Docstoc

MAKALAH TOKOH PENDIDIKAN ISLAM

Document Sample
MAKALAH TOKOH PENDIDIKAN ISLAM Powered By Docstoc
					            TUGAS KELOMPOK

TOKOH-TOKOH PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA
    (KYAI HAJI HASIM ASY’ARI 1871-1947)




               Disusun Oleh :

                   RETNO
                  HANIFAH
                  RANDAH
                   SYAWAL
                     EVA




SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM (STAI)
         AULIAURRASYIDIN
            TEMBILAHAN
             2009/2010
                                  BAB I
                              PENDAHULUAN


A. Latar belakang Masalah
       Kiyai haji hasyim asyari adalah salah seorang ulama yang berasal
  dari jombang, jawa timur, ia dikenal sebagai seorang tokoh ulama
  pembaharu pendidikan pesantren pada masa itu pendidikan dan
  pengajaran yang diberikan pesatntren hanya terbatas pada mata
  pelajaran bahasa Arab dan pengetahuan agama yang referensinya
  dari kitab kuning atau kitab gundul, dan penyajian pendidikan tidak
  dibedakan dengan jenjang kelas, pembaharuan yang dilakukan kiyai
  haji hasyim asyari adalah dengan memasukkan mata pelajaran umum
  kedalam pesantren dan penyajiannya diberikan dalam jentang kelas,
  kiyai haji hasyim asyari, merasa pembaharuan itu perlu karena selain
  untuk memenuhi cita-cita santri, yang beragam juga karena beliau
  berpendapat bahwa selain pengetahuan agama untuk kuhrawi santri
  pengetahuan umumjkuga dipelukan untuk duniawinya.
       Seiring berjalannya waktu pembaharuan yang dilakukan oleh kiyai
  Haji Hasyim asyari sangat terasa manfaatnya sampai sekarang, untuk
  itu penulis merasa perlu untuk mengangkat tentang kiyai Haji Hasyim
  Asya’ari ini untuk mengenang kembali jasa-jasa pembaharuan yang
  telah dilakukan beliau dan juga untuk mengenal secara lebih intim
  tentang kiyai Haji Hasyim Asya’ari agar menjadi motivasi bagi kita
  semua untuk memajukan dunia pensatren kedepan.
B. Rumusan masalah
  Adapun permasalahan-permasalahan yang akan dibahas dalam
  makalah ini nanti adalah
  1. Siapa kiyai Haji Hasyim Asya’ari ?
  2. apa saja pemikiran dan pemabaharuan yang telah dilakukan oleh
     kiyai Haji Hasyim Asya’ari untuk memajukan pesantren ?


                                                                      1
                                              BAB II
                                         PEMBAHASAN
                  TOKOH-TOKOH PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA
                         (Kiyai Haji Hasyim Asya’ari 1871-1947)


A. Biografi Kyai Haji Hasyim Asya’ari
            kiyai Haji Hasyim Asya’ari lahir pada hari selasa kliwon, 24
    dzulqaidah 1287 H, bertepatan dengan tanggal 14 Februari 1871 M, di
    pesantren gedang desa tabak rejo, sekitar 2 KM kerah utara kota
    Jombang putra ketiga dari 11 orang bersaudara pasangan kiyai Haji
    Hasyim Asya’ari dan Nyai Halimah, kiyai Haji Hasyim Asya’ari adalah
    menantu kayi Usman pengaruh pesantren gedang.1
            Pada usia 15 tahun ia mulai menimba ilmu dan menjadi santri
    pesantren wonorejo jombang, yaitu pesantren wonokoyo probolinggo,
    kemduian pesantren langvitan tuban dan pesantren trenggilis Surabaya
    belum puas dengan ilmu yang diperolehnya, hasyim melanjutkan rihiah
    ilmiahnya ke pesantren kademangan, bangkalan madura dibawah
    asuhan kiyai Haji Khilil bin Abdul latif, setelah lima tahun menunut ilmu di
    bangkalan, pada tahun 1307 H/ 1891 M, ia kembali ke jawa dan belajar
    di pesantren siwaian, paji sidoarjo di bawah bimbingan kiai Ya’kub ia
    belajar selama 5 tahun disana lalu padausia 21 tahun ia dinikahkan
    dengan nafisah salah seorang putri ya’qub, tidak lama kemudian ia
    beserta istri dan mertunya berangkat ke Mekkah guna menunaikan
    ibadah haji, kesempatan di tanah suci juga digunakan untuk
    memperdalam ilmu pengetahuan hampir seluruh disiplin llmu agama di
    pelajarinya terutama ilmu hadits.2




        1
           Http://www.google.com/KH. M. HAsyim ASyari pendiri dan pengaruh pertama pesantren
tebuireng (1899-1947)
         2
           ibid

                                                                                               2
             Selama berada di Mekkah ia mendapatkan cobaan dengan
    meninggalkan istri serta anaknya yang bernama Abdullah, kemudian
    iapun berniat kembali ke Indonesia untuk mengantar mertuanya pulang
    dalam perjalanan pulang ketanah air, ia singgah di johor Malaysia dan
    sempat mengajar di sana.3
             Pada thaun 1309 H/1893 M, ia kembali lagi kemekah bersama adik
    kandungnya, anis beliaujuga menghabiskan waktu disana untuk belajar
    menimba ilmu kepada ulama-ulama besar yang ada dimekkah pada
    masa itu pada tahun ketujuh dimekkah tepatnya tahun 1899 (1315 H)
    datang rombongan jemaah                     haji dari Indonesia di antaranya tersebut
    terapat kiai Romli danri desa karang kates, kediri bersama, putrinya
    Khodijah, kemduian oleh Kiai romli ia dinikahkan dengan Khadijah
    (putrinya) kiyai Haji Hasyim Asya’ari meninggal pada usia 76 tahun,
    tepatnya pada tangal 25 Juni 1947 atau 7 Ramadhan 1366 H.4




B. Pendiri Nahdatul uLama (NU)
             Nahdatul ulama (NU) berarti kebangkitan ulama, adalah sebuah
    organisasi keagamaan yang berdiri, pada tanggal 31 Januari 1926 di
    Surabaya tokoh utama pendirinya adalah KH. M. Hasyim Asyari (1871-
    1947) dan KH. Abdul wahab Abdullah wahab Abdullah (1888-1971)5
             Organisasi ini menjadi perkumpulan ualam terbesar di Indonesia
    Nahdatul ulama termasuk salahs atu dari gerakan modernisasi Islam
    yang berusaha memajukan agama, membangkitikan                                          kesadaran
    masyarakat dalam menacapi Indonesia merdeka.
             Usaha kegiatan NU antara lain6


         3
           Http://www.Google.com Biografi kiyai Haji Hasyim Asya’ari. Ulama pembaharu Pesantren
         4
           Op.cit
         5
           Esiklopedia Nasonal Indonesia Jilid II, 2004, Jakarta : PT. Delta Pamungkas Hal 10
         6
           Rochidin wahab F2h, Seajrah pendidikan Islam di Indonesia (SPII), 2004, Bandung : alfabeta CV,
hal 30

                                                                                                            3
1. Melaksanakan dakwah Islam melalui tabliq-tabliq          dan pengajian
  mendirikan mesjid dan penerbitan (PT)
2. Meningkatkan              dan meninggikan pendidikan Islam       dengan
  memajukan pesantren-pesantren dan madsarah-madrasah.


        Disamping itu terdapat pula madrasah modern dari beberapa
tingkatan
1. pada kahir 1938 komisi perguruan NU telah menetapkan susunan
  madrasah yaitu madrasah awaliyah 2 tahun, ibtidaiyah 2 tahun,
  tsnawiyah 3 tahun, muallimin wushto 2 tahun dan muallimin ulya 3
  thaun.
2. NU bagian ma’arif (pendidikan dan pengajaran) para tahun 1954
  telah membuat rencana baru mengenai susunan madrasah NU,
  sebagai berikut :7
  a) Reudatyl Afal (taman kanak-kanak 3 tahun)
  b) Sekolah rakyat Islam 6 tahun
  c) Sekolah menengah pertama 3 tahun
  d) Sekolah menengah atas NU 3 tahun
  e) Sekolah guru B. NU 4 tahun
  f) Sekolah guru A NU 3 tahun
  g) Madrasah menengah pertama (MMP NU) 3 tahun
  h) Madrasah menengah atas (MMA. NU) 3 tahun
  i) Mualimin atau mualimat NU (yang menerima Lulusandari SRI) 3
        tahun
        Selanjutnya         bagian   madrasah-madrasahnya    yang     tidak
ketingglan materi pelajaran umum juga telah diberikan dalam
beberapa tingkatan dan perguruan tinggi dibawah naungan NU.
Seperti perguruan tinggi assyafiiyah (Jakarta) pondok pesantren Darul


  7
      Rochidin wahab P2h, ibid

                                                                         4
   rahman (Bogor dan Jakarta), pondok pesantren babakan ciwaringin
   cirebon (jawa barat) dan pondok pesantren tebu iren jawa timur serta
   pondok pesantren lainnya di seluruh wilayah Indonesia.
      Itulah kegiatan kegiatan dari organisasai Nahdatul Ulama dalam
      bidang pendidikan, organisasi ini telah menjadi salah satu organisasi
      terbesar di Indonesia dalam bidang pendidikan dan organisasi ini
      berusaha           memajukan           pendidikan         agama          Islam     dengan
      mengkombinasikan pendidikan agama dan pendidikan umum.




C. Ulama pembaharu pendidikan Pesantren
   1. Mendirikan pondok pesantren tebu ireng
      KH. M. Hasyim Asyari sekembali dari mekkah mulai mengamalkan
ilmunya yaitu dengan mendirikan pondok yang kemudian diberi nama
pondok pesantren tebu ireng.
      Pondok pesantren ini didirikan oleh KH. M. Hasyim Asyari pada tahun
1899, teburieng merupakan nama dari sebuah dusuhn kecil yang masuk
wilayah cukir kecamatan diwek, kabupaten jombang propinsi Jawa timur,
letaknya 8 KM di selatan kota Jombang, tepat berada di tepi jalan raya
jurusan Jombang, kediri dusun tebu ireng dulu dikenal sebagai sarang
perjudian. Perampokan, pencurian pelacuran dan semua prilaku negatif
lainnya, namun sejak kedatangan KH. M. Hasyim Asyari bersama beberapa
orang santrinya seacara bertahap pola kehidupan masyarakat dusun
terseubt mulai terkikis habi sdalam waktu yang relatif singkat.8
      Awalnya kegiatan KH. M. Hasyim Asyari dpusatkan di sebuah
bangunan kecil terbuat dari bambu (jawa : tratak) yang terdiri dari dua
buah rungana kecil luasnya + 6 x 8 meter yang dibeli dari seorang dalang
terkenall     satu ruang depan untuk kegiatan pengajian sementara yang


      8
          Htttp//www. Google. Com// Tebuireng Selayang Pandang Pesantren Tebu Ireng Facebook

                                                                                               5
belakang sebagai tempat tinggal beliau, saat itu santrinya hanya
berjumlah 8 orang dan tiga bulan kemudian meningkat menjadi 28 orang.
           Tentu saja dakwah KH. M. Hasyim Asyari tidak begitu saja
memperoleh sambutan baik dari penduduk setempat namun, dengan
perjuangan gigih tak kenal menyerah KH. M. Hasyim Asyari akhirnya
berhasil membasmi kejahatan dan kemaksiatan yang telah demikian
kentalnya di tebu ireng, keberadaan ponpes tebuireng semakin mendapat
perhatian masyarakat luas.


      2. Sistem pendidikan dan pembaharuan dimasa KH. M. Hasyim Asyari
           Seabgai pesantren tradisional, pondok pesantren tebuireng pada
awal kelahirannya sampai tahun 1916 pesantren tebuireng menggunakan
sistem sorogan9 dan badongan10 semua bentuk pengajaran tidak
dibedakan dalam jenjang kelas, kenaikan kelas diwujudkan dengan
bergantinya kitab yang telah seelsai dibawa (khatam) materinya pun
hanya berkisar apda materi pengetahuan agama Islam dan bahasa Arab,
bahasa pengantarnya adalah bahasa jawa dengan huruf pego ( tulisan
Arab berbahasa jawa)
           Pembaharuan tebu ireng yang pertama adalah dengan mendirikan
madrasah syalafiyah (tahun 1919) sistem pengajaran disajikan secara
berjenjang dalam dua tingkat yakni shifir awal dan shifirtsani.
           Pada tahun 1929 KH. M. Hasyim Asyari menunjuk K.H Nyas Menjadi
kepala madrasah salafiyah, maka dengan dibantu oleh K.H Ilyas, KH. M.
Hasyim Asyari kembali mengadakan pembaharuan berhadap ponpes
tebu ireng yakni dengan memasukkan pengetahuan umum kedalamnya
yaitu
           1. Membaca dan menulis huruf latin
           2. Mempelajari bahasa Indonesia

9
    Santri membaca sendiri materi pengajaran kitab kuning di hadapan guru
10
     Kiyai membaca kitab dan santi memberi makna

                                                                            6
        3. Mempelajari ilmu bumi dan bahasa Indonesia
        4. Mempelajari matematika11
        Semuanya         itu    diajarkan      dengan        memakai         buku-buku         yang
menggunakan huruf latin,                 sejak saat itulah surat-surat kabar masuk
ekdalam pesantren, begitu pula majalah dan buku-buku yang berisi
pengetahuan umum yang tertulis dengan huruf latin dalam bahasa
Indonesia, yang mana sebelumnya hal tersebut belum pernah ada pada
pesantren lain dimasa itu.




        11
           Djamaluddin, Abdullah Ali, Kapite selekta pendidikan Islam untuk IAIN STAIN, PTAIS fakultas
tarbiyah, 1999 Bandung : CV Pustaka setia, hal 93

                                                                                                    7
                                   BAB III
                                  PENUTUP
                                KESIMPULAN


      KH. M. Hasyim Asyari lahir di Jombang, Jawa Timur pada tanggal 14
Februari tahun 1871 M, nama ibunyanya halimah dan ayahnya kiyai asyari,
KH. M. Hasyim Asyari mempunyai 4 orang istri yaitu nafisah (putri kiai
ya’kub) khodijah (putri kiai Romli), nyai Nafiqah (Putri Kiai Ilyas), dan Nyai
masruroh (Putri kiai Hasan).
      KH. M. Hasyim Asyari mendirikan pondok pesantren tebu ireng pada
26 rabiul Awwal tahun 1899 M, pembaharuan Tebu Ireng yaitu :
-   Mendirikan madrasah Salafiyah tahun 1919
-   Bersama dengan K. H. Ilyas pada tahun 1929 KH. M. Hasyim Asyari
    memasukkan pelajaran umum kedalam madrasah salafiyah yaitu
    membaca dan menulis huruf latin, mempelajari bahas Indonesia,
    mempelajari geografi dan seajarah Indonesia serta mempelajari ilmu
    berhitung




                                                                             8
                            DAFTAR PUSTAKA




1. Biografi Kiai Hasyim Asyari,         Ulama    Pembaharu     Pesantren,
   http://www.google.com

2. Djamaluddin, Abdullah Ali, Kapite selekta pendidikan Islam untuk IAIN
   STAIN, PTAIS fakultas tarbiyah, 1999 Bandung : CV Pustaka setia

3. Esiklopedia   Nasonal Indonesia Jilid II, 2004,   Jakarta : PT. Delta
   Pamungkas

4. KH. M. HAsyim ASyari pendiri dan pengaruh pertama pesantren
   tebuireng (1899-1947) Http://www.google.com/

5. Rochidin wahab F2h, Seajrah pendidikan Islam di Indonesia (SPII), 2004,
   Bandung : alfabeta CV

6. Tebu ireng Selayang Pandang Pesantren Tebu Ireng (1899-1947),
   Htttp//www. Google. Com//




                                                                         9
                            KATA PENGANTAR




     Alhamdulllah Segala puji dan syukur kehadirat Allah SWT, yang telah
melimpahkan       rahmat   dankarunianya   sehingga      penyusun       dapat
menyelesaikan makalah ini dengan tanpa halangan apapun, shalawat
serta salam semoga salelu tercurahkan kepada junjungan alam Nabi besar
Muhammad SAW, karena dengan kepempimpinanNyalah manusia dapat
hidup dengan sejahtera sebagaimana kita rasakan saat sekarang ini.


     Penulis   menyadari     bahwa   makalah     ini   masih     jauh    dari
kesempurnaan, maka dari itu penyusun sangat mengharapkan agar para
pembaca    bisa    memberikan   masukan    dan   kritikan    yang   sifatnya
membangun dengan begitu penuilis bisa memperbaiki unutk penyusunan
makalah yang akan datang.




                                           Tembilahan,      Desember 2009




                                                       Penulis




                                                                           10
                                                       DAFTAR ISI




KATA PENGANTAR .................................................................................................                    i
DAFTAR ISI         ............................................................................................................    ii


BAB I PENDAHULUAN
           A. Latar belakang .................................................................................. 1
           B. Rumusan masalah ............................................................................. 1
BAB II     PEMBAHASAN
           TOKOH-TOKOH PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA ............................. 2
           A. Biografi Kyai Haji Hasyim Asya’ari .................................................... 2
           B. Pendiri Nahdatul Ulama (NU) ........................................................... 3
           C. Ulama Pembaharu Pendidikan Pesantren..................................... 5


BAB III PENUTUP
           KESIMPULAN .............................................................................................. 8


DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................... 9




                                                            ii
                                                                                                                                  11

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags: TOKOH, ISLAM
Stats:
views:6577
posted:3/23/2011
language:Indonesian
pages:12
Description: MAKALAH TENTANG TOKOH ISLAM