Paradigma Pembangunan - Download as PDF by DadangSolihin

VIEWS: 487 PAGES: 59

More Info
									dadang-solihin.blogspot.com   2
   Nama                       : Dadang Solihin
   Tempat/Tgl Lahir           : Bandung 6 November 1961
   Pekerjaan                  : Direktur Evaluasi Kinerja
                                        g
                                Pembangunan Daerah
                                Bappenas
   Alamat Kantor              : Jl. Taman Suropati No. 2
                                J k t 10310
                                Jakarta
   Telp/Fak Kantor            : (021) 392 6248
   HP                         : 0812 932 2202
   Email                      : dadangsol@yahoo.com
   Website                    :
      http://dadang-solihin.blogspot.com

dadang-solihin.blogspot.com                           3
                          Materi
                          M t i
• Definisi Paradigma
• Paradigma-paradigma Pembangunan
• Kaitan antara Teori, Paradigma dan Strategi
  Pembangunan
• Perubahan Paradigma Pembangunan
• Asean China Free Trade Agreement (ACFTA)
  dan Asean Economic Community (AEC)
• Mewujudkan Prioritas Pembangunan Nasional
                            2010-2014
• Sasaran Pembangunan RPJMN 2010 2014
• Pembangunan Berdimensi Kewilayahan: Sinergi Pusat-Daerah
  dan Antardaerah (SPDAD)
• Perencanaan Pembangunan Daerah

                       dadang-solihin.blogspot.com           4
             Definisi Paradigma
   Paradigma adalah cara pandang seseorang
 • P     di       d l h          d
   terhadap diri dan lingkungannya yang akan
                                       (kognitif),
   mempengaruhinya dalam berpikir (kognitif)
   bersikap (afektif), dan bertingkah laku (konatif).
 • Paradigma juga dapat berarti seperangkat asumsi,
   konsep, nilai, d praktek yang di
   k         il i dan     k k               k dalam
                                    diterapkan d l
   memandang realitas dalam sebuah komunitas yang
   sama,                             intelektual.
   sama khususnya dalam disiplin intelektual
• Kata paradigma sendiri berasal dari abad pertengahan di Inggris
   yang merupakan kata serapan dari bahasa Latin ditahun 1483
   yaitu paradigma yang berarti suatu model atau pola; bahasa
   Yunani paradeigma (para+deiknunai) yang berarti untuk
   "membandingkan", "bersebelahan" (para) dan memperlihatkan
    membandingkan bersebelahan
   (deik)
                                                       Wikipedia, 2011
                                                           p    ,
                         dadang-solihin.blogspot.com                 5
        Definisi Pembangunan
Pembangunan adalah:                             Tujuan Pembangunan:
 proses p
  p      perubahan ke                1.
                                     1    Peningkatan standar hidup (levels
  arah kondisi yang lebih                 of living) setiap orang, baik
  baik                                    pendapatannya, tingkat konsumsi
 melalui upaya yang                      pangan, sandang, papan,
                                          pangan sandang papan pelayanan
                                          kesehatan, pendidikan, dll.
  dilakukan secara
  terencana.
  terencana                          2.        p            g
                                          Penciptaan berbagai kondisi y g
                                                                      yang
                                          memungkinkan tumbuhnya rasa
      Kartasasmita, 1997                  percaya diri (self-esteem) setiap
                                          orang.
                                          orang
                                     3.   Peningkatan kebebasan
                                          (freedom/democracy) setiap orang.
                                                                  Todaro, 2000


                            dadang-solihin.blogspot.com                       6
Definisi P   di    P b
D fi i i Paradigma Pembangunan
1. Cara pandang terhadap suatu persoalan
   pembangunan yang dipergunakan dalam
   penyelenggaraan pembangunan
    dalam arti pembangunan baik sebagai proses
                 b  i  t d
     maupun sebagai metode
    untuk mencapai peningkatan kualitas
                                         rakyat.
     kehidupan manusia dan kesejahteraan rakyat
2. Kerangka keyakinan yang digunakan sebagai pedoman untuk
   melihat suatu persoalan dan bagaimana melaksanakan
   pembangunan.




                       dadang-solihin.blogspot.com           7
   Perkembangan Paradigma
     Pembangunan Global
 Poverty relief: after war, famine                             1940s
 Projects: to promote development                              1950s
 Plans and strategies: in command economies                    1960s
 Programs: for integrated development                          1970s
 Policies: stabilization; structural adjustment                1980s
 Public management: reinventing government                     1980s
 Good Governance: participation, transparency,                 1990s
  accountability
 Millennium Development Goals                                  2000s
 Inclusive Growth: an equitable allocation of resources with   2010s
  benefits accruing to every section of society


                          dadang-solihin.blogspot.com               8
     ,       g             g
Teori, Paradigma dan Strategi
        Pembangunan
              Model atau kerangka pikiran yang
   Teori      menjelaskan fenomena pembangunan.
              Mis: Growth Theory


              Cara pandang terhadap suatu persoalan
 Paradigma
 P   di       pembangunan.
                  b
              Mis: Good Governance


              Rencana aksi untuk mencapai tujuan
  Strategi    pembangunan
              pembangunan.
              Mis: Triple Track Strategy

             dadang-solihin.blogspot.com              9
    Teori Pertumbuhan Ekonomi
    T   iP t    b h Ek      i
1. Akumulasi modal
                    ( p                 ) j        p          g
   Akumulasi modal (capital accumulation) terjadi apabila sebagian
   dari pendapatan ditabung dan diinvestasikan kembali dengan
   tujuan memperbesar output dan pendapatan di kemudian hari.
2. Pertumbuhan penduduk dan angkatan kerja.
   Jumlah tenaga kerja yang lebih besar berarti akan menambah
   jumlah tenaga produktif, sedangkan pertumbuhan penduduk yang
   j l ht             d ktif   d   k      t b h         d d k
   lebih besar berarti ukuran pasar domestiknya lebih besar.
3.         teknologi.
3 Kemajuan teknologi
   Kemajuan teknologi yang hemat tenaga kerja, yang hemat modal,
   yang meningkatkan p
   y g       g             j ,     yang      g
                      pekerja, dan y g meningkatkan modal akan
   meningkatkan pertumbuhan ekonomi.


                        dadang-solihin.blogspot.com                  10
        Teori Ketergantungan Internasional
                                            Theory)
                  (International Dependence Theory)
1. Model Ketergantungan Neokolonial             3. Tesis Pembangunan Dualistik
   (Neocolonial Dependence Model).                 (Dualistic Development Thesis)
   Kondisi keterbelakangan Dunia Ketiga             Pandangan ini melihat dunia terbagi ke
   disebabkan oleh aneka kebijakan                   dalam dua kelompok besar, yakni
   ekonomi, sosial, politik, dan bahkan              negara negara
                                                     negara-negara kaya dan miskin.
   budaya eksploitatif yang dimainkan oleh
   negara maju terhadap negara                      Di negara-negara kaya memang masih
   berkembang, tidak ubahnya ketika                  ada sebagian penduduknya yang
        k
   mereka memperlakukan wilayah
                   l k k       il  h                 miskin,
                                                     miskin dan sebaliknya di negara-
   jajahannya di masa sebelumnya.                    negara miskin pun ada segelintir
                                                     penduduknya yang makmur sejahtera.
2 M d l Paradigma Palsu (F l
2. Model P     di     P l (False-                   Dualisme (dualism) adalah sebuah
   paradigm model of underemployment).               konsep yang dibahas secara luas
   Negara Dunia Ketiga telah gagal                   dalam ilmu ekonomi pembangunan.
   mencapai kemajuan yang cukup berarti             K       i i        j kk    d
                                                     Konsep ini menunjukkan adanya
   karena strategi pembangunan mereka                jurang pemisah yang kian lama terus
   (biasanya disarankan oleh pakar ekonomi           melebar antara negara-negara kaya
   Barat) didasarkan pada model-model                d miskin, serta di antara orang-orang
                                                     dan i ki        t       t
   pembangunan "yang keliru" yang jelas              kaya dan miskin pada berbagai
   tidak cocok dengan kebutuhan mereka               tingkatan di setiap negara.
   yang mendasar.
                                 dadang-solihin.blogspot.com                           11
.
dadang-
dadang-solihin.blogspot.com   12
           Pergeseran Paradigma:
        From Government to Governance




          Government                                  Governance
 M b ik h k ekslusif b i
  Memberikan hak k l if bagi           P      l           l     blik
                                        Persoalan-persoalan publik
  negara untuk mengatur hal-hal         adalah urusan bersama
  publik,                               pemerintah, civil society dan
 Aktor di luarnya hanya dapat          dunia usaha sebagai tiga aktor
  disertakan sejauh negara              utama.
  mengijinkannya
  mengijinkannya.
                        dadang-solihin.blogspot.com                      13
                          Keseimbangan

                         Peran Tiga Pilar

   Pemerintahan               Dunia Usaha                 Masyarakat

    Menjalankan dan
    M j l k d
menciptakan lingkungan   Mewujudkan penciptaan         Penciptaan interaksi
politik dan hukum yang
p                  y g     lapangan kerja dan
                             p g       j               sosial, ekonomi dan
                                                             ,
  kondusif bagi unsur-        pendapatan.                      politik.
       unsur lain.




                         dadang-solihin.blogspot.com                          14
                             g
               Pelaku Pembangunan:
               Paradigma Governance
   Interaksi antara Pemerintah, Dunia Usaha Swasta, dan Masyarakat
    yang bersendikan transparansi, akuntabilitas, partisipatif, dsb.
                                     Tenaga Kerja
                      Kontrol                          Kontrol



        Dunia Usaha
                                    Pemerintah                       y
                                                                  Masyarakat
          S    t
          Swasta


                        Nilai                       Redistibusi
                 Pertumbuhan                    Melalui Pelayanan
                                        Pasar

   Apabila sendi-sendi tersebut dipenuhi, maka Governance akan
    Good.
    Good
                                dadang-solihin.blogspot.com                    15
               Governance
         Model Go ernance
                Sektor Swasta      Sektor Publik        Sektor Ketiga


   Tingkat        Perusahaan        Organisasi               LSM
Supranasional    transnasional   Antar Pemerintah       Internasional




  Tingkat        P
                 Perusahaan
                        h                                 Ormas/LSM
  Nasional         Nasional        GOVERNANCE              Nasional



   Tingkat        Perusahaan         Pemerintah           LSM Lokal
 Subnasional         Lokal             Lokal

                                            (Kamarack and Nye Jr., 2002)

                        dadang-solihin.blogspot.com                        16
             g
Pelaku Pembangunan: Stakeholders

           STATE                       CITIZENS
           Executive
                  i                         i di t
                                       organized into:
           Judiciary         Community-based organizations
            g
          Legislature        Non-governmental organizations
                                Professional Associations
         Public service
                                    Religious groups
            Military                Women’s groups
             Police                       Media

                       BUSINESS
              Small / medium / large enterprises
                 Multinational Corporations
                     Fi     i l i tit ti
                     Financial institutions
                        Stock exchange


              dadang-solihin.blogspot.com                     17
   Troika




dadang-solihin.blogspot.com   18
Troika: Pola Hubungan antara Pemerintah,
               Swasta
  Dunia Usaha Swasta, dan Masyarakat



  Masyarakat,
  Bangsa, dan
    Negara                                      Masyarakat

                                                             VISI
                                       Pemerintah

Good Governance            Dunia Usaha




                  dadang-solihin.blogspot.com                       19
Sinergitas Stakeholders




       dadang-solihin.blogspot.com   20
Sinergitas Stakeholders




       dadang-solihin.blogspot.com   21
dadang-solihin.blogspot.com   22
dadang-solihin.blogspot.com   23
         Asean China Free Trade                                    1/2
          Agreement (ACFTA)
 ASEAN China FTA mulai berlaku 1 Januari tahun 2010.
 Tujuan ACFTA:
  1. Memperkuat dan meningkatkan kerjasama ekonomi,
     perdagangan dan investasi diantara negara anggota ASEAN
     dengan China
                  p    g g         g jasa dan investasi
  2. Liberalisasi perdagangan barang, j
  3. Mencari area baru dan mengembangkan kerjasama ekonomi
     yang saling menguntungkan bagi para anggota
  4. Memfasilitasi integrasi ekonomi yang lebih efektif dengan negara
     anggota baru ASEAN dan menjembatani gap yang ada di kedua
           pihak.
     belah pihak



                        dadang-solihin.blogspot.com                 24
         Asean China Free Trade                                    2/2
          Agreement (ACFTA)
5.
5 Memperkuat dan meningkatkan kerjasama ekonomi melalui:
   Penghapusan tariff dan hambatan non tariff dalam perdagangan
         g
    barang
   Liberalisasi secara progresif perdagangan jasa;
   Membangun regim investasi yang kompetitif dan terbuka dalam
    kerangka ASEAN-China FTA




                         dadang-solihin.blogspot.com               25
                   Indonesia-
Neraca Perdagangan Indonesia-China




           dadang-solihin.blogspot.com   26
The ASEAN Economic Community 2015
                ASEAN Economic Community
•   Sesuai dengan Visi ASEAN 1997-2020, pada hakekatnya
    Masyarakat Ekonomi ASEAN (AEC) adalah integrasi ekonomi di
             ASEAN.
    kawasan ASEAN
•   Tujuannya adalah untuk menciptakan perekonomian di wilayah
           y g
    ASEAN yang:
    – stabil, makmur dan berdaya saing tinggi,
    – adanya aliran yang bebas bagi barang, jasa, investasi dan modal,
    – pembangunan ekonomi yang merata, dan
    – mengurangi kemiskinan dan ketimpangan sosial-ekonomi di tahun
      2020.
      2020
•   AEC bertujuan untuk membentuk ASEAN sebagai pasar tunggal
              produksi,
    dan basis produksi sehingga membuat ASEAN lebih dinamis dan
    menjadi segmen yang lebih kuat dari rantai pasokan global.


                           dadang-solihin.blogspot.com                   28
        AEC 2015: Era Baru Ekonomi ASEAN

                             Komunitas Ekonomi ASEAN 2015




                                                       Kawasan dengan
  Pasar Tunggal dan                                                              Integrasi dengan
                            Kawasan Berdaya-            Pembangunan
    Basis Produksi                                                                Perekonomian
                              saing Tinggi              Ekonomi yang
      Regional                                                                         Dunia
                                                           Merata



 Indonesia harus meningkatkan daya saing g
                          g          y    g guna menghadapi integrasi p
                                                        g     p     g                         g
                                                                      perekonomian dan meningkatkan
  potensi pasar domestik
 Peran inter-konektivitas mutlak dalam mendorong daya saing produk nasional di pasar domestik maupun luar
  negeri
  Inter-konektivitas adalah kunci menghubungkan berbagai potensi ekonomi Indonesia
  Perbaikan kinerja logistik adalah bagian dari inter-konektivitas
  Negara dengan pendapatan per capita yang sama dan logistik yang lebih efisien, pertumbuhan PDB dan
       d          lebih tinggi 1% sd 2%
    perdagangan l bih ti     i     d
                                        dadang-solihin.blogspot.com                               29
      Membangun Domestic Connectivity

 Interkonektivitas sangat penting untuk menumbuhkan perekonomian
                     lain.
  berbagai wilayah lain
 Saat ini perekonomian masih terkonsentrasi di beberapa Wilayah




   Proses aglomerasi (kawasan) industri sangat menentukan perkembangan
     e ajua ekonomi di
    kemajuan e o o d suatu wilayahaya
   Inter-konektivitas mendorong percepatan proses tersebut


                           dadang-solihin.blogspot.com                    30
dadang-solihin.blogspot.com   31
                                                                     1/2
    Arah K bij k P b
    A h Kebijakan Pembangunan
•   Dalam era desentralisasi dan otonomi daerah, keberhasilan
    pembangunan nasional ditentukan 60% daerah dan 40% pusat,
    diperlukan sinergi, koordinasi dan kerjasama Pusat-Daerah melalui
    koordinasi, komunikasi, konsultasi dan sinergi yang perlu dibangun
            efektif.
    secara efektif
•   Pembangunan (development) ditujukan untuk menghasilkan
          j       (prosperity),       (         y)
    kesejahteraan (p p y), demokrasi (democracy) dan keadilan
    (justice).




                          dadang-solihin.blogspot.com                32
                                                                   2/2
  Arah K bij k P b
  A h Kebijakan Pembangunan
6 (enam) kebijakan dan strategi dasar dalam pembangunan untuk
semua (development for all), yaitu :
1. Pembangunan harus bersifat inklusif.
2. Pembangunan harus berdimensi wilayah.
3. Mengintegrasikan dan menyatukan potensi-potensi ekonomi yang
   ada di daerah menjadi satu kesatuan geoekonomi secara nasional.
4. Pengembangan ekonomi-ekonomi lokal.
5. Keserasian antara pertumbuhan dan pemerataan (pro growth, pro
   job,        )
   j b pro poor).
6. Peningkatan kualitas sumberdaya manusia.




                        dadang-solihin.blogspot.com                33
                      2010-
           VISI RPJMN 2010-2014

                               VISI
  INDONESIA YANG SEJAHTERA, DEMOKRATIS, DAN
                 BERKEADILAN

      S j ht
      Sejahtera               Demokratis
                              D   k ti                      Berkeadilan
                                                            B k dil

                                                        Memperkuat penegakan
 Memperkuat triple
                                                         hukum
  tracks strategy           Memantapkan
                                                        Pemberantasan korupsi
 Pembangunan inklusif   konsolidasi demokrasi
                                                        Pengurangan
  dan berkeadilan
                                                         kesenjangan

                         dadang-solihin.blogspot.com                        34
                    Prioritas Nasional
                                  1    Reformasi Birokrasi dan Tata Kelola
                                  2    Pendidikan
                                  3    Kesehatan
                                  4    Penanggulangan Kemiskinan
  11 Prioritas Nasional           5    Ketahanan Pangan
Kabinet Indonesia Bersatu II      6    Infrastruktur
        2009 2014
        2009-2014                 7    Iklim I   t i d Ikli U h
                                       Ikli Investasi dan Iklim Usaha
                                  8    Energi
                                  9    Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Bencana
                                  10   Daerah Tertinggal, Terdepan, Terluar, & Pasca-konflik
                                  11   Kebudayaan, Kreativitas dan Inovasi Teknologi



                                  12   Bidang Politik Hukum dan Keamanan
                                              Politik,
     Prioritas Lainnya            13   Bidang Perekonomian
                                  14        g     j            y
                                       Bidang Kesejahteraan Rakyat

                               dadang-solihin.blogspot.com                             35
dadang-solihin.blogspot.com   36
                       SASARAN RPJMN 2010-2014
                Ekonomi-Pengangguran-
    Pertumbuhan Ekonomi-Pengangguran-
               Kemiskinan

                     2010           2011           2012         2013         2014

Pertumbuhan (%)    5,5 - 5,6     6,0 - 6,3       6,4 - 6,9    6,7 - 7,4    7,0 - 7,7

Pengangguran (%)      7,6        7,3 - 7,4       6,7 - 7,0    6,0 - 6,6    5,0 - 6,0

Kemiskinan (%)     12,0 -13,5   11,5 - 12,5     10,5 - 11,5   9,5 - 10,5   8,0 - 10,0




                            dadang-solihin.blogspot.com                         37
                                                                     1/5
                Kesejahteraan Rakyat

Ekonomi
No.
N     P b
      Pembangunan                                    Sasaran
                                                     S
                                   Rata-rata 6,3 – 6,8 % pertahun
1.    Pertumbuhan Ekonomi
                                   S b l    tahun       tumbuh
                                    Sebelum t h 2014 t b h 7%
 2.   Inflasi                     Rata-rata 4-6 % pertahun
 3.   Tingkat Pengangguran        5-6 % pada akhir tahun 2014
 4.      g
      Tingkat Kemiskinan                 p
                                  8-10 % pada akhir tahun 2014




                       dadang-solihin.blogspot.com                   38
                 Kesejahteraan Rakyat
                     j            y                                         2/5
Pendidikan
                                                           Status Awal   Target
No                      Indikator
                                                              (2008)     (2014)
1 M i k t          t    t l       k l h   d d k
1. Meningkatnya rata-rata lama sekolah penduduk
                                                              7,50        8,25
   berusia 15 tahun ke atas (tahun)
2. Menurunnya angka buta aksara penduduk berusia
                                                              5 97
                                                              5,97        4,18
                                                                          4 18
   15 tahun ke atas (%)
3. Meningkatnya APM SD/SDLB/ MI/Paket A (%)                   95,14       96,0
4.
4 Meningkatnya APM SMP/SMPLB/ MTs/Paket B (%)                 72,28
                                                              72 28       76,0
                                                                          76 0
5. Meningkatnya APK SMA/SMK/ MA/Paket C (%)                 64,28        85,0
         g    y
6. Meningkatnya APK PT usia 19-23 tahun (%)                   ,
                                                            21,26           ,
                                                                         30,0
7. Menurunnya disparitas partisipasi dan kualitas pelayanan pendidikan
   antarwilayah, gender, dan sosial ekonomi, serta antarsatuan pendidikan yang
   diselenggarakan oleh pemerintah dan masyarakat



                             dadang-solihin.blogspot.com                     39
                                                                            3/5
                Kesejahteraan Rakyat
Kesehatan
                                                        Status Awal   Target
No                    Indikator                           (2008)      (2014)
1. Meningkatnya umur harapan hidup (tahun)                 70,7       72,0
     Menurunnya angka kematian ibu melahirkan
2.                                                         228         118
     per 100.000 kelahiran hidup
     Menurunnya angka kematian bayi per 1.000
3.                                                          34         24
     kelahiran hidup
     Menurunnya prevalensi kekurangan gizi (gizi
4.                                                         18,4       < 15,0
     kurang dan gizi buruk) pada anak balita (%)




                          dadang-solihin.blogspot.com                        40
                                                               4/5
            Kesejahteraan Rakyat

Pangan
No.      Pembangunan                               Sasaran
1.    Produksi Padi                 Tumbuh 3,22 % per tahun
2.    Produksi Jagung               Tumbuh 10,02 % per tahun
3.
3     Produksi Kedelai                     20,05
                                    Tumbuh 20 05 % per tahun
4.    Produksi Gula                 Tumbuh 12,55 % per tahun
5.
5     P d k iD i S i
      Produksi Daging Sapi          Tumbuh 7,30      tahun
                                    T b h 7 30 % per t h




                         dadang-solihin.blogspot.com           41
                                                                 5/5
           Kesejahteraan Rakyat
Energi
E    i
No.         Pembangunan                            Sasaran
      Peningkatan k
      P i k t kapasitas  it
 1.                                   3.000 MW pertahun
      pembangkit listrik
      Meningkatnya rasio
 2.                                   Pada tahun 2014 mencapai 80 %
      elektrifikasi
      Meningkatnya rasio desa
 3
 3.                                   P d t h 2014 mencapai 98 %
                                      Pada tahun          i
      berlistrik
      Meningkatnya produksi           Pada tahun 2014 mencapai 1,01
 4.
 4
      minyak bumi                     juta barrel perhari

      Peningkatan pemanfaatan         Pada tahun 2014 mencapai
 5.
      energi panas bumi               5.000 MW


                     dadang-solihin.blogspot.com                 42
         Perkuatan Demokrasi

Meningkatnya kualitas demokrasi Indonesia

Sasaran:
 1. Semakin terjaminnya peningkatan iklim politik kondusif bagi
    berkembangnya kualitas kebebasan sipil dan hak-hak politik
    rakyat yang semakin seimbang dengan peningkatan
    kepatuhan terhadap pranata hukum;
 2. Meningkatnya pemahaman nilai-nilai kebangsaan dan
    terjaganya harmonisasi dalam masyarakat;
 3. Meningkatnya kinerja lembaga-lembaga demokrasi;
 4 Penyelenggaraan pemilu tahun 2014 yang dapat
 4.
    dilaksanakan dengan jujur, adil dan demokratis.
 5.
 5 Indeks Demokrasi Indonesia: 73 dari 100 pada 2014
                        dadang-solihin.blogspot.com               43
            Penegakan Hukum
Tercapainya suasana dan kepastian keadilan melalui
 penegakan hukum (rule of law) dan
 terjaganya ketertiban umum

Sasaran:
 1.
 1 Persepsi masyarakat pencari keadilan untuk merasakan
    kenyamanan, kepastian, keadilan dan keamanan dalam
    berinteraksi dan mendapat pelayanan dari para penegak
    hukum
 2. Tumbuhnya kepercayaan dan penghormatan publik kepada
    aparat dan lembaga penegak hukum
 3. Mendukung iklim berusaha yang baik sehingga kegiatan
    ekonomi dapat berjalan dengan pasti dan aman serta efisisen
 4. Indeks Persepsi Korupsi (IPK) tahun 2014 sebesar 5,0 yang
    meningkat dari 2,8 pada tahun 2009
          g         , p
                       dadang-solihin.blogspot.com                44
dadang-solihin.blogspot.com   45
                    j
                  Tujuan SPDAD


        g    g       j g            y
1. Mengurangi kesenjangan antarwilayah secara lebih
   terarah dan sistematik dengan skenario yang
   disepakati semua pihak

2. Meningkatkan keterkaitan pembangunan antar
   wilayah dalam rangka memperkuat perekonomian
   domestik

3. Mendorong pembangunan kawasan perbatasan,
   terdepan, terluar, tertinggal, pasca konflik dan
   k          k
   kawasan ekonomi kh i khusus


                    dadang-solihin.blogspot.com       46
   g              p
  Agenda untuk Memperkuat SPDAD


Sinergi Pusat-daerah dan antardaerah dilakukan dalam
  l h             l i dari               l k
seluruh proses mulai d i perencanaan, pelaksanaan,
pengendalian dan evaluasi yang mencakup sinergi
dalam:


     1. Perencanaan kebijakan.
     2. Kerangka regulasi.
     3. Kerangka anggaran.
     4. Kerangka kelembagaan
     5. Kerangka pengembangan wilayah



                     dadang-solihin.blogspot.com       47
             Kesenjangan Wilayah                                                   Wilayah Sulawesi
                                                                                   Share PDRB thdp
                                                                                   Nasional
                                                                                                               4,60%

                                            Wilayah Kalimantan                     P t bh Ek     i
                                                                                   Pertmbh Ekonomi             7.72%
                                                                                                               7 72%
 Wilayah Sumatera                                                                  Pendapt perkapita           4,98 jt
                                            Share PDRB thdp          8,83%
 Share PDRB thdp                21,55%      Nasional                               Pendudk miskin      2,61 jt (17,6%)
 Nasional
                                            Pertumb. Ekonomi         5.26%
 Pertumb. Ek i
 P t b Ekonomi                  4 65%
                                4,65%                                                Wilayah Papua
                                            Pendaptn perkapita      13,99 jt
 Pendaptn perkapita          9,80 jt                                                 Share PDRB thdp              1,28%
                                            Pendudk miskin 1,21 jt (9%)              Nasional
 Penduduk miskin    7,3 jt (14,4%)
                                                                                     Pertmbuh Ekonomi             0,60%
                                                                                     Pendaptn perkapita            8,96 jt
                                                                                     Pndudk miskin        0,98 jt (36,1%)




 Wilayah Jawa Bali
 Share PDRB thdp         62,00%
 Nasional
 Pertumbh Ekonomi         5.89%
                                                                                   Wilayah Maluku
 Pendapt perkapita       11,27 jt
                                         Wil   hN     T
                                         Wilayah Nusa Tenggara                     Share PDRB thdp             0,32%
 Pendudk miskin      20,19 jt                                                      Nasional
 (12,5%)                                 Share PDRB thdp       1,42%
                                         Nasional                                  Pertumbh Ekonomi            4,94%
                                         Pertmbuh Ekonomi      3,50%               Pendaptn perkapita          2,81 jt
S b : BPS 2008 (di l h)
Sumber              (diolah)             Pendapt perkapita    3,18 jt              Pendudk miskin      0,49 jt (20,5%)
Ket    : Atas Dasar
                                                     dadang-solihin.blogspot.com
                                         Pendudk miskin 2,17 jt
         Harga Konstan                   (24,8%)                                                                         48
                      Keterkaitan Antarwilayah

                                                                        Perdagangan antardaerah
                                                                             terpusat di Jawa dan
                                                                       Sumatera  Blok Ekonomi
                                                                                           Utama.
                                                                                           Utama


                                                                       Perdagangan antardaerah
                                                                       P d              t d    h
                                                                        di Kalimantan, Sulawesi,
                                                                         Nusa Tenggara, Maluku
                                                                         dan Papua masih relatif
                                                                                 kecil dan belum
                                                                                    berkembang g


Catatan: Arah panah menunjukkan arus perdagangan antarwilayah. Angka yang
         digarisbawahi menunjukkan produksi bruto di setiap wilayah. Angka
         di i b     hi      j kk      d k ib t         ti    il   h A k
         dalam lingkaran menunjukkan input antara dalam wilayah.


Sumber : Tabel IRIO 2005, BPS (diolah)   dadang-solihin.blogspot.com
                                                                                                    49
          Keterkaitan Perdagangan Antarpulau


                                   1,82%                            6,58%

           83,10%                           8,39%
                                                                81,54%        73,01%        4,32%
                                                     5,26%
                                 14,83%
          54797.00 (minimum)               7,85%
          245594.00
          398937.00
          398937 00 (median)
                                                        9,49%     19,51%
          639154.00                                                                                     70,85%
                                                                            22,2%
          1339115.00 (maximum)

                                                    84,32%
 Sumber: IRIO 2005, Diolah
                                                                  Pengganda Output Antarwilayah
                                                                  P      d O t tA t      il   h
Perdagangan Intrawilayah                                                            Jawa-                                Indonesia
                                                     Wilayah       Sumatra                    Kalimantan     Sulawesi
                                                                                     Bali                                  Timur
Perdagangan antarwilayah ke Sumatera
                                                   S   t
                                                   Sumatra          1.559
                                                                    1 559           0 088
                                                                                    0.088       0 081
                                                                                                0.081            0.015
                                                                                                                 0 015     0.011
                                                                                                                           0 011
Perdagangan antarwilayah ke Jawa
                                                   Jawa-Bali        0.158           1.599       0.097            0.201     0.158
Perdagangan antarwilayah ke Kalimantan
                                                   Kalimantan       0.023           0.056       1.480            0.068     0.022
Perdagangan antarwilayah ke Sulawesi               Sulawesi         0.002           0.008       0.005            1.460     0.028
Perdagangan antarwilayah ke Indonesia Timur Kep. Timur              0.003           0.017       0.002            0.009     1.307

Transaksi ekonomi hanya dalam wilayah, dan keterkaitan antarwilayah belum optimal.
T     k i k     ih      d l    il   h d k t k it         t   il   hb l      ti l
                                                   dadang-solihin.blogspot.com
                                                                                                                               50
  Strategi dan Arah Kebijakan Umum
                          2010-
  Pengembangan Wilayah 2010-2014
             g pertumbuhan wilayah-wilayah p
1. Mendorong p                 y       y potensial di luar
   Jawa-Bali dengan tetap menjaga momentum pertumbuhan
   di wilayah Jawa-Bali

2. Meningkatan keterkaitan antarwilayah melalui peningkatan
   perdagangan antarwilayah untuk mendukung perekonomian
   domestik

3. Meningkat daya saing daerah melalui pengembangan sektor-
   sektor unggulan di tiap wilayah

4. Mendorong percepatan pembangunan daerat tertinggal,
   kawasan strategis dan cepat tumbuh, kawasan perbatasan,
   kawasan terdepan, kawasan terluar dan daerah rawan
   bencana

5. Mendorong pengembangan wilayah laut dan sektor-sektor
   kelautan
                       dadang-solihin.blogspot.com            51
dadang-solihin.blogspot.com   52
Proses Perencanaan
  Pendekatan Politik:
  Pemilihan Presiden/Kepala Daerah menghasilkan rencana
  pembangunan hasil proses politik (public choice theory of
  planning), khususnya p j
  p      g)         y penjabaran Visi dan Misi dalam RPJM/D.

  Proses Teknokratik:
  Menggunakan metode dan kerangka berpikir ilmiah oleh
  lembaga atau satuan kerja yang secara fungsional
  bertugas untuk itu.

  Partisipatif:
  Dilaksanakan dengan melibatkan seluruh stakeholders,
  antara lain melalui Musrenbang.

          top-down      bottom up:
  Proses top down dan bottom-up:
  Dilaksanakan menurut jenjang pemerintahan.


           dadang-solihin.blogspot.com                         53
 ua g    g up e e ca aa (UU 5/ 00 )
Ruang Lingkup Perencanaan (UU25/2004)
                NASIONAL                                       DAERAH
        Dokumen             Penetapan                Dokumen                Penetapan
 Rencana Pembangunan            UU           Rencana Pembangunan               Perda
 Jangka Panjang Nasional   (Ps 13 Ayat 1)
                           (Ps.              Jangka Panjang Daerah        (Ps 13 Ayat 2)
                                                                          (Ps.
 (RPJP-Nasional)                             (RPJP-Daerah)
 Rencana Pembangunan          Per Pres       Rencana Pembangunan          Peraturan KDH
 Jangka Menengah
 J k M           h         (Ps. 19 Ayat 1)   J k M
                                             Jangka Menengah D
                                                           h Daerah
                                                                  h       (Ps. 19 Ayat 3)
 Nasional                                    (RPJM-Daerah)
 (RPJM-Nasional)
 Renstra Kementerian /       Peraturan       Renstra Satuan Kerja            Peraturan
 Lembaga (Renstra KL)       Pimpinan KL      Perangkat Daerah (Renstra    Pimpinan SKPD
                           (Ps. 19 Ayat 2)   SKPD))                        (Ps. 19 Ayat 4)
 Rencana Kerja                Per Pres       Rencana Kerja Pemerintah     Peraturan KDH
 Pemerintah (RKP)          (Ps. 26 Ayat 1)   Daerah (RKPD)                (Ps. 26 Ayat 2)
 Rencana Kerja               Peraturan       Rencana Kerja Satuan Kerja      Peraturan
 Kementerian / Lembaga      Pimpinan KL      Perangkat Daerah (Renja      Pimpinan SKPD
 (Renja KL)                (Ps. 21 Ayat 1)   SKPD)                        ( Ps. 21 Ayat 3)
                              dadang-solihin.blogspot.com                                    54
  y
 Syarat Dokumen Perencanaan
          S.M.A.R.T
   Specific:
1. Specific:     Sifat dan tingkat kinerja dapat diidentifikasi dengan
                 jelas;
   Measurable:
2. Measurable: Target kinerja dinyatakan dengan jelas dan terukur
               baik bagi indikator kuantitif maupun kualitatif;
   Achievable:
3. Achievable: Target kinerja dapat dicapai terkait dengan
               kapasitas dan sumber daya yang ada;
                 p                      y y g         ;
   Relevant:
4. Relevant:     Mencerminkan keterkaitan (relevansi) antara target
                 output dalam rangka mencapai target outcome yang
                 ditetapkan; serta antara target outcome dalam
                 rangka mencapai target impact yang ditetapkan;
5 Ti    B d:
        Bond
5. Time Bond:    Waktu/periode     i kinerja ditetapkan.
                 W kt / i d pencapaian ki j dit t k


                       dadang-solihin.blogspot.com                   55
           Syarat Perencanaan
Harus memiliki, mengetahui, dan memperhitungkan:
H        iliki       t h i d          hit   k
1. Tujuan akhir yang dikehendaki.
2. Sasaran-sasaran dan prioritas untuk mewujudkannya (yang
   mencerminkan pemilihan dari berbagai alternatif).
3. Jangka waktu mencapai sasaran-sasaran tersebut.
4. Masalah-masalah yang dihadapi.
5. Modal atau sumber daya yang akan digunakan serta
   pengalokasiannya.
6. kebijakan-kebijakan untuk melaksanakannya.
7. Orang, organisasi, atau badan pelaksananya.
8. Mekanisme monitoring, evaluasi, dan pengawasan
   pelaksanaannya.
                        dadang-solihin.blogspot.com          56
                 Perencanaan yang Ideal
•   Prinsip partisipatif: masyarakat yang akan memperoleh manfaat
    dari perencanaan harus turut serta dalam prosesnya.
•   Prinsip kesinambungan: perencanaan tidak hanya berhenti
    pada satu tahap; tetapi harus berlanjut sehingga menjamin
                       terus menerus           kesejahteraan,
    adanya kemajuan terus-menerus dalam kesejahteraan dan
    jangan sampai terjadi kemunduran.
•   Prinsip holistik: masalah dalam perencanaan dan
          p                             p
    pelaksanaannya tidak dapat hanya dilihat dari satu sisi (atau
    sektor) tetapi harus dilihat dari berbagai aspek, dan dalam
                               keseluruhan.
    keutuhan konsep secara keseluruhan
•   Mengandung sistem yang dapat berkembang (a learning and
             system)
    adaptive system).
•   Terbuka dan demokratis (a pluralistic social setting).

                          dadang-solihin.blogspot.com               57
    Fungsi/Manfaat Perencanaan
•   Sebagai penuntun arah
•   Minimalisasi ketidakpastian
                         p
•   Minimalisasi inefisiensi
    sumberdaya
•   Penetapan standar dan
    pengawasan kualitas




                          dadang-solihin.blogspot.com   58
dadang-
dadang-solihin.blogspot.com   59

								
To top