Macam-Macam Doa

					Macam - Macam Doa - 18 Mar 2007.
Wednesday, 21 January 2009 07:14 Pdt. JE Awondatu




User Rating:                         /0
                              Rate
Poor                   Best

Selamat pagi, selamat berbakti dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Pada pagi
hari ini, saya ingin berbicara mengenai macam-macam doa, atau doa yang kita
buat itu terdiri dari bermacam-macam. Seringkali kita hanya tahu berdoa kepada
Tuhan, tetapi kita tidak tahu bagaimana berdoa dan pada kesempatan apa kita
harus berdoa.

Kita mau melihat yang pertama adalah, Matius pasalnya yang ke 6 ayatnya yang
ke 5. Sebelum kita belajar macam doa, saya ingin memperkenalkan kepada
saudara, apa yang bukan doa, apa yang Tuhan bilang jangan berdoa seperti ini ;



Mat 6:5 "Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik.
Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat
dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang. Aku berkata
kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.
Mat 6:6 Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu
dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu
yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.
Mat 6:7 Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan
orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya
kata-kata doanya akan dikabulkan.
Mat 6:8 Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa
yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya.
Saudara senang Tuhan mengetahui keperluan kita? Kadang-kadang kita tidak
menganggap perlu kepentingan kita, tetapi Tuhan tahu kepentingan kita.

Kita akan lihat, apa yang bukan doa dihadapan Tuhan. Walaupun kita berdoa,
tetapi Tuhan bilang itu bukan doa.
Yang pertama ayatnya yang ke 5, apabila kamu berdoa, janganlah berdoa
seperti orang munafik. Jadi orang munafik kalau berdoa, Tuhan tidak dengar.
Doa apa yang Tuhan tidak dengar? Tuhan tidak suka yaitu doa, suka
mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadah, dan pada
tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka di lihat orang.

Jalan dulu, 2.000 tahun yang lalu, bukan jalan raya aspal seperti sekarang.
Tikungan jalan itu yah terdiri seperti tanah banyak pasir berbatu-batu, jadi di
tikungan itu adalah tempat yang paling strategis. Dia bisa di lihat dari empat
sudut, dari empat jalan di tikungan. Dia sengaja berdiri dan berdoa.

Kalau sedang di Bait Allah, bangkunya berhadapan kiri dan kanan. Di sudut
ujung ruangan, ada satu kursi dari batu, itu agak lebih tinggi. Nah, disitulah orang
Farisi suka duduk, supaya kelihatan orang. Nah, kata Tuhan, mereka sudah
mendapat upahnya. Upahnya apa? Dilihat orang dan didengar orang. Tapi tidak
didengar oleh Tuhan, tidak diperhatikan oleh Tuhan.

Nah kalau saudara berdoa hanya sampai ke situ supaya dilihat orang, supaya
didengar orang, saudara susun kata-kata bergulung-gulung seperti ombak,
menirukan seseorang berdoa, Tuhan tidak tertarik dengan berdoa yang dibikin-
bikin. Apa saudara berdoa supaya dilihat oleh orang? Tuhan bilang, Aku tidak
suka itu. Itu yang pertama.

Orang itu hanya dapat upah, dilihat orang, dan didengar orang. Orang hanya
bilang, "Hebat benar doanya orang itu, ya? Luar biasa! Darimana kata-katanya?"
Orang akan terkagum-kagum, aduh..dia berdiri di tikungan jalan raya. Jaman
dulu belum ada bemo, belum ada motor, belum ada mobil, jadi nggak akan takut
ketabrak. "Ih, hebat ya. Dia berdoa di tikungan jalan raya, dia berdoa."

Nah ayat ini, seringkali dipakai oleh orang yang tidak mau berdoa. Kalau kita
suruh orang itu berdoa, "Ah jangan kayak seperti orang Farisilah! Orang Farisi
'kan berdoa ingin di dengar orang, ingin dilihat orang! Kita 'kan jangan begitu?!"
Ingat...kita nggak di suruh Tuhan jangan berdoa, saudara harus berdoa.

Yang kedua, apa yang bukan doa? Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke
dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di
tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan
membalasnya kepadamu. Ini yang diminta oleh Tuhan.
Rahasia doa adalah, kita berdoa di dalam rahasia (jea). Tidak ingin dilihat orang,
tidak ingin didengar orang. Kamar pribadi, itu bukan yang kita tahu kamar yang
kita punya. Sebab, bagaimana kalau saudara sedang ada di dalam pesawat?

Saya ingat cerita Pak David. Ini mumpung orangnya nggak ada. Pak David itu
pulang dari Amerika, dan sampai di Tokyo, dia punya ambeien, keluar, dan
sakitnya luar biasa. Nggak bisa duduk dia. Jadi dia berlutut, menghadap kursi di
depannya, karena sudah nggak bisa duduk, ambeiennya kumat, sakit. Dan
pramugarinya itu salah tangkap. Dia bilang, "Don't worry, don't worry, sir. This
plane is save!" Pesawat ini aman, jangan takut, jangan berdoa terus-terusan.
Pak David biar lagi sakit, kesel, dengar itu jadi ketawa. "Saya bukan berdoa,
ambeien saya ini sakit!"

Itu kalau orang, kalau mau di lihat orang, dia berlutut saja, orang sudah sangka,
wah berdoa. Padahal ambeiennya sakit. Delapan jam dari Jepang sampai
Jakarta, dia berlutut begitu, karena sudah nggak kuat duduk. Nanti berlutut nanti
berdiri, aduh serba salah.

Kamar, yang dimaksud firman Allah, adalah hati kita. Tutuplah pintu, nggak ada
di Alkitab, berdoalah dengan tutup mata. Pintu itu adalah, pintu mata kita. Ini
pintu (mata) untuk dunia, ini pintu untuk segala sesuatu yang kita lihat. Tutup
pintu. Berdoalah di kamarmu, di hati yang tersembunyi. Nggak dilihat, nggak
didengar, bahasa hati, bahasa air mata. Nggak dilihat nggak didengar, tetapi itu
yang Tuhan dengar.

Berikutnya ayatnya yang ke 7, Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu
bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka
menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan.
Yang kedua yang Tuhan bilang yang bukan doa, adalah doa yang bertele-tele.
Saudara pernah ke Menado? Kalau kapan-kapan saudara ada berkat, ikut saya
ke Menado. Di Menado kalau saudara dengar mereka sembahyang makan,
saudara bisa duduk dulu... saudara bisa merenggangkan badan dulu... belum
amin! Saudara bisa melemaskan otot-otot leher dulu...saudara bisa keluar
ruangan dulu balik lagi...belum amin! Begitu panjang doanya. Tapi saya sudah
memperkenalkan 'doa Awondatu' yang terdiri dari tujuh detik saja. Doa yang
tidak terlalu panjang. Karena Tuhan tuh tidak suka doa yang bertele-tele. Tuhan
yang kita sembah itu adalah Tuhan yang sangat mengerti.

Saudara, kalau tujuannya ke sini, langsung saja doa. Jangan ngomong muter
dulu. Padang belantara empat puluh tahun, yang mestinya sebelas hari sudah
sampai di Tanah Perjanjian, dia muter dulu empat puluh tahun, baru sampai.
Tidak! Doa itu harus langsung, to the point. Harus datang kepada, apa yang kita
perlu. Dia tidak suka bertele-tele.
AKU MENYEMBAH-MU...AKU MENYEMBAH-MU...saya dengar itu lagu. AKU
MENYEMBAH-MU...AKU MENYEMBAH-MU, berulang-ulang, AKU
MENYEMBAH-MU...AKU MENYEMBAH-MU...Apa bedanya dengan, LA ILAH
HA ILAOLOH...Apa bedanya, saudara-saudara! Seribu kali dengan tasbeh, AKU
MENYEMBAH-MU...AKU MENYEMBAH-MU...

Aduh, saudara, Tuhan itu digedor dengan ketukan pintu? Saya paling kesel
kalau lagi di hotel atau kalau di rumah, siapa saja yang pijit bel, ning nong...Kan
kita mesti jalan dulu ke pintu? Ning nong lagi! Ning nong...Baru pintu garasi mau
di buka, ning nong...Saya bilang siapa sih orangnya? Kasih tahu, kalau pijit bel
sekali saja juga cukup. Kita sudah ngerti, kita mau buka pintu.

Jadi, saudara juga kalau berdoa, sekali saja, cukup! Tuhan juga dengar. Jangan,
AKU MENYEMBAH-MU...Iya, sudah tahu. Tuhan juga bilang, "Iya, sudah,
jemaat-Ku" AKU MENYEMBAH-MU...AKU MENYEMBAH-MU...AKU
MENYEMBAH-MU. Bingung, capek sendiri.

Tetapi, nah inilah, mereka menyangka bahwa dengan banyaknya kata-kata,
doanya akan dikabulkan. Ini yang bukan doa. Banyak kata-kata, doanya akan
dikabulkan. Tidak! Jadi kalau berdoa bagaimana? Ini macamnya doa ada lebih
dari lima belas. Tapi karena waktu, saya akan cerita beberapa point saja. Ayat 9 ;



Mat 6:9 Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga,...




Ini doa yang mempunyai tujuan, alamat. Yaitu alamat kita kepada Bapa. Ingat,
Yesus itu adalah Bapa saudara, Dia lebih dari bapak kandung kita. Lebih dari
bapak sendiri. Dia lebih dari bapak darah dan daging kita. Kita punya seorang
Bapa.

Itu sebabnya kalau berdoa, jangan kita bilang ya Tuhan. Tuhan itu terlalu tinggi
terlalu mulia. Ya Allah yang besar! Terlalu hebat. Tuhan membuka pintu yang
lebih familiar. Kalau berdoa, Bapa kami...

Di Cianjur dari yang lebih tua sampai anak yang kecil, ngomongnya ko Yoyo.
Sampai diperbaiki papanya, jangan bilang ko Yoyo, bilang opa Yoyo. Sekarang
sudah generasi ketiga, dari saya. Saya sudah membuka pintu, kalau orang
panggil saya ko Yoyo, artinya lebih dekat. Oke!

Demikian juga Tuhan, membuka pintu dengan, jangan panggil Aku Tuhan,
jangan panggil Aku Allah yang Mahakuasa, panggil Aku, Bapa. Di Perjanjian
Lama, tabu, Tuhan disebut Bapa. Tabu! Hanya tujuh kali dalam 39 buku, hanya
tujuh kali, Elohim kita, Yahweh kita, di sebut Bapa. Tetapi di dalam Injil Matius
saja, lebih dari 70 kali, Yesus memperkenalkan kepada orang Israel, bahwa
mereka punya Bapa. Dan saya ingin menekankan kepada saudara, menekankan
kembali, bahwa saudara tidak sendiri, kita punya Bapa di atas segala bapa. Kita
punya Ayah yang lebih hebat dari ayah kandung kita. Dia adalah Tuhan Yesus
sendiri. Dan dikatakan, Bapa kami yang di sorga, di Kuduskanlah nama-Mu
datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.
Yang kedua, ayat 11 ;



Mat 6:11 Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya




Ini adalah doa permohonan. Ini yang rata-rata jemaat Tuhan tahu, yaitu doa
memohon. Ada problem, memohon kepada Tuhan. Ada persoalan memohon
kepada Tuhan. Meminta kepada Tuhan. Dan saya mau katakan, meminta, tidak
salah. Yesus juga suruh minta.

Dalam Yohanes 16 ayat 23 sampai 24, sudah sekian lama engkau mengikut Aku,
engkau tidak pernah minta apa-apa. Coba, mintalah kepada-Ku. Apa yang kamu
minta, mintalah di dalam nama-Ku, maka Aku akan memberikannya kepadamu.
Coba semua buka Yohanes 14 ayat 14;



Joh 14:14 Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan
melakukannya."




Ada amin? Lompat Yohanes 16 sekarang. Ayat 23;



Joh 16:23 Dan pada hari itu kamu tidak akan menanyakan apa-apa kepada-Ku.
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu minta kepada
Bapa, akan diberikan-Nya kepadamu dalam nama-Ku.
Joh 16:24 Sampai sekarang kamu belum meminta sesuatupun dalam nama-Ku.
Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu.




Apa yang dikehendaki oleh Tuhan di dalam ayat ini? Dia ingin melihat saudara
sukacita! Dia tidak suka melihat saudara sedih. Dia tidak suka melihat saudara
masuk di kebaktian ini, muka saudara lebih panjang dari muka kuda. Dia tidak
suka melihat saudara masuk di gereja dengan hati yang pahit, dengan hati yang
berat, dengan beban yang berat, Dia ingin saudara sukacita. Amin!

Yesus ingin saudara bersukacita. Dan bagaimana supaya kita bersukacita? Dia
bilang, minta kepada-Ku! Minta kepada-Ku, Aku akan memberikannya kepadamu,
supaya sukacitamu penuh. Tidak salah untuk meminta kepada Tuhan.

Kita kembali kepada Matius. Ayat 11, Berikanlah kami pada hari ini makanan
kami yang secukupnya.
Dalam meminta juga, Tuhan ajar kita tidak boleh serakah. Waktu Helga, anak
saya yang perempuan masih kecil, kelas 5 SD, ada seorang Rektor dari
Universitas Krisna Dwipayana, bapak Wijaya Kusuma, dia datang ke Cianjur,
bawa 2 mainan, yang besar dan kecil. Itu mainan per, satu besar satu kecil. Dia
tanya kepada anak saya, Helga, "Coba Helga pilih, yang mana yang kamu mau?
Yang kecil apa yang besar?" Dia lihat, dia bilang, "Dua-duanya om." Itu serakah.
Disuruh pilih, mau yang besar apa yang kecil. Dia dapat yang besar saja, sudah
bagus. Dikasih kok? Mau dua-duanya.

Jadi Tuhan ajar kita doa, minta tapi secukupnya, apa yang saudara butuhkan.
Sebab kalau saudara tidak ada rem secukupnya, maka saudara minta semau-
maunya, semena-mena. Saudara minta ini minta itu, saudara minta pesawat
terbang, saudara minta ke bulan, saudara minta yang tidak masuk akal. Jadi
minta yang secukupnya. Bahasa Inggris, our daily bread. Roti kami sehari-hari.
Waktu manna turun di Perjanjian Lama, Tuhan bilang jangan pikir hari esok.
Besok manna turun lagi. Ambil secukupnya, jangan simpan. Masak secukupnya.
Kamu kalau mau makan kenyang, kenyang hari ini, jangan pikir esok, sebab
besok manna Aku akan turunkan kembali.

Biasa, namanya orang Israel, serakah. Selain yang dimasak, selain yang
dimakan, mereka simpan. Begitu simpan tengah malam sudah busuk, sudah
asam, sudah bau, sudah tidak bisa di makan. Jadi mereka harus tunggu lagi
besok, ada lagi manna yang baru dari langit, dari sorga.

Jadi saudara-saudara, Tuhan sedang ajarkan kepada kita hidup kita sehari-hari,
jangan kuatir, jangan takut, Tuhan pelihara. Tuhan mempunyai roti sehari-hari
untuk saudara setiap hari. Tetapi kita diijinkan minta, Tuhan berikanlah kami,
makanan kami sehari-hari.
Berikutnya ayatnya yang ke 12;



Mat 6:12 dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga
mengampuni orang yang bersalah kepada kami;
Mat 6:13 dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah
kami dari pada yang jahat. (Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan
kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.)




Ini adalah doa bersama dengan pengampunan. Kalau hati saudara penuh
dengan kepahitan, penuh dengan kemarahan, saudara jangan berdoa, lebih
bagus. Karena saya yakin, saudara berdoapun tidak akan didengar Tuhan.
Kebau-bau mulut, kecape-cape saudara nonggeng sembahyang, tapi hati
saudara penuh kepahitan, saudara boleh pindah ratusan gereja, dengan
membawa kepahitan itu, tapi doa saudara Tuhan tidak akan dengar. Karena
saudara ada kepahitan. Saudara simpan marah. Itu nggak bisa sejalan dengan
doa.
Jadi kalau kita baca tadi, ampunilah kami akan kesalahan kami. Kita minta
ampun dulu kepada Tuhan kesalahan kita. Kita minta Tuhan sucikan dulu hati
kita, sama seperti kita sudah ampuni kesalahan orang. Orang itu nyakitin kita,
orang itu ngomongin kita di belakang kita, orang itu ngejual nama kita, saudara
ampuni.

Saya mau bersaksi sekali lagi hari ini, bahwa di hati saya, tidak ada seorangpun
yang saya benci. Saya sekolah ini mungkin lebih dari dua puluh tahun, untuk
membebaskan diri saya dari kebencian. Banyak orang marah, banyak orang
sakit hati, kirim ini, surat kaleng, kirim sms gelap, macam-macam, ngadu ini,
ngadu itu, macam-macam. Tapi saya sudah buang ke tempat sampah, saya
tidak mau hati saya jadi tempat sampah.

Jangan ada marah, jangan ada dendam, walaupun orang itu sudah bikin saudara
susah. Tinggalkan kemarahan saudara. Kalau nggak, saudara rugi dua kali.
Orang itu nyakitin saudara, saudara kecewa, sekarang saudara marah, saudara
dendam. Dua kali saudara rugi. Orang yang marah, orang yang dendam, dia
tidak merusak orang lain, tapi dia merusak dirinya sendiri.

Satu ibu di Malang, membunuh anak kandungnya, empat orang. Disuruh minum
pil potas. Lalu dia minum sendiri. Dan adik dari ibu ini, murid saya di Sekolah
Alkitab Cianjur. Saudara bilang, aduh luar biasa ya, orang itu bunuh diri. Sampai
satu pendeta, dia ngajar di Cianjur, dia berkata, ini ibu masuk neraka. Tapi
anaknya yang empat orang masuk sorga. Karena yang empat anaknya nggak
tahu, bahwa itu racun. Dikiranya obat, diminum. Tapi ibu yang sudah tahu, dia
minum , dia masuk neraka. Saudara akan geleng kepala. Jahat benar ya, ibu ini.
Dia masuk neraka, pantes!

Tapi saya mau kasih tahu, orang yang marah, orang yang membenci, orang
yang mendendam, dia tidak masuk sorga. Itu ada ayatnya, dalam 1 Yohanes.
Orang yang memelihara kebencian, orang yang mendendam, orang yang marah,
dia pelihara racun, dia bunuh diri secara pelan. Dia bunuh rohaninya lalu dia
bunuh tubuhnya. Itu sebabnya, mari kita belajar, seni mengampuni.
Indah sekali, nikmat untuk dikatakan, tapi susah untuk dikerjakan. Mengampuni!
Aduh..manis sekali, mengampuni. Dibikin lagu...MENGAMPUNI LEBIH
SUNGGUH. MENGAMPUNI LEBIH SUNGGUH...Tapi waktu mau berbuat waktu
mau bertindak, susah untuk mengampuni. Tapi Tuhan tidak mungkin memberi
saudara tugas, yang saudara tidak bisa kerjakan.

Berikutnya kita akan melihat dalam Matius pasal 17, kita baca ayat 17;



Mat 17:17 Maka kata Yesus: "Hai kamu angkatan yang tidak percaya dan yang
sesat, berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kamu? Berapa lama lagi Aku
harus sabar terhadap kamu? Bawalah anak itu ke mari!"
Mat 17:18 Dengan keras Yesus menegor dia, lalu keluarlah setan itu dari
padanya dan anak itupun sembuh seketika itu juga.
Mat 17:19 Kemudian murid-murid Yesus datang dan ketika mereka sendirian
dengan Dia, bertanyalah mereka: "Mengapa kami tidak dapat mengusir setan
itu?"
Mat 17:20 Ia berkata kepada mereka: "Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku
berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar
biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke
sana, --maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu.
Mat 17:21 (Jenis ini tidak dapat diusir kecuali dengan berdoa dan berpuasa.)"




Ada satu percobaan, ada satu masalah, ekonomi, rumah tangga, keluarga,
suami atau isteri yang tidak bisa diatasi hanya dengan doa. Sebab orang itu,
suami itu, isteri itu, sedang diatur sedang dipimpin oleh setan. Dia berbuat
semena-mena, dia bertindak semena-mena, dia ngaco hidupnya, dia mabok
seenaknya, dia hidup jauh dari Tuhan, seenaknya.

Ada satu ibu yang baru menerima baptisan, dia berkata, "Aduh, tolong doakan
saya punya keluarga. Sudah berapa tahun tidak berobah berobah." Sekarang
saya kasih tahu, jenis itu, macam itu, tak dapatlah diusir dengan hanya doa.
Harus berdoa dan puasa.

Di Yogya dulu ada satu pendeta, dia murid sekolah Alkitab Yogya, namanya
pendeta pak Idi. Ada satu perempuan, dia dirasuk setan. Dia datang dan dia
mulai tengking, "Demi nama Yesus Kristus, hei setan, pergi!" Itu setan jawab,
perempuan tapi suaranya lelaki, "Nggak mau." "Kamu harus pergi di dalam nama
Yesus." "Nggak mau." "Kamu harus takut." "Saya tidak takut dengan nama
Yesus." "Kalau tidak takut sama nama Yesus,kamu takut sama siapa?" "Takut
sama orang Menado." "Kenapa takut sama orang Menado, sama Yesus kamu
tidak takut?" "Karena orang Menado makan anjing."

Dia ngadu sama gurunya, dia cerita, "Om Kim, ini saya usir setan, kok dia nggak
mau?" "Lho, kamu ini piye sih? Tidak boleh usir setan, lalu kamu berdialog sama
setan. Ngapain setan diajak dialog? Puasa dulu." Dia puasa tiga hari tiga malam.
Langsung dia datang lagi, dan dia berkata, "Demi nama Yesus.." Baru sampai
disitu, itu perempuan menjerit, pingsan, setannya lari.

Ada jenis setan yang tidak bisa diusir, kecuali dengan doa dan puasa. Ada jenis
percobaan, ada jenis persoalan yang hanya bisa diatasi dengan doa dan puasa.
Kalau saudara mau belajar puasa, nanti saudara lihat, Tuhan menjawab doa-doa
yang sudah kadaluarsa. Ada teman saya berkata, semuanya sudah jatuh tempo.
Tetapi kalau saudara percaya Tuhan, semuanya akan diatasi. Ada amin,
saudara?
Kita akan lihat yang lain, yaitu Lukas pasalnya yang ke 6 ayat 12;



Luk 6:12 Pada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-
malaman Ia berdoa kepada Allah.




Ini adalah doa semalam suntuk, doa semalam-malaman. Saudara di Jakarta
belum biasa, belum bisa doa semalam suntuk. Dulu pernah ada satu grup
persekutuan doa, saya perkenalkan, "Yuk kita berdoa semalam suntuk." "Mulai
jam berapa,pak?" "Mulai jam 10 malam." "Sampai..?" "Yah sampai jam 4 jam 5
pagi." "Berdoa aja kita?" "Ya, berdoa, ada istirahat. Kalau ibu mau, bisa bikin
bubur, untuk makan sama-sama."

Aduh, saya kecewa, saudara-saudara. Yang diributkan, bubur saja. Datang jam
9, "Bubur sudah siap? Bubur sudah siap? Itu pakai cakwe, pakai ini..."
Sembahyangnya belum, bubur dulu!
Baru berdoa satu jam, sudah bau minyak kayu putih, bau avitson sudah mulai
tercium. Setengah dua belas, sudah hak...hek...hak...sudah mulai masuk angin,
yah kita sudah ngerti, satu kode bahwa mereka sudah lapar. "Ayo, kita berhenti
dulu, saudara silakan makan." Wah, begitu makan, gesit, bubur bersih. Dan
biasa, kalau sudah makan, langsung berdoa itu bawa ngantuk. Begitu doa lebih
dari jam 1 pagi, sudah...akhirnya mereka hampir 30 % berdoa dalam roh, tertidur!

Saudara, orang yang sudah dewasa rohaninya, akan menganggap doa adalah
hak istimewa. Ada banyak orang Kristen yang belum dewasa, menganggap
bahwa doa itu adalah satu beban. Saya perhatikan hari Selasa (Kebaktian hari
Selasa). Ketika para gembala kecil berdoa, banyak jemaat disini, bolak-balik,
duduk berdiri duduk, nggak ikut berdoa. Jadi dia anggap berdoa itu adalah untuk
gembala kecil, kami jemaat tidak usah berdoa. Artinya begini, biarlah gembala
kecil yang perlu Tuhan, kami jemaat tidak perlu Tuhan. Karena belum mengerti,
bahwa doa adalah hak istimewa. Dia anggap doa itu beban, nungging terus, lima
belas menit itu berat buat dia, beban. Padahal buat saya, itu hak istimewa.

Orang yang berdoa itu adalah, tamu-tamunya Tuhan. Saudara amin nggak amin
saya nggak peduli. Pokoknya orang yang berdoa itu adalah tamu-tamunya
Tuhan, yang akan Dia layani dengan sebaik-baiknya, karena mau datang ke
tempat persemayaman Tuhan, ke Singgasananya Tuhan, untuk melihat wajah
Tuhan. Maka Yesus sebagai 'manusia', Dia memerlukan Tuhan. Dia berdoa
semalam-malaman sendirian. Ini doa semalam suntuk.
Dulu ada Fullgospel Businessman ajak saya berdoa semalam suntuk, tapi nyewa
kamar di hotel, kita berdoa bersama-sama di situ. Saya nggak setuju, sebab
kamarnya kecil, yang mau berdoa 12 orang. Sebab kalau nanti ada ribut sedikit,
tetangga kamar bagaimana?
Yesus ke bukit. Apa artinya bukit? Ke tempat yang sukar. Saudara naik ke bukit
itu berat. Kata orang Cianjur dan orang Bogor, naik bukit itu GBHN, Gede
Bokong Hese Nonggeng, jadi, perut besar susah nungging katanya, karena naik
ke atas, berat. Ini yang sedang Tuhan ajar kepada kita. Kadang-kadang kita
menghadapi perjalanan yang berat, kadang-kadang kita mengahadapi persoalan
yang berat. Di situlah Yesus, mengadu persoalan-Nya kepada Bapa diatas
segala bapa. Semalam-malaman Dia berdoa kepada Allah. Sebagai manusia,
Dia memerlukan Bapa. Kalau Yesus, Anak Allah, bahkan Dia disebut Allah
sendiri, sebagai manusia, Dia memerlukan Tuhan, berdoa semalam-malaman,
siapa kita yang tidak perlu Tuhan?

Jadi lain kali, kalau kebaktian belum dimulai, ada yang berdoa, saudara yang
bukan gembala kecil, berdoalah. Saudara tidak kuat berlutut karena saudara
perut besar, duduk, berdoa. Karena ini hak istimewa dari Tuhan.
Yang berikut kita akan lihat, 1 Petrus 3, ini khusus untuk bapak-bapak, pria-pria
tetapi ibu-ibu juga jangan terus kepala besar baca ayat ini.Ayat 7;



1Pe 3:7 Demikian juga kamu, hai suami-suami, hiduplah bijaksana dengan
isterimu, sebagai kaum yang lebih lemah! Hormatilah mereka sebagai teman
pewaris dari kasih karunia, yaitu kehidupan, supaya doamu jangan terhalang.




Isteri-isteri bilang dalam hatinya, wuh...terima kasih Tuhan, ini bukan buat saya
ini. Supaya doamu tidak terkendala. Yang pertama katanya, hai suami-suami
hiduplah bijaksana. Kadang-kadang suami hidupnya bijaksini. Sini yang bijak,
tidak mau dengar apa kata isteri. Haruslah kita bijaksana. Isteri yang
menurunkan keturunan kita, melalui rahimnya dengan melahirkan antara hidup
dan mati. Dan ayat ini berkata, kita adalah pewaris kehidupan, sama-sama. Kita
dipercaya untuk menurunkan 1 atau sampai 12 anak, karena kita pewaris sama-
sama dari kehidupan. Jangan saudara menilai bahwa, anak itu karena saya
kawin. Salah! Tetapi, karena Tuhan mau menciptakan anak-anak itu, Dia
jodohkan saudara dengan isteri saudara. Anak keluar.

Dan rahasia ini saya tidak bisa mengerti. Sebab ada yang bertanya kepada saya,
"Umpamanya ada pelacur sampai hamil, om. Dia hamil dan melahirkan anak,
anaknya masuk kemana, om?" Kalau kita yang sok suci, neraka! Anak haram!
Tahukah saudara, bahwa semua manusia sudah berdosa, kata firman Allah.
Semua manusia sudah haram. Tapi oleh anugerah-Nya Tuhan, kita dihalalkan di
dalam Kerajaan Allah. Ada haleluyah?

Jadi kalau satu anak hasil hubungan gelap lahir, tetap rohnya dia itu Tuhan
punya. Kalau dia meninggal masih kecil, dia masuk sorga. Nah marilah kita hidup
bijaksana, suami-suami. Menghormat. Karena di sebut, mereka kaum yang lebih
lemah. Saya juga bingung. Alkitab katakan, Aku akan memberikan seorang
penolong bagi Adam. Isteri itu penolong bagi suaminya.

Saudara nggak percaya firman Allah? Silakan, saudara tinggalkan dan tidak
perlukan isteri saudara, dan saudara mulai bisnis. Dan saudara akan lihat nanti,
tidak lama, bisnis saudara akan turun. Tetapi kalau saudara menghargai isteri,
menghormati isteri, mengasihi isteri, maka saudara akan lihat nanti, bisnis
saudara akan bertumbuh. Karena Tuhan tidak mungkin memberkati keluarga
yang tidak mempercayai satu dengan yang lain. Bagaimana Tuhan bisa
mempercayakan berkat, bagi suami dan isteri yang tidak percaya satu dengan
lain. Bagaimana orang Kristen yang masih berjinah diberkati oleh Tuhan? Nggak
mungkinlah. Dia bisa saja punya uang, tapi tidak ada berkat. Tidak akan rasa
ada damai dalam hatinya.

Maka, hormati isteri sebagai kaum yang lebih lemah, hormatilah mereka sebagai
teman pewaris dari kasih karunia, yaitu kehidupan, supaya doamu jangan
terhalang.
Maka saudara, ibu-ibu yang mempunyai suami yang baik hati, yang membela
saudara, yang mengasihi saudara, saudara belum bangun suami saudara sudah
bangun, siapin kopi buat saudara. Aduh, saudara mesti bersyukur kepada Tuhan,
terima kasih ada suami yang begitu kuatir melihat isterinya, begitu sayang. Kalau
isteri keluar negeri, aduh dia itu seperti kehilangan, nggak ada pegangan. Sebab
ada suami-suami, kalau isterinya lagi kemana gitu.., "Saya mau ke luar negeri
dulu." Dia akan berkata, "Merdeka!" Oh merdeka, satu kali merdeka tetap
merdeka. Dia bebas, tidak ada 'polisi' dalam rumah.

Boleh saya terus terang? Suami kayak begini, namanya bapet, saya jaman dulu
bilang. Suami yang aduh...Kalau saudara, isteri yang punya suami yang begitu
sayang sama saudara, begitu perhatian, saudara juga jangan gede kepala,
"Ambilin itu tuh..pijitan nih kepala." Lama-lama dia bisa jengkel, pijit-pijit kepala.
Gua pikir, tadi pagi gua pijitin lu nggak berhenti berhenti, ini kepala. Lama-lama
dijorokin kepala saudara. Maka saudara mesti tahu diri, kalau suami sudah
sayang begitu, kita juga mesti sayang sama dia.
Yang Berikut, Lukas pasal 18 ayatnya yang ke 1;



Luk 18:1 Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk
menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu.




Ini berdoa dengan konsisten, tidak bosan. Ada yang ngomong sama saya. "Pak,
apa nggak bosan? Senin Firman, Selasa Firman, Rabu Firman, Kamis Firman,
Jumat Firman, Sabtu Firman, Minggu Firman, apa nggak bosan?" Saya tanya
sama dia, "You bosan nggak makan nasi?" Dia nggak bisa jawab. Nasi goreng,
nasi pecel, nasi ini, nasi aking, "You bosan nggak makan itu? " "Yah nggak."
"Makanya..."

Firman keperluan kita. Demikian juga dengan doa. Jangan bosan-bosan berdoa,
jangan jemu-jemu berdoa. Satu kali kami ke Korea dengan beberapa rombongan,
empat puluh orang ke Korea, mau lihat Cho Yonggi. Oh pesawat diguncang,
gonjang-ganjing, gonjang ganjing, barisan saya, dibelakang saya, berdoa semua.
Yesus... haleluyah...Yesus ...haleluyah..Terus tenang, pesawatnya. Amin,
mereka bilang amin. Gede ya, Pak Awondatu, gede ya... Heeh... gede, aduh.

Goncang lagi. Berdoa lagi! Saudara jadi Kristen goncang. Kalau jadi Kristen
goncang, gitu. Kalau ada problem, kalau ada goncangan baru dia berdoa. Kalau
ada persoalan baru berdoa, jangan! Jangan jadi Krsiten darurat. Tapi terus
setiap hari. BUKAN HANYA WAKTU SUSAH AKU DATANG PADA YESUS.
BUKAN HANYA WAKTU SAKIT AKU DATANG KEPADA-NYA. TAPI JUGA
WAKTU SENANG...waktu eng..waktu tiong, AKU DATANG MENYEMBAH-NYA.
DISEGALA WAKTU AKU PERLU TUHAN.
Ketika gelombang naik, atau ketika gelombang surut, kita selalu perlu Tuhan.
Kita tidak bisa tidak, kita perlu Tuhan.
Yang terakhir Kisah Para Rasul pasal 16 ayat 25;



Act 16:25 Tetapi kira-kira tengah malam Paulus dan Silas berdoa dan
menyanyikan puji-pujian kepada Allah dan orang-orang hukuman lain
mendengarkan mereka.




Ini doa dengan nyanyian. Saudara, waktu itu kakinya Paulus dipasung. Kaki
dijepit dengan dua balok. Tangan dirantai. Ditaroh paling tengah, nggak bisa lari.
Tapi dia menyanyi. Justru waktu saudara dalam problem, waktu kaki saudara
dipasung tidak bisa kemana-mana, waktu saudara dalam persoalan, waktu
saudara dalam sakit, saudara justru harus menyanyi.

Saya suka perhatikan, nggak Selasa nggak Minggu, waktu puji-pujian, orang
nggak masuk gereja. Bejibun dulu di depan. Ngerumpi dulu, haha hehe hihi
hoho.., Pak Awondatu belum khotbah, haha hehe hihi...Nanti datang kalau, "Mari
kita berdoa, kita akan dengarkan firman Allah." Baru datang satu persatu,
masuklah Tom & jerry ke dalam gereja.
Saudara meremehkan pujian, saudara meremehkan nyanyian. Tapi saudara lihat,
mujizat justru datang, orang berdoa dan menyanyi. JANGAN KAU BIMBANG
NYANYI SEMBAHYANG. KALAU MENYANYI KALAU SEMBAHYANG,
SEMBAHYANG MENYANYI SUSAHPUN HILANG.

Saya berapa kali telepon teman-teman, saudara-saudara dalam Tuhan, semua
pakai nada panggil lagu, KU TELAH MATI DAN TINGGALKAN...Aduh, siapa
yang mati, saya bilang? Dia jadi almarhum. Semua lagunya begitu, KU TELAH
MATI...
Sudah banyak Kristen yang kayak begitu. Nyanyi itu jangan diremehkan. Waktu
saudara berdoa dan menyanyi, mujizat terjadi.

Gempa datang. Ini tidak pakai kunci terbuka, pasung tidak pakai kunci terbuka,
pintu digerendel, terbuka. Semua jalan terbuka sampai diluar. Kalau mau keluar,
keluar dah. Makanya penghulu laskar mau membunuh diri. Tapi Paulus bilang,
jangan, kami ada di sini, komplit, nggak lari kemana-mana. Oh lari mendekat,
menyembah Paulus. Apa yang harus kami lakukan? Percayalah kepada Tuhan
Yesus, maka engkau dan seisi rumah tanggamu akan selamat.

Saudara, kepala penghulu laskar ini selamat dengan seisi rumah tangganya, dan
malam itu juga dia di baptis. Jadi jangan, aduh ada orang belum di baptis, baptis
dong. "Nanti... saya belum srek, hati saya belum genah, belum jos, belum mak
nyos". Belum..belum, belum. Saudara mau tunggu mak nyos mak nyos, itu
kapan? Penghulu laskar ini, itu hari bertobat, malam hari itu di baptis.

Ternyata, Tuhan punya tujuan itu membaptis penghulu laskar itu. Dia bikin dulu
Paulus di penjara. Tapi menyanyilah Paulus di penjara dengan berdoa. Datang
gempa, pintu penjara terbuka. Belum pernah saya ada dengar gempa bisa
membongkar pintu penjara. Kalau penjara ambruk sudah banyak. Ini, orang tidak
mati, tawanan tidak lari, tapi lepas semua ikatannya.
Siang hari ini, siapa yang sedang ada di penjara. Siapa ada di dalam ikatan-
ikatan? Berdoalah dan bernyanyi, sukacita kepada Tuhan, pasti Tuhan akan
memberikan mujizat kepada saudara.
Mari kita berdiri bersama-sama.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:1004
posted:3/26/2011
language:Indonesian
pages:18
Denok  Fransiska Denok Fransiska oprektor docushared.blogspot.com
About tagged-basistik.blogspot.com,free-pdf-doc-xls-ppt.blogspot.com,soccers-basistik.blogspot.com,pharaswork.blogspot.com,docushared.blogspot.com