BAB II tata surya pusing

Document Sample
BAB II tata surya pusing Powered By Docstoc
					                                       BAB II
                                  PEMBAHASAN


2.1 Asal Usul Tata Surya




Tata Surya adalah kumpulan benda langit yang terdiri atas sebuah bintang yang
disebut matahari dan semua obyek yang yang mengelilinginya.
Obyek-obyek tersebut termasuk delapan buah planet yang sudah diketahui dengan
orbit berbentuk elips, lima planet-planet kerdil/katai, 173 satelit-satelit alami yang
telah diidentifikasi[b], dan jutaan benda langit (meteor, asteroid, komet) lainnya.
Tata Surya terbagi menjadi Matahari, empat planet bagian dalam, sabuk asteroi d,
empat planet bagian luar, dan di bagian terluar adalah Sabuk Kuiper dan piringan
tersebar. Awan Oort diperkirakan terletak di daerah terjauh yang berjarak sekitar
seribu kali di luar bagian yanng terluar.
Berdasarkan jaraknya, kedelapan planet itu ialah :
1.                    Merkurius                      (57.900.000                   km)
2.                     Venus                      (108.000.000                     km)
3.                      Bumi                      (150.000.000                     km)
4.                      Mars                      (228.000.000                     km)
5.                     Jupiter                     (779.000.000                    km)
6.                   Saturnus                     (1.430.000.000                   km)
7.                    Uranus                     (2.880.000.000                    km)
8. Neptunus (4.500.000.000 km)
Sejak pertengahan 2008, ada lima obyek angkasa yang diklasifikasikan sebagai planet
kerdil, yang orbitnya - kecuali Ceres - berada lebih jauh dari Neptunus. Kelima planet
katai itu adalah:
1. Ceres (415.000.000 km. di sabuk asteroid; dulunya diklasifikasikan sebagai planet
kelima)
2. Pluto (5.906.000.000 km.; dulunya diklasifikasikan sebagai planet kesembilan)
3.                   Haumea                   (6.450.000.000                      km)
4.                   Makemake                  (6.850.000.000                     km)
5. Eris (10.100.000.000 km)
Enam dari kedelapan planet dan tiga dari kelima planet kerdil itu dikelilingi oleh
satelit alami, yang biasa disebut dengan "bulan" sesuai dengan Bulan atau satelit
alami Bumi. Masing-masing dari planet bagian luar dikelilingi oleh cincin planet yang
terdiri dari debu dan partikel lain.

2.2 Struktur Tata Surya

Matahari




Matahari adalah suatu bola gas yang pijar dan ternyata tidak berbentuk bulat betul. Matahari
mempunyai katulistiwa dan kutub karena gerak rotasinya. Garis tengah ekuatorialnya 864.000
mil, sedangkan garis tengah antar kutubnya 43 mil lebih pendek. Matahari merupakan anggota
Tata Surya yang paling besar, karena 98% massa Tata Surya terkumpul pada matahari.


Di samping sebagai pusat peredaran, matahari juga merupakan pusat sumber tenaga di
lingkungan tata surya. Matahari terdiri dari inti dan tiga lapisan kulit, masing-masing fotosfer,
kromosfer dan korona. Untuk terus bersinar, matahari, yang terdiri dari gas panas menukar zat
hidrogen dengan zat helium melalui reaksi fusi nuklir pada kadar 600 juta ton, dengan itu
kehilangan empat juta ton massa setiap saat.

Matahari dipercayai terbentuk pada 4,6 miliar tahun lalu. Kepadatan massa matahari adalah
1,41 berbanding massa air. Jumlah tenaga matahari yang sampai ke permukaan Bumi yang
dikenali sebagai konstan surya menyamai 1.370 watt per meter persegi setiap saat. Matahari
sebagai pusat Tata Surya merupakan bintang generasi kedua. Material dari matahari terbentuk
dari ledakan bintang generasi pertama seperti yang diyakini oleh ilmuwan, bahwasanya alam
semesta ini terbentuk oleh ledakan big bang sekitar 14.000 juta tahun lalu.

MERKURIUS




Merkurius adalah planet terkecil dalam tata surya dan juga terdekat dengan matahari dengan
kala revolusi 88 hari. Kecerahan planet ini berkisar antara -2 sampai 5,5 dalam magnitude
tampak namaun tidak mudah terlihat karena sudut pandangnya dengan matahari kecil (dengan
rentangan paling jauh sebesar 28,3).

Merkurius hanya dapat dilihat pada saat subuh atau maghrib. Tidak begitu banyak yang
diketahui tentang merkurius karena hanya satu pesawat antariksa yang pernah mendekatinya
yaitu mariner 10 pada tahun 1974 sampai 1975. Mariner 10 hanya bisa memetakan sekitar 40
sampai 45 persen dari permukaan planet.

Merkurius mirip dengan bulan ,mempunyai banyak kawah dan juga tidak mempunyai satelit
alami serta atmosfir.Merkurius mempunyai inti besi yang menciptakan sebuah medan magnet
dengan kekuatan 0,1% dari kekuatan medan magnet bumi. Suhu permukaan dari merkurius
berkisar antara 9 sampai 700 kelvin (-180 sampai 430 derajat selsius).

Pengamatan merkurius dimulai dari zaman orang Sumeria pada milenium ke-3 sebelum masehi.
Bangsa Romawi menamakan planet ini dengan nama salah satu dari dewa mereka , Merkurius
dikenal juga sebagai hermes pada mitologi yunani dan nabu pada mitologi Babilonia. Lambang
astronomis untuk merkurius adalah abstraksi dari kepala merkurius sang dewa dengan topi
bersayap diatas caduceus. Orang yunani pada zaman Hesiod menamai merkurius Stilbon dan
Hermaon karena sebelum abad ke-5 sebelum masehi mereka mengira bahwa Merkurius itu
adalah dua benda antariksa yang berbeda, yang satu hanya tampak pada saat matahari terbit
dan yang satunya lagi hanya tampak pada saat matahari terbenam. Di budaya Tiongkok, Korea,
Jepang dan Vietnam, Merkurius dinamakan “bintang air”. Orang-orang Ibrani menamakannya
Kokhav Hamah, “bintang dari yang panas” (”yang panas” maksudnya matahari).

Venus




Venus dikenal sebagai bintang fajar dan senja karena tampak terang saat sebelum matahari
terbit dan sesudah matahari terbenam. Para astronom kerap menyatakan Venus sebagai
saudara kembar bumi. Hal ini ditinjau dari massa, kerapatan, ukuran dan volume keduanya
berdekatan. Kedua planet terbentuk di masa bersamaan dari kabut matahari. Tetapi venus
berbeda dengan bumi. Atmosfer yang sangat tebal oleh gas CO2, tidak ada lautan, bahkan
sedikitpun uap air H2O. Dipermukaan planet, tekanan atmosfer mencapai 92 kali tekanan di
bumi. Awannya berwarna merah bersal dari uap asam sulfur H2S.

Venus mempunyai periode rotasi 243 hari, dengan arah yang berlawanan dengan lintasan
planet-planet lain. Planet-planet lain berotasi dari barat ke timur, maka venus dari timur ke
barat. Dengan periode revolusi 225 hari.
Berdasarkan pengamatan Venera milik Uni Soviet menunjukan bahwa di atmosfer venus terdiri
atas 96,5 % karbon dioksida, 3,5% nitrogen dan gas lain seperyi sulfur dioksida, argon, oksigen,
dan karbon dioksida. Suhu di permukaannya sekitar 482° C. Suhu setinggi itu disebabkan efek
rumah kaca berketerusan oleh CO2 tanpa henti. Atmosfer Venus terdiri atas 3 lapisan yaitu
troposfer, stratosfer, dan mesosfer. Sinar matahari masuk menembus atmosfer setebal 50 km
dan memanasi muka planet, namun pancaran inframerah yang dikembalikan permukaan
tertahan tidak dapat keluar dari atmosfer CO2. Hal itu yang menyebabkan Venus sangat panas.


Bumi




Bumi adalah planet ketiga dari delapan planet dalam Tata Surya. Diperkirakan usianya
mencapai 4,6 milyar tahun. Jarak antara Bumi dengan matahari adalah 149.6 juta kilometer
atau 1 AU (Inggris: astronomical unit). Bumi mempunyai lapisan udara (atmosfer) dan medan
magnet yang disebut (magnetosfer) yang melindung permukaan Bumi dari angin matahari,
sinar ultraungu, dan radiasi dari luar angkasa. Lapisan udara ini menyelimuti bumi hingga
ketinggian sekitar 700 kilometer. Lapisan udara ini dibagi menjadi Troposfer, Stratosfer,
Mesosfer, Termosfer, dan Eksosfer.
Lapisan ozon, setinggi 50 kilometer, berada di lapisan stratosfer dan mesosfer dan melindungi
bumi dari sinar ultraungu. Perbedaan suhu permukaan bumi adalah antara -70 °C hingga 55 °C
bergantung pada iklim setempat. Sehari dibagi menjadi 24 jam dan setahun di bumi sama
dengan 365,2425 hari. Bumi mempunyai massa seberat 59.760 milyar ton, dengan luas
permukaan 510 juta kilometer persegi. Berat jenis Bumi (sekitar 5.500 kilogram per meter
kubik) digunakan sebagai unit perbandingan berat jenis planet yang lain, dengan berat jenis
Bumi dipatok sebagai 1.
Bumi mempunyai diameter sepanjang 12.756 kilometer. Gravitasi Bumi diukur sebagai 10 N kg-
1 dijadikan unit ukuran gravitasi planet lain, dengan gravitasi Bumi dipatok sebagai 1. Bumi
mempunyai 1 satelit alami yaitu Bulan. 70,8% permukaan bumi diliputi air. Udara Bumi terdiri
dari 78% nitrogen, 21% oksigen, dan 1% uap air, karbondioksida, dan gas lain.
Bumi diperkirakan tersusun atas inti dalam bumi yang terdiri dari besi nikel beku setebal 1.370
kilometer dengan suhu 4.500 °C, diselimuti pula oleh inti luar yang bersifat cair setebal 2.100
kilometer, lalu diselimuti pula oleh mantel silika setebal 2.800 kilometer membentuk 83% isi
bumi, dan akhirnya sekali diselimuti oleh kerak bumi setebal kurang lebih 85 kilometer.
Mars




Mars adalah planet terdekat keempat dari Matahari. Namanya diambil dari nama Dewa Yunani
kuno untuk perang. Namun planet ini juga dikenal sebagai planet merah karena
penampakannya yang kemerah-merahan.

Lingkungan Mars lebih bersahabat bagi kehidupan dibandingkan keadaan Planet Venus. Namun
begitu, keadaannya tidak cukup ideal untuk manusia. Suhu udara yang cukup rendah dan
tekanan udara yang rendah, ditambah dengan komposisi udara yang sebagian besar
karbondioksida, menyebabkan manusia harus menggunakan alat bantu pernapasan jika ingin
tinggal di sana. Misi-misi ke planet merah ini, sampai penghujung abad ke-20, belum
menemukan jejak kehidupan di sana, meskipun yang amat sederhana.

Planet ini memiliki 2 buah satelit, yaitu Phobos dan Deimos. Planet ini mengorbit selama 687
hari dalam mengelilingi matahari. Planet ini juga berotasi. Kala rotasinya 24,62 jam. Dalam
mitologi Yunani, Mars identik dengan dewa perang, yaitu Aries, putra dari Zeus dan Hera.

Di planet Mars, terdapat sebuah fitur unik di daerah Cydonia Mensae. Fitur ini merupakan
sebuah perbukitan yang bila dilihat dari atas nampak sebagai sebuah wajah manusia. Banyak
orang yang menganggapnya sebagai sebuah bukti dari peradaban yang telah lama musnah di
Mars, walaupun di masa kini, telah terbukti bahwa fitur tersebut hanyalah sebuah kenampakan
alam biasa.
Yupiter




Yupiter atau Jupiter adalah planet terdekat kelima dari matahari setelah Merkurius, Venus,
Bumi, dan Mars.
Jarak rata-rata antara Jupiter dan Matahari adalah 778,3 juta km. Jupiter adalah planet terbesar
dan terberat dengan diameter 14.980 km dan memiliki massa 318 kali massa bumi. Periode
rotasi planet ini adalah 9,8 jam, sedangkan periode revolusi adalah 11,86 tahun.
Di permukaan planet ini terdapat bintik merah raksasa. Atmosfer Jupiter mengandung hidrogen
(H), helium (He), metana (CH4), dan amonia (NH3). Suhu di permukaan planet ini berkisar dari -
140oC sampai dengan 21oC. Seperti planet lain, Jupiter tersusun atas unsur besi dan unsur
berat lainnya. Jupiter memiliki 63 satelit, di antaranya Io, Europa, Ganymede, Callisto (Galilean
moons).


Yupiter (5,2 SA), dengan 318 kali massa bumi, adalah 2,5 kali massa dari gabungan seluruh
planet lainnya. Kandungan utamanya adalahhidrogen dan helium. Sumber panas di dalam
Yupiter menyebabkan timbulnya beberapa ciri semi-permanen pada atmosfernya, sebagai
contoh pita pita awan dan Bintik Merah Raksasa. Sejauh yang diketahui Yupiter memiliki 63
satelit. Empat yang terbesar, Ganymede,Callisto, Io, dan Europa menampakan kemiripan
dengan planet kebumian, seperti gunung berapi dan inti yang panas.[44] Ganymede, yang
merupakan satelit terbesar di Tata Surya, berukuran lebih besar dari Merkurius.
Saturnus




Saturnus (9,5 SA) yang dikenal dengan sistem cincinnya, memiliki beberapa kesamaan dengan
Yupiter, sebagai contoh komposisi atmosfernya. Meskipun Saturnus hanya sebesar 60% volume
Yupiter, planet ini hanya seberat kurang dari sepertiga Yupiter atau 95 kali massa bumi,
membuat planet ini sebuah planet yang paling tidak padat di Tata Surya. Saturnus memiliki 60
satelit yang diketahui sejauh ini (dan 3 yang belum dipastikan) dua di antaranya Titan dan
Enceladus, menunjukan activitas geologis, meski hampir terdiri hanya dari es saja. Titan
berukuran lebih besar dari Merkurius dan merupakan satu-satunya satelit di Tata Surya yang
memiliki atmosfer yang cukup berarti.

Saturnus adalah planet bercincin yg di kenal di tatasurya. Jarak Saturnus sangat jauh dari
Matahari, mangkanya Saturnus tampak tidak terlalu jelas dari Bumi. evolusiny 29,46 tahun.
Setiap 378 hari, Bumi, Saturnus, dan Matahari akan berada dalam satu garis lurus. Selain
berevolusi,rotasi saturnus mempunyai waktu yang sangat singkat, yaitu 10 jam 14 menit.

Saturnus memiliki kerapatan yang rendah karena sebagian besar zat penyusunnya berupa gas
dan cairan. Inti Saturnus diperkirakan terdiri dari batuan padat dengan atmosfer tersusun atas
gas amonia dan metana, hal ini tidak memungkinkan adanya kehidupan di Saturnus.

Cincin Saturnus sangat unik,terdiri beribu-ribu cincin yang mengelilingi planet ini. Bahan
pembentuk cincin ini masih belum diketahui. Para ilmuwan berpendapat, cincin itu tidak
mungkin terbuat dari lempengan padat karena akan hancur oleh gaya sentrifugal. Namun, tidak
mungkin juga terbuat dari zat cair karena gaya sentrifugal akan mengakibatkan timbulnya
gelombang. Jadi, sejauh ini, diperkirakan yang paling mungkin membentuk cincin-cincin itu
adalah bongkahan-bongkahan es meteorit.
Uranus




Uranus atau Ouranos dalam bahasa Yunani diartikan sebagai dewa langit dan dipersonifikasikan
sebagai anak dan suami dari Gaia, dewi Bumi. Kemiringan sumbu rotasi Uranus mencapai 97,7
derajat membuatnya bergerak berbeda dari planet-planet pada umumnya. Akibatnya, selama 84
tahun periode orbitnya satu sisi Uranus akan berada pada sisi terang selama 42 tahun dan
kegelapan di sisi lainnya selama 42 tahun.

Atmosfer Uranus, yang sama dengan Jupiter dan Saturnus karena terutama terdiri dari hidrogen
dan helium, mengandung banyak ”es” seperti air, amonia dan metana, bersama dengan jejak
hidrokarbon. Atmosfernya itu adalah atmosfer yang terdingin dalam Tata Surya, dengan suhu
terendah 49°K (-224°C). Atmosfer planet Uranus mempunyai struktur awan berlapis-lapis dan
kompleks, dan dianggap bahwa awan terendah terdiri atas air, dan lapisan awan teratas
diperkirakan terdiri dari metana. Kontras dengan itu, interior Uranus terutama terdiri atas es dan
bebatuan.
Neptunus




Neptunus merupakan planet terjauh (kedelapan) jika ditinjau dari Matahari.
Neptunus memiliki jarak rata-rata dengan Matahari sebesar 4.450 juta km. Neptunus memiliki
diameter mencapai 49.530 km dan memiliki massa 17,2 massa Bumi. Periode rotasi planet ini
adalah 16,1 jam., sedangkan periode revolusi adalah 164,8 tahun. Bentuk planet ini mirip
dengan Bulan dengan permukaan terdapat lapisan tipis silikat. Komposisi penyusun planet ini
adalah besi dan unsur berat lainnya. Planet Neptunus memiliki 8 buah satelit, di antaranya
Triton, Proteus, Nereid, dan Larissa.

     Triton adalah bulan terbesar dari Planet Neptunus, ditemukan pada 10 Oktober 1846 oleh
William Lasell. Triton adalah satu-satunya bulan berukuran besar di Tata Surya yang bergerak
dalam orbit retrograde, yaitu berlawanan arah dengan rotasi planet induknya. Dengan diameter
2700 km, Triton adalah bulan terbesar ketujuh dalam Tata Surya. Triton mengandung 99,5%
seluruh massa yang diketahui mengorbit Neptunus, termasuk cincin dan 12 bulan lainnya.

     Karena orbitnya yang retrogade (unik untuk obyek sebesar dirinya) dan komposisi yang
sama dengan Pluto, Triton diperkirakan adalah obyek Sabuk Kuiper yang ditangkap oleh
Neptunus. Kerak Triton terdiri dari nitrogen beku di atas lapisan mantel es yang membungkus
intinya yang terdiri dari batuan dan logam. Inti Triton mengandung dua per tiga dari seluruh
massa total. Triton memiliki kerapatan rata-rata 2,061 g/cm3 dan mengandung kira-kira 15–35%
air dalam wujud es.
Triton adalah salah satu dari sedikit bulan di Tata Surya yang diketahui aktif secara geologi.
Keraknya ditandai dengan titik-titik geyser yang dipercaya meletus mengeluarkan
nitrogen. Konsekuensinya, permukaannya relatif muda, dengan sejarah geologi yang kompleks
menampakkan bentang tektonik yang berliku-liku dan misterius. Triton memiliki atmosfer
nitrogen yang tipis kurang dari 1/70 000 tekanan atmosfer Bumi pada permukaan laut.
Bulan




Bulan adalah satu-satunya satelit alami Bumi, dan merupakan satelit alami terbesar ke-5 di Tata
Surya. Bulan tidak mempunyai sumber cahaya sendiri dan cahaya Bulan sebenarnya berasal dari
pantulan cahaya Matahari.

Jarak rata-rata Bumi-Bulan dari pusat ke pusat adalah 384.403 km, sekitar 30 kali diameter
Bumi. Diameter Bulan adalah 3.474 km,[1] sedikit lebih kecil dari seperempat diameter Bumi. Ini
berarti volume Bulan hanya sekitar 2 persen volume Bumi dan tarikan gravitasi di
permukaannya sekitar 17 persen daripada tarikan gravitasi Bumi. Bulan beredar mengelilingi
Bumi sekali setiap 27,3 hari (periode orbit), dan variasi periodik dalam sistem Bumi-Bulan-
Mataharibertanggungjawab atas terjadinya fase-fase Bulan yang berulang setiap 29,5 hari
(periode sinodik).

Massa jenis Bulan (3,4 g/cm³) adalah lebih ringan dibanding massa jenis Bumi (5,5 g/cm³),
sedangkan massa Bulan hanya 0,012 massa Bumi.

Bulan yang ditarik oleh gaya gravitasi Bumi tidak jatuh ke Bumi disebabkan oleh
gaya sentrifugal yang timbul dari orbit Bulan mengelilingi bumi. Besarnya gaya sentrifugal Bulan
adalah sedikit lebih besar dari gaya tarik menarik antara gravitasi Bumi dan Bulan. Hal ini
menyebabkan Bulan semakin menjauh dari bumi dengan kecepatan sekitar 3,8cm/tahun.

Bulan berada dalam orbit sinkron dengan Bumi, hal ini menyebabkan hanya satu sisi permukaan
Bulan saja yang dapat diamati dari Bumi. Orbit sinkron menyebabkan kala rotasi sama dengan
kala revolusinya.

Di bulan tidak terdapat udara ataupun air. Banyak kawah yang terhasil di permukaan bulan
disebabkan oleh hantaman komet atau asteroid. Ketiadaan udara dan air di bulan
menyebabkan tidak adanya pengikisan yang menyebabkan banyak kawah di bulan yang berusia
jutaan tahun dan masih utuh. Di antara kawah terbesar adalah Clavius dengan diameter
230 kilometer dan sedalam 3,6 kilometer. Ketidakadaan udara juga menyebabkan tidak
ada bunyi dapat terdengar di Bulan.

Bulan adalah satu-satunya benda langit yang pernah didatangi dan didarati manusia. Obyek
buatan pertama yang melintas dekat Bulan adalah wahana antariksa milik Uni Sovyet, Luna 1,
obyek buatan pertama yang membentur permukaan Bulan adalah Luna 2, dan foto pertama sisi
jauh bulan yang tak pernah terlihat dari Bumi, diambil oleh Luna 3, kesemua misi dilakukan
pada 1959. Wahana antariksa pertama yang berhasil melakukan pendaratan adalah Luna 9, dan
yang berhasil mengorbit Bulan adalah Luna 10, keduanya dilakukan pada tahun
1966.[1] Program Apollo milikAmerika Serikat adalah satu-satunya misi berawak hingga kini,
yang melakukan enam pendaratan berawak antara 1969 dan 1972.


2.3 Teori Proto-Planet
Pencarian teori pembentukan Tata Surya sampai dengan tahun 1960 menunjukkan betapa tidak
mudahnya menemukan satu teori yang paling memungkinkan. Apalagi masing-masing teori
yang dibangun masih menyisakan masalah mendasar yang belum terpecahkan. Sejak tahun
1960, pendekatan baru maupun pengembangan dari pendekatan yang sudah ada menjadi
perhatian dalam pencarian teori pembentukan Tata Surya. Teori-teori yang lahir sejak tahun
1960 adalah Teori Proto-planet (1960, 1988), Teori Akresi (1961), Teori Capture (Penangkapan)
(1964), Teori Nebula Matahari (1973) dan Teori Laplace Modern (1974).

Teori Proto-planet
Proto planet merupakan embrio planet didalam piringan yang tarik menarik satu sama lainnya
secara gravitasi dan bertubrukan. Proto planet akan saling mengganggu orbit satu sama lainnya
dan bertabrakan membentuk planet (terjadi coalesce yang membentuk planet). Teori proto
planet dikemukakan McCrea pada tahun 1960 dengan ide awal, pembentukan bintang dan
planet harus dipertimbangkan secara bersamaan. Tak mungkin pembentukan planet
dipertimbangkan tanpa memikirkan bagaimana bintang terbentuk. Untuk mendukung idenya,
McCrea kemudian membangun teori untuk mendukung keberadaan idenya tersebut. Teori
tersebut menunjukkan pembentukkan sebuah sistem, bintang dan planet. Teori ini juga
menunjukkan bagaimana bintang bisa memiliki sebagian besar massa dan planet-planet
memiliki sebagian besar momentum sudut sistem.
Titik awal yang digunakan McCrea adalah awan antar bintang yang terdiri dari gas dan debu
yang akan membentuk galactic cluster. Sekitar 1% massa awan berbentuk buiran sedangkan
sisanya merupakan campuran kosmik daro hidrogen dan helium. Asumsinya awan berada
dalam kondisi turbulensi supersonik. Tabrakan antar elemen terjadi didalamnya,
mengakibatkan hampir seluruh massa awan memiliki daerah yang dipadatkan dan berisi gas.
Dalam model awal pada tahun 1960, daerah yang dipadatkan tersebut disebut floccules dengan
massa 3 kali massa Bumi. Tahun 1988, McCrea memperbaharui modelnya dan meningkatkan
massa floccules menjadi lebih dari 100 kali massa Bumi dan kemudian didesain ulang sebagai
proto-planet. Istilah blob akan dipakai untuk kumpulan massa tersebut sehingga dapat
dibedakan dari proto planet, embrio (berasal dari coalesce blob) yang akan mengalami
keruntuhan dan membentuk planet.
Di dalam awan, terjadi tubrukan inelastik antar blob yang mengakibatkan terjadinya coalesce
dan blob tersebut akan bertumbuh menjadi kumpulan yang lebih besar. Di setiap daerah dalam
awan, akan ada satu objek (kumpulan hasil coalesce / gabungan blob yang lebih besar
dibanding materi dsekitarnya) di setiap daerah yang menjadi dominan dan menyerap hampir
semua blobs yang ada disekitarnya, dan pada akhirnya membentuk proto bintang. Proto
bintang ini akan memulai perjalanan evolusinya di Deret Utama. Blobs yang kemudian menjadi
proto bintang berasal dari berbagai arah, akibatnya momentum sudut yang dihasilkan juga akan
berasal dari hasil acak kontribusi salah satu blobs. Momentum sudut yang hilang akan dimiliki
oleh beberapa blob atau kumpulan blob yang sudah terakresi menjadi satu, di orbit sekeliling
proto bintang. McCrea menunjukkan dalam hal ini jumlah blob atau kumpulan yang dibutuhkan
kecil dan mendekati jumlah planet yang teramati saat itu.
Planet raksasa seperti Jupiter diperkirakan terbentuk dari hasil coalesce sejumlah blob. McCrea
juga mengasumsikan semua proto planet pada awalnya lebih masif dibanding planet yang
tersisa saat ini dan tampaknya sebagian diantaranya mengalami kehilangan massa. Dalam
proses keruntuhan, proto planet akan menjadi tidak stabil dan pecah menjadi 2 bagian dnegan
perbandingan massa 8 : 1. Spin momentum sudut proto planet akan tampak sebagai gerak
relatif antara kedua fragmen yang mengitari pusat massa. Dalam gerakannya, fragmen yang
kurang masif akan memiliki gerak relatif 8 kali gerak fragmen yang lebih masif.
Kecepatan lepas di bagian terluar Tata Surya sangat kecil dan menurut McCrea kehilangan
massa yang terjadi hanya sedikit di daerah planet-planet utama dan meninggalkan sebagian
besar massanya (planet) tetap stabil berotasi dengan spin (putaran) yang cepat. Hasil lain dari
keruntuhan proto planet ke dalam 2 bagian kecil, kedua bagian tersebut akan terkondensasi
dan tertahan oleh fragmen yang lebih besar menjadi satelit dari sistem tersebut (fragmen yang
lebih besar merupakan planet yang terbentuk).
Proses yang berbeda terjadi di bagian dalam sistem. Asumsinya, pemisahan rotasi akan
mengambil alih setelah terjadinya pengumpulan materi dan terjadinya ketidakstabilan rotasiÂ
di inti. Disini objek akan terbentuk dan objek yang kecil ini tidak akan memiliki kecepatan lepas
yang cukup karena berada terlalu dekat dengan Matahari. Menurut McCrea pemisahan inti
yang membentuk planet tersebut adalah pasangan Bumi – Mars dan Merkurius – Venus.
Potensi Masalah yang dihadapi oleh teori ini, blobs haruslah stabil untuk beberapa lama untuk
bergabung dan membentuk proto bintang atau kumpulan-kumpulan kecil. Selain itu harus ada
demonstrasi yang menunjukkan kalau momentum sudut yang hilang setelah terbentuk proto
bintang memang diambil oleh orbit proto planet dan bukan hal lainnya. Selain itu mekanisme
dasar yang diberikan McCrea tidak menjelaskan sistem planet yang datar dalam orbit lingkaran.


Galaksi




Galaksi adalah sebuah sistem yang terikat oleh gaya gravitasi yang terdiri atas bintang (dengan
segala bentuk manifestasinya, antara lain bintang neutron dan lubang hitam), gas dan debu
kosmik medium antarbintang, dan kemungkinan substansi hipotetis yang dikenal dengan materi
gelap.[1][2]Kata galaksi berasal dari bahasa Yunani galaxias *γαλαξίας+, yang berarti "susu," yang
merujuk pada galaksi Bima Sakti (bahasa Inggris: Milky Way). Tipe-tipe galaksi berkisar
dari galaksi kerdil dengan sepuluh juta[3] (107) bintang hingga galaksi raksasa dengan satu
triliun [4] (1012) bintang, semuanya mengorbit pada pusat galaksi. Matahari adalah salah satu
bintang di galaksi Bima Sakti; tata surya termasuk bumi dan semua benda yang mengorbit
matahari.

Kemungkinan terdapat lebih dari 100 miliar (1011) galaksi pada alam semesta
teramati.[5] Sebagian besar galaksi berdiameter 1000 hingga 100.000 [4]parsec dan biasanya
dipisahkan oleh jarak yang dihitung dalam jutaan parsec (atau megaparsec).[6] Ruang antar
galaksi terisi dengan gas yang memiliki kerapatan massa kurang dari satu atom per meter kubik.
Sebagian besar galaksi diorganisasikan ke dalam sebuah himpunan yang disebut klaster, untuk
kemudian membentuk himpunan yang lebih besar yang disebut superklaster. Struktur yang
lebih besar ini dikelilingi oleh ruang hampa di dalam alam semesta.[7]
Meskipun belum dipahami secara menyeluruh, materi gelap terlihat menyusun sekitar 90%
dari massa sebagian besar galaksi. Data pengamatan menunjukkan lubang hitam
supermasif kemungkinan ada pada pusat dari banyak (kalau tidak semua) galaksi.
Etimologi

Kata galaksi diturunkan dari istilah bahasa Yunani untuk Milky Way (galaksi
kita), galaxias (γαλαξίας), atau kyklos galaktikos. Kata ini berarti "lingkaran susu", sesuai
dengan penampakannya di angkasa. Dalam mitologi Yunani, Zeus menempatkan anak laki-
lakinya yang dilahirkan oleh manusia biasa, bayi Heracles, pada payudara Hera ketika Hera
sedang tidur sehingga bayi tersebut meminum susunya dan karena itu menjadi manusia abadi.
Hera terbangun ketika sedang menyusui dan kemudian menyadari ia sedang menyusui bayi
yang tak dikenalnya: ia mendorong bayi tersebut dan air susunya menyembur mewarnai langit
malam, menghasilkan pita cahaya tipis yang dikenal dalam bahasa Inggris sebagai Milky
Way (jalan susu)
                                   KATA PENGANTAR


         Alhamdulillahi rabbil alamin, kami panjatkan puji dan syukur kehadiratMu ya Allah
atassegala   karunia-Nya yang telah      Engkau berikan      kepada   kami    sehingga dapat
menyelesaikantulisan ini sebagai salah satu tugas mata pelajaran geografi “ Jagad Raya dan Tata
Surya” dikelas IX (sembian).
         Dalam kesempatan ini kami menyampaikan terima kasih kepada guru mata
pelajaranGeografi, yang telah memberikan bimbingan kepada kami dan kepada rekan-rekan di
kelas 10-D, terima kasih atas dukungannya.
         Kami menyadai bahwa tulisan ini masih jauh dari sempurna. Saran dan keritik
yangbermanfaat mambangun dari semua pihak sangat kami harapkan untuk kesempurnaan
tulisan inidengan harapan bermanfaat bagi seluruh pembaca.




                                                                         Bekasi,     Maret 2011




                                                                                   Penulis
                                         BAB I
                                  PENDAHULUAN

I.I JAGAD RAYA DAN TATA SURYA
        Tata surya terdiri atas matahari sebagai pusat dan planet-planet yang bergerak
mengelilinginya.Selain itu juga terdapat satelit, asteroid, komet, dan meteor. Benda-
benda langit tersebutmenempeti suatu ruang yang disebut jagad raya.
Alam semesta sangatlah luas. Alam tidak terjadi dengan sendirinya, namun melalui
prosesdalam waktu yang lama.
        Tata surya terbentuk dari sekumpulan debu ruang angkasa yang berputar berjuta-
jutatahun, yang tersusun dari lima unsur zat : panas / api, air, padat, ruang kosong,
udara, dari wujudkecil dan membesar terjadi pada ruang kosong yang atas kesadaran
hukum alam sebab dan akibat/ karma adalah beliau Zat /Nya penyebab segala yang
ada , memang ada untuk kita dan kembalipadanya Pralaya/sirna, dan muncul ciptaan
baru.
                           DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI


BAB I
PENDAHULUAN
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Asal Usul Tata Surya
2.2 Struktur Tata Surya
       Merkurius
       Venus
       Bumi
       Mars
       Yupiter
       Saturnus
       Uranus
       Neptunus
2.3 Teori Tata Surya


BAB III
PENUTUP
                                    BAB III
                                   PENUTUP


                                 1.Kesimpulan

    Setelah menguraikan ke-9 buah planet, kita dapat mengambilkesimpulan bahwa
kesemuapelanet yang ada di galaksi Bimasakti mempunyai kontur yang berbeda-beda
                dan bentuk, ciri,ukuran yang berbeda-beda pula.



                                    2. Saran


      Dalam tulisan ini informasi mengenai beberapa planet masih belum lengkap,
   sehingga diharapkan informasi lebih lanjut dari pembaca dapat melengkapinya
Nama : Suhermansyah
Kelas : ix(sembilan)




                       SMP WALISONGO BEKASI

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:261
posted:3/24/2011
language:Indonesian
pages:20