DALAM HIDUP ORANG PERCAYA SELALU ADA HARAPAN by elipldoc

VIEWS: 571 PAGES: 11

									DALAM HIDUP ORANG PERCAYA, ESOK SELALU PENUH HARAPAN!

Demikian inti dari buku ini. Esok penuh harapan lebih dari sekedar optimis tetapi juga
keyakinan, bahwa di dalam Tuhan segala sesuatunya PASTI BAIK. Dan tidak ada yang
mustahil bagi Tuhan. Pembahasan kitab dibuku ini banyak dikutip dari Kitab Ezra.
Pembahasan banyak mengarah kepada Tuhan, Pujian dan Penyembahan juga Dosa yang
merupakan penghalang Tuhan bekerja maksimal dalam hidup kita.

Penulis menjelaskan beberapa langkah penting yang perlu kita ambil agar jaminan masa
depan yang penuh harapan itu benar kita miliki. Diantaranya:

   1. Perlunya mengenal Allah dengan hati.
   2. Memenuhi panggilan Allah dalam hidup kita orang percaya
   3. dan Membangun landasan yang kokoh dengan Doa, Pujian dan Penyembahan.

Beberapa hal yang dibahas dalam buku ini :

   1.   Mengenal dan mengerti Tuhan harus dengan hati
   2.   Menanggapi panggilan Allah
   3.   Membangun landasan yang kokoh dengan Doa, Pujian dan Penyembahan
   4.   Menguak rahasia dan strategi musuh
   5.   Mulut dan mata yang tidak kelihatan
   6.   Ia membuat segala sesuatu indah pada waktuNya
   7.   Ciri-ciri pemimpin yang membangkitkan pengharapan
   8.   Kasih Allah menimbulkan pengharapan
   9.   Masih ada harapan

Buku ini ditulis sedemikian rupa berdasarkan pengalaman penulis berjalan bersama
Tuhan. Didalam Tuhan ada Jaminan masa depan (YEREMIA 29:10-11)

Setiap orang memiliki kesempatan yang sama, yang Tuhan berikan. Namun tidak semua
orang memilki sikap yang sama dalam memenuhi panggilan Allah. Sementara di dalam
panggilan Allah dan berjalan bersama Allah lah PENGHARAPAN yang sesungguhnya.
Didalam Tuhan tidak akan pernah kecewa, dan akan selalu ada harapan. Jangan pernah
putus asa. Karena bagi Tuhan tidak ada yang mustahil.

Pasal 8 membahas dengan sedemikian rupa bagaimana Kasih Allah menimbulkan banyak
pengharapan. Karena Kasih Allah menutupi banyak sekali dosa yang kita lakukan yang
menjadi penghalang bagi rencana Allah terjadi dalam hidup kita. Sehingga, sedalam
apapun kita jatuh Tuhan akan selalu sanggup untuk menolong, AKAN SELALU ADA
PENGHARAPAN DAN tidak pernah ada kata putus asa dalam hidup orang percaya.

Apakah anda mengalami masa masa sulit, sehingga seolah-olah masa depan yang penuh
harapan itu jauh dari hidup anda? Melalui buku ini wawasan kita tentang bagaimana
rancangan Tuhan selalu baik dalam hidup kita, akan semakin kita mengerti! Selamat
membaca dan Tuhan Yesus memberkati.
Iman dan Harapan
March 25, 2009

Bagi orang beriman:
- Harapan merupakan salah satu sumber rasa aman dan ketenangan.
- Harapan adalah cahaya saat kehidupan terasa gelap. Dengan harapan, pohon
   kehidupan tumbuh.
- Harapan adalah kekuatan yang mendorong seseorang bangkit bekerja.
- Harapan membangkitkan semangat juang dan etos kerja pada jiwa dan raga.
- Harapan mengusir kemalasan dan menggantinya dengan semangat kerja.
- Harapan menyadarkan orang putus asa untuk bangkit dan kembali berusaha sampai
   berhasil.
- Harapan mendorong orang sukses untuk meningkatkan usahanya sehingga
   kesuksesannya terus bertambah.
- Harapan akan hasil panen mendorong petani bekerja keras dan memeras keringat.
- Harapan akan keuntungan membangkitkan pedagang mengadakan perjalanan
   menantang segala resiko.
- Harapan akan kesuksesan membangunkan pencari ilmu untuk bersungguh-sunguh
   dan tekun belajar.
- Harapan akan kemenangan memecut prajurit terjun ke medan tempur melawan
   musuh.
- Harapan akan kemerdekaan menjadikan bangsa yang dijajah merasa ringan
   menanggung beban perjuangan.
- Harapan akan kesembuhan membuat si sakit tidak ragu meminum obat yang pahit.
- Harapan akan ridha dan surga-Nya menjadikan si Mukmin sanggup melawan hawa
   nafsu dan menaati Tuhannya.
- Harapan, dengan demikian, merupakan obat mujarab hidup, membangkitkan
   semangatnya, dan meringankan beban-bebannya.
- Dengan harapan hidup jadi ceria dan penuh warna.
- Sungguh sempit hidup tanpa lapangnya harapan.
- Harapan lahir dari iman. Di sisi lain, iman dan harapan saling terkait.
- Orang beriman adalah manusia paling luas harapannya, paling banyak optimisme
   dan keceriaannya dalam menatap masa depan, serta paling jauh dari psimisme,
   kemurung an dan kepanikan.
- Iman, yang melahirkan harapan itu, maknanya adalah keyakinan akan adanya kekuat
   an yang mengendalikan semesta ini yang tidak ada yang tersembunyi baginya
   sesuatu pun, kuasa atas segala sesuatu; keyakinan akan sebuah kekuatan tak
   terbatas, kasih sayang tiada henti, kemurahan tiada terhingga; keyakinan akan
   Tuhan Yg Mahakuasa lagi Maha Penyayang yang mengabulkan doa orang dalam
   kesempitan, mengenyah kan keburukan, memberi banyak nikmat, mengampuni
   dosa2, menerima tobat hamba-hamba-Nya, memaafkan kesalahan-kesalahan.
-   Dia-lah Tuhan Yang kasih sayang-Nya kepada hamba2-Nya melebihi kasih sayang
    seorang ibu kepada anaknya, kebaikan-Nya kepada makhluk-Nya melebihi kebaikan
    mereka kepada dirinya.
-   Seorang Mukmin yang berpegang teguh pada Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha
    Memberi ini mempunyai harapan tiada batas, asa tiada tara; selalu optimistis,
    memandang hidup dengan wajah ceria, menghadapi semua kejadiannya dengan raut
    muka penuh sukacita, bukan dengan wajah masam bermuram durga. Jika ia harus
    berjuang, ia yakin akan kemenangan sebab ia bersama Allah dan Dia bersamanya:
                                              ‫َإ َّ ج د لٍ ُ غ لج ن‬               ‫ِوٍ ْ لٍ ُ م ص ز ن‬
                                              َ ُُ ِ‫إ َّ ُم َ ُم الْ َىْ ُُ َُ َ(172) َِن ُىْ َوَب َ ُم الْ َب‬
     Sesungguhnya mereka Itulah yang pasti mendapat pertolongan. Dan
     Sesungguhnya tentara Kami itulah yang pasti menang (QS. al-Shâffât/37: 172-173).
Jika ia sakit, tidak putusasanya akan kesembuhan:
     ٍُ‫َإذ مس ذ ف‬            ‫َالر ٌُ ٌ عمى َ ق ه‬                  ‫الر خلقى فٍُ ٌ د ه‬
     َ ُ َ ُ ْ‫َّ ِي ََ َ ًِ َ ُ َ ٍَْ ٌِ ِ(77)َ َّ ِي ُ َ ُطْ ِ ُ ًِ ٌََسْ ٍِ ِ(77) َِ َا َ ِض‬
                                                                                        ‫فه‬
                                                                                        ِ ٍِ ْ‫ٌَش‬
     Yaitu Tuhan yang telah menciptakan aku, maka Dia-lah yang menunjuki aku, dan
     Tuhanku, yang Dia memberi makan dan minum kepadaku, dan apabila aku sakit,
     Dia-lah yang menyembuhkan aku (QS. al-Syu’arâ`/26: 78-80).
Bila terpeleset melakukan dosa, ia tidak putus asa akan ampunan-Nya betapa pun besar
dosanya sebab ampunan-Nya lebih besar:
     ‫ُ ٌ عج دي الر ه ف عل أ فسٍ ل ر ىط م ز مخ اللً ِن اللً ٌ فس الرو ة‬
     َ ُُ ُّ ُ ِ ْ‫قلْ َب ِ َب ِ َ َّ ٌِ َ أَسْسَ ُُا ََى َوْ ُ ِ ِمْ َب َقْ َ ُُا ِهْ َحْ َ ِ َّ ِ إ َّ َّ َ َغ‬
                                                                           ‫جم ِو ُ ٌ َ غف ُ السح م‬
                                                                           ُ ٍِ َّ ‫َ ٍِعًب إًَّ ُُ الْ َ ُُز‬
     Katakanlah: ”Hai hamba-hambaku yang malampaui batas terhadap diri mereka
     sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah
     mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Pengampun
     lagi Maha Penyayang” (QS. al-Zumar/39: 53).
Manakala ditimpa kesulitan, tak henti ia berharap akan kemudahan:
                                                          ‫فإ َّ م َ ع ِ ٌ س إ َّ م َ ع س ٌ س‬
                                                         ‫َ ِن َع الْ ُسْس ُسْ ًا(5)ِن َع الْ ُسْ ِ ُسْ ًا‬
     Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya
     sesudah kesulitan itu ada kemudahan (QS. al-Syarh/94: 5-6).
Ibn Mas’ûd berkata: ”Seandainya kesulitan masuk suatu lubang, pastilah kemudahan
mengikutinya.”
Saat ditimpa musibah, seorang Mukmin senantiasa berharap Allah memberinya pahala
karena musibah itu dan menggantinya dengan kebaikan:
     ٌ ‫َّ ٌِ َ ِ َا َ َب َزْ ُمْ ُ ٍِ َ ٌ َبُُا إَّب لَّ ِ َإَّب ٍَِْ ِ َا ِ ُُن(152)ََُ ِ َ ٍََْ ِمْ ََ َا‬
     ‫أ لئك عل ٍ صلُ د‬             َ ‫الر ه إذ أص ث ٍ مص جخ ق ل ِو ِلً َِو إل ً ز جع‬
                                                       ‫م ْ َثٍ ْ َز مخ َأ لئ َ ٌ ُ م زد ن‬
                                                       َ َُ َ ٍُْ ْ‫ِه زِّ ِم َ َحْ َ ٌ َََُ ِك ُم ال‬
      (Yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna
     lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun.” Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang
     sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang
     mendapat petunjuk (QS. al-Baqarah/2: 156-157).
Jika timbul rasa benci kepada seseorang, segera ia hubungkan silaturrahmi dan ulurkan
tangan perdamaian seraya berharap kebeningan dan kasih sayang segera menghapus
kebencian karena ia percaya Allah kuasa membalikkan hati:
     ٌ ٍِ َ ‫عَ َى ًَّ َن َجْ َل ٍَْ َ ُم َ ٍَْه َّ ٌِه َب ٌَْ ُمْ ِىْ ُمْ َُ َّ ً َ َّ ُ َ ٌِس َ ًَّ َ ُُز‬
     ‫س الل ُ أ ْ ٌ ع َ ث ىك ْ َث َ الر َ ع د ز م ٍ م َدح َاللً قد ٌ َالل ُ غف ٌ زح م‬
     Mudah-mudahan Allah menimbulkan kasih sayang antaramu dengan orang-orang
     yang kamu musuhi di antara mereka. dan Allah adalah Maha Kuasa. dan Allah
     Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (QS. al-Mumtahanah/60: 7).
Saat melihat kebatilan beraksi karena kebenaran sedang lengah, ia yakin bahwa
kebatilan pasti sirna dan kebenaran pasti tampil dan menang:
                ‫َ و رف ث ح ِّ عل ج ِ ِ فٍ مغً فإ ٌ َ ش ٌق َلك ُ ُ ْل ِم رصف ن‬
                َ ُُ ِ َ ‫ثلْ َقْ ِ ُ ِبلْ َق ََى الْ َبطل َ َدْ َ ُ ُ َ ِذَا ُُ َا ِ ٌ ََ ُم الْ ٌَ ُ م َّب‬
     Sebenarya Kami melontarkan yang hak kepada yang batil lalu yang hak itu
     menghancurkannya, maka dengan serta merta yang batil itu lenyap. Dan
     kecelakaanlah bagimu disebabkan kamu mensifati [Allah dengan sifat-sifat yang
     tidak layak bagi-Nya] (QS al-Anbiyâ`/21: 18).
                                 ِ ‫ف َم الصثد فٍ ٌ ُ جف ء ََم ٌ ف ُ الى َ فٍ كث ف أ‬
                                 ‫َأ َّب َّ َ ُ َ َرْ َت ُ َب ً َأ َّب مَب َىْ َع َّبض َ َمْ ُ ُ ًِ الْ َزْض‬
     Adapun buih itu, akan hilang sebagai sesuatu yang tak ada harganya; adapun
     yang memberi manfaat kepada manusia, maka ia tetap di bumi (QS. al-Ra’d/13:
     17).
Dan saat tiba masa tua, tak henti ia berharap akan kehidupan lain di mana ia akan selalu
muda tak pernah tua, selalu hidup tak pernah mati dan selalu bahagia tak pernah
sengsara.

      ٍ ‫َى د ع ن الز َعد الس مه عج دي ث غ ت ِوً ك ن َ دي م ٍِ ل مع ن ف‬
     ‫جَّب ِ َدْ ٍ َّ ًِ َ َ َ َّحْ َ ُ ِ َب َ ُ ِبلْ ٍَْ ِ إَّ ُ َب َ َعْ ُ ُ َأْرًّب.َب ٌَسْ َ ُُ َ ٍِ َب‬
                                                         ٍِ َ ‫ل ِل سل َلٍ ْ ز قٍ ف ٍ ث سح‬
                                                        ‫َغًُْا إَّب ََبمًب ََ ُم ِشْ ُ ُمْ ٍِ َب ُكْ َ ً َعَشًّب‬
Yaitu surga `Adn yang telah dijanjikan oleh Tuhan Yang Maha Pemurah kepada hamba-
hamba-Nya, sekalipun (surga itu) tidak nampak. Sesungguhnya janji Allah itu pasti akan
ditepati. Mereka tidak mendengar perkataan yang tak berguna di dalam surga, kecuali
ucapan salam. Bagi mereka rezkinya di surga itu tiap-tiap pagi dan petang (QS.
Maryam/19: 61-62).

Selalu ada harapan di tengah kesulitan. Di balik berbagai kesulitan, penderitaan,
dan keputusasaan selalu ada kuasa Allah Swt. Saat berada dalam kesulitan,
manusia harus berupaya agar Allah berkenan hadir dalam kehidupan kita. Tak
ada yang tak mungkin jika Allah berkehendak. Jadi, tak ada alasan bagi
manusia untuk berputus asa dan bersedih hati. Lontarkan harapan menembus
langit untuk meminta bantuan Allah. Berharap pada kuasa-Nya serta meminta-
Nya hadir di tengah permasalahan yang sedang kita hadapi.Karena bila Dia
sudah berkenan, kita tidak hanya bisa tersenyum sebab keinginan kita dengan
mudah telah didapat. Demikian serangkaian petuah bijak yang terdapat dalam
buku berjudul Kun Fayakun karangan Ustadz Yusuf Mansyur. Buku ini juga
sudah diangkat ke layar lebar dengan judul sama.Film Kun Fayakun
mendapatkan apresiasi dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Ia sangat
menghargai unsur optimisme yang menjadi inti cerita film tersebut. Menurut
Presiden, sikap optimistis sangat dibutuhkan dalam menghadapi segala
persoalan bangsa.Di arena IBF, penulis buku Kun Fayakun, Ustadz Yusuf
Mansyur akan menularkan optimisme itu kepada audiens melalui talk show
bertajuk The Kun Fayakun Way. Acara ini digelar di ruang Anggrek pada Ahad
(1/3), pukul 16.00 WIB.Pada hari yang sama, sejumlah acara menarik lainnya
juga digelar. Di antaranya talk show „Pergaulan Remaja Secara Islami‟ bersama
artis sinetron Dude Herlino. Juga ada jumpa artis dan peluncuran album yang
dihadiri Intan Nuraeni, Asmiranda, Robinhood, dan Hedi Yunus.Diskusi dan
bedah buku yang cukup menarik untuk disimak adalah ‘Life Mapping Traning
Inspiration of Alfatehah’ bersama Ir. Heru S.s, MM, juga ada ‘Seven Law of
Happiness for Muslim’ dan bedah buku de Winst karya Afifah Afrah.Pun ada
peluncuran buku bertajuk ‘Inner Beauty Sebagai Produk Ibadah kepada Allah’
akan dibawakan oleh Hj. Durrah Baraja SH. Mhum, Habiburrahman El Shirazy,
dan Hj. Neno Warisman. (Rahma)
Memupuk Harapan Positif

Iu Rusliana
| 24 Oktober 2009 | 14:51


Sebarkan Tulisan:

209

4
1 dari 1 Kompasianer menilai Menarik.

      Laporkan Tulisan
      Beri Tanggapan
      Beri Nilai
             Aktual
             Inspiratif
             Bermanfaat
             Menarik
             Menghibur
             Biasa
             Basi
             Tidak Penting
             Asal Tulis
             Plagiat
             Provokatif

Harapan itu selalu ada, selama kita menginginkannya. Jika tidak menginginkan-
nya, maka harapan itu tidak akan menghampiri kita. Semakin dia didekati,
dijemput dan diinginkan, maka harapan itu akan mendekati kita lebih cepat, lebih
besar dan bahkan ribuan kali lebih besar dari yang kita inginkan. Karena itu,
jangan pernah membunuh harapan itu atau kita akan kehilangannya. Kehilangan
mengakibatkan putus asa. Tuhan membenci orang yang berputus asa.

Ketahuilah, harapan bukanlah sesuatu yang antah berantah, jauh di sana atau
ada pada diri orang lain. Harapan itu ada dalam diri Anda, sesungguhnya
kekuatan diri yang harus dijaga, dirawat dan dipelihara. Cara menjaga dan
memeliharanya adalah dengan terus menerus melihat, menyadarkan diri Anda
bahwa banyak sisi kelebihan yang Anda miliki.

Jika Anda dinilai banyak orang bodoh, prestasi di sekolah buruk, itu bukan berarti
Anda tidak punya harapan untuk sukses. Bodoh dan nilai buruk di sekolah
hanyalah ukuran IQ (kecerdasan intelektual). Bukankah mungkin kita punya
kecerdasan yang lebih besar lagi yaitu kecerdasan emosional (EQ) dan
kecerdasan spiritual (SQ). Albert Einstein, fisikawan terkemuka abad 20
bukanlah mahasiswa cerdas, tapi dia mampu menggegerkan dunia dengan
temuannya, dan membuat banyak negara membuat bom atom.

Ayo pelajari apa yang menjadi kelebihan Anda. Bagaimana mungkin tahu, kalau
saya ada kelebihan? Pertanyaan umum yang sering saya dapatkan dari kawan
atau audiens. Gampang aja itu. Ingat-ingat lah terus apa yang menjadi
kebanggaan Anda, membuat orang memuji Anda dengan jujur (saya sebutkan
dengan jujur, karena tak sedikit mereka memuji kita hanya untuk menjilat saja),
membuat Anda berprestasi, membuat Anda merasa paling hebat, dan memang
itulah kelebihan kita. Soal memuji, sebaiknya jika Anda punya anak buah,
tentunya bukan dari anak buah, karena kalau anak buah memuji Anda, itu sudah
lumrah. Jika kekasih, suami atau istri Anda memuji, itu sudah lumrah. Temukan
banyak pujian dari banyak orang, tapi Anda sendiri, kalau tidak diberitahu oleh
kawan atau saudara Anda sebenarnya tidak tahu. Itu lah salah satu pujian jujur.

Saudaraku, bila kita punya sahabat, kawan atau mungkin dia adalah pesaing kita,
mengakui dengan jujur akan kehebatan sahabat atau pesaing kita bukanlah
pekerjaan mudah. Perlu kekuatan mental dan kekokohan sikap yang gentle
untuk itu semua.

Tapi, hati-hatilah, jangan sampai Anda menjadi orang yang selalu ingin dipuji,
atau gede rumangsa (geer). Karena sesungguhnya, harga diri Anda itu rendah.
Orang yang selalu rendah hati dan mau melayani adalah orang yang punya
pribadi dan harga diri unggul, sebaliknya orang yang selalu ingin dipuji dan
dihargai hanyalah orang kerdil yang kehilangan legitimasi dan berusaha
mencarinya walau dengan menggadaikan harga diri itu.
Jika kita punya keterampilan musik atau kerajinan, mengapa tidak itu yang
dikembangkan. Mengapa tidak itu bisa menjadi kekuatan kita untuk meraih
rezeki yang halal dan baik. Jika kita punya keterampilan bermain musik,
mengapa tidak itu dimaksimalkan untuk menjadi cara kita mencari nafkah dan
seterusnya. Jangan pernah kehilangan akal dan semangat untuk berusaha,
berusaha dan terus berusaha, karena harapan itu selalu ada.

Jika kita punya kelebihan, dan karena itu orang dekat atau tetangga
membutuhkan kita, mengapa tidak itu ditekuni dan menjadi kelebihan kita
dibandingkan orang lain. Ditekuni artinya terus belajar, terus menerus sehingga
kemampuan kita atau keterampilan tersebut terus meningkat.

Sumber energi dari harapan bernama semangat. Semangat tidak lahir dari otak
yang cerdas secara intelektual saja. Semangat adalah api yang selalu membakar
jiwa untuk menggerakkan tubuh, yang sesungguhnya tak bisa bergerak jika tidak
ada perintah jiwa, untuk menjaganya dan membangun semangat lebih tinggi,
membutuhkan “BBM” yang terus menerus menjaga api semangat tetap nyala
dan bertambah besar. Karena itu, bukan sekedar kecerdasan intelektual, tapi
juga kecerdasaran emosional dan spiritual yang dibutuhkan. Sebagai kekuatan
dalam diri, ketiga aspek kecerdasan itu harus terus diasah.

Semangat itu lahir dari jiwa yang selalu optimis melihat sesuatu. Kenapa
demikian? Karena manusia yang penuh semangat selalu melihat rintangan
sebagai tantangan, gangguan sebagai ujian, cobaan sebagai media untuk
belajar. Di sinilah pentingnya persepsi dan keyakinan bahwa segalanya selalu
ada jalan keluar untuk mengatasinya. Selama kita fokus, lalu berusaha untuk
mempelajarinya, mencari solusi dengan tekun dan mental tak mudah kalah, pasti
akan ada jalan dan solusi. Cikaracak Ninggang Batu, Laun-laun jadi legok (titik
air yang tiap hari mengenai batu sekeras apapun, lama-lama batu itu menjadi
rapuh). Artinya jika ditekuni, sesuatu itu pasti akan dikuasai.

Sikap mental yang ulet dan membaja dalam menekuni sesuatu adalah kekuatan
yang tak tertandingi dan modal untuk meraih sukses. Karena itu, jangan selalu
silau dengan kehebatan orang lain, bingung bahkan iri dengan kesuksesan
tetangga, kawan atau saudara.

Kesuksesan dan kebahagiaan adalah milik semua umat manusia, tak terkecuali.
Hewan dan tumbuhan sekalipun, jika mampu berbicara dalam bahasa manusia,
tentu saja akan bercerita bahwa mereka mendapatkan kebahagiaan karena
demikianlah, alam telah diatur sedemikian harmonis oleh Tuhan. Keseimbangan
alam harus dijaga, karena melawannya akan mengganggu keseimbangan itu.
Jika terjadi longsor, kebakaran atau banjir, itu karena manusia mengganggu dan
merampas kebahagiaan alam.

Karena kesuksesan dan kebahagiaan milik semua umat manusia, tak boleh kita
berusaha merebut dan merampasnya dengan paksa. Jika hari ini, dirasa kita
belum sukses, itu bukan berarti gagal, tapi memang sukses yang tertunda.
Jangan kedepankan iri dengki ketika melihat orang lain sukses, bahagia. Karena
yang kita lihat hanyalah tampilan luarnya. Bukankah orang yang tersenyum,
belum tentu ia bahagia, mungkin saja dia sedang menutupi kesedihan hatinya.

Karena itu, daripada ribut dan cape mengikuti perkembangan tetangga, kawan
atau saudara yang makin hari semakin terlihat tajir dan sukses, lebih baik
mengurusi diri sendiri. Fokus kepada pengembangan diri, terus menjaga stamina
dan semangat juang, terus berusaha meraih sukses, terus dan terus menerus
mencari jalan. Sampai napas tinggal satu helaan dan darah tinggal satu tetes,
hidup masih selalu ada kesempatan dan harapan. Maka, terus meneruslah
pelihara harapan itu atau kita akan menjadi manusia yang tak berguna.

Jika hari ini Anda masih pengangguran, maka jangan putus asa untuk terus
menerus memasukkan lamaran kerja, bertanya ke banyak orang, mendatangi job
expo, membuka internet yang terkait dengan lowongan kerja, membaca info
lowongan kerja dan terus beraktivitas yang positif untuk membangun diri dari sisi
keterampilan, intelektual, emosional dan spiritual.

Untuk apa lagi saya harus keluarkan biaya untuk kursus, sekolah atau ongkos ke
sana ke mari untuk mencari kerja? Waduh, saudaraku, itu kan investasi.
Investasi itu akan bisa dinikmati segera, nanti atau bahkan suatu saat nanti.
Jangan rugi kalau kita melakukan investasi selama tujuannya memang jelas.
Terus-teruslah berusaha. Karena harapan itu selalu ada selama semangat tetap
dijaga dan dipelihara. Ingat, tidak ada sesuatu yang tak mungkin. Jika kita
merasa tidak mungkin mengerjakan sesuatu, jeda dulu saja, lalu mulai kembali
mempelajarinya, mencobanya dan terus mencoba. Semoga sukses bersama kita.




Ada Harapan Ada Sukacita
Almanak Rabu 04 Februari 2009:




Semoga Allah, sumber pengharapan, memenuhi kamu dengan segala sukacita dan damai
sejahtera dalam iman kamu, supaya oleh kekuatan Roh Kudus kamu berlimpah-limpah
dalam pengharapan. (Roma 15:13)
Ada korelasi langsung antara pengharapan dan sukacita. Selama ada pengharapan maka
selalu ada alasan bersukacita. Sebaliknya, bagaimanapun hebat dan jayanya masa lalu
seseorang, bila tidak ada harapannya sama sekali ke masa depan, pastilah orang itu tidak
bisa bersukacita atau bergembira. Sebab itulah Rasul Paulus mengatakan sebelumnya
“bersukacitalah dalam pengharapan” (Roma 12:12). Boleh dibalik: berpengharapanlah
agar bersukacita. Ayat hari ini berisi doa Rasul Paulus agar Allah memenuhi hidup
jemaat dengan sukacita dan melimpahinya dengan pengharapan. Dan Allah adalah
sumber pengharapan dan sukacita itu. Lantas bagaimana kita?

Pertama marilah kita memelihara pengharapan senantiasa hidup dalam hati kita. Kristus
Yesuslah dasar pengharapan kita (1 Tim 1:1). Kita dilahirkan kembali ke dalam hidup
yang penuh pengharapan (1 Pet 1:3). Ada tiga hal yang tetap dan dikaruniakan kepada
kita: iman, kasih dan pengharapan (1 Kor 13:13). Pengharapan itu bagi kita bagai jangkar
yang membuat hidup kita aman dan tidak terombang-ambing lagi (Ibrani 6:9).

Kedua sejalan dengan itu marilah kita tetap bersukacita. Bukan saja karena berbagai
berkatNya yang telah dicurahkannya kemarin dan hari ini, tetapi juga karena janjiNya
untuk tetap melindungi dan menyertai kita. Kita bersukacita karena kita memiliki
pengharapan kepada Allah dan kita tidak akan dikecewakan (Roma 5:5). Sebab itu
kenyataan hidup hari ini, kesukaran dan kesusahan masa kini, persoalan dan pergumulan
sekarang tidak dapat menghilangkan sukacita kitaorang-orang beriman.

Doa:

Ya Allah, karuniakanlah kami iman, kasih dan pengharapan berlimpah-limpah agar
sukacita dan damai sejahtera kami juga berlimpah-limpah. Kami berharap kepadaMu
dan menggantungkan seluruh masa depan kami kepadaMu. Janganlah kecewakan atau
permalukan kami umatMu. Ketika kami harus menghadapi kenyataan hidup,
permasalahan dan pergumulan, jauhkanlah kami dari keputusasaan. Buatlah iman dan
harapan kami bernyala-nyala kepada Tuhan agar kami juga senantiasa gembira dan
bahagia. Dalam Kristus. AMIN.

Pdt Daniel T.A. Harahap

Submitted By: Maria Susilawati Sunarko
Kota: Sydney
Profesi: Casual Florist


Kesaksian: Pada saat kami memutuskan untuk pindah ke kota Sydney 2 th yang lalu,
saya berkata kepada suami, pokoknya saya tidak akan pindah kalau kamu tidak
mendapatkan pekerjaan yg bagus. Wong di Jakarta kita sudah enak secara materi dan
suami punya kedudukan yg cukup baik, buat apa kalau harus pindah tapi harus kerja
keras. Dan Tuhan memang baik, suami saya diberi pekerjaan yg lumayan bagus (walau
tidak sebagus di Jakarta), bahkan kami bisa membeli rumah dengan mortgage dari bank.
Semua berjalan lancar, bahkan hubungan kami dengan Tuhan yg sudah sangat jauh saat
kami tinggal di Jakarta, menjadi dipulihkan, kami pelayanan kembali setelah lama kami
tinggalkan, kami aktif di gereja dan berdoa bersama setiap hari. Bahkan saya berdoa
minta Tuhan lebih lagi membentuk karakter saya dan mau disempurnakan di hadapan-
Nya. Saya sempat sharing dgn salah seorg teman saya mengenai doa saya ini, lalu dia
bilang, "bener, kamu yakin mau Tuhan bentuk kamu? Bentukan Tuhan itu kadang
menyakitkan lho." Dan saya bilang, "iya, gakpapa, saya mau."


Sampai tahun lalu saya diberikan kejutan yang luar biasa dari Tuhan, saya dinyatakan
positif hamil setelah 10 thn menikah, namun Tuhan mempunyai kehendak lain, hanya
bertahan 8 minggu, saya sudah keguguran, saya tetap bersyukur dan yakin Tuhan pasti
akan berikan lagi tepat pada waktunya. Pada saat itu saya memutuskan untuk berhenti
bekerja dan akan mencoba lagi. Namun di saat saya sudah mengajukan pengunduran diri,
saya malah menerima kabar dari suami saya yang sangat mengejutkan… Dia telepon dan
berkata kalau saya harus mencari pekerjaan lain, karena saya baru kena PHK. OMG (Oh
My God --red) bagai disambar petir rasanya dunia mau runtuh. Saya panik luar biasa,
bagaimana hidup kami selanjutnya, bagaimana cicilan rumah kami, dsb.


Di saat seperti inilah justru saya merasa bahawa Tuhan memang baik. Mungkin aneh ya
kedengarannya, wong lagi tertimpa musibah kok malah merasakan kebaikan Tuhan. Ya,
Tuhan memang membentuk saya, mulai dari sifat saya yg stress-an. Saya belajar untuk
lebih berserah dan beriman, menyerahkan segala kekhawatiran saya dlm doa dan datang
kepada Tuhan. Saya gak mau mengandalkan kekuatan sendiri dan ternyata bisa lho dan
hasilnya saya gak sakit²an atau jd kurus kering seperti biasa kalau saya sedang stress.
Kemudian Tuhan juga ajarkan saya untuk bersabar, setiap habis mengirim aplikasi
pekerjaan, besoknya saya selalu bertanya sudah ada kabar? Padahal mungkin dengan
bertanya seperti itu suami saya malah jadi tambah stress, beruntunglah saya memiliki
suami yg easy going sehingga bisa mengimbangi saya yg stressfull. Akhirnya setelah 1
bln, capek jg saya bertanya, dan kami memutuskan akan mengerjakan pekerjaan apa
saja asal bisa bertahan hidup, mulai dr cleaner, sampai kerja di bagian catering di
hospital dijalanin oleh suami dan saya. Awalnya berat sekali, bayangkan kita gak pernah
terbayangkan untuk melakukan pekerjaan² seperti ini sebelumnya, tapi pada saat
menjalaninnya, kami bisa enjoy dan sukacita. Teman² sepelayanan juga mendukung,
mulai dr ada yg meminjamkan mobil (krn sebelumnya suami mendapat fasilitas company
car), memberi voucher belanja kebutuhan sehari² di supermarket, memberikan
pekerjaan² sampingan, dll. Di sini justru kami baru merasakan bahwa kami gak sendiri,
Tuhan itu baik dan selalu ada menolong kami melalui teman² yang ada di sekitar kami.


Hanya ada satu hal yang masih menganjal kami yaitu masalah cicilan rumah, kami
kemudian berdoa dan bilang sama Tuhan, kalau memang rumah ini milik kami,
mampukan kami untuk membayarnya tapi kalau memang bukan milik kami, mampukan
kami untuk punya kerelaan hati untuk menjualnya dan yakin bhw Tuhan pasti akan
berikan lagi yang terbaik pada saatnya. Amin. Dan puji Tuhan sampai saat ini kami bisa
dimampukan untuk membayarnya, entah bagaimana, banyak saja jalan dan berkat
Tuhan yang datang dan selalu tepat waktu.


Walaupun sampai saat ini kami masih terus mengalami pembentukan Tuhan, namun
kami yakin bahwa kami akan mampu menjalaninya dengan sukacita apabila kami mau
berjalan senantiasa bersama Dia. Dan Tuhan tidak akan memberikan pencobaan yang
melebihi kekuatan kami dan percayalah bahwa pertolongan Tuhan tidak akan terlambat,
dan semua itu akan menjadi sangat indah tepat pada waktu-Nya. Ingatlah JANJI TUAHN
SEPERT FAJAR PAGI HARI YANG TIDAK AKAN PERNAH TERLAMBAT BERSINAR. Dan
tangan Tuhan sedang merenda yang akan mengahasilkan suatu karya yang agung dan
mulia bagi hidup orang² yang percaya dan bersandar kepada-Nya.

								
To top