Docstoc

KATA PENGANTAR Tata Surya

Document Sample
KATA PENGANTAR Tata Surya Powered By Docstoc
					                              KATA PENGANTAR
       Alhamdulillahi rabbil alamin, kami panjatkan puji dan syukur kehadiratMu ya Allah atas
segala karunia-Nya yang telah Engkau berikan kepada kami sehingga dapat menyelesaikan
tulisan ini sebagai salah satu tugas mata pelajaran geografi “ Jagad Raya dan Tata Surya”

       Dalam kesempatan ini kami menyampaikan terima kasih kepada guru mata pelajaran
Geografi, yang telah memberikan bimbingan kepada kami dan kepada rekan-rekan di kelas 10-
D, terima kasih atas dukungannya.

     Kami menyadai bahwa tulisan ini masih jauh dari sempurna. Saran dan keritik yang
bermanfaat mambangun dari semua pihak sangat kami harapkan untuk kesempurnaan tulisan ini
dengan harapan bermanfaat bagi seluruh pembaca.




                                                                          Bekasi, maret 2011




                                                                                Penulis
                                                  Daftar isi

Kata Pengantar...............................................................
Daftar isi ........................................................................

BAB 1
Pendahuluan...............................................................

BAB II
II.1 Pengertian Planet................................................
II.2 Susuna Tata Surya..............................................
a. Penjelasan Tata Surya
    1. Merkurius.........................................................
    2. Venus ................................................................
    3. Bumi ..................................................................
    4. Mars...................................................................
    5. Ceres .................................................................
    6. Jupiter ..............................................................
    7. Saturnus ...........................................................
    8. Uranus ..............................................................
    9. Neptunus ..........................................................
    10. Komet..............................................................
    11. Asteorid...........................................................
    12. Meteorid..........................................................
II.3 Sejarah Planet

BAB III Penutup ..........................................................
                                      BAB I.
                                  PENDAHULUAN
      Tata surya terdiri atas matahari sebagai pusat dan planet-planet yang bergerak
mengelilinginya. Selain itu juga terdapat satelit, asteroid, komet, dan meteor. Benda-benda langit
tersebut menempeti suatu ruang yang disebut jagad raya.

Alam semesta sangatlah luas. Alam tidak terjadi dengan sendirinya, namun melalui
prosesdalam waktu yang lama.

     Tata surya terbentuk dari sekumpulan debu ruang angkasa yang berputar berjuta-juta tahun,
yang tersusun dari lima unsur zat : panas / api, air, padat, ruang kosong, udara, dari wujud kecil
dan membesar terjadi pada ruang kosong yang atas kesadaran hukum alam sebab dan akibat /
karma adalah beliau Zat /Nya penyebab segala yang ada , memang ada untuk kita dan kembali
padanya Pralaya/sirna, dan muncul ciptaan baru.
                                  BAB II
                            PENGERTIAN PLANET

II.1 Pengertian Planet




Planet adalah benda langit yang memiliki ciri-ciri berikut:

      mengorbit mengelilingi bintang atau sisa-sisa bintang:
      mempunyai massa yang cukup untuk memiliki gravitasi tersendiri agar dapat mengatasi
       tekanan rigid body sehingga benda angkasa tersebut mempunyai bentuk kesetimbangan
       hidrostatik (bentuk hampir bulat);
      tidak terlalu besar hingga dapat menyebabkan fusi termonuklir terhadap deuterium di
       intinya; dan,
      telah "membersihkan lingkungan" (clearing the neighborhood; mengosongkan orbit agar
       tidak ditempati benda-benda angkasa berukuran cukup besar lainnya selain satelitnya
       sendiri) di daerah sekitar orbitnya
      Berdiameter lebih dari 800 km

Berdasarkan definisi di atas, maka dalam sistem Tata Surya terdapat delapan planet. Hingga 24
Agustus 2006, sebelum Persatuan Astronomi Internasional (International Astronomical Union =
IAU) mengumumkan perubahan pada definisi "planet" sehingga seperti yang tersebut di atas,
terdapat sembilan planet termasuk Pluto, bahkan benda langit yang belakangan juga ditemukan
sempat dianggap sebagai planet baru, seperti: Ceres, Sedna, Orcus, Xena, Quaoar, UB 313.
Pluto, Ceres dan UB 313 kini berubah statusnya menjadi "planet kerdil/katai."

Planet diambil dari kata dalam bahasa Yunani Asteres Planetai yang artinya Bintang Pengelana.
Dinamakan demikian karena berbeda dengan bintang biasa, Planet dari waktu ke waktu terlihat
berkelana (berpindah-pindah) dari rasi bintang yang satu ke rasi bintang yang lain. Perpindahan
ini (pada masa sekarang) dapat dipahami karena planet beredar mengelilingi matahari. Namun
pada zaman Yunani Kuno yang belum mengenal konsep heliosentris, planet dianggap sebagai
representasi dewa di langit. Pada saat itu yang dimaksud dengan planet adalah tujuh benda
langit: Matahari, Bulan, Merkurius, Venus, Mars, Jupiter dan Saturnus. Astronomi modern
menghapus Matahari dan Bulan dari daftar karena tidak sesuai definisi yang berlaku sekarang.
Sebelumnya, planet-planet anggota tata surya ada 9, yaitu Merkurius, Venus, Bumi, Mars,
Jupiter/Yupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus, dan Pluto. Namun, tanggal 26 Agustus 2006, para
ilmuwan sepakat untuk mengeluarkan Pluto dari daftar planet sehingga jumlah planet di tata
surya menjadi hanya 8.




II.2 Susunan tata surya

   a. Penjelasa Tata Surya
         Tata Surya adalah kumpulan benda langit yang terdiri atas sebuah bintang yang
disebut Matahari dan semua objek yang terikat oleh gaya gravitasinya. Objek-objek tersebut
termasuk delapan buah planet yang sudah diketahui dengan orbit berbentuk elips, limaplanet
kerdil/katai, 173 satelit alami yang telah diidentifikasi, dan jutaan benda langit
(meteor, asteroid, komet) lainnya.

        Tata Surya terbagi menjadi Matahari, empat planet bagian dalam, sabuk asteroid,
empat planet bagian luar, dan di bagian terluar adalah Sabuk Kuiper dan piringan tersebar. Awan
Oort diperkirakan terletak di daerah terjauh yang berjarak sekitar seribu kali di luar bagian yang
terluar.

        Berdasarkan jaraknya dari matahari, kedelapan planet Tata Surya ialah Merkurius (57,9
juta km), Venus (108 juta km), Bumi (150 juta km), Mars (228 juta km), Yupiter (779 juta
km), Saturnus (1.430 juta km), Uranus (2.880 juta km), dan Neptunus (4.500 juta km). Sejak
pertengahan 2008, ada lima objek angkasa yang diklasifikasikan sebagai planet kerdil. Orbit
planet-planet kerdil, kecuali Ceres, berada lebih jauh dari Neptunus. Kelima planet kerdil
tersebut ialah Ceres (415 juta km. di sabuk asteroid; dulunya diklasifikasikan sebagai planet
kelima), Pluto (5.906 juta km.; dulunya diklasifikasikan sebagai planet
kesembilan), Haumea (6.450 juta km), Makemake (6.850 juta km), dan Eris (10.100 juta km).

Enam dari kedelapan planet dan tiga dari kelima planet kerdil itu dikelilingi oleh satelit alami,
yang biasa disebut dengan "bulan" sesuai dengan Bulan atau satelit alami Bumi. Masing-masing
planet bagian luar dikelilingi oleh cincin planet yang terdiri dari debu dan partikel lain.
Menurut IAU (Persatuan Astronomi Internasional) sesuai dengan defenisi yang baru, maka
terdapat delapan planet dalam sistem Tata Surya:

   1. Merkurius




Merkurius adalah planet terkecil dalam tata surya kita dan paling dekat dengan matahari.
Jaraknya dari matahari adalah sekitar 57,9 juta kilometer. Suhu di planet ini sangat panas karena
terdekat dengan matahari, pada siang hari suhunya mencapai sekitar 430°C. Tetapi pada malam
hari suhunya menjadi sangat dingin yakni mencapai sekitar -170°C. Jarak planet ini dengan bumi
sekitar 92 juta kilometer. Merkurius hanya bisa terlihat pada saat subuh atau maghrib saja dan
dapat dilihat dengan mata telanjang.

Semua planet berputar pada porosnya nah perputaran itu disebut Rotasi. Merkurius berotasi
lambat, rotasi merkurius adalah 59,0 hari. Selain berputar pada porosnya semua planet bergerak
mengelilingi matahari ini disebut gerakan orbital/Ber-revolusi. Berbeda dengan rotasinya yang
lambat, masa orbital Merkurius tergolong cepat Revolusi merkurius adalah 88,0 hari. Ukuran
planet merkurius hanya 27% dari ukuran bumi. Permukaan Merkurius benjol-benjol mirip
dengan permukaan bulan. Benjolan-benjolan itu muncul sebagai akibat benturan dengan meteor.
Merkurius punya banyak kawah dan tidak mempunyai satelit alam serta atmosfir. Merkurius
mempunyai inti besi yang menciptakan sebuah medan magnet dengan kekuatan 0.1% dari
kekuatan medan magnet bumi.

Pengamatan tercatat dari Merkurius paling awal dimulai dari jaman orang Sumeria pada
milenium ke tiga sebelum masehi. Bangsa Romawi menamakan planet ini dengan nama salah
satu dari dewa mereka, Merkurius (dikenal juga sebagai Hermes pada mitologi Yunani dan Nabu
pada mitologi Babilonia). Lambang astronomis untuk merkurius adalah abstraksi dari kepala
Merkurius sang dewa dengan topi bersayap diatas caduceus. Orang Yunani pada jaman Hesiod
menamai Merkurius Stilbon dan Hermaon karena sebelum abad ke lima sebelum masehi mereka
mengira bahwa Merkurius itu adalah dua benda antariksa yang berbeda, yang satu hanya tampak
pada saat matahari terbit dan yang satunya lagi hanya tampak pada saat matahari terbenam. Di
budaya Tiongkok, Korea, Jepang dan Vietnam, Merkurius dinamakan "bintang air". Orang-orang
Ibrani menamakannya Kokhav Hamah, "bintang dari yang panas" ("yang panas" maksudnya
matahari).
   2. Venus




Venus adalah planet kedua dari Matahari, mencapai cemerlang terbesar di langit malam,
outshining semua bintang, maka 'pagi / sore bintang' nama puitis nya. Tidak memiliki satelit
alam. Ini memiliki karakteristik sebagai berikut: 4,87 W massa 1024 kg; radius 6051 km / 3760
mi; rata-rata densitas 5,2 g / cm3; gravitasi khatulistiwa 860 cm / s2; periode rotasi 243 hari
(retrograde); periode orbit 224,7 hari; arah miring 00; orbit eksentrisitas 0,007; jarak berarti dari
108,2 km Matahari W 106 / W 106 67,2 mi.


Venus dan Bumi hampir seukuran yang sama. Venus adalah planet terdekat dengan Bumi, tetapi
tidak memiliki lautan atau kehidupan manusia seperti Bumi. Ini pendekatan lebih dekat ke bumi
dari planet lain, dan merupakan kembar dekat ke bumi dalam ukuran dan kepadatan, namun
dengan suasana yang berbeda secara radikal terutama karbon dioksida, 90 kali lebih padat
daripada kita sendiri, dan dengan suhu permukaan dekat 4600C. Planet ini tidak biasa karena
berputar dalam arah yang berlawanan dari semua planet lain. Venus berputar dengan sangat
lambat karena mengorbit Matahari. Tidak ada medan magnet diamati.




3. Bumi
Bumi adalah planet ketiga dari delapan planet dalam Tata Surya. Diperkirakan usianya mencapai
4,6 milyar tahun. Jarak antara Bumi dengan matahari adalah 149.6 juta kilometer atau 1 AU
(Inggris: astronomical unit). Bumi mempunyai lapisan udara (atmosfer) dan medan magnet yang
disebut (magnetosfer) yang melindung permukaan Bumi dari angin matahari, sinar ultraungu,
dan radiasi dari luar angkasa. Lapisan udara ini menyelimuti bumi hingga ketinggian sekitar 700
kilometer. Lapisan udara ini dibagi menjadi Troposfer, Stratosfer, Mesosfer, Termosfer, dan
Eksosfer.

Lapisan ozon, setinggi 50 kilometer, berada di lapisan stratosfer dan mesosfer dan melindungi
bumi dari sinar ultraungu. Perbedaan suhu permukaan bumi adalah antara -70 °C hingga 55 °C
bergantung pada iklim setempat. Sehari dibagi menjadi 24 jam dan setahun di bumi sama dengan
365,2425 hari. Bumi mempunyai massa seberat 59.760 milyar ton, dengan luas permukaan 510
juta kilometer persegi. Berat jenis Bumi (sekitar 5.500 kilogram per meter kubik) digunakan
sebagai unit perbandingan berat jenis planet yang lain, dengan berat jenis Bumi dipatok.

Bumi mempunyai diameter sepanjang 12.756 kilometer. Gravitasi Bumi diukur sebagai 10 N kg-
1 dijadikan unit ukuran gravitasi planet lain, dengan gravitasi Bumi dipatok sebagai 1. Bumi
mempunyai 1 satelit alami yaitu Bulan. 70,8% permukaan bumi diliputi air. Udara Bumi terdiri
dari 78% nitrogen, 21% oksigen, dan 1% uap air, karbondioksida, dan gas lain.

       4. Mars




Planet mars merupakan planet urutan ke empat dari tata surya, ciri khasnya warnanya coklat
kemerahan, yang bikin heboh adalah planet ini diperkirakan memang pernah ada kehidupan, tapi
kebenaran tersebut masih diteliti.Mars memang planet yang unik, sepintas planet merah ini
memiliki beberapa karakteristik yang menyerupai bumi, seperti ukuran, temperatur, serta adanya
kutub Selatan dan Utara. Terakhir kali Mars menjadi populer
adalah pada 27 Agustus 2003 dimana Mars berada dalam posisi oposisi terdekat dari bumi. Saat
itu, Mars nampak lebih besar dari ukuran biasanya, serta lebih terang.

Dahulu kala, muncul teori yang menyatakan bahwa di planet Mars terdapat sebuah bentuk
kehidupan. Berasal dari temuan Schiaparelli (1877) yeng mengamati Mars menggunakan
teropongnya dan menemukan figur menyerupai kanal-kanal di permukaan Mars, teori ini
menjadi opini publik dengan munculnya beberapa cerita fiksi yang menceritakan tentang
penghuni planet Mars yang dinamakan „alien‟. Maka pencarian bukti-bukti keberadaan bentuk
kehidupan di Mars pun menjadi tugas para ilmuwan. Data-data dari penelitian-penelitian tentang
Mars menunjukkan bahwa Mars tidak memiliki lingkungan yang ramah untuk makhluk hidup.
Komposisi udara Mars sebagian besar terdiri atas Karbondioksida, dan perbedaan suhu ketika
siang dan malam adalah sangat ekstrem. Pada siang hari suhu maksimum adalah -13 derajat
Celcius, sementara pada malam harinya mencapai -80 derajat celcius.




       5. Yupiter




Yupiter atau Jupiter adalah planet terdekat kelima dari matahari setelah Merkurius, Venus, Bumi,
dan Mars.
Jarak rata-rata antara Jupiter dan Matahari adalah 778,3 juta km. Jupiter adalah planet terbesar
dan terberat dengan diameter 14.980 km dan memiliki massa 318 kali massa bumi. Periode rotasi
planet ini adalah 9,8 jam, sedangkan periode revolusi adalah 11,86 tahun.

Di permukaan planet ini terdapat bintik merah raksasa. Atmosfer Jupiter mengandung hidrogen
(H), helium (He), metana (CH4), dan amonia (NH3). Suhu di permukaan planet ini berkisar dari
-140oC sampai dengan 21oC. Seperti planet lain, Jupiter tersusun atas unsur besi dan unsur berat
lainnya. Jupiter memiliki 63 satelit, di antaranya Io, Europa, Ganymede, Callisto (Galilean
moons).
       6. Saturnus




Saturnus adalah sebuah planet di tata surya yang dikenal juga sebagai planet bercincin. Jarak
Saturnus sangat jauh dari Matahari, karena itulah Saturnus tampak tidak terlalu jelas dari Bumi.
Saturnus berevolusi dalam waktu 29,46 tahun. Setiap 378 hari, Bumi, Saturnus, dan Matahari
akan berada dalam satu garis lurus. Selain berevolusi, Saturnus juga berotasi dalam waktu yang
sangat singkat, yaitu 10 jam 14 menit.
Saturnus memiliki kerapatan yang rendah karena sebagian besar zat penyusunnya berupa gas dan
cairan. Inti Saturnus diperkirakan terdiri dari batuan padat dengan atmosfer tersusun atas gas
amonia dan metana, hal ini tidak memungkinkan adanya kehidupan di Saturnus.

Cincin Saturnus sangat unik, terdiri beribu-ribu cincin yang mengelilingi planet ini. Bahan
pembentuk cincin ini masih belum diketahui. Para ilmuwan berpendapat, cincin itu tidak
mungkin terbuat dari lempengan padat karena akan hancur oleh gaya sentrifugal. Namun, tidak
mungkin juga terbuat dari zat cair karena gaya sentrifugal akan mengakibatkan timbulnya
gelombang. Jadi, sejauh ini, diperkirakan yang paling mungkin membentuk cincin-cincin itu
adalah bongkahan-bongkahan es meteorit.

Hingga 2006, Saturnus diketahui memiliki 56 buah satelit alami. Tujuh diantaranya cukup masif
untuk dapat runtuh berbentuk bola di bawah gaya gravitasi sendiri. Mereka adalah Mimas,
Enceladus, Tethys, Dione, Rhea, Titan (Satelit terbesar dengan ukuran lebih besar dari planet
Merkurius), dan Iapetus

Titan adalah bulan terbesar milik Saturnus. Ditemukan pada 25 Maret 1655 oleh ahli astronomi
Belanda Christiaan Huygens, dan merupakan satelit pertama di Tata Surya yang ditemukan
setelah Bulan Galileo milik Jupiter. Titan adalah salah satu dari sedikit bulan (bersama dengan
bulan Saturnus Enceladus) di tata surya kita yang ditemukan mempunyai atmosfer yang
signifikan.
Enceladus adalah satelit alami Saturnus terbesar ke-6, ditemukan pada 1789 oleh William
Herschel. Meskipun ukurannya yang kecil, Enceladus memiliki jenis permukaan yang beragam
mulai dari permukaan "crater" yang banyak dan tua sampai terain yang dibentuk-tektonik muda.
Outgassing dekat kutub selatan, permukaan yang berumur muda, dan kehadiran pengeluaran
panas internal menandakan bahwa Enceladus, dan daerah kutub selatan khususnya, masih aktif
secara geologis sekarang ini. Enceladus adalah salah satu dari tiga badan tata surya (bersama
dengan satelit Jupiter Io dan satelit Neptunus Triton di mana letusan aktif dapat diamati. Pada 9
Maret 2006 ilmuwan melaporkan dalam jurnal Science bahwa pesawat Cassini telah menemukan
bukti air cair di Enceladus.

       7. Uranus




Uranus adalah planet ketujuh dari Matahari dan planet yang terbesar ketiga dan terberat keempat
dalam Tata Surya. Ia dinamai dari nama dewa langit Yunani kuno Uranus (Οὐρανός) ayah dari
Kronos (Saturnus) dan kakek dari Zeus (Jupiter). Meskipun Uranus terlihat dengan mata
telanjang seperti lima planet klasik, ia tidak pernah dikenali sebagai planet oleh pengamat dahulu
kala karena redupnya dan orbitnya yang lambat.[14] Sir William Herschel mengumumkan
penemuannya pada tanggal 13 Maret 1781, menambah batas yang diketahui dari Tata Surya
untuk pertama kalinya dalam sejarah modern. Uranus juga merupakan planet pertama yang
ditemukan dengan menggunakan teleskop.

Uranus komposisinya sama dengan Neptunus, dan keduanya mempunyai komposisi yang
berbeda dari raksasa gas yang lebih besar, Jupiter dan Saturn. Karenanya, para astronom kadang-
kadang menempatkannya dalam kategori yang berbeda, “raksasa es”. Atmosfer Uranus, yang
sama dengan Jupiter dan Saturnus karena terutama terdiri dari hidrogen dan helium, mengandung
banyak “es” seperti air, amonia dan metana, bersama dengan jejak hidrokarbon.[10]
Atmosfernya itu adalah atmofer yang terdingin dalam Tata Surya, dengan suhu terendah 49 K
(−224 °C). Atmosfer planet itu punya struktur awan berlapis-lapis dan kompleks, dan dianggap
bahwa awan terendah terdiri atas air, dan lapisan awan teratas diperkirakan terdiri dari
metana.[10] Kontras dengan itu, interior Uranus terutama terdiri atas es dan bebatuan.[9]
Seperti planet raksasa lain, Uranus mempunyai sistem cincin, magnetosfer serta banyak bulan.
Sistem Uranian konfigurasinya unik di antara planet-planet karena sumbu rotasi miring ke
sampingnya, hampir pada bidang revolusinya mengelilingi Matahari. Sehingga, kutub utara dan
selatannya terletak pada tempat yang pada banyak planet lain merupakan ekuator mereka.[15]
Dilihat dari Bumi, cincin Uranus kadang nampak melingkari planet itu seperti sasaran panah dan
bulan-bulannya mengelilinginya seperti jarum-jarum jam, meskipun pada tahun 2007 dan 2008
cincin itu terlihat dari tepi. Tahun 1986, gambar dari Voyager 2 menunjukkan Uranus sebagai
planet yang nampak tidak berfitur pada cahaya tampak tanpa pita awan atau badai yang
diasosiasikan dengan raksasa lain.[15] Akan tetapi, pengamat di Bumi melihat tanda-tanda
perubahan musim dan aktivitas cuaca yang meningkat pada tahun-tahun belakangan bersamaan
dengan Uranus mendekati ekuinoksnya. Kecepatan angin di planet Uranus dapat mencapai 250
meter per detik (900 km/jam, 560 mil per jam

       8. Neptunus




Neptunus merupakan planet terjauh (kedelapan) jika ditinjau dari Matahari. Neptunus ditemukan
65 tahun setelah Uranus ditemukan. Pada awal abad ke-19,para astronom mengalami kesulitan
menemukan orbit Uranus. Terdapat perbedaan antara orbit Uranus yang teramati dengan
hitungan. Pada tahun 1843,John Couch mengatakan bahwa perbedaan itu disebabkan oleh
tarikan gravitasi planet lain. Sementara itu,di prancis,Urbain Le Verrier juga melakukan
perhitungan seperti yang dilakukan John Couch adams dan hasilnya tidak jauh
berbeda,selanjutnya Le Verriermeminta bantuan Johann GottfriedGalle di berlin untuk mencari
planet pada posisi yang telah ditentukan. Pada 23 september 1864,Galle yang dibantu D‟Arrest
berhasil menemukan sebuah planet yaitu Neptunus.
       9. Komet




Komet adalah benda langit yang mengelilingi matahari dengan garis edar berbentuk lonjong atau
parabolis atau hiperbolis. Komet berasal dari bahasa Yunani, yang artinya rambut panjang.
Komet terdiri dari kumpulan debu dan gas yang membeku pada saat berada jauh dari matahari.
Ketika mendekati matahari, sebagian bahan penyusun komet menguap membentuk kepala gas
dan ekor. Komet juga mengelilingi matahari, sehingga termasuk dalam sistem tata surya. Komet
merupakan gas pijar dengan garis edar yang berbeda-beda. Panjang komet dapat mencapai jutaan
km. Beberapa komet menempuh jarak lebih jauh di luar angkasa daripada planet. Komet
membutuhkan ribuan tahun untuk menyelesaikan satu kali mengorbit matahari[ Kita sering
menyebut komet sebagai bintang berekor. Sebetulnya pernyataan bintang disini tidak tepat.
Komet terbentuk dari es dan debu.

Bagian-Bagian Komet
Bagian-bagian komet terdiri dari inti, koma, awan hidrogen, dan ekor. Bagian-bagian komet
sebagai berikut.

      Inti, merupakan bahan yang sangat padat, diameternya mencapai beberapa kilometer, dan
       terbentuk dari penguapan bahan-bahan es penyusun komet, yang kemudian berubah
       menjadi gas.
      Koma, merupakan daerah kabut atau daerah yang mirip tabir di sekeliling inti.
      Lapisan hidrogen, yaitu lapisan yang menyelubungi koma, tidak tampak oleh mata
       manusia. Diameter awan hidrogen sekitar 20 juta kilometer.
      Ekor, yaitu gas bercahaya yang terjadi ketika komet lewat di dekat matahari.

Inti komet adalah sebongkah batu dan salju. Ekor komet arahnya selalu menjauh dari matahari.
Bagian ekor suatu komet terdiri dari dua macam, yaitu ekor debu dan ekor gas. Bentuk ekor debu
tampak berbentuk lengkungan, sedangkan ekor gas berbentuk lurus. Koma atau ekor komet
tercipta saat mendekati matahari yaitu ketika sebagian inti meleleh menjadi gas. Angin matahari
kemudian meniup gas tersebut sehingga menyerupai asap yang mengepul ke arah belakang
kepala komet. Ekor inilah yang terlihat bersinar dari bumi. Sebuah komet kadang mempunyai
satu ekor dan ada yang dua atau lebih.

Jenis-Jenis Komet
Berdasarkan bentuk dan panjang lintasannya, komet dapat diklasifikasikan menjadi dua, yaitu
sebagai berikut.

      Komet berekor panjang, yaitu komet dengan garis lintasannya sangat jauh melalui
       daerah-daerah yang sangat dingin di angkasa sehingga berkesempatan menyerap gas-gas
       daerah yang dilaluinya. Ketika mendekati matahari, komet tersebut melepaskan gas
       sehingga membentuk koma dan ekor yang sangat panjang. Contohnya, komet Kohoutek
       yang melintas dekat matahari setiap 75.000 tahun sekali dan komet Halley setiap 76
       tahun sekali.
      Komet berekor pendek, yaitu komet dengan garis lintasannya sangat pendek sehingga
       kurang memiliki kesempatan untuk menyerap gas di daerah yang dilaluinya. Ketika
       mendekati matahari, komet tersebut melepaskan gas yang sangat sedikit sehingga hanya
       membentuk koma dan ekor yang sangat pendek bahkan hampir tidak berekor. Contohnya
       komet Encke yang melintas mendekati matahari setiap 3,3 tahun sekali.

       10. Asteroid




        Lupakan bayangan asteroid besar mengancam bumi seperti di film “Armageddon”.
Penghuni bumi justru harus mewaspadai asteroid yang lebih kecil. Asteroid-asteroid yang
memiliki ukuran lebih kecil dapat meledak di atmosfer bumi.
Menurut ilmuwan, batu luar angkasa yang meledak (airburst) pada 1908 di Tunguska dan Siberia
jauh lebih mengancam. Objek seperti itu dapat menghantam bumi setiap 12 tahun. Bahaya
ledakan asteroid itu menjadi pembicaraan di konferensi Luar Angkasa 2010 di California,
    Amerika Serikat. Fisikawan Mark Boslough dari Sandia National Laboratories Albuquerque
    mengatakan, “Kami belum mengetahui fisik airburst, dan . penelitian tentang hal itu belum
    pernah dilakukan.”


   Menurut model airburst yang ada, Boslough menyebutkan ledakan ini mengeluarkan
    panas tinggi dan menciptakan ledakan angin yang sangat besar hingga menyentuh tanah.
    “Kita memang harus memikirkan hal kecil,” katanya. Selain itu, asteroid yang cukup
    besar dan berhasil masuk ke dalam atmosfer bumi sebelum meledak akan menciptakan
    gas mendesis yang dapat membakar apa pun. Vegetasi akan menguap dan batu meleleh,
    pendeknya ledakan itu sangat mengerikan. Situasi serupa pernah terjadi 30 juta tahun lalu
    di gurun Libya, kata Boslough. Secara statistik, kemungkinan bumi dihantam objek besar
    menjadi kecil dengan banyaknya asteroid-asteroid kecil ditemukan. “Ada banyak objek
    kecil sehingga kita sebaiknya membuat lebih banyak teleskop,” katanya. Jika objek kecil
    ini ditemukan “Kita tak punya pilihan selain menerima hantamannya,” katanya. Direktur
    Center for Orbital and Reentry Debris Studies Bill Ailor mengatakan, “Kita selalu
    membicarakan asteroid besar saja dan kita berhasil melewati ancaman itu.


           11. Meteorid




    Pada tanggal 29 April kemarin, kawasan Duren Sawit, Jakarta menjadi heboh. pasalnya 3 rumah
    di kawasan tersebut dihantam oleh meteor dari langit. Namun ternyata setelah diselidiki lebih
    lanjut, meteor yang jatuh di Duren Sawit Jakarta tidak ada kaitannya dengan hujan meteor
    Lyrids yang terjadi pada pertengahan April 2010, kata pakar Astronomi LAPAN Prof. Dr.
    Thomas Djamaluddin.
    "Hujan meteor disebabkan oleh debu-debu suatu komet yang berpapasan dengan bumi dan
    ukurannya hanya seperti butiran pasir yang dalam beberapa detik habis terbakar, selain itu arah
dan waktunya sudah tertentu sesuai periode kometnya," katanya, ketika dikonfirmasi dari
Jakarta, Kamis (6/5/2010).
Sedangkan meteorit yang jatuh di Duren Sawit, lanjut dia, merupakan meteor sporadis, yaitu
meteor yang waktu dan arah jatuhnya tak tentu serta ukurannya besar, oleh karena itu tak habis
terbakar hingga mencapai permukaan bumi.

Telah disimpulkan bahwa yang jatuh menimpa rumah warga di Duren Sawit adalah meteor
sesuai hasil analisis struktur kerusakan dan indikasi dari sisa-sisa benda terpapar panas tinggi.

Meteor diperkirakan jatuh dari arah barat daya menghantam tembok barat di bawah atap di
lantai dua lalu mengarah ke arah timur laut ke tembok belakang sebelah timur di dalam rumah,
ujarnya.

Energi meteor ditransfer menjadi tekanan yang sangat kuat yang melontarkan material rumah
dan menimbulkan ledakan dan getaran hebat sehingga genteng-genteng dilontarkan ke segala
arah.

Material di dalam rumah berantakan, pintu terlempar, beberapa bagian tembok dan kolom beton
runtuh menimpa rumah di sekitarnya dan tembok belakang dengan kolom beton yang kuat juga
runtuh.




II.3 Sejarah
Sejalan dengan berkembangnya ilmu pengetahuan, pengertian istilah “planet” berubah dari
“sesuatu” yang bergerak melintasi langit (relatif terhadap latar belakang bintang-bintang yang
“tetap”), menjadi benda yang bergerak mengelilingi Bumi. Ketika model heliosentrik mulai
mendominasi pada abad ke-16, planet mulai diterima sebagai “sesuatu” yang mengorbit
Matahari, dan Bumi hanyalah sebuah planet. Hingga pertengahan abad ke-19, semua obyek apa
pun yang ditemukan mengitari Matahari didaftarkan sebagai planet, dan jumlah “planet” menjadi
bertambah dengan cepat di penghujung abad itu.

Selama 1800-an, astronom mulai menyadari bahwa banyak penemuan terbaru tidak mirip dengan
planet-planet tradisional. Obyek-obyek seperti Ceres, Pallas dan Vesta, yang telah
diklasifikasikan sebagai planet hingga hampir setengah abad, kemudian diklasifikan dengan
nama baru "asteroid". Pada titik ini, ketiadaan definisi formal membuat "planet" dipahami
sebagai benda 'besar' yang mengorbit Matahari. Tidak ada keperluan untuk menetapkan batas-
batas definisi karena ukuran antara asteroid dan planet begitu jauh berbeda, dan banjir penemuan
baru tampaknya telah berakhir.

Pada 1990-an dan awal 2000-an, terjadi banjir penemuan obyek-obyek sejenis Pluto di daerah
yang relatif sama. Seperti Ceres dan asteroid-asteroid pada masa sebelumnya, Pluto ditemukan
hanya sebagai benda kecil dalam sebuah populasi yang berjumlah ribuan. Semakin banyak
astronom yang meminta agar Pluto didefinisi ulang dari sebuah planet seiring bertambahnya
penemuan obyek-obyek sejenis. Penemuan Eris, sebuah obyek yang lebih masif daripada Pluto,
dipublikasikan secara luas sebagai planet kesepuluh, membuat hal ini semakin mengemuka.
Akhirnya pada 24 Agustus 2006, berdasarkan pemungutan suara, IAU membuat definisi planet
yang baru. Jumlah planet dalam Tata Surya berkurang menjadi 8 benda besar yang berhasil
“membersihkan lingkungannya” (Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus dan
Neptunus), dan sebuah kelas baru diciptakan, yaitu planet katai, yang pada awalnya terdiri dari
tiga obyek, Ceres, Pluto dan Eris.
                                       BAB III
                                      Penutup
1. Kesimpulan

     Setelah menguraikan ke-9 buah planet, kita dapat mengambil kesimpulan bahwa kesemua
pelanet yang ada di galaksi Bimasakti mempunyai kontur yang berbeda-beda dan bentuk, ciri,
ukuran yang berbeda-beda pula.

2. Saran

     Dalam tulisan ini informasi mengenai beberapa planet masih belum lengkap, sehingga
diharapkan informasi lebih lanjut dari pembaca dapat melengkapinya
Nama: Putri Ayuningtyas
Kelas : I.X (Sembilan)




                 SMP WALISONGO BEKASI

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags: tata, surya
Stats:
views:3941
posted:3/24/2011
language:Indonesian
pages:20