Docstoc

Doa, PERMOHONAN DAN UCAPAN SYUKUR

Document Sample
Doa, PERMOHONAN DAN UCAPAN SYUKUR Powered By Docstoc
					Doa, Permohonan Dan Ucapan Syukur -
7 Oct 2007.
Wednesday, 21 January 2009 07:25 Pdt. JE Awondatu




User Rating:                          /0
                               Rate
Poor                    Best

Haleluyah! Pada pagi hari ini kita mau dengar firman Tuhan, kita akan buka surat
Filipi pasal yang ke 4 ayatnya yang ke 4;



Phi 4:4 Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan:
Bersukacitalah!




Ini untuk mengingatkan saudara, khotbah saya, bahwa hari Selasa yang lalu
perjamuan kudus bukan membuat kita menjadi sedih, tapi harus membuat kita
bersukacita. Nah pokok khotbah saya, ayatnya yang ke 6;



Phi 4:6 Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi
nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan
permohonan dengan ucapan syukur.
Phi 4:7 Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara
hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.
Phi 4:8 Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia,
semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap
didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya
itu.
Yang pertama ayat 6, janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga. Ini
ayat luar biasa. Be anxious for nothing, jangan kuatir apapun juga. Kata jangan
mengingatkan kita kepada 10 Perintah Tuhan. Jangan kamu berjinah, jangan
kamu mencuri, jangan kamu ingin isteri orang lain, jangan kamu ingin barang
orang lain, jangan ada padamu berhala, dan ini salah satu perintah dari Tuhan.
Jangan kamu kuatir.

Be anxiuos for nothing. Kekuatiran saudara-saudara itulah yang membuat
banyak orang Kristen, mandul, nggak maju. Kekuatiran adalah kita
mencemaskan sesuatu yang belum terjadi, sesuatu yang tidak terjadi, tetapi kita
sudah kuatir dulu. Kekuatiran melumpuhkan iman kita. Iman, tidak bisa bekerja
kalau ada sedikit saja kuatir di dalam hati kita. Kekuatiran, dalam Amsal Salomo,
membungkukkan banyak orang. Kita tidak bisa ikut Tuhan dengan badan
bungkuk karena kuatir.

Kekuatiran akan menjauhkan saudara dari doa. Saudara nggak suka doa,
saudara nggak cinta doa, saudara nggak ada keinginan untuk berdoa, karena
ada kuatir. Kekuatiran, itu juga yang membantutkan firman Allah. Jadi firman
Allah yang kita dengar, firman - firman, kita - kita. Tidak ada pertumbuhan,
karena adanya kekuatiran.

Nah, menurut ilmu pengetahuan, wanita lebih banyak, lebih mudah kuatir,
daripada pria. Bukan berarti pria tidak pernah kuatir. Wanita memakai emosional.
Jadi suami-suami mesti ngerti. Kalau isteri itu jangan dibentak-bentak, dia itu
emosional. Suami, itu rasional. Isteri-osteri juga mesti ngerti. Suami rasional,
isteri emosional. Nah bagaimana yang emosi mengerti yang rasional, yang
rasional mengerti yang emosional.

Banyak dari isteri-isteri yang mengadukan suaminya kepada saya, nangis-nangis.
Saya bilang, ini mah soal kecil atuh. Ini mah kamu tersinggung, kamu pakai
emosi. Sedangkan suamimu itu nggak salah, dia pakai rasional. Nah, dua hal ini
akan menjadi parah, kalau ditambah kekuatiran. Emosinya wanita itu lebih kuatir.

Sekarang di Asia Tenggara, semuanya mengakui, Singapura ekonominya paling
tinggi, paling hebat. Tetapi orang Singapura sendiri mengadakan satu
penyelidikan, riset, ternyata orang Singapura, kuatir dari hari depannya. Jadi
kekayaan jasmani tidak bisa menjamin seseorang itu nggak kuatir lagi. Saudara
punya uang miliar-miliar, tidak bisa menjamin saudara tidak kuatir. Padahal
orang Singapura itu ada jaminan hari tua. Kalau saudara ke Singapura, yang
jaga WC itu orang-orang tua, mereka digaji, karena mereka punya jaminan. Tapi
apa yang menyebabkan mereka kuatir? Dan paling besar di negara-negara ini,
orang Singapura paling kuatir di hari depannya. Kuatir.

Mending Indonesia. Udah ada Lapindo, nggak kuatir saudara. Nggak ada
kuatirnya, udah kebakaran, eh, kuatirnya nggak ada. Ayam udah pakai formalin,
dimakan juga. Wah semuanya, ada daging sapi dah. Kalau begitu, mendingan
orang Indonesia.
Kekuatiran membungkukkan orang, kekuatiran membuat stagnan kerohanian
kita, kekuatiran membuat kita jadi pengelamun, bukan jadi pencetus cita-cita,
bukan jadi pelaku. Kekuatiran membuat kita stagnan, nggak maju-maju. Dari
tahun ke tahun, begitu aja, rohani kita nggak maju. Nggak ada sesuatu dari kita
yang maju, karena kuatir. Maka dilarang oleh Tuhan.

Be anxious for nothing. Nothing tuh, jangan, anxious, jangan cemas, jangan
cemas dari apapun juga. Maka dari ayat ini, saya mau katakan pagi hari ini,
Tidak ada yang patut kita kuatirkan! Kalau kita punya Yesus, tidak ada yang
patut kita kuatirkan. Tidak usah takut.

Nah, ayatnya yang berikut, dia berkata begini, tetapi nyatakanlah dalam segala
hal keinginamu kepada Allah, dalam doa dan permohonan dengan ucapan
syukur. Bahasa Inggris saya baca, Tetapi, dalam segala sesuatu, oleh doa dan
permohonan dengan ucapan syukur, biarlah permohonan saudara diketahui oleh
Allah.
Ada satu keganjilan dalam ayat ini, tetapi tidak salah. Ada ayat yang berbunyi,
Daud berkata, sebelum aku berdoa, Tuhan sudah tahu apa yang kita
doakan.Jadi, Tuhan Mahatahu apa yang kita butuhkan, kita perlukan. Tetapi
kenapa Dia masih minta, dalam segala sesuatu nyatakanlah kepada Tuhan,
keinginanmu kepada Allah dalam (1) doa, (2) permohonan (3) dengan ucapan
syukur.

Beberapa waktu yang lalu saya khotbah di Cianjur menyambung dari pelajaran di
Family Camp bahwa, doa bisa menjadi satu berhala, kalau kita persamakan
Tuhan itu dengan Gunung Kawi. Nah, kalau lagi liburan lebaran begini, satu
minggu, ada satu toko di Cianjur, restoran-restoran kebanyakan, pergi ke
Gunung Kawi, satu minggu. Mereka menyembah, mereka apa segala rupa,
supaya tokonya laku. Supaya laris, tidak ada urusan supaya saya tidak berdosa,
supaya saya hidup benar, nggak ada. Pokoknya supaya toko saya laris.

Nah, kebanyakan orang Kristen menjadikan doa, Tuhan itu seperti berhala. Kita
sembahyang bukan supaya kita hidup suci, bukan supaya kita hidup benar,
bukan supaya kita peduli kepada orang lain yang sedang dalam kesulitan, tetapi
supaya kita diberkati, supaya kita diratakan jalan. Maka dalam ayat ini ada 3 hal.
(1) doa, (2) permohonan, (3) ucapan syukur.

Kita bicarakan yang pertama, doa. Doa, lebih berurusan saudara peribadi
dengan Tuhan, muka dengan muka, person to person. Saudara bisa minta saya,
"Brur, bantu doa, saya mau buka toko disana." Bisa. "Brur, bantu doa supaya
anak saya ini diterima waktu ditest di sekolah." Bisa saya bantu doa. Tapi
saudara nggak bisa ngomong begini, "Brur, bantu doa, kasih tahu sama Tuhan
Yesus bahwa saya mencinta Dia." Nggak bisa. Mesti saudara sendiri yang
berdoa person to person kepada Tuhan. Jadi doa adalah urusan peribadi
saudara dengan Tuhan. Tidak ada dengan permohonan, itu lain.

Doa itu two way. Saudara ngomong dengan Tuhan, Tuhan jawab. Tuhan bisa
jawab melalui firman, Tuhan bisa jawab melalui nyanyian rohani. Tuhan bisa
jawab melalui audible voice, suara yang kedengaran. Tidak ada yang mustahil di
hadapan Tuhan. Karena Dia sanggup bicara dengan segala macam cara. Dia
bisa bicara melalui kejadian.

Saya ini sedang mencari tahu, apa maksud Tuhan, gereja GPdI Sahabat Allah
terbakar. Ada desas-desus dibakar. Saya mau kembali pada tahun '96, di
Situbondo. Saya sampai tulis surat kepada Presiden Clinton.Saya di Amerika,
saya tulis surat. "Tolong perhatikan orang Kristen di Indonesia." Tahun '96,
semua gereja di Tasik, kena dibakar. Ada yang dilempar. Kita bawa bantuan
untuk gereja Katolik, gereja GKI, Pantekosta. Habis semua gereja dibakar, itu
sengaja dibakar.

Tetapi sekarang, gereja-gereja yang dibakar itu mempunyai gereja yang lebih
baik. Ada gereja yang sebelum dibakar, lantainya tuh tanah, sekarang pakai
keramik. Waktu belum dibakar, belum punya sound system, pendetanya kaok-
kaok seperti tukang obat. Disumbang oleh Kedutaan Besar Amerika, dindingnya
bisa tahan api. Tapi dilarang oleh Pemda. Bangun biasa saja. Jadi, banyak
pendeta yang disana bilang, "Terima kasih Tuhan gereja saya dibakar. Terima
kasih Tuhan gereja saya hancur." Karena setelah diganti, lebih bagus.

Nah, saudara suka berdoa nggak? Saudara mencampur adukkan antara
permohonan itu dengan doa. Tidak, permohonan lain. Doa itu peribadi saudara
dengan Tuhan. Begitu saudara berlutut tutup mata, udah, saudara sendiri
dengan Tuhan.

Hari Kamis yang lalu, setelah bedstone setengah lima, lalu kembali ke rumah
setengah enam, ah saya mau pakai tidur sebentar sampai setengah tujuh untuk
mengajar. Tidur sebentar, waktu bangun...tiba-tiba saya kaget, karena biasanya
jantung saya itu denyutnya begini, deg deg...deg deg...deg deg...normal.
Sekarang, dug dug dug dug...disko saudara! Dan saya seperti lari berapa puluh
kilometer, capeknya luar biasa.

Lalu saya keluar, aduh kenapa begini,nih? Ada satu pendeta yang tunggu motor,
dari Sumatera Utara, "Eh, ini bawa motormu. Tapi ini, jantung saya..." Sampai
pendeta itu bilang, "Boleh saya berdoa?" "Silakan doa." Tapi saya seperti lari.
Salah satu kalimat yang saya bilang, "Tuhan, apa sekarang sudah waktunya
saya pergi?" Tidak ada jawaban. Itu saya ngomong sama Tuhan peribadi. Saya
nggak usah panggil isteri saya. Kalau udah mau 'berangkat' kan kita akan tahu?
Kalau Tuhan bilang, "Ya." Ya saya siap. Karena nggak ada orang yang saya
benci, nggak ada yang saya korupsi. Pokoknya beres deh, sudah siap. "Tuhan,
apa sekarang saya sudah waktunya?" Sedang duduk nih. Eh, pelan...pelan,
normal lagi. Nah itu saya tanya sama Tuhan secara peribadi, dalam doa. Saya
nggak minta sembuh. Saya bilang, "Apa sudah waktunya ini sekarang, Tuhan?"

Nah ibu angkat saya sudah 85 tahun sudah agak pikun. Tabe (jabat tangan)
sama saya, "Kamu datang, mana Melanie?" "Ini mi, ini Melanie." Isteri saya tabe.
Sudah, dia duduk. "Melanie nggak datang?" "Kan tadi mami udah tabe?" "Yang
mana? Tadi? Oh, ya...ya...ya..." Sebentar lagi, "Yo, kamu datang sendirian,
yah?" "Sama Melanie..." Jadi saudara masih mau umur panjang? Masih mau
sampai umur 120 tahun? Dalam doa secara peribadi.

Nah, yang saya katakan tadi, Tuhan tahu keperluan kita. Sebelum kita ngomong,
Dia tahu. Tapi Dia ingin dengar dari kita, apa yang kita mau. Nah itulah
permohonan. Kan kita punya kebutuhan, ada keperluan rohani, ada keperluan
jasmani, itu pakai permohonan. Kita memohon kepada Tuhan, menyatakan
keinginan kita dalam doa, dan sekarang kita memohon sama Tuhan.

Saya kasih ilustrasi. Ada satu gadis, sudah pacaran sama satu pemuda. Ini
pesan saya, jangan cepat-cepat kawin. Jangan dilamar, langsung kawin. Jangan
dulu, pikir dulu. Kadang-kadang adat karakter orang itu kelihatan kalau sudah
kawin. Lagi belum kawin mah, wah... mulia seperti malaikat.
Ini satu pemuda mau melamar. Bapa perempuan udah tahu, bahwa ini laki-laki
mau sama anaknya. Kan tiap malam minggu ada apel kebulatan tekad? Selalu
makan sama-sama, jalan-jalan sama-sama. Tapi, dia mau dengar, ini anaknya
ngomong sendiri sama dia, "Papa saya ini cinta sama Mei-Mei..." Sama dengan
Bapa kita di sorga. Itu maksudnya kita mesti berlutut, itu memohon kepada Dia,
"Apa yang kamu mau hari ini Aku lakukan?" Tuhan sudah tahu apa yang ada di
hati kita, tapi Dia tidak akan memberi, kalau kita nggak ngomong.

Satu Pendeta saudaraku dari Tanjung Priok, almarhum Bapak Pendeta Bolang,
diminta mewakili seseorang melamar satu gadis di Bogor. Jadi yang ngomong
om Bolang. Dia ngomong sama gadis ini, "Zus, kami datang untuk mewakili
orang ini melamar, apakah zus mau menerima lamaran ini?" Itu gadis tertunduk,
sambil mainin kukunya aja. Om Bolang sama kayak saya, nggak sabaran, "Mau
nggak?" Begitu lagi, mainin kukunya. Dia lihat om Bolang. "Mau nggak?" Masih
mainin kukunya. "Mau, mau...Nggak, nggak!" Ketawa lagi. Setelah satu jam
saudara, minum air sudah habis, baru dia ngomong, "Mau..." Aduh, ini ngomong
mau, tunggu sampai satu jam lamanya, sampai om Bolang bilang, "Dari tadi...Ini
tiga kata M A U! Kenapa nggak bisa ngomong dari tadi?" Begitu mau, habis
omongan. "Aduh...kenapa nggak dari tadi? Panas nih om. Dari tadi kek ngomong,
mau!" Maunya udah satu jam, keselnya dua jam, "Kenapa nggak dari tadi kamu
ngomong?"

Demikian juga dengan Tuhan, Dia tahu apa yang kita mau, Dia tahu kok. Tapi
dia mau dengar dari saudara. Makanya doa itu kayak telepon. "Bagaimana
kabarnya?" Ah, kita tunggu Dia ngomong. "Apa yang kamu mau Aku perbuat?"
"Aduh Tuhan, saya mau, gini...gini...gini...bisa?" "Oh, tapi kamu mesti rajin dulu
ke gereja." "Ya Tuhan, saya banyak persoalan gini...gini...gini..." "Iya, persoalan
banyak, karena kamu malas ke gereja." "ya saya minta ampun Tuhan." "Ampun
akan dikasih kalau kamu rajin ke gereja." "Ya Tuhan, apa yang harus saya
perbuat?" "Iya, sekarang ke gereja, ya...." Begitu.

Kebanyakan kita ngomong sama Tuhan, ngomoooong terus. Tuhan nggak bsia
ngomong sama kita. "Tuhan, tolonglah saya Tuhan, urusan saya. Terima kasih
Tuhan saya masih hidup sampai hari ini. Tuhan tolong perusahaan saya yang di
dalam negeri dan di luar negeri. Tuhan tolong pembangunan rumah saya,
peternakan saya, ayam petelur ayam pedaging. Tuhan tolong sekolah anak saya
yang di Singapura dan di Singaparna, yang di Cikalong dan di Chichago, Tuhan
tolong..." Tuhan bilang, "Kapan Saya ngomongnya? Kamu ngomong terus?"

Satu jam dia ngomong. Begitu satu jam selesai,amin, dia bersaksi, "Oh saudara
saya sudah berdoa kepada Tuhan satu jam." Padahal Tuhan di sorga geleng-
geleng kepala, "Aku mau ngomong nggak bisa-bisa, kamu ngomong terus sama
Aku?" Doa adalah permohonan dan Tuhan bukan Allah yang cuma bisa dengar,
Dia adalah Allah yang bisa jawab doa kita.

Itu membawa kita kepada yang ketiga, dengan ucapan syukur, with thanksgiving.
Kumasuki gerbang-Nya dengan hati bersyukur...Masuk gereja aja belum apa-
apa, mesti punya ucapan syukur. "Ah Tuhan, terima kasih, saya masih bisa ke
gereja. Terima kasih Tuhan saya masih bisa kebaktian." Kumasuki gerbang-Nya
dengan hati bersyukur, halamannya dengan pujian...

Ini kesenian dari sorga yang dilupakan oleh rakyat dari sorga. Rakyat dari sorga
lupa seni mengucap syukur. Mengucap syukur adalah bahasa dari sorga. Saya
Selasa yang lalu sebetulnya menunggu Pendeta dari Sumatera Utara ini datang.
Tapi pesawatnya datang terlambat, dan macet di jalan. Saya undang dia jam 4
sudah sampai disini, khotbah jam enam. Masih muda, tapi dia punya
pengalaman luar biasa. Saya bawa dia ke Kerawang, kemarin hari Jumat, dan
dia bersaksi. Saya mau bagi kepada saudara, dia sudah pulang tadi pagi.

Dia kena lumpuh saudara. Menurut Dokter, kena semacam virus, dia lumpuh.
Lumpuh dua tahun. Jadi kalau tangannya di taroh di kiri, dia nggak bisa pindahin.
Nggak bisa, semua badannya lumpuh. Jadi orang lain yang mesti pindahin.
Kalau tangannya di angkat, ini daging lengannya bergelambiran goyang-goyang,
dan goyangnya ini nggak berhenti-berhenti, sampai nanti sesuai hukum berat,
baru dia berhenti. Dia di kursi roda. Di kursi roda dia diminta untuk doain orang
yang kerasukan setan.

Dua tahun lumpuh. Dia mulai ngarang buku, semuanya sayang diri. "Aduh,
kasihan saya." Doanya penuh marah kepada Tuhan. "Betapa sialnya saya..." Dia
Pendeta. "Aku ini punya nasib nggak baik." Bayangin kalau saudara lumpuh dua
tahun. Mulut saudara akan penuh dengan kemarahan, kekecewaan. Buat apa
saya lahir? Saya lahir tidak baik, dan sebagainya.

Tapi pada satu hari, tidak ada tsunami tidak ada apa, goyang tempat tidurnya.
Dan sesuatu dibangunkan di hatinya. Dia mulai minta ampun kepada Tuhan, dia
mulai mengucap syukur, dia mulai berterima kasih. Dia mengucap syukur, dia
berterima kasih untuk segala sesuatu. Dia mengucap syukur, dan kesembuhan
itu datang. Dan dia sekarang berkhotbah seperti orang biasa. Dia berkhotbah
seperti orang tidak pernah sakit. Badannya sehat, badannya gemuk, tidak seperti
waktu sakit dua tahun itu. Itu kuasa dari mengucap syukur.

Mengucap syukur mengundang mujizat Tuhan. Mengucap syukur memampukan
saudara, dari yang saudara tidak bisa kerjakan, menjadi saudara mampu
kerjakan. Mengucap syukur mengatasi segala problem. Orang Kristen yang
berkemenangan adalah orang Kristen yang mengucap syukur. Buat apa
perjamuan kudus kalau saudara terima dengan omelan? Buat apa kita makan
'tubuh' Kristus dan 'darah' Kristus kalau hati kita penuh dengan hati yang
bengkok dan marah kepada Tuhan? Mari kita belajar mengucap syukur, "Terima
kasih Tuhan..." Kita mengucap syukur dari apa saja. Tuhan terlalu banyak
memberi kepada kita, mari kita mengucap syukur. Dia tidak meminta banyak. Dia
hanya minta kita mengucap syukur. Dia hanya minta kita berterima kasih. Dan itu
yang dikehendaki oleh Yesus.

Waktu Dia menyembuhkan sepuluh orang kusta, yang sembilan orang senang-
senang, terus berjalan ke rumah Allah, dan hanya satu orang yang kembali, dan
tersungkur di kaki Yesus sambil mengucap syukur. Dalam bahasa Yunaninya,
Ekaristeo, berterima kasih, mengucap syukur kepada Tuhan.
Lalu Yesus bilang begini, "Bukankah yang sembuh itu sepuluh orang? Mana
yang sembilan orang? Tidak adakah yang kembali kesini, kecuali orang Samaria
ini?" Maka berfirmanlah Yesus kepada orang Samaria ini. "Pergilah, imanmu
telah menyelamatkan engkau." Yang sembilan mendapat kesembuhan tanpa
keselamatan. Tapi yang mengucap syukur kepada Yesus, dapat kesembuhan
plus keselamatan, imanmu yang mengucap syukur itu adalah yang
menyembuhkan engkau. Belajar mengucap syukur. Bukan hanya doa, bukan
hanya minta...minta...belajar mengucap syukur.

Segi tiga ini, saya mau kasih, doa permohonan dan mengucap syukur, harus
dibalik-balik. Dia tidak boleh sedikit berat. Jangan saudara, doaaa....terus, nggak
ada ucapan syukur nggak ada permohonan juga. Jangan saudara,
mintaaa...terus, nggak ada doanya nggak ada mengucap syukurnya. Ada yang
mengucap syukuuuuur terus, Tuhan bilang, "Kamu mau apa?" Mengucap
syukuuur terus..."Mau apa kamu?" Mengucap syukuuurrr terus. Tuhan ingin juga
dengar apa permohonan kita.
Ini membawa kita kepada ayat 7, sebagai akibat yang terjadi setelah kita
mengucap syukur.
Phi 4:7 Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara
hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.

Dan damai sejahtera dari Allah yang melewati pengetahuan-pengetahuan kita.
Saudara-saudara, damai ini nggak bisa dipikir. "Kenapa yah, percobaan begini
berat, kok dia tuh bisa tenang? Kok dia bisa kalem? Kok dia bisa peace, bisa
tenang teduh?"

Kemarin ada satu pendeta di Kerawang, dia ngomong sama saya, "Om, kok om
tenang-tenang aja? Tuh di buku ini, om diomongin gini...gini..." "Kenapa? Saya
nggak baca bukunya." "Om diomongin ini...ini...kok tenang aja?" Saya bilang,
"Nggak level...nggak level ngelayanin yang begituan." I am too busy to row the
boat, I don't have time to rock the boat. Saya terlalu sibuk untuk mendayung
perahu, tidak ada waktu untuk menggoyang perahu. Ada haleluyah saudara?
Lebih baik kita mendayung perahu dan perahu maju, dari pada ribut dengan
menggoyang-goyang perahu. Puji Tuhan.

Dan sekarang mereka bingung, harus bilang apa. Dan satu pendeta bilang,
"Kamu harus minta maaf sama pendeta Awondatu." "Aduh bagaimana?
Reaksinya Awondatu bagaimana?" "Oh dia bilang dalam rapat, dia serahkan
sama Tuhan. Biar Tuhan yang membalas. Dia tidak mau membalas." "Aduh,
bagaimana kalau Tuhan membalas?" "Iya rasain sendiri aja nanti," katanya

Ya, jadi segala sesuatu , kita rasa damai. Difitnah, kita damai sejahtera.
Dikatakan dalam firman Allah ini, yang melebihi segala akal, akan memelihara.
Kata memelihara dalam bahasa Inggris, guard. Guard itu menjaga. Will guard.
Ayub dijaga oleh pagar dari Tuhan. Zakharia pasal 2, kita dijaga oleh dinding
berapi, dipelihara. Dan sekarang Paulus berkata, orang yang tahu doa, tahu
memohon kepada Tuhan tidak lupa mengucap syukur, akan di guard, akan
dijaga, akan dikawal oleh damai sejahtera. Yohanes 14 ayat 27 berkata, damai
sejahtera-Ku sendiri, Yesus bilang, Aku berikan kepadamu tidak sama dengan
yang dberikan oleh dunia.

Kalau saudara-saudara kena undian karena saudara menabung di satu Bank,
dapat kompor gas saja saudara sudah sukacita. Lain, damai dari Tuhan ini, lain
dengan apa yang diberikan oleh dunia. Aku tinggalkan padamu.
Jadi kalau ada orang Kristen dia nggak ada damai, bukan salahnya Tuhan.
Tuhan mah nggak salah! Yesus mah sudah naik ke sorga, damai-Nya Dia tinggal
di sini, buat kamu. Tapi kita tidak nikmati damai, bukan salah Tuhan, loh!
Saudara senang ikut Yesus, saudara bahagia ikut Yesus? Damainya mengawal
kita.

Minggu lalu, dari Bandung ada adiknya dari isteri Rudy Hartono, dia Kopasus,
dia sudah pensiun, ngajak naik motor. "Ayo, pak Awondatu kita naik motor ke
Puncak, berbuka puasa. Biarin yang buka orang lain, kita mah ikut yang
bersamanya aja." "Yah, saya agak kurang sehat." "Udahlah, kalau udah naik
motor mah, sehat aja." Dan kami ketemu di pomp bensin, dan dia di depan. Dia
mengawal, di belakang saya juga ada satu orang. Pakai sirene yang di depan.
Ngeng ngong....ngeng ngong...Yang di belakang juga, ngeng ngong...ngneng
ngong...motor besar. Saya, saudara, di tengah. Saya nggak usah ngegas, nggak
usah ganti gigi. Jalan memang macet, tapi karena ada sirene, karena dia
Kopasus, dia jalan zigzag-zigzag, jadi mobil semua minggir, jalan terbuka. Dan
Yoyo ini, terus aja, lump sum...ngeeeeeng...sampai di rumah makan Raffles,
tidak ada halangan. Semua yang macet, biasa di Cisarua, terbuka saudara.
Ngeng ngong...Polisi juga ada...Itu cara mengawal.

Saudara itu seperti itu. Damai sejahtera mengawal saudara. Kita mah cuma naik
aja, jalan aja. Nggak usah susah-susah, eh minggir, minggir. Nggak
usah....tenang saja, biar Yesus yang ngawal, minggir...minggir...anak-Ku mau
lewat. Minggir...minggir....Ada haleluyah saudara?Jangan nanti saudara keluar,
hei minggir...minggir...Itu lain lagi. Tapi dalam hal persoalan hidup, saudara
dikawal oleh Tuhan. Puji Tuhan.

Guard your hearts, hati hati saudara, and minds, pikiran-pikiran saudara, through
Christ Jesus. Jadi di guardnya mesti lewat Yesus Kristus. Dijaganya saudara
mesti rajin ke gereja. Dijaganya saudara mesti rajin kebaktian, Dijaganya
saudara mesti rajin berdoa, Dijaganya saudara mesti rajin melakukan firman
Allah, melalui Yesus Kristus, di guard, dijaga oleh Tuhan. Dan ini membawa kita
kepada ayat 8; Saudara, kehidupan kita, orang Kristen itu mempunyai garis
puncak akhir. Tujuan kita tuh ada akhirnya. Perjalanan kita dari kita orang
berdosa itu mesti ada finishnya. Dan akhirnya itu adalah 8a. Orang Tionghoa
paling senang angka 8, fat.

Saya pernah masuk restoran bubur, si engkohnya lihatin saya aja. Saya bilang,
"Kenapa koh?" "Haiya...Kamu ini, fat." "Kenapa?" "Kamu ini, disini (samping
kanan kiri hidung) ada garis. Fat." "Hampir saya mau jeksi butok, supaya nggak
ada yang begini." "Nggak itu, fat. Itu untung. Fat." Saya bilang, "Ah, saya nggak
percaya yang begitu-begitu ah..." "Ya, tapi...fat." Sampai mau keluar, "Fat..." Jadi,
ibu-ibu yang ada kerut-kerut disini, jangan di butok. Itu fat...Kata dia, bukan kata
firman!

Tapi apa yang benar, ada 8 ini. Waktu Nabi Nuh selamat di dalam bahtera ada
berapa jiwa? 8. Nabi Nuh dan isterinya, tiga anak lakinya dan tiga menantunya,
masuk dalam bahtera, delapan orang. Maka angka 8 ini disebut hidup, karena
tidak ada ujungnya. Tidak berawal tidak berakhir. Angka yang kekal. Maka di
dalam Alkitab, angka 8 angka kebangkitan.

Kita mulai. Yang benar, yang mulia, yang adil, yang suci, yang manis, semua
yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan, dan patut dipuji,
pikirkanlah semuanya itu. Dalam bahasa Inggris, meditate on these things.
Meditasi, renungkanlah hal-hal ini.
Kalau pikiran kita udah mulai ngelantur, "Darah Yesus, kembalikan. Apa benar
nggak pikiran saya? Nggak benar nih. Tuhan tolong, ampuni. Saya mau berpikir
benar." Kalau pikiran kita udah nggak suci, mikirnya yang jelek-jelek melulu,
mikirnya yang kotor-kotor melulu, minta ampun sama Tuhan, sucikan dalam
nama Yesus. Sebab ke gereja saja tidak akan menentukan kita jadi orang
berkemenangan. Kita mesti praktekkan hidup suci. Kita mesti jalankan hidup suci
sebagaimana kita disebut orang-orang kudus. The saints, orang-orang kudus.
"Kalau saya punya hidup tidak suci, ah...saya mau bartobat, saya mau hidup suci,
mau hidup benar."

Bagi suami-suami, tidak boleh ada perempuan lain di otak saudara selain isteri
saudara, itu tidak suci. Bagi isteri-isteri tidak boleh ada PIL, pria idaman lain,
dalam pikiranmu. Bagaimana perasaan suami, kalau isterinya punya pria idaman
lain?
Bagaimana perasaan Tuhan sebagai calon suami kita, kalau kita sebagai calon
isteri dari Tuhan Yesus punya seseorang yang lain, yang namanya dunia, yang
namanya sesuatu dari dunia yang bukan dari Tuhan, yang kita cinta lebih dari
Tuhan, bagaimana hati-Nya Dia? Kalau Dia sudah nyatakan setia-Nya sampai di
salib? Dia nyatakan Aku setia, walaupun kamu tidak setia Aku tetap setia. Ada
ayatnya. Tapi tantangan ada pada kita. Apa yang suci, apa yang mulia, apa yang
adil, semua yang benar, bahasa Inggris, semua yang murni, semua yang sedap
didengar, good report.

Kalau saudara dengar omongan yang nggak benar, ah...buat apa telinga jadi
tempat sampah. Banyak orang Kristen yang telinganya senang dengar yang
begitu. "Ada apa sih...ada apa? Oh ya? Oh ya? Benar nggak? Oh iya ya..." Dia
masukin sampah di telinganya. Jangan suka begitu saudara. Mari kita jadi tiga
monyet. Yang tutup telinga, tutup mata, tutup mulut. Nggak dengar yang jelek,
nggak lihat yang jelek, nggak ngomong yang jelek. Kalau saudara masih buka
telinga kepada yang tidak benar, kalau saudara masih buka mata kepada yang
tidak benar, suka lihatin yang tidak benar, buka mulut yang tidak benar, saudara
kalah sama monyet.

Tapi saya yakin saudara mau yang disebut kebajikan, dan patut dipuji, kelakuan
yang baik. Pikirkanlah yang patut dipuji. Pikirkanlah itu. "Aduh, dia ini baik ya..."
Saudara nyatakan itu. "Aduh Ci, Ko, bagus, baik. Aduh saya senang kamu
kebaktian, maju dalam Tuhan." Praise worthy, dia memang berharga untuk dipuji.
Saudara kadang-kadang ada penyanyi yang false, saudara tepuk tangan juga.
Saudara sudah dosa loh! Yang begitu mah nggak patut dipuji, nyanyinya aja
false? Itu udah keder, apa aja tepuk tangan, apa aja tepuk tangan, keder.

Maka pada pagi hari ini, sebentar lagi kita akan masuk dalam perjamuan kudus,
mulai dengan, jangan kamu kuatir dengan hal apapun juga. Be anxious for
nothing. Ada banyak hal di dunia yang membuat kuatir, tapi kita dilarang, jangan
kamu kuatir, haleluyah! Saudara tidak boleh kuatir. Apa yang baik, apa yang
kudus, apa yang suci, nyatakan itu di dalam doa saudara. Pikirkan semuanya itu,
haleluyah!
Mari para pelayan perjamuan, maju ke depan.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:5548
posted:3/26/2011
language:Indonesian
pages:14
About tagged-basistik.blogspot.com,free-pdf-doc-xls-ppt.blogspot.com,fisika-basistik.blogspot.com,soccers-basistik.blogspot.com,pharaswork.blogspot.com