Docstoc

Arti Hidup yang Memberi

Document Sample
Arti Hidup yang Memberi Powered By Docstoc
					                         Arti Hidup yang Memberi (Bagian 1)

Copyright By: Ev.St.

Jodi L. Parson R, S.H.

30 Juli 2008.

Syalom rekan2 muda Kristen Friendster.

Apa kabar? Smoga keadaan kita baik2 semua.Amin!

Hari ini saya akan membagikan renungan ttg Arti Hidup yg Memberi.

Kiranya renungan ini menjadi berkat buat rekan2 muda Kristen Friendster.

Rekan2 muda, berapakah banyakkah kita telah menyadari, memahami dan melakukan
tindakan/mengekspresi dari Hidup yg Memberi? Itu sebabnya tidak peduli apakah
saudara berpengetahuan/berpendidikan, sehat, kaya, populer, pintar dan
bertalenta….sebelum saudara menjadi
seorang ”pemberi”, ”pendonor”, ”penyumbang/kontributor”, ”kreator”, ”suka berbuat
baik” dan ”mencapai hal2 yg baik”…maka saudara belum memahami arti yg maksimal
dan potensial dari suatu kepenuhan hidup.

Allah adalah Pribadi yg Suka Memberi (Yoh.3:16, Flp.4:19, Yoh.16:23, Yak.1:5,
Yoh.10:10, Yoh.14:27, 1 Kor.12:8-11, Ams.10:24b, Mat.7: 7-11, Mrk.11:24,
Yak.1:17, dll). Ini membuktikan bahwa karakter pribadi Allah adl Seorang Pemberi.

Allah telah memberi kita sesuatu utk diberi (apakah itu besar/kecil maupun apakah itu
banyak/sedikit): apakah itu berwujud uang, rumah, kekayaan, talenta, keahlian, ide2,
waktu, kasih, perhatian, kekuasaan, jabatan/posisi, dll. Tentunya ketika hal2 ini kita
miliki maka kita harus menyadari bahwa semuanya ini ada dan kita miliki karena Allah
semata. Semuanya milik Allah semata yg diberi dan dipercayakan/dititipkan kepada kita.
Ketika Allah memberi ini semua, maka Allah telah merancang setiap kita sbg orang2 yg
unik dan utk tujuan yg spesial dan istimewa.

Itu sebabnya kita harus memberi yg terbaik, yg terutama, yg sangat berharga, yg
seluruhnya didedikasikan kepada Allah bahkan manusia. Semuanya ini pasti akan
mendatangkan kehormatan dan kemuliaan serta penghargaan dari Allah dan juga manusia.

Rekan2, apakah arti hidup yg memberi itu?! Pertanyaan ini mungkin muncul dalam
pikiran dan hati kita. Saya akan mencoba menjelaskannya kepada saudara dalam terang
FirmanNya.

Arti Hidup yg Memberi:
1. Memberi adl Mempersembahkan

Itu sebabnya Rm.12:1 berkata: ”Karena itu saudara2, demi kemurahan Allah aku
menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan
yg hidup, kudus dan yg berkenan kpd Allah: itu adalah ibadahmu yg sejati.”

Jadi, prinsip yg pertama Hidup yg memberi adl Hidup yg Mempersembahkan. Yaitu
mempersembahkan tubuh kita kpd Allah sbg persembahan yg hidup, kudus dan yg
berkenan kpdNya.

Contoh:

a. Henokh (Kej. 5:22-24).

Henokh hidup dgn mempersembahkan dirinya dgn bergaul dgn Allah selama 300 tahun.
Karena kesetiaannya ini maka Allah “mengangkat” Henokh ke dunia kekekalan di sorga
dgn tidak mengalami kematian, dan Henokh beroleh keyakinan dari Allah bhw ia hidup
berkenan kpdNya (Kej.5:24, Ibr.11:5). Henokh artinya: Mempersembahkan.

b. Org Majus (Mat.2:11)

Ketiga Orang Majus sujud menyembah di hadapan bayi Yesus yg mungil dan
mempersembahkan Emas, Kemenyan dan Mur. Ketiga Orang Majus ini adl Henokh,
Musa dan Elia. Pelajaran ttg Orang Majus ini sudah pernah saya bahas secara jelas dan
mendalam dlm artikel/renungan sebelumnya yg berjudul: ”ARTI NATAL”. Jadi,
memberi adalah Mempersembahkan.

Dengan kata lain, hidup yg memberi adalah hidup yg dipersembahkan kpd Allah
seutuhnya sbg persembahan yg hidup, yg kudus dan yg berkenan kpdNya. Jadi, hidup yg
memberi adl hidup yg dipersembahkan.

2. Memberi adl Kebahagiaan

Itu sebabnya Alkitab berkata: ”Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kpd kamu,
bahwa dgn bekerja demikian kita harus membantu org2 yg lemah dan harus
mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih
berbahagia memberi daripada menerima”(Kis.20:35).

Jadi, memberi itu adalah kebahagiaan. Bahkan dikatakan oleh Alkitab (Tuhan Yesus)
bhw memberi itu lebih berbahagia daripada menerima. Saya sedih melihat bagaimana
kekristenan kita mengalami batu sandungan karena kurang memberi. Ada banyak orang
mengharapkan (menerima/menadahkan tangan) utk menanti berkat dari Tuhan namun
mereka tidak mau memberi terlebih dahulu kpd Allah. Allah bukanlah komputer yg bisa
seenaknya kita perintah utk mengeluarkan sejumlah uang dan keperluan2 kita. Allah juga
bukan miskin sehingga Ia membutuhkan persembahan, kolekte, persepuluhan dan taken
list atau ucapan syukur kita. Tindakan memberi itu memang sudah seharusnya. Karena
segala yg kita miliki adl berasal dari Allah semuanya yg telah dipercayakan/dititipkan
kpd kita utk sementara saja. Tetapi motivasi dalam memberi itulah yg terpenting. Ada
banyak org memberi hanya ketika menginginkan sesuatu dari Allah atau sesuatu dari org
lain.

Jika kita mempunyai motif seperti ini maka sesungguhnya kita akan kehilangan
kebahagiaan itu sendiri. Alkitab katakan: Jika kita memberi dgn cara yg benar dan
alkitabiah maka kita akan lebih berbahagia. Tanpa saudara meminta kpd Allah dan
sesama pun..jika saudara terlebih dahulu melakukan tindakan memberi maka kita akan
memperoleh kebahagiaan itu. Mengapa? Karena Allah yg mengatakan! Jika Allah
mengatakan melalui FirmanNya maka Ia akan meneguhkan/menggenapi/menjamin
FirmanNya! Jadi kita memberi, maka kita pun akan memperoleh kebahagiaan dalam
segala jalan hidup kita. Amin! Puji Tuhan!

3. Memberi adl Menerima

Itu sebabnya Tuhan Yesus berkata: ”Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yg
baik, yg dipadatkan, yg digoncang dan yg tumpah ke luar dan dicurahkan ke dalam
ribaanmu. Sebab ukuran yg kamu pakai utk mengukur, akan diukurkan kepadamu”
(Luk.6:38).

Ams.11:24-25 berkata: ”Ada yg menyebar harta, tetapi bertambah kaya. Ada yg
menghemat secara luar biasa, namun selalu berkekurangan. Siapa memberi berkat,
diberi kelimpahan. Siapa memberi minum, ia sendiri akan diberi minum.”

Rekan2 muda, utk mengerti prinsip2 Alkitabiah ttg Memberi dan Menerima, maka kita
lebih dahulu harus menerima kenyataan bahwa Allah adl sumber hidup kita. Allah
memiliki segala sesuatu, memerintah dan mengontrol seluruh alam jagat raya ini. Kita
juga hrs mengerti bhw Allah itu adil, benar dan dapat dipercaya. Dalam prinsip agar kita
boleh menerima sesuatu dariNya maka Allah telah meletakkan prinsip2/hukumNya untuk
kita taati. Demikianlah halnya ketika Allah menciptakan hukum/prinsip ekonomiNya
melalui firmanNya, yaitu bhw setiap org yg memberi pastilah menerima. Itu sebabnya
memberi mendatangkan hal2 yg signifikan/nyata dan membawa dampak.

Rekan2 muda, berapakah banyakkah di antara kita yg menyadari bahwa ternyata
memberi itu menerima?! Alkitab dan Tuhan katakan bahwa memberi itu menerima.
Mungkin saudara heran lalu berkata: ”Ah!! Mana mungkin memberi itu menerima!
Buktinya ketika saya punya uang 100 ribu rupiah jika uang saya itu saya berikan 50 ribu
rupiah, maka tentu jumlahnya akan berkurang menjadi tinggal 50 ribu
rupiah!” …”Bukankah kalo saya memberi maka saya memiliki sesuatu menjadi
berkurang?!”…

Rekan2 muda, prinsip/hukum Allah mengatakan: Boros memberi kpd Allah dan sesama
akan mendatangkan kelimpahan.Sedangkan prinsip dunia/ekonomi mengatakan: Boros
menjadi miskin…Hemat Pangkal Kaya.Namun itulah cara berpikir dunia. Dunia ini
selalu menilai dgn kerangka berpikir yg berbeda. Karena sebagian kita telah menerima
informasi yg salah dan tertancap jauh di dalam alam berpikir kita ttg prinsip2 ekonomi
dunia, maka seringkali kita mempunyai pandangan yg negatif ttg prinsip memberi.
Umumnya, kita lebih menyukai utk menerima sesuatu ketimbang memberi sesuatu.
Tetapi konsep Allah sangatlah berbeda. Alkitab/FirmanNya mengatakan bhw memberi
itu adl menerima.

Bagi Allah, memberi adalah sesuatu yg sangat disukai, dihargai dan dipuji. Memberi
mendatangkan Penerimaan berlipat kali ganda.Saya mengenal seorang hamba Tuhan yg
lumayan sangat kaya, tapi hidupnya sangat kikir/pelit utk memberi kepada orang lain,
bahkan kpd sesamanya org Kristen! Bahkan ketika ingin memberi…maka banyak sekali
pertimbangan, analisa yg dibuatnya sebelum memutuskan memberi tetapi banyak ngak
ngasihnya tuh org, Hehehe! Tapi tidak perlu sebut nama disini, hehe! Ini hanya contoh.

Namun, kebenaran tetap sama: Memberi adalah Menerima. Barangsiapa memberi maka
ia akan diberi. Ukuran kebesaran seseorang adalah bukan apa yg ia punya dan berapa
banyak yg ia punya, tetapi berapa banyak yg telah ia beri dari segala kepunyaannya,
meskipun ia hanya memiliki sedikit. Orang yg memberi hikmat melalui nasehat dan
kebijaksaan kepada org lain akan menerima berlipat kali ganda
hikmat/kebijaksanaan/kepandaian dari Tuhan. Orang yg memberi uang kepada org lain
juga akan diberkati secara finansial oleh Tuhan sebagai balasnya. Orang yg memberi
kasih sayang kpd sesamanya pasti akan menerima kembali cinta yg sama sbg balasnya
dari Tuhan dan org yg dikasihinya. Jadi, intinya memberi pasti selalu akan menerima.
Itulah kebenaran yg ingin disampaikan Tuhan melalui FirmanNya pada kita.

4. Memberi adl Suatu Standar/Ukuran

Itu sebabnya Tuhan Yesus berkata: ”Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yg
baik, yg dipadatkan, yg digoncang dan yg tumpah ke luar dan dicurahkan ke dalam
ribaanmu. Sebab ukuran yg kamu pakai utk mengukur, akan diukurkan kepadamu”
(Luk.6:38).

Rekan2 muda, memberi adl suatu standar/ukuran. Tuhan Yesus sedang menunjukkan
kebenaran kpd kita bhw apa yg kita beri itu mendatangkan suatu standar/ukuran.
Besar/kecilnya pemberian kita itu mendatangkan juga standar/ukuran. Tetapi karena
Allah Mahatahu, maka standar/ukuran yg diberikanNya ketika mengukur setiap
pemberian kita bukan hanya dari jumlah/nominal/banyaknya saja. Tetapi harus sesuai
dengan standar/ukuran Allah. Apakah itu?!

Standar/Ukuran ”memberi” yg berkenan kpdNya adl:

Standat/Ukuran Allah ttg Memberi, yaitu:

   a.   Memberi dgn Ketaatan (1 Raj.17:7-16, 2 Raj.4:42-44)
   b.   Memberi dgn Terbaik (Mrk.12:43b-44, Mat.10:40-42)
   c.   Memberi dgn Murah Hati (2 Kor.8:1-3, Mat.10:7-8, Luk.6:30)
   d.   Memberi dgn Melampaui Kemampuan (2 Kor.8:3b)
   e. Memberi dgn Sesuai Kemampuan (2 Kor.8:3a)
   f. Memberi dgn Kerelaan Hati/Ikhlas (1 Taw.29:9, 2 Kor.9:7a, Rm.12:8,
      Kel.35:5)
   g. Memberi dgn Sukacita (2 Kor.9:7b)
   h. Memberi dgn Tidak karena Paksaan (Kel.25:2, 2 Kor.9:7b)
   i. Memberi dgn Iman (Ibr.11:6, Ibr.11:4)
   j. Memberi dgn Tidak menimbang2/Memperhatikan Keadaan atau Masalah
      (Pkh.11:4)
   k. Memberi dgn Motivasi Kasih (1 Kor.13:3)
   l. Memberi dgn Tersembunyi/Diam2/Tidak Pamer (Mat.6:3-4)
   m. Memberi dgn Cuma2/Gratis (Mat.10:8)
   n. Memberi dgn Teratur dan Reguler (1 Kor.16:2)

Jadi memberi adalah suatu standar/ukuran. Hal ini berlaku bagi siapa saja.

5. Memberi adl Menabur

Itu sebabnya 2 Kor.9:6 berkata: ”Camkanlah ini: Orang yg menabur sedikit, akan
menuai sedikit juga, dan orang yg menabur banyak, akan menuai banyak juga.”

Gal.6:7 berkata: ”Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diriNya dipermainkan.
Karena apa yg ditabur org, itu juga yg dituainya.”

Pkh.11:6 berkata: ”Taburlah benihmu pagi2 hari, dan janganlah memberi istirahat
kepada tanganmu pada petang hari, karena engkau tidak mengetahui apakah ini atau
itu yg akan berhasil, atau kedua-duanya sama baik.”

Jadi, prinsip memberi adl sama dgn menabur. Saudara tahu arti menabur? Ya, menabur
benih! Memberi ibarat seorang penabur (petani, tukang kebun) yg sedang mengusahakan
suatu benih agar menjadi suatu pohon yg berbuah, bertunas nantinya. Ayat2 Alkitab di
atas tadi mengatakan bhw org yg menabur sedikit akan menuai sedikit, dan org yg
menabur banyak akan menuai banyak. Jadi setiap kita bahkan org kaya maupun org
miskin diwajibkan oleh FirmanNya utk menabur sebanyak mungkin sesuai
kemampuannya. Bahkan Alkitab menyuruh kita untuk tetap menabur setiap saat/keadaan:
baik pagi, maupun petang hari. Kedua2nya sama2 baik, yaitu sama2 akan menghasilkan
nantinya dari segala yg telah kita taburkan. Prinsip Allah ttg menabur adl
pelipatgandaan, kelimpahan dan berkat.

Org yg menabur uang, akan menuai uang. Org yg menabur hikmat akan menuai hikmat.
Org yg menabur kasih akan menuai kasih. Org yg menabur pengetahuan ttg Firman
Tuhan akan menuai pengetahuan ttg Firman Tuhan. Org yg menabur keahlian akan
menuai keahlian. Jadi kita akan menuai sesuai dgn apa yg telah kita tabur. Jadi jangan
berharap saudara akan menuai uang, tetapi tidak pernah/tidak mau menabur uang…maka
Alkitab mengatakan itu sama saja dgn membohongi diri sendiri dan membohongi Allah.
Kecuali saudara menuai uang kotor: dari korupsi, judi, maling/ngerampok,…hehehe, tapi
saya percaya saudara tidak demikian. Prinsip menabur artinya, jangan mengharapkan
sesuatu yg tidak pernah saudara tabur. Taatilah prinsip menabur, maka kita akan menuai
sesuai dgn apa yg kita telah tabur. Inilah jaminan FirmanNya yg pasti dan meneguhkan!

6. Memberi adl Tindakan Rohani

Jadi memberi adl Tindakan Rohani.Memberi bukan hanya tindakan fisik yg kita lakukan
dgn tangan saja. Jika benar memberi hanya tindakan fisik saja, maka org2 besar dan kuat
akan memberi lebih. Tapi saya tahu itu tidak benar. Memberi juga bukan tindakan
intelektual. Jika benar memberi merupakan tindakan intelektual maka org2
terpelajar/cendekiawan/pintar akan memberi lebih. Semakin pintar seseorang, semakin
sulit baginya utk memberi karena dalam kerangka berpikirnya ia mencari cara utk
memperoleh untung dgn memberi dlm teori ekonominya. Jadi memberi merupakan
tindakan rohani.

Mengapa memberi itu tindakan rohani? Karena utk memberi maka manusia harus
memberi dgn murah hati (2 Kor.8:1-3, Mat.10:7-8, Luk.6:30), memberi yg terbaik
(Mrk.12:43b-44, Mat.10:10-42), memberi melampaui kemampuan (2 Kor.8:3b),
memberi dgn kerelaan hati/ikhlas (1 Taw.29:9, 2 Kor.9:7a, Rm.12:8, Kel.35:5),
memberi dgn sukacita (2 Kor.9:7b), memberi dgn tidak karena terpaksa (Kel.25:2, 2
Kor.9:7b), memberi dgn iman (Ibr.11:6, Ibr.11:4), memberi dgn tidak menimbang-
nimbang/memperhatikan keadaan atau masalah (Pkh.11:4), memberi dgn motivasi kasih
(1 Kor.13:3), memberi tanpa mengharap balasan/cuma2 (Mat.10:8), memberi dgn
diam2/tidak pamer (Mat.6:3-4) dan masih banyak lagi… Ini semua tentunya hanya dapat
dilakukan oleh org2 yg rohani, jadi bukan dilakukan oleh sembarang org. Jadi
benar…memberi itu adalah Tindakan Rohani.

7. Memberi adl Tindakan yg Menyukakan Hati

Rekan2 muda, dgn memberi kita dapat menyukakan/menyenangkan hati siapa saja:
orangtua, sanak saudara, anggota jemaat, teman/sahabat, tetangga, bahkan musuh kita
sekalipun. Untuk menyukakan hati seseorang, maka kita harus memberi, dan harga dari
yg kita beri adl sangat penting.

Contoh:

a. Pemberian Gadis dari Betania (Mat.26:6-13)

Yesus senang/suka kpd perbuatan seorang gadis dari Betania, yg bernama Maria. Maria
dari Betania ini telah memberikan suatu pelayanan yg sangat mahal kpd Yesus ketika ia
meminyaki kaki Yesus dgn Minyak Narwastu yg sgt mahal harganya. Dgn kata lain,
Maria ini telah memboroskan sesuatu yg sgt berharga di kaki Yesus, dan Yesus sgt
senang dgn pemberian Maria ini sehingga Yesus berkata: ”Sesungguhnya dimana saja
Injil ini diberitakan di seluruh dunia, apa yg dilakukannya ini akan disebut juga utk
mengingat dia” (Mat.26:13).
Jadi pemberian itu sangat menyukakan hati Tuhan Yesus. Itu sebabnya jika kita
memboroskan, memberikan atau mengorbankan harta kekayaan, sesuatu yg berharga dan
segenap kemampuan kita kpd Allah, melalui persembahan persepuluhan, kolekte,
persembahan sukarela, sumbangan pembangunan gereja,…maka ini semua sgt
menyukakan hati Tuhan, dan apa saja yg saudara minta akan diberiNya. Mengapa?
Karena Tuhan sudah senang/bersuka.

Jadi seperti Maria dari Betania yg pemberiannya dihargai dan akan diingat dan ditulis
dlm Injil, maka sesungguhnya ketika kita memberikan sesuatu yg sangat berharga kpd
Allah….maka pemberian yg sangat berharga itu akan diingat, dikenang, dan dijadikan
teladan yg baik oleh Allah dan dijadikan pelajaran yg baik bg org lain.

b. Pemberian dari Janda yg sgt Miskin (Mrk.12:41-44)

Pemberian Janda ini sgt sedikit, yaitu memberi hanya 2 peser ketika memasukkan
uangnya ke dalam peti persembahan. Kalo jaman sekarang mungkin persembahan janda
ini hanya 2 uang logam terkecil di Indonesia..katakanlah sekitar 2 uang logam 50 rupiah-
an (ato setara dgn 100 rupiah). Wah! Dikit banget!! Tapi perhatikan! Tuhan Yesus
memuji pemberian dari janda ini. Mengapa? karena ia memberi dari kekurangannya,
yaitu semua uang yg ada padanya. Jadi kekayaan janda miskin ini hanya 2 peser, tetapi
semua diberikannya utk persembahan di Bait Allah.

Dengan kata lain, janda ini telah memberi 100 % dari semua uang/kekayaan yg
dimilikinya walaupun hanya 2 peser! Bisakah saudara bayangkan?! Perbuatan janda
miskin ini luar biasa!! Itu sebabnya Tuhan mengenang perbuatannya sehingga Alkitab
harus mencatat pemberian janda miskin ini. Luar biasa! Jadi, Tuhan senang kepada
orang2 yg radikal/ekstrem/extravagansa dlm memberi. Setiap pemberian yg
menyukakan hatiNya pasti akan diingatNya dan akan menerima balasan/berkat dariNya.
Puji Tuhan!

Nah, rekan2 muda kristen friendster…

Demikianlah renungan ini kiranya menjadi berkat dan pelajaran berharga dlm hidup kita.

                         Arti Hidup yang Memberi (Bagian 2)

Copyright By:

Ev. St. Jodi L. Parson R, S.H.

5 Agustus 2008.

Syalom rekan2 muda Kristen Friendster.

Apa kabar? Semoga kasihNya selalu menyertai, menghibur dan menguatkan kita. Amin!
Hari ini kita akan melanjutkan pelajaran/pengajaran ttg Arti Hidup yg Memberi (Bagian
2). Kiranya renungan ini menjadi berkat buat rekan2 muda kristen friendster.

Arti Hidup yg Memberi:

1. Memberi adl Mengorbankan Sesuatu

Memberi adl tindakan mengorbankan sesuatu. Ketika kita mengorbankan sesuatu itu
berarti kita memberi sesuatu yg sangat berharga yg ada pada kita. Dari sudut ekonomi,
memberi adl kehilangan/kerugian dan juga suatu pengorbanan. Tanpa suatu motivasi yg
didasari oleh rasa sayang/kasih maka umumnya manusia sulit untuk memberi. Semakin
kita menyayangi/mengasihi seseorang, maka semakin besar dan semakin hebat pula
pengorbanan yg kita berikan. Yesus berkata: ”Jadi jika kamu yg jahat tahu memberi
pemberian yg baik kpd anak2mu, apalagi Bapamu yg di sorga! Ia akan memberikan
yg baik kpd mereka yg meminta kpdNya” (Mat.7:11).

Karena Allah demikian mengasihi dunia ini, maka Ia memberikan anakNya, Yesus untuk
menyelamatkan manusia (Yoh.3:16). Jadi memberi itu adl mengorbankan sesuatu yg
sangat berharga.

Contoh:

a. Abraham (Kej.22:1-18).

Abraham telah mengorbankan sesuatu yg sangat berharga dalam hidupnya, yaitu Ishak,
seorang anak yg ia nantikan berpuluh-puluh tahun! Abraham lulus tes dlm hal
ketaatannya kpd Allah ketika ia diuji utk mempersembahkan anaknya (Ishak) sbg korban.
Abraham tunduk kpd perintah Allah, tanpa mempertanyakan kenapa, utk apa dan
bagaimana mungkin Allah hrs menyuruh ia harus mengorbankan anaknya yg sudah ia
nanti2kan.

Saya dapat mengerti perasaan Abraham pada waktu itu. Abraham sangat mengasihi
anaknya, Ishak. Namun kasih Abraham kpd Allah jauh melebihi segalanya, bahkan kpd
anaknya sekalipun, sehingga ia berani mengorbankan sesuatu yg sangat berharga. Namun
Alkitab mencatat bahwa Abraham lulus tes, dan ketika ia hendak memotong/membunuh
anaknya utk dijadikan korban persembahan kpd Allah, maka Allah berfirman supaya ia
jangan membunuh anaknya, Ishak. Dan Allah secara ajaib telah menyediakan domba
jantan sbg pengganti korban (Kej.22:11-13).

b. Janda Sarfat

Seorang wanita yg taat kepada perintah nabiNya, yaitu Elia. Kita dapat membaca kisah
ini dalam 1 Raj.17:7-24. Di sana diceritakan, bahwa pada masa itu, di Sarfat, sedang
terjadi bala kelaparan/krisis ekonomi. Pada waktu itu, hujan tidak turun2 dalam waktu yg
sgt lama sekali. Ketika Nabi Elia menghampiri ia di pintu gerbang Kota Sarfat, maka Elia
berkata kepada Janda Sarfat ini: “Cobalah ambil bagiku sepotong roti”(1 Raj.17: 11).
Lalu apakah respon/jawaban si Janda Sarfat ini?!…

Janda Sarfat ini berkata: “Demi TUHAN, Allahmu yg hidup, sesungguhnya tidak ada
roti padaku sedikitpun, kecuali segenggam tepung dalam tempayang dan sedikit
minyak dalam buli2. Dan sekarang aku sedang mengumpulkan tiga potong kayu api,
kemudian aku mau pulang dan mengolahnya bagiku dan bagi anakku, dan setelah
kami memakannya, maka kami akan mati” (1 Raj.17:12).

Kemudian…ketika Janda Sarfat beriman dan taat kepada perkataan Nabi Elia bhw tepung
dalam tempayan itu tidak akan habis2 dan minyak dlm buli2 itu tidak akan berkurang
sampai pada waktu TUHAN memberi hujan ke atas bumi, maka Janda Sarfat itu
bertindak : “LALU pergilah ia dan membuatkan roti bagi Nabi Elia dan keluarganya”
(Baca 1 Raj.17:13-15).

Selanjutnya apa yg terjadi?…

Alkitab menulis: “Tepung dalam tempayan itu tidak habis dan minyak dalam buli2 itu
tidak berkurang seperti firman TUHAN yg diucapkanNya dgn perantaraan Elia.” (1
Raj.17:16).

Rekan2 muda, sulit dibayangkan! Bagaimana mungkin, pada zaman sekarang ada orang
yg mau memberikan tepungnya yg hanya segenggam kepada orang lain di tengah krisis
ekonomi dalam rumah tangganya. Bahkan, dikatakan Alkitab tadi bahwa setelah
memakan persediaan tepungnya, maka keluarga janda ini akan mati bersama anaknya.
Janda Sarfat ini telah melakukan suatu pengorbanan yg sangat berharga, yaitu dgn
mentaati nabiNya, Elia utk memberikan makan meskipun ia dan keluarganya akan
menghadapi maut!!

Hukum Dunia mengatakan: Hemat pangkal kaya…Hemat…Jangan beri kalo belum
untung…bukankah demikian?! Tapi Hukum Allah mengatakan: Beri, Ulurkan dgn
melimpah, maka kau akan berkelimpahan juga. Itu sebabnya:….

Alkitab/Hukum Allah berkata: ”Ada yg menyebar harta, tetapi bertambah kaya, ada
yang menghemat secara luar biasa, namun selalu berkekurangan. Siapa banyak
memberi berkat diberi kelimpahan” (Ams.11:24-25a).

Alkitab/Hukum Allah berkata: “Berilah dan kamu akan diberi: Suatu takaran yg baik,
yg dipadatkan, yg digoncangkan dan yg tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam
ribaanmu. Sebab ukuran yg kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan
kepadamu” (Luk.6:38).

Rekan2 muda Kristen, Janda Sarfat ini menikmati kelimpahan berkat & anugerah Allah
karena pengorbanan dan ketaatannya kepada Firman Tuhan yg diucapkanNya melalui
perantaraan Nabi Elia. Ketaatan melalui pengorbanan akan “membuka” berkat dan
anugerahNya yg melimpah. Inilah saat Mujizat terjadi, karena Allah telah berkarya!!
Halleluyah!
Jadi, benar…memberi itu adl mengorbanan sesuatu yg sangat berharga dari hidup kita.
Tapi Allah tidak berdiam diri karena setiap org yg berkorban dlm memberi maka ia akan
balasan yg baik dari Allah juga.

2. Memberi adl Tindakan yg Mulia

Itu sebabnya Ams.3:9-10 berkata: ”Muliakanlah TUHAN dgn hartamu dan dgn hasil
pertama dari segala penghasilanmu, maka lumbung2mu akan diisi penuh sampai
melimpah-limpah, dan bejana pemerahanmu akan meluap dengan air buah anggur.”

Jadi, memberi adl tindakan yg mulia. Dimana pun manusia berada, maka utk melihat org
yg patut dihormati dan menjadi org2 besar, maka salah satu pengukur kehidupan mereka
adl dari pemberian mereka kpd org2 di sekelilingnya. Nama2 ini mendatangkan
semacam emosi yg mendalam bg setiap kita: Mother Theresa, Nelson Mandella,
dll….tentunya mereka terkenal karena apa yg telah mereka berikan dlm segala
kemampuan yg ada pada mereka. Mereka mulia di mata org2 karena apa yg telah mereka
beri.

Contoh yg paling menarik dan berkesan dlm hidup saya adl…

WARREN BUFFETT…

Anda tahu siapa dia? Warren Buffett adl Org terkaya Nomor 1 di dunia saat ini thn 2008
(dgn kekayaan mencapai 62 Milyar dollar Amerika). Hal ini diakui oleh majalah Forbes
(lihat di http://www.forbes.com/lists/2008/10/billionaires08_Warren-Buffet_C0R3.html)

Rekan2 muda kristen juga bisa membaca biografi ttg Warren Buffett di
http://en.wikipedia.org/wiki/Warren_Buffet

Dalam artikel ini saya membaca pada tahun 2006, Warren Buffett ini telah
menyumbangkan secara amal/sukarela uangnya kpd yayasan sosial (Bill & Melinda
Gates Foundation) sebanyak 83% dari seluruh kekayaannya! Ia juga bahkan dicatat sbg
salah satu dari ”100 orang yg Paling Berpengaruh di Dunia” Luar biasa!! Gaya hidup
Warren Buffet ini dijuluki gaya hidup ”Philanthropist”.

Kamus Online Internet-Wikipedia, menyebut Gaya Hidup Philanthropist, yaitu suatu
perbuatan yg suka/gemar utk menyumbangkan uang, barang2, waktu serta tenaga utk
mendukung kegiatan2 yg bersifat sosial. (lihat kamus elektronik online di
http://en.wikipedia.org/wiki/Philanthropy

Hmm, di dunia ini ternyata masih ada juga yg gaya hidupnya suka memberi dgn cara yg
menakjubkan. Luar biasa!!

Memberi merupakan tindakan yg sangat mulia. Mulia di hadapan Allah dan mulia di
hadapan manusia. Karena memberi adl tindakan mulia, maka org2 yg memberi pasti akan
hidup dalam berkat, kebahagiaan dan kelimpahan dari Allah (Ams.11:24-25, Kis.20:25,
Luk.6:38).

3. Memberi adl Ungkapan/Tindakan Ucapan Syukur

Itu sebabnya Mzm.107:22 berkata: ”Biarlah mereka mempersembahkan korban syukur,
dan menceritakan pekerjaan2Nya dgn sorak sorai.”

Mzm.116:17 berkata: ” Aku akan mempersembahkan korban syukur kepadaMu, dan
akan menyerukan nama TUHAN.”

Ibr.13:15-16 berkata: ”Sebab itu marilah kita, oleh Dia, senantiasa mempersembahkan
korban syukur kpd Allah, yaitu ucapan bibir yg memuliakan namaNya. Dan janganlah
kamu lupa berbuat baik dan memberi bantuan sebab korban2 yg demikianlah yg
berkenan kpd Allah.”

Jadi, memberi adl ungkapan/tindakan ucapan syukur kita kpd Allah. Ketika kita memberi
bantuan dan memberi hal2 yg baik kpd Allah dan sesama, maka FirmanNya katakan bhw
hal2 inilah yg disebut korban2 syukur yg berkenan kpd Allah (Ibr.13:15-16). Memberi
dgn ungkapan syukur merupakan cara yg terbaik bg kita untuk mengarahkan hidup kita
kpd fokus yg benar bahwa apa yg telah kita terima: uang, kemampuan, talenta, keahlian,
dll tersebut adalah berasal dari Allah, sehingga kita wajib memberi kembali dgn rasa
syukur atas semua karya dan anugrahNya dalam hidup kita.

Memberi dgn ungkapan syukur juga mengingatkan kita akan berharganya kehadiran
Tuhan utk selalu memenuhi dan mencukupkan segala kebutuhan kita. Memberi dgn
ungkapan syukur juga melepaskan kita dari rasa kuatir akan kehilangan sesuatu atau
berkurangnya harta milik kita sehingga kita selalu percaya Allah adl Allah yg
Menyediakan. Memberi dgn ungkapan syukur juga menyegarkan kembali hubungan kita
dgn Allah dan dgn org di sekeliling kita sehingga kita tetap memiliki hati yg memberi
kpd Allah dan kpd sesama manusia.

4. Memberi adl Tindakan Ketaatan

Memberi bukanlah sesuatu yg hanya kita akan lakukan bila kita dalam suasana senang,
gembira, bahagia atau dalam keadaan yg baik2 saja atau pada waktu kita dalam keadaan
ingin memberi ketika lagi memiliki banyak uang utk diberi/disumbangkan. Memberi adl
suatu perintah/Firman Tuhan. Standar Alkitabiah (standar Allah) ttg memberi, yaitu
memberi dgn murah hati (2 Kor.8:1-3, Mat.10:7-8, Luk.6:30), memberi yg terbaik
(Mrk.12:43b-44, Mat.10:10-42), memberi melampaui kemampuan (2 Kor.8:3b),
memberi dgn kerelaan hati/ikhlas (1 Taw.29:9, 2 Kor.9:7a, Rm.12:8, Kel.35:5),
memberi dgn sukacita (2 Kor.9:7b), memberi dgn tidak karena terpaksa (Kel.25:2, 2
Kor.9:7b), memberi dgn iman (Ibr.11:6, Ibr.11:4), memberi dgn tidak menimbang-
nimbang/memperhatikan keadaan atau masalah (Pkh.11:4), memberi dgn motivasi kasih
(1 Kor.13:3), memberi tanpa mengharap balasan/cuma2 (Mat.10:8), memberi dgn
diam2/tidak pamer (Mat.6:3-4) dan masih banyak lagi…ini semua tentunya merupakan
perintah/Firman Tuhan yg harus dilaksanakan oleh setiap org percaya yg dilakukan dgn
ketaatan.

Karena memberi adl Tindakan Ketaatan, maka seluruh kehidupan kita haruslah dibangun
di dasar ketaatan kepada FirmanNya (Mat.7:24-25).

5. Memberi adl Tindakan Iman

Memberi adl Tindakan Iman. Firman Tuhan katakan bhw tanpa iman manusia tidak
mungkin berkenan kpd Allah (Ibr.11:6). Jadi seluruh pergerakan dan dinamika
kehidupan kita adl harus berdasarkan iman. Iman adl mempercayai firmanNya dan
bergerak di atas dasar firmanNya yg merupakan dasar bagi kita utk berharap dan
membuktikan hal2 yg belum kita alami/kita lihat (Ibr.11:1,3).

Hal ini mengajarkan kepada kita pentingnya iman ketika kita memberi. Memberi itu baik,
tapi jika memberi itu didasari dan bekerjasama seiringan dgn iman, maka perbuatan
memberi itu menjadi sempurna (Yak.2:22).

Jadi apapun bentuk pemberian kita: persepuluhan, persembahan kolekte, korban ucapan
syukur, persembahan utk pembangunan gereja, sumbangan sosial kemanusiaan, tenaga,
waktu, perhatian, kasih sayang/cinta, talenta, keahlian, dll…maka ini semua harus
diberikan dgn motivasi, dasar dan dinamika suatu iman yg hidup.

Contoh:

a. Habel

Karena imanlah maka Habel telah mempersembahkan korban yg lebih baik dari Kain.
Dgn jalan itu Habel memperoleh kesaksian bhw ia benar, karena Allah berkenan akan
persembahannya (baca Ibr.11:4). Jadi pemberian persembahan korban Habel diterima
dan berkenan adl karena iman.

b. Abraham

Karena imanlah maka Abraham juga rela memberikan persembahan korban kpd Allah,
yaitu anaknya (Ishak)..namun Abraham lulus ujian iman dari Allah ( baca Ibr.11:17-19,
Kej.22:1-18).

c. Saksi2 Iman / Tokoh Iman

Alkitab mencatat bhw mereka ini oleh karena imannya rela memberikan nyawanya
(hidupnya) bagi Tuhan sehingga mereka rela diejek, didera, dibelenggu, dipenjara,
dilemparai, digergaji, dibunuh, menggembara dgn pakaian yg sederhana, menderita
kekurangan, mengalami kesesakan dan siksaan. Mereka disebut juga Martir (baca
Ibr.11:36-37).
Jadi, memberi adl tindakan iman…..

6. Memberi adl Ungkapan/Tindakan Kasih

Memberi pada dasarnya adl ungkapan/tindakan kasih. Ketika kita mengasihi seseorang,
kita akan memberi kepada orang tersebut ”sesuatu”. Bayangkanlah sepasang kekasih,
seorang ibu yg mengasuh anak/bayinya, seorang guru yg mendidik muridnya, seorang
suami yg mengasihi isterinya, seorang pahlawan bangsa yg berjuang demi negaranya,
seorang yg menolong yg org lain yg terkena kecelakaan lalu lintas, mengunjungi org yg
ditimpa kemalangan dan dukacita, dll… Hal ini telah mengajarkan dlm kehidupan kita
bahwa ketika kita memberi sesuatu: uang, tenaga, waktu, perhatian, cinta kasih,
keahlian/kemampuan, jiwa dan raga..maka disinilah akan nampak wujud ungkapan kasih.

Ketika Allah mengasihi dunia, maka Ia telah memberikan AnakNya yg tunggal
(Yoh.3:16). Jadi kasih itu bukan hanya sbg sikap, tapi juga membutuhkan
ungkapan/tindakan memberi dan berkorban.

Contoh:

a. Wanita yg Berdosa/Berzinah (Luk.7:36-50)

Dalam Alkitab diceritakan bhw wanita ini masuk ke rumah seorang Farisi dimana Yesus
sedang diundang perjamuan makan. Ketika wanita ini mendengar bahwa Yesus ada di
rumah seorang Farisi ini, maka wanita masuk dan membawa buli2 pualam berisi minyak
wangi. Sambil menangis ia membasuh kaki Yesus dgn air matanya yg berceceran dan
menyekanya dgn rambutnya lalu meminyaki/mengurapi Yesus dgn minyak wangi.

Wanita ini menyadari hidupnya di masa lampau, bhw ia adl seorang berdosa/pelacur.
Tetapi saat ia datang kpd Yesus, maka ia datang dgn suatu penyesalan, pertobatan dan
mempersembahkan/memberi yg terbaik dari dirinya bg Yesus.

Melihat perbuatannya ini maka Yesus menghargai/memuji perbuatan wanita ini di
hadapan Petrus, Org Farisi dan org yg ada di rumah tersebut, sehingga Yesus
berkata: ”Engkau lihat perempuan ini? Aku masuk ke rumahmu, namun engkau tidak
memberikan Aku air untuk membasuh kakiKu, tetapi dia membasuh kakiKu dgn air
mata dan menyekanya dgn rambutnya. Engkau tidak mencium Aku, tetapi sejak Aku
masuk ia tiada henti-hentinya mencium kakiKu. Engkau tidak meminyaki kepalaKu
dgn minyak, tetapi dia meminyaki kakiKu dgn minyak wangi. Sebab itu Aku berkata
kepadamu: Dosanya yg banyak itu telah diampuni, sebab ia telah banyak berbuat
kasih. Tetapi orang yg sedikit diampuni, sedikit juga berbuat kasih” (Luk.7:44-47).

Anda lihat! Perhatikan, bhw Yesus memuji/menghargai perbuatan dan pemberian dari
wanita ini. Yesus memuji bhw wanita ini telah banyak berbuat kasih. Pemberiannya adl
ungkapan kasih, dan oleh karena pemberiannya didasari oleh kasih maka dosanya pun
telah diampuni oleh Tuhan Yesus.
Jadi memberi adl ungkapan/tindakan kasih. Ini mendatangkan pujian, penghargaan dan
kasih dari Allah dan juga manusia.

b. Orang Samaria (Luk.10:25-37)

Perbuatan org Samaria ini sungguh mulia. Ungkapan/Tindakan kasihnya terbukti ketika
ia menolong seorang yg telah habis dirampok, dipukuli, dan ditinggalkan setengah mati.
Org Samaria ini menolong ia dgn membalut luka2nya, menyiraminya dgn minyak dan
anggur, kemudian menaikkan ia ke atas keledai tunggangannya sendiri dan membawanya
ke tempat penginapan dan merawatnya. (Luk.10:33-34).

Jadi perbuatan dari org Samaria ini sangatlah terpuji dan patut dikagumi oleh Yesus
(Luk.10:36-37). Pemberian yg diberikannya ( dgn cara: membalut luka2, menyirami dgn
minyak dan anggur, membawa ke penginapan dan merawat org yg hampir mati itu) adl
merupakan ungkapan/tindakan kasihnya kepada sesama.

Jadi, benar adanya bhw Memberi adl Ungkapan/Tindakan Kasih.

7. Memberi adl Mempercayakan Sesuatu

Itu sebabnya Tuhan Yesus berkata: ”Jangan kamu memberikan barang yg kudus
kepada anjing dan jangan kamu melemparkan mutiaramu kepada babi, supaya jangan
diinjak-injaknya dgn kakinya, lalu ia berbalik mengoyak kamu” (Mat.7:6).

Rasul Paulus berkata: ”Apa yg telah engkau dengar dari padaku di depan banyak
saksi, percayakanlah itu kepada org yg dpt dipercayai, yg juga cakap mengajar org
lain” (2 Tim.2:2).

Rekan2 muda, memberi adl mempercayakan sesuatu. Ada hal2 dalam hidup ini yg tidak
semua akan kita percayakan kpd seseorang jika org tersebut tidak bisa kita percayai. Utk
memberi maka seseorang butuh keyakinan bhw org yg akan diberi dpt dipercaya.
Kadang2 kita sering berkata: ”Eh, teman..ini rahasia loh! Jangan dikasih tau ama siapa2
ya! Rahasia ini cuman kupercayakan kepadamu. Jangan disebarluaskan ya! It’s Our
Secret..” ,

atau cobalah membayangkan bagaimana seorang ayah mewariskan/mempercayakan
hartanya kepada anaknya dan bagaimana dampak baik/buruknya bila disalahgunakan
oleh anak2nya (Luk.15:11-32), atau cobalah membayangkan bagaimana seorang
tuan/majikan yg mempercayakan kpd hamba2nya suatu talenta dan bagaimana dampak
baik/buruknya bg mereka yg tidak mengusahakan/mengembangkannya (Mat.25:14-30),
atau cobalah membayangkan bagaimana seorang sahabat mempercayakan hal2 yg rahasia
dan segala sesuatunya kpd sahabatnya juga (Ams.17:17, Yoh.15:15, Mzm.25:14). Atau
cobalah membayangkan bagaimana seorang suami mempercayakan kepada isterinya yg
bijak/cakap segala hal dalam rumah tangganya (Ams.31:10-31).

Jadi, memberi adl mempercayakan sesuatu.
NAH, demikianlah renungan kristen yg telah saya sampaikan .

Kiranya renungan ini menjadi suatu pelajaran/pengajaran yg membawa berkat dalam
hidup kita sehingga kita semakin mengerti apa isi hati Tuhan dalam hidup kita.

Salam Damai Sejahtera,

Ev. St. Jodi L. Parson R, S.H.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:413
posted:3/25/2011
language:Indonesian
pages:15
About tagged-basistik.blogspot.com,free-pdf-doc-xls-ppt.blogspot.com,fisika-basistik.blogspot.com,soccers-basistik.blogspot.com,pharaswork.blogspot.com