- Sikap yang benar dan yang berkenan + - DOC by elipldoc

VIEWS: 25 PAGES: 2

									                Sikap yang benar dan yang berkenan.
                          Lukas 17:11-19
Kisah Tuhan Yesus yang sedang dalam perjalanan menuju ke Yerusalem dan
sewaktu Ia memasuki suatu desa datanglah sepuluh orang kusta yang berseru-
seru, “Guru, kasihanilah kami” (ay 13) dan Tuhan Yesus mentahirkan mereka
sehingga mereka menjadi sembuh kembali. Apa yang menjadi sikap orang-orang
yang menderita sakit kusta sehingga mereka dipulihkan?
1. Sikap mendekat kepada Tuhan.
“Datanglah kesepuluh orang kusta itu menemui Dia” (ay 12). Dinyatakan orang
kusta itu menemui Tuhan Yesus. Walaupun mereka menyadari sebagai orang
najis yang tidak seharusnya mendekat (baca Im 13:45) tetapi kerinduan hati
untuk dipulihkan membuat mereka memberanikan diri mendekat dalam jarak
tertentu dan berteriak-teriak. Kemauan mendekat dan didengar oleh Tuhan
adalah awal sikap yang benar di hadapan Tuhan. Rasul Yakobus menyatakan
“Mendekatlah kepada Allah dan Ia akan mendekat kepadamu” (Yak 4:8) dan
Tuhan Yesus sendiri mengundang kita untuk mendekat kepadaNya “Marilah
kepadaKu semua yang letih lesu dan berbeban berat. Aku akan memberi
kelegaan kepadamu” (Mat 11:28) dan berjanji “Aku menyertai kamu senantiasa
sampai pada akhir jaman” (Mat 28:20)
2. Sikap memohon belas kasihanNya.
“dan berteriak, Yesus, Guru, kasihanilah kami”(ay 13). Banyak orang yang
meminta tolong tetapi tidak memohon dengan rendah hati untuk mendapatkan
belas kasihan melainkan dengan tinggi hati. Sikap yang benar menimbulkan hati
tergerak oleh belas kasihan dan oleh belas kasihan inilah akan membuat
seseorang melakukan sesuatu. Sadarilah Tuhan Yesus adalah “Bapa yang
penuh belas kasihan” (2 Kor 1:3). Alkitab menyatakan bahwa hati Tuhan tergerak
oleh belas kasihan sehingga Ia mengajar, melayani dan menyembuhkan orang-
orang yang dinyatakan lelah terlantar sebagai domba yang tidak bergembala
(baca Mat 9:36), Ia memberi makan 4000 orang karena mereka tidak mempunyai
makanan (baca Mat 15:32), Ia menyembuhkan orang yang buta (baca Mat 20:34)
dan Ia membangkitkan seorang anak yang telah meninggal (baca Luk 7:13-14).
3. Sikap mentaati kehendakNya dengan iman.
“Pergilah, perlihatkan dirimu kepada imam”(ay 14). Kesepuluh orang kusta itu
belum ditahirkan dan masih sakit tetapi Tuhan menyuruh mereka pergi kepada
imam karena imam bertugas menentukan pentahiran (baca Im 13:9 &
14:2). Mereka belum sembuh tetapi mereka mentaati kehendakNya. Dengan
iman mereka melangkah menuju ke imam dan dinyatakan “Dan sementara
mereka di tengah jalan mereka menjadi tahir” (ay 14). Sikap taat adalah sikap
yang berkenan di hati Tuhan dan memberikan berkat! Tuhan menyatakan “Aku
telah mendapatkan Daud bin Isai, seorang yang berkenan dihatiKu dan yang
melakukan segala kehendakKu” (Kis 13:22). Penulis Ibrani “sesudah kamu
melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu” (Ib 10:36).
4. Sikap mengucap syukur kepadaNya.
“Seorang dari mereka, ketika melihat bahwa ia telah sembuh, kembali sambil
memuliakan Allah… tersungkur di depan kaki Yesus dan mengucap syukur
kepadaNya” (ay 15-16). Segera mengetahui bahwa ia sembuh, ia tidak
meneruskan perjalanan ke imam untuk mendapatkan pentahiran atau
pengakuan di terima kembali di masyarakat tetapi ia kembali ke Tuhan Yesus
yang telah menyembuhkannya. Tuhan bertanya “ Di manakah yang sembilan
orang itu?” (ay 17). Yang kembali hanya seorang dan orang Samaria sedangkan
90% yang lain termasuk orang Yahudi tidak kembali dan tidak mengucap syukur,
tidak terpikir untuk berterima kasih apalagi membalas budi. Ini yang menjadi
kenyataan hidup di masa kini di dunia ini tetapi hendaklah kita yang termasuk
dalam 10% untuk senantiasa mengucap syukur. Ada yang luar biasa yang Tuhan
ingin berikan dalam kehidupan. Pemberian Tuhan tidak hanya sekedar
pemulihan tubuh tetapi pemulihan yang sempurna melingkupi tubuh, jiwa dan roh.
Tuhan berkata “imanmu telah menyelamatkan engkau” (ay 19). Hanya satu yang
mendapatkan berkat kesempurnaan yaitu keselamatan dengan menjadi bagian
dalam kerajaanNya, menjadi anak Allah dan ahli waris kerajaanNya.

								
To top