Documents
Resources
Learning Center
Upload
Plans & pricing Sign in
Sign Out

DIA LAHIR DAN MATI BAGI SEMUA ORANG

VIEWS: 80 PAGES: 3

									                 DIA LAHIR DAN MATI BAGI SEMUA ORANG
Lukas 2:10-11; Mat 1:21
Berita malaikat kepada gembala adalah “Jangan takut, karena hari ini telah lahir
Kristus Tuhan di kota Daud.“ Kita menyoroti tiga kata, 1) lahir, 2) Juruselamat, 3)
bagimu.
       Natal memiliki arti Kisah penyelamatan dan kesalamatan yang diberikan
bukan lusa atau esok hari tetapi hari ini! Titus mengajarkan hal terbaik yang perlu
direnungkan : Tetapi ketika nyata kemurahan Allah, juruselamat kita,
dan kasihNya kepada manusia. Pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita,
bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena
rahmatNya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh Roh Kudus. yang
sudah dilimpahkanNya kepada kita oleh Yesus Kristus, Juruselamat kita, supaya
kita, sebagai orang yang dibenarkan oleh kasih karuniaNya, berhak menerima
hidup yang kekal, sesuai dengan pengharapan kita. (Titus 3:4-7)

1. Lahir
Kata “lahir“ menjelaskan bahwa Yesus itu sungguh-sungguh manusia,
mengalami semua pengalaman layaknya seorang manusia, dikandung selama 9
bulan dan bertumbuh layaknya seorang anak, menjadi dewasa dan mengalami
kematian. Paulus menegaskan bahwa setelah genap waktunya, Allah
mengirimkan anak-Nya lahir dari seorang perempuan (Gal. 3). Bahwa Yesus
sungguh2 manusia yang berbalutkan darah dan daging, mengalami kelemahan
seorang manusia. Inilah sebabnya kitab Ibrani berkata: Dia sama seperti kita, Dia
juga mengalami pencobaan2 manusia hanya bedanya Dia tidak berdosa. Itulah
sebabnya, Dia dapat menolong kita, ketika kita dicobai. Namun, pada bagian lain,
para Majus datang dan mengatakan: “Dimanakah Dia, Raja orang Yahudi yang
baru dilahirkan itu?“ Perhatikan, tidak ada satu anak pun yang lahir dengan
status raja. Kalau pun seorang berada garis kerajaan, pada waktu dia lahir, dia
harus melewati jenjang sebagai pangeran terlebih dulu. Kalaupun kemudian
menjadi raja, maka raja sebelumnya harus mangkat terlebih dahulu dan dia
diangkat menjadi raja pengganti. Yesus Kristus tidak perlu itu, karena Dia adalah
Raja sejak dari kekekalan. Pada waktu inkarnasi, Dia melepaskan jubah
kemuliaan, dan memberikan tubuh-Nya dibalut dengan lampin, Dia melepaskan
mahkota kemuliaan-Nya dan memberikan kepala-Nya berbaring di atas rumput
dalam palungan, Dia meninggalkan tahta-Nya dan berbaring di dalam palungan.
Kondisi yg sangat kontras. Raja kemuliaan menuju ke tempat yang sangat hina.
Dialah Raja Kemuliaan sekarang datang ke dalam dunia dengan kondisi yang
sangat hina. Inilah sifat kemanusiaan dan sifat keilahian menyatu dalam diri-Nya.
Malaikat memberitakan: “Ia lahir bagimu...”; Ia lahir & mengalami semua
penderitaan kita. Dia sungguh-sungguh manusia 100%. Ia bahkan pernah
merasa takut sekali, yaitu ketika Dia berada di taman Getsemani memikirkan
kematian-Nya. Allah Bapa berpisah dengan Allah Anak, yaitu Yesus bukan di
bukit Golgota, tetapi pada saat inkarnasi, Yesus menjadi manusia. Selain itu,
Allah Bapa kehilangan Allah Anak, yaitu pada waku Yesus disalib. Ia harus mati
di atas kayu salib untuk menggenapi rencana Allah bagi penebusan dosa dan
menggantikan posisi keterhilangan kita. Tuhan Yesus mengatakan: “Marilah
kepada-Ku yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberikan kelegaan
padamu,” berarti Dia tahu bagaimana cara mengatasi ketakutan itu.
2. Juruselamat, Kristus Tuhan
Yang lahir di dalam Palungan di Kandang domba di kota Betlehem itu memiliki
nama yang memiliki arti menyelamatkan, …. Ia akan melahirkan anak laki-laki
dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan
menyelamatkan umatNya dari dosa mereka." (Mat 1:21) Kristus lahir untuk
melepaskan kita dari belenggu dosa (ayat 21). Apa itu dosa? Banyak orang
mengartikan dosa sebagai perbuatan yang melanggar hukum: mencuri, berzinah,
berjudi, berdusta, dsb. Akan tetapi Alkitab mengartikan dosa lebih mendasar.
Dalam Roma 7:15-18, Rasul Paulus menggambarkan dosa sbb: “Sebab apa
yang aku perbuat aku tidak tahu. Karena bukan apa yang aku kehendaki yang
aku perbuat, tetapi apa yang aku benci, itulah yang aku perbuat. Jadi jika aku
perbuat apa yang tidak aku kehendaki, aku menyetujui, bahwa hukum Taurat itu
baik. Kalau demikian bukan aku lagi yang memperbuatnya, tetapi dosa yang ada
di                                 dalam                                  aku.”
     Menurut Paulus, dosa bukan hanya suatu perbuatan yang melanggar hukum,
tapi suatu keberadaan, suatu kekuatan yang bercokol dalam hati manusia. Dosa
adalah suatu kekuatan yang mengendalikan manusia untuk melakukan hal-hal
buruk. Bilamana seseorang hidup dalam lingkungan yang buruk, berteman
dengan orang-orang yang buruk, maka semakin kuatlah kekuatan yang merusak
itu.
     Ada seorang pengusaha yang memiliki dua anak remaja, dengan bisnis yang
baik, dan menjalani rumah tangga yang cukup bahagia. Tapi karena ia mulai
bergaul dengan teman-teman buruk, yang kemudian mempengaruhinya untuk
melakukan ha-hal yang buruk, lama kelamaan ia mulai terikat. Sampai suatu hari,
ia pamit kepada keluarganya untuk mencari kekebasan dan kepuasan hidup.
Maka mulailah ia bertualang dari satu tempat ke tempat dengan pelampiasan
nafsu yang tanpa kendali. Setelah menjalani kehidupan yang liar itu, ia mulai
menyesal dan ingin bertobat. Walau bagaimana berusaha, ia tetap tidak bisa
berubah dan merasakan keputusasaan yang dalam dan ingin membunuh dirinya.
Bersyukur, ia berjumpa dengan sekelompok Kristen yang mengasihinya dan
membimbingnya kepada Kristus, dan akhirnya ia dapat memulai hidup baru
dalam                                                                       Kristus.
    Bagaimana Kristus menyelamatkan kita dari dosa? Setelah Ia lahir, Ia akan
bertumbuh. Pada waktu Ia berumur 33 tahun, Ia ditangkap dan disalibkan.
Mengapa Dia disalib? Apakah Ia melakukan suatu kesalahan yang serius? 2
Korintus 5:21 mengatakan: “Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya
menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah.” Selama
Yesus hidup, Ia tidak pernah berbuat satu kesalahanpun. Jika Ia disalib, karena
Ia dijadikan dosa karena kita. Setelah Ia mati, pada hari ketiga Ia bangkit kembali,
dan setelah diangkat ke sorga, Ia mengutus Roh Kudus ke dunia untuk
menerapkan keselamatan yang telah dikerjakan oleh Kristus ke dalam hati
orang2 percaya. Maka, barangsiapa yang percaya kepada Kristus, Allah akan
mengutus Roh Kudus tinggal dalam hidup orang itu dan memberikan kuasa-Nya
untuk menghancurkan kuasa dosa yang membelenggu manusia, sehingga kita
dapat merdeka. Ini seperti yang dikatakan oleh Yesus Yohanes 8:28 dikatakan:
“Dan kamu akan mengenal kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan
kamu.” Natal dapat diidentikkan hari penyelamatan.
   HebatNya Natal menarik semua orang baik dikalangan cerdik pandai yang
diwakili oleh kelompok orang majus dan si miskin yang diwakili para gembala
untuk menerima anugerah keselamatan bahwa Raja yang sebenarnya datang ke
dalam                      dunia                      ini.                     raja!

								
To top