Gempa

Document Sample
Gempa Powered By Docstoc
					              GEMPA BUMI


               Dosen Pengampu
          1. Purwadi Suhandini, SU.
          2. Muh. Sholeh, M.Pd.


Untuk memenuhi tugas mata kuliah study bencana


                    Oleh :
           1. Akhmad Mualif aluvi
           2. Shintya Wijayati Setianingsih
           3. Siti Nur Hidayah
           4. Ismi Imaniar
           5. Miti Nur Cahyanti
           6. Raihan Falahul Asmy




            JURUSAN GEOGRAFI
         FAKULTAS ILMU SOSIAL
    UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
                     2011
                                      BAB I
                                PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
            Gempa bumi adalah berguncangnya bumi yang disebabkan oleh tumbukan
   antar lempeng bumi, patahan aktif aktivitas gunung api atau runtuhan batuan. Besar
   kecilnya kekuatan gempa bumi tergantung tenaga penyebab gempa itu muncul
   misalnya akibat aktivitas gunung api dan runtuhan batuan kekuatannya relatif kecil,
   sedangkan akibat tumbukan antar lempeng bumi dan patahan aktif kekuatannya relatif
   besar.
            Gempa dapat terjadi kapan saja, tanpa mengenal musim. Meskipun demikian,
   konsentrasi gempa cenderung terjadi di tempat-tempat tertentu saja, seperti pada batas
   Plat Pasifik. Tempat ini dikenal dengan Lingkaran Api karena banyaknya gunung
   berapi, wilayah-wilayah yang dilewati oleh lempeng-lempeng besar seperti lempeng
   samudera merupakan wilayah yang paling berpotensi terjadi gempa bumi.

            Jepang merupakan salah satu negara yang rawan terjadi gempa, seperti pada
   tanggal 11 maret 2011 gempa berskala 8.9 melanda Jepang. diperkirakan berasal dari
   proses subduksi yaitu benturan lempeng samudera dengan lempeng benua dan
   dubduksi di Jepang terjadi karena pertemuan lempang pasifik di bawah negara
   tersebut dengan lempeng Amerika Utara. Lempeng Pasifik berada di bawah lempeng
   amerika Utara yang bergerak rata-rata 9 cm pertahun. Dua gempa memicu tsunami
   yang terjadi pada pukul 14.46 waktu setempat, gempa pertama berkekuatan 8,9 Skala
   Richter dan gempa kedua terjadi 30 menit kemudian dengan kekuatan 7,4. Tsunami
   menghantam sejumlah daerah di pesisir laut Jepang dan dampaknya turut dirasakan di
   beberapa negara yang secara geografis tidak jauh dengan negara Jepang diantaranya
   yaitu Indonesia bagian timur dan Filipina. Karena begitu fenomenal gempa yang
   terjadi di Jepang, oleh karena itu kami mengambil gempa sebagai tema dalam
   makalah kami.

B. Tujuan Penelitian
   Tujuan dari penulisan makalah ini diantaranya,
   1. Mengetahui Penyebab Terjadinya gempa
   2. Mempelajari Implikasi gempa di bumi.
   3. Mencari tahu penyebaran gempa.
  4. Menentukan mitigasi/ solusi saat terjadi gempa.


C. Rumusan Masalah
  Rumusan masalah dari makalah ini antara lain yaitu,
  1. Apa penyebab terjadinya gempa?
  2. Bagaimana Implikasi gempa bumi bagi lokasi gempa bumi?
  3. Dimana wilayah yang rawan terjadi gempa bumi?
  4. Bagaimana Solusi/mitigasi saat terjadi gempa bumi?
                                      BAB II
                                  GEMPA BUMI
A. Pengertian Gempa Bumi

             Gempa bumi terjadi Gempa bumi adalah berguncangnya bumi yang
  disebabkan oleh tumbukan antar lempeng bumi, patahan aktif aktivitas gunung api
  atau runtuhan batuan. Kekuatan gempa bumi akibat aktivitas gunung api dan runtuhan
  batuan relatif kecil sehingga kita akan memusatkan pembahasan pada gempa bumi
  akibat tumbukan antar lempeng bumi dan patahan aktif.

             Gempa dapat terjadi kapan saja, tanpa mengenal musim. Meskipun demikian,
  konsentrasi gempa cenderung terjadi di tempat-tempat tertentu saja, seperti pada batas
  Plat Pasifik. Tempat ini dikenal dengan Lingkaran Api karena banyaknya gunung
  berapi.

             Seismologist adalah ilmuwan yang mempelajari sesar dan gempa. Mereka
  menggunakan peralatan yang disebut seismograf untuk mencatat gerakan tanah dan
  mengukur besarnya suatu gempa. Seismograf memantau gerakan-gerakan bumi
  mencatatnya dalam seismogram, Gelombang seismik, atau getaran, yang terjadi
  selama gempa tergambar sebagai garis bergelombang pada seismogram. Seismologist
  mengukur garis-garis ini dan menghitung besaran gempa. Seismologist menggunakan
  skala Richter I untuk menggambarkan besaran gempa, dan skala Mercalli untuk
  menunjukkan intensitas gempa, atau pengaruh gempa terhadap tanah, gedung dan
  manusia.

B. Penyebab Terjadinya Gempa

             Kebanyakan gempa bumi disebabkan dari pelepasan energi yang dihasilkan
  oleh tekanan yang dilakukan oleh lempengan yang bergerak. Semakin lama tekanan
  itu kian membesar dan akhirnya mencapai pada keadaan dimana tekanan tersebut
  tidak dapat ditahan lagi oleh pinggiran lempengan. Pada saat itulah gempa bumi akan
  terjadi.

             Gempa bumi biasanya terjadi di perbatasan lempengan lempengan tersebut.
  Gempa bumi yang paling parah biasanya terjadi di perbatasan lempengan
   kompresional dan translasional. Gempa bumi fokus dalam kemungkinan besar terjadi
   karena materi lapisan litosfer yang terjepit kedalam mengalami transisi fase pada
   kedalaman lebih dari 600 km.

          Beberapa gempa bumi lain juga dapat terjadi karena pergerakan magma di
   dalam gunung berapi. Gempa bumi seperti itu dapat menjadi gejala akan terjadinya
   letusan gunung berapi. Beberapa gempa bumi (jarang namun) juga terjadi karena
   menumpuknya massa air yang sangat besar di balik dam, seperti Dam Karibia di
   Zambia, Afrika. Sebagian lagi (jarang juga) juga dapat terjadi karena injeksi atau
   akstraksi cairan dari/ke dalam bumi (contoh. pada beberapa pembangkit listrik tenaga
   panas bumi dan di Rocky Mountain Arsenal. Terakhir, gempa juga dapat terjadi dari
   peledakan bahan peledak. Hal ini dapat membuat para ilmuwan memonitor tes rahasia
   senjata nuklir yang dilakukan pemerintah. Gempa bumi yang disebabkan oleh
   manusia seperti ini dinamakan juga seismisitas terinduksi.

C. Proses Terjadinya Gempa

          Lempeng samudera yang rapat massanya lebih besar ketika bertumbukkan
   dengan lempeng benua di zona tumbukan (subduksi) akan menyusup ke bawah.
   Gerakan lempeng itu akan mengalami perlambatan akibat gesekan dari selubung
   bumi. Perlambatan gerak itu menyebabkan penumpukkan energi di zona subduksi dan
   zona patahan. Akibatnya di zona-zona itu terjadi tekanan, tarikan, dan geseran. Pada
   saat batas elastisitas lempeng terlampaui, maka terjadilah patahan batuan yang diikuti
   oleh lepasnya energi secara tiba-tiba. Proses ini menimbukan getaran partikel ke
   segala arah yang disebut gelombang gempa bumi.

D. Implikasi Gempa Bumi
          Gempa bumi yang terjadi di dunia tentu saja akan memberikan akibat atau
   implikasi terhadap industri kelautan, terutama gempa bumi yang terjadi di lepas
   pantai. Gempa bumi yang dengan pusat gempa di lepas pantai dapat merusak
   bangunan lepas pantai yang ada di sekitarnya. Selain dapat menimbulkan kerugian
   yang besar karena terhambatnya proses peroduksi, hal tersebut juga dapat
   menyebabkan kerusakan lingkungan.
          Gempa bumi di lepas pantai bukannya tidak mungkin akan merusak pipa-pipa
   pengeboran dan saluran minyak mentah milik suatu bangunan lepas pantai atau
  platform. Rusaknya pipa saluran minyak mentah tersebut dapat diperparah dengan
  adanya tekanan arus dan gelombang laut yang besar sehingga dapat menimbulkan
  kepatahan. Dengan patahnya pipa saluran minyak mentah, maka seluruh minyak akan
  terkandung dalam suatu lokasi pengeboran bukan tidak mungkin akan menyembur
  keluar sehingga akan menyebabkan semburan minyak mentah. Tentu saja hal ini akan
  mengakibatkan pencemaran lingkungan laut oleh minyak mentah yang dapat
  membunuh habitat laut. Begitu pula dari segi ekonomi, semburan minyak mentah
  dapat mengurangi sumber daya alam dari suatu daerah. Hal tersebut dapat
  menimbulkan kerugian yang besar.


E. Persebaran Gempa Bumi




                         Peta Rawan Gempa di dunia




                Peta Pertemuan Lempeng Benua dan samudera
          Persebaran Gempa bumi dapat di lihat dari peta di atas, kita bisa lihat hampir
   semua wilayah di permukaan bumi terutama yang dilalui oleh lempeng samudera dan
   lempeng benua berpotensi mengalami gempa bumi, namun wilayah yang paling
   berpotensi adalah wilayah-wilayah pertemuan dua lempang, baik lempeng benua
   maupun lempeng samudera.


F. Mitigasi / Solusi
       Sampai saat ini belum ada alat yang bisa mendeteksi gempa secara akurat,
   sehingga kita perlu waspada jika sewaktu-waktu terjadi gempa di bawah ini
   merupakan solusi penanganan jika terjadi gempa diantarnya yaitu,
   1. Jika gempa bumi menguncang secara tiba-tiba, berikut ini 10 petunjuk yang dapat
       dijadikan pegangan di manapun anda berada.
      Di dalam rumah
       Getaran akan terasa beberapa saat. Selama jangka waktu itu, anda harus
       mengupayakan keselamatan diri anda dan keluarga anda. Masuklah ke bawah
       meja untuk melindungi tubuh anda dari jatuhan benda-benda. Jika anda tidak
       memiliki meja, lindungi kepala anda dengan bantal.
       Jika anda sedang menyalakan kompor, maka matikan segera untuk mencegah
       terjadinya kebakaran.
      Di sekolah
       Berlindunglah di bawah kolong meja, lindungi kepala dengan tas atau buku,
       jangan panik, jika gempa mereda keluarlah berurutan mulai dari jarak yang terjauh
       ke pintu, carilah tempat lapang, jangan berdiri dekat gedung, tiang dan pohon.
      Di luar rumah
       Lindungi kepada anda dan hindari benda-benda berbahaya. Di daerah perkantoran
       atau kawasan industri, bahaya bisa muncul dari jatuhnya kaca-kaca dan papan-
       papan reklame. Lindungi kepala anda dengan menggunakan tangan, tas atau
       apapun yang anda bawa.
      Di gedung, mall, bioskop, dan lantai dasar mall
       Jangan menyebabkan kepanikan atau korban dari kepanikan. Ikuti semua petunjuk
       dari petugas atau satpam.
      Di dalam lift
       Jangan menggunakan lift saat terjadi gempa bumi atau kebakaran. Jika anda
     merasakan getaran gempa bumi saat berada di dalam lift, maka tekanlah semua
     tombol. Ketika lift berhenti, keluarlah, lihat keamanannya dan mengungsilah. Jika
     anda terjebak dalam lift, hubungi manajer gedung dengan menggunakan
     interphone jika tersedia.
    Di kereta api
     Berpeganganlah dengan erat pada tiang sehingga anda tidak akan terjatuh
     seandainya kereta dihentikan secara mendadak. Bersikap tenanglah mengikuti
     penjelasan dari petugas kereta. Salah mengerti terhadap informasi petugas kereta
     atau stasiun akan mengakibatkan kepanikan.
    Di dalam mobil
     Saat terjadi gempa bumi besar, anda akan merasa seakan-akan roda mobil anda
     gundul. Anda akan kehilangan kontrol terhadap mobil dan susah
     mengendalikannya. Jauhi persimpangan, pinggirkan mobil anda di kiri jalan dan
     berhentilah. Ikuti instruksi dari radio mobil. Jika harus mengungsi maka keluarlah
     dari mobil, biarkan mobil tak terkunci.
    Di gunung/pantai
     Ada kemungkinan longsor terjadi dari atas gunung. Menjauhlah langsung ke
     tempat aman. Di pesisir pantai, bahayanya datang dari tsunami. Jika anda
     merasakan getaran dan tanda-tanda tsunami tampak, cepatlah mengungsi ke
     dataran yang tinggi.
    Beri pertolongan
     Sudah dapat diramalkan bahwa banyak orang akan cedera saat terjadi gempa bumi
     besar. Karena petugas kesehatan dari rumah-rumah sakit akan mengalami
     kesulitan datang ke tempat kejadian, maka bersiaplah memberikan pertolongan
     pertama kepada orang-orang yang berada di sekitar anda.
    Dengarkan informasi
     Saat gempa bumi besar terjadi, masyarakat terpukul kejiwaannya. Untuk
     mencegah kepanikan, penting sekali setiap orang bersikap tenang dan bertindaklah
     sesuai dengan informasi yang benar. Anda dapat memperoleh informasi yag benar
     dari pihak yang berwenang atau polisi. Jangan bertindak karena informasi orang
     yang tidak jelas.


2. Strategi Mitigasi dan Upaya Pengurangan Bencana Gempa Bumi
     Harus dibangun dengan konstruksi tahan getaran/gempa khususnya di daerah
      rawan gempa.
     Perkuatan bangunan dengan mengikuti standar kualitas bangunan.
     Pembangunan fasilitas umum dengan standar kualitas yang tinggi.
     Perkuatan bangunan-bangunan vital yang telah ada.
     Rencanakan penempatan pemukiman untuk mengurangi tingkat kepadatan
      hunian di daerah rawan gempa bumi.
     Zonasi daerah rawan gempa bumi dan pengaturan penggunaan lahan.
     Pendidikan dan penyuluhan kepada masyarakat tentang bahaya gempa bumi
      dan cara – cara penyelamatan diri jika terjadi gempa bumi.
     Ikut serta dalam pelatihan program upaya penyelamatan, kewaspadaan
      masyarakat terhadap gempa bumi, pelatihan pemadam kebakaran dan
      pertolongan pertama.
     Persiapan alat pemadam kebakaran, peralatan penggalian, dan peralatan
      perlindungan masyarakat lainnya.
     Rencana kontinjensi/kedaruratan untuk melatih anggota keluarga dalam
      menghadapi gempa bumi.
o Pembentukan kelompok aksi penyelamatan bencana dengan pelatihan
     pemadaman kebakaran dan pertolongan pertama.
o Persiapan alat pemadam kebakaran, peralatan penggalian, dan peralatan
     perlindungan masyarakat lainnya.
o Rencana kontinjensi/kedaruratan untuk melatih anggota keluarga dalam
     menghadapi gempa bumi.
                               DAFTAR PUSTAKA

Panduan Pengenalan Karakteristik Bencana Dan Upaya Mitigasinya di Indonesia, Set
BAKORNAS PBP dan Gempa bumi dan Tsunami, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana
Geologi, Departemen Energi dan Sumberdaya Mineral.

http://4.bp.blogspot.com/

http://1.bp.blogspot.com/

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:361
posted:3/24/2011
language:Indonesian
pages:10