Docstoc

Menghadapi Anak yang Memasuki Masa Puber

Document Sample
Menghadapi Anak yang Memasuki Masa Puber Powered By Docstoc
					    Menghadapi Anak yang Memasuki Masa Puber



Tugas paling sulit yang sering dihadapi oleh orang tua dalam membesarkan anak adalah pada
saat anak berangkat dewasa ( usia remaja / belasan tahun ). Di satu sisi anak masih berada dalam
dunia kanak-kanaknya tetapi di sisi lainnya ia mulai masuk ke alam kedewasaan. Suasana
peralihan seperti ini sering membingungkan para orang tua karena berubahnya sikap anak. Ia
bukan anak kecil yang dapat “dikendalikan” oleh orang tuanya malah kadang cenderung untuk
melawan setiap pendapat orang tuanya. Keluhan-keluhan dari orang tua seperti ini, “Aduh, Bobi
membuat saya hampir gila”, “Saya khawatir dia akan jadi apa nantinya?”, sering kali terdengar.

Dua issue utama pada remaja yang terkait dengan perkembangan adalah masalah individu dan
seksualitas. Umumnya para remaja mulai “menarik diri” dari banyak nilai-nilai ( values) yang
selama ini didapatkannya. Pada tahun-tahun “rawan” ini para remaja malah mengambil nilai-
nilai dari peer groupnya ( kelompok ) dan budaya pop yang melingkar disekitar hidupnya. Ia
mulai enggan untuk bergabung dengan acara-acara keluarga dan malah lebih sering bergabung
dengan teman-temannya. Ia malah bertanya, “Apa saya harus ikut?” yang sering membuat orang
tua sebal.

Dalam hal seksualitas, para remaja sering menerima pesan-pesan yang beragam. Dari orang
tuanya atau Agamawan ia menerima satu pesan, tetapi di lain pihak ia menerima pesan dari
berbagai media seperti tv, film, teman sekelompoknya dll. Untuk itu resep jitu bagi orang tua
adalah mau terbuka terhadap anak remajanya agar ia dapat menyerap pesan yang baik dan jika ia
bingung ia hanya berpaling kepada orang tuanya. Bagi kita orang Indonesia, pesan-pesan relijius
dan moral dapat mencegah anak menyalah artikan pesan-pesan yang berhubungan dengan
masalah seksualitas tersebut. Misalnya berbagai film di tv, terutama film-film seri remaja dari
luar, disitu digambarkan bahwa berhubungan intim sebelum menikah adalah sah-sah saja.
Disinilah tugas orang tua untuk menyiapkan dan melatih daya serap anaknya sedini mungkin.
Jika sejak awal anak diberi pengertian yang memadai baik dari aspek rohani maupun kesehatan
mungkin ia akan terhindari dari pengaruh negatif. Walaupun bukan tak mungkin lingkungan di
luar rumah juga dapat mempengaruhinya. Meskipun begitu bukan berarti acara-acara televisi
seperti itu tidak boleh ditonton sama sekali. Ambil segi positifnya seperti pesan tentang
kesetiakawanan, gotong royong, kasih sayang dll.

Meskipun dikatakan bahwa masa remaja adalah “masa-masa penuh chaos” tetapi umunya para
remaja dapat melewati fase ini dengan selamat. Meskipun begitu ada beberapa perilaku yang
membutuhkan perhatian orang tua seperti : nilai pelajaran yang menurun, menarik diri dari
pergaulan, gangguan pola makan dan yang berbahaya adalah penyalah gunaan obat-obatan dan
alkohol. Untuk kedua hal ini orang tua harus menerapkan “zero tolerancy policy” ( tiada
toleransi ). Konsep egaliterisme memang menempatkan manusia sederajat tetapi bukan berarti
orang tua dan anaknya selalu sederajat. Mereka sederajat dalam pengertian sebagai umat
manusia tetapi dalam bidang otoritas orang tua tentu tidak sama dengan anaknya. Ini yang harus
disadari oleh orang tua walaupun bukan berarti orang tua harus menjadi otoriter. Orang tua
mempunyai aturan-aturan, keputusan-keputusan dimana sang anak harus menghormatinya. Jika
anak remaja dan anda terlibat konflik sehubungan dengan keputusan dan aturan yang anda buat
yakinkan bahwa anda tidak setuju tanpa harus menjadi tidak dihormati oleh anak anda. Jika anak
remaja anda makin kurang ajar, akhiri diskusi dengan mengatakan, “Bapak / Ibu tidak
menganggap kamu secara tidak hormat tetapi bapak / ibu tidak mau kamu tidak menghormati
kami. Diskusi ini selesai sampai kamu dapat menghormati kami dan berpikir secara jernih!”
Sikap tegas dari orang tua dapat mengajarkan anak remaja anda untuk lebih menghormati orang
tuanya selain menerapkan aturan dan keputusan orang tuanya tersebut. Karena itu sikap tegas
orang tua memang diperlukan untuk menjadikan pribadi anak remaja mereka lebih dewasa dan
tidak salah melangkah di alam kedewasaan.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:44
posted:3/27/2011
language:Indonesian
pages:2