa

  konsumen, sebab dalam suatu lingkungan yang berbeda akan memiliki

  penelitian, kebutuhan, pendapat, sikap dan selera yang berbeda.
                    Menurut Kotler (2001:144):

                    Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen adalah
                    kebudayaan, faktor sosial, pribadi, psikologis. Sebagian faktor-
                    faktor tersebut tidak diperhatikan oleh pemasar tetapi
                    sebenarnya harus diperhitungkan untuk mengetahui seberapa
                    jauh faktor-faktor perilaku konsumen tersebut mempengaruhi
                    pembelian konsumen.

                                Gambar 1
          Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkah Laku Konsumen

       Budaya
   Kebudayaan                Sosial              Pribadi         Psikologis

                         Kelompok Acuan     Umur dan Tahap         Motivasi
       Budaya                                  daur hidup          Persepsi         Pembeli
                                               Pekerjaan         Pengetahuan
                                            Situasi ekonomi     Keyakinan dan
                            Keluarga          Gaya hidup            Sikap
                                            Kepribadian dan
     Subbudaya                                 konsep diri

                         Peran dan Status

     Kelas Sosial




Sumber : (Kotler, 2001:144)

                    Adapun penjelasannya adalah sebagai berikut:

       a. Faktor kebudayaan

                       Kebudayaan merupakan penentu keinginan dan perilaku

             yang      paling         mendasar     untuk      mendapatkan       nilai,   persepsi,

             preferensi dan perilaku dari lembaga-lembaga penting lainnya.

                       Faktor kebudayaan memberikan pengaruh paling luas dan

             dalam pada tingkah laku konsumen. Pemasar harus mengetahui

             peran yang dimainkan oleh:
   1) Budaya

             Budaya adalah kumpulan nilai-nilai dasar, persepsi,

      keinginan dan tingkah laku       yang dipelajari oleh seorang

      anggota masyarakat dari keluarga dan lembaga penting lainnya.

             Menurut Kotler dan Amstrong (1997:144) termasuk dalam

      budaya ini adalah pergeseran budaya serta nilai nilai dalam

      keluarga.

   2) Sub budaya

             Sub budaya adalah sekelompok orang dengan sistem

      nilai terpisah berdasarkan pengalaman dan situasi kehidupan

      yang umum.

             Sub budaya termasuk nasionalitas, agama, kelompok

      ras, dan wilayah geografis.

   3) Kelas sosial

             Kelas sosial adalah divisi masyarakat yang relatif

      permanen dan teratur dengan para anggotanya menganut nilai-

      nilai, minat dan tingkah laku yang serupa.

b. Faktor sosial

          Kelas sosial merupakan Pembagian masyarakat yang relatif

   homogen dan permanen yang tersusun secara hierarkis dan yang

   anggotanya menganut nilai-nilai, minat, dan perilaku yang serupa.

          Kelas sosial ditentukan oleh satu faktor tunggal, seperti

   pendapatan, tetapi diukur sebagai kombinasi dari pekerjaan,

   pendapatan, pendidikan, kekayaan dan variabel lain. Dalam
beberapa sistem sosial, anggota dari kelas yang berbeda

memelihara peran tertentu dan tidak dapat mengubah posisi sosial

mereka.

       Tingkah laku konsumen juga dipengaruhi oleh faktor-faktor

sosial, yaitu:

1) Kelompok

           Kelompok adalah dua orang atau lebih yang berinteraksi

   untuk mencapai sasaran individu atau bersama. Beberapa

   merupakan kelompok primer yang mempunyai interaksi reguler

   tapi informal-seperti keluarga, teman, tetangga dan rekan

   sekerja. Beberapa merupakan        kelompok sekunder, yang

   mempunyai interaksi lebih formal dan kurang reguler. Ini

   mencakup organisasi seperti kelompok keagamaan, asosiasi

   profesional dan serikat pekerja.

2) Keluarga

           Keluarga adalah organisasi pembelian konsumen yang

   paling penting dalam masyarakat dan telah diteliti secara

   mendalam, pemasar tertarik dalam peran dan pengaruh suami,

   istri dan anak-anak pada pembelian berbagai produk dan jasa.

3) Peran dan status

           Peran terdiri dari aktivitas yang diharapkan dilakukan

   seseorang menurut orang-orang yang ada disekitarnya. Setiap

   peran membawa status yang mencerminkan penghargaan yang
      diberikan oleh masyarakat. Orang seringkali memilih produk

      yang menunjukkan statusnya dalam masyarakat.

c. Faktor pribadi

          Faktor pribadi didefinisikan sebagai karakteristik psikologis

   seseorang yang berbeda dengan orang lain yang menyebabkan

   tanggapan yang relatif konsisten dan bertahan lama terhadap

   lingkungan.

          Keputusan membeli juga dipengaruhi oleh karakteristik

   pribadi, yaitu:

   1) Umur dan tahap daur hidup

              Orang mengubah barang dan jasa yang mereka beli

      selama masa hidupnya. Selera akan makanan, pakaian, perabot

      dan rekreasi sering kali berhubungan dengan umur. Membeli

      juga dibentuk oleh tahap daur hidup keluarga, tahap-tahap yang

      mungkin dilalui oleh keluarga sesuai dengan kedewasaannya.

      Pemasar seringkali menentukan sasaran pasar dalam bentuk

      tahap daur hidup dan mengembangkan produk yang sesuai

      serta rencana pemasaran untuk setiap tahap.

   2) Pekerjaan

              Pekerjaan seseorang mempengaruhi barang dan jasa

      yang    dibelinya.   Pemasar   berusaha   mengenali    kelompok

      pekerjaan yang mempunyai minat di atas rata-rata akan produk

      dan jasa mereka. Sebuah perusahaan bahkan dapat melakukan
   spesialisasi dalam memasarkan produk menurut kelompok

   pekerjaan tertentu.

3) Situasi ekonomi

          Situasi ekonomi sekarang akan mempengaruhi pilihan

   produk. Pemasar produk yang peka terhadap pendapatan

   mengamati     kecenderungan         dalam       pendapatan    pribadi,

   tabungan     dan      tingkat   minat.   Bila     indikator   ekonomi

   menunjukkan resesi, pemasar dapat mengambil langkah-

   langkah untuk merancang ulang, memposisikan kembali dan

   mengubah harga produknya.

4) Gaya hidup

          Pola kehidupan seseorang yang diwujudkan dalam

   aktivitas (pekerjaan, hobi, berbelanja, olahraga, kegiatan sosial),

   minat (makanan, mode, keluarga, rekreasi) dan opini yang lebih

   dari sekedar kelas sosial dan kepribadian seseorang, gaya

   hidup menampilkan pola bereaksi dan berinteraksi seseorang

   secara keseluruhan di dunia.

5) Kepribadian dan Konsep Diri

          Kepribadian setiap orang jelas mempengaruhi tingkah

   laku membelinya. Kepribadian mengacu pada karakteristik

   psikologi unik yang menyebabkan respons yang relatif konsisten

   dan bertahan lama terhadap lingkungan dirinya sendiri.

   Kepribadian biasanya diuraikan dalam arti sifat-sifat seperti rasa
      percaya     diri,   dominasi,   kemudahan    bergaul,   otonomi,

      mempertahankan diri, kemampuan menyesuaikan diri, dan

      keagresifan. Kepribadian dapat bermanfaat untuk menganalisis

      tingkah laku konsumen untuk pemilihan produk atau merek

      tertentu.

d. Faktor psikologis

          Faktor psikologis sebagai bagian dari pengaruh lingkungan

   dimana ia tinggal dan hidup pada waktu sekarang tanpa

   mengabaikan pengaruh dimasa lampau atau antisipasinya pada

   waktu yang akan datang

          Pilihan barang yang dibeli seseorang lebih lanjut dipengaruhi

   oleh faktor psikologi yang penting:

   1) Motivasi

             Kebutuhan yang cukup untuk mengarahkan seseorang

      mencari cara untuk memuaskan kebutuhan.

             Dalam urutan kepentingan, jenjang kebutuhannya adalah

      kebutuhan fisiologis, kebutuhan rasa aman, kebutuhan sosial,

      kebutuhan penghargaan, dan kebutuhan pengaktualisasian diri.

      Mula-mula seseorang mencoba untuk memuaskan kebutuhan

      yang paling penting. Kalau sudah terpuaskan, kebutuhan itu

      tidak lagi menjadi motivator dan kemudian orang tersebut akan

      mencoba memuaskan kebutuhan paling penting berikutnya.

      Misalnya orang yang kelaparan (kebutuhan fisiologis) tidak akan

      tertarik dengan apa yang terjadi dalam dunia seni (kebutuhan
mengaktualisasikan diri), tidak juga pada bagaimana orang lain

memandang dirinya atau penghargaan orang lain (kebutuhan

sosial atau penghargaan), bahkan tidak tertarik juga pada

apakah mereka menghirup udara bersih (kebutuhan rasa

aman).

      Menurut Engel (2000:285): “Kebutuhan yang diaktifkan

akhirnya menjadi diekspresikan dalam perilaku dan pembelian

dan konsumsi dalam bentuk dua jenis manfaat yaitu : 1)

manfaat utilitarian dan 2) Manfaat hedonik/pengalaman”.

      Dalam motif pembelian produk menurut Engel (2000:285)

adalah   dengan    mempertimbangkan     dua    manfaat    yaitu:

   “Manfaat utilitarian merupakan atribut produk fungsional

yang obyektif. Manfaat hedonik, sebaliknya mencakup respon

emosional, kesenangan panca indera, mimpi dan pertimbangan-

pertimbangan estetis”.
                      Gambar 2
          Hirarki Kebutuhan Menurut Maslow




                             Kebutuhan
                           Mengaktuali-
                             sasikan diri
                         (pengembangan
                         diri dan realisasi)




                   Kebutuhan akan penghargaan
                      diri, pengakuan, status


                        Kebutuhan Sosial
                      (rasa memiliki, cinta)




                    Kebutuhan akan rasa aman
                     (kepastian, perlindungan)




                         Kebutuhan Fisiologis
                            (Lapar,haus)




Sumber : (Kotler, 2001:197)



2) Persepsi

         Persepsi adalah proses yang dilalui orang dalam memilih,

   mengorganisasikan dan mengintepretasikan informasi guna

   membentuk gambaran yang berarti mengenai dunia.

         Seseorang       yang        termotivasi siap        untuk bertindak.

   Bagaimana     orang       tersebut           bertindak   dipengaruhi   oleh

   persepsinya   mengenai           situasi.      Orang     dapat   membentuk

   persepsi berbeda dari rangsangan yang sama karena 3 macam

   proses penerimaan indera, yaitu:
  a) Perhatian selektif

            Kecenderungan    bagi    manusia   untuk   menyaring
     sebagian besar informasi yang mereka hadapi, berarti
     bahwa pemasar harus bekerja cukup keras untuk menarik
     perhatian konsumen.
  b) Distorsi selektif

            Menguraikan kecenderungan orang untuk meng-

     intepretasikan informasi dengan cara yang akan mendukung

     apa yang telah mereka yakini.

  c) Ingatan selektif

            Orang cenderung lupa akan sebagian besar hal yang

     mereka pelajari. Mereka cenderung akan mempertahankan

     atau mengingat informasi yang mendukung sikap dan

     keyakinan mereka. Karena adanya ingatan selektif.

3) Pengetahuan

         Pembelajaran menggambarkan perubahan dalam tingkah

  laku individual yang muncul dari pengalaman. Pentingnya

  praktik dari teori pengetahuan bagi pemasar adalah mereka

  dapat membentuk permintaan akan suatu produk dengan

  menghubungkannya         dengan     dorongan    yang     kuat,

  menggunakan petunjuk yang membangkitkan motivasi, dan

  memberikan peranan positif.
         Menurut Kotler (2000:157) menyatakan:

         Pembelajaran menggambarkan perubahan dalam tingkah
         laku individual yang muncul dari pengalaman. Ahli teori
         pembelajaran mengatakan bahwa kebanyakan tingkah
         laku manusia dipelajari. Pembelajaran berlangsung
         melalui saling pengaruh dorongan, rangsangan, petunjuk
         respon dan pembenaran.


4) Keyakinan dan sikap

         Melalui tindakan dan pembelajaran, orang mendapatkan

   keyakinan     dan     sikap.    Keduanya     ini,    pada   waktunya

   mempengaruhi        tingkah    laku   membeli.      Keyakinan   adalah

   pemikiran deskriptif yang dimiliki seseorang mengenai sesuatu.

   Keyakinan didasarkan pada pengetahuan yang sebenarnya,

   pendapat atau kepercayaan dan mungkin menaikkan emosi

   atau mungkin tidak.

         Pemasaran tertarik pada keyakinan bahwa orang yang

   merumuskan mengenai produk dan jasa spesifik, karena

   keyakinan     ini   menyusun citra produk dan merek yang

   mempengaruhi tingkah laku membeli yang mempengaruhi

   tingkah laku membeli. Bila ada sebagian keyakinan yang salah

   dan menghalangi pembelian, pemasar pasti ingin meluncurkan

   usaha untuk mengkoreksinya.

         Sikap         menguraikan       evaluasi,      perasaan     dan

   kecenderungan dari seseorang terhadap suatu obyek atau ide

   yang relatif konsisten. Sikap menempatkan orang dalam suatu
        kerangka pemikiran mengenai menyukai atau tidak menyukai

        sesuatu mengenai mendekati atau menjauhinya.

               Menurut Kotler (2000:157) :

               Keyakinan adalah pemikiran deskriptif yang dimiliki
               seseorang mengenai sesuatu. Keyakinan ini mungkin
               didasarkan pada pengetahuan sebenarnya, pendapat
               atau kepercayaan dan mungkin menaikkan emosi dan
               mungkin tidak.


6. Peran konsumen dalam membeli

        Menurut Engel et. Al (2000:31) Keputusan pembelian adalah

  proses merumuskan berbagai alternatif tindakan guna menjatuhkan

  pilihan pada salah satu alternatif tertentu untuk melakukan pembelian.

        Pemasar perlu mengetahui siapa yang terlibat dalam keputusan

  membeli dan peran apa yang dimainkan oleh setiap orang untuk

  banyak produk, cukup mudah untuk mengenali siapa yang mengambil

  keputusan.

        Menurut Engel et. Al (2000:33) beberapa peran dalam

  keputusan membeli:

        a. Pemrakarsa orang yang pertama menyarankan atau
           mencetuskan gagasan membeli produk atau jasa tertentu.
        b. Pemberi pengaruh: orang yang pandangan atau sarannya
           mempengaruhi keputusan membeli.
        c. Pengambil keputusan : orang yang akhirnya membuat
           keputusan membeli atau sebagian dari itu, apakah akan
           membeli, apa yang dibeli, bagaimana membelinya atau di
           mana membeli.
        d. Pembeli : orang yang benar-benar melakukan pembelian
         e. Pengguna : orang yang mengkonsumsi atau menggunakan
            produk atau jasa.


         Mengetahui peserta utama proses pembelian dan peran yang

   mereka mainkan membantu pemasar untuk menyesuaikan program

   pemasaran.

7. Jenis-jenis tingkah laku keputusan pembelian

         Semakin kompleks keputusan yang harus diambil biasanya

   semakin banyak pertimbangannya untuk membeli. Menurut (Kotler,

   2000:160): adapun jenis-jenis tingkah laku membeli konsumen

   berdasarkan pada derajat keterlibatan dan tingkat perbedaan antara

   merek, yaitu:

   a. tingkah laku membeli yang komplek

   b. tingkah laku membeli yang mengurangi ketidakcocokan.

   c. tingkah laku membeli yang mencari variasi

   d. tingkah laku membeli yang menjadi kebiasaan.

      Penjelasan jenis-jenis tingkah laku tersebut adalah sebagai berikut:

   a. Tingkah laku membeli yang kompleks

             Tingkah laku membeli konsumen dalam situasi yang

      bercirikan keterlibatan tinggi konsumen dalam pembelian dan

      perbedaan besar yang dirasakan diantara merek.

             Pembeli ini akan melewati proses pembelajaran, pertama

      mengembangkan keyakinan mengenai produk, kemudian sikap,

      dan selanjutnya membuat pilihan membeli yang dipikirkan masak-
   masak. Pemasar dari produk yang banyak melibatkan peserta

   harus memahami tingkah laku pengumpulan informasi dan evaluasi

   dari konsumen yang amat terlibat. Mereka perlu membantu pembeli

   belajar mengenai atribut kelas produk dan kepentingan relatif

   masing-masing, dan mengenai apa yang ditawarkan merk tertentu,

   mungkin dengan menguraikan panjang lebar keunggulan mereka

   lewat media cetak.

b. Tingkah laku membeli yang mengurangi ketidakcocokan

          Tingkah laku membeli konsumen dalam situasi yang

   bercirikan   keterlibatan   konsumen   yang   tinggi   tetapi   sedikit

   perbedaan yang dirasakan diantara merek. Tingkah laku membeli

   yang mengurangi ketidakcocokan terjadi ketika konsumen amat

   terlibat dalam pembelian barang yang mahal, jarang dibeli dan

   beresiko tetapi melihat sedikit perbedaan diantara merek.

c. Tingkah laku membeli yang merupakan kebiasaan

          Tingkah laku membeli yang menjadi kebiasaan          terjadi di

   bawah kondisi keterlibatan konsumen yang rendah dan perbedaan

   merek yang dirasakan besar.

          Konsumen tampaknya mempunyai keterlibatan yang rendah

   dengan kebanyakan produk yang mempunyai harga murah dan

   sering dibeli.

          Dalam hal ini, tingkah laku konsumen tidak diteruskan lewat

   urutan keyakinan – sikap – tingkah laku yang biasa. Konsumen
   tidak mencari informasi secara ekstensif mengenai merek mana

   yang akan dibeli. Sebaliknya, mereka secara pasif menerima

   informasi ketika   menonton televisi atau membaca majalah.

   Pengulangan iklan menciptakan pengenalan akan merek bukan

   keyakinan pada merek. Konsumen tidak membentuk sikap yang

   kuat terhadap suatu merek; mereka memilih merek karena sudah

   dikenal. Karena keterlibatan mereka dengan produk tidak tinggi,

   konsumen mungkin tidak mengevaluasi pilihan bahkan setelah

   membeli. Jadi, proses membeli melibatkan keyakinan merek yang

   terbentuk oleh pembelajaran pasif, diikuti dengan tingkah laku

   membeli, yang mungkin diikuti atau tidak dengan evaluasi.

         Karena pembeli tidak memberikan komitmen yang kuat pada

   suatu merek, pemasar produk yang kurang terlibat pada beberapa

   perbedaan merek seringkali menggunakan harga dan promosi

   penjualan untuk merangsang konsumen agar mau mencoba

   produk.

d. Tingkah laku membeli yang mencari variasi

         Konsumen menjalani tingkah laku membeli yang mencari

   variasi dalam situasi yang ditandai oleh keterlibatan konsumen

   rendah, tetapi perbedaan merk dianggap berarti.

         Dalam kategori produk seperti ini, strategi pemasaran

   mungkin berbeda untuk merk yang menjadi pemimpin pasar dan

   untuk merk yang kurang ternama. Perusahaan akan mendorong
     pencarian variasi dengan menawarkan harga rendah, penawaran

     khusus, kupon, sampel gratis, dan iklan yang menunjukkan alasan

     untuk mencoba sesuatu yang baru.

8. Proses Keputusan Membeli

             Menurut (Kotler, 2000:204)      tahap-tahap yang dilewati

  pembeli untuk mencapai keputusan membeli melewati lima tahap,

  yaitu:

             a.   Pengenalan Masalah
             b.   Pencarian Informasi
             c.   Evaluasi alternatif
             d.   Keputusan Membeli
             e.   Tingkah laku pasca pembelian.

             Adapun penjelasannya adalah sebagai berikut:

  a. Pengenalan masalah

           Proses membeli dimulai dengan pengenalan masalah dimana

     pembeli mengenali adanya masalah atau kebutuhan. Pembeli

     merasakan perbedaan antara keadaan nyata dan keadaan yang

     diinginkan.

  b. Pencarian informasi

             Seorang konsumen yang sudah terkait mungkin mencari

     lebih banyak informasi tetapi mungkin juga tidak. Bila dorongan

     konsumen kuat dan produk yang dapat memuaskan ada dalam

     jangkauan, konsumen kemungkinan akan membelinya. Bila tidak,

     konsumen dapat menyimpan kebutuhan dalam ingatan atau
   melakukan      pencarian    informasi    yang    berhubungan       dengan

   kebutuhan tersebut.

          Pengaruh relatif dari sumber informasi ini bervariasi menurut

   produk dan pembeli. Pada umumnya, konsumen menerima

   sebagian besar informasi mengenai suatu produk dari sumber

   komersial, yang dikendalikan oleh pemasar. Akan tetapi, sumber

   paling efektif cenderung sumber pribadi. Sumber pribadi tampaknya

   bahkan lebih penting dalam mempengaruhi pembelian jasa.

   Sumber komersial biasanya memberitahu pembeli, tetapi sumber

   pribadi membenarkan atau mengevaluasi produk bagi pembeli.

   Misalnya, dokter pada umumnya belajar mengenai obat baru cari

   sumber komersial, tetapi bertanya kepada dokter lain untuk

   informasi yang evaluatif.

c. Evaluasi alternatif

          Tahap    dari    proses     keputusan    membeli,   yaitu    ketika

   konsumen menggunakan informasi untuk mengevaluasi merk

   alternatif   dalam     perangkat    pilihan.   Konsep   dasar      tertentu

   membantu menjelaskan proses evaluasi konsumen. Pertama, kita

   menganggap bahwa setiap konsumen melihat produk sebagai

   kumpulan atribut produk. Kedua, konsumen akan memberikan

   tingkat arti penting berbeda terhadap atribut berbeda menurut

   kebutuhan dan keinginan unik masing-masing. Ketiga, konsumen

   mungkin akan mengembangkan satu himpunan keyakinan merek
mengenai dimana posisi setiap merek pada setiap atribut.

Keempat,     harapan     kepuasan    produk total   konsumen   akan

bervariasi pada tingkat atribut yang berbeda. Kelima, konsumen

sampai pada sikap terhadap merek berbeda lewat beberapa

prosedur evaluasi. Ada konsumen yang menggunakan lebih dari

satu prosedur evaluasi, tergantung pada konsumen dan keputusan

pembelian.

      Bagaimana konsumen mengevaluasi alternatif barang yang

akan dibeli tergantung pada masing-masing individu dan situasi

membeli      spesifik.   Dalam      beberapa   keadaan,   konsumen

menggunakan perhitungan dengan cermat dan pemikiran logis.

Pada waktu lain, konsumen yang sama hanya sedikit mengevaluasi

atau tidak sama sekali; mereka membeli berdasarkan dorongan

sesaat atau tergantung pada intuisi. Kadang-kadang konsumen

mengambil keputusan membeli sendiri; kadang-kadang mereka

bertanya pada teman, petunjuk bagi konsumen, atau wiraniaga

untuk memberi saran pembelian.

      Pemasar harus mempelajari pembeli untuk mengetahui

bagaimana sebenarnya mereka mengevaluasi alternatif merek. Bila

mereka mengetahui proses evaluasi apa yang sedang terjadi,

pemasar dapat membuat langkah-langkah untuk mempengaruhi

keputusan membeli.
d. Keputusan membeli

         Dalam tahap evaluasi, konsumen membuat peringkat merek

   dan membentuk niat untuk membeli. Pada umumnya, keputusan

   membeli konsumen adalah membeli merek yang paling disukai,

   tetapi dua faktor dapat muncul antara niat untuk membeli dan

   keputusan untuk membeli. Faktor pertama adalah sikap orang lain,

   yaitu pendapat dari orang lain mengenai harga, merek yang akan

   dipilih konsumen. Faktor kedua adalah faktor situasi yang tidak

   diharapkan, harga yang diharapkan dan manfaat produk yang

   diharapkan. Akan tetapi peristiwa-peristiwa yang tak diharapkan

   bisa menambah niat pembelian.

e. Tingkah laku pasca pembelian

         Tahap dari proses keputusan pembeli, yaitu konsumen

   mengambil tindakan lebih lanjut setelah membeli berdasarkan pada

   rasa puas atau tidak puas. Yang menentukan pembeli merasa puas

   atau tidak puas dengan suatu pembelian terletak pada hubungan

   antara harapan konsumen dengan prestasi yang diterima dari

   produk. Bila produk tidak memenuhi harapan, konsumen merasa

   tidak puas, bila memenuhi harapan konsumen merasa puas, bila

   melebihi harapan konsumen akan merasa puas.

         Konsumen mendasarkan harapan mereka pada informasi

   yang mereka terima dari penjual, teman dan sumber-sumber yang

   lain. Bila penjual melebih-lebihkan prestasi produknya, harapan

   konsumen tidak akan terpenuhi dan hasilnya ketidakpuasan.

   Semakin besar antara kesenjangan antara harapan dan prestasi,
         semakin besar ketidakpuasan kosumen. Hal ini menunjukkan

         bahwa pembeli harus membuat pernyataan yang jujur mengenai

         prestasi produknya sehingga pembeli akan puas.

9. Hasil Penelitian Terdahulu Yang Relevan

         Rianawati (2005) judul “Analisis Pengaruh Faktor Dari Perilaku

      Konsumen Terhadap Pembelian Produk Aqua (Studi pada

      Masyarakat Desa Slimbung Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten

      Kediri” Adapun yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini

      adalah:


      1) Apakah faktor Kebudayaan, faktor sosial, faktor pribadi, faktor

          psikologis secara bersama-sama berpengaruh terhadap perilaku

          konsumen dalam penghambilan keputusan mengkonsumsi produk

          Aqua?


      2) Dari pengaruh faktor Kebudayaan, faktor sosial, faktor pribadi, faktor

          psikologis diatas mana yang berpengaruh dominan terhadap

          penghambilan keputusan mengkonsumsi produk Aqua?.


          Dari hasil analisis didapatkan hasil uji hipotesis pertama bahwa

      variabel kebudayaan, sosial, pribadi, dan psikologis secara simultan

      atau bersama-sama mempengaruhi keputusan konsumen dalam

      mengkonsumsi produk air minum merek Aqua dapat diterima atau

      teruji.
          Hasil hipotesis kedua menunjukkan bahwa faktor psikologis secara

      parsial berpengaruh signifikan dan dominan terhadap keputusan

      mengkonsumsi produk air minum merek Aqua.



B. Hipotesis

         Hipotesis ini merupakan jawaban sementara terhadap masalah

   penelitian yang kebenarannya masih harus diuji secara empiris.

         Dari perumusan masalah, tujuan penelitian, landasan teori dan

   telah dituangkan dalam kerangka pikir, maka dapat ditarik hipotesis

   sebagai berikut:

   1. Diduga bahwa faktor kebudayaan, sosial, pribadi dan psikologis secara

      bersama-sama berpengaruh terhadap keputusan pembelian produk

      mie instan merk Sedaap

   2. Diduga bahwa pengaruh psikologis berpengaruh dominan terhadap

      keputusan pembelian produk mie instan merk Sedaap.
                                BAB III


                          METODE PENELITIAN




A. Identifikasi dan Definisi Konseptual Variabel

   1. Identifikasi variabel

      a. Variabel bebas atau independent dalam penelitian ini adalah:

         (x1)   Kebudayaan

         (x2)    Sosial

         (x3)    Pribadi

         (x4)    Psikologi

      b. Variabel     terikat   (dependent)   ini   adalah:     Keputusan

          menggunakan produk (y).

   2. Definisi konseptual variabel

      a. Variabel bebas perilaku konsumen

                 Menurut Kotler (2001: 144-157)

         1) Kebudayaan (X1)

             Mendefinisikan     :    “Kebudayaan    merupakan     penentu

             keinginan dan perilaku yang paling        mendasar untuk

             mendapatkan nilai, persepsi, preferensi dan perilaku dari

             lembaga-lembaga penting lainnya”.
  2) Sosial (X2)

     Mendefinisikan :     “Pembagian    masyarakat yang      relatif

     homogen dan permanen yang tersusun secara hierarkis dan

     yang anggotanya menganut nilai-nilai, minat, dan perilaku

     yang serupa”.

  3) Pribadi (X3)

     Mendefinisikan: “Karakteristik psikologis seseorang yang

     berbeda dengan orang lain yang menyebabkan tanggapan

     yang   relatif   konsisten   dan   bertahan   lama   terhadap

     lingkungan”.

  4) Psikologi (X4)

     Mendefinisikan: “Sebagai bagian dari pengaruh lingkungan

     dimana ia tinggal dan hidup pada waktu sekarang tanpa

     mengabaikan pengaruh dimasa lampau atau antisipasinya

     pada waktu yang akan datang”.

b. Variabel bebas keputusan pembelian

         Menurut Engel et.all, (2000:31): “Keputusan pembelian

   adalah proses merumuskan berbagai alternatif tindakan guna

   menjatuhkan pilihan pada salah satu alternatif tertentu untuk

   melakukan pembelian”.
B. Definisi Operasional Variabel

   1. Kebudayaan (X1)

      Merupakan suatu ciri khas dari sekumpulan orang yang diterapkan

      secara turun-temurun sebagai penuntun dari kehidupan mereka

      sehari-sehari.

      Indikator dari variabel tersebut terdiri dari:

      a. Pergeseran budaya

      b. Wilayah geografis

      c. Kelas sosial

   2. Sosial (X2)

      Merupakan tingkat status sosial masyarakat atau keadaan ekonomi

      seseorang yang terdiri dari pendapatan yang dapat dibelanjakan,

      tabungan dan milik kebanyakan, pekerjaan serta variabel-variabel

      yang lainnya:

      Indikatornya adalah:

      a. Mengikuti lingkungan

      b. Pengalaman dari anggota keluarga

      c. Mengikuti teman

   3. Pribadi (X3)

             Merupakan suatu keadaan dimana seseorang mempunyai

      sifat untuk bisa menentukan           keputusannya sesuai dengan

      keinginannya tanpa ada paksaan dari pihak lain.

      Adapun indikator dari variabel tersebut adalah:
   a. Uang saku

   b. Situasi ekonomi

   b. Gaya hidup

4. Psikologis (X4)

          Merupakan suatu keadaan dimana seseorang mempunyai

   keinginan-keinginan yang berasal dari diri pribadinya untuk

   menentukan keputusannya sesuai dengan keinginannya.

   Indikatornya terdiri dari:

   a. Motivasi

   b. Persepsi

   c. Pengetahuan

5. Keputusan pembelian produk (Y)

          Merupakan suatu tindakan konsumen dalam usaha untuk

   memenuhi kebutuhannya mengkonsumsi mie instan diikuti oleh

   kepuasan yang dirasakan oleh konsumen tersebut.

   Dari variabel ini dapat ditentukan indikatornya antara lain:

   a. Menjatuhkan pilihan atau alternatif pada produk yang terbaik

   b. Pengambilan keputusan dilakukan secara sadar, rasional,

      obyektif dan terencana.

   c. Pembelian kembali
C. Ruang Lingkup Penelitian

         Fokus penelitian ini lebih dititikberatkan pada bidang pemasaran

   yaitu tentang faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku mahasiswa

   dalam melakukan keputusan untuk melakukan pemberian produk mie

   instan merk Sedaap.

D. Lokasi Penelitian

         Lokasi     penelitian   ini   dilakukan   pada   Fakultas    Ekonomi

   Universitas Merdeka Malang.

E. Populasi dan Sampel

         Populasi      adalah     keseluruhan      subyek/obyek      penelitian.

   Sedangkan sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti.

      Populasi adalah totalitas dari semua obyek atau individu yang akan

   diteliti yang mana memiliki karakteristik tertentu, jelas dan lengkap.

   Sedangkan sampel merupakan bagian dari populasi yang diambil

   melalui cara-cara tertentu yang juga memiliki karakteristik tertentu,

   jelas, dan lengkap yang dianggap bisa mewakili populasi.

      Populasi dalam penelitian ini adalah semua mahasiswa Fakultas

   Ekonomi Unmer Malang yang mempunyai kebiasaan mengkonsumsi

   produk mie instan merk sedaap, karena besar populasi tidak dapat

   diketahui secara pasti berapa jumlahnya, oleh karena itu sulit mencari

   berapa jumlah populasi yang tepat.

         Namun berdasarkan pendapat ahli seperti yang dikemukakan

   oleh Gay (dalam Hasan, 2002:68): “ukuran sampel minimum yang
  dapat diterima bisa dilihat berdasarkan pada desain atau metode

  penelitian yang digunakan. Jika desain penelitiannya deskriptif-

  korelasional, maka sampel minimum adalah 30”. Dan Menurut

  Supranto (1997:239) menyatakan bahwa: “Sampel penelitian meliputi

  sejumlah elemen (responden) yang lebih besar dari persyaratan

  minimal sebanyak 30 elemen atau responden”.

        Dalam penelitian ini jumlah sampel yang ditentukan oleh peneliti

  adalah sebesar 40 orang dengan pertimbangan terbatasnya waktu,

  dana dan tenaga.

        Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian

  ini adalah teknik accidental sampling. Teknik accidental sampling

  adalah teknik penarikan sampel secara kebetulan yaitu siapa saja yang

  kebetulan ditemui peneliti di lokasi penelitian yaitu pada FE Unmer

  Malang dimana      kuesioner dibagikan kepada      mahasiswa     yang

  kebetulan pernah mengkonsumsi produk mie sedaap dengan melalui

  wawancara awal yang dilakukan penulis.

F. Jenis Sumber Data

  1. Sumber data

           Sumber data yang digunakan adalah data primer. Adapun

     data primernya dalam hal ini adalah data yang diperoleh dari

     jawaban responden     yang diteliti, yaitu berupa data mengenai

     pendapat atau fenomena dari obyek.
  2. Skala Pengukuran

            Penulis memperoleh langsung data-data yang dibutuhkan

     berdasarkan    dari keterangan dan informasi yang diberikan

     responden melalui angket (Kuesioner) yang telah disebarkan

     dengan metode skor, pemberian skor ini digunakan sistem skala

     lima, yaitu:

     a. Jawaban a (Sangat setuju)        diberi skor 5
     b. Jawaban b (Setuju)               diberi skor 4
     c. Jawaban c (Cukup Setuju)         diberi skor 3
     d. Jawaban d (Tidak Setuju)         diberi skor 2
     e. Jawaban e (Sangat Tidak Setuju) diberi skor 1

G. Teknik Pengumpulan Data

        Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan secara acak

  untuk memperoleh sampel dari populasi yang dimaksud, agar

  diperoleh data yang baik maka dipilih dengan menggunakan metode:

  1. Wawancara

            Penulis mengadakan wawancara langsung dengan pihak-

     pihak yang bersangkutan, yaitu para mahasiswa yang terpilih

     sebagai responden guna mendapatkan data-data yang diperlukan.

  2. Kuesioner

            Kuesioner yang dibagikan secara langsung oleh penulis

     kepada responden yang ditemui secara langsung di FE Unmer

     Malang

  3. Dokumentasi
          Dokumentasi, merupakan teknik pengumpulan data dengan

      cara membaca dan mengamati, mengolah laporan-laporan serta

      catatan yang menunjang penelitian ini.


H. Uji Validitas dan Reliabilitas

   1. Uji Validitas
             Uji validitas adalah untuk mengetahui tingkat kevalidan dari

      instrumen (kuesioner) yang digunakan dalam pengumpulan data.

      Uji validitas ini dilakukan untuk mengetahui apakah item-item yang

      tersaji dalam kuesioner benar-benar mampu mengungkapkan

      dengan pasti apa yang akan diteliti.

             Uji validitas ini diperoleh dengan cara mengkorelasi setiap

      skor indikator dengan total skor indikator variabel, kemudian hasil

      korelasi dibandingkan dengan nilai kritis pada taraf siginifikan 0,05.

      Suatu instrumen dikatakan valid apabila mampu mengukur apa

      yang    diinginkan    dan    tinggi   rendahnya   validitas   instrumen

      menunjukkan sejauh mana data yang terkumpul tidak menyimpang

      dari gambaran tentang variabel yang dimaksud.

              Menurut Sugiyono (2004:138) : “Cara yang digunakan

      adalah dengan analisa Item, dimana setiap nilai yang ada pada

      setiap butir pertanyaan dikorelasikan dengan total nilai seluruh butir

      pertanyaan untuk suatu variabel dengan menggunakan rumus

      korelasi product moment”. Syarat minimum untuk dianggap valid

      adalah nilai r hitung > dari nilai r tabel.
         Adapun perhitungan korelasi product moment, dengan rumus
   seperti yang dikemukakan oleh Arikunto (1998 : 220):

                 n  XY  (  X)( Y)
    r
          N X   2
                                 
                       (  X) 2 N Y 2  (  Y) 2   
   Dimana:
   r     = Koefisien korelasi variabel bebas dan variabel terikat

   n = Banyaknya sampel

   X = Skor tiap item

   Y = Skor total variabel


2. Uji Reliabilitas
           Sedangkan uji reliabilitas dimaksudkan untuk mengetahui

   adanya konsistensi alat ukur dalam penggunaannya, atau dengan

   kata lain alat ukur tersebut mempunyai hasil yang konsisten apabila

   digunakan berkali-kali pada waktu yang berbeda.

            Menurut       Arikunto    (1998:145):        “Untuk   uji   reliabilitas

   digunakan Teknik Alpha Cronbach, dimana suatu instrumen dapat

   dikatakan handal (reliabel) bila memiliki koefisien keandalan atau

   alpha sebesar 0,6 atau lebih.

            Pada penelitian ini perhitungan reliabilitas menggunakan
   rumus alpha (Arikunto, 1998: 138) sebagai berikut:
                             2
           k   σb
                   1 
                                 
                                 
    r11         
           k  1 
                       στ 2     
                                 

   Dimana:
                           2
                      x
             x2     N
       
                  N
      r11 = reliabilitas instrumen
      k = banyaknya butir pertanyan

      b 2 = jumlah varians butir

      t 2 = jumlah varians total

I. Teknik Analisis Data

           Untuk mempermudah analisis digunakan aplikasi pengolah data

   SPSS.

   1. Analisis Regresi Berganda

              Untuk mengetahui pengaruh variabel bebas          terhadap

      variabel terikatnya menurut Sanusi, Anwar (2003:309) digunakan

      rumus analisis regresi linier berganda sebagai berikut:

      y = a + b1x1 + b2x2 + b3x3 + b4x 4 + e

      dimana :

      y           = dependent variabel (pembelian)

      a           = konstata

      b1, b2, b3,b4   = koefisien regresi

      n           = banyaknya sampel

      x1, x2, x 3,x4 = independent variabel.

   2. Uji Hipotesis I (Uji F)
          Untuk menguji kebenaran hipotesis pertama digunakan uji F

yaitu     untuk     menguji    keberartian/signifikansi       regresi    secara

keseluruhan dengan rumus hipotesis sebagai berikut:

H0 :      b1 = b2 = b3 = b4 = 0,

          Artinya variasi dari model regresi berhasil menerangkan

variasi     variabel   bebas       secara     keseluruhan,     sejauh     mana

pengaruhnya terhadap variabel tidak bebas (variabel terikat)

Ha :      b1  b2  b3  b4  0

          Artinya    variasi     dari     model    regresi    tidak     berhasil

menerangkan variasi variabel bebas secara keseluruhan, sejauh

mana pengaruhnya terhadap variabel tidak bebas (variabel terikat)

          Pengujian    dengan       uji   F   variansnya      adalah    dengan

membandingkan Fhitung (Fh) dengan Ftabel (Ft) pada  = 0,05 apabila

hasil perhitungannya menunjukkan:

a. Fh > Ft, maka H0 ditolak dan Ha diterima

             Artinya variasi dari model regresi berhasil menerangkan

   variasi variabel bebas secara keseluruhan, sejauh mana

   pengaruhnya terhadap variabel tidak bebas (variabel terikat)

b. Fh < Ft, maka H0 diterima dan Ha ditolak

             Artinya   variasi     dari    model    regresi    tidak    berhasil

   menerangkan variasi variabel bebas secara                     keseluruhan,

   sejauh mana pengaruhnya terhadap variabel tidak bebas

   (variabel terikat)
3. Uji Hipotesis II (Uji t)

           Untuk menguji kebenaran hipotesis kedua langkah pertama

   yang dilakukan adalah pengujian secara parsial melalui uji t.

   Adapun rumusan hipotesis dengan menggunakan Uji t adalah

   sebagai berikut:

   H0 :    b1 = b2 = b3 = b4 = 0

           Artinya variasi variabel bebas dapat menerangkan variabel

   tidak bebas (variabel terikat) dan terdapat pengaruh diantara kedua

   variabel yang diuji

   Ha :    b1  b2  b3  b4  0

           Artinya variasi variabel bebas tidak dapat menerangkan

   variabel tidak bebas (variabel terikat) dan terdapat pengaruh antara

   dua variabel yang diuji.

           Pengujian dilakukan melalui uji t dengan membandingkan

   thitung (th) dengan t   tabel   (tt) pada  0,05. Apabila hasil perhitungan

   menunjukkan:

   a. th ≥ tt maka H0 ditolak dan Ha diterima

       Artinya variasi variabel bebas dapat menerangkan variabel tidak

       bebas (variabel terikat) dan terdapat pengaruh diantara kedua

       variabel yang diuji

   b. th < tt maka H0 diterima dan Ha ditolak

       Artinya variasi variabel bebas tidak dapat menerangkan variabel

       tidak bebas (variabel terikat) dan terdapat pengaruh antara dua

       variabel yang diuji.
Untuk membuktikan hipotesis pertama, yaitu untuk mengetahui

besarnya pengaruh secara keseluruhan dihitung koefisien

determinasi multiplenya (R2). Jika R2 yang diperoleh dari hasil

perhitungan mendekati 1 (satu), maka semakin kuat model

tersebut dapat menerangkan variabel tergantungnya. Kemudian

dilakukan pengujian variansnya dengan uji f.

       Hipotesis diterima apabila titik lebih besar dari t tabel   (th >

tt) atau diperoleh harga p < 0,05.

       Untuk membuktikan hipotesis kedua, masing-masing

koefisien regresinya diuji dengan uji t. Hasil uji t bermakna

apabila diperoleh     thitung lebih besar dari ttabel (th > tt) atau

diperoleh harga probabilitas signifikannya < 0,05 (). Untuk

pengaruh yang dominan ditentukan oleh koefisien regresi

terbesar.
                                BAB IV



      HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN




A. Hasil Penelitian

   1. Sejarah Universitas Merdeka Malang

            Sejarah Universitas Merdeka Malang dimulai dengan adanya

      suatu gagasan yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa yang diilhami

      oleh sebaris kalimat dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.

      Modal utamanya adalah kemauan keras. Kemauan yang menjadi niat

      untuk menjawab tantangan zaman, berupa tuntutan masyarakat

      adanya Pendidikan Tinggi di Kota Malang.

            Perguruan Tinggi Pendidikan Guru (PTPG) yang diresmikan

      oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Moch. Yamin, bulan Oktober

      1954, di Kota Malang, merupakan dorongan perlunya suatu Perguruan

      Tinggi yang dapat melayani kebutuhan Warga Kota Malang yang jauh

      lebih luas. Dalam situasi demikian, gagasan mendirikan Perguruan

      Tinggi Swasta mendapat bentuknya sejak akhir tahun 1963.

            Cikal bakal Universitas Merdeka Malang pada dasarnya adalah

      sebuah perguruan tinggi yang bernama Universitas Sawerigading yang

      berdiri pada tahun 1957. Universitas ini berpusat di Makassar dan

      membuka cabang di kota-kota besar di Jawa salah satunya di Kota
Malang. Universitas ini membuka Fakultas Hukum dan Pengetahuan

Masyarakat,    dan     Fakultas    Ekonomi.   Dalam    mempertahankan

eksistensinya, Perguruan Tinggi Swasta tersebut menarik banyak

minat warga masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikannya. Waktu

itu tuntutan masyarakat terhadap suatu Perguruan Tinggi Swasta

masih sederhana. Gedung kuliah dan perlengkapan akademis tidaklah

menjadi tuntutan utama. Keberadaan Perguruan Tinggi Swasta waktu

itu hanyalah sebuah Papan Nama, dan tempat kuliah yang dapat

disewa atau dipinjam dan Gedung Sekolah yang ada.

      Denyut kehidupan Perguruan Tinggi Swasta itu baru nampak

pada saat-saat Mahasiswanya diterima melalui perploncoan. Saat

itulah Mahasiswanya dengan atribut tertentu mudah dikenali dan

dibedakan     dengan     pelajar    Sekolah   Menengah.     Keteraturan

perkuliahan serta kelengkapan sarana Akademis belum menjadi

kriteria yang penting. Dalam perjalanannya, Universitas Sawerigading

menghentikan kegiatannya karena suatu sebab yang tidak dapat

diatasi pengurusnya, sehingga mahasiswanya sebagian pindah ke

Perguruan Tinggi Kotapraja Malang.

            Memasuki     tahun     enam   puluhan,    merupakan   tahun

optimisme bagi sejumlah orang yang bercita-cita untuk membangun

kembali Pendidikan Tinggi Swasta. Pada suatu kunjungan ke beberapa

cabang Universitas Sawerigading di Jawa, Presiden Universitas

Sawerigading, Nuruddin Sjahadat, singgah di Surabaya. Dalam
pertemuan    itu,   diputuskan   pembukaan     kembali    Universitas

Sawerigading cabang Malang pada tahun ajaran 1962-1963. Sebagai

persiapan pembukaan kuliah itu, Sukiman Dahlan Saleh, dari

Universitas Sawerigading Cabang Surabaya dan S. Dharma dari

Cabang Semarang, ditunjuk untuk mengadakan persiapan. Pusat

Perkantoran dan Sekretariat, dilaksanakan di rumah Jalan Kunir 15

Malang. Fakultas yang akan dibuka adalah Fakultas Hukum dan

Pengetahuan Masyarakat, dan Fakultas Ekonomi.

      Pembukaan kembali Universitas Sawerigading Cabang Malang

ternyata menarik minat para anggota Angkatan Bersenjata, khususnya

anggota Angkatan Darat, dan para Pegawai Negri dan Pegawai

Swasta yang berhasrat menambah pengetahuannya.

      Untuk meningkatkan pelayanan yang lebih baik, dibentuklah

Dewan Pembina yang diketuai Edwin Soedardji, dengan persetujuan

Presiden Sawerigading di Makasar. Sebagai tindak lanjut, disusunlah

Pengurus Baru Universitas Sawerigading Cabang Malang, yang

dikukuhkan dengan Surat Keputusan tanggal 30 November 1962.

Sejak itu pusat kegiatan Perkantoran Universitas dari Jalan Kunir No.

15 dipindahkan ke Jalan Celaket No. 7 Malang (kini menjadi Jalan

Jaksa Agung Suprapto No.7 Malang).

      Berdasarkan Undang-Undang Perguruan Tinggi Nomor 22

tahun 1961, suatu Perguruan Tinggi Swasta yang dibentuk harus

didirikan oleh suatu Badan Hukum. Oleh sebab itu, dibentuklah
Yayasan Perguruan Tinggi Universitas Sawerigading, yang disyahkan

dengan akta Notaris tanggal 20 Mei 1963.

      Dengan     adanya    Yayasan    itu,   kedudukan    Universitas

Sawerigading di Malang oleh pendirinya dianggap otonom dalam arti

pengelolahan Administratif dan Akademik, tidak tergantung lagi dengan

Universitas Sawerigading yang berpusat di Makasar. Kehadiran

Universitas Sawerigading di Malang tahun 1962 mendapat sambutan

masyarakat dengan banyaknya Mahasiswa yang mendaftarkan diri.

Dalam perjalanan selanjutnya, suatu masalah baru muncul ketika

Pimpinan Universitas Sawerigading yang berpusat di Makasar, tidak

dapat menerima kenyataan adanya keinginan Pendiri Universitas

Sawerigading Cabang Malang, yang berdiri otonom. Masalah Status

dan hubungan Organisatoris yang menyangkut kedua belah pihak,

tidak dapat diselesaikan secara memuaskan. Sebagai akibatnya, maka

para pendiri Universitas Sawerigading di Malang membubarkan diri,

dengan cara pembatalan akta pendirian dan dinyatakan bubar sejak

tanggal 28 Januari 1964.

      Kemelut yang melanda Universitas Sawerigading Malang

berakibat pembubaran universitas untuk yang kedua kalinya. Sehari

setelah Yayasan Universitas Sawerigading Malang dinyatakan bubar,

maka pada tanggal 29 Januari 1964, beberapa pengurus Yayasan

mengadakan rapat di Jalan Celaket No. 7 Malang guna memperoleh
Keputusan     untuk      menampung    bekas     Mahasiswa       Universitas

Sawerigading.

       Untuk maksud        tersebut, maka     perlu didirikan    Lembaga

Pendidikan Tinggi baru, kemudian Lembaga Pendidikan Tinggi

tersebut diberi nama “Universitas Merdeka”.

       Serentak dengan Keputusan mendirikan universitas yang baru,

para peserta rapat sepakat untuk segera membentuk Yayasan sebagai

syarat yang ditentukan oleh Undang-Undang Nomor 22 tahun 1961.

Untuk maksud itu, disusunlah konsep akta pendiriannya untuk

memenuhi ketentuan perundangan Perguruan Tinggi. Akta Pendirian

Yayasan barulah diresmikan pada tanggal 5 Juli 1964. Pada awal

berdirinya, Yayasan bernama: Yayasan Perguruan Tinggi Universitas

Merdeka, Pusat Malang, nama yang dipakai sampai tahun 1972,

diketuai oleh M. Dhawam Abdul Ghani. Dalam akta itu berisi

pernyataan berdirinya Yayasan Perguruan Tinggi Merdeka Malang,

Mukadimah Anggaran Dasar, Peraturan-Peraturan yang terdiri dan

Pasal 1 sampai Pasal 8.

       Sejak akta yang pertama, dibuat hingga dewasa ini, telah

diadakan perubahan, penyempurnaan, dan tambahan, melalui akta

Nomor 32 tahun 1972, dan akta Nomor 122 tahun 1983, yang diilhami

oleh   kalimat-kalimat    Pembukaan   Undang-Undang         Dasar    1945.

Diantaranya adalah tujuan untuk mewujudkan manusia Indonesia yang

cerdas. Pada periode ini Yayasan berhasil menjalin hubungan
  Struktural dengan Pemerintah Daerah Tingkat II Kotamadya Malang.

  Sebagai tindak lanjut hubungan itu adalah berupa pengakuan kepada

  Universitas Merdeka, pengakuan itu tertuang dengan Surat Keputusan

  tanggal 18 Mei 1964 Dengan Surat Pengakuan itu, berarti adanya

  pengakuan Pemerintah Daerah kepada Universitas Merdeka, sebagai

  suatu lembaga Pendidikan Tinggi Swasta. Dengan itu pula menjadi

  tanggung jawab Pemerint.ah Daerah untuk memberi bimbingan dan

  pengawasan atas penyelenggaraannya.

2. Gambaran umum mahasiswa konsumen produk mie sedaap

           Saat ini ada kecenderungan pada sebagian masyarakat

  terutama di kalangan mahasiswa dalam kebutuhan akan karbohidrat

  tidak hanya terpenuhi dengan mengkonsumsi nasi. Adanya tuntutan

  bahwa segala sesuatu harus serba cepat dan praktis, maka mie instan

  menjadi salah satu alternatif untuk memenuhi kebutuhan akan pangan

  tersebut. Hal ini terjadi karena selain praktis, harga mie instan relatif

  lebih murah dan tersedia dalam berbagai macam pilihan rasa.

           Mie instant merupakan salah satu jenis makanan yang paling

  populer di Asia Timur dan di Asia Tenggara. Dengan berkembangnya

  produk mie dan teknologi pembuatan mie, salah satunya adalah mie

  instan yang merupakan mie yang tiap helainya telah mengalami

  pengerasan serta dilengkapi dengan bumbu, minyak sayur serta sayur

  kering    yang terpisah   kemasannya. Mie       instan   bisa langsung

  dikonsumsi setelah dituangi air panas (untuk mie instan yang ada
dalam kemasan sterofoam) atau dimasak dahulu ± 3 menit untuk mie

instan yang berada dalam kemasan plastik.

      Di Indonesia, saat ini telah beredar berbagai macam mie instan

dengan berbagai macam rasa. Satiap merk memiliki karakteristik

tersendiri. Biasanya setiap merk menawarkan dua jenis mie instan

yaitu mie rebus dan mie goreng, dan masing-masing jenis memiliki

rasa yang berbeda. Harga dari setiap merk bervariasi.

      Buat mahasiswa, mie bisa jadi merupakan menu tetap saat

kalang kabut kelaparan tengah malam. Selain murah dan mudah

memasaknya, mie juga mengandung gizi yang diperlukan tubuh,

apalagi kalau diramu dengan sayur-sayuran.

      Diantara bermacam produk mie yang beredar di pasaran

terdapat dua merek terkenal yang merajai pasaran dan banyak

dikonsumsi oleh mahasiswa diantaranya adalah Indomie (Indofood)

dan Mie Sedaap Goreng (Wings food). Mie Sedaap yang fenomenal

berhasil menggebrak dan sempat merebut pasar mie gorengan instant

Indonesia, karena dengan rasa yang enak dan porsi yang bisa dibilang

lebih banyak sedikit daripada merk mie yang lain. Hal ini membuat

produk mie sedaap bukan cuma makanan favorit mahasiswa Unmer,

tetapi juga mahasiswa dari hampir semua negara Asia.
B. Pembahasan Hasil Penelitian

  1. Deskripsi Responden

              Responden mahasiswa yang menjadi sampel dalam penelitian
     ini    sebanyak    40    responden   adalah   mahasiswa    yang   pernah
     mengkonsumsi produk mie instan merek sedaap.Gambaran mengenai
     responden yang menjadi sampel penelitian adalah sebagai berikut:
           Jenis kelamin responden penelitian dapat dijelaskan pada tabel
     berikut ini:

                                Tabel 1
                  Jenis Kelamin Responden Mahasiswa
                Konsumen Produk Mie Instan Merk Sedaap

      Jenis Kelamin          Jumlah Responden       Persentase (%)
                                  (Orang)
            Laki-Laki               30                   75,0
           Perempuan                10                   25,0
      JUMLAH                     40                      100
     Sumber: Data primer diolah, 2006

              Tabel di atas menunjukkan bahwa sebagian besar responden
     yang menjawab kuesioner adalah responden yang berjenis kelamin
     laki-laki yaitu sebanyak 30 responden atau (75,0%) dan sisanya adalah
     responden dengan jenis kelamin perempuan sebanyak 10 responden
     (25%).
              Sedangkan responden menurut usia dapat dilihat pada tabel
     berikut ini:
                         Tabel 2
                Usia Responden Mahasiswa
           Konsumen Produk Mie Instan Merk Sedaap

   Usia Responden          Jumlah Responden   Persentase (%)
                                (Orang)
 Kurang dari 20 tahun              6               15,0
 20 tahun                          15              37,5
 diatas 20 tahun                   19              47,5
 JUMLAH                            40              100
Sumber: Data primer diolah, 2006

       Dari tabel di atas dapat dijelaskan bahwa responden     yang

menjadi responden dalam penelitian ini sebagian besar adalah yang

berusia lebih dari 20 tahun yaitu sebanyak 19 orang responden

(47,5%).

       Sedangkan responden menurut kiriman orang tua per bulan
dapat dilihat pada tabel berikut ini:
                           Tabel 3
     Kiriman orang tua per bulan Responden Mahasiswa
         Konsumen Produk Mie Instan Merk Sedaap

  Kiriman Orang Tua        Jumlah Responden   Persentase (%)
       Per Bulan                (Orang)
 Dibawah Rp. 500.000,-             4               10.0
 Rp. 500.000,- s/d Rp.             20              50.0
 1.000.000,-
 Rp. 1.000.000,- s/d Rp.           6               15.0
 1.500.000,-
 Diatas Rp. 1.500.000,-            10              25.0
 JUMLAH                        40                  100
Sumber: Data primer diolah, 2006

       Dari tabel di atas dapat dijelaskan bahwa responden     yang

menjadi responden dalam penelitian ini sebagian besar adalah yang
   mendapat kiriman antara Rp. 500.000,- s/d Rp. 1.000.000,-dari orang

   tuanya yaitu sebanyak 20 orang responden (50,0%).


2. Deskripsi Variabel Penelitian

          Dari hasil penelitian yang dilakukan, tanggapan responden

   terhadap kuesioner yang disebarkan berdasarkan variabel dapat dilihat

   sebagai berikut:

   a. Variabel Budaya (X1)

      Dengan indikator atau pertanyaan:

      X1.1 : Pergeseran budaya

      X1.2 : Wilayah geografis

      X1.3 :   Kelas sosial

               Adapun jawaban dari responden penelitian dapat disajikan

      dalam tabel berikut ini:
                                       Tabel 4

             Distribusi Jawaban Dari Berbagai Item Budaya (X1)
                     Terhadap Keputusan Pembelian (Y)

Item                    Kuesioner/Jawaban                              Jumlah
                                                                 Frekuensi    (%)
 1.    Anda mengkonsumsi produk mie instan Merek Sedaap
       karena sudah terbiasa mengkonsumsi produk sebagai
       pengganti nasi
       a. Sangat Setuju                                             13           32.5
       b. Setuju                                                     5           12.5
       c. Cukup Setuju                                              22           55.0
       d. Tidak Setuju                                               -            -
       e. Sangat Tidak Setuju                                        -            -
 2.    Anda mengkonsumsi produk mie instan Merek Sedaap karena
       mudah di peroleh di wilayah tempat tinggal
       a. Sangat Setuju                                             11           27.5
       b. Setuju                                                     8           20.0
       c. Cukup Setuju                                              21           52.5
       d. Tidak Setuju                                               -            -
       e. Sangat Tidak Setuju                                        -            -
 3.    Anda mengkonsumsi produk mie instan Merek Sedaap
       karena dapat mencerminkan kelas sosial
       a. Sangat Setuju                                             16           40.0
       b. Setuju                                                     5           12.5
       c. Cukup Setuju                                              19           47.5
       d. Tidak Setuju                                               -            -
       e. Sangat Tidak Setuju                                        -            -
    Sumber: Data primer diolah, 2006

                  Dari tabel diatas dapat diketahui item pertama didominasi

           oleh jawaban cukup setuju, yaitu sejumlah 22 responden atau

           55,0%. Hal ini menunjukkan bahwa responden pada umumnya

           menyatakan cukup setuju jika mengkonsumsi produk mie instan

           Merek Sedaap karena sudah terbiasa mengkonsumsi produk

           sebagai pengganti nasi.

                              Pada      item    kedua      jawaban       cukup     setuju

              merupakan jawaban yang paling banyak muncul dengan jumlah

              21 orang atau 52,5% Hal ini menunjukkan bahwa sebagian

              besar responden menyatakan cukup setuju jika mengkonsumsi
      produk mie instan Merek Sedaap karena mudah di peroleh di

      wilayah tempat tinggal

                        Pada item ketiga jawaban cukup setuju juga

      merupakan jawaban yang paling banyak muncul dengan jumlah

      19 orang atau 47.5% Hal ini menunjukkan bahwa sebagian

      besar responden setuju jika mengkonsumsi produk mie instan

      Merek Sedaap karena dapat mencerminkan kelas sosial

          Dari item pertanyaan yang ditanyakan kepada responden

   sebagian     besar     menyatakan   cukup   setuju   sehingga   dapat

   dijelaskan bahwa faktor kebudayaan akan dapat meningkatkan

   keputusan pembelian konsumen terhadap produk mie merek

   sedaap.

b. Variabel Sosial (X2)

   Dengan indikator atau pertanyaan:

   X2.1 : Mengikuti lingkungan

   X2.2 : Pengalaman dari anggota keluarga

   X2.3 : Mengikuti teman

   Adapun jawaban dari responden penelitian dapat disajikan dalam

   tabel berikut ini:
                                         Tabel 5

                  Distribusi Jawaban Dari Berbagai Item Sosial (X2)
                          Terhadap Keputusan Membeli (Y)

Item                         Keterangan                              Jumlah
                                                               Frekuensi    (%)
 1.      Anda mengkonsumsi produk mie instan Merek Sedaap
         karena kebiasaan mengkonsumsi mie instan di sekitar
         lingkungan anda saat ini
         a. Sangat Setuju                                         14        14
         b. Setuju                                                 4         4
         c. Cukup Setuju                                          22       55.0
         d. Tidak Setuju                                           -         -
         e. Sangat Tidak Setuju                                    -         -
 2.      Anda mengkonsumsi produk mie instan Merek Sedaap
         karena adanya pengalaman dari anggota keluarga
         sebelumnya
         a. Sangat Setuju                                         12       30.0
         b. Setuju                                                 7       17.5
         c. Cukup Setuju                                          21       52.5
         d. Tidak Setuju                                           -        -
         e. Sangat Tidak Setuju                                    -        -
 3.      Anda mengkonsumsi produk mie instan Merek Sedaap
         karena adanya pengaruh dari teman
         a. Sangat Setuju                                         14       35.0
         b. Setuju                                                 6       15.0
         c. Cukup Setuju                                          20       50.0
         d. Tidak Setuju                                           -        -
         e. Sangat Tidak Setuju                                    -        -
      Sumber: Data primer diolah, 2006.

                    Dari tabel diatas dapat diketahui item pertama didominasi

            oleh jawaban cukup setuju, yaitu sejumlah 22 orang atau 55.0%.

            Hal    ini    menunjukkan      bahwa      responden   pada   umumnya

            menyatakan cukup setuju jika mengkonsumsi produk mie instan

            Merek Sedaap karena kebiasaan mengkonsumsi mie instan di

            sekitar lingkungan anda saat ini.

                    Pada item kedua jawaban cukup setuju merupakan jawaban

            yang paling banyak didapatkan dengan jumlah 21 orang atau

            52.5%.       Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden
   cukup setuju jika mengkonsumsi produk mie instan Merek Sedaap

   karena adanya pengalaman dari anggota keluarga sebelumnya.

                        Pada   item   ketiga    jawaban   cukup    setuju

      merupakan jawaban yang paling banyak muncul dengan jumlah

      20 orang atau 50,0% Hal ini menunjukkan bahwa sebagian

      besar responden menyatakan cukup setuju jika mengkonsumsi

      produk mie instan Merek Sedaap karena adanya pengaruh dari

      teman.

          Dari    ketiga   item    pertanyaan   yang   diajukan   kepada

   responden     didapatkan       jawaban   sebagian   besar   responden

   menyatakan cukup setuju jika faktor sosial yang mendorong

   konsumen untuk membuat keputusan pembelian adalah berasal

   dari pengaruh lingkungan, pengalaman anggota keluarga             dan

   mengikuti teman.

c. Variabel Pribadi (X3)

   Dengan indikator atau pertanyaan:

   X3.1 : Uang saku

   X3.2 : Situasi ekonomi

   X3.3 : Gaya hidup

   Adapun jawaban dari responden penelitian dapat disajikan dalam

   tabel berikut ini:
                                      Tabel 6

              Distribusi Jawaban Dari Berbagai Item Pribadi (X3)
                      Terhadap Keputusan Membeli (Y)

Item                        Keterangan                            Jumlah
                                                            Frekuensi    (%)
 1.      Anda mengkonsumsi produk mie instan Merek Sedaap
         karena menyesuaikan dengan uang saku anda
         a. Sangat Setuju                                      12           30.0
         b. Setuju                                              7           17.5
         c. Cukup Setuju                                       21           52.5
         d. Tidak Setuju                                        -            -
         e. Sangat Tidak Setuju                                 -            -
 2.      Anda mengkonsumsi produk mie instan Merek Sedaap
         karena menyesuaikan dengan situasi ekonomi
         a. Sangat Setuju                                      12           30.0
         b. Setuju                                              9           22.5
         c. Cukup Setuju                                       19           47.5
         d. Tidak Setuju                                        -            -
         e. Sangat Tidak Setuju                                 -            -
 3.      Anda mengkonsumsi produk mie instan Merek Sedaap
         karena dapat mencerminkan gaya hidup anda
         a. Sangat Setuju                                      14           35.0
         b. Setuju                                              7           17.5
         c. Cukup Setuju                                       19           47.5
         d. Tidak Setuju                                        -            -
         e. Sangat Tidak Setuju                                 -            -
      Sumber: Data primer diolah, 2006.

                   Dari tabel diatas dapat diketahui item pertama didominasi

            oleh jawaban cukup setuju, sejumlah 21 orang atau 52.5%. Hal ini

            menunjukkan bahwa responden pada umumnya menyatakan cukup

            setuju jika mengkonsumsi produk mie instan Merek Sedaap karena

            menyesuaikan dengan uang saku responden

                              Pada     item   kedua     jawaban     cukup     setuju

                merupakan jawaban yang paling banyak muncul dengan jumlah

                19 orang atau 47.5%. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian

                besar responden menyatakan cukup setuju jika mengkonsumsi
      produk mie instan Merek Sedaap karena menyesuaikan dengan

      situasi ekonomi

               Pada item ketiga jawaban cukup setuju juga merupakan

      jawaban yang paling banyak muncul dengan jumlah 19

      responden (47,5%) Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar

      responden menyatakan cukup setuju jika mengkonsumsi produk

      mie instan Merek Sedaap karena dapat mencerminkan gaya

      hidup.

          Dari    ketiga   item   pertanyaan   yang   diajukan   kepada

   responden didapatkan jawaban cukup setuju adalah jawaban yang

   paling mendominasi sehingga dapat dijelaskan bahwa faktor pribadi

   yang mendorong konsumen untuk membuat keputusan pembelian

   adalah berasal dari uang saku, situasi ekonomi, dan gaya hidup.

d. Variabel Psikologis (X4)

   Dengan indikator atau pertanyaan:

   X4.1 : Motivasi

   X4.2 : Persepsi

   X4.3 : Pengetahuan

   Adapun jawaban dari responden penelitian dapat disajikan dalam

   tabel berikut ini:
                                       Tabel 7

            Distribusi Jawaban Dari Berbagai Item Psikologis (X4)
                       Terhadap Keputusan Membeli (Y)

Item                         Keterangan                              Jumlah
                                                               Frekuensi    (%)
 1.      Anda termotivasi mengkonsumsi produk mie instan
         Merek Sedaap karena praktis dan mudah di dapat
         a. Sangat Setuju                                         11        27.5
         b. Setuju                                                10        25.0
         c. Cukup Setuju                                          19        47.5
         d. Tidak Setuju                                           -         -
         e. Sangat Tidak Setuju                                    -         -
 2.      Anda mengkonsumsi produk mie instan Merek Sedaap
         karena adanya persepsi atas iklan produk mie instan
         tersebut
         a. Sangat Setuju                                         10        25.0
         b. Setuju                                                10        25.0
         c. Cukup Setuju                                          20        50.0
         d. Tidak Setuju                                           -         -
         e. Sangat Tidak Setuju                                    -         -
 3.      Anda mengkonsumsi produk mie instan Merek Sedaap
         karena adanya pemahaman atas kandungan gizi produk
         a. Sangat Setuju                                         11        27.5
         b. Setuju                                                10        25.0
         c. Cukup Setuju                                          19        47.5
         d. Tidak Setuju                                           -         -
         e. Sangat Tidak Setuju                                    -         -
      Sumber: Data primer diolah, 2006.

                    Dari tabel diatas dapat diketahui item pertama didominasi

            oleh jawaban cukup setuju, sejumlah 19 orang atau 47,5%. Hal ini

            menunjukkan bahwa responden pada umumnya menyatakan cukup

            setuju jika termotivasi mengkonsumsi produk mie instan Merek

            Sedaap karena praktis dan mudah di dapat

                       Pada item kedua jawaban cukup setuju merupakan

                jawaban yang paling banyak muncul dengan jumlah 20 orang

                atau    50,0%.     Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar

                responden menyatakan cukup setuju jika                 mengkonsumsi
      produk mie instan Merek Sedaap karena adanya persepsi atas

      iklan produk mie instan tersebut

              Pada item ketiga jawaban cukup setuju merupakan

      jawaban yang paling banyak muncul dengan jumlah 19 orang

      atau     47,5%.      Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar

      responden menyatakan cukup setuju jika            mengkonsumsi

      produk mie instan Merek Sedaap karena adanya pemahaman

      atas kandungan gizi produk.

           Dari ketiga item pertanyaan yang ditanyakan kepada

   responden didapatkan bahwa jawaban cukup setuju adalah

   jawaban yang paling mendominasi sehingga dapat dijelaskan

   bahwa     faktor     psikologis   yang mendorong konsumen      untuk

   membuat keputusan pembelian adalah berasal dari faktor motivasi,

   persepsi dan pengetahuan.

e. Variabel Terikat Keputusan Pembelian Produk (Y)

   Dengan indikator atau pertanyaan:

   Y1 :    Menjatuhkan pilihan atau alternatif pada produk yang terbaik

   Y2 :    Pengambilan keputusan dilakukan secara sadar, rasional,

           obyektif dan terencana.

   Y3 :    Pembelian kembali

   Adapun jawaban dari responden penelitian dapat disajikan dalam

   tabel berikut ini:
                                     Tabel 8

 Distribusi Jawaban Dari Berbagai Item Keputusan Pembelian (Y)

Item                       Keterangan                                Jumlah
                                                             Frekuensi        (%)
 1.    Dengan membeli mie instan merk Sedaap berarti
       anda telah menjatuhkan pilihan atau alternatif pada
       produk yang terbaik
       a. Sangat Setuju                                         11            27.5
       b. Setuju                                                 8            20.0
       c. Cukup Setuju                                          21            52.5
       d. Tidak Setuju                                           -             -
       e. Sangat Tidak Setuju                                    -             -
 2.    Dengan membeli mie instan merk Sedaap berarti
       anda telah melakukan pengambilan keputusan
       dilakukan secara sadar, rasional, obyektif dan
       terencana.
       a. Sangat Setuju                                         12            30.0
       b. Setuju                                                10            25.0
       c. Cukup Setuju                                          18            45.0
       d. Tidak Setuju                                           -             -
       e. Sangat Tidak Setuju                                    -             -
 3.    Dengan membeli mie instan merk Sedaap dan
       merasakannya anda akan terdorong untuk
       melakukan pembelian kembali
       a. Sangat Setuju                                         15            37.5
       b. Setuju                                                 7            17.5
       c. Cukup Setuju                                          18            45.0
       d. Tidak Setuju                                           -             -
       e. Sangat Tidak Setuju                                    -             -
Sumber: Data primer diolah, 2006

               Dari tabel diatas dapat diketahui item pertama didominasi

       oleh jawaban cukup setuju, sejumlah 21 orang atau 52,5%. Hal ini

       menunjukkan bahwa responden pada umumnya menyatakan cukup

       setuju jika dalam pengambilan keputusan untuk membeli produk

       mie instan merek Sedaap karena merasa telah menjatuhkan pilihan

       atau alternatif pada produk yang terbaik.

                           Pada item kedua jawaban cukup setuju juga

           merupakan jawaban yang paling banyak muncul dengan jumlah

           18 orang atau 45,0%. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian
          besar       responden   menyatakan   cukup   setuju   jika   dalam

          pengambilan keputusan untuk membeli produk mie instan

          merek Sedaap karena telah melakukan pengambilan keputusan

          dilakukan secara sadar, rasional, obyektif dan terencana..

                          Pada item ketiga jawaban cukup setuju juga

          merupakan jawaban yang paling banyak muncul dengan jumlah

          18 orang atau 45,5%. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian

          besar   responden menyatakan cukup setuju jika setelah

          merasakan produk mie instan merek Sedaap akan melakukan

          pembelian kembali.

3. Pengujian Instrumen Penelitian (Uji Validitas dan Realibilitas)

   a. Uji validitas

             Sebuah instrumen dikatakan valid jika mampu mengukur apa

      yang hendak diukur dari variabel yang diteliti. Teknik yang

      digunakan untuk uji validitas ini adalah “korelasi product moment”

      dari Pearson dengan tingkat kepercayaan 95% ( = 0,05) dilakukan

      dengan cara mengkorelasikan skor masing-masing item dengan

      skor totalnya.

             Adapun hasil uji validitas dengan menggunakan bantuan

      aplikasi program SPSS dapat disajikan dalam tabel berikut ini:
                                           Tabel 9

                         Hasil Uji Validitas Butir Kuesioner

No    Butir Dalam    Koefisien     Nilai Kritis   Sig.2ta iled   Taraf Sig.   Keterangan
       Kuesioner    Korelasi (r)    (r-tabel)      (p-level)     (α = 0,05)
1.       X1.1         0.933           0,312          0.000          0,05        Valid
2.       X1.2          0.923         0,312           0.000         0,05         Valid
3.       X1.3          0.965         0,312           0.000         0,05         Valid
4.       X2.1          0.945         0,312           0.000         0,05         Valid
5.       X2.2          0.924         0,312           0.000         0,05         Valid
6.       X2.3          0.976         0,312           0.000         0,05         Valid
7.       X3.1          0.954         0,312           0.000         0,05         Valid
8.       X3.2          0.985         0,312           0.000         0,05         Valid
9.       X3.3          0.978         0,312           0.000         0,05         Valid
10.      X4.1          0.992         0,312           0.000         0,05         Valid
11.      X4.2          0.981         0,312           0.000         0,05         Valid
12.      X4.3          0.980         0,312           0.000         0,05         Valid
13.       Y1           0.923         0,312           0.000         0,05         Valid
14.       Y2           0.975         0,312           0.000         0,05         Valid
15.       Y3           0.968         0,312           0.000         0,05         Valid
Sumber : Data Primer yang diolah, 2006


                    Sesuai dengan Arikunto (1998:136) bahwa apabila r hitung >

            r tabel, maka dapat dikatakan bahwa suatu instrumen adalah valid.

            Dari hasil pengujian validitas pada tabel 9 dapat dilihat bahwa

            keseluruhan item variabel penelitian mempunyai r hitung > r tabel

            yaitu pada taraf signifikan 95% ( =0,05) dan n = 40 diperoleh r

            tabel = 0,312, maka dapat diketahui r hasil tiap-tiap item > 0,312

            sehingga dapat dikatakan bahwa keseluruhan item variabel

            penelitian adalah valid untuk digunakan sebagai instrument dalam

            penelitian     atau    pertanyaan-pertanyaan         yang     diajukan      dapat

            digunakan untuk mengukur variabel yang diteliti.
b. Uji Reliabilitas

              Sedangkan uji reliabilitas dimaksudkan untuk mengetahui

   adanya konsistensi alat ukur dalam penggunaannya, atau dengan

   kata lain alat ukur tersebut mempunyai hasil yang konsisten apabila

   digunakan berkali-kali pada waktu yang berbeda.

           Menurut       Arikunto   (1998:145):   “Untuk   uji   reliabilitas

   digunakan Teknik Alpha Cronbach, dimana suatu instrumen dapat

   dikatakan handal (reliabel) bila memiliki koefisien keandalan atau

   alpha sebesar 0,6 atau lebih.

           Adapun hasil uji reliabilitas      yang dilakukan terhadap

   instrumen penelitian ini dapat dijelaskan pada tabel berikut ini:

                               Tabel 10

                      Hasil Pengujian Reliabilitas

         No   Butir Dalam       Nilai        Status
               Kuesioner       Alpha
         1.        X1          0.9344        Reliabel
         2.        X2          0.9442        Reliabel
         3.        X3          0.9708        Reliabel
         4.        X4          0.9841        Reliabel
         5.         Y          0.9517        Reliabel
        Sumber : Data primer yang diolah, 2006.

           Teknik pengujian reliabilitas item menggunakan metode

   alpha cronbach. Hasil pengujian reliabilitas diperoleh nilai koefisen

   Alpha untuk variabel (X1) sebesar 0,9344, (X2) sebesar 0,9442, (X3)

   sebesar 0,9708, (X4) sebesar 0,9841 dan (Y) sebesar 0,9517. Hal

   tersebut dapat dikatakan nilai koefisien reliabilitas berkisar antara 0

   sampai dengan 1 semakin mendekati 1 menunjukkan bahwa item
      semakin reliabel. Hal ini berarti bahwa item pertanyaan yang

      digunakan akan mampu memperoleh data yang konsisten dalam

      arti jika pertanyaan tersebut diajukan lagi akan diperoleh jawaban

      yang relatif sama dengan jawaban pertama.

4. Analisis Data

         Rekapitulasi hasil analisa korelasi dan regresi linier berganda

  selanjutnya dapat dilihat pada tabel berikut:

                             Tabel 11
           Rekapitulasi Hasil Analisa Regresi Berganda

           Variabel              Koefisien      t hitung      Prob.
                                  Regresi                    (sig. t)
                                                           ( = 0,05)
   X1 (Kebudayaan)                 0.117         0.810       0.424
   X2 (Sosial)                     0.155         1.441       0.159
   X3 (Pribadi)                    0.266         3.400       0.002
   X4 (Psikologis)                 0.464         5.201       0.000
  Konstata                     0.102
  F hitung                     550.850
           2
  Adjust R                     0.984
             2
  R Square (R )                0.983
  R                            0.992
  Variabel terikat = Y (Keputusan Pembelian produk)
 Sumber : Data primer yang diolah, 2006.

  a. Analisis Regresi Linier Berganda

      Y=      0,102 + 0,117X1 + 0,155X2 + 0,266X3 + 0,464X4

      a = 0,102 adalah bilangan konstanta yang berarti apabila variabel

             bebas yaitu X1, X2, X3, dan X4 sama dengan nol, maka

             besarnya variabel Y (Keputusan pembelian produk) adalah

             0,102. Dengan kata lain jika variabel bebas perilaku

             konsumen nilainya dianggap nol berarti besarnya adalah
       0,102. Karena besarnya keputusan pembelian produk tidak

       dapat digambarkan secara kuantitatif, jika tidak ada variabel

       perilaku konsumen (budaya, sosial, pribadi dan psikologis)

       masih ada kecenderungan.

b1 =   0,117 adalah besarnya koefisien regresi variabel bebas X1

       Kebudayaan yang berarti setiap peningkatan (penambahan)

       variabel X1 kebudayaan berupa peningkatan pergeseran

       budaya,     wilayah    geografis,   dan    kelas   sosial   akan

       meningkatkan variabel terikat Y (keputusan pembelian

       produk) sebesar 0,117. Dengan asumsi variabel bebas

       lainnya (X2, X3, dan X4) konstan. Jika variabel kebudayaan,

       ada kecenderungan meningkat maka keputusan pembelian

       akan      meningkat.    Jika    variabel    kebudayaan      ada

       kecenderungan menurun maka keputusan konsumen juga

       akan menurun.

b2 =   0,155 adalah besarnya koefisien regresi variabel bebas X2

       sosial yang berarti setiap peningkatan (penambahan)

       variabel X2 sosial berupa mengikuti lingkungan, pengalaman

       anggota keluarga dan mengikuti teman akan meningkatkan

       variabel terikat Y (keputusan pembelian produk) sebesar

       0,155. Dengan asumsi variabel bebas lainnya (X1, X3, dan

       X4) konstan. Jika variabel sosial, ada kecenderungan

       meningkat maka keputusan pembelian akan meningkat. Jika
       variabel    sosial   ada    kecenderungan    menurun         maka

       keputusan konsumen juga akan menurun.

b3 =   0,266 adalah besarnya koefisien regresi variabel bebas X3

       pribadi yang berarti setiap peningkatan (penambahan)

       variabel X3 pribadi berupa uang saku, situasi ekonomi dan

       gaya hidup akan meningkatkan variabel terikat Y (keputusan

       pembelian produk) sebesar 0,266. Dengan asumsi variabel

       bebas lainnya (X1, X2, dan X4) konstan. Jika variabel pribadi,

       ada kecenderungan meningkat maka keputusan pembelian

       akan meningkat. Jika variabel pribadi ada kecenderungan

       menurun maka keputusan konsumen juga akan menurun.

b4 =   0,464 adalah besarnya koefisien regresi variabel bebas X4

       psikologis yang berarti setiap peningkatan (penambahan)

       variabel X4 psikologis berupa motivasi, persepsi                  dan

       pengetahuan      akan      meningkatkan   variabel      terikat    Y

       (keputusan pembelian produk) sebesar 0,464. Dengan

       asumsi variabel bebas lainnya (X1, X2, dan X3) konstan. Jika

       variabel psikologis, ada kecenderungan meningkat maka

       keputusan     pembelian      akan   meningkat.   Jika     variabel

       psikologis ada kecenderungan menurun maka keputusan

       konsumen juga akan menurun.

          Dari persamaan regresi tersebut dapat dilihat bagaimana

pengaruh variabel bebas (X1, X2, X3, X4) terhadap variabel terikat
        (Y). Pengaruh positif menunjukkan bahwa perubahan variabel

        bebas (X1, X2, X3, X4) akan searah dengan perubahan keputusan

        pembelian konsumen (Y)

        a) Uji F (Pengujian Hipotesis I)

                      Hasil analisis data dengan menggunakan program SPSS

           11.0 for windows dapat disajikan dalam tabel berikut:

                                       Tabel 12

                       Tabel Anova Hasil Analisis Data

                                         ANOVAb

                         Sum of
Model                    Squares         df         Mean Square     F       Sig.
1        Regression       246.066              4         61.517   550.850      .000a
         Residual           3.909             35           .112
         Total            249.975             39
  a. Predictors: (Constant), X4, X2, X3, X1
  b. Dependent Variable: Y

  Sumber : Data Diolah

           Dari tabel di atas didapatkan hasil F hitung sebesar 550,850

           dengan tingkat signifikan               0.000, serta df penyebut 4 dan df

           pembilang sebesar 35.

                      Untuk menguji hipotesis pertama: diduga bahwa faktor

           kebudayaan, sosial, pribadi dan psikologis secara bersama-

           sama berpengaruh terhadap keputusan pembelian produk mie

           instan merk Sedaap digunakan Uji F. Uji F dilakukan dengan

           membandingkan F hitung dengan F Tabel pada taraf nyata  =

           0,05
          Berdasarkan tabel 12 dapat disimpulkan bahwa F hitung

       sebesar 550,850 > dari F tabel 2,63 yang berarti bahwa pada

       taraf nyata  = 0,05 variabel faktor budaya (X1), sosial (X2),

       pribadi (X3) dan psikologis (X4) secara simultan/bersama-sama

       mempunyai       pengaruh       signifikan   (bermakna)     terhadap

       keputusan pembelian produk mie instan merek Sedaap (Y)

       dapat diterima atau teruji pada taraf nyata  = 0,05. Selain itu

       untuk   mengetahui     signifikansi    pengaruh   variabel    terikat

       terhadap    variabel   bebas     secara     bersama-sama     dengan

       membandingkan antara probabilitas signifikan (0,000) dengan 

       (0,05). Dimana, jika probabilitas <  maka variabel bebas secara

       bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat.

       Dengan demikian hipotesis I teruji secara statistik.

c. Uji t (Pengujian Hipotesis II)

          Untuk menguji hipotesis kedua yang menyatakan bahwa

   diduga variabel psikologis (X4) mempunyai pengaruh yang dominan

   terhadap keputusan pembelian produk mie instan merek Sedaap

   (Y), maka dalam penelitian ini melihat besarnya masing-masing

   nilai t hitung dari variabel bebas. Adapun signifikasi dari masing-

   masing koefisien diuji dengan menggunakan uji parsial t-test

   tampak pada tabel sebagai berikut:
                                    Tabel 13
           Perbandingan t-hitung dengan taraf signifikan (α = 5%)

Variabel       Nilai       Nilai       Prob.           Keterangan
             t-hitung     t-tabel      Sig. t
  X1       0.810       2.021       0.424             Tidak signifikan
  X2       1.441       2.021       0.159             Tidak signifikan
  X3       3.400       2.021       0.002                Signifikan
  X4       5.201       2.021       0.000                Signifikan
Sumber : Data primer yang diolah, 2006.
  Sumber : Data primer yang diolah, 2006.

                  Dari tabel 13 dapat diketahui hasil koefisien t hitung

           menunjukkan bahwa variabel budaya (X1) mempunyai nilai t hitung

           sebesar (0,810) lebih kecil dibandingkan dengan nilai t tabel pada

           taraf nyata sebesar (2,021), atau dapat dikatakan budaya (X1) tidak

           berpengaruh terhadap keputusan pembelian produk mie instant

           merek Sedaap (Y).

                  Hasil koefisien t hitung menunjukkan bahwa variabel sosial

           (X2) mempunyai nilai t hitung sebesar (1,441) lebih kecil

           dibandingkan dengan nilai t tabel pada taraf nyata sebesar (2,021),

           atau dapat dikatakan variabel sosial (X2) tidak berpengaruh

           terhadap keputusan pembelian produk mie instant merek Sedaap

           (Y).

                  Hasil koefisien t hitung variabel pribadi (X3) mempunyai nilai t

           hitung sebesar (3,400) lebih besar dibandingkan dengan nilai t tabel

           pada taraf nyata sebesar (2,021), atau dapat dikatakan variabel

           pribadi (X3) mempunyai pengaruh signifikan terhadap keputusan

           pembelian produk mie instant merek Sedaap (Y).

                  Hasil koefisien t hitung variabel psikologis (X4) mempunyai

           nilai t hitung sebesar (5,201) lebih besar dibandingkan dengan nilai
         t tabel pada taraf nyata sebesar (2,021), atau dapat dikatakan

         variabel psikologis (X4) berpengaruh signifikan terhadap keputusan

         pembelian produk mie instant merek Sedaap (Y).

                Dari tabel di atas dapat dijelaskan juga bahwa variabel

         psikologis (X4)    mempunyai nilai t-hitung yang paling besar jika

         dibandingkan dengan nilai t hitung variabel lainnya. Selain itu juga

         diketahui koefisien regresi variabel psikologis (X4) yang lebih besar

         dibandingkan koefisien regresi lainnya. Sehingga hipotesis kedua

         yang menyatakan bahwa variabel psikologis berpengaruh dominan

         terhadap keputusan pembelian produk mie instan merk Sedaap

         teruji secara statistik.

      d. R square (R2)

                Dari hasil analisis diperoleh nilai adjusted R square (R2)

         sebesar 0,983 hal ini menunjukkan bahwa variabel bebas (X1, X2,

         X3, dan X4) secara bersama-sama memberikan kontribusi terhadap

         variabel terikat Y (keputusan pembelian produk mie instan merk

         Sedaap) sebesar 98,3% dan setelah disesuaikan nilai sisanya

         sebesar 1,7% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dimasukkan

         dalam penelitian ini.


C. Implikasi Hasil Penelitian

         Dari hasil analisis data yang dilakukan di atas, didapatkan hasil

   bahwa keempat variabel perilaku konsumen (kebudayaan, sosial, pribadi

   dan psikologis) pada mahasiswa FE Unmer Malang secara simultan

   ternyata berpengaruh terhadap keputusan pembelian produk mie instant

   merek Sedaap. Hal ini menunjukkan bahwa keputusan pembelian
konsumen pada bergantung pada keempat faktor perilaku konsumen

terdiri dari budaya, sosial, pribadi, dan psikologis. Namun dari uji parsial

hanya variabel pribadi dan psikologis yang berpengaruh signifikan

terhadap keputusan pembelian.

       Dengan diketahui bahwa variabel psikologis mempunyai pengaruh

yang siginifikan dan dominan terhadap keputusan pembelian maka dalam

hal ini yang perlu diperhatikan dan ditingkatkan oleh perusahaan atau

produsen untuk meningkatkan penjualannya dengan selalu berupaya

untuk memahami psikologis konsumen maupun calon konsumen melalui

motif membeli, persepsi tentang produk maupun pengetahuan tentang

produk.

       Produk mie instant yang        dijual dengan berbagai macam rasa

terbukti mampu memotivasi konsumen untuk membeli. Hal ini terlihat dari

respon konsumen (mahasiswa) terhadap kuesioner yang diberikan,

melalui variabel perilaku konsumen yang terdiri faktor budaya, faktor

sosial, faktor pribadi dan faktor psikologis”.
                                    BAB V

                         KESIMPULAN DAN SARAN



A. Kesimpulan

           Berdasarkan   hasil   penelitian   yang   telah   dilakukan   berikut

  disampaikan kesimpulan:

  1. Dari hasil analisis didapatkan bahwa variabel faktor budaya, sosial,

     pribadi dan psikologis secara simultan/bersama-sama mempunyai

     pengaruh signifikan (bermakna) terhadap keputusan pembelian produk

     mie instan merek Sedaap.

  2. variabel psikologis mempunyai pengaruh dominan terhadap keputusan

     pembelian produk mie instan merk Sedaap.

B. Saran

           Dari hasil penelitian, analisis dan kesimpulan di atas, berikut

  beberapa saran yang dapat disampaikan:

  1. Mengingat keberadaan mie Sedaap dikalangan mahasiswa FE Unmer

     Malang mudah didapat, harga terjangkau, iklan, dan kandungan gizi

     hendaknya kondisi tetap terjaga agar konsumen tidak berpindah ke

     merek lain. Dengan demikian saluran distribusi perlu di jaga.

  2. Karena pengaruh faktor psikologis yang terdiri dari motivasi, persepsi

     dan pengetahuan menjadi pertimbangan konsumen dalam melakukan

     keputusan pembelian pada produk mie instant merek Sedaap, maka

     perusahaan (produsen mie instan merek Sedaap) lebih hati-hati
   karena dari konsumen yang diteliti yaitu mahasiswa terlihat keputusan

   beli mereka tidak mudah dipengaruhi oleh orang lain, daya beli sedang

   dan kebanyakan belum berpenghasilan sehingga faktor perimbangan

   harga dan kualitas menjadi pertimbangan tersendiri

3. Dari besarnya nilai koefisien determinasi maupun kontribusi yang

   diberikan   oleh   faktor   perilaku   konsumen   terhadap   keputusan

   pembelian menunjukkan bahwa masih diperlukan adanya penelitian

   lanjutan bagi peneliti lain untuk meneliti    variabel lain yang tidak

   dimasukkan dalam penelitian ini, karena munculnya sebuah perilaku

   pembelian konsumen merupakan akibat dari banyak faktor antara lain

   marketing mix (produk, harga, promosi dan distribusi), situasional

   (lingkungan sosial, lingkungan fisik, dampak sementara, dan keadaan

   sebelumnya).
                            DAFTAR PUSTAKA




Arikunto, Suharsimi. 1998. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik.
       Edisi Revisi. Cetakan Kesembilan. Rineka Cipta. Jakarta.

Assauri, Sofjan. 1999. Manajemen Pemasaran. Penerbit PT. Raja Grafindo
      Persada Jakarta.

Hasan, Iqbal. 2002. Pokok-Pokok Materi Statistik II: Statistik Inferensial.
     Penerbit Bumi Aksara. Jakarta.

J. Paul, et.al. 2000. Consumer Behavior. Jilid Satu. Edisi Keempat.

Kotler, Philip dan AB. Susanto. 2001. Manajemen Pemasaran Indonesia.
       Buku 2. Salemba empat. Jakarta.

Kotler, Philip. 2000. Manajemen Pemasaran. Jilid 2. Bumi Aksara. Jakarta.

Lamb, Charles. W. et.al. 2001. Pemasaran. Buku I Edisi Pertama. Penerbit
      Salemba Empat. Jakarta.

Mowen. H. 2002. Perilaku Konsumen. Jilid I. Penerbit. Andi. Yogyakarta.

Rianawati, Eka Ana, 2005. Analisis Pengaruh Faktor Dari Perilaku Konsumen
      Terhadap Pembelian Produk Aqua (Studi pada Masyarakat Desa
      Slimbung Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri. Skripsi.
      Universitas Merdeka Malang.

Rismiati, Catur. dan Bondan Sutrisno. 2001. Pemasaran Barang dan Jasa.
      Kanisius. Jakarta.

Sanusi, Anwar. 2003. Metodologi Penelitian Praktis Untuk Ilmu Sosial dan
      Ekonomi. Edisi Pertama. Cetakan Pertama. Penerbit Buntara Media.
      Malang

Sugiyono. 2004. Metode Penelitian Bisnis. Cetakan Pertama. Penerbit CV.
      Alpha Beta. Bandung.

Supranto, J. 1997. Metode Peramalan Kuantitatif Untuk Perencanaan
      Ekonomi dan Bisnis. Rineka Cipta. Jakarta.
Swasta, Basu dan Handoko, T. Hani. 2000. Manajemen Barang dalam
     Pemasaran. Cetakan Kedua BPFE, Yogjakarta.

Tjiptono, Fandy. 2002. Strategi Pemasaran. Edisi Kedua. Cetakan Keenam.
       Penerbit. Andy. Yogyakarta.
                           DAFTAR PERTANYAAN



A. IDENTITAS RESPONDEN

   Alamat            :
   Jenis Kelamin     :

   Untuk pertanyaan ini, silahkan saudara memilih salah satu jawaban
   dengan memberi tanda silang (X) pada huruf yang telah anda pilih

1. Usia responden saat ini:

   a. Kurang dari 20 tahun
   b. 20 tahun
   c. Di atas 20 tahun

2. Kiriman dari orang tua per bulan:

   a.   Dibawah Rp. 500.000,-
   b.   Rp. 500.000,- s/d Rp. 1.000.000,-
   c.   Rp. 1.000.000,- s/d Rp. 1.500.000,-
   d.   Diatas Rp. 1.500.000,-

B. PERTANYAAN PENELITIAN

   Pilihlah salah satu jawaban yang paling sesuai menurut pendapat saudara
   yang menyangkut pengaruh perilaku konsumen serta kaitannya dengan
   Keputusan Pembelian dengan memberikan tanda silang (X) pada Kolom
   jawaban yang anda anggap paling sesuai.

   Keterangan Kolom Jawaban:

   A       =   Sangat Setuju       (5)
   B       =   Setuju              (4)
   C       =   Cukup Setuju        (3)
   D       =   Tidak setuju        (2)
   E       =   Sangat Tidak Setuju (1)
                   Pertanyaan yang berkaitan dengan :
                            Kebudayaan (X1)
No                  Pertanyaan                    A     B   C   D   E
1.   Anda mengkonsumsi produk mie instan Merek
     Sedaap karena sudah terbiasa mengkonsumsi
     produk sebagai pengganti nasi
2.   Anda mengkonsumsi produk mie instan Merek
     Sedaap karena mudah di peroleh di wilayah
     tempat tinggal
3.   Anda mengkonsumsi produk mie instan Merek
     Sedaap karena dapat mencerminkan kelas
     sosial


                   Pertanyaan yang berkaitan dengan :
                               Sosial (X2)
No                  Pertanyaan                    A     B   C   D   E
1.   Anda mengkonsumsi produk mie instan Merek
     Sedaap karena kebiasaan mengkonsumsi mie
     instan di sekitar lingkungan anda saat ini
2.   Anda mengkonsumsi produk mie instan Merek
     Sedaap karena adanya pengalaman dari
     anggota keluarga sebelumnya
3.   Anda mengkonsumsi produk mie instan Merek
     Sedaap karena adanya pengaruh dari teman


                   Pertanyaan yang berkaitan dengan :
                              Pribadi (X3)
No                  Pertanyaan                    A     B   C   D   E
1.   Anda mengkonsumsi produk mie instan Merek
     Sedaap karena menyesuaikan dengan uang
     saku anda
2.   Anda mengkonsumsi produk mie instan Merek
     Sedaap karena menyesuaikan dengan situasi
     ekonomi
3.   Anda mengkonsumsi produk mie instan Merek
     Sedaap karena dapat mencerminkan gaya
     hidup anda
                     Pertanyaan yang berkaitan dengan :
                               Psikologis (X4)
No                    Pertanyaan                   A      B   C   D   E
1.   Anda termotivasi mengkonsumsi produk mie
     instan Merek Sedaap karena praktis dan
     mudah di dapat
2.   Anda mengkonsumsi produk mie instan Merek
     Sedaap karena adanya persepsi atas iklan
     produk mie instan tersebut
3.   Anda mengkonsumsi produk mie instan Merek
     Sedaap karena adanya pemahaman atas
     kandungan gizi produk


                     Pertanyaan yang berkaitan dengan :
                      Keputusan Pembelian Produk (Y)
No                    Pertanyaan                   A      B   C   D   E
1.   Dengan membeli mie instan merk Sedaap
     berarti anda telah menjatuhkan pilihan atau
     alternatif pada produk yang terbaik
2.   Dengan membeli mie instan merk Sedaap
     berarti anda telah melakukan pengambilan
     keputusan dilakukan secara sadar, rasional,
     obyektif dan terencana.
3.   Dengan membeli mie instan merk Sedaap dan
     merasakannya anda akan terdorong untuk
     melakukan pembelian kembali
Summarize
                                                                               Case Summariesa

                 X1.1     X1.2     X1.3    X1     X2.1   X2.2   X2.3    X2      X3.1   X3.2      X3.3    X3     X4.1   X4.2   X4.3    X4     Y1.1   Y1.2   Y1.3     Y
1                4.00     4.00     5.00   13.00   5.00   5.00   5.00   15.00    5.00   5.00      5.00   15.00   4.00   4.00   3.00   11.00   4.00   4.00   5.00   13.00
2                3.00     3.00     3.00    9.00   3.00   3.00   3.00    9.00    3.00   3.00      3.00    9.00   3.00   3.00   3.00    9.00   3.00   3.00   3.00    9.00
3                5.00     5.00     5.00   15.00   5.00   5.00   5.00   15.00    5.00   5.00      5.00   15.00   5.00   5.00   5.00   15.00   5.00   5.00   5.00   15.00
4                4.00     4.00     4.00   12.00   5.00   4.00   4.00   13.00    3.00   3.00      3.00    9.00   4.00   3.00   4.00   11.00   4.00   4.00   4.00   12.00
5                3.00     3.00     3.00    9.00   3.00   3.00   3.00    9.00    3.00   3.00      3.00    9.00   3.00   3.00   3.00    9.00   3.00   3.00   3.00    9.00
6                4.00     4.00     4.00   12.00   4.00   4.00   4.00   12.00    4.00   4.00      4.00   12.00   4.00   4.00   4.00   12.00   3.00   5.00   5.00   13.00
7                5.00     5.00     5.00   15.00   5.00   5.00   5.00   15.00    5.00   5.00      5.00   15.00   5.00   5.00   5.00   15.00   5.00   5.00   5.00   15.00
8                3.00     3.00     3.00    9.00   3.00   3.00   3.00    9.00    3.00   3.00      3.00    9.00   3.00   3.00   3.00    9.00   3.00   3.00   3.00    9.00
9                5.00     5.00     5.00   15.00   5.00   5.00   5.00   15.00    5.00   5.00      5.00   15.00   5.00   5.00   5.00   15.00   5.00   5.00   5.00   15.00
10               3.00     5.00     5.00   13.00   4.00   4.00   4.00   12.00    3.00   5.00      5.00   13.00   4.00   4.00   4.00   12.00   3.00   5.00   5.00   13.00
11               3.00     3.00     3.00    9.00   3.00   3.00   3.00    9.00    3.00   3.00      3.00    9.00   3.00   3.00   3.00    9.00   3.00   3.00   3.00    9.00
12               3.00     3.00     3.00    9.00   3.00   3.00   3.00    9.00    3.00   3.00      3.00    9.00   3.00   3.00   3.00    9.00   3.00   3.00   3.00    9.00
13               3.00     3.00     3.00    9.00   3.00   3.00   3.00    9.00    3.00   3.00      3.00    9.00   3.00   3.00   3.00    9.00   3.00   3.00   3.00    9.00
14               3.00     3.00     3.00    9.00   3.00   3.00   3.00    9.00    3.00   3.00      3.00    9.00   3.00   3.00   3.00    9.00   3.00   3.00   3.00    9.00
15               3.00     3.00     3.00    9.00   3.00   3.00   3.00    9.00    3.00   3.00      3.00    9.00   3.00   3.00   3.00    9.00   3.00   3.00   3.00    9.00
16               5.00     5.00     5.00   15.00   5.00   5.00   5.00   15.00    5.00   5.00      5.00   15.00   5.00   5.00   5.00   15.00   5.00   5.00   5.00   15.00
17               3.00     3.00     3.00    9.00   3.00   3.00   3.00    9.00    3.00   3.00      3.00    9.00   3.00   3.00   3.00    9.00   3.00   3.00   3.00    9.00
18               3.00     3.00     3.00    9.00   3.00   3.00   3.00    9.00    3.00   3.00      3.00    9.00   3.00   3.00   3.00    9.00   3.00   3.00   3.00    9.00
19               3.00     4.00     5.00   12.00   4.00   4.00   4.00   12.00    3.00   4.00      5.00   12.00   3.00   3.00   4.00   10.00   3.00   4.00   5.00   12.00
20               5.00     5.00     5.00   15.00   5.00   5.00   5.00   15.00    5.00   5.00      5.00   15.00   5.00   5.00   5.00   15.00   5.00   5.00   5.00   15.00
21               3.00     3.00     3.00    9.00   3.00   3.00   3.00    9.00    3.00   3.00      3.00    9.00   3.00   3.00   3.00    9.00   3.00   3.00   3.00    9.00
22               5.00     5.00     5.00   15.00   5.00   5.00   5.00   15.00    5.00   5.00      5.00   15.00   5.00   5.00   5.00   15.00   5.00   5.00   5.00   15.00
23               3.00     3.00     3.00    9.00   3.00   3.00   3.00    9.00    3.00   3.00      3.00    9.00   3.00   3.00   3.00    9.00   3.00   3.00   3.00    9.00
24               3.00     3.00     3.00    9.00   3.00   3.00   3.00    9.00    3.00   3.00      3.00    9.00   3.00   3.00   3.00    9.00   3.00   3.00   3.00    9.00
25               5.00     5.00     5.00   15.00   5.00   5.00   5.00   15.00    5.00   5.00      5.00   15.00   5.00   5.00   5.00   15.00   5.00   5.00   5.00   15.00
26               5.00     5.00     5.00   15.00   5.00   5.00   5.00   15.00    5.00   5.00      5.00   15.00   5.00   5.00   5.00   15.00   5.00   5.00   5.00   15.00
27               5.00     4.00     5.00   14.00   3.00   5.00   5.00   13.00    5.00   4.00      5.00   14.00   5.00   4.00   5.00   14.00   5.00   4.00   5.00   14.00
28               5.00     3.00     5.00   13.00   5.00   3.00   5.00   13.00    4.00   4.00      4.00   12.00   4.00   4.00   4.00   12.00   4.00   4.00   4.00   12.00
29               3.00     3.00     3.00    9.00   3.00   3.00   3.00    9.00    3.00   3.00      3.00    9.00   3.00   3.00   3.00    9.00   3.00   3.00   3.00    9.00
30               3.00     3.00     3.00    9.00   3.00   3.00   3.00    9.00    3.00   3.00      3.00    9.00   3.00   3.00   3.00    9.00   3.00   3.00   3.00    9.00
31               3.00     3.00     3.00    9.00   3.00   3.00   3.00    9.00    4.00   4.00      4.00   12.00   4.00   4.00   4.00   12.00   4.00   4.00   4.00   12.00
32               5.00     3.00     5.00   13.00   5.00   3.00   5.00   13.00    4.00   4.00      4.00   12.00   4.00   4.00   4.00   12.00   4.00   4.00   4.00   12.00
33               3.00     4.00     4.00   11.00   3.00   4.00   4.00   11.00    4.00   4.00      4.00   12.00   4.00   4.00   4.00   12.00   4.00   4.00   4.00   12.00
34               3.00     3.00     3.00    9.00   3.00   3.00   3.00    9.00    3.00   3.00      3.00    9.00   3.00   3.00   3.00    9.00   3.00   3.00   3.00    9.00
35               3.00     3.00     3.00    9.00   3.00   3.00   3.00    9.00    3.00   3.00      3.00    9.00   3.00   3.00   3.00    9.00   3.00   3.00   3.00    9.00
36               4.00     4.00     4.00   12.00   4.00   4.00   4.00   12.00    4.00   4.00      4.00   12.00   4.00   4.00   4.00   12.00   4.00   4.00   4.00   12.00
37               4.00     4.00     4.00   12.00   3.00   4.00   3.00   10.00    4.00   4.00      4.00   12.00   4.00   4.00   4.00   12.00   4.00   4.00   4.00   12.00
38               3.00     3.00     3.00    9.00   3.00   3.00   3.00    9.00    3.00   3.00      3.00    9.00   3.00   3.00   3.00    9.00   3.00   3.00   3.00    9.00
39               5.00     5.00     5.00   15.00   5.00   5.00   5.00   15.00    5.00   5.00      5.00   15.00   5.00   5.00   5.00   15.00   5.00   5.00   5.00   15.00
40               5.00     5.00     5.00   15.00   5.00   5.00   5.00   15.00    5.00   5.00      5.00   15.00   5.00   5.00   5.00   15.00   5.00   5.00   5.00   15.00
Total   N          40       40       40      40     40     40     40      40      40     40        40      40     40     40     40      40     40     40     40      40
  a. Limited to first 100 cases.
Frequencies
                      Statistics

                    X1.1           X1.2         X1.3
 N       Valid             40             40           40
         Missing            0              0            0

Frequency Table
                                    X1.1

                                                               Cumulative
                   Frequency       Percent     Valid Percent    Percent
 Valid     3.00           22           55.0             55.0         55.0
           4.00            5           12.5             12.5         67.5
           5.00           13           32.5             32.5        100.0
           Total          40          100.0           100.0

                                    X1.2

                                                               Cumulative
                   Frequency       Percent     Valid Percent    Percent
 Valid     3.00           21           52.5             52.5         52.5
           4.00            8           20.0             20.0         72.5
           5.00           11           27.5             27.5        100.0
           Total          40         100.0            100.0

                                    X1.3

                                                               Cumulative
                   Frequency       Percent     Valid Percent    Percent
 Valid     3.00           19           47.5             47.5         47.5
           4.00            5           12.5             12.5         60.0
           5.00           16           40.0             40.0        100.0
           Total          40          100.0           100.0
Frequencies
                      Statistics

                    X2.1           X2.2         X2.3
 N       Valid             40             40           40
         Missing            0              0            0

Frequency Table
                                    X2.1

                                                               Cumulative
                   Frequency       Percent     Valid Percent    Percent
 Valid     3.00           22           55.0             55.0         55.0
           4.00            4           10.0             10.0         65.0
           5.00           14           35.0             35.0        100.0
           Total          40          100.0           100.0

                                    X2.2

                                                               Cumulative
                   Frequency       Percent     Valid Percent    Percent
 Valid     3.00           21           52.5             52.5         52.5
           4.00            7           17.5             17.5         70.0
           5.00           12           30.0             30.0        100.0
           Total          40         100.0            100.0

                                    X2.3

                                                               Cumulative
                   Frequency       Percent     Valid Percent    Percent
 Valid     3.00           20           50.0             50.0         50.0
           4.00            6           15.0             15.0         65.0
           5.00           14           35.0             35.0        100.0
           Total          40          100.0           100.0
Frequencies
                      Statistics

                    X3.1           X3.2         X3.3
 N       Valid             40             40           40
         Missing            0              0            0

Frequency Table
                                    X3.1

                                                               Cumulative
                   Frequency       Percent     Valid Percent    Percent
 Valid     3.00           21           52.5             52.5         52.5
           4.00            7           17.5             17.5         70.0
           5.00           12           30.0             30.0        100.0
           Total          40          100.0           100.0

                                    X3.2

                                                               Cumulative
                   Frequency       Percent     Valid Percent    Percent
 Valid     3.00           19           47.5             47.5         47.5
           4.00            9           22.5             22.5         70.0
           5.00           12           30.0             30.0        100.0
           Total          40         100.0            100.0

                                    X3.3

                                                               Cumulative
                   Frequency       Percent     Valid Percent    Percent
 Valid     3.00           19           47.5             47.5         47.5
           4.00            7           17.5             17.5         65.0
           5.00           14           35.0             35.0        100.0
           Total          40          100.0           100.0
Frequencies
                      Statistics

                    X4.1           X4.2         X4.3
 N       Valid             40             40           40
         Missing            0              0            0

Frequency Table
                                    X4.1

                                                               Cumulative
                   Frequency       Percent     Valid Percent    Percent
 Valid     3.00           19           47.5             47.5         47.5
           4.00           10           25.0             25.0         72.5
           5.00           11           27.5             27.5        100.0
           Total          40          100.0           100.0

                                    X4.2

                                                               Cumulative
                   Frequency       Percent     Valid Percent    Percent
 Valid     3.00           20           50.0             50.0         50.0
           4.00           10           25.0             25.0         75.0
           5.00           10           25.0             25.0        100.0
           Total          40         100.0            100.0

                                    X4.3

                                                               Cumulative
                   Frequency       Percent     Valid Percent    Percent
 Valid     3.00           19           47.5             47.5         47.5
           4.00           10           25.0             25.0         72.5
           5.00           11           27.5             27.5        100.0
           Total          40          100.0           100.0
Frequencies
                      Statistics

                    Y1.1           Y1.2         Y1.3
 N       Valid             40             40           40
         Missing            0              0            0

Frequency Table
                                    Y1.1

                                                               Cumulative
                   Frequency       Percent     Valid Percent    Percent
 Valid     3.00           21           52.5             52.5         52.5
           4.00            8           20.0             20.0         72.5
           5.00           11           27.5             27.5        100.0
           Total          40          100.0           100.0

                                    Y1.2

                                                               Cumulative
                   Frequency       Percent     Valid Percent    Percent
 Valid     3.00           18           45.0             45.0         45.0
           4.00           10           25.0             25.0         70.0
           5.00           12           30.0             30.0        100.0
           Total          40         100.0            100.0

                                    Y1.3

                                                               Cumulative
                   Frequency       Percent     Valid Percent    Percent
 Valid     3.00           18           45.0             45.0         45.0
           4.00            7           17.5             17.5         62.5
           5.00           15           37.5             37.5        100.0
           Total          40          100.0           100.0
Correlations
                                     Correlations

                                      X1.1           X1.2         X1.3       X1
 X1.1    Pearson Correlation                 1         .761**       .866**    .933**
         Sig. (2-tailed)                      .        .000         .000      .000
         N                                  40            40           40       40
 X1.2    Pearson Correlation              .761**           1        .851**    .923**
         Sig. (2-tailed)                  .000              .       .000      .000
         N                                  40            40           40       40
 X1.3    Pearson Correlation              .866**       .851**           1     .965**
         Sig. (2-tailed)                  .000         .000              .    .000
         N                                  40            40           40       40
 X1      Pearson Correlation              .933**       .923**       .965**       1
         Sig. (2-tailed)                  .000         .000         .000          .
         N                                  40            40           40       40
   **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

Correlations
                                     Correlations

                                      X2.1           X2.2         X2.3       X2
 X2.1    Pearson Correlation                 1         .772**       .913**    .945**
         Sig. (2-tailed)                      .        .000         .000      .000
         N                                  40            40           40       40
 X2.2    Pearson Correlation              .772**           1        .864**    .924**
         Sig. (2-tailed)                  .000              .       .000      .000
         N                                  40            40           40       40
 X2.3    Pearson Correlation              .913**       .864**           1     .976**
         Sig. (2-tailed)                  .000         .000              .    .000
         N                                  40            40           40       40
 X2      Pearson Correlation              .945**       .924**       .976**       1
         Sig. (2-tailed)                  .000         .000         .000          .
         N                                  40            40           40       40
   **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).
Correlations
                                     Correlations

                                      X3.1           X3.2         X3.3       X3
 X3.1    Pearson Correlation                 1         .903**       .880**    .954**
         Sig. (2-tailed)                      .        .000         .000      .000
         N                                  40            40           40       40
 X3.2    Pearson Correlation              .903**           1        .970**    .985**
         Sig. (2-tailed)                  .000              .       .000      .000
         N                                  40            40           40       40
 X3.3    Pearson Correlation              .880**       .970**           1     .978**
         Sig. (2-tailed)                  .000         .000              .    .000
         N                                  40            40           40       40
 X3      Pearson Correlation              .954**       .985**       .978**       1
         Sig. (2-tailed)                  .000         .000         .000          .
         N                                  40            40           40       40
   **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

Correlations
                                     Correlations

                                      X4.1           X4.2         X4.3       X4
 X4.1    Pearson Correlation                 1         .966**       .965**    .992**
         Sig. (2-tailed)                      .        .000         .000      .000
         N                                  40            40           40       40
 X4.2    Pearson Correlation              .966**           1        .930**    .981**
         Sig. (2-tailed)                  .000              .       .000      .000
         N                                  40            40           40       40
 X4.3    Pearson Correlation              .965**       .930**           1     .980**
         Sig. (2-tailed)                  .000         .000              .    .000
         N                                  40            40           40       40
 X4      Pearson Correlation              .992**       .981**       .980**       1
         Sig. (2-tailed)                  .000         .000         .000          .
         N                                  40            40           40       40
   **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).
Correlations
                                       Correlations

                                         Y1.1          Y1.2         Y1.3       Y
 Y1.1      Pearson Correlation                 1         .836**       .812**    .923**
           Sig. (2-tailed)                      .        .000         .000      .000
           N                                  40            40           40       40
 Y1.2      Pearson Correlation              .836**           1        .957**    .975**
           Sig. (2-tailed)                  .000              .       .000      .000
           N                                  40            40           40       40
 Y1.3      Pearson Correlation              .812**       .957**           1     .968**
           Sig. (2-tailed)                  .000         .000              .    .000
           N                                  40            40           40       40
 Y         Pearson Correlation              .923**       .975**       .968**       1
           Sig. (2-tailed)                  .000         .000         .000          .
           N                                  40            40           40       40
     **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).
Reliability
    ****** Method 1 (space saver) will be used for this analysis ******
_



  R E L I A B I L I T Y         A N A L Y S I S     -   S C A L E       (A L P H
A)

    1.     X1.1
    2.     X1.2
    3.     X1.3

                                   Mean           Std Dev        Cases

    1.     X1.1                  3.7750            .9195          40.0
    2.     X1.2                  3.7500            .8697          40.0
    3.     X1.3                  3.9250            .9443          40.0

                                                              N of
Statistics for           Mean     Variance   Std Dev        Variables
      SCALE           11.4500       6.6128    2.5715                3


Item-total Statistics

                   Scale            Scale     Corrected
                   Mean           Variance      Item-                    Alpha
                  if Item          if Item      Total                   if Item
                  Deleted          Deleted   Correlation                Deleted

X1.1               7.6750           3.0455          .8481               .9177
X1.2               7.7000           3.2410          .8352               .9280
X1.3               7.5250           2.8199          .9148               .8638



Reliability Coefficients

N of Cases =          40.0                        N of Items =   3

Alpha =       .9344
Reliability
    ****** Method 1 (space saver) will be used for this analysis ******
_



  R E L I A B I L I T Y         A N A L Y S I S     -   S C A L E       (A L P H
A)

    1.     X2.1
    2.     X2.2
    3.     X2.3

                                   Mean           Std Dev        Cases

    1.     X2.1                  3.8000             .9392         40.0
    2.     X2.2                  3.7750             .8912         40.0
    3.     X2.3                  3.8500             .9213         40.0

                                                              N of
Statistics for           Mean    Variance    Std Dev        Variables
      SCALE           11.4250      6.8147     2.6105                3


Item-total Statistics

                   Scale           Scale      Corrected
                   Mean          Variance       Item-                    Alpha
                  if Item         if Item       Total                   if Item
                  Deleted         Deleted    Correlation                Deleted

X2.1               7.6250          3.0609           .8739               .9265
X2.2               7.6500          3.3103           .8357               .9543
X2.3               7.5750          2.9686           .9442               .8707



Reliability Coefficients

N of Cases =          40.0                        N of Items =   3

Alpha =       .9442
Reliability
    ****** Method 1 (space saver) will be used for this analysis ******
_



  R E L I A B I L I T Y         A N A L Y S I S     -   S C A L E       (A L P H
A)

    1.     X3.1
    2.     X3.2
    3.     X3.3

                                   Mean           Std Dev        Cases

    1.     X3.1                  3.7750             .8912         40.0
    2.     X3.2                  3.8250             .8738         40.0
    3.     X3.3                  3.8750             .9111         40.0

                                                              N of
Statistics for           Mean    Variance    Std Dev        Variables
      SCALE           11.4750      6.7686     2.6017                3


Item-total Statistics

                   Scale           Scale      Corrected
                   Mean          Variance       Item-                    Alpha
                  if Item         if Item       Total                   if Item
                  Deleted         Deleted    Correlation                Deleted

X3.1               7.7000          3.1385           .8981               .9845
X3.2               7.6500          3.0538           .9664               .9362
X3.3               7.6000          2.9641           .9481               .9490



Reliability Coefficients

N of Cases =          40.0                        N of Items =   3

Alpha =       .9708
Reliability
    ****** Method 1 (space saver) will be used for this analysis ******
_



  R E L I A B I L I T Y         A N A L Y S I S     -   S C A L E       (A L P H
A)

    1.     X4.1
    2.     X4.2
    3.     X4.3

                                   Mean           Std Dev        Cases

    1.     X4.1                  3.8000            .8533          40.0
    2.     X4.2                  3.7500            .8397          40.0
    3.     X4.3                  3.8000            .8533          40.0

                                                              N of
Statistics for           Mean    Variance    Std Dev        Variables
      SCALE           11.3500      6.2846     2.5069                3


Item-total Statistics

                   Scale           Scale      Corrected
                   Mean          Variance       Item-                    Alpha
                  if Item         if Item       Total                   if Item
                  Deleted         Deleted    Correlation                Deleted

X4.1               7.5500          2.7667           .9827               .9639
X4.2               7.6000          2.8615           .9567               .9821
X4.3               7.5500          2.8179           .9558               .9827



Reliability Coefficients

N of Cases =          40.0                        N of Items =   3

Alpha =       .9841
Reliability
    ****** Method 1 (space saver) will be used for this analysis ******
_



  R E L I A B I L I T Y         A N A L Y S I S     -   S C A L E       (A L P H
A)

    1.     Y1.1
    2.     Y1.2
    3.     Y1.3

                                   Mean           Std Dev        Cases

    1.     Y1.1                  3.7500            .8697          40.0
    2.     Y1.2                  3.8500            .8638          40.0
    3.     Y1.3                  3.9250            .9167          40.0

                                                              N of
Statistics for           Mean    Variance    Std Dev        Variables
      SCALE           11.5250      6.4096     2.5317                3


Item-total Statistics

                   Scale           Scale      Corrected
                   Mean          Variance       Item-                    Alpha
                  if Item         if Item       Total                   if Item
                  Deleted         Deleted    Correlation                Deleted

Y1.1               7.7750          3.1019           .8328               .9771
Y1.2               7.6750          2.8917           .9435               .8956
Y1.3               7.6000          2.7590           .9228               .9108



Reliability Coefficients

N of Cases =          40.0                        N of Items =   3

Alpha =       .9517
Regression
               Descriptive Statistics

            Mean         Std. Deviation             N
 Y          11.5250            2.53172                  40
 X1         11.4500            2.57154                  40
 X2         11.4250            2.61051                  40
 X3         11.4750            2.60165                  40
 X4         11.3500            2.50691                  40

                                               Correlations

                                           Y                 X1          X2       X3       X4
 Pearson Correlation       Y               1.000              .975        .955     .973     .980
                           X1               .975             1.000        .979     .952     .957
                           X2               .955              .979       1.000     .936     .921
                           X3               .973              .952        .936    1.000     .953
                           X4               .980              .957        .921     .953    1.000
 Sig. (1-tailed)           Y                    .             .000        .000     .000     .000
                           X1               .000                  .       .000     .000     .000
                           X2               .000              .000            .    .000     .000
                           X3               .000              .000        .000         .    .000
                           X4               .000              .000        .000     .000         .
 N                         Y                  40                40          40       40       40
                           X1                 40                40          40       40       40
                           X2                 40                40          40       40       40
                           X3                 40                40          40       40       40
                           X4                 40                40          40       40       40

                                  b
          Variables Entered/Removed

            Variables      Variables
 Model      Entered        Removed           Method
 1         X4, X2, X3,
             a                         .    Enter
           X1
     a. All requested variables entered.
     b. Dependent Variable: Y


                         Model Summary

                                           Adjusted          Std. Error of
 Model         R      R Square             R Square          the Estimate
 1              .992a     .984                  .983               .33418
     a. Predictors: (Constant), X4, X2, X3, X1
                                             b
                                        ANOVA

                        Sum of
Model                   Squares         df         Mean Square       F       Sig.
1       Regression       246.066               4        61.517     550.850     .000a
        Residual           3.909              35          .112
        Total            249.975              39
  a. Predictors: (Constant), X4, X2, X3, X1
  b. Dependent Variable: Y


                                     Coefficientsa

                         Unstandardized            Standardized
                          Coefficients              Coefficients
Model                    B        Std. Error           Beta          t       Sig.
1       (Constant)        .102         .250                          .408      .686
        X1                .117         .144                 .119     .810      .424
        X2                .155         .108                 .160    1.441      .159
        X3                .266         .078                 .273    3.400      .002
        X4                .464         .089                 .459    5.201      .000
  a. Dependent Variable: Y

								
To top