Pengobatan
Perjalanan Penyakit
Satu kali terinfeksi HIV, seumur hidup Meninggal tanpa pengobatan Masa tanpa gejala yg cukup lama, 2-7 tahun
Infeksi Tripel HIV, HCV, TBC
Gejala penyakit lebih berat Lebih Sering Rawat Inap CD4 rendah Respon pemulihan kekebalan kurang Respon menekan jumlah virus kurang
Masalah di Lapangan
Anemia Efek samping: Nyeri otot, Alergi, Steven Johnson Bila ada efek samping: Kemana? Telpon siapa? Putus Obat Penyakit lain: tbc, hep-C, sifilis, jamur Perlu mengubah gaya hidup Cara agar tidak menularkan ke orang lain
Masalah di Lapangan
Substitusi bila alergi, gangguan faal hati Koinfeksi tbc Koinfeksi hepatitis C, B Koinfeksi tbc, hepatitis C Persediaan ARV: jenis, jumlah, kesinambungan Minum obat ARV sendiri, tanpa dokter Kehamilan Limfosit Total, CD4, Viral Load
HIV/AIDS tidak sekadar masalah medik
Psycho Support
Hope Psycho
Odha PLWHA
Medical
Social
Treatment Care Support
Social Support
Manfaat Pengobatan
Menekan angka Kematian Menekan angka kesakitan Saat ini ribuan odha Indonesia yang minum ARV teratur, hidup sehat dan bekerja normal dan produktif
ARV harus diberikan sebagai paket pengobatan, bersama-sama dengan # profilaksis co-trimoxazole # managemen infeksi oportunistik # tatalaksana komorbiditas # pengobatan nutrisi # pengobatan paliatif
Data ARV Global
Argentina Botswana Brazilia Cambodia Cameroon Cote d’Ivore Etiopia Afsel Indonesia 34.588 73.922 174.185 24.123 44.123 33.089 85.678 339.671
akhir 2007
17.000 (akhir 2008, yg pernah ARV)
Pencegahan
1.
Upaya Biomedik Obat Anti Retro Viral PMTCT Sunat, Sirkumsisi Kondom Pengobatan penyakit menular seksual
2.
Upaya Struktural Ekonomi, Budaya, Pendidikan, Hukum Kesetaraan gender
3.
Perubahan Perilaku, Positive Prevention
Padian NS: The Lancet. HIV Prevention, 21-35, August 2008
Paparan ke Tenaga Kesehatan 2007
RSUPN Cipto Mangunkusumo
Dokter 35 orang Perawat 25 orang Tertusuk 50, tersayat 5, kecipratan darah 5
Non RSUPN Cipto Mangunkusumo
Dokter 5 Perawat 10 Umum 5 orang Tertusuk 20
RS Aminah 2x RS Carolus 4x RSUD Tangerang RS Koja RS Evasari 3x RS Duren Sawit Puskesmas Tebet Klinik Medisal Klinik 24 jam Jaktim Puskesmas Beji Bekasi
Rujukan 2007
Menjahit Luka di IGD Pasang Infus Menutup Jarum Kondom bocor Jenazah Menyunat Pasang Pen
VCT, PITC, RUTIN ?
Tips
Tips Pengalaman Lapangan
Mengobati HIV/AIDS atau penyakit menahun lain seperti lupus, kanker, diabetes, hipertensi berarti kita harus ikut bertanggung jawab terhadap kesinambungan pengobatan Tidak boleh berprinsip pasien datang kita obati, pasien tidak kontrol, ya itu pilihan pasien. Kita perlu memberikan penerangan yang cukup lama dan jelas, sebelum mulai pengobatan ARV atau OAT (ataupun khemoterapi untuk pasien kanker). Dokter perlu menyiapkan sistem untuk pemantauan demi kepentingan pasien.
Tips Pengalaman Lapangan
Pasien dan keluarga memerlukan dukungan informasi-obat dan efek sampingnya. Perlu Hotline handphone dan sms dengan respons cepat Komunikasi yang baik antara dokter spesialis, dokter primer, pasien, keluarga pasien, perawat dan relawan (pekerja sosial) merupakan prasarat keberhasilan pengobatan pasien HIV/AIDS dengan masalah medik dan psikososial
Tips Pengalaman Lapangan
Odha sering menerima tawaran obat alternatif dan komplementer. Banyak yang menghentikan ARV gratis, menggantinya dg buah merah, green cocktail dsb, meninggal. Peran advokasi dokter harus tegas dan jelas. Pasien AIDS, kanker, lupus, kencing manis sering bosan dengan rutinitas minum obat dan merasa tidak ada jaminan kesembuhan dari dokter, kematian membayang. Pasien memerlukan harapan. Orang yang tidak bertanggung jawab menawarkan “obat-obat ajaib” dengan iming iming kesembuhan total.
Tips
Pasien dengan TB-HIV Triple-infection TB-HIV-HepC. Pasien dengan kesadaran menurun, panas dan kadang-kadang kejang seringkali karena toksoplasmosis otak Otak: meningitis tb dan kripto Kesinambungan pengobatan Support SMS informasi untuk obat dan efek sampingnya Konseling Komunikasi
Wacana Kedepan
Tes HIV rutin untuk semua pasien
Screening for HIV Infection in Health Care Settings: A Guidance Statement from the American College of Physicians and HIV Medicine Association
Tes HIV rutin untuk semua pasien
Guidance Statement 1: ACP merekomendasikan agar klinisi menerapkan skrining rutin HIV dan menganjurkan kepada pasien untuk dites darahnya Guidance Statement 2: ACP merekomendasikan klinisi menekankan perlunya tes HIV ulangan, secara individual
Kapan Mulai ARV ? Riwayat Diagnosis AIDS CD4 < 350 CD4 > 350 (tergantung comorbid n pilihan pasien) bila:
Ibu Hamil Nefropati CD4 < 17% Penurunan CD4 per tahun > 100 Ko infeksi hepatitis B VL > 100.000
aidsinfo.nih.gov
Paradigma Baru Tes HIV
Dasar rekomendasi: 25% odha Amerika, tidak waspada akan status HIVnya, dan sekitar 40% odha yang di diagnosis AIDS, ternyata baru diketahui terinfeksi kurang dari 1 tahun
Bayer R, Fairchild AL: Changing the Paradigm for HIV Testing The End of Exceptionalism. New England J Med, 17 Agustus 2006 Malave MH et al Making HIV testing a routine part of medical care. City Health Information. Vol. 25. No. 2. February 2006:9-12. New York
SUNAT ?
Hasil dari 3 uji klinik (randomised controlled trials) Efek sunat terhadap penularan HIV ke pria Diteliti laki2 sehat di Afrika Selatan, Kenya, Uganda Ke 3 uji klinik dihentikan lebih dini Efek Perlindungan 58% Tidak ada bukti peningkatan perilaku seksual berisiko di Kenya dan Uganda
Auvert B, Taljaard D, PLoS Med 2005, 2; e298 Bailey RC Lancet 2007, 369; 643-56 Gray RH. Lancet 2007, 369657-66
Kalau satu saat nanti kita menemukan vaksin AIDS yang efektif menekan pemularan HIV sebesar 50%, kita akan euforia Vaksin tidak pernah 1x suntikan, harus diulang Sekarang kita mempunyai sarana intervensi yang terbukti menekan penularan 60%, dikerjakan hanya satu kali seumur hidup dan berlaku seterusnya
WHO and UNAIDS announce recommendations from expert meeting on male circumcision for HIV prevention
Wednesday 28 March 2007 In response to the urgent need to reduce the number of new HIV infections globally Male circumcision now be recognized as an additional important intervention to reduce the risk of heterosexually acquired HIV infection in men Reduces the risk by 60%
Strong evidence from 3 randomized controlled trials in Kisumu Kenya, Rakai Uganda and Orange Farm South Africa
USA: 80% bayi laki-laki disunat Filipina: hampir semua laki-laki disunat Kanada 48% Tidak banyak dikenal di
Eropa Amerika Tengah Amerika Selatan.
Prevalensi HIV di Thailand 40 x Filipina Filipina hampir semua laki-laki disunat “Thailand and the Philippines are nations with a thriving
commercial sex industry. Yet the HIV rate in Thailand is nearly 40 times the 0.06 percent prevalence rate in the Philippines. In the Philippines, most men are circumsized; in Thailand, they are not.”
http://www.circumcisioninfo.com/salon2.html
HIV Prevention Needs an Integrated Approach
Women's Global Health Imperative, San Francisco Padian NS: The Lancet August 2008. Biomedical interventions to prevent HIV infection: evidence, challenges, and way forward
Biomedical interventions will need to be part of an integrative package that includes biomedical, behavioural, and structural interventions. "With no HIV vaccine available for the foreseeable future, focus must be on proven biomedical HIV prevention methods," Use of male condoms, male circumcision, mother-child transmission prophylaxis, ARV, pre-exposure prophylaxis with oral and topical antiretrovirals, and treatment of sexually transmitted infections are some of the promising options, they note. "There is no single magic bullet,"
KESIMPULAN
See You in Bali ! 9th ICAAP 2009
Abstrak yang masuk > 2.300
Obat- obat Antiretroviral
NRTI Nukleosida, Reverse Transcriptase Inhibitor
Abacavir Didanosine Emtricitabine Lamivudine Stavudine Zidovudine Tenofovir
PI protease inhibitor
Amprenavir Atazanavir Darunavir Fosamprenavir Indinavir Lopinavir Ritonavir Nelfinavir Saquinavir hard gel tablet Tipranavir APV ATV DRV FPV IDV LPV RTV NFV SQV HGC INV TPV
ABC DDI
3TC D4T ZDV TDF
FTC
NNRTI Non nukleosida RTI
Delavirdine Efavirenz Nevirapine
DLV EFV NVP
Fusion Inhibitor
Enfuvirtide T-20
10/06
Long-term Antiretroviral-Treated HIV-Infected Adults With High CD4+ Cell Counts Have Similar Mortality to General Population
Lewden C, Chêne G, Morlat P, et al. HIV-infected adults with a CD4 cell count greater than 500 cells/mm3 on long-term combination antiretroviral therapy reach same mortality rates as the general population. J Acquir Immune Defic Syndr. 2007;46:72-77.
Summary of Key Conclusions
Subgroup of patients with CD4+ cell counts ≥ 500 cells/mm3 for 6 years after initiation of combination antiretroviral therapy attained mortality similar to the general population
Lewden C, et al. J Acquir Immune Defic Syndr. 2007;46:72-77.