Filosofi dan Manfaat Pohon Kelapa

					Filosofi dan Manfaat Pohon Kelapa

Sebuah pohon dengan batang tunggal atau kadang-kadang bercabang, akar serabut, tebal dan berkayu,
berkerumun membentuk bonggol, adaptif pada lahan berpasir pantai. Batang beruas-ruas namun bila
sudah tua tidak terlalu tampak, khas tipe monokotil dengan pembuluh menyebar (tidak konsentrik),
berkayu, kemudian disebut sebagai pohon kelapa.

Terus terang, saya sangat terinspirasi -katakanlah begitu- oleh tumbuhan yang memiliki konstruksi
yang kokoh ke bumi ini. Oleh karena itu, saya selalu berfikir, betapa senangnya hati ini jika saya dapat
selalu memberikan manfaat bagi orang lain dan alam sekitar.

Sebelum melanjutkan pada pembahasan manfaat pohon kelapa, mari kita simak salah satu hadits
Rasulullah saw berikut ini:


     "Orang beriman itu bersikap ramah dan tidak ada kebaikan bagi seorang yang tidak
     bersikap ramah. Dan sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi
     manusia.” (HR. Thabrani dan Daruquthni)


Dari hadits diatas, tertulis jelas bahwa sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi
manusia lainnya. Tentunya, hal ini tidaklah mudah sebagai manusia biasa. Karena kita bukan nabi,
malaikat, atau pun Syetan.
Terkadang kehidupan kita selalu saja pasang surut, kadang baik, dan sesekali khilaf pun selalu kita
lakukan. Itu wajar karena manusia pada hakikatnya adalah makhluk yang lupa. Semoga saja kita lebih
banyak ingat (kepadaNya) daripada lupa.

Kalau kita urai dari mulai akarnya, akar pohon kelapa telah menginspirasi para ilmuwan untuk
menciptakan sebuah teknologi cakar ayam sebagai penyangga bangunan yang mencengkram ke tanah.
Lalu batangnya, bisa digunakan untuk bahan bangunan (walaupun kurang baik menurut ahli bangunan),
tapi bisa juga digunakan untuk papan. Kemudian anak tangkai kelapa, kita sering melihatnya
digunakan untuk membuat sapu lidi, daun mudanya untuk membuat ketupat yang biasa digunakan oleh
masyarakat muslim pada saat lebaran, atau masyarakat Bali dalam berbagai upacara adat.
Bunga betinanya, yang disebut bluluk (bahasa Jawa), dapat dimakan. Cairan manis yang keluar dari
tangkai bunga, disebut (air) nira atau legèn (bhs. Jawa), dapat diminum sebagai penyegar, atau dapat
juga difermentasi menjadi tuak.

Buah kelapa, tentu saja adalah bagian paling ekonomis dari tumbuhan ini, dapat dimakan dan dapat
pula dijadikan santan -setelah diperas sarinya- untuk mengolah makanan. Sabutnya, yang berupa serat-
serat kasar bermanfaat untuk bahan bakar, anyaman tali, media tanam untuk anggrek, bahkan dibuat
untuk mengisi jok mobil. Kemudian tempurung atau bisasa disebut batok, adalah merupakan media
hiasan dan sebagai wadah untuk minuman (sebagai gelas). Cairannya sebagai penenang dan bermanfaat
sebagai penangkal racun. Daging buahnya, biasa disajikan dalam bentuk minuman es kelapa muda atau
es krim.

Ada lagi istilah kelapa kopyor, adalah hasil mutasi yang tercampur dengan cairan endosperma. Daging
buah tuanya dapat diambil dan dikeringkan serta menjadi komoditi perdagangan bernilai, kemudian
disebut kopra. Kopra adalah bahan baku pembuatan minyak kelapa dan turunannya. Cairan buah tua
kelapa biasanya tidak menjadi bahan minuman penyegar dan merupakan limbah industri kopra. Namun
demikian dapat dimanfaatkan lagi untuk dibuat menjadi bahan semacam jelly yang disebut nata de coco
dan merupakan bahan campuran minuman penyegar.

Itulah beberapa manfaat yang dihasilkan dari sebatang pohon kelapa. Alangkah baiknya apabila kita
bisa belajar dari filosofi kehidupan pohon kelapa, setiap bagiannya, nyaris tidak ada yang terbuang,
bahkan bermanfaat bagi kehidupan manusia.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:362
posted:3/28/2011
language:Indonesian
pages:2