Docstoc

PTK UPAYA MENINGKATKAN AKTIFITAS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA

Document Sample
PTK UPAYA MENINGKATKAN AKTIFITAS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA Powered By Docstoc
					    UPAYA MENINGKATKAN AKTIFITAS DAN HASIL
BELAJAR MATEMATIKA METODE BERMAIN PERAN PADA
           SISWA KELAS II SDN 6 BAGELEN
KECAMATAN GEDONGTATAAN KABUPATEN PESAWARAN
            TAHUN PELAJARAN 2010 / 2011




          PENELITIAN TINDAKAN KELAS ( PTK )




                   DISUSUN OLEH :


        NAMA        : SRI SUHARTINI
        NPM         : 09433450173
        PROGRAM     : S 1 GURU DALAM JABATAN




SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN ( STKIP )
                 PASUNDAN CIMAHI
                     HALAMAN PENGESAHAN


Judul      : UPAYA    MENINGKATKAN     AKTIFITAS    DAN      HASIL
            BELAJAR       MATEMATIKA   DENGAN    MENGGUNAKAN
            METODE BERMAIN PERAN PADA SISWA KELAS II SDN 6
            BAGELEN KECAMATAN GEDONGTATAAN KABUPATEN
            PESAWARAN TAHUN PELAJARAN 2010 / 2011




NAMA       : SRI SUHARTINI
NPM        : 9433450173
SEMESTER : X




        Mengetahui                      Pesawaran, Oktober 2010
        Pembimbing                              penyusun




Dr. ULFA MARIA, M.Pd                      SRI SUHARTINI
NIP…………………………                             NPM. 09433450173
                                               DAFTAR ISI


HALAMAN PENGESAHAN ...........................................................................
DAFTAR ISI .....................................................................................................
KATA PENGANTAR ......................................................................................
ABSTRAK ........................................................................................................


BAB I PENDAHULUAN
     A. Latar Belakang Masalah ........................................................................
     B.   Identifikasi Masalah ..............................................................................
     C.   Pembahasan Masalah ............................................................................
     D.   Rumusan Masalah .................................................................................
     E.   Tujuan Penelitian ..................................................................................
     F.   Manfaat Penelitian ................................................................................


BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA PIKIR
     A. Kajian Pustaka / Teori ..........................................................................
     B. Kerangka Berpikir .................................................................................


BAB III METODOLOGI PENELITIAN
     A. Rancangan Penelitian ............................................................................
     B. Subjek Penelitan ....................................................................................
     C. Tempat Penelitian..................................................................................
     D. Waktu Penelitian ...................................................................................
     E. Metode Pengumpulan Data ...................................................................
     F. Teknik Analisis Data .............................................................................
     G. Kelemahan-Kelemahan Penelitian ........................................................


BAB IV HASIL PEMBAHASAN ....................................................................
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ............................................................
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
                          KATA PENGANTAR



Puji syukur penyusun ucapkan kepada Allah SWT karena berkat rahmat dan
hidayah-Nya sehingga penyusun dapat menyelesaikan penelitian Tindakan Kelas
6 Bagelen Kecamatan Gedongtataan Kabupaten Pesawaran Tahun Pelajaran
2010/2011 dapat terlaksana sesuai dengan waktu yang ditentukan / dijadwalkan.


Banyak manfaat yang penyusun rasakan selama menyelesaikan ( PTK) penelitian
Tindakan Kelas ini diantaranya dapat memperbaiki pembelajaran dan dapat
meningkatkan profesional, rasa percaya diri dan dapat berperan aktif dalam
mengembangkan pengetahuan dan ketrampilan.


Tetapi penyusun menyadari tentunya masih banyak kekurangan dalam penelitian
ini. Penulis mengucapkan terima kasih kepada :
   1. Sugiami, A.Ma.Pd sebagai supervisor maupun teman sejawat
   2. Dr. Ulfa Maria, M.Pd sebagai pembimbing yang te;ah memmbantu dalam
       menyelesaikan PTK ini.
   3. Suhartono selaku Kepala Sekolah dan rekan–rekan guru di SDN 6 Bagelen
       yang telah mendukung dan mendorong terselesainya PTK ini.


Semoga hasil PTK (Penelitian Tindakan Kelas ) ini dapat       bermanfaat bagi
penyusun juga bagi rekan-rekan guru, sehingga dapat meningkatkan proses belajar
mengajar.




                                                  Penyusun




                                             SRI SUHARTINI
                                             NPM. 09433450173
                                    ABSTRAK




UPAYA         MENINGKATKAN          AKTIFITAS     DAN     HASIL     BELAJAR
MATEMATIKA DENGAN MENGGUNAKAN METODE BERMAIN PERAN
PADA      SISWA      KELAS     II    SDN    6    BAGELEN        KECAMATAN
GEDONGTATAAN KABUPATEN PESAWARAN TAHUN PELAJARAN
2010 / 2011


KATA KUNCI           : AKTIFITAS, HASIL, BELAJAR, BERMAIN PERAN,
SIKLUS


Keberhasilan proses belajar ditentukan oleh pelaksanaan pendidikan yaitu guru,
salah satu faktor yang dapat mempengaruhi dalam proses belajar adalah metode
pengajaran yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar.


Permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah ada peningkatan aktifitas dan
hasil belajar matematika dengan menggunakan metode bermain peran siswa kelas
II SDN 6 Bagelen Kecamatan Gedongtataan Kabupaten Pesawaran Tahun
Pelajaran 2010 / 2011.


Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya peningkatan aktifitas dan
hasil belajar. Matematika dengan menggunakan metode bermain peran siswa
Kelas II SDN 6 Bagelen Kecamatan Gedongtataan Kabupaten Pesawaran Tahun
Pelajaran 2010 / 2011.


Penelitian diadakan di SDN 6 Bagelen, adapun yang menjadi populasi adalah
ankak menjadi sample dalam penelitian ini. Pengambilan data menggunakan
metode observasi untuk      mengetahui aktifitas belajar siswa dalam proses
pembelajaran, metode pembelajaran menggunakan metode bermain peran diskusi
untuk mengetahui hasil belajar siswa dalam mata pelajaran matematika kelas II.
Hasil penelitian ini adalah berdasarkan refleksi siklus pembelajaran dengan
menggunakan metode bermain peran disimpulkan bahwa :


1.   Terdapat persentasi rata-rata aktifitas siswa yang relevan terhadap
     pembelajaran mengalami peningkaktan dari siklus I dan siklus III
     Pada siklus I nilai rata-rata aktifitas siswa adalah           tergolong cukup
     aktif. Pada siklus II mencapai                 dengan kategori aktif. Dan pada
     siklus III nilai rata-rata aktifitas siswa-siswa mengalami peningkatan menjadi
     dengan kategori sangat aktif.


2.   terdapat nilai rata-rata hasil belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus
     I sampai siklus III. Pada siklus I           nilai cukup. Pada siklus II menjadi
     tergolong baik. Pada siklus III mengalami peningkatan sehingga rata-rata
     nilai hasil belajarnya menjadi             kategori sangat baik.
                                   BAB I
                              PENDAHULUAN




A. Latar Belakang Masalah
   Mencerdaskan kehidupan bagnsa adalah tanggung jawa kita semua untuk
   memeproleh manusia yang berkualitas. Salah satu bentuk usaha untuk
   mencerdaskan bangsa yaitu pendidikan.


   Pendidikan nasional yang berdasarkan pancasila dan Undang-Undang Dasar
   Negara Republik       Indonesia Tahun 1945 berfungsi      mengembangkan
   Kemampuan dan membantu watak serta peradaban bangsa yang bermanfaat /
   bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang bertujuan
   untuk mengembangnkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang
   bermain dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat,
   berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokrasi
   serta bertanggung jawab.


   Kenyataannya dalam pengamatan pada SDN 6 Bagelen masih rendahnya nilai
   hasil belajar menggunakan metode bermain peran yang diperoleh siswa
   mungkin disebabkan oleh aktifitas belajar mengajar tidak sesuai dengan
   pemebelajaran. Bila aktifitas belajar mengajar siswa hanya mendapatkan
   materi pelajaran matematika saja. Maka siswa banyak mengalami kesulitian
   untuk memahaminya karena secara nyata pada dasarnya dipahami dengtan
   mengadakan aktifitas belajar mengajar secara teori saja tetapi akan lebih
   mudah dipelajari jika siswa dapat melakukan kegiatan belajar mengajar
   menggunakan metode bermain peran yaitu metode mengajar yang melibatkan
   pendekatan   ketrampilan    proses   untuk   memecahkan   materi   adalah
   menggunakan metode bermain peran.


   Dalam melakukan kegiatan peningkatan aktifitas dan    hasil belajar setiap
   siswa berbeda-beda.
   Dalam kegiatan meningkatan aktifitas dan hasil belajar setiap siswa berbeda-
   beda. Perbedaan ini disebabkan oleh beberapa faktor dari dalam diri siswa itu
   sendiri. Aktifitas merupakan suatu prinsip atau azas yang sangat penting di
   dalam interaksi belajar mengajar.


   Hasil belajar adalah suatu hasil yang dicapai oleh siswa baik berupa
   pengetahuan, pengertian ataupun perubahan dalam bentuk sikap dan perilaku
   siswa setelah mengikuti kegiatan belajar mengajar dalam bentuk nilai.


   Hasil belajar siswa biasanya akan tampak pada nilai yang didapatkan disetiap
   tes yang diikuti. Aktifitas sangat besar kaitannya dalam mencapai hasil belajar
   yang diinginkan dan sebaliknya jika siswa mempelajari sesuatu tanpa ada
   aktifitas memungkinkan hasil belajarnya akan terlihat kurang maksimal.


   Dengan demikian dapat diduga bahwa ada keterkaitan antara peningkatan
   aktifitas dan hasil belajar siswa menggunakan metode bermain peran akan
   lebih tinggi atau masimal.


   Berdasarkan latar belakang diatas timbul keinginan penelitian untuk meneliti
   tentang Peningkatan Aktiftas dan hasil belajar matematika dengan
   menggunakan metode bermain peran siswa kelas II SDN 6 Bagelen
   Kecamatan Gedongtataan Kabupaten Pesawaran Tahun Pelajaran 2010 / 2011.


B. Identifikasi masalah
   Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka dapat indentifikasi masalah
   yaitu :
   1. Kurangnya aktifitas dan hasil belajar siswa
   2. Rendahnya perolehan hasil belajar siswa
   3. Dalam penyajian materi kurang sesuai dengan mata pelajaran
   4. Kurangnya media dan peraga yang relevan
   5. Dalam penggunaan metode mengajar kurang tepat
C. Pembatasan Masalah
   Dari hasil identifikasi masalah diatas, agar penelitian tidak terlalu luas dalam
   perumusan masalah maka diperlukan adanya pembatasan masalah yaitu :
   1. Dalam menyampaikan materi jangan terlalu luas sesuai dengan materi
   2. Metode mengajar harus tepat agar aktifitas siswa dapat muncul
   3. Menggunakan alat peraga dan bermain peran sesuai dengan diajarkan
   4. Sesuai waktu yang ditentukan


D. Rumusan Masalah
   Berdasarkan latar belakang. Identifikasi dan pembatasan masalah penelitian
   dapat merumuskan masalah penelitian sebagai berikut : Apakah ada
   peningkatan aktifitas dan hasil belajar matematika metode bermain peran
   siswa kelas II SDN 6 Bagelen Kecamatan Gedongtataan Kabupeten
   Pesawaran Tahun Pelajaran 2010 / 2011.


E. Tujuan Penelitian
   Adapun yang menjadi tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui
   adanya peningkatan aktifitas dan hasil belajar matematika metode bermain
   peran siswa kelas II SDN 6 Bagelen Kecamatan Gedongtataan Kabupaten
   Pesawaran Tahun Pelajaran 2010 / 2011.


F. Manfaat Penelitian
   Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat :
   a. Bagi guru
         Meningkatkan kinerja guru untuk mengatasi masalah dalam proses
          pembelajaran yang berlangsung.
         Sebagai masukan guru dalam meningkatkan mutu pendidikan
         Dapat memperluas wawasan dan menambah ilmu pengetahuan
         Dapat meningkatkan keprofesionalan dan rasa percaya diri
         Dapat memberikan motovasi kepada guru lain
b. Bagi Siswa
      Siswa akan lebih bergairah dalam aktif dalam mengikuti pembelajaran
      Siswa akan lebih       mudah dalam menangkap dan           mengikuti
       pembelajaran
      Tingkah laku positif, terkontrol dan fokus dalam pembelajaran
      Siswa tidak merasa bosan dalam menerima pembelajaran
      Menimbulkan rasa senang dlam belajar yang efektif dan kreatif


c. Bagi Sekolah
      Menjadi bahan pemikiran bagi pihak sekolah dalam pengadaan media-
       media belajar yang lebih lengkap
      Mempersiapkan guru-guru yang kreatif dalam proses pembelajaran
       melalui pelatihan-pelatihan
      Sebagai tolak ukur bagi sekolah supaya menjadi lebih meningkat, maju
       dan berpresatasi serta untuk ditetapkan pelajaran lain.
                                     BAB II
                 KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA PIKIR



A. KAJIAN PUSTAKA
B. AKTIFITAS BELAJAR

Keberhasilan siswa pada prinsipnya belajar merupakan berbuat atau melakukan
berbuat untuk melakukan tingkah laku, tidak dikatakan belajar apabila di
dalamnya tidak terdapat aktifitas. Oleh sebab itu aktifitas merupakan suatu prinsip
atau azas yang sangat penting dalam interaksi belajar mengajar. Pada saat
pembelajaran berlangsung siswa kurang terlibat pikir atau dengan kata lain siswa
cenderung pasif. Prestasi belajar anak sangat ditentukan oleh aktifitas belaja anak
itu sendiri.
Kategori aktifitas digunakan bila nilai aktifitas siswa 74,7 maka dikategorikan
aktif, bila 58,5 kurang aktif. Pendidikan diartikan sebagai suatu proses bantuan
yang diberikan sumber belajar kepada peserta anak didik untuk memperoleh
pengatahuan dan keterampilan agar peserta didik dapat mengalami perubahan
pada dirinnya.
Belajar merupakan suatu bahwa pertumbuhan akan perubahan dalam diri
seseorang yang dinyatakan dalam cara-cara bertingka laku yang baru berkat
pengalaman dan latihan. Di sekolah seorang guru berperan sangat penting utuk
dapat meningkatkan aktifitas belajar siswa agar dapat mencapai tujuan yang
diaharapkan.

HASIL BELAJAR
Bahwa hasil belajar adalah taraf tabilitas untuk mengetahui atau menguasai
sejumlah pengetahuan atau ketrampilan pada orang yang berbeda-beda, hasil itu
bukan saja pengetahuan akan tatapi perbuatan belajar yang wujudnya adalah
perubahan pengetahuan, pengertian, apliakasi, analisis, sintesa, dan      evaluasi.
Sehingga siswa     tersebut dapat mengembangkan potensi yang dimiliki. Dari
pendapat diatas diambil pengetian bahwa hasil belajar adalah hasil yang diperoleh
siswa setelah mengikuti materi pelajaran.
METODE BERMAIN PERAN DAN ALAT PERAGA
Faktor keberhasilan proses belajar mengajar adalah metode bermain peran dengan
menggunakan alat peraga oleh guru dan murid.
Dalam    media    pembelajaran    mengidentifikasi   beberapa    manfaat   media
pembelajaran termasuk di dalamnya adalah :
1. Proses pembelajaran lebih interaktif
2. Meningkatkan aktifitas dan kualitas hasil belajar siswa
3. Proses pembelajaran lebih jelas dan menarik
4. Penyampaian pelajaran dapat diseragamkan
5. Efisiensi dalam waktu dan tenaga
6. Dapat menimbulkan sifat positif siswa terhadap materi dan proses belajar
7. Merubah peran guru ke arah yang lebih positif dan produktif


Dengan metode bermain peran dan menggunakan alat peraga siswa dapat praktek
langsung bagaimana keberaturan pada pola yang terdapat pada benda dan pada
siswa sendiri, kemudian oleh siswa dihubungkan dengan interaktif yang telah
melekat pada dirinya.


Bahwa media pembelajaran mempunyai peran penting sebab metode pelajaran
dengan metode bermain peran dan sebagai alat bantu untuk memudahkan dalam
bahan pelajaran oleh siswa.


Bahawa setiap guru memiliki ketrampilam menghasilkan dan menggunakan
metode bermain peran dan alat bantu pengajaran untuk meningkatkan tercapainya
tujuan pendidikan.


Sebaik-baiknya metode bermain peran dan alat perga merupakan alat bantu
pengajaran atau sarana motivasi belajar yang menunjang dalam proses belajar
mengajar siswa aktif. Adapun media belajar yang dapat digunakan seperti metode
bermain peran dan alat peraga yang dapat dipersiapkan oleh guru sebelum proses
belajar mengajar berlangsung.
Dari uraian diatas sebagai seorang guru harus dapat membangkitkan rasa percaya
diri pada siswa, menasehati memberi pujian atau dorongan, memberikan tugas
nantinya akan bermanfaat bagi diri siswa sendiri dan juga harus menerapkan
kebiasaan belajar yang baik dan disiplin yang tinggi pada siswa. Apabila hal
tersebut dapat dilakukan dengan baik tentunya hasil belajar siswa akan lebih baik
serta meningkatkan dengan sesuai apa yang dicapainya.


KERANGKA BERPIKIR
Keberhasilan siswa dalam mempelajari suatu pengetahuan tidak hanya dipegaruhi
oleh kemampuan berpikir saja melainkan dipengaruhi oleh faktor kemauan
berkatifitas apabila siswa mempunyai aktifitas yang tinggi maka siswa akan
senang dan rajin dalam mengikuti pelajaran dan mengakibatkan proses belajar
Mengajar dapat berlangsung dengan baik.
Dari uraian secara singkat dapat dikatakan bahwa aktifitas terhadap pelajaran akan
berkaitan dengan tinggi rendahnya hasil belajar yang dicapai.
Berdasarkan pokok pikiran diatas maka jelas bahawa peningkatan aktifitas dan
hasil belajar matematika dengan menggunakan metode bermain peran dan alat
perga mempunyai keterkaitan yang sangat erat. Maka dari itu dilihat pada diagram
kerangka pikir sebagai berikut :




                             PEMBELAJARAN
                          MENGGUNAKAN METODE
                             BERMAIN PERAN




 MENINGKATKAN AKTIFITAS                          MENINGKATKAN HASIL
    BELAJAR SISWA (X)                             BELAJAR SISWA (Y)
                                    BAB III
                     METODOLOGI PENELITIAN




A.   Rancangan Peneliti

     Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian
     kuantitatif yaitu variabel bebas dalam penelitian ini aktifitas belajar (X) dan
     hasil belajar siswa (Y)

B.   Subjek Penelitian

     Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilakukan di SDN 6 Bagelen
     Kecamatan Gedongtataan Kabupaten Pesawaran Tahun Pelajaran 2010/2011
     di Kelas II yang berjumlah siswa seluruhnya 5 anak.

C.   Tempat Penelitian

     Dalam penelitian ini peneliti mengambil lokasi di SDN 6 Bagelen
     Kecamatan Gedongtataan Kabupaten Pesawaran

D.   Waktu Penelitian

     Pelaksanaan penelitian adalah tanggal 11 oktober 2010 samapai dengan 16
     Oktober 2010

E.   Metode Pengumpulan Data

     1. Metode observasi dan metode bermain peran adalah dengan melakuakn
        pengamatan langsung pada siswa selama kegaiatan proses pemebelajaran
        yaitu pengamatan tentang perilaku siswa yang relevan.
     2. Metode pembelajaran dengan menggunakan alat peraga dan metode
        bermain peran merupakan metode yang dapat merangsang anak untuk
        dapata beraktifitas dan siswa dapat mengerti atau paham dalam proses
        pembelajaran yang dibahas.
     3. Metode demonstrasi dan diskusi adalah suatu cara untuk mengetahui
        hasil belajar siswa dalam mata pelajaran matematika Kelas II semester I
        Tahun Pelajaran 2010 / 2011.


F.   Teknik Analisa Data
     Setelah data diperoleh langkah-langkah selanjutnya adalah menganalisis.
     Dengan langakah-langkah sebagai berikut :
     1. Menghitung peningkatan rata-rata aktifitas belajar siswa selama
        mengikuti    pembelajaran     dengan     menggunakan     mata    pelajaran
        matematika dari siklus I sampai siklus III.


        X = ∑X
            N

     2. Menghitung peningkatan rata-rata hasil belajar siswa selama mengikuti
        pembelajaran menggunakan metode bermain peran dan menggunakan
        alat peraga mata pelajaran matematika dari siklus I sampai siklus 3.


        Y =∑X
           N

        Keterangan : X =        Rata-rata aktifitas belajar siswa
                     Y =        Rata-rata hasil belajar siswa
                    ∑X=         Jumlah nilai aktifitas belajar siswa seluruhnya
                    ∑Y =        Jumlah hasil belajar siswa seluruhnya
                     N =        Banyaknya siswa
                                    BAB IV
                         HASIL DAN PEMBAHASAN




A. HASIL
     1. Hasil observasi aktifitas siswa dari siklus ke siklus di lihat pada tabel
        yaitu:


            Tabel 1 aktifitas siswa dalam proses pembelajaran (X)

NO               NAMA              SIKLUS 1        SIKLUS 2         SIKLUS 3
 1      NOPITA SARI                   40               55                60
 2      RAMADANI                      50               60                80
 3      RANI SETIAN                   60               70                85
 4      SIGIT PURNOMO                 40               60                60
 5      NOPITA                        60               70                75
 6      ALDAN FIRLI                   60               80                85
 7      ALDI KURNIAWAN                60               70                80
 8      DITA ARIANI                   80               90                90
 9      DINI MAYCAHYATI               80               85                90
10      DYAH RITNO PUTRI              80               90               100
11      DINANDA SAPUTRA               70               70                80
12      INKA TRINUARI                 80               85                85
13      RIO ADAI SAPUTRA              40               60                60
14      RIVAL AJI SAPUTRA             70               70                75
15      RIA PUSPITSARI                80               90               100
16      SITI KOMARIA                  70               70                80
17      DILA AYU PUTRI                70               60                70
18      SITI AISYAH                   60               70                75
19      SAMSUDIN                      60               70                80
20      GILANG PRATAMA                70               70                80
          JUMLAH                     1310             1445             1590
         RATA-RATA                   65,50            72,25            79,5


     Keterangan : Perilaku yang relevan dengan kegiatan pembelajaran waktu
                    aktif 100 % dikurangi dengan akhir
     Berdasarkan tabel satu diatas dapat dilihat bahwa aktifitas yang relevan
     dengan pembelajaran mengalami meningkat dari siklus I ke siklus 3 yaitu dari
     65,50 % menjadi 72,25 % dan 79,5 %


     2. Data hasail belajar siswa dari siklus ke siklus dapat dilihat pada tabel 2 :


     Tabel 2 data hasil belajar matematika dengan menggunakan metode
        bermain peran dan alat peraga dalam proses pembelajaran (Y)

NO              NAMA                 SIKLUS 1          SIKLUS 2         SIKLUS 3
 1      NOPITA SARI                      50               60                 60
 2      RAMADANI                         60               60                 70
 3      RANI SETIAN                      60               65                 70
 4      SIGIT PURNOMO                    45               60                 65
 5      NOPITA                           65               60                 75
 6      ALDAN FIRLI                      60               70                 70
 7      ALDI KURNIAWAN                   80               70                 70
 8      DITA ARIANI                      85               90                 90
 9      DINI MAYCAHYATI                  85               85                 90
10      DYAH RITNO PUTRI                 85               90                100
11      DINANDA SAPUTRA                  70               70                 75
12      INKA TRINUARI                    80               80                 80
13      RIO ADAI SAPUTRA                 45               50                 60
14      RIVAL AJI SAPUTRA                70               70                 70
15      RIA PUSPITSARI                   80               80                100
16      SITI KOMARIA                     70               75                 80
17      DILA AYU PUTRI                   75               70                 70
18      SITI AISYAH                      65               60                 70
19      SAMSUDIN                         65               70                 60
20      GILANG PRATAMA                   75               80                 80
          JUMLAH                        1370             1415              1505
         RATA-RATA                      68,5             70,75             75,25


     Berdasarkan tabel 2 diatas nilai rata-rata hasil belajar siswa mengalami
     peningkatan yaitu 68,5 siklus 1 70,72 dan 75,25
B. PEMBAHASANAN
  1. Pembahasan pada siklus 1
     Proses utama pada penelitian ini adalah bagaimana menggunakan metode
     bermain peran dan alat peraga. Bermain peran dalam pemeblajaran
     matematika di kelas II SDN 6 Bagelen agar tercipta siswa yang aktif dan
     berdampak pada hasil belajar yang meningkat.
     Dari hasil analisis yang diperoleh aktifitas siswa pada siklus I belum
     begitu nampak, adapaun hasilnya bahwa siswa yang aktif dalam
     pemebalajaran Cuma mencapai 63,33 %. Hal ini di mungkinkan karena
     guru dan siswa belum terbiasa menggunakan metode bermain peran dan
     alat peraga dalam pemebelajaran sehingga banyak siswa yang masih
     melakukan kegiatan-kegiatan tidak relevan yang berdampak pada hasil
     yang kurang memuaskan.
     Hasil tanggapan dari guru pada pembelajaran siklus 1 mengenai cara
     penyampaian masih kurang dalam manajemen waktu, kurang motivasi
     yang diberikan serta perhatian ketika siswa mengerjakan latihan dalam
     proses belajar.
     Untuk tes hasil belajar dilakukan setelah belajar dilakukan setelah
     berakhirnya program tes ini dilaksankn untuk mengetahui keberhasilan
     siswa tanpa menggunakan metode bermain peran dan alat peraga ternyata
     hasilnya kurang memuaskan karena nilainya masih rendah nilai rata-
     ratanya 64,26. Pada siklus ini hasil tes belum optimal karena guru dan
     siswa tidak menggunakan metode bermain peran dan menggunakan alat
     peraga saat menjelaskan materi.
     Dari hasil aktifitas siswa dan saran guru serta hasil evaluasi belajar
     ternyata masih jauh dari harapan. Maka peneliti menyadari kekurangan-
     kekurangan pada saat pelakasanaan dalam mengajar. Dari kekurangan
     siklus 1 ini pada siklus 2 penelti harus memperbaiki dala hal :
     memberikan motovasi yang lebih menggunakan metode bermain peran
     dan alat peraga yang menunjang agar perhatian tertuju dalam materi dan
     hasil belajar akan tercapai.
2. Pembahasan Pada Siklus 2
   Hasil yang baik maka di adakan perbaikan pada siklus 2 dala proses
   pembelajaran ternyata mengalami perubahan-perubahan yaitu diperoleh
   hasil siswa lebih aktif. Hal ini tampakk dari keterlibatan siswa dalam
   pembelajaran. Meskipun demikian jika dibandingkan pembelajaran pada
   siklus 1 pada siklus 2 pembelajaran yang dilakukan oleh peneliti lebih
   baik akan tetap ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh peneliti.
   Guna perbaikan pada siklus berikutnya yaitu :
   Memperhatikan peningkatan kinerja yang sudah di angap baik, menejen
   waktu tetap diperbaiki / di perhatikan serta bimbingan terhadap siswa
   lebih menyeluruh dalam menggunakan alat peraga dan metode bermain
   peran yang menarik serta materinya lebih dimantapkan lagi.
   Tes hasil belajar dilaksanakan setelah berakhir pelajaran pda siklus 2 dan
   diperoleh hasil yang lebih meningkat yaitu 70,75 pada siklus ini walaupun
   aktifitas hasil belajar siswa sudah mulai meningkat tetapi peneliti harus
   lebih dapat memperbaiki keurangan-kekurangan yang ada pada siklus 2
   yaitu mempertahankan dan meningkatkan kinerja guru, memperhatikan
   menejen waktu menggunakan metode bermain peran dan alat peraga yang
   lebih menarik lagi pada saat proses pemebelajaran serta pada saat
   memeberikan tes evaluasi pada guru kelas harus membimbing siswa agar
   siswa mengerti.


3. Pembahasan pada siklus 3
  Pada siklus 3, hasil observasi terhadap siswa dilaksanakan untuk
  mengetahui tingkat aktifitas siswa dalam belajar dengan menggunakan
  metode bermain peran dan alat peraga saat proses pembelajaran apakah
  siswa akan lebih antusias dan diperoleh hasil bahwa aktifitas siswa
  mengalami peningkatan 72,25 % pada siklus 2 menjadi 78,66 % pada
  siklus 3. berdasarkan pada hasil tersebut diatsa dapat dijelaskan bahwa
  pada pembelajaran siklus 3 aktifitas siswa sudah cukup dari yang
  diharapkan dan hasil belajar memuaskan.
Evaluasi hasil belajar dilaksanakan untuk mengetahui keberhasilan
pembelajaran dengan menggunakan metode bermain peran pada siklus 3
dan untuk mengetahui beberapa besar peningkatan hasil belajar siswa dari
siklus 2 ke siklus 3. hasil yang diperoleh lebih menunjukkan bahawa ada
peningkatan hasil belajar siswa berupa peningkatan nilai rata-rata siswa
dari 72,25 pada siklus 2 menjadai 79,5 pada siklus 3. dari evaluasi hasil
belajar pada siklus 3 telah didapat hasil yang memuaskan karena nilai rata-
rata dan aktifitas belajar sisa 50 % berhasil dari nilai rata-rata siswa
mendapatkan niali 75. ini dibuktikan ada peningkatan dala           proses
pembelajaran dengan menggunakan metode bermain peran dan alat peraga
siswa, menjadi antusias dan mengerti atau memahami apa yang dijelaskan
guru.
                                   BAB V
                      KESIMPULAN DAN SARAN




A. Kesimpulan

  Berdasarkan hasil penelitian mata refleksi sikap siklus pembelajaran dengan
  menggunakan metode bermain peran dan alat peraga di ambil kesimpulan
  sebagai berikut :


  1. Presentase rata-rat aktifitas siswa yang relevan terhadap pembelajaran
     mengalami peningkatan dari siklus 1 sampai siklus 3 pada siklus 1 nilai
     rata-rata aktifitas siswa adalah 65,50 tergolong cukup aktif. Pada siklus 3
     nilai rata-rata aktiftas siswa meningkat menjadi 79,5 dengan kategori
     sangat aktif.
  2. Nilai rata-rata hsil belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus 1
     sampai siklus 3. pada siklus 1 ratarata hasil belajar sisa adalah 65,50
     tergolong cukup pada siklus 2 meningkat 72,25 tergolong baik dan pada
     siklus 3 mengalami peningkatan sehingga nilai rata-rata hasil belajar siswa
     menjadi 79,5 dengan sangat baik.

B. Saran

  1. Untuk guru
     Pada pembelejaran dengan menggunakan metode bermain peran dan alat
     peraga guru diharapkan mampu mengelolah waktu pembelajaran secara
     efektif dalam proses pembelajaran. Serta sebagai alternatif model
     pembelajaran untuk pendekatan khsus pembelajaran matematika. Untuk
     meningkatkan hasil belajar siswa yang maksimal diharapkan mampu agar
     guru lebh dapat meningkatkan aktifitas belajar secara lebih baik lagi sebab
     dengan aktifitas yang tinggi akan memicu perasaan senang keterkaitan
     dengan pelajaran kesediaan pelajaran dan kegiatan dalam belajar.
2. Untuk siswa

   Agar sisa lebih giat belajar baik di sekolah maupun di rumah supaya hasil
   belajar yang tinggi dapat serta sebagai inovsi cara belajar matematika.


3. Untuk Sekolah

   Diharapkan dapat meningkatkan peran guru untuk memberikan bimbingan
   yang dapat dengan meotivasi siswa agar aktifitas belajar siswa lebih giat
   lagi.
                           DAFTAR PUSTAKA




Depdiknas, 1996, Pembelajaran Terpadu


Depdiknas, 2004.   Pedoman Pengembangan Siklus dan model Pembelajaran
Tematis


Depdiknas, Permendiknas, NO. 24 Tahun 2006 Tentang Standar isi untuk Satuan
Pendidikan Dasar


Syiful Bahri Djamarah. Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif Rineha
Cipta.2000


Tikomo, Dkk Matematika Sekolah Dasar. Tim Bima Cipta Benua Intan Berlian.
2003
         RENCANAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP )
                                     SIKLUS 1


                      Mata Pelajaran      : Matematika
                      Kelas / Semester : 11 / I
                      Alokasi Waktu       : 2 x 35 menit


Standar Kompetensi              : Melakukan     penjumlahan   dan   pengurangan
                                  bilangan sampai 500
Kompetensi Dasar                : 1.4.2 Melakukan penjumlahan 2 angka dengan
                                  teknik menyimpan
Indikator                       : Menjumlah bilangan tanpa teknik menyimpan
Tujuan Pembelajaran             : Siswa mampu mejumlahkan bilangan tanpa
                                  teknik penyimpan
Materi Ajar (materi pokok) : Operasi Bilangan
Metode Pembelajaran             : Ceramah, Diskusi, Tanya Jawab, Pemberian
                                  Tugas


Langkah – langkah pembelajaran
1. Kegiatan Awal ( 10 Menit )
      Menertibkan siswa, berdoa, mengabsen, mempersiapkan materi ajar, alat
       peraga
      Apersepsi yang berkaitan dengan materi

2. Kegiatan Inti ( 40 menit )
      Siswa memperhatikan penjelasan guru tentang penjumlahan bilangan
       teknik menyimpan
      Guru memberi contoh penjumlahan bilangan tanpa teknik menyimpan
      Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menanyakan materi
       yang belum jelas
3. Kegiatan Akhir ( 20 menit )
        Guru dan siswa melakukan refleksi dan membuat kesimpulan
        Mengerjakan evaluasi dan membahas hasil evaluasi
        Memberikan tugas rumah ( PR )

Media dan Sumber Pelajaran :
        Kartu Angka
        Kurikulum tingkat satuan Pendidikan ( KTSP ) buku Tematik kelas 2
         buku 1 penerbit DAYASU EDUMEDIA. Dan Pengetahuan Guru

1.   Penilaian
     Tes Tertulis

A. Selesaikan soal di bawah ini dengan benar !

1) 3 3              2) 5 2        3) 7 3          4) 6 0            5) 7 5
     64 +              33 +            26 +           28 +             14 +
     ...               ...             ...            ...              ...


B. Kunci Jawaban


1. 97                          4. 88
2. 85                          5. 89
3. 99


C. Skor Penilaian
     Skor Total = { No 1 + No 2 + No 3 + No 4 + No 5 } X 2 = 10




        Mengetahui                                Bagelen, Oktober 2010
Kepala sekolah SDN 6 Bagelen                           Guru Kelas II



      SUHARTONO                                     SRI SUHARTINI
NIP. 19680303 198008 1 001                          NPM. 09433450173
         RENCANAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP )
                                      SIKLUS 1I


                      Mata Pelajaran      : Matematika
                      Kelas / Semester : 11 / I
                      Alokasi Waktu       : 2 x 35 menit


Standar Kompetensi              : Melakukan     penjumlahan   dan   pengurangan
                                  bilangan sampai 500
Kompetensi Dasar                : 1.4. Menjumlah bilangan 2 angka tanpa teknik
                                  menyimpan
Indikator                       : Menjumlah bilangan tanpa teknik menyimpan
Tujuan Pembelajaran             : -    Siswa mampu mejumlahkan bilangan tanpa
                                       teknik menyimpan
                                  -    Siswa dapat menyelesaikan penjumlahan
                                  bilangan tampa teknik menyimpan
Tujuan Perbaikan                : Siswa mampu meningkatkan aktifitas dan hasil
                                  dengan menggunakan metode bermain peran dan
                                  alat peraga
Materi Ajar (materi pokok) : Operasi Bilangan
Metode Pembelajaran             : Ceramah, Diskusi, Tanya Jawab, Pemberian
                                  Tugas
Langkah – langkah pembelajaran
1. Kegiatan Awal ( 10 Menit )
        Menertibkan siswa, berdoa, mengabsen, mempersiapkan materi ajar, alat
         peraga
        Apersepsi menyanyikan lagu satu persatu


2. Kegiatan Inti ( 40 menit )
        Siswa memperhatikan penjelasan guru tentang penjumlahan bilangan 2
         angka dan tanpa teknik menyimpan
        Guru menjelaskan tentang penjumlahan bilangan 2 angka tanpa teknik
         menyimpan dengan menggunakan langsung praktek siswa bermain peran
         di muka kelas
        Guru menggunakan alat peraga berupa kartu angka dan memberi contoh
         cara menjumlahkan
        Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menanyakan materi
         yang belu jelas


3. Kegiatan Inti ( 40menit )
        Guru melakukan refleksi dan membuat kesimpulan bersama siswa
        Mengerjakan evaluasi dan membahas hasil evaluasi
        Memberikan tugas rumah ( PR )


Media dan Sumber Pelajaran :
        Kartu Angka
        Kurikulum tingkat satuan Pendidikan ( KTSP )
        Buku Tematik kelas 2 buku 1 penerbit DAYASU EDUMEDIA.
        Pengetahuan Guru


1. Penilaian
    Tes Tertulis


a. Selesaikan soal di bawah ini dengan benar !


1) 3 3             2) 5 2         3) 7 3         4) 6 0          5) 7 5
   64 +              33 +              26 +             28 +        14 +
   ...               ...               ...              ...         ...


b. Kunci Jawaban
1. 97                          4. 88
2. 85                          5. 89
3. 99
c. Skor Penilaian
   Skor Total = { No 1 + No 2 + No 3 + No 4 + No 5 } X 2 = 10




        Mengetahui                           Bagelen, Oktober 2010
Kepala sekolah SDN 6 Bagelen                      Guru Kelas II



      SUHARTONO                                SRI SUHARTINI
NIP. 19680303 198008 1 001                     NPM. 09433450173
          RENCANAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP )
                                      SIKLUS 1I


                      Mata Pelajaran      : Matematika
                      Kelas / Semester :
                      Alokasi Waktu       :


Standar Kompetensi              : Melakukan    penjumlahan      dan   pengurangan
                                  bilangan sampai 500
Kompetensi Dasar                : 1.4.2 Menjumlah bilangan 2 angka tanpa teknik
                                  menyimpan
Indikator                       : Menjumlah bilangan tanpa teknik menyimpan
Tujuan Pembelajaran             : -    Siswa dapat menyelesaikan bilangan tanpa
                                       teknik menyimpan
                                  -    Siswa dapat penjumlahan conth bilangan
                                       tanpa teknik menyimpan
Tujuan Perbaikan                : Siswa meningkatkan aktifitas dan hasil belajar
                                  dengan menggunakan metode bermain peran dan
                                  alat peraga berupa kartu angka
Materi Ajar (materi pokok) : Operasi Bilangan
Metode Pembelajaran             : Ceramah, Diskusi, Tanya Jawab, Pemberian
                                  Tugas
Langkah – langkah pembelajaran
1.   Kegiatan Awal ( 10 Menit )
        Menertibkan siswa, berdoa, mengabsen, mempersiapkan materi ajar, alat
         peraga
        Apersepsi tanya jawab tentang penjumlahan
        Siapa yang belum bisa mengenai penjumlahan bilangan 2 angka tanpa
         teknik menyimpan
2. Kegiatan Inti ( 40 menit )
        Siswa memperhatikan penjelasan guru tentang penjumlahan bilangan 2
         angka dan tanpa teknik menyimpan
        Guru menjelaskan cara menjumlah dengan metode bermain peran,
         beberapa anak maju        kedepan kelas menjumlahkan soal dengan
         menggunakan kartu angka
        Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menanyakan materi
         yang belum jelas

3. Kegiatan Inti ( 20menit )
        Guru dan siswa melakukan refleksi dan membuat kesimpulan
        Siswa mengerjakan evaluasi
        Guru memberikan tugas rumah ( PR )

Media dan Sumber Pelajaran :
        Kartu Angka
        Kurikulum tingkat satuan Pendidikan ( KTSP )
        Buku Tematik kelas 2 buku 1 penerbit DAYASU EDUMEDIA.
        Pengetahuan Guru



1. Penilaian
    Tes Tertulis


a. Selesaikan soal di bawah ini dengan benar !


1) 3 3             2) 5 2          3) 7 3         4) 6 0            5) 7 5
   64 +                33 +            26 +             28 +           14 +
   ...                 ...             ...              ...            ...



Kunci Jawaban


1. 97                          4. 88
2. 85                          5. 89
3. 99
b. Skor Penilaian
   Skor Total = { No 1 + No 2 + No 3 + No 4 + No 5 } X 2 = 10




        Mengetahui                           Bagelen, Oktober 2010
Kepala sekolah SDN 6 Bagelen                      Guru Kelas II



      SUHARTONO                                SRI SUHARTINI
NIP. 19680303 198008 1 001                     NPM. 09433450173

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:1301
posted:3/28/2011
language:Indonesian
pages:31