Docstoc

Darah Yang Ditumpahkan

Document Sample
Darah Yang Ditumpahkan Powered By Docstoc
					Darah Yang Ditumpahkan - 4 Mar 2007.
Wednesday, 21 January 2009 07:13 Pdt. JE Awondatu




User Rating:                          /0
                               Rate
Poor                    Best

Haleluyah! Selamat pagi selamat berbakti di dalam nama Tuhan Yesus Kristus.
Pada pagi hari yang berbahagia ini, kita akan melihat 1 ayat di dalam Efesus
pasalnya yang pertama, dan kita akan melihat satu ayat saja di sana, yaitu
ayatnya yang ke 7;



Eph 1:7 Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu
pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya,

Sedikit sekali orang Kristen yang tahu harganya dari darah Yesus ini. Darah
Yesus, saudara-saudara, di dalam ayatnya yang ke 7, itu menebus dosa kita.
Ayat ke 7 ini adalah perasan atau rangkuman atau inti sari dari semua
penderitaan Yesus. Dia hanya bilang, darah Yesus menebus kita. Sama seperti
lagu pada tahun 68 saya di sekolah Alkitab. Pengertian saya waktu itu dan
sekarang, sangat jauh berbeda.

Dosa dapat dihapus hanya oleh darah Yesus. Jiwa dapat ditebus hanya oleh
darah Yesus. O...darah yang Kudus darah-Nya Penebus. Dosaku tertebus hanya
oleh darah Yesus.
Begitu sederhana pengertian kita tentang darah Yesus, bahwa darah Yesus itu
sudah menebus dosa kita. Tetapi kalau kita melihat lebih dalam, kita mau
mengerti lebih dalam, darah Yesus, yang saya tadi katakan, ayat ke 7 itu intinya.
Ayat ke 7 itu bibitnya dan saudara kita akan lihat pagi hari ini, darah Yesus
ditumpahkan atau dialirkan dibeberapa tempat kehidupan dari Yesus.
Kita akan melihat yang pertama, di dalam Matius pasalnya yang ke 27 ayatnya
yang ke 28;



Mat 27:28 Mereka menanggalkan pakaian-Nya dan mengenakan jubah ungu
kepada-Nya.
Mat 27:29 Mereka menganyam sebuah mahkota duri dan menaruhnya di atas
kepala-Nya,

Bahasa Indonesia, mereka menganyam mahkota duri. Tapi dalam bahasa
Inggris, mereka twisted. Jadi mahkota duri ditaroh di kepala Yesus, lalu
diputarkan sehingga duri-duri itu masuk ke kepala Yesus, dan dari kepala Yesus,
mengalirlah darah Yesus yang menebus dosa kita ini.

Kenapa kita, orang Kristen, tapi jatuh bangun dalam dosa? Karena dia tidak tahu
berapa harganya, the high price of the blood of Jesus. Darah Yesus yang
pertama dialirkan yaitu ketika mahkota duri dianyamkan kepada-Nya.
Duri tidak ada di Taman Eden. Tetapi Adam dan Hawa ketika berdosa diusir dari
Taman Eden, dan Tuhan berfirman di dalam Kitab kejadian, "Mulai sekarang,
bumi akan mengeluarkan semak duri bagi kamu."
Jadi duri lambang dari pelanggaran dosa manusia. Dan itu dimahkotakan kepada
kepala Yesus, twisted, diputarkan, dimasukkan dengan paksa. Maka melelehlah
darah dari kepala Yesus.

Apa artinya ini? Bukankah kepala kita adalah pusat dari segala-galanya? Di
kepala kita ada otak. Di kepala kita ada pikiran yang harus memikirkan hidup
sehari-hari. Kita seringkali dipusingkan oleh perkara-perkara sehari-hari. Kita
dipusingkan dibikin kuatir dengan perkara-perkara setiap hari. Saudara, kita
sebenarnya tidak usah pusing lagi, karena Yesus sudah menebus dengan darah-
Nya. Segala kepusingan manusia, segala kepikiran manusia, segala
kebimbangan manusia, segala ketakutan manusia. Segala apa yang
mengancam pikiran manusia, seribu satu macam pikiran manusia yang membuat
saudara kuatir.
Saudara sebetulnya tidak usah kuatir lagi. Darah Yesus saudara kenakan di
dalam pikiran saudara. Saudara berkata kepada Yesus, "Tuhan Yesus darah-Mu
saya kenakan, saya urapkan di dalam pikiran saya, supaya pikiran saya
dibenarkan oleh Tuhan." Supaya pikiran kita hanya memikirkan perkara-perkara
yang di atas, bukan perkara-perkara yang di bumi. Terlalu banyak orang Kristen
hanya memikirkan perkara-perkara yang sementara. Memikirkan perkara-
perkara tetek bengek, terus memikirkan perkara-perkara yang tidak perlu dia
pikirkan. Dia tidak memikirkan perkara-perkara yang di sorga, dia tidak
memikirkan perkara-perkara yang rohani, hanya memikirkan perkara-perkara
dunia.

Coba saudara renungkan, kalau umur kita 60 tahun. Kita kerja satu hari 8 jam.
Dalam 60 tahun, itu 1/3 dari 60 tahun, 20 tahun kita kerja. Lalu kita harus tidur
juga 8 jam. 20 tahun dari 60 tahun, kita pakai untuk tidur. Saya mau pakai
standar yang normal. Kalau saudara kebaktian 1 minggu 2 x 2 jam = 4 jam, dan
1 minggu saudara berdoa 6 jam, berarti 10 jam. Dalam 20 tahun yang ketiga
yang terakhir itu, saudara tidak sampai 2 tahun saudara berdoa, berbakti kepada
Tuhan.

Bayangkan perbandingannya. 20 tahun untuk kerja, 20 tahun untuk tidur, tidak
sampai 2 tahun, untuk berdoa. Saudara, saya lebih senang kalau orang yang
datang kebaktian, sebelum kebaktian di mulai, dari pada ngobrol, berdoa. Dari
pada ngerumpi, berdoa. Atau, tenangkan diri di gereja, tutup mata, berdiam diri
di hadapan Tuhan. Karena terlalu banyak pikiran kita dipakai untuk perkara-
perkara yang tidak kekal.

Hai Marta, kamu kuatir dari hal banyak. Kita kuatir dari hal banyak. Tetapi firman
Allah katakan, Yesus sudah menebus kita dengan darah-Nya, termasuk pikiran
saudara. Amin? Pandanglah darah Yesus dalam pikiran kita. Yesus sudah
dimahkotai, supaya pikiran kita tidak lagi dipatahkan, dibelokkan, dikacaukan
oleh si Iblis. Pikiran kita tidak diteror itu yang tepat, tidak diteror oleh si Iblis. Kita
memikirkan pikiran ini, kita memikirkan bagaimana nanti, bagaimana ini,
bagaimana itu, bagaimana tujuannya, bagaiman akhir ini, bagaimana...tidak usah.
Karena darah Yesus sudah menebus kita. Dan yang pertama Dia alirkan darah-
Nya, justru di kepala-Nya, ketika mahkota duri dikenakan kepada-Nya.
Berikutnya kita akan melihat Yohanes 19, kita membaca ayat 23;



Joh 19:23 Sesudah prajurit-prajurit itu menyalibkan Yesus, mereka mengambil
pakaian-Nya lalu membaginya menjadi empat bagian untuk tiap-tiap prajurit satu
bagian--dan jubah-Nya juga mereka ambil. Jubah itu tidak berjahit, dari atas ke
bawah hanya satu tenunan saja.

Kata prajurit menyalibkan Yesus, artinya apa saudara? Artinya, dipaku tangan-
Nya. Darah Yesus yang keluar yang kedua, adalah pada tangan. Dan tangan
berbicara mengenai pelayanan, mengenai pekerjaan, mengenai bisnis. Orang
kuno dengan tangan mereka mencangkul. Wanita-wanita dengan tangan mereka
memasak. Dengan tangan orang menolong orang yang jatuh dari Yerusalem ke
Jeriho itu, diangkat pada keledai.
Tangan bicara pelayanan, tangan bicara pekerjaan. Banyak orang Kristen, dia
bingung dengan pekerjaan dia. Saya mesti kerja apa? Dimana saya kerja?
Kenapa pekerjaan saya tidak berhasil? Kenapa saya ada dibawah kutuk, seolah-
olah. Kenapa saya tidak diberkati? Kenapa?

Saudara, ada berita yang baik. Darah Yesus sudah menebus kita. Kedua, adalah
darah yang mengalir dari telapak tangan. Berarti pekerjaan saudara, sudah
ditebus, saudara tidak dibawah kutuk, tetapi saudara dibawah berkat. Saudara
ada di dalam berkat dari pada Tuhan.
Dalam Galatia pasal 3 kita akan baca ayatnya yang ke 13, dia berkata dengan
jelas di sana;



Gal 3:13 Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan
menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang digantung
pada kayu salib!"
Gal 3:14 Yesus Kristus telah membuat ini, supaya di dalam Dia berkat Abraham
sampai kepada bangsa-bangsa lain, sehingga oleh iman kita menerima Roh
yang telah dijanjikan itu.

Bisa bilang amin? Kita tidak dibawah kutuk, kita dibawah berkat. Jadi kalau ada
sedikit goncangan di dalam bisnis saudara, minta kepada Tuhan. Kalau saya
pakai istilah ini agak berlebihan, claim. Sebetulnya nggak usah di claim. Ingatkan
Tuhan, bahwa Dia sudah mati di salib. Tangan-Nya sudah diberi lobang paku,
darah-Nya sudah tercurah dari tangan-Nya. Berarti kita punya tangan tidak usah
dipaku lagi. Berarti apa yang kita kerjakan, diberkati Tuhan. Kecuali, kita sendiri
berdosa. Kalau kita sendiri berdosa, kita nyeleweng, kita selingkuh, ini janji tidak
berlaku. Janji Tuhan tidak berlaku. Semua yang kita kerjakan akan jadi nol. Kita
tidak akan bertambah kaya, kita akan mempunyai banyak hutang, kita akan gali
lobang tutup lobang, karena kita menyeleweng dari jalan Tuhan.

Tetapi kalau kita yakin percaya kepada Tuhan dengan segenap hati, dan
saudara kita ikuti ajaran-Nya dengan tepat, tangan saudara tidak usah bersusah
payah. Apa kata firman Allah? Apa saja yang kamu pegang, akan jadi berkat. Itu
janji Tuhan. Karena Dia sudah mati, darah yang kedua tercurah yaitu di dalam
tangan-Nya.

Hari Jumat kemarin saya menguburkan satu pendeta, bawahan saya di Bekasi,
di daerah Tambun, usia saya lebih tua 6 bulan. Seorang ibu, dia meninggal.
Padahal baru kawin. Suami pertama meninggal, hamba Tuhan juga. Dia baru
kawin dengan suami kedua. Baru satu setengah tahun dia kawin, sudah
meninggal. Setelah dia meninggal, saya diminta khotbah, saya keluar dulu,
berdirilah seorang eks Cianjur, seorang perempuan.

Saya ingat namanya Rolis Siburian. "Om, 19 tahun aku tidak ketemu om. Aku
tinggal di sini, 10 menit dari gereja ini. Ayo kita, lihatlah om. Lihat tempat
kebaktian, sudah ada di sini." Saya bilang, "Becek, nih..." Jalanannya becek.
"Lihatlah, om." Jadi saya lihat. Satu gedung gereja yang cukup besar. Begitu
masuk gereja, dia peluk saya, dia menangis. Dia bilang, "Om...aku bangga sama
engkau om. Engkau didik saya dengan keras di Cianjur, om. Ini buktinya om, ini
buah tangan saya, om, Tuhan berkati saya om, ini dengan gedung ini, om"

Saya masuk di gereja, cukup besar. "Ini mujizat, om. Ada satu keluarga 9 tahun
kawin tidak punya anak, om. Saya doakan demi nama Yesus, dia punya anak.
Dia bawa saya ke tempat material, dan dia berkata, 'Pendeta saya mau bangun
gereja. Tolong kasih sama dia apa yang dia perlu.' Tapi om sudah ajar saya,
tidak boleh pakai aji mumpung. Jadi saya minta secukupnya saja. Dan inilah
gerejanya om, inilah keadaannya."

Tangannya diberkati oleh Tuhan. Sembilan belas tahun tidak ketemu, tetapi
waktu ketemu, dia sudah jadi pendeta, jadi hamba Tuhan. Dia sudah punya
motor bebek. Luar biasa, seorang wanita saudara.
"Saya tidak jalankan les, seperti om bilang. Saya tidak pakai proposal seperti om
suruh." Tapi Tuhan kirim apa yang dia perlu. Tangan kita akan diberkati oleh
Tuhan, kita tidak dibawah kutuk, kita ada dibawah berkat. Yesus sudah menebus
kita, dari kutuk Torat. Dan darah yang kedua yang tercurah, adalah pada tangan-
Nya.

Coba saudara tepuk tangan 3 kali saja. Ini tangan yang diberkati oleh Tuhan.
Ngomong kanan kiri, tanganmu diberkati Tuhan. Sekarang, pekerjaanmu
diberkati Tuhan. Kita ngomong lagi yang terakhir, bisnismu sukses. Haleluyah!

Orang yang disalib, selain tangan, juga kaki dipaku. Jadi darah yang ketiga yang
mengalir itu pada kaki Yesus. Dan kaki bicara dari satu perjalanan. Seorang
Profesor Doktor berkata kepada saya,"Kesalahan orang itu, dia punya kaki tapi
dia nggak pakai jalan." Saya renungkan, luar biasa omongan ini.

Banyak orang sakit, karena dia punya kaki tapi dia nggak pakai jalan.
Maksudnya olah ragalah. Tetapi secara rohani, kaki bicara dari perjalanan rohani.
Ada kalanya jalan kita nanjak, ada kalanya jalan kita rata, ada kalanya jalan kita
turun, ada kalanya kita terantuk. Tapi ingat, Tuhan menetapkan langkah-langkah
orang...Saudara yakin nggak, Tuhan menetapkan langkah saudara? Karena
darah Yesus sudah menebus saudara.

Tuhan menetapkan langkah-langkah saudara, kecuali yang nyeleweng, itu bukan
Tuhan. Kalau saudara ikut Tuhan sungguh-sungguh, Tuhan tetapkan. Tahu
artinya ditetapkan? Dimantapkan. Oh, rasanya mantap, semuanya mantap, dia
melangkah itu dia berhasil. Janji Tuhan kepada Yosua, setiap tapak kejejakan
kakimu, tanah yang kamu jejak di mana saja, itu menjadi milikmu.

Saya yakin, saudara jarang melakukan ini. Tapi saya selalu ngomong, saya turun
di mana, saya ada di mana, "Dalam nama Yesus, ini milikku Tuhan. Terima kasih,
ini daerahku, terima kasih Tuhan." Saya jalan ke mana saja." Terima kasih, ini
daerahku." Dan saya tadi cerita murid yang bangun gereja itu, dia pegang tangan
saya. "Om, lihat itu? " Gereja Sidang Jemaat Allah. Besar sekali, tingkat dua
sedang dibangun. Dan hanya kira-kira lima puluh meter, gereja dia.
Dibandingkan, wah itu Gereja Sidang Jemaat Allah besar sekali. Ini gereja kecil
sekali. Saya bilang, "Kamu lebih bangga. Dia pakai Dollar, kamu tidak. Sidang
Jemaat Allah itu di support. Kamu, langsung dari sorga, langsung dari Tuhan."
"Iya om."

Saudara, tiap kejejakan di mana saudara pergi, saudara mungkin, saudara-
saudara tidak pernah lakukan ini. Ngomonglah, ngomong kepada diri saudara
sendiri," Terima kasih Tuhan, janji Tuhan. Haleluyah." Saudara ada di Shanghai,
saudara ada di Hongkong, saudara ada di Singapura, "Terima kasih Tuhan,
terima kasih ini adalah milikku."

Ada Ibu Shinta Guntara, dia sudah 2 Selasa dia tidak hadir, jadi saya telepon.
"Gimana Ibu, sakit? Kenapa tidak kebaktian?" "Aduh, lagi ngungsi, Puji Tuhan."
Lagi ngungsi, Puji Tuhan. "Kenapa?" "Aduh, brur...kulkas bisa jalan dari dapur
sampai ke ruang tamu." Mujizat, jadi bukan hanya Yesus yang jalan diatas air,
kulkas juga bisa jalan saudara-saudara. Tetapi dengan sukacita dia katakan, yah
inilah sekolahnya Tuhan, inilah sekolahnya Yesus.
Kalau saudara beriman, apapun bisa terjadi, tetapi tidak akan membunuh
saudara punya sukacita. Apa yang aku jejak adalah milikku. Semua yang aku
jejak, adalah milikku.

Saudara mau tahu sejarahnya itu sekolah Alkitab dan STT itu, pada tahun 84,
ketika saya masuk Jakarta, untuk menginjil, itu kami lima orang berdiri di sawah
yang mau dijual. Kami nggak punya duit. Kami berdiri di sana. "Tuhan, kalau
Tuhan kehendaki, kami mau bangun sekolah Alkitab di sini Tuhan." Ini lima
orang gembala. "Tuhan berkatilah kami. Tapi saya tidak tahu harus bagaimana.
Saya ingin bangun sekolah Alkitab di sini."

Sawah...belum ada rumah kiri kanan, belum ada rumah sakit, belum ada apa-
apa, sekarang ramai. Saya tidak tahu dari mana. Tapi salah satu nama dari
Tuhan adalah Yehova Jireh, Allah yang mengadakan. Apa yang kita perlu Dia
adakan.
Itu saya jejak kaki saya, "Tuhan, di atas sawah ini saya mau bangun." Dan
sawahnya itu menurun saudara, dalam sekali. Duh, Tuhan bagaimana saya mau
bangun? Bangunan saya ingin yang rata. Tapi, ini kok tanahnya begini?
Berundak-undak kebawah, dan undakan yang paling bawah dalam sekali. Saya
sembahyang, "Tuhan, bagaimana ini?" Duh, Tuhan itu baik, "Kamu gali tanah
yang ini yang di atas, taroh di sini." Iya, ya... kita kayak orang bego aja?
Semuanya sudah disediakan oleh Tuhan. Ini saya sudah alami, bahwa Tuhan
memberikan apa yang kita percaya.
Kita mau lihat yang berikutnya, 1 Petrus pasal 2 kita baca ayat 24;



1Pe 2:24 Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib,
supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-
bilur-Nya kamu telah sembuh.

Yesus itu sebelum di salib, Dia dicambuk dulu. Dan Dia dicambuk empat puluh
kali, menurut hukum Romawi. Dan cambuk yang dipakai itu, satu cambuk
dengan tiga cabang. Di dalam setiap cabang, seperti alat pancing, ada kaitannya
yang tajam. Tetapi disini juga tajam. Kalau alat pancing kan ujungnya saja yang
tajam, kalau cambuk itu, satu tajam di sini tajam tapi dia berbelok dua tajam. Jadi
ketika dicambuk itu tiga cambuk masuk ke dalam tubuh Yesus, tapi kaitannya
menarik daging Yesus keluar, kali empat puluh.

Jadi, belakang Yesus itu seperti sawah yang di garap. Itu film The Passion Of
Christ, saya sudah lihat, cambuk yang dipakai untuk mencambuk Yesus ini,
belum seberapa. Kalau saya bayangkan dengan yang tiga, satu cambuk dengan
tiga kait dan dipukulkan dan ditarik, daging Yesus terangkat. Nah, ini yang di
sebut bilur. Badannya itu seperti menurut Mazmur, seperti mereka membajak
belakangku, seperti sawah yang di bajak. Saudara lihat sawah yang kering,
belum di airi, dibajak dulu, itu tanahnya bergelombang tidak rata, seperti itu
tubuh Yesus.

Dengan bilur-Nya segala sakit disembuhkan. Jangan tidak percaya, amin! Di
Cianjur, saudara mungkin ingat, ayahnya dari sdri. Merry, kena stroke, toko
Selamat, itu dulu paling tidak suka gereja. Kena stroke, di rumah sakit, saya tidak
besuk. Pulang ke Cianjur, saya nggak besuk. Saya ingin supaya imannya sendiri
bertindak. Suami isteri tidak bisa jalan.

Ada satu kali mereka muncul di kebaktian, pakai tongkat. Saya panggil dia cihu,
"Bagaimana cihu?" "Puji Tuhan, sudah mendingan." Isterinya juga pincang, yang
bersaksi di Family Camp itu isterinya. Jalannya timpang. Suami isteri ini kena
stroke. Minggu kemarin, si Cihu ini, biasanya dia pakai tongkat, dia bilang, "Tuh,
saya sudah tidak pakai tongkat." Tepuk tangan bagi Tuhan Yesus, saudara-
saudara! Imannya bertumbuh.

Dia adalah Tabib di atas segala tabib, karena Dia sudah ngalami sakit. Seratus
dua puluh itu adalah lambang atau angka penghabisan segala daging. Daging-
Nya di habisi, di cemeti, di cambuk, keluar darah, seperti di bajak. Dengan bilur-
bilur-Nya kamu sudah disembuhkan. Kesembuhan saudara-saudara sudah lewat,
sudah terjadi. Kita hanya menerapkannya di dalam kehidupan kita. Terima kasih
Tuhan saya sudah di sembuhkan. walaupun saudara sudah ke Dokter, walaupun
saudara berobat ke sinshe, tapi yang sembuhkan itu Tuhan! Walaupun saudara
minum obat, apapun yang saudara kerjakan, ingat yang menyembuhkan itu
adalah Tuhan.

Sama seperti Paulus berkata, aku menanam, Apolos yang menyiram, Dia yang
menginjil, Apolos yang menyiram, tapi yang menumbuhkan iman bagi orang-
orang Kristen itu, Tuhan. Yang menumbuhkan iman di hati saudara, bukan
Awondatu, bukan si A bukan si B, Tuhan yang menumbuhkan. Sama dengan
kesembuhan, kita bisa berobat, kita bisa minta tolong sinshe, kita bisa makan
obat tradisional, tapi yang menyembuhkan Tuhan. Dia Tabib di atas segala tabib.
Dan inilah yang keempat saudara-saudara, Dia mengalirkan darah pada
belakang-Nya.

Ada seorang tentara dia tusuk lambung Yesus dan dari sana keluarlah air dan
darah. Yang kena ditusuk itu lambung, maksudnya jantungnya, maka keluarlah
air dan darah. Saudara lambung berbicara tentang isi hati kita. Ditusuk. Ketika
Maria mengandung Yesus, ada satu nubuatan kepada Maria, sembilan pedang
akan menusuk hatimu.

Saudara-saudara, seringkali kita menderita sakit hati, oleh karena kata-kata
orang. Kok orang sesama Kristen, sesama palayan, kok bisa ngomong begitu
tentang saya? Saudara sakit hati. Ada kabar baik sekarang. Yesus sudah ditusuk
lambungnya, supaya saudara tidak perlu lagi, ditusuk lambung saudara. Tidak
ada tempat bagi kita sebetulnya untuk sakit hati. Kalau saudara masih suka sakit
hati, artinya saudara-saudara tidak percaya kepada korban Yesus di atas kayu
salib, ketika Yesus di tusuk lambungnya.
Mungkin suami saudara menyakiti hati saudara, tapi apply, tarohlah darah Yesus,
"Tuhan lambung-Mu sudah ditusuk. Sekarang saya sedang mengalami
kekecewaan, karena suami saya, karena isteri saya, karena anak saya, karena
mantu saya, karena mertua saya, karena sesama saudara, karena sesama
pelayan, mungkin karena pendeta saya. Tuhan saya tidak mau sakit hati, karena
Engkau sudah lebih dulu disakiti." Dan Tuhan akan membebat hati saudara.
Tuhan akan membebat luka lambung saudara. Seringkali kita melihat orang, kok
kelakuannya itu, kita ngomong...

Saya ingat satu peribahasa, kalau kita nggak bisa ngomong positif, janganlah
kita ngomong yang negatif. Kalau kita lihat satu orang, kita tidak bisa ngomong
hal yang positif tentang dia, jangan ngomong yang negatif tentang dia. Ingat,
Yesus sudah ditusuk lambung-Nya. Dia sudah menebus kita dengan darah-Nya,
supaya kita nggak sedikit-sedikit sakit hati. Kalau di tanya pendeta, kenapa sih
kamu? Maag. Padahal sakit hati, dia ngomong, maag. Jadi kita pendeta nggak
ngerti, jangan makan yang asem-asem. Mungkin si jemaat ngomong, lu yang
asem.

Saya ingin beritahu kepada saudara, kalau kita sudah percaya kepada Yesus,
kita sudah ditebus oleh Yesus, tidak ada tempat untuk sakit hati, tidak ada
tempat untuk dendam. Sakit hati dan dendam itu merusak, bukan orang lain, diri
kita sendiri yang di rusak. Saya kalau lihat jemaat atau ibu terlalu kurus, saya
bilang, lho kenapa kamu terlalu kurus. Jangan terlalu kurus. Memang sekarang
ada alat untuk kuruskan badan. Itu yang over perutnya,dikecilkan, tapi terlalu
kurus juga, jelek. Kalau kita gemuk, sakit, masih kurus. Tapi kalau kurus, sakit,
langsung berangkat! Itu sebabnya pemain barongsay, pemain liong, tidak akan
memakai orang yang kurus.

Dulu di Cianjur, saya ada lihat latihan liong, kita masih kecil, anak-anak, kita
nonton. Ada satu bapak, badannya kecil kurus, pegang kepala liong. Begitu dia
goyang kepala liong, berat, jatuh berguling-guling. Saudara, sudah jangan sakit
hati lagi. Sudah, ini namanya saudara dalam Tuhan. Di dalam bahasa Inggris,
kita ini di sebut The Saints, orang-orang kudus. Jadi bukan hanya ngomongnya
kudus, bukan nyanyinya kudus, kelakuannya harus kudus, hatinya juga harus
kudus. Sudah, jangan lagi ada sakit hati, jangan ada lagi nggak enak hati sama
seseorang, sudahlah...sudah. Serahkan sama Tuhan, Dia sudah mati bagi kita.
Amin?
Kita baca Lukas pasalnya yang ke22 ayat 44;
Luk 22:44 Ia sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa. Peluh-
Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah.

Waktu Yesus berdoa di Taman Getsemani sebelum Dia di salib, begitu berat
beban-Nya, Dia harus memikul semua dosa manusia. Nah, karena beban itu
begitu berat, keringat itu jadi darah. Menurut seorang dokter, kemungkinan
pembuluh darah itu sudah tidak tahan, pecah, sehingga dia masuk pada jalur
keringat itu, jadi darah bercucuran menetes ke tanah. Juga keringat ini adalah
hasil dosa.

Ketika Adam dan Hawa berdosa, Tuhan berkata, dengan berkeringat kamu akan
mencari nafkah. Dengan kelelahan kita berkeringat. Yesus sekarang sudah
menebus kutuk Torat tadi. Kalau saudara beriman, sebetulnya, dengar baik-baik,
saudara tidak usah cari kerja, tapi pekerjaan mencari saudara. Saudara tidak
mencari berkat, tetapi berkat yang mencari saudara.

Ada satu jemaat, dia datang hari Selasa, anaknya dibayar oleh Singapura, dia
menjadi bintang pelajar. Sekolah di Singapura, pemerintah Singapura yang
bayar, dikasih uang saku, dikasih tempat tinggal, pokoknya dia hanya belajar
saja. Dan nanti kalau dia sudah lulus, dia akan dapat bisnis di dalam satu bisnis
di Singapura. Bayangkan saudara, dia masih SMP, lulus SMA, sudah dibayar.
Sudah diberkati, sudah dapat kenyataan ini.

Kalau saudra, yakin bahwa Yesus menebus kita dari segala dosa kita, keringat
saudara yang menjadi kutuk itu, Tuhan merobah. Karena Yesuslah yang
berkeringat dan Dia punya keringat adalah keringat darah. Kita tidak usah takut
soal hari depan. Ada satu kata-kata mutiara, dan nanti saudara akan baca di
dalam renungan harian yang saya kirim per sms, "Hari depan adalah milik atau
ada pada genggaman orang-orang yang takut akan Tuhan." Itu hari depannya
ada ditangan dia. Hanya mereka yang takut akan Tuhan, hanya mereka yang
sungguh kepada Tuhan, itu yang menggenggam hari depan, itu yang memegang
bisnis di hari depan.
Saudaraku, dua puluh tahun yang lalu saya sudah ngomong. Kalau mau bisnis,
ikut Alkitab. Buka rumah makan. Itu saya ngomong, dua puluh tahun yang lalu,
saudara bisa cari kasetnya. Sekarang saya lihat di televisi, ada satu Professor
Doktor Insinyur, dia tidak jadi Professor Doktor Insinyur, dia buka Baso
Manggarai. Dia bilang, saya bikin mie sendiri. Ini orang Muslim, bikin baso
sendiri, bikin mie sendiri, sudah buka cabang di sana, buka cabang di sini. Dia
bilang, kalau mau yang tidak akan mati, itu buka restoran. Saya bilang, dia sudah
kalah sama saya, dua puluh tahun yang lalu saya sudah ngomong.
Bisnis, itu gedung pesta kawin, hotel, restoran, karena orang di akhir jaman akan
makan minum kawin dan mengawinkan. Kalau kawin kan di hotel di restoran.
Orang makan minum di mana? Masak di kuburan? Makan dulu, restoran. Ini
bisnis yang terus. Nggak ada yang bilang amin? Heran?
Sekarang yang terakhir. Kisah Para Rasul 20. Betapa berharganya saudara,
kalau saudara mau tahu di hadapan Tuhan, Kisah Para Rasul 20 ayat 28;



Act 20:28 Karena itu jagalah dirimu dan jagalah seluruh kawanan, karena
kamulah yang ditetapkan Roh Kudus menjadi penilik untuk menggembalakan
jemaat Allah yang diperoleh-Nya dengan darah Anak-Nya sendiri.

Bisa bilang amin haleluyah? Saudara itu mahal berharga di mata Tuhan. Kita
yang suka obral murah. Saudara itu sangat berharga, sampai Paulus berkata
kepada wakilnya, jaga kawanan domba ini. Dia sudah di tebus oleh Darah anak-
Nya sendiri, Yesus.
Mari para pelayan perjamuan maju ke depan.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:46
posted:3/26/2011
language:Indonesian
pages:13
About tagged-basistik.blogspot.com,free-pdf-doc-xls-ppt.blogspot.com,fisika-basistik.blogspot.com,soccers-basistik.blogspot.com,pharaswork.blogspot.com