Docstoc

kunjungan bengkel Yami

Document Sample
kunjungan bengkel Yami Powered By Docstoc
					      LAPORAN PRAKTIKUM
        PERBENGKELAN


   KUNJUNGAN BENGKEL YAMI




              Oleh:
          Anissa Rosa S
         NIM. A1H008019




DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
      FAKULTAS PERTANIAN
         PURWOKERTO
              2010
                                 I. PENDAHULUAN



                                 A. Latar Belakang




       Bengkel Yami adalah perusahaan perseorangan dimana pengembangan dan
pengelolaan dilakukan oleh pemilik perusahaan, oleh karena itu segala kekayaan dan
hutang piutang perusahaan menjadi tanggung jawab pemilik perusahaan.
       Bengkel ini bergerak dibidang jasa perbengkelan dan pembuatan barang-
barang jadi yang dapat dibuat dengan mesin dan peralatan yang ada. Adapun jasa
yang diberikan pembubutan, pengelasan, korter blok, rebuild stang seher, slyp kruk
as, rebuild noken as, las listrik dan las karbit. Sejauh ini bengkel Yami sudah
mempunyai peralatan dan mesin-mesin untuk mendukung usaha diantaranya:
a. 3 mesin bubut konvensional
b. Seperangkat mesin press dengan tenaga hidroulik
c. 1 mesin slyp kruk as
d. 1 mesin korter blok
e. 1 mesin rebuild noken as
f. Seperangkat las karbit dan las listrik
g. 1 mesin sekrap dan frais
h. 1 mesin gerinda dan gergaji
       Bengkel merupakan suatu tempat untuk orang bekerja, dan atau tempat untuk
berlatih. Secara garis besar fungsi bengkel dapat dijelaskan sebagai berikut:
1 memberi kelengkapan bagi pelajaran teori yang telah diterima sehingga antara
   teori dan praktik bukan merupakan dua hal yang terpisah,
2 memberikan keterampilan kerja ilmiah bagi para siswa,
3 menambah keterampilan dalam mempergunakan alat media yang tersedia untuk
   mencari dan menemukan kebenaran,
4 memupuk dan membina rasa percaya diri sebagai akibat keterampilan yang
  diperoleh,
5 membantu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan system termal. Menurut
  Sumaryono (1992) penggunaan bengkel antara lain adalah sebagai tempat
  perawatan dan perbaikan, pelatihan, proses produksi, dan tempat penelitian.




                                    B. Tujuan


1. Mengetahui lebih jauh tentang peralatan dan mesin perbengkelan.
2. Mendapatkan gambaran langsung alat dan mesin perbengkelan.
3. Mengetahui cara kerja alat-alat yang ada pada bengkel yami.
4. Dapat melihat langsung aplikasi dari mesin- mesin pada perbengkelan.
                            II. TINJAUAN PUSTAKA



       Bengkel perawatan dan perbaikan adalah bengkel yang sistem kegiatannya
memberi layanan teknis kepada konsumen atau bagian-bagian lain dalam suatu
industri mengenai perawatan dan perbaikan mesin. Bengkel pelatihan adalah bengkel
dengan sistem kegiatan berupa proses pemberian keterampilan kepada peserta latihan.
Bengkel produksi adalah bengkel yang memfokuskan kegiatannya pada proses
produksi, dalam bengkel ini biasanya jenis kegiatannya berantai mulai dari persiapan
bahan baku sampai kepada hasil produksi. Sedangkan bengkel penelitian mempunyai
sistem kegiatan mencari metode baru menentukan kualitas barang, dan pembuatan
sistem. Namun demikian apapun jenis kegiatannya, penggunaan bengkel harus
dikonsep dengan baik terlebih dahulu sehingga bengkel menjadi lebih efektif sebagai
sarana untuk mencapai tujuan pengajaran.
       Sebagaimana yang dijelaskan oleh Storm (1979) bahwa pengelolaan
bengkel/laboratorium merupakan komponen penting dalam hal kesuksesan program
pengajaran dalam bidang kerja yang mencakup pelatihann pada peserta didik. Grover
(1979) menjelaskan bahwa teknik merencanakan kegiatan praktikum didefinisikan
sebagai penentuan rangkaian kegiatan untuk memperoleh hasil secara langsung,
karena itu suatu rencana memerlukan metode-metode, sumber-sumber dan waktu
serta urutanurutan kegiatan praktikum. Setiap bengkel diharapkan memiliki
perencanaan yang mantap, baik perencanaan dalam jangka pendek, menengah
maupun dalam jangka panjang
       Dewasa    ini   pekerjaan   perbengkelan   terasa   terus   berkembang   dan
menyebarluas dimasyarakat sejalan dengan semakin bertambahnya berbagai
keperluan hidup manusia. Demikian pula tidak ketinggalan kegiatan perbengkelan
yang khusus menangani bidang pertanian, seperti bengkel logam (pandai besi) yang
membuat perkakas pertanian. Disisi yang lain masih dirasakan kurangnya tenaga
yang mampu menangani pekerjaan bengkel secara baik dan bermutu, khususnya yang
menangani peralatan dan
mesin-mesin pertanian.
       Didalam bengkel permesinan menurut Robert hendaknya tersedia: ruang
kepala bengkel, ruang guru instruktur, ruang laboran, ruang kerja/proses, ruang
perlengkapan/ penyimpanan alat, ruang penyimpanan bahan, dan ruang ganti pakaian
siswa. Selain itu agar praktikan mempunyai perasaan senang, dapat meningkatkan
semangat, kemampuan kerja, dan sikap inovatif dan kreatif, maka ruang kerja harus
dijaga tetap bersih dan rapi.
       Tujuan pengorganisasian peralatan/mesin-mesin menurut Sumaryono (1992)
adalah: menciptakan ruang gerak yang aman sehingga dapat mencegah resiko
kecelakaan kerja, mempermudah melakukan perawatan dan perbaikan, menciptakan
kenyamanan kerja karena keteraturan bengkel, memanfaatkan bengkel agar secara
lebih efisien, melaksanakan pengawasan bengkel lebih mudah, dan mempercepat
proses produksi karena aliran kerja sudah direncakan secara baik. Selain hal tersebut
menurut Robert (dalam Storm, 1979) bahwa kondisi bengkel pada sekolah kejuruan
harus disesuaikan dengan kondisi-kondisi yang ada pada dunia kerja/industri.
Kondisi-kondisi dimaksud adalah termasuk penataan ruangan dan kuantitas ruangan
yang tersedia.
       Pengelolahan sebagai seni merupakan aktivitas dalam menajemen, karena
kegiatan dalam pengelolaan itu menunjukkan pada kemampuan seseorang
pemimpin/manajer dalam menerapkan pengetahuan pengelolaan itu kedalam bentuk
aktivitas yang memungkinkan mencapai hasil yang maksimal. Menurut Terry (1986)
bahwa fungsi pengelolaan yang dipandang suatu proses terdiri dari 4 fungsi, yaitu:
perencanaan, pengorganisasian, penggerakkan, dan pengawasan. Sedangkan Robin
mengemukakan fungsi manajemen atau pengelolaan terdiri dari: perencanaan,
pengorganisasian,    kepemimpinan,    dan   pengawasan.    Dalam     kaitan   dengan
pengelolaan bengkel permesinan yang umum terdapat 3 fungsi, yaitu: perencanaan,
pengorgani-sasian, dan pengawasan.
       Penggunaan warna pada bengkel akan berpengaruh terhadap situasi dan
kenyamanan kerja. Warna terang menyebabkan obyek atau ruangan tampak besar,
warna gelap menyebabkan obyek atau ruangan tampak sempit. Warna-warna yang
panas/mencolok dapat mempengaruhi emosi seseorang, sedangkan warna-warna
dingin dapat mengendalikan emosi seseorang. Penataan warna yang berimbang pada
bengkel akan dapat meningkatkan keuntungan untuk tujuan belajar bagi siswa. Selain
warna hal lain yang harus diperhatikan dalam perencanaan bengkel adalah sistem
kebisingan, hendaknya diupayakan sistem kebisingan ini sekecil mungkin.
                             III. METEDOLOGI




                             A. Alat dan Bahan




1. Alat Tulis
2. Alat – Alat bengkel atau Mesin Perkakas
3. Narasumber



                             B. Prosedur Kerja




1. Praktikan mengidentifikasi peralatan yang ada, berdasarkan keterangan dari
   Narasumber.
2. Praktikan menulis & Memotret peralatan perbengkelan yang ada
3. Praktikan Memahami cara kerja dan fungsi masing-masing peralatan yang
   ada.
                            IV. HASIL DAN PEMBAHASAN




                                        A. Hasil



        Terlampir


                                     B. Pembahasan



        Beroperasinya sebuah bengkel secara efektif dan efisien tidak terlepas dari
aspek pengorganisasian. Hal ini diperlukan karena sebuah bengkel harus melayani
berbagai keperluan dan berkaitan dengan program sekolah secara menyeluruh.
Dengan pengorganisasian yang jelas, diharapkan waktu yang tersedia bagi siswa
untuk    berlatih   dapat     dimanfaatkan   secara       maksimal.     Pengorganisasian
peralatan/mesin-mesin       adalah   pengaturan    tata     letak     dan   penyimpanan
peralatan/mesin-mesin yang digunakan untuk kegiatan atau pelatihan siswa. Menurut
Oetomo dan Tadjo (1989) perencanaan tata letak adalah merupakan suatu
perencanaan lantai, guna menentukan serta menyusun peralatan yang diperlukan oleh
bengkel pada tempat yang tepat.
Tata letak peralatan dalam bengkel
        Proses pembuatan alat dan mesin di suatu bengkel akan melibatkan bahan,
perkakas, dan tenaga kerja sehingga ketiganya perlu dikelola secara maksimal agar
diperoleh produk yang berkualitas dengan biaya yang memadai. Dari aspek proses
pembuatan, maka bahan akan mengalami serangkaian mata rantai proses semenjak
bahan masih berstatus sebagai bahan baku. Proses penanganan awal bahan baku ini
merupakan tahapan untuk mempersiapkan bahan atau tahap persiapan. Selanjutnya
proses mengalir ke proses untuk membentuk komponen mesin, dan dilanjutkan ke
proses untuk merakit komponen menjadi mesin, dan akhirnya disempurnakan dalam
proses penyempurnaan atau finishing untuk menghasilkan mesin yang siap
dioperasikan atau dijual. Dengan memperhatikan tahapan proses tersebut di atas,
maka pengaturan tata letak peralatan atau perkakas bengkel dapat dirinci sebagai
berikut:
   1. Perkakas Tahap Persiapan, meliputi perkakas mesin gergaji besi, gunting
       untuk plat baja, meja untuk membuat pola.
               Penempatan dari beberapa perkakas tahap persiapan ini diletakkan
       iujung awal proses, yakni dilokasi yang berdekatan dengan sumber bahan
       baku (dekat dengan pintu gudang bahan baku, atau pintu masuk bahan baku
       ke dalam bengkel).
   2. Perkakas Tahap Pembuatan Komponen dan Perakitan
           - mesin lipat – mesin las listrik
           - mesin rol plat – perkakas las asetilin
           - mesin rol pipa – mesin bor
           - mesin bubut – meja kerja bangku
           - mesin sekrap – ragum
       Kelompok perkakas dan mesin ini ditempatkan dilokasi setelah perkakas dan
mesin tahap persiapan, karena dilihat dari prosesnya merupakan kelanjutan dari tahap
persiapan. Diawali dengan membuat pola pada bahan plat, selanjutnya diikuti dengan
memotong dengan mesin potong, jika perlu dilipat dapat digunakan mesin pelipat plat
atau dirol dengan mesin rol. Jika bahan bakunya berupa besi
poros yang perlu dibubut, maka proses pembubutan dapat dilakukan dengan mesin
bubut. Proses lainnya mungkin membutuhkan penyambungan antara logam dengan
logam dapat dilakukan dengan mesin las, atau dengan sambungan patri maupun paku
_ystem_ yang dapat dikerjakan dimeja kerja bangku. Jadi aliran prosesnya dari tahap
persiapan menuju tahap pembuatan komponen dan perakitan. Perkakas Tahap
Penyempurnaan
          - mesin gurinda
          - mesin ampelas
          - mesin pengecat
Administrasi Perbengkelan
         Fungsi bengkel disamping untuk melakukan proses produksi pembuatan alat
atau mesin dan perbaikan, juga berfungsi untuk melakukan perawatan terhadap alat
maupun mesin yang telah ada, termasuk juga pealatan perbengkelan sendiri. Oleh
karena itu fungsi bengkel juga harus dapat melayani perawatan dan pemeliharaan
berkala bagi mesin dan perkakas yang dimiliki, misalnya pemeliharaan mesin bubut,
generator, traktor, serta mesin diselnya. Kelangsungan kegiatan perbengkelan yang
baik perlu didukung _ystem pengelolaan yang baik pula. Dalam pengelolaan bengkel
akan mencakup jenis peralatan, jumlah peralatan yang dimiliki, ketersediaan suku
cadang, kepemilikan perkakas, dll. Untuk memudahkan pengelolaan peralatan,
perkakas, alat _yste, serta suku cadang bagi peralatan maupun untuk perawatan
traktor diperlukan _ystem administrasi perbengkelan. Bentuk
pemeliharaan yang dapat dilakukan antara lain adalah :
1.   Pemeliharaansetiap 10 jam (harian)
     Periksa minyak pelumas
      Periksa air pendingin radiator, tambahkan jika perlu
      Bersihkan filter penyaring debu pada alat pemasok udara untuk
       pembakaran
2.   Pemeliharaan setiap 50 jam atau 1500 km (mingguan)
      Ganti minyak pelumas
      Kencangkan baut-baut pada kepala silinder, pengikat mesin dengan rangka
      Stel kembali kerenggangan katup pengatur pemasukan bahan bakardan
         pembuangan gas sisa pembakaran
     
     
     
      Ganti air radiator
3.   pemeliharaan setiap 100 jam (tengah bulanan)
     Seperti pada pemeliharaan setiap 50 jam ditambah dengan kegiatan:
     
      Lumasi dan tambahkan gemuk pada setiap bantalan
4.   pemeliharaan setiap 200 jam (bulanan)
     Seperti pada pemeliharaan setiap 100 jam ditambah dengan kegiatan:
     
     
5.   pemeliharaan setiap 500 jam (tiga bulanan)
     Seperti pada pemeliharaan setiap 200 jam ditambah dengan kegiatan
         Kencangkan baut-baut utama dengan kunci momen sesuai dengan
         spesifikasinya (kepala silinder, _ystem_r, roda gila, dll.)
         Ganti filter bahan bakar dan filter udara
         Periksa volume air bataerai atau aki (accu)
6.   pemeliharaan setiap 1000 jam (enambulanan)
     Seperti pada pemeliharaan setiap 500 jam ditambah dengan kegiatan:
         Periksa tekanan kompresi piston pada ruang bakar
         Bersihkan fiter minyak pelumas pada karternya
         Periksa dan bersihkan bagian generator listriknya
                 sistem bantalan yang telah rusak
         Periksa dan uji tekanan pengabutan dari pompa _ystem_r, ganti nozel
7.   pemeliharaan setiap 2000 jam (satu tahun)
     Seperti pada pemeliharaan setiap 1000 jam ditambah dengan kegiatan :
      Bersihkan ujung dari injektornya dan periksa kualitas pengabutannya
      Periksa kerenggangan katup pemasukan bahan bakar dan pembuangan
         pembuangan sisa gas pembakaran, jika perlu lakukan penyetelan
8.   pemeliharaan setiap 3000 jam (satu setengah tahun)
          Seperti pada pemeliharaan setiap 1000 jam ditambah dengan kegiatan :
     Periksa kekencangan baut-baut pengikat metel jalan (connecting rod bearing),
     dan metal duduk (crank shaft) tanpa turun mesin
9.   pemeliharaan setiap 4000 jam (dua tahun)
     Seperti pada pemeliharaan setiap 1000 jam ditambah dengan Kegiatan:
     a. Over haul (membongkar) bagian kepala silinder
     b. Periksa kondisi bagian kepala silinder, jika retak atau rusak perlu diperbaiki
        atau diganti
     c. Bersihkan saluran-saluran air pendingin pada mesin (water jacket)
     d. Bersihkan kerak sisa pembakaran pada kepala silinder
     e. Periksa katup dan dudukan katupnya, jika mengalami kerusakan diperbaiki
        atau diganti
     f. Periksa pegas katup, jika rusak perlu diganti
     g. Ganti seluruh paking yang ada dibagian kepala silinder , manifold, dan seal
        karetnya.
     h. Uji dan stel tekanan injektornya
10. pemeliharaan setiap 6000 jam (tiga tahun)
       Mesin dilakukan perbaikan secara menyeluruh dengan cara turun mesin (over
haul), termasuk mengganti dan atau menyetel kembali bagian-bagian mesin agar
kondisi mesin mendekati baru kembali
       Untuk menangani berbagai kegiatan perawatan, menginventarisir suku cadang,
minyak pelumas, dan juga untuk kebutuhan perawatan peralan perbengkelan, dan
inventarisasi berbagai perkakas diperlukan sistem administrasi yang baik, sehingga
akan memudahkan dalam monitoring dan evaluasinya. Fungsi dari kartu atau formulir
yang diperlukan dalam pengelolaan perbengkelan antara lain :
     1. Menginventarisir suku cadang traktor maupu pealatan perbengkelan yang
        telah ada di bengkel
     2. Menginventarisir kebutuhan suku cadang yang akan dibutuhkan
        dimasa mendatang, karena persediaannya telah menipis
   3. Pelaporan tentang kerusakan peralatan dan mesin yang ada
   4. Peralatan atau mesin yang mengalami kerusakan perlu diperiksa. Dan
        dibuat laporan kerusakannya, untuk menentukan penggantian
        komponen yang rusak
   5.   Setelah diketahui jenis komponen yang rusak maka perlu dibuat
        pengajuan untuk memperoleh suku cadang pengganti
   6.   Setelah peralatan dan mesin selesai diperbaiki perlu dibuat laporannya
   7.   Setelah peralatan dan mesin selesai diperbaiki perlu dibuat laporannya
konsep 5 S dalam pengelolaan bengkel
Secara ringkas pengelolaan kekemasan bengkel dapat memakai konsep ini 5 S :
1. Sisih
           Mengasingkan barang-barang yang tidak diperlukan di tempat kerja dan
  membungkannya.
  Terdapat dua kategori:
   Bahan yang diperlukan
   a. Bahan yang tidak diperlukan tetapi mesti disimpan.
   b. Bahan yang kadang kala perlu digunakan semula.
   c. Bahan yang digunakan selalu
   Bahan yang tidak diperlukan
2. Susun
           Susun barang-barang yang diperlukan dengan teratur supaya ianya mudah
  diambil untuk digunakan.
3. Sapu
           Pastikan bengkel sentiasa dalam keadaan bersih, tiada habuk di atas lantai,
  mesin dan perkakas. Cara kendalian – mengadakan jadual tugas untuk menyapu
  lantai, menyapu minyak pada alatan logam, dan mengelap kelengkapan alatan
  seperti mesin gerudi.
4. Seragam
          Setiap guru dan pelajar yang menggunakan bengkel mesti tahu peranan yang
     mesti dilaksanakan. Ini bertujuan supaya keadaan bengkel sentiasa dalam keadaan
     teratur, kemas dan bersih. Amalan penggunaan bengkel mesti dipatuhi walau
     siapapun yang menggunakan bengkel mengikut prosuder yang betul.
5. Sentiasa amal
          Kerja-kerja rutin yang mesti dilakukan mengikut kaedah yang telah
     ditetapkan. Contohnya menyusun alatan, menjaga kebersihan, melakukan kerja
     pengasingan barang-barang yang tidak diperlukan di tempat kerja dan
     membuangkannya
       Alat-alat yang digunakan di bengkel yami saat kunjungan antara lain mesin pres
hidrolis, mesin bor, mesin poles, mesin bubut, mesin korter, rebil block, sleeper as,
las listrik, las karbid,skrap,las LPG,mesin rebuild blok,mesin slep head silinder,
mesin pres.
1.    Mesin bor




         Mesin bor dapat berfungsi untuk membuat lubang silindris dan bertingkat,
membesarkan lobang.Pekerjaan yang banyak menuntut ketelitian yang tinggi pada
pengeboran adalah pada saat menempatkan mata bor pada posisi yang tepat dititik
senter.bagian utama pada mesin bor adalah mata bor,penjepit,tuas,mekanisme kerja
pada mesin bor adalah jepit benda kerja kemudian tandai benda kerja yang akan di
bor kemudian turunkan mata bor secara berlahan.
2.   Mesin Press
         Mempunyai tebal bahan 2 cm dengan menggunakan tenaga hidroulik dan
digunakan untuk memasang sock becker, dan mengepres benda kerja. Bagian-bagian
yang ada yaitu:
        Blower
        Press
        Amperemeter
        Pengontrol oli
        Handle
        As hidroulik
        Tombol star dan stop
        Tangki
3.   Mesin poles




         Mesin poles berfungsi untuk menghaluskan benda kerja.Bagian utama dari
mesin poles adalah penjepit benda kerja,pemoles,tuas pengaturan cara kerja dari
mesin poles adalah jepit benda kerja pada penjepit,atur kecepatan mesin dan mulailah
memoles.
4.   Mesin bubut




Digunakan untuk membuat baut, drad, dan ulir. Bagian-bagiannya antara lain:
        Klopat
        Rpm kecepatan ulir
        Drad pembuatan ulir
        Pengaruh arah ulir
         Mesin bubut berfungsi sebagai pengubah bentuk dan ukuran benda dengan
jalan menyayat benda tersebut dengan suatu pahat penyayat, posisi benda kerja
berputar sesuai dengan sumbu mesin dan pahat diam bergerak kekanan / kekiri searah
dengan sumbu mesin bubut penyayat benda pekerjaan.Bagian-bagian utama dari
mesin bubut adalah Alas mesin, kepala tetap, kepala lepas, eretan da mekanik
percepatan.cara kerjanya adalah tempatkan benda kerja kepala tetep dan dekatkan
pahat secara berlahan dan mulailah membubut sesuai dengan keinginan.
5.      Sleeper as




          Sleeper as berfungsi untuk menghaluskan lingkaran as,bagian utama
penghalus cara kerjanya adalah benda kerja yang akan di haluskan di letakan pada
mesin kemudian proses penghalusan dapat dilakukan.
6.      Sekrap




Mesin ini digunakan untuk membuat lubang spi dan gigi. Bagian-bagiannya antara
lain:
         Pemegang pahat
         Ragum atau tanggem
         Eretan
         Benda kerja
       Mesin sekrap atau mesin ketam merupakan salah satu mesin perkakas yang
digunakan untuk mengubah permukaan-permukaan bidang rata sesuai dengan bentuk-
bentuk yang dikehendaki.
7.   Mesin Slep Head Silinder




       Mesin ini digunakan untuk menghaluskan permukaan silinder head atau
permukaan bagian mesin lain yang memerlukan penghalusan yang sempurna Mesin
ini bekerja dengan kecepatan yang tinggi dan menghasilkan gesekan serta panas yang
tinggi antara batu gerinda dan benda kerja.
8.   Mesin Rebuild Blok




       Mesin ini berfungsi untuk mensetandarkan blok silinder, agar ukurannya
kembali seperti baru keluar dari pabrik. Mesin ini meratakan lubang dudukan poros
engkol, serta meratakan sambungan antara blok silinder dan bak oli serta gear box.
Mekanismenya benda kerja atau blok silinder diangkat dan diletakkan di atas meja
kerja, kemudian dijepit menggunakan penjepit khusus aar blok silinder tidak
bergerak.
                                   V. KESIMPULAN



1. Alat-alat yang terdapat pada bengkel yami antara lain:
   a. Mesin bor
   b. Mesin press
   c. Mesin bubut
   d. Rebil block
   e. Sleeper as
   f. Sekrap
   g. Mesin Slep Head Silinder


2. Fungsi dari alat-alat yang berda di benhkel,yaitu:
   a. Mesin bubut dapat digunakan untuk menghaluskan benda kerja, membuat ulir,
      dan mengubah bentuk benda.
   b. Mesin pres berfungsi untuk meluruskan benda-benda yang bengkok.
   c. Mesin slep silinder head, berfungsi menghaluskan permukaan silinder head.
   d. Mesin bor dapat berfungsi untuk membuat lubang silindris dan bertingkat,
      membesarkan lobang.
   e. Mesin sekrap digunakan untuk membuat lubang spi dan gigi.
   f. Mesin Rebuild Blok berfungsi untuk mensetandarkan blok silinder.
   g. Mesin sleeper as berfungsi untuk menghaluskan lingkaran as
                              DAFTAR PUSTAKA



Daryanto. 1992. Mesin perkakas bengkel.PT. Rineka Cipta. Jakarta.

Morgan, Kusen. & Budi I. Setiawan. 1987. Teknologi Perbengkelan. IPB. Bogor

Nawawi Gunawan. 2001. Modul Dasar Bidang Keahlian Kode modul (1I01-02DBK)
         penanganan perkakas dan alat ukur perbengkelan. Jakarta.

Sumaryono. 1992. Keselamatan Kerja dan Manajemen Bengkel. Jakarta: Departemen
         Pendidikan dan Kebudayaan, Dirjen Dikmenjur.

Terry, G.R. 1986. Azas-azas Manajemen. Terjemahan Winardi. Alumni.Bandung

Van Terheijden, dan Harun. 1971. Alat-alat Perkakas 2.Bandung. Binacipta.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:1246
posted:3/27/2011
language:Indonesian
pages:20