PTK UPAYA MENINGKATKAN AKTIFITAS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA by agusbond

VIEWS: 1,301 PAGES: 31

• pg 1
```									    UPAYA MENINGKATKAN AKTIFITAS DAN HASIL
BELAJAR MATEMATIKA METODE BERMAIN PERAN PADA
SISWA KELAS II SDN 6 BAGELEN
KECAMATAN GEDONGTATAAN KABUPATEN PESAWARAN
TAHUN PELAJARAN 2010 / 2011

PENELITIAN TINDAKAN KELAS ( PTK )

DISUSUN OLEH :

NAMA        : SRI SUHARTINI
NPM         : 09433450173
PROGRAM     : S 1 GURU DALAM JABATAN

SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN ( STKIP )
PASUNDAN CIMAHI
HALAMAN PENGESAHAN

Judul      : UPAYA    MENINGKATKAN     AKTIFITAS    DAN      HASIL
BELAJAR       MATEMATIKA   DENGAN    MENGGUNAKAN
METODE BERMAIN PERAN PADA SISWA KELAS II SDN 6
BAGELEN KECAMATAN GEDONGTATAAN KABUPATEN
PESAWARAN TAHUN PELAJARAN 2010 / 2011

NAMA       : SRI SUHARTINI
NPM        : 9433450173
SEMESTER : X

Mengetahui                      Pesawaran, Oktober 2010
Pembimbing                              penyusun

Dr. ULFA MARIA, M.Pd                      SRI SUHARTINI
NIP…………………………                             NPM. 09433450173
DAFTAR ISI

HALAMAN PENGESAHAN ...........................................................................
DAFTAR ISI .....................................................................................................
KATA PENGANTAR ......................................................................................
ABSTRAK ........................................................................................................

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah ........................................................................
B.   Identifikasi Masalah ..............................................................................
C.   Pembahasan Masalah ............................................................................
D.   Rumusan Masalah .................................................................................
E.   Tujuan Penelitian ..................................................................................
F.   Manfaat Penelitian ................................................................................

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA PIKIR
A. Kajian Pustaka / Teori ..........................................................................
B. Kerangka Berpikir .................................................................................

BAB III METODOLOGI PENELITIAN
A. Rancangan Penelitian ............................................................................
B. Subjek Penelitan ....................................................................................
C. Tempat Penelitian..................................................................................
D. Waktu Penelitian ...................................................................................
E. Metode Pengumpulan Data ...................................................................
F. Teknik Analisis Data .............................................................................
G. Kelemahan-Kelemahan Penelitian ........................................................

BAB IV HASIL PEMBAHASAN ....................................................................
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ............................................................
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
KATA PENGANTAR

Puji syukur penyusun ucapkan kepada Allah SWT karena berkat rahmat dan
hidayah-Nya sehingga penyusun dapat menyelesaikan penelitian Tindakan Kelas
6 Bagelen Kecamatan Gedongtataan Kabupaten Pesawaran Tahun Pelajaran
2010/2011 dapat terlaksana sesuai dengan waktu yang ditentukan / dijadwalkan.

Banyak manfaat yang penyusun rasakan selama menyelesaikan ( PTK) penelitian
Tindakan Kelas ini diantaranya dapat memperbaiki pembelajaran dan dapat
meningkatkan profesional, rasa percaya diri dan dapat berperan aktif dalam
mengembangkan pengetahuan dan ketrampilan.

Tetapi penyusun menyadari tentunya masih banyak kekurangan dalam penelitian
ini. Penulis mengucapkan terima kasih kepada :
1. Sugiami, A.Ma.Pd sebagai supervisor maupun teman sejawat
2. Dr. Ulfa Maria, M.Pd sebagai pembimbing yang te;ah memmbantu dalam
menyelesaikan PTK ini.
3. Suhartono selaku Kepala Sekolah dan rekan–rekan guru di SDN 6 Bagelen
yang telah mendukung dan mendorong terselesainya PTK ini.

Semoga hasil PTK (Penelitian Tindakan Kelas ) ini dapat       bermanfaat bagi
penyusun juga bagi rekan-rekan guru, sehingga dapat meningkatkan proses belajar
mengajar.

Penyusun

SRI SUHARTINI
NPM. 09433450173
ABSTRAK

UPAYA         MENINGKATKAN          AKTIFITAS     DAN     HASIL     BELAJAR
MATEMATIKA DENGAN MENGGUNAKAN METODE BERMAIN PERAN
PADA      SISWA      KELAS     II    SDN    6    BAGELEN        KECAMATAN
GEDONGTATAAN KABUPATEN PESAWARAN TAHUN PELAJARAN
2010 / 2011

KATA KUNCI           : AKTIFITAS, HASIL, BELAJAR, BERMAIN PERAN,
SIKLUS

Keberhasilan proses belajar ditentukan oleh pelaksanaan pendidikan yaitu guru,
salah satu faktor yang dapat mempengaruhi dalam proses belajar adalah metode
pengajaran yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar.

hasil belajar matematika dengan menggunakan metode bermain peran siswa kelas
II SDN 6 Bagelen Kecamatan Gedongtataan Kabupaten Pesawaran Tahun
Pelajaran 2010 / 2011.

hasil belajar. Matematika dengan menggunakan metode bermain peran siswa
Kelas II SDN 6 Bagelen Kecamatan Gedongtataan Kabupaten Pesawaran Tahun
Pelajaran 2010 / 2011.

ankak menjadi sample dalam penelitian ini. Pengambilan data menggunakan
metode observasi untuk      mengetahui aktifitas belajar siswa dalam proses
pembelajaran, metode pembelajaran menggunakan metode bermain peran diskusi
untuk mengetahui hasil belajar siswa dalam mata pelajaran matematika kelas II.
Hasil penelitian ini adalah berdasarkan refleksi siklus pembelajaran dengan
menggunakan metode bermain peran disimpulkan bahwa :

1.   Terdapat persentasi rata-rata aktifitas siswa yang relevan terhadap
pembelajaran mengalami peningkaktan dari siklus I dan siklus III
siklus III nilai rata-rata aktifitas siswa-siswa mengalami peningkatan menjadi
dengan kategori sangat aktif.

2.   terdapat nilai rata-rata hasil belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus
tergolong baik. Pada siklus III mengalami peningkatan sehingga rata-rata
nilai hasil belajarnya menjadi             kategori sangat baik.
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
memeproleh manusia yang berkualitas. Salah satu bentuk usaha untuk

Pendidikan nasional yang berdasarkan pancasila dan Undang-Undang Dasar
Negara Republik       Indonesia Tahun 1945 berfungsi      mengembangkan
Kemampuan dan membantu watak serta peradaban bangsa yang bermanfaat /
bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang bertujuan
untuk mengembangnkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang
bermain dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat,
berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokrasi
serta bertanggung jawab.

Kenyataannya dalam pengamatan pada SDN 6 Bagelen masih rendahnya nilai
hasil belajar menggunakan metode bermain peran yang diperoleh siswa
mungkin disebabkan oleh aktifitas belajar mengajar tidak sesuai dengan
pemebelajaran. Bila aktifitas belajar mengajar siswa hanya mendapatkan
materi pelajaran matematika saja. Maka siswa banyak mengalami kesulitian
untuk memahaminya karena secara nyata pada dasarnya dipahami dengtan
mengadakan aktifitas belajar mengajar secara teori saja tetapi akan lebih
mudah dipelajari jika siswa dapat melakukan kegiatan belajar mengajar
menggunakan metode bermain peran yaitu metode mengajar yang melibatkan
pendekatan   ketrampilan    proses   untuk   memecahkan   materi   adalah
menggunakan metode bermain peran.

Dalam melakukan kegiatan peningkatan aktifitas dan    hasil belajar setiap
siswa berbeda-beda.
Dalam kegiatan meningkatan aktifitas dan hasil belajar setiap siswa berbeda-
beda. Perbedaan ini disebabkan oleh beberapa faktor dari dalam diri siswa itu
sendiri. Aktifitas merupakan suatu prinsip atau azas yang sangat penting di
dalam interaksi belajar mengajar.

Hasil belajar adalah suatu hasil yang dicapai oleh siswa baik berupa
pengetahuan, pengertian ataupun perubahan dalam bentuk sikap dan perilaku
siswa setelah mengikuti kegiatan belajar mengajar dalam bentuk nilai.

Hasil belajar siswa biasanya akan tampak pada nilai yang didapatkan disetiap
tes yang diikuti. Aktifitas sangat besar kaitannya dalam mencapai hasil belajar
yang diinginkan dan sebaliknya jika siswa mempelajari sesuatu tanpa ada
aktifitas memungkinkan hasil belajarnya akan terlihat kurang maksimal.

Dengan demikian dapat diduga bahwa ada keterkaitan antara peningkatan
aktifitas dan hasil belajar siswa menggunakan metode bermain peran akan
lebih tinggi atau masimal.

Berdasarkan latar belakang diatas timbul keinginan penelitian untuk meneliti
tentang Peningkatan Aktiftas dan hasil belajar matematika dengan
menggunakan metode bermain peran siswa kelas II SDN 6 Bagelen
Kecamatan Gedongtataan Kabupaten Pesawaran Tahun Pelajaran 2010 / 2011.

B. Identifikasi masalah
Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka dapat indentifikasi masalah
yaitu :
1. Kurangnya aktifitas dan hasil belajar siswa
2. Rendahnya perolehan hasil belajar siswa
3. Dalam penyajian materi kurang sesuai dengan mata pelajaran
4. Kurangnya media dan peraga yang relevan
5. Dalam penggunaan metode mengajar kurang tepat
C. Pembatasan Masalah
Dari hasil identifikasi masalah diatas, agar penelitian tidak terlalu luas dalam
perumusan masalah maka diperlukan adanya pembatasan masalah yaitu :
1. Dalam menyampaikan materi jangan terlalu luas sesuai dengan materi
2. Metode mengajar harus tepat agar aktifitas siswa dapat muncul
3. Menggunakan alat peraga dan bermain peran sesuai dengan diajarkan
4. Sesuai waktu yang ditentukan

D. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang. Identifikasi dan pembatasan masalah penelitian
dapat merumuskan masalah penelitian sebagai berikut : Apakah ada
peningkatan aktifitas dan hasil belajar matematika metode bermain peran
siswa kelas II SDN 6 Bagelen Kecamatan Gedongtataan Kabupeten
Pesawaran Tahun Pelajaran 2010 / 2011.

E. Tujuan Penelitian
adanya peningkatan aktifitas dan hasil belajar matematika metode bermain
peran siswa kelas II SDN 6 Bagelen Kecamatan Gedongtataan Kabupaten
Pesawaran Tahun Pelajaran 2010 / 2011.

F. Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat :
a. Bagi guru
   Meningkatkan kinerja guru untuk mengatasi masalah dalam proses
pembelajaran yang berlangsung.
   Sebagai masukan guru dalam meningkatkan mutu pendidikan
   Dapat memperluas wawasan dan menambah ilmu pengetahuan
   Dapat meningkatkan keprofesionalan dan rasa percaya diri
   Dapat memberikan motovasi kepada guru lain
b. Bagi Siswa
   Siswa akan lebih bergairah dalam aktif dalam mengikuti pembelajaran
   Siswa akan lebih       mudah dalam menangkap dan           mengikuti
pembelajaran
   Tingkah laku positif, terkontrol dan fokus dalam pembelajaran
   Siswa tidak merasa bosan dalam menerima pembelajaran
   Menimbulkan rasa senang dlam belajar yang efektif dan kreatif

c. Bagi Sekolah
media belajar yang lebih lengkap
   Mempersiapkan guru-guru yang kreatif dalam proses pembelajaran
melalui pelatihan-pelatihan
   Sebagai tolak ukur bagi sekolah supaya menjadi lebih meningkat, maju
dan berpresatasi serta untuk ditetapkan pelajaran lain.
BAB II
KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA PIKIR

A. KAJIAN PUSTAKA
B. AKTIFITAS BELAJAR

Keberhasilan siswa pada prinsipnya belajar merupakan berbuat atau melakukan
berbuat untuk melakukan tingkah laku, tidak dikatakan belajar apabila di
dalamnya tidak terdapat aktifitas. Oleh sebab itu aktifitas merupakan suatu prinsip
atau azas yang sangat penting dalam interaksi belajar mengajar. Pada saat
pembelajaran berlangsung siswa kurang terlibat pikir atau dengan kata lain siswa
cenderung pasif. Prestasi belajar anak sangat ditentukan oleh aktifitas belaja anak
itu sendiri.
Kategori aktifitas digunakan bila nilai aktifitas siswa 74,7 maka dikategorikan
aktif, bila 58,5 kurang aktif. Pendidikan diartikan sebagai suatu proses bantuan
yang diberikan sumber belajar kepada peserta anak didik untuk memperoleh
pengatahuan dan keterampilan agar peserta didik dapat mengalami perubahan
Belajar merupakan suatu bahwa pertumbuhan akan perubahan dalam diri
seseorang yang dinyatakan dalam cara-cara bertingka laku yang baru berkat
pengalaman dan latihan. Di sekolah seorang guru berperan sangat penting utuk
dapat meningkatkan aktifitas belajar siswa agar dapat mencapai tujuan yang
diaharapkan.

HASIL BELAJAR
Bahwa hasil belajar adalah taraf tabilitas untuk mengetahui atau menguasai
sejumlah pengetahuan atau ketrampilan pada orang yang berbeda-beda, hasil itu
bukan saja pengetahuan akan tatapi perbuatan belajar yang wujudnya adalah
perubahan pengetahuan, pengertian, apliakasi, analisis, sintesa, dan      evaluasi.
Sehingga siswa     tersebut dapat mengembangkan potensi yang dimiliki. Dari
pendapat diatas diambil pengetian bahwa hasil belajar adalah hasil yang diperoleh
siswa setelah mengikuti materi pelajaran.
METODE BERMAIN PERAN DAN ALAT PERAGA
Faktor keberhasilan proses belajar mengajar adalah metode bermain peran dengan
menggunakan alat peraga oleh guru dan murid.
Dalam    media    pembelajaran    mengidentifikasi   beberapa    manfaat   media
pembelajaran termasuk di dalamnya adalah :
1. Proses pembelajaran lebih interaktif
2. Meningkatkan aktifitas dan kualitas hasil belajar siswa
3. Proses pembelajaran lebih jelas dan menarik
4. Penyampaian pelajaran dapat diseragamkan
5. Efisiensi dalam waktu dan tenaga
6. Dapat menimbulkan sifat positif siswa terhadap materi dan proses belajar
7. Merubah peran guru ke arah yang lebih positif dan produktif

Dengan metode bermain peran dan menggunakan alat peraga siswa dapat praktek
siswa sendiri, kemudian oleh siswa dihubungkan dengan interaktif yang telah

Bahwa media pembelajaran mempunyai peran penting sebab metode pelajaran
dengan metode bermain peran dan sebagai alat bantu untuk memudahkan dalam
bahan pelajaran oleh siswa.

Bahawa setiap guru memiliki ketrampilam menghasilkan dan menggunakan
metode bermain peran dan alat bantu pengajaran untuk meningkatkan tercapainya
tujuan pendidikan.

Sebaik-baiknya metode bermain peran dan alat perga merupakan alat bantu
pengajaran atau sarana motivasi belajar yang menunjang dalam proses belajar
mengajar siswa aktif. Adapun media belajar yang dapat digunakan seperti metode
bermain peran dan alat peraga yang dapat dipersiapkan oleh guru sebelum proses
belajar mengajar berlangsung.
Dari uraian diatas sebagai seorang guru harus dapat membangkitkan rasa percaya
diri pada siswa, menasehati memberi pujian atau dorongan, memberikan tugas
nantinya akan bermanfaat bagi diri siswa sendiri dan juga harus menerapkan
kebiasaan belajar yang baik dan disiplin yang tinggi pada siswa. Apabila hal
tersebut dapat dilakukan dengan baik tentunya hasil belajar siswa akan lebih baik
serta meningkatkan dengan sesuai apa yang dicapainya.

KERANGKA BERPIKIR
Keberhasilan siswa dalam mempelajari suatu pengetahuan tidak hanya dipegaruhi
oleh kemampuan berpikir saja melainkan dipengaruhi oleh faktor kemauan
berkatifitas apabila siswa mempunyai aktifitas yang tinggi maka siswa akan
senang dan rajin dalam mengikuti pelajaran dan mengakibatkan proses belajar
Mengajar dapat berlangsung dengan baik.
Dari uraian secara singkat dapat dikatakan bahwa aktifitas terhadap pelajaran akan
berkaitan dengan tinggi rendahnya hasil belajar yang dicapai.
Berdasarkan pokok pikiran diatas maka jelas bahawa peningkatan aktifitas dan
hasil belajar matematika dengan menggunakan metode bermain peran dan alat
perga mempunyai keterkaitan yang sangat erat. Maka dari itu dilihat pada diagram
kerangka pikir sebagai berikut :

PEMBELAJARAN
MENGGUNAKAN METODE
BERMAIN PERAN

MENINGKATKAN AKTIFITAS                          MENINGKATKAN HASIL
BELAJAR SISWA (X)                             BELAJAR SISWA (Y)
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

A.   Rancangan Peneliti

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian
kuantitatif yaitu variabel bebas dalam penelitian ini aktifitas belajar (X) dan
hasil belajar siswa (Y)

B.   Subjek Penelitian

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilakukan di SDN 6 Bagelen
Kecamatan Gedongtataan Kabupaten Pesawaran Tahun Pelajaran 2010/2011
di Kelas II yang berjumlah siswa seluruhnya 5 anak.

C.   Tempat Penelitian

Dalam penelitian ini peneliti mengambil lokasi di SDN 6 Bagelen
Kecamatan Gedongtataan Kabupaten Pesawaran

D.   Waktu Penelitian

Pelaksanaan penelitian adalah tanggal 11 oktober 2010 samapai dengan 16
Oktober 2010

E.   Metode Pengumpulan Data

1. Metode observasi dan metode bermain peran adalah dengan melakuakn
pengamatan langsung pada siswa selama kegaiatan proses pemebelajaran
yaitu pengamatan tentang perilaku siswa yang relevan.
2. Metode pembelajaran dengan menggunakan alat peraga dan metode
bermain peran merupakan metode yang dapat merangsang anak untuk
dapata beraktifitas dan siswa dapat mengerti atau paham dalam proses
pembelajaran yang dibahas.
3. Metode demonstrasi dan diskusi adalah suatu cara untuk mengetahui
hasil belajar siswa dalam mata pelajaran matematika Kelas II semester I
Tahun Pelajaran 2010 / 2011.

F.   Teknik Analisa Data
Setelah data diperoleh langkah-langkah selanjutnya adalah menganalisis.
Dengan langakah-langkah sebagai berikut :
1. Menghitung peningkatan rata-rata aktifitas belajar siswa selama
mengikuti    pembelajaran     dengan     menggunakan     mata    pelajaran
matematika dari siklus I sampai siklus III.

X = ∑X
N

2. Menghitung peningkatan rata-rata hasil belajar siswa selama mengikuti
pembelajaran menggunakan metode bermain peran dan menggunakan
alat peraga mata pelajaran matematika dari siklus I sampai siklus 3.

Y =∑X
N

Keterangan : X =        Rata-rata aktifitas belajar siswa
Y =        Rata-rata hasil belajar siswa
∑X=         Jumlah nilai aktifitas belajar siswa seluruhnya
∑Y =        Jumlah hasil belajar siswa seluruhnya
N =        Banyaknya siswa
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

A. HASIL
1. Hasil observasi aktifitas siswa dari siklus ke siklus di lihat pada tabel
yaitu:

Tabel 1 aktifitas siswa dalam proses pembelajaran (X)

NO               NAMA              SIKLUS 1        SIKLUS 2         SIKLUS 3
1      NOPITA SARI                   40               55                60
3      RANI SETIAN                   60               70                85
4      SIGIT PURNOMO                 40               60                60
5      NOPITA                        60               70                75
6      ALDAN FIRLI                   60               80                85
7      ALDI KURNIAWAN                60               70                80
8      DITA ARIANI                   80               90                90
9      DINI MAYCAHYATI               80               85                90
10      DYAH RITNO PUTRI              80               90               100
11      DINANDA SAPUTRA               70               70                80
12      INKA TRINUARI                 80               85                85
13      RIO ADAI SAPUTRA              40               60                60
14      RIVAL AJI SAPUTRA             70               70                75
15      RIA PUSPITSARI                80               90               100
16      SITI KOMARIA                  70               70                80
17      DILA AYU PUTRI                70               60                70
18      SITI AISYAH                   60               70                75
19      SAMSUDIN                      60               70                80
20      GILANG PRATAMA                70               70                80
JUMLAH                     1310             1445             1590
RATA-RATA                   65,50            72,25            79,5

Keterangan : Perilaku yang relevan dengan kegiatan pembelajaran waktu
aktif 100 % dikurangi dengan akhir
Berdasarkan tabel satu diatas dapat dilihat bahwa aktifitas yang relevan
dengan pembelajaran mengalami meningkat dari siklus I ke siklus 3 yaitu dari
65,50 % menjadi 72,25 % dan 79,5 %

2. Data hasail belajar siswa dari siklus ke siklus dapat dilihat pada tabel 2 :

Tabel 2 data hasil belajar matematika dengan menggunakan metode
bermain peran dan alat peraga dalam proses pembelajaran (Y)

NO              NAMA                 SIKLUS 1          SIKLUS 2         SIKLUS 3
1      NOPITA SARI                      50               60                 60
3      RANI SETIAN                      60               65                 70
4      SIGIT PURNOMO                    45               60                 65
5      NOPITA                           65               60                 75
6      ALDAN FIRLI                      60               70                 70
7      ALDI KURNIAWAN                   80               70                 70
8      DITA ARIANI                      85               90                 90
9      DINI MAYCAHYATI                  85               85                 90
10      DYAH RITNO PUTRI                 85               90                100
11      DINANDA SAPUTRA                  70               70                 75
12      INKA TRINUARI                    80               80                 80
13      RIO ADAI SAPUTRA                 45               50                 60
14      RIVAL AJI SAPUTRA                70               70                 70
15      RIA PUSPITSARI                   80               80                100
16      SITI KOMARIA                     70               75                 80
17      DILA AYU PUTRI                   75               70                 70
18      SITI AISYAH                      65               60                 70
19      SAMSUDIN                         65               70                 60
20      GILANG PRATAMA                   75               80                 80
JUMLAH                        1370             1415              1505
RATA-RATA                      68,5             70,75             75,25

Berdasarkan tabel 2 diatas nilai rata-rata hasil belajar siswa mengalami
peningkatan yaitu 68,5 siklus 1 70,72 dan 75,25
B. PEMBAHASANAN
bermain peran dan alat peraga. Bermain peran dalam pemeblajaran
matematika di kelas II SDN 6 Bagelen agar tercipta siswa yang aktif dan
berdampak pada hasil belajar yang meningkat.
Dari hasil analisis yang diperoleh aktifitas siswa pada siklus I belum
begitu nampak, adapaun hasilnya bahwa siswa yang aktif dalam
pemebalajaran Cuma mencapai 63,33 %. Hal ini di mungkinkan karena
guru dan siswa belum terbiasa menggunakan metode bermain peran dan
alat peraga dalam pemebelajaran sehingga banyak siswa yang masih
melakukan kegiatan-kegiatan tidak relevan yang berdampak pada hasil
Hasil tanggapan dari guru pada pembelajaran siklus 1 mengenai cara
penyampaian masih kurang dalam manajemen waktu, kurang motivasi
yang diberikan serta perhatian ketika siswa mengerjakan latihan dalam
proses belajar.
Untuk tes hasil belajar dilakukan setelah belajar dilakukan setelah
berakhirnya program tes ini dilaksankn untuk mengetahui keberhasilan
siswa tanpa menggunakan metode bermain peran dan alat peraga ternyata
hasilnya kurang memuaskan karena nilainya masih rendah nilai rata-
ratanya 64,26. Pada siklus ini hasil tes belum optimal karena guru dan
siswa tidak menggunakan metode bermain peran dan menggunakan alat
Dari hasil aktifitas siswa dan saran guru serta hasil evaluasi belajar
ternyata masih jauh dari harapan. Maka peneliti menyadari kekurangan-
kekurangan pada saat pelakasanaan dalam mengajar. Dari kekurangan
siklus 1 ini pada siklus 2 penelti harus memperbaiki dala hal :
memberikan motovasi yang lebih menggunakan metode bermain peran
dan alat peraga yang menunjang agar perhatian tertuju dalam materi dan
hasil belajar akan tercapai.
Hasil yang baik maka di adakan perbaikan pada siklus 2 dala proses
pembelajaran ternyata mengalami perubahan-perubahan yaitu diperoleh
hasil siswa lebih aktif. Hal ini tampakk dari keterlibatan siswa dalam
pembelajaran. Meskipun demikian jika dibandingkan pembelajaran pada
siklus 1 pada siklus 2 pembelajaran yang dilakukan oleh peneliti lebih
baik akan tetap ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh peneliti.
Guna perbaikan pada siklus berikutnya yaitu :
Memperhatikan peningkatan kinerja yang sudah di angap baik, menejen
waktu tetap diperbaiki / di perhatikan serta bimbingan terhadap siswa
lebih menyeluruh dalam menggunakan alat peraga dan metode bermain
peran yang menarik serta materinya lebih dimantapkan lagi.
Tes hasil belajar dilaksanakan setelah berakhir pelajaran pda siklus 2 dan
diperoleh hasil yang lebih meningkat yaitu 70,75 pada siklus ini walaupun
aktifitas hasil belajar siswa sudah mulai meningkat tetapi peneliti harus
yaitu mempertahankan dan meningkatkan kinerja guru, memperhatikan
menejen waktu menggunakan metode bermain peran dan alat peraga yang
memeberikan tes evaluasi pada guru kelas harus membimbing siswa agar
siswa mengerti.

mengetahui tingkat aktifitas siswa dalam belajar dengan menggunakan
metode bermain peran dan alat peraga saat proses pembelajaran apakah
siswa akan lebih antusias dan diperoleh hasil bahwa aktifitas siswa
pada pembelajaran siklus 3 aktifitas siswa sudah cukup dari yang
Evaluasi hasil belajar dilaksanakan untuk mengetahui keberhasilan
pembelajaran dengan menggunakan metode bermain peran pada siklus 3
dan untuk mengetahui beberapa besar peningkatan hasil belajar siswa dari
siklus 2 ke siklus 3. hasil yang diperoleh lebih menunjukkan bahawa ada
peningkatan hasil belajar siswa berupa peningkatan nilai rata-rata siswa
belajar pada siklus 3 telah didapat hasil yang memuaskan karena nilai rata-
rata dan aktifitas belajar sisa 50 % berhasil dari nilai rata-rata siswa
mendapatkan niali 75. ini dibuktikan ada peningkatan dala           proses
pembelajaran dengan menggunakan metode bermain peran dan alat peraga
guru.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian mata refleksi sikap siklus pembelajaran dengan
menggunakan metode bermain peran dan alat peraga di ambil kesimpulan
sebagai berikut :

1. Presentase rata-rat aktifitas siswa yang relevan terhadap pembelajaran
mengalami peningkatan dari siklus 1 sampai siklus 3 pada siklus 1 nilai
nilai rata-rata aktiftas siswa meningkat menjadi 79,5 dengan kategori
sangat aktif.
2. Nilai rata-rata hsil belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus 1
sampai siklus 3. pada siklus 1 ratarata hasil belajar sisa adalah 65,50
siklus 3 mengalami peningkatan sehingga nilai rata-rata hasil belajar siswa

B. Saran

1. Untuk guru
Pada pembelejaran dengan menggunakan metode bermain peran dan alat
peraga guru diharapkan mampu mengelolah waktu pembelajaran secara
efektif dalam proses pembelajaran. Serta sebagai alternatif model
pembelajaran untuk pendekatan khsus pembelajaran matematika. Untuk
meningkatkan hasil belajar siswa yang maksimal diharapkan mampu agar
guru lebh dapat meningkatkan aktifitas belajar secara lebih baik lagi sebab
dengan aktifitas yang tinggi akan memicu perasaan senang keterkaitan
dengan pelajaran kesediaan pelajaran dan kegiatan dalam belajar.
2. Untuk siswa

Agar sisa lebih giat belajar baik di sekolah maupun di rumah supaya hasil
belajar yang tinggi dapat serta sebagai inovsi cara belajar matematika.

3. Untuk Sekolah

Diharapkan dapat meningkatkan peran guru untuk memberikan bimbingan
yang dapat dengan meotivasi siswa agar aktifitas belajar siswa lebih giat
lagi.
DAFTAR PUSTAKA

Depdiknas, 2004.   Pedoman Pengembangan Siklus dan model Pembelajaran
Tematis

Depdiknas, Permendiknas, NO. 24 Tahun 2006 Tentang Standar isi untuk Satuan
Pendidikan Dasar

Syiful Bahri Djamarah. Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif Rineha
Cipta.2000

Tikomo, Dkk Matematika Sekolah Dasar. Tim Bima Cipta Benua Intan Berlian.
2003
RENCANAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP )
SIKLUS 1

Mata Pelajaran      : Matematika
Kelas / Semester : 11 / I
Alokasi Waktu       : 2 x 35 menit

Standar Kompetensi              : Melakukan     penjumlahan   dan   pengurangan
bilangan sampai 500
Kompetensi Dasar                : 1.4.2 Melakukan penjumlahan 2 angka dengan
teknik menyimpan
Indikator                       : Menjumlah bilangan tanpa teknik menyimpan
Tujuan Pembelajaran             : Siswa mampu mejumlahkan bilangan tanpa
teknik penyimpan
Materi Ajar (materi pokok) : Operasi Bilangan
Metode Pembelajaran             : Ceramah, Diskusi, Tanya Jawab, Pemberian
Tugas

Langkah – langkah pembelajaran
1. Kegiatan Awal ( 10 Menit )
   Menertibkan siswa, berdoa, mengabsen, mempersiapkan materi ajar, alat
peraga
   Apersepsi yang berkaitan dengan materi

2. Kegiatan Inti ( 40 menit )
   Siswa memperhatikan penjelasan guru tentang penjumlahan bilangan
teknik menyimpan
   Guru memberi contoh penjumlahan bilangan tanpa teknik menyimpan
   Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menanyakan materi
yang belum jelas
3. Kegiatan Akhir ( 20 menit )
   Guru dan siswa melakukan refleksi dan membuat kesimpulan
   Mengerjakan evaluasi dan membahas hasil evaluasi
   Memberikan tugas rumah ( PR )

Media dan Sumber Pelajaran :
   Kartu Angka
   Kurikulum tingkat satuan Pendidikan ( KTSP ) buku Tematik kelas 2
buku 1 penerbit DAYASU EDUMEDIA. Dan Pengetahuan Guru

1.   Penilaian
Tes Tertulis

A. Selesaikan soal di bawah ini dengan benar !

1) 3 3              2) 5 2        3) 7 3          4) 6 0            5) 7 5
64 +              33 +            26 +           28 +             14 +
...               ...             ...            ...              ...

B. Kunci Jawaban

1. 97                          4. 88
2. 85                          5. 89
3. 99

C. Skor Penilaian
Skor Total = { No 1 + No 2 + No 3 + No 4 + No 5 } X 2 = 10

Mengetahui                                Bagelen, Oktober 2010
Kepala sekolah SDN 6 Bagelen                           Guru Kelas II

SUHARTONO                                     SRI SUHARTINI
NIP. 19680303 198008 1 001                          NPM. 09433450173
RENCANAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP )
SIKLUS 1I

Mata Pelajaran      : Matematika
Kelas / Semester : 11 / I
Alokasi Waktu       : 2 x 35 menit

Standar Kompetensi              : Melakukan     penjumlahan   dan   pengurangan
bilangan sampai 500
Kompetensi Dasar                : 1.4. Menjumlah bilangan 2 angka tanpa teknik
menyimpan
Indikator                       : Menjumlah bilangan tanpa teknik menyimpan
Tujuan Pembelajaran             : -    Siswa mampu mejumlahkan bilangan tanpa
teknik menyimpan
-    Siswa dapat menyelesaikan penjumlahan
bilangan tampa teknik menyimpan
Tujuan Perbaikan                : Siswa mampu meningkatkan aktifitas dan hasil
dengan menggunakan metode bermain peran dan
alat peraga
Materi Ajar (materi pokok) : Operasi Bilangan
Metode Pembelajaran             : Ceramah, Diskusi, Tanya Jawab, Pemberian
Tugas
Langkah – langkah pembelajaran
1. Kegiatan Awal ( 10 Menit )
   Menertibkan siswa, berdoa, mengabsen, mempersiapkan materi ajar, alat
peraga
   Apersepsi menyanyikan lagu satu persatu

2. Kegiatan Inti ( 40 menit )
   Siswa memperhatikan penjelasan guru tentang penjumlahan bilangan 2
angka dan tanpa teknik menyimpan
   Guru menjelaskan tentang penjumlahan bilangan 2 angka tanpa teknik
menyimpan dengan menggunakan langsung praktek siswa bermain peran
di muka kelas
   Guru menggunakan alat peraga berupa kartu angka dan memberi contoh
cara menjumlahkan
   Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menanyakan materi
yang belu jelas

3. Kegiatan Inti ( 40menit )
   Guru melakukan refleksi dan membuat kesimpulan bersama siswa
   Mengerjakan evaluasi dan membahas hasil evaluasi
   Memberikan tugas rumah ( PR )

Media dan Sumber Pelajaran :
   Kartu Angka
   Kurikulum tingkat satuan Pendidikan ( KTSP )
   Buku Tematik kelas 2 buku 1 penerbit DAYASU EDUMEDIA.
   Pengetahuan Guru

1. Penilaian
Tes Tertulis

a. Selesaikan soal di bawah ini dengan benar !

1) 3 3             2) 5 2         3) 7 3         4) 6 0          5) 7 5
64 +              33 +              26 +             28 +        14 +
...               ...               ...              ...         ...

b. Kunci Jawaban
1. 97                          4. 88
2. 85                          5. 89
3. 99
c. Skor Penilaian
Skor Total = { No 1 + No 2 + No 3 + No 4 + No 5 } X 2 = 10

Mengetahui                           Bagelen, Oktober 2010
Kepala sekolah SDN 6 Bagelen                      Guru Kelas II

SUHARTONO                                SRI SUHARTINI
NIP. 19680303 198008 1 001                     NPM. 09433450173
RENCANAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP )
SIKLUS 1I

Mata Pelajaran      : Matematika
Kelas / Semester :
Alokasi Waktu       :

Standar Kompetensi              : Melakukan    penjumlahan      dan   pengurangan
bilangan sampai 500
Kompetensi Dasar                : 1.4.2 Menjumlah bilangan 2 angka tanpa teknik
menyimpan
Indikator                       : Menjumlah bilangan tanpa teknik menyimpan
Tujuan Pembelajaran             : -    Siswa dapat menyelesaikan bilangan tanpa
teknik menyimpan
-    Siswa dapat penjumlahan conth bilangan
tanpa teknik menyimpan
Tujuan Perbaikan                : Siswa meningkatkan aktifitas dan hasil belajar
dengan menggunakan metode bermain peran dan
alat peraga berupa kartu angka
Materi Ajar (materi pokok) : Operasi Bilangan
Metode Pembelajaran             : Ceramah, Diskusi, Tanya Jawab, Pemberian
Tugas
Langkah – langkah pembelajaran
1.   Kegiatan Awal ( 10 Menit )
   Menertibkan siswa, berdoa, mengabsen, mempersiapkan materi ajar, alat
peraga
   Apersepsi tanya jawab tentang penjumlahan
   Siapa yang belum bisa mengenai penjumlahan bilangan 2 angka tanpa
teknik menyimpan
2. Kegiatan Inti ( 40 menit )
   Siswa memperhatikan penjelasan guru tentang penjumlahan bilangan 2
angka dan tanpa teknik menyimpan
    Guru menjelaskan cara menjumlah dengan metode bermain peran,
beberapa anak maju        kedepan kelas menjumlahkan soal dengan
menggunakan kartu angka
    Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menanyakan materi
yang belum jelas

3. Kegiatan Inti ( 20menit )
    Guru dan siswa melakukan refleksi dan membuat kesimpulan
    Siswa mengerjakan evaluasi
    Guru memberikan tugas rumah ( PR )

Media dan Sumber Pelajaran :
    Kartu Angka
    Kurikulum tingkat satuan Pendidikan ( KTSP )
    Buku Tematik kelas 2 buku 1 penerbit DAYASU EDUMEDIA.
    Pengetahuan Guru

1. Penilaian
Tes Tertulis

a. Selesaikan soal di bawah ini dengan benar !

1) 3 3             2) 5 2          3) 7 3         4) 6 0            5) 7 5
64 +                33 +            26 +             28 +           14 +
...                 ...             ...              ...            ...

Kunci Jawaban

1. 97                          4. 88
2. 85                          5. 89
3. 99
b. Skor Penilaian
Skor Total = { No 1 + No 2 + No 3 + No 4 + No 5 } X 2 = 10

Mengetahui                           Bagelen, Oktober 2010
Kepala sekolah SDN 6 Bagelen                      Guru Kelas II

SUHARTONO                                SRI SUHARTINI
NIP. 19680303 198008 1 001                     NPM. 09433450173

```
To top