Docstoc

BAB I

Document Sample
BAB I Powered By Docstoc
					                                         Bab i
                                     Pendahuluan



A. Latar Belakang
          Peningkatan mutu kinerja sistem pendidikan dan kebudayaan nasional makin
   penting dan strategis dalam menyonsong era globalisasi yang dewasa ini telah makin
   menguat arusnya dan akan sangat besar pengaruhnya terhadap berbagai aspek
   kehidupan manusia dan bangsa Indonesia. Perkembangan yang terjadi didunia
   internasiosal baik dalam bidang ekonomi, politik maupun sosial budaya menuntut
   kita untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar lebih siap, tanggap, dan
   tangguh menghadapinya.
          Memasuki era globalisasi, dalam PJP U kita bertekad untuk membangun
   bangsa yang maju, mandiri dan sejahtera lahir batin. Pertumbuhan ekonomi
   diharapkan melaju dengan cukup tinggi, sehingga memerlukan upaya yang cukup
   untuk mempercepat proses industrialisasi, maka peguasaan IPTEK sangat diperlukan.
   Dalam menyongsong era globalisasi pembangunan sumberdaya manusia yang
   berkualitas merupakan suatu tuntutan yang penting dan mendesak. Dalam kaitan
   inilah pembangunan pendidkan dan kebudayaan menduduki peran yang tinggi.

B. Rumusan masalah
   1. Pentingnya investasi sumber daya manusia
   2. Industrialilasi dan transformasi tekhnologi
   3. Strategi penguasaan IPTEK melaluli pembangunan pendidikan dan kebudayaan
   4. Membangun profesionalisme dan keunggulan

C. Tujuan
          Makalah ini disusun untuk mamanuhi tugas akhir semester mata kuliah
   “Peningkatan keterampilan Berbahasa Indonesia”. Disamping itu untuk mengetahui
   keterkaitan dan kesepakatan antara dunia pendidikan dengan dunia industri dan
   dengan kemajuan IPTEK di era globalisasi.
                                        BAB II
                                   PEMBAHASAN

A. Pentingnya Investasi Sumberdaya Manusia
           Indonesia dan neagara-negara berkembang lain di kawasan Asia Timur telah
   mencatat prestasi pembangunan yang sangat mengesankan dan bahakan penuh
   keajaiban (World Ban, 1993 The Fast Asia Mirade) di kategorikan sebagai Negara
   maju.
           Delapan negara Asia di kenal dengan High Performing Asia Ekonomies
   (HPAE) tersebut telah berhasil mempertahankan tingkat pertumbuhan ekonomi yang
   mantap yang disertai dengan pemerataan pendapatan yang lebih merata selama 25
   tahun sejak 1965. Sementara rata-rata pertumbuhan ekonomi diberbagai negara lain
   menunjukan kecenderungan menurun, pertumbuhan ekonomi rata-rata dari delapan
   negara tersebut ber tahan cukup tinggi pada angka sekitar 5,5% dalam kurun waktu
   tersebut.
           Walaupun berada variasi versinya, kunci keajaibannya terletak pada
   kemempuan untuk menciptakan dan menggerakan investasi dan meningkatkan
   produktivitas melalui penciptaan investasi kapital fisik dan investasi modal
   sumberdaya manusia yang memadai. Dalam hal ini jelas terbukti bahwa pendidikan
   sebagai suatu bentuk pembangunan sumberdaya manusia mempunyai peranan yang
   bermakna tarhadap pertumbuhan ekonomi yang sustainable karena di sertai dengan
   pemerataan dari suatu negara.

B. Industrialisasi dan Transformasi Teknologi
           Prestasi pembangunan nasional yang telah kita capai dalam PJP I nampaknya
   tidak terlepas dari proses industrialisasi yang berlangsung dalam kurun waktu itu.
   Sumbangan sektor industri terhadap produk domestik bruto(PDB) meningkat tajam.
   Pertumbuhan industri tersebut mendorong terjadinya transformasi ekonomi dari
   dominasi sektor pertanian ke dominasi sektor industri.
           Transformasi struktur ekonomi tersebut pada gilirannya sangat menentukan
   terjadinya pergeseran akan kebutuhan tenaga kerja dari ketrampilan rendah ke
   ketrampilan lebih tinggi. Tingkat ketrampilan yang lebih tinggi akan menghasilkan
   produktivitas yang lebih tinggi, sehingga pada gilirannya akan meningkatkan daya
   saing yang lebih tinggi pula. Pentingnya peningkaatanketrampilan tenaga kerja dalam
   rangka peningkatan kualitas sumberdaya manusia di masa mendatang sejalan dengan
   perkembangan yang akan berlangsung dalam proses industrialisasi di negara kita.
          Ada     beberapa    tahap    perkembangan        teknologi   yang   dilalui   oleh
   negaraberkembang :
   1.     tahap adopsi teknologi, yaitu yaitu menggunakan jenis teknologi yang
          “dipinjam” dari negara lain penghasil teknologi tersebut (negara maju)
   2.     tahap imitasi (peniruan) terhadap jenis teknologi yang ada dan langsung
          menggunakannya dalam proses produksi. Tahap ini dapat pula berupa
          modifikasi, yaitu dengan melalukan penyesuaian atau perubahan terhadap
          teknologi yang sudah ada sebelum diterapkan dalam proses produksi.
   3.     tahap inovasi yaitu menciptakan suatu suatu jenis teknologi yang betul-betul
          baru. Di bawah tahap inovasi ini ada tahap yang dikenal tahap inovasi-
          imitatif, yaitu menciptakan suatu jenis teknologi yang “baru” dari teknologi
          yang sudah ada namun belum terkendali.
          Ada hal yang diperlukan agar penggunaan teknologi secara adopsi atau imitasi
   berdaya ungkit kuat terhadap industrialisasi, yaitu :
          1. informasi yang lengkap dan rinci mengenai teknologi itu
          2. alat atau wahana dan sarana untuk menerapkan teknologi itu
          3. pemahaman (understanding) mengenai teknologi itu
          Dengan demikian dalam melakukan proses adopsi tekologi tidak hanya
   sekedar menerapkannya sebagai masukan dalam proses produksi, tetapi melibatkan
   suatu proses kelembagaan (institusional) yang terarah. Di dalamnya ada proses
   pendidikan dan pembudayaan teknologi.

C. Strategi   Penguasaan      IPTEK      Melalui    Perkembangan        Pendidikan      Dan
   Kebudayaan
          Kemajuan teknologi hanya mungkin dicapai melalui kemajuan dalam ilmu
   pengetahuan, karena teknologi merupakan produk aplikasi dari ilmu pengetahuan itu
   sendiri. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi tidak mungkin dapat terwujud
   tanpa adanya critical mass sumber daya manusia yang berkualitas.
       Kebijaksanaan kita untuk meningkatkan taraf pendidikan penduduk, minimal
SLTP melalui program wajib belajar pendidikan sekolah dasar sembilan tahun
merupakan suatu langkah strategis. Tentunya kebijaksanaan tersebut harus diikuti
pula dengan kebijaksanaan lain yang mengarah kepada pembentukan SDM yang
mampu mengembangkan dan menguasai IPTEK agar bangsa kita tidak tertinggal oleh
bangsa-bangsa lain dalam era globalisasi yang ditandai dengan persaingan yan ketat
dalam berbagai aspek kehidupan.
       Selain itu kinerja pembangunan sangat ditentukan oleh kualitas SDM, yang
antara lain dicirikan dengan penguasaan teknologi. Tingkat penguasaan teknologi
menentukan pula tingkat kemajuan suatu bangsa, dan pada gilirannya menentukan
tingkat peradaban.
       Penguasaan teknologi berkaitan erat dengan penguasaan ilmu pengetahuan.
Bahkan dalam dunia industrialisasi yang semakin kental, manusia akan semakin
membutuhkan dimensi kemanusiaan yang bernuansa etika, estetika, moral dan
kejiwaan. Berbicara tentang IPTEK dalam arti yang spesifik dalam kaitannya dengan
proses industrialisasi. Budaya diartikan sebagai cara pandang, sikap, dan perilaku
yang melembaga atau mendarah daging dalam diri seseorang. Demikian, budaya
IPTEK adalah suatu cara pandang, sikap, dan perilaku yang didasari dengan wawasan
dan kemampuan IPTEK yang mendarah daging dalam diri seseorang.
       Ciori yang menonjol dari seseorang yang berbudaya IPTEK antara lain: selalu
terdorong untuk bertanya dan mencari tahu serta menggali rahasia alam; menjunjung
tingi mutu dan keunggulan; dan selalu cenderung kepada kebenaran, menhargai kerja
keras dan tidak memandang rendah kerja kasar; mengutamakan profesionalisme.
       Budaya IPTEK ahrus ditumbuh kembangkan sejak usia dini dalam diri
seseorang manusia. Keberhasilan dari proses pendidikan yang mewujudkan manusia
berbudaya IPTEK akan sangat ditentukan oleh semangat dan gairah belajar yang
harus ditumbuh kembangkan oleh setiap pendidik. Anak didik harus didorong untuk
selalu bertanya agar tumbuh sikap kreatif, karena kreatifitas merupakan modal utama
untuk melakukan suatu inovasi, dan inovasi adalah sumber penguasaan teknologi.
       Dalam hal upaya menumbuhkembangkan budaya IPTEK sejak dini, bekal
dasar yang harus dikuasai anak didik dengan baik adalah penguasaan terhadap bidang
ilmu sains, matematika, dan bahasa.
       Budaya IPTEK yan sekaligus dapat ditumbuhkembangkan sejak dini pada
anak-anak SD bersamaan dengan pada saat kita melestarikan nilai-nilai luhur budaya
kita. Tingginya peradaban dan muatan IPTEK pada candi-candi peninggalan sejarah
seperti borobudur dan prambanan.


D. Membangun Profesionalisme dan Keunggulan
       Profesionalisme dan keunggulan merupakan kata kunci yang perlu terus
diserukan dalam upaya kita membangun SDM yang berkualitas menyongsong era
industrialisasi dan globalisasi, yang tidak mungkin diwujudkan tanpa penguasaan
IPTEK. Untuk membangun profesionalisme yang andal diperlukan muatan IPTEK
yang senantiasa baru. Dunia pendidikan pada gilirannya dituntut pula untuk selalu
mengantisipasi berbagai perubahan dan perkembangan yang terjadi itu. Langkah yang
perlu kita tempuh bukanlah dengan semata-mata merubah kurikulum agar lebih
terkait dengan kebutuhan sesaat. Pengetahuan dan teknologi kepada anak didik untuk
siap berkembang dan dalam waktu relatif singkat mampu menyeselesaikan diri
dengan kebutuhan nyata di lapangan.
       Jika keterkaitan dan kesepadanan dengan dunia industri ingin ditingkatkan,
ada beberapa program pendidikan yang cukup menjanjikan untuk mewujudkan
keterkaitan dan kesepadanan dan sekaligus untuk membangun keunulan dan
profesionalisme.
       Melalui program “CO-OP” anak didik dilatih untuk menghayati kehidupan di
dunia industri, dididik untuk memelihara dan meningkatkan etos kerja dan
produktivitas, serta mengembankan profesionalisme.
       Seringkali kita menghadapi masalah kurang tersedianya pendidik yang
mampu mengikuti perkembangan yang terjadi dengan pesat. Program penyegaran
melalui pelatihan jangka pendek 8 – 12 mingu (short course) atau semacam
kontemporer tehnology course perlu digalakkan. Selain itu, kegiatan reorientasi bagi
para pendidik atau instruktur perlu jua dibiasakan.
           Keunggulan dari setiap produk berupa barang dan jasa merupakan kunci bagi
   keberhasilan di dunia yang persaingannya semakin ketat. Untuk itu keunggulan
   IPTEK harus terus diupayakan, ditingkatkan, dan dikembangkan. Kegiatan penelitian
   sepatutnya dilakukan, karena penelitian merupakan jantung pengembangan IPTEK.
   Kebijaksanaan yang ditempuh untuk itu adalah dengan menyediakan paket penelitian
   pembibitan yan terutama ditujukan untuk para dosen muda di perguruan tinggi yang
   kemampuan penelitiannya masih rendah. Paket penelitian ini diperkenalkan dengan
   istilah riset dosen tertinggal, karena pembibitan ini pasarkan pada tahun 1995 dan
   mulai dilancarkan pada tahun 1996 ini. Bertepatan dengan berakhirnya paket
   penelitian yang dikenal dengan nama Penelitian Berbagai Bidang (BBI) yang dibiayai
   dengan pinjaman Bank Dunia. Dengan demikian maka dapatlah dikatakan bahwa
   program penelitian dalam rangka membangun keunggulan dapat kita laksanakan
   secara lestari.


   E. dcsdsdsds



F. Strategi Penguasaan Iptek Melalui Pembangunan Pendidikan dan Kebudayaan

G. Membangun Profesionalisme dan Keunggulan

				
About under positif think