Bab. 4-IX Pewarisan Sifat _Sisca_

Document Sample
Bab. 4-IX Pewarisan Sifat _Sisca_ Powered By Docstoc
					Pewarisan Sifat


BAB IV
PEWARISAN SIFAT

                                       Apakah gen dan kromosom itu?
                                       Bagaimanakah bunyi Hukum Mendel?
                                       Apa yang dimaksud dengan sifat resesif,
                                        dominan, dan intermediat?
                                       Faktor-faktor apakah yang perlu
      Apa yang                          diperhatikan dalam persilangan
      akan                              monohibrid dan dihibrid?
      dipelajari?                      Apa keuntungan dari proses
                                        persilangan?




Buku Pelajaran Sains SMP Kelas IX                                                 48
 Pewarisan Sifat




                                               Dokumentasi pribadi

       Perhatikan foto keluarga di atas. Apakah ada kesamaan antara anak
dengan orangtuanya? Adakah anak yang mirip dengan ibunya? Adakah yang
mirip dengan ayahnya? Nah, mengapa ada anak yang mirip dengan ibunya,
atau dengan ayahnya, atau kombinasi dari sifat kedua orangtuanya?
Jawabannya ada dalam uraian berikut ini.

4.1. Materi genetik dalam pewarisan sifat

        Masih ingatkah kamu pelajaran tentang sel? Di dalam sel terdapat inti sel
(nukleus). Di dalam nukleus terdapat kromosom, dan di dalam kromosom
terdapat unit pembawa sifat yang disebut gen. Gen diwariskan oleh generasi
induk kepada generasi keturunannya. Gen merupakan unit yang mengendalikan
sifat individu dari generasi ke generasi. Oleh karena itu gen disebut materi
genetik Eksperimen yang dilakukan oleh Mendel menunjukkan bahwa sifat-sifat
ini diwariskan

4.2. Hukum Mendel tentang pewarisan sifat

       Ilmu genetika modern dimulai pada tahun 1860-an, ketika seorang
biarawan bernama Gregor Mendel menemukan prinsip dasar genetika melalui
penyilangan kacang ercis di kebun biara. Mendel
tinggal di suatu biara di kota Brunn, Austria. Apa
yang dilakukan Mendel merupakan ceritera klasik
dalam sejarah biologi. Ketika ia belajar di
Universitas Vienna, ia sangat dipengaruhi oleh
guru besar matematika, fisika, dan kimia. Oleh
karena itu, hasilnya menunjukkan ketelitian
eksperimental     dan     sekaligus   perhitungan
matematika, dan kedua hal ini sangat menunjang
keberhasilannya.




 Buku Pelajaran Sains SMP Kelas IX                                           49
 Pewarisan Sifat

       Pada saat Mendel melakukan .percobaannya, istilah gen belum dikenal.
Mendel menggunakan istilah “sifat beda” atau “faktor beda”. Mendel memilih
tanaman ercis karena tanaman ini dapat melakukan penyerbukab sendiri.Agar
dapat disilangkan, maka Mendel melakukan cara berikut ini:
   (1) Untuk menghindari penyerbukan sendiri, maka benang sari dari bunga
       yang belum matang digunting. Bunga tak berbenangsari ini menjadi induk
       betina dalam penyilangan
   (2) Untuk penyerbukan silang, maka bunga betina ini diserbuki dengan
       serbuk sari tanaman lain
   (3) Setelah penyerbukan, maka karpel berkembang menjadi buah polongan
       yang mengandung biji polong (ercis)
   (4) Biji ditanam, dan tumbuh menjadi tanaman anakan

    Keberhasilan Mendel bukan hanya karena cara yang ditempuh dan
tanaman yang dipilihnya, tetapi karena Mendel membatasi sifat yang diamatinya
Mendel melakukan seleksi pada tanaman ercis sebagai berikut:

                                  Tabel 4.1.
                Kaarakteristik tanaman yang diamati Mendel
       Sifat yang diteliti        Dominan            Resesif
      Warna bunga                   ungu              putih

      Letak bunga                Di ketiak daun            Di ujung
                                     (aksial)             (terminal)

      Warna biji                      Kuning                hijau
      Bentuk biji                      bulat                kisut
      Bentuk buah
      polongan                         licin               keriput
      Warna polongan                   hijau               kuning
      Panjang batang                  tinggi               pendek

       Tanaman induk yang akan disilangkan disebiut sebagai tanaman parental
atau generasi parental atau generasi P, Tanaman anakan hasil penyilangan
disebut sebagai generasi F1 atau generasi filial pertama (latin: filial=anak). Bila
generasi F1 disilangkan dengan sesamanya maka keturunan berikutnya disebut
generasi F2 atau generasi filial kedua
       Berdasarkan sifat0sifat yang dipilih untuk disilangkan, maka hasil
persilangan dari sifat-sifat yng kontras di atas menghasilkan generasi F1 dan
F2 sebagai berikut:
                                    Tabel 4.2
                     Hasil persilangan monohibrida Mendel

    Sifat induk yang             F1                  F2                Rasio




 Buku Pelajaran Sains SMP Kelas IX                                             50
 Pewarisan Sifat

        disilangkan                                                     F2
1. Biji bulat X biji kisut    Semua bulat    5474 bulat:1850 kisut      2,96:1
2. biji kuningX biji hijau    Semua kuning   6022 kuning:2001 hijau     3,01:1
3.bunga ungu X putih          Semua ungu     705ungu : 224 putih        3,15:1
4. Buah licinXbuah keriput    Semua          882 menggembung: 299       2,95:1
                              menggembung    keriput
5. buah hijau X buah kuning   Semua hijau    428 hijau: 152 kuning      2,82:1
6.Bunga aksial X bunga        Semua aksial   651 aksial: 207 terminal   3,14: 1
  terminal
7. Batang panjang X pendek    Semua          787 panjang : 277 pendek   2,84:1
                              panjang

           Berdasarkan tabel 4.2. di atas maka tampaklah bahwa induk yang
disilangkan akan mewariskan sifat kepada generasi F1, dan generasi F1
menyerupai sifat dari salah satu induknya. Sedangkan pada generasi F2
terdapat rasio perbandingan sifat yang mendekati perbandingan 3 : 1.
Berdasarkan hasil penyilangan ini Mendel mengembangkan 4 hipotesis, dengan
mengganti istilah sifat beda menjadi „gen‟:
    (1) Gen mempunyai bentuk alternatif, yaitu unt-unit yang menentukan sifat
         yang diwariskan. Misalnya gen untuk warna bunga muncul dalam warna
         bunga ungu dan warna bunga putih. Bentuk alternatif dari gen ini disebut
         alela
    (2) Untuk setiap sifat yang diwariskan, suatu organisme memiliki dua gen ,
         yang berasal dari masing-masing induknya. Gen-gen ini mungkin
         merupakan alela yang sama (misalnya AA atau aa) atau alela yang
         berbeda (misalnya Aa). Sperma atau sel telur masing-masing hanya
         membawa satu alela untuk sifat yang diwariskan. Pasangan alela ini
         kemudian bersegregasi (memisah) satu sama lain pada saat
         pembentukan gamet. Bila sperma dan sel telur bersatu dalam proses
         fertilisasi, maka alela ini akan berpasangan pada generasi
         keturunannya.
    (4) Jika suatu alela terdiri dari pasangan gen yang berbeda, Misalnya Aa
        maka ada sifat yang muncul ekspresinya pada organisme. Sifat yang
        muncul ekspresinya disebut sifat dominan sedangkan sifat yang
        tertutupi ekspresinya disebut sifat resesif. Jadi alela A dominan terhadap
        alela a yang resesif
4.3. Persilangan Monohibrid

       Persilangan monohibrid adalah persilangan dengan satu sifat beda.
Perhatikanlah tabel 4.2. di atas. Pada contoh yang dikemukakan, sifat yang
tampak pada generasi F1 semuanya sama dengan salah satu induknya (semua
bulat, semua kuning, semua ungu, dst.) Hal ini menunjukkan bahwa salah satu
induk memiliki pasangan alela yang dominan sempurna dan induk lainnya
memiliki pasangan alela yang resesif. Berarti kedua induknya homozigot
dominan dan homozigot resesif. Generasi F1 memiliki kombinasi alela dari
kedua induknya, maka generasi F1 memiliki pasangan alela yang heterozigot



 Buku Pelajaran Sains SMP Kelas IX                                                51
 Pewarisan Sifat

      Sifat yang tampak dari luar disebut fenotip Sedangkan sifat yang tidak
segera tampak tetapi berperan dalam pewarisan sifat disebut genotip.

4.3.1. Prinsip Mendel I : Prinsip Segregasi
        Pasangan gen bersegregasi (berpisah) selama pembentukan gamet; dan
kemudian berfusi kembali menjadi pasangan gen pada waktu fertilisasi. Prinsip
ini berlaku untuk penyilangan monohibrid

Prinsip segregasi dalam persilangan monohibrid untuk sifat dominan
sempurna:

Tumbuhan Parental (P)         UU x         uu                 -------- genotip
                             Ungu          Putih              -------- fenotip

              Gamet           U               u



Tumbuhan Filial I (F1)              Uu        X       Uu
                                   Ungu

               Gamet              U, u                 U. u



Tumbuhan Filial 2 (F2)
                         Sel telur        U               U             sel sperma
                                                 UU
                                     u          ungu              u

                                         Uu               Uu
                                         Ungu             ungu
                                                    uu
                                                  putih
  Rasio fenotip F2
         ¾ bagian ungu : ¼ bagian putih       (3:1)
  Rasio genotip:F2
        1 UU: 2Uu: 1uu

      Sifat warna ungu bersifat dominan, sedangkan sifat warna putih adalah
resesif, sehingga simbol untuk sifat ungu adalah U sedangkan putih adalah u.
Oleh karena itu baik UU maupun Uu mengekspresikan warna ungu. Sedangkan
sifat warna putih adalah resesif sehingga uu adalah putih




 Buku Pelajaran Sains SMP Kelas IX                                                   52
 Pewarisan Sifat

     Diagram penyilangan F1 dengan sesamanya disebut Diagram Punnett,
dapat digambarkan seperti belah ketupat atau dapat juga horisontal seperti
berikut:
                   ♂ Sperma
                  U        u

♀ Sel telur U      UU            Uu


          u        Uu            uu



Prinsip Segregasi dalam persilangan monohibrid untuk dominansi tak
sempurna (intermediat)

Tumbuhan Parental (P)                   MM x      mm
                                       Merah      putih
                            G            M         m

                            F1                Mm          x   Mm
                                        Merah muda

                            G              M dan m            M dan m

                   F2                 SEL TELUR
                         ♂            M       m
                S       ♀
                P                  MM           Mm
                E       M         Merah        Merah
                R                              muda
                M                  Mm           Mm
                A       m         Merah        putih
                                  muda
    Rasio                                        fenotip :
         1 Merah : 2 Merah muda; 1 putih
    Rasio genotip :
          1 MM : 2 Mm : 1mm
    Dalam penyilangan ini rasio fenotip sama dengan rasio genotip




 Buku Pelajaran Sains SMP Kelas IX                                       53
 Pewarisan Sifat




               Gb 4.1. Persilangan monohibrid dengan sifat dominan
               sempurna (adaptasi dari: Keeton, 1980)


4.3.2. Prinsip Mendel II : Prinsip Berpasang-pasangan Secara Bebas

       Prinsip ini berlaku untuk penyilangan dihibrid, yaitu penyilangan dengan
dua sifat beda. Berdasarkan tabel 4.2. di atas, Mendel memilih dua sifat untuk
diamati dalam eksperimennya yaitu sifat biji bulat, warna kuning disilangkan
dengan biji kisut, warna hijau. Sifat biji bulat dominan terhadap sifat biji kisut;
dan sifat warna kuning dominan terhadap warna hijau (berdasarkan percobaan
Mendel)

Tumbuhan       P       BBKK         x        bbkk
                      Bulat, kuning         kisut hijau
              G         BK,BK               bk,bk


 Buku Pelajaran Sains SMP Kelas IX                                             54
 Pewarisan Sifat



                  F1                    BbKk         x      BbKk

                  G              ¼ BK, ¼ Bk                 ¼ BK. ¼ Bk
                                 ¼ bK, ¼ bk                 ¼ bK, ¼ bk
  F2
             ♂         BK          Bk           bK            bk
           ♀
           BK     BBKK         BBKk         BbKK          BbKk
                  Bulat        Bulat        Bulat         Bulat
                  kuning       kuning       kuning        kuning
           Bk     BBKk         BBkk         BbKk          Bbkk
                  Bulat        Bulat        Bulat         Bulat
                  kuning       hijau        hijau         hijau
           bK     BbKK         BbKk         bbKk          bbKk
                  Bulat        Bulat        kisut         kisut
                  kuning       kuning       kuning        kuning
           bk     BbKk         Bbkk         bbKk          Kisut
                  Bulat        Bulat        kisut         hijau
                  kuning       hijau        kuning

Rasio fenotip:
      Bulat kuning: Bulat hijau: Kisut kuning: Kisut hijau= 9:3:3:1
Hasil penyilangan dengan dua sifat beda di atas menghasilkan rasio fenotip 9
bulat kuning: 3 bulat hijau: 3 kisut kuning; 1 kisut hijau.
Genotip homozigot dominan BBKK
Genotip homozigot resesif bbkk
Coba tunjukkan genotip homozigot alela lainnya!
Coba tunjukkan genotip yang heterozigot!
                                           Kegiatan 4.1.
         Prinsip Mendel I dan II, sangat penting bagi dunia pertanian, karena dapat
          memprediksi keturunan yang dihasilkan dari suatu penyilangan.
        Bagaimanakah hasil penyilangan antara biji yang bulat kuning heterozigot? Buatlah
          diagram penyilangan F1 dan F2
4.4.    Seandainya kamu seorang petani, bibit manakah yang akan kamu pilih: bulat
       Pengembangan Bibit Unggul
          kuning, bulat hijau, kisut kuning, atau kisut hijau? Mengapa?
       Teknologi pertanian yang sudah maju pada saat ini             banyak
menghasilkan bibit unggul dalam bidang pertanian maupun peternakan. Untuk
mengembangkan suatu bibit unggul maka perlu diketahui genotip induknya dan
kualitas (fenotip) induknya. Misalnya untuk memenuhi kebutuhan protein
hewani, maka dikembangkan bibit ayam pedaging yang dapat segera
dipasarkan pada usia yang sangat muda. Untuk memperoleh bibit ini dilakukan
penelitian dan eksperimentasi untuk mengetahui sifat-sifat induk yang dapat



 Buku Pelajaran Sains SMP Kelas IX                                                     55
 Pewarisan Sifat

diandalkan dalam persilangan. Proses ini berlangsung cukup lama. Bila sudah
ditemukan bibit induk yang diharapkan dapat menghasilkan bibit unggul, maka
induk ini harus tetap dipelihara dan dikembangkan. Sehingga ketika dikawinkan
kelak diperoleh filial yang unggul. Inilah yang disebut bibit unggul. Bibit unggul
tidak boleh disilangkan lagi, karena akan muncul sifat-sifat resesif yang justeru
tidak menguntungkan.

                                 RANGKUMAN

 Setelah kamu mempelajari tentang pewarisan sifat, marilah kita membuat
 rangkuman dengan menjawab pertanyaan pengarah berikut ini:
    1. Apa yang dimaksud dengan materi genetik dan dimanakah letaknya?
    2. Berilah penjelasan tentang istilah: alela, dominan, resesif, homozigot,
       heterozigot, fenotip, genotip
    3. Jelaskan tentang prinsip Mendel 1
    4. Jelaskan tentang prinsip Mendel II
    5. Manakah yang lebih mudah diketahui genotipnya: persilangan sifat
       dominan sempurna ataukah persilangan isifat intermediat?


SOAL UNTUK LATIHAN

   A. SOAL PILIHAN GANDA
   1. Tumbuhan berbunga merah (MM) yang disilangkan dengan tumbuhan
      berbunga putih mm, akan menghasilkan generasi F2 dengan
      perbandingan
         a. Merah: putih : merah muda = 1:2:1
         b. Merah: merah muda: putih = 1:2:1
         c. Semua bunga berwarna merah muda
         d. Merah : merah muda= 3:1

   2. Dalam persilangan antara ercis berbunga ungu dengan ercis berbunga
      putih, ternyata menghasilkan keturunan F1 yang semuanya berbunga
      ungu. Hal ini menunjukkan bahwa sifat warna ungu adalah...
       a. dominan      b. resesif c. intermediat d. heterozigot

   3. Dalam penyilangan dihibrida antara biji yang bulat kuning BBKK dengan
      biji yang kisut hijau bbkk, akan dihasilkan generasi F1 yang.....
           a. Bulat kuning : kisut hijau= 1:1
           b. Bulat kuning : kisut hijau= 3:1
           c. Semuanya bulat kuning
           d. Semuanya kisut hijau

   4. Generasi F2 dari persilangan antara BBKK dengan bbkk adalah....


 Buku Pelajaran Sains SMP Kelas IX                                            56
Pewarisan Sifat

         a.   Bulat Kuning: bulat hijau: kisut kuning = 9:3:1
         b.   Bulat hijau: Bulat kuning: Kisut kuning: kisut hijau=9:3:3:1
         c.   Bulat hijau: kisut hijau: kisut kuning: bulat kuning= 9:3:3:1
         d.   Kulat kuning: bulat hijau: kisut kuning: kisut hijau= 9:3:3:1

  5. Apabila tumbuhan bergenotip BbKk (bulat kuning) disilangkan dengan
     tumbuhan yang bergenotip bbkk (kisut hijau), maka hasil persilangannya
     adalah...
        a. Semuanya bulat kuning
        b. Bulat kuning: kiisut hijau = 1: 1
        c. Semuanya kisut hijau
        d. Bulat kuning:kisut hijau = 3:1

  6. Materi genetik yang menentukan pewarisan sifat adalah...
       a. gen            b. alela      c. kromosom        d. zigot

  7. Sifat yang dapat segera tampak dari luar disebut...
        a. genotip     b. homozigot       c. fenotip             d. heterozigot

  8. Hewan yang tergolong bibit unggul tidak boleh disilangkan dengan
     sesama bibit unggul, karena...
        a. Ada kemungkinan muncul sifat resesif yang merugikan
        b. Bibit unggul tidak dapat berkembang biak
        c. Adanya kemungkinan muncul individu yang berbeda
        d. Kemungkinan munculnya bibit yang heterozigot

  9. Penemuan bibit unggul pada hewan dan tumbuhan dilakukan melalui
     proses...
        a. seleksi dan adaptasi
        b. seleksi dan hibridisasi
        c. adaptasi dan hibridisasi
        d. adaptasi dan sterilisasi


  10 Seleksi bibit lebih mudah dilakukan terhadap sifat yang intermediat
     daripada sifat dominan penuh, karena pada sifat intermediat...
        a. sifat fenotip dapat menunjukkan genotip
        b. sifat fenotip tidak menunjukkan genotip
        c. sifat genotip dan fenotip berbeda
        d. sifat genotip tidak menunjukkan fenotip



B.SOAL URAIAN




Buku Pelajaran Sains SMP Kelas IX                                                 57
Teknologi Reproduksi dan Bioteknologi



  1. Seorang petani mempunyai bibit tanaman pepaya rasa manis dengan
     daging buah berwarna merah. Genotip pepaya tersebut heterozigot
     SsMm dan kemudian disilangkan dengan sesamanya (SsMm).
        a. Tentukan gamet tumbuhan tersebut
        b. Bagaimanakah kemungkinan genotip dan fenotip keturunannya?

  2. Seorang pencinta tanaman hias menyilangkan bunga berwarna merah
     muda dengan sesamanya. Ternyata keturunannya ada yang berbunga
     merah, merah muda dan putih dengan perbandingan 1:2:1.
       a. Tentukan genotip bunga yang disilangkan tersebut
       b. Bagaimanakah sifat warna pada bunga tersebut: dominan atau
           intermediat?
       c. Buatlah diagram persilangannya
       d. Bagaimanakah kemungkinannya bila bunga merah muda
           disilangkan dengan bunga putih?




Buku Pelajaran Sains SMP Kelas IX                                  58

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:1178
posted:3/26/2011
language:Malay
pages:11