Hutan hujan tropis

Document Sample
Hutan hujan tropis Powered By Docstoc
					            HUTAN TROPIKA BASAH

                  Dosen Pengampu        :

                  1. Erni Suharini
                  2. Eva Banowati

Guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah Geografi Tumbuhan dan Hewan




                           Oleh

            NAMA     : SHINTYA WIJAYATI SETIANINGSIH

            NIM      : 3201408019

            PRODI    : PENDIDIKAN GEOGRAFI




                  JURUSAN GEOGRAFI
              FAKULTAS ILMU SOSIAL
         UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
                           2009




                          Page 1
                                     BAB I

                               PENDAHULUAN




A. Latar Belakang Masalah

           Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari
   17.508 pulau, tersebar dari Sabang hingga ke Merauke. Sejumlah besar (lebih
   dari 10.000 buah) dari pulau-pulau tersebut adalah merupakan pulau-pulau
   berukuran kecil, memiliki keanekaragaman tumbuhan, hewan jasad renik yang
   tinggi. Hal ini terjadi karena keadaan alam yang berbeda dari satu pulau ke pulau
   lainnya, bahkan dari satu tempat ke tempat lainnya dalam pulau yang sama.
   Sistem perpaduan antara sumber daya hayati dan tempat hidupnya yang khas itu,
   menumbuhkan berbagai ekosistem, yang masing- masing     menampilkan kekhususan
   pula dalam kehidupan jenis-jenis yang terdapat didalamnya.

           Sebagian besar hutan- hutan di Indonesia termasuk dalam Hutan Hujan
   Tropis, yang merupakan masyarakat yang kompleks, tempat yang menyediakan
   pohon dari berbagai ukuran. Di dalam kanopi iklim mikro berbeda dengan
   keadaan sekitarnya; cahaya lebih sedikit,       kelembaban sangat tinggi,    dan
   temperatur lebih rendah. Pohon-pohon kecil berkembang dalam naungan pohon
   yang lebih besar, di dalam iklim mikro inilah terjadi pertumbuhan. Di dalam
   lingkungan pohon-pohon dengan iklim mikro dari kanopi berkembang juga
   tumbuhan yang lain seperti pemanjat, epifit, tumbuhan pencekik, parasit dan
   saprofit.

           Pohon-pohon dan banyak tumbuhan lain berakar menyerap unsur hara dan
   air pada tanah. Daun-daun yang gugur, ranting, cabang, dan bagian lain yang
   tersedia menjadi makanan untuk sejumlah inang hewan invertebrata, seperti rayap

           Juga untuk jamur dan bakteri. Unsur hara dikembalikan ke tanah
   lewat pembusukan dari bagian yang gugur dan dengan pencucian daun-daun
   oleh air hujan. Ini merupakan ciri hutan hujan tropis persediaan unsur hara total
   sebagian besar terdapat dalam tumbuhan secara relatif kecil    disimpan    dalam
   tanah (Withmore, 1975).



                                    Page 2
           Hutan hujan tropis memiliki fungsi yang vital bagi keberlangsungan hidup
   semua makhluk yang ada di bumi, dalam hal iklim dunia. Hutan hujan tropis sangat
   membantu sekali dalam hal menstabilkan iklim dunia dengan cara menyerap karbon
   dioksida yang ada diatmosfer, sehingga mengurangi pula dalam hal efek rumah kaca.
   Hutan hujan tropis juga merupakan rumah atau habitat bagi keberlangsungan hidup
   bagi makhluk hidup yang tinggal didalamnya, termasuk flora dan fauna yang
   terancam punah keberlangsungan hidupnya. Pada saat banyak pihak yang tidak
   bertanggung jawab melakukan penebangan hutan secara liar (ilegal logging), hal ini
   dapat mengakibatkan kepunahan berbagai spesies yang hidup. Mengingat betapa
   pentingnya peranan hutan hujan tropis bagi semua makhluk hidup kami mengangkat
   judul ini sebagai materi makalah kami.

B. Tujuan Penulisan
   Tujuan dari penulisan makalah ini diantarannya adalah
   a. Memenuhi tugas mata kuliah Geografi Hewan dan Tumbuhan
   b. Mengetahui ciri khas hutan hujan tropis yang ada di Indonesia
   c. Mengetahui struktur dan komposisi vegetasi hutan hujan tropis.
   d. Mempelajari stratifikasi hutan hujan tropika terutama di Indonesia.
   e. Mengetahui fungsi hutan hujan tropis.
   f.   Usaha yang dapat dilakukan untuk menjaga kelastarian hutan hujan tropis


C. Rumusan Masalah
    1. Apa itu hutan?
    2. Apa yang menjadi ciri khas hutan hujan tropis?
    3. Bagaimana struktur dan komposisi vegetasi yang terdapat di hutan hujan tropis?
    4. Terbagi menjadi berapa Stratifikasi hutan hujan tropis?
    5. Apa fungsi hujan hutan tropis bagi makhluk yang ada di bumi?
    6. Usaha apa saja yang harus dilakukan untuk menjaga kelastarian hutan hujan
        tropis?




                                      Page 3
                                      BAB II

                          HUTAN HUJAN TROPIS

A. Hutan

         Pengertian hutan yang diberikan Dengler adalah suatu kumpulan

 atau asosiasi pohon-pohon yang cukup rapat dan menutup areal yang

 cukup luas sehingga akan dapat membentuk iklim mikro yang kondisi

 ekologis yang khas serta berbeda dengan areal luarnya (Anonimous 1997).

 Undang- Undang No 41 tahun 1999 tentang Kehutanan, mendefinisikan

 hutan sebagai suatu kesatuan ekosistem berupa hamparan lahan berisi

 sumberdaya        alam   hayati    yang didominasi jenis pepohonan dalam

 persekutuan dengan lingkungannya,            yang satu dengan lain tidak dapat

 dipisahkan.

         Menurut Marsono (2004) secara garis besar ekosistem sumberdaya

 hutan terbagi menjadi dua kelompok besar, yaitu:

    a. Tipe Zonal yang dipengaruhi terutama oleh iklim atau disebut klimaks

         iklim, seperti hutan tropika basah, hutan tropika musim dan savana.

    b. Tipe Azonal yang dipengaruhi terutama oleh habitat atau disebut

         klimaks habitat, seperti hutan mangrove, hutan pantai dan hutan

         gambut.


         Sebagian besar hutan alam di Indonesia termasuk dalam hutan
 tropika basah.     Banyak   para    ahli    yang   mendiskripsi   hutan    tropika
 basah     sebagai ekosistem spesifik, yang hanya dapat berdiri mantap
 dengan keterkaitan antara komponen            penyusunnya    sebagai      kesatuan
 yang    utuh. Keterkaitan   antara komponen penyusun ini memungkinkan
 bentuk struktur hutan tertentu yang dapat memberikan fungsi tertentu




                                    Page 4
 pula seperti stabilitas ekonomi, produktivitas biologis yang tinggi, siklus
 hidrologis yang memadai dan lain- lain.        Secara de facto tipe hutan ini
 memiliki kesuburan tanah yang sangat rendah, tanah tersusun oleh partikel
 lempung yang bermuatan negatif rendah seperti kaolinite dan illite. Kondisi
 tanah asam ini memungkinkan besi dan almunium menjadi aktif di
 samping kadar silikanya memang cukup tinggi, sehingga melengkapi
 keunikan hutan ini.
       Namun dengan pengembangan struktur yang mantap terbentuklah
 salah satu fungsi yang menjadi andalan utamanya yaitu ”siklus hara
 tertutup” (closed nutrient cycling) dan keterkaitan komponen tersebut,
 sehingga    mampu mengatasi berbagai kendala/keunikan tipe hutan ini
 (Marsono, 1997).
        Kondisi tanah hutan ini juga menunjukkan keunikan tersendir i.
 Aktivitas biologis tanah lebih bertumpu pada lapisan tanah atas (top soil).
 Sanchez memperkirakan bahwa 80% aktivitas biologis tersebut terdapat pada
 top soil saja. Kenyataan-kenyataan tersebut menunjukkan bahwa hutan
 tropika basah merupakan ekosistem yang rapuh (fragile ecosystem), karena
 setiap ko mponen tidak bisa berdiri sendir i. Disa mping itu dijumpai pula
 feno mena lain yaitu adanya ragam yang tinggi antar lokasi atau kelo m
 pok hutan baik vegetasinya maupun tempat tumbuhnya (Marsono, 1991)


B. Ciri-ciri dan Kekhasan Hutan Hujan Tropis

       Hutan hujan tropis adalah hutan dengan pohon- pohon yang tinggi,

 iklim yang hangat, dan curah hujan yang tinggi. Di beberapa hutan hujan,

 curah hujannya lebih besar dari 1 inci per hari.

       Hutan hujan dapat ditemukan di Afrika, Asia, Australia, serta

 Amerika Tengah dan Selatan. Hutan hujan terbesar di dunia adalah hutan

 hujan Amazon.

       Hutan hujan dapat dijumpai di daerah tropis, daerah di antara

 Capricorn Tropis dan Cancer Tropis. Di daerah ini, matahari bersinar sangat




                                  Page 5
kuat dan dengan kuantitas waktu yang sama setiap hari sepanjang tahun,

menjadikan iklim hangat dan stabil.

      Setiap hutan hujan adalah unik, namun ada beberapa fitur tertentu

yang umumnya terdapat pada semua hutan hujan tropis.

1.    Lokasi: hutan hujan berada di daerah tropis
2.    Curah hujan: hutan hujan memperoleh curah hujan sebesar paling tidak 80
      inci setiap tahunnya
3.    Kanopi: hutan hujan memiliki kanopi, yaitu lapisan- lapisan cabang
      pohon beserta daunnya yang terbentuk oleh rapatnya pohon-pohon
      hutan hujan
4.    Keanekaragaman biota: hutan hujan memiliki tingkan keragaman biota yang
      tinggi (biodiversity). Biodiversity adalah sebutan untuk seluruh benda hidup -
      - seperti tumbuhan, hewan, dan jamur yang ditemukan di suatu ekosistem.
      Para peneliti percaya bahwa sekitar separuh dari tumbuhan dan hewan yang
      ditemukan di muka bumi hidup di hutan hujan
5.    Hubungan simbiotik antar spesies: spesies di hutan hujan seringkali
      bekerja bersama. Hubungan simbiotik adalah hubungan dimana dua
      spesies berbeda saling menguntungkan dengan saling membantu.
      Contohnya, beberapa tumbuhan membuat struktur tempat tinggal kecil
      dan gula untuk semut. Sebagai balasannya, semut menjaga tumbuhan
      dari serangga-serangga lain yang mungkin ingin memakan daun dari
      tumbuhan tersebut


      Hutan hujan tropis menyokong keberagaman terbesar dari organisme

hidup di bumi. Walaupun hanya melingkupi kurang dari 2% dari permukaan

bumi, hutan hujan menaungi lebih dari 50% tanaman dan hewan di bumi.

Berikut beberapa contoh kekayaan hutan hujan:

1.    Hutan hujan memiliki 170.000 dari 250.000 spesies yang dikenal di bumi
2.    Amerika memiliki 81 spesies katak, sedangkan Madagascar yang lebih kecil
      dari Texas, memiliki sekitar 300 spesies.
3.    Eropa memiliki 321 spesies kupu-kupu, sedangkan sebuah taman di hutan


                                 Page 6
           hujan di Peru (Taman Nasional Manu) memiliki 1300 spesies.


        Hutan hujan memiliki begitu banyak tanaman dan hewan karena beberapa hali
berikut ini :
 1.    Iklim: hutan hujan terletak di daerah tropis, karenanya mereka menerima
       banyak sinar matahari. Sinar matahari ini diubah menjadi energi oleh
       tumbuhan melalui proses fotosintesis. Karena banyak sinar matahari, maka
       banyak pula energi yang terdapat di hutan hujan. Energi ini tersimpan di
       vegetasi tumbuhan yang kemudian dikonsumsi oleh hewan.
 2.    Kanopi: struktur kanopi di hutan hujan memungkinkan tersedianya lebih banyak
       tempat bagi tanaman untuk tumbuh dan hewan untuk hidup. Kanopi
       memberikan sumber-sumber            makanan baru,     perlindungan, dan tempat
       bersembunyi, menyediakan dunia lain untuk berinteraksi dengan spesies lain.
       Contohnya, ada beberapa tumbuhan di kanopi yang dinamakan bromeliads,
       yang     menyimpan    air    di daun-daunnya.       Hewan-hewan      seperti   katak
       menggunakan kantung-kantung air ini untuk berburu dan menaruh telur-
       telurnya.


C. Struktur dan Komposisi

           Mueller- Dombois        dan     Ellenberg      (1974)   me mbagi      str uktur

  vegetasi me njadi       lima     berdasarkan    tingkatannya,    yaitu:     fis iognomi

  vegetasi, struktur

  bio massa, struktur bentuk hidup, struktur flor istik, struktur tegakan.

         Menurut Kershaw (1973), struktur vegetasi terdir i dar i 3 ko mponen,

  yaitu:
      1. Struktur vegetasi berupa vegetasi secara vertikal yang merupakan
         diagram profil      yang    me luk iskan lapisan pohon,       tiang, sapihan,
         sema i dan herba penyus un ve getasi.


      2. Sebaran, horisotal jenis-jenis penyusun yang mengga mbarkan letak
         dari suatu ind ividu ter hadap individu la in.




                                         Page 7
   3. Kelimpahan (abudance) setiap jenis dalam suatu ko munitas.

     Hutan hujan tropika terkenal karena pelapisannya, ini berarti bahwa

  populasi campuran di dala mnya disus un pada arah vertikal dengan jarak

  ter atur secara kontinu. Tampaknya pelapisan vertikal komunitas hutan

  itu me mpunyai sebaran populasi hewan yang hidup dalam hutan itu.

  Sering terdapat suatu atau beberapa populasi yang dalam kehidupan dan

  pencarian makanannya (Whit mor e,1975).



D. Stratifikasi hutan hujan tropis

           Selanjutnya Kershaw (1973) me nyatakan, stratifikasi hutan hujan

  tropika dapat dibedakan menjadi 5 lapisan, yaitu : Lapisan A (lapisan pohon-

  pohon yang tertinggi atau e mergent), lapisan B dan C (lapisan pohon-

  pohon yang berada dibawahnya atau yang berukuran sedang), lapisan D

  (lapisan se mak dan belukar) dan lapisan E (merupakan lantai hutan).

  Struktur suatu masyarakat tumbuhan pada hutan          hujan tropika basah

  dapat     dilihat   dari gambaran umum stratif ikasi pohon-pohon perdu dan

  herba tanah.

           Kelimpahan jenis ditentukan, berdasarkan besarnya frekwensi,

  kerapatan dan do minasi setiap jenis. Penguasaan suatu jenis terhadap jenis-

  jenis lain ditentukan berdasarkan Indeks Nila i Penting, volume, biomassa,

  persentase penutupan tajuk, luas bidang dasar atau banyaknya individu dan

  kerapatan ( Soerianegara dan Indrawan,1988).

           Kerapatan adalah jumlah individu suatu jenis tumbuhan dala m suatu

  luasan tertentu, misalnya 100 individ u/ha. Frekwensi suatu jenis tumb uhan

  adalah     jumlah   petak   contoh   dimana   dite mukannya   jenis   tersebut



                                  Page 8
 dari sejumlah petak contoh yang dibuat. Biasanya frekwensi dinyatakan

 dala m besar an     persentase.     Basal area        merupakan     suatu luasan

 areal dekat per mukaan tanah yang dikuasai oleh tumbuhan.Untuk                 pohon,

 basal areal diduga dengan menguk ur dia mete r batang (Kusuma, 1997).

        Suatu daerah yang dido minasi oleh hanya jenis- jenis tertentu

 saja, maka daerah tersebut dikatakan me milik i keanekaraga man jenis yang

 rendah. Keanekar agaman         jenis   terdiri   dari     2   komponen;       Jumlah

 jenis dala m ko munitas yang sering disebut kekayaan jenis                   dan

 kesa maan jenis.

        Kesamaan menunjukkan bagaimana kelimpahan species itu (yaitu

 jumla h individu,   bio mass,     penutup    tanah,      dan   sebagainya)    tersebar

 antara banyak species itu (Ludwiq and Reynolds, 1988).



E. Fungsi Hutan hujan tropis

        Hutan huja n berfungsi bagi ekosistem global. Hutan hujan:

             menyediakan ruma h bagi banyak tumbuhan dan hewan;

             me mbantu menstabilkan iklim dunia;

             me lindungi dari banjir, kekeringan, dan erosi;

             adalah sumber dari obat-obatan dan makanan;

             menyokong kehidupan ma nus ia suku pedala man; dan

             adalah tempat menarik untuk dikunjungi

        Hutan huja n menyediakan rumah bagi tumbuhan dan hewan liar.

 Hutan hujan mer upakan rumah bagi banyak spesies tumbuhan dan hewan di

 dunia, termasuk dia ntaranya spesies yang teranca m punah. Saat hutan

 ditebangi, banyak spesies yang harus menghadapi kepunahan. Beberapa



                                    Page 9
 spesies di hutan hujan hanya dapat bertahan hidup di habitat asli mereka.

 Kebun binatang tidak dapat menyela matkan seluruh hewan.



          Hutan hujan me mbantu menstabilkan iklim dunia dengan cara

 menyerap karbon dioksida dari atmosfer. Pembuangan karbon dioksida ke

 atmosfer dipercaya me mberikan pengaruh bagi perubahan ik lim me lalui

 pema nasan global. Karenanya hutan huja n me mpunya i peran yang penting

 dala m mengatasi pe manasan global. Hutan hujan juga me mp engaruhi

 kondis i cuaca lokal denga n me mbuat hujan dan mengatur suhu.



F. Us aha Pe lestarian Hutan hujan tropis

          Hutan hujan menghila ng dengan sangat cepat. Berita baiknya adala h

 banyak orang yang ingin menyela matkan hutan hujan. Berita buruknya

 adalah     me nye la matkan   huta n   hujan   tidak   akan   mudah.   Ini   akan

 me mbutuhkan

          usaha banyak orang yang bekerja bersama dalam rangka me njaga

 hutan hujan dan kehidupan alam liarnya dapat bertahan agar anak-anak kita

 dapat mengharga i dan menik matinya.

          Beberapa langkah untuk menye la matkan hutan hujan dan, dala m

 skala yang lebih luas, ekosiste m di seluruh dunia adalah fokus pada

 "TREES ":

          Teach others about the importance of the environment and how they

          can help save rainforests. (Ajarkan orang la in tentang pentingnya

          lingkungan dan bagaima na mereka bisa membantu menyela matkan

          hutan hujan)


                                   Page
                                   10
       Restore damaged ecosystems by pla nting trees on land where forests

       have been cut down. (Memperbaiki ekosistem yang rusak denga n

       mena nam pepohonan di wila yah dimana huta n telah ditebangi.)

       Encourage people to live in a way that doesn't hurt the environme nt

       (Anjurkan orang-orang untuk hidup denga n cara yang tidak merusak

       lingkungan)

       Establish parks to protect rainforests and wildlife (Dir ikan tama n-

       taman yang dapat me lindungi hutan hujan d an ala m liarnya)

       Support co mpanies that operate in ways that minimize dama ge to the

       environment (Dukung perusahaan- perusahaan yang bekerja dala m

       aturan yang meminimalkan kerusakan terhadap lingkungan)

      Pendid ikan adala h bagia n krusia l dala m menye lamatkan hutan huja n

dunia. Orang-orang harus dapat me lihat keindahan dan me ngerti tentang

pentingnya   hutan- hutan   ini    sehingga   mereka   merasa   ingin   untuk

me lindunginya. Pendid ikan lingkungan seharusnya diajarkan di negara-

negara yang me mpunya i ik lim tropis.

      Di Amrer ika misalnya , orang- orang perlu menyadari peran mereka

dala m berkurangnya hutan huja n. Bila orang Amerika melakukan usaha

untuk belajar menge nai lingkunga n, mereka akan menyadari kerugian apa

yang akan ala mi jika hutan hujan hilang. Mereka juga dapat me mbuat

keputusan untuk      me mbeli produk serta menduk ung perusahaan dan

organisasi yang membantu hutan hujan.

      Di negara- negara huta n hujan, penduduk lokal kadang kala tidak

mengerti apa pentingnya hutan hujan. Dengan program pendidikan, mereka

dapat belajar bahwa hutan me mberikan sumber kunc i (seperti air bersih) dan


                                  Page
                                  11
      adalah rumah bagi hewan dan tumbuhan yang tak akan dite mukan di

bagian la in manapun di dunia. Sebagian

      anak- anak di daerah seperti Madagascar tahu bahwa le mur tidak

ditemukan di Amerika. Mereka tampak senang ketika tahu bahwa lemur

hanya hidup di Madagascar

      Dala m rangka mencoba me lindungi hutan hujan, kita juga butuh

untuk me lihat bagaimana huta n yang rusak dapat disehatkan kembali.

Wala upun tidak mungkin untuk menana m ke mbali sebuah hutan hujan,

beberapa hutan hujan dapat me mulihkan diri setelah ditebangi -- terutama

jika mereka me ndapat bantuan mela lui penanama n pohon ke mbali. Di

beberapa kasus, bisa juga menggunakan lahan huta n yang telah ditebangi

untuk dijadikan lahan pertanian sehingga dapat men yediakan makanan bagi

orang- orang di sekitarnya. Saat mereka tela h me milik i makanan, mereka

tidak butuh untuk menebang lebih banyak huta n untuk menana m tanama n.

      Salah satu hasil penelitian yang cukup menjanjikan merujuk pada

masyarakat kuno yang hidup di hutan hujan Amazon sebelum kedatanga n

bangsa Eropa pada abad ke 15. Rupanya mereka ma mpu me mperkaya tanah

hutan hujan, yang biasanya cukup tandus, menggunakan arang dan tulang-

belulang hewan. Denga n meningkatkan kua litas tanah, banyak area Ama zon

yang telah ditebangi dapat digunakan untuk mendukung pertanian. Ini dapat

mengurangi tekanan pada wila yah hutan hujan untuk lahan pertanian. Lebih

jauh lagi, tanah yang dina makan tanah "terra preta" dapat digunakan untuk

meno long me lawan pemanasan global karena juga menyerap karbon

dioksida, gas ruma h kaca yang penting.




                              Page
                              12
                                  BAB III

                                PENUTUP



A. Simpulan

  Dari data yang kami perole h kami menyimpulkan bahwa :

           Hutan hujan tropis adalah hutan dengan pohon-pohon yang tinggi, iklim
  yang hangat, dan curah hujan yang tinggi. Di beberapa hutan hujan, curah
  hujannya lebih besar dari 1 inci per hari
           Lokasi: hutan hujan berada di daerah tropis. Curah hujan: hutan hujan
  memperoleh curah hujan sebesar paling tidak 80 inci setiap tahunnya. Kanopi: hutan
  hujan memiliki kanopi, yaitu lapisan-lapisan cabang pohon beserta daunnya yang
  terbentuk oleh rapatnya pohon-pohon hutan hujan. Keanekaragaman biota: hutan
  hujan memiliki tingkan keragaman biota yang tinggi (biodiversity). Hubungan
  simbiotik antar spesies: spesies di hutan hujan seringkali bekerja bersama.
           Stratifikasi hutan hujan tropika dapat dibedakan menjadi 5 lapisan, yaitu :
  Lapisan A (lapisan pohon-pohon yang tertinggi atau e mergent), lapisan B dan C
  (lapisan pohon- pohon yang berada dibawahnya atau yang berukuran sedang),
  lapisan D (lapisan se mak dan belukar) dan lapisan E (merupakan lantai
  hutan). Struktur suatu masyarakat           tumbuhan   pada hutan      hujan   tropika
  basah dapat dilihat dari gambaran umu m stratif ikasi pohon-pohon perdu dan
  herba tanah.


B. Saran
       Hutan hujan tropis me mpunya i peranan yang sangat penting untuk
  kelangsunga n hidup makhluk hidup di permukaan bumi oleh karena itu kami
  ingin me mberi saran diantaranya :
            1. Ajarkan orang lain tentang pentingnya lingkunga n dan bagaimana
                 mereka bisa me mbantu menyela matkan hutan hujan.
            2. Memperbaiki ekosistem yang rusak dengan mena nam pepohonan
                 di wilayah dima na hutan telah ditebangi.
            3. Anjurkan orang- orang untuk hidup dengan cara yang tidak




                                      Page
                                      13
   merusak lingkungan.

4. Dir ikan taman- taman yang dapat melind ungi huta n hujan dan
   alam liarnya.
5. Dukung perusahaan- perusahaan yang bekerja dalam aturan yang

   me minima lkan kerusakan terhadap lingkungan.




                         Page
                         14
                              DAFTAR PUSTAKA


Polunin, Nicholas.1994. “Pengantar geografi tumbuhan dan beberapa ilmu serumpun”.
Yogyakarta : UMG press.




                                 Page
                                 15

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Tags:
Stats:
views:2846
posted:3/23/2011
language:Indonesian
pages:15