Docstoc

Terumbu karang

Document Sample
Terumbu karang Powered By Docstoc
					KERUSAKAN EKOSISTEM TERUMBU KARANG



                  Dosen Pengampu

            1. Purwadi Suhandini, M.Si.

            2. Muh. Sholeh, M.Pd.



  Untuk memenuhi tugas mata kuliah study bencana



                        Oleh :

             1.   Akhmad Mualif aluvi
             2.   Shintya Wijayati Setianingsih
             3.   Siti Nur Hidayah
             4.   Ismi Imaniar
             5.   Miti Nur Cahyanti
             6.   Raihan Falahul Asmy




              JURUSAN GEOGRAFI

            FAKULTAS ILMU SOSIAL

       UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

                        2011
                                     BAB 1

                               PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
           Potensi alam Indonesia tak habis- habisnya menjadi sumber penghidupan dan
   pengetahuan manusia. Mulai dari tanaman hingga segala sesuatu yang berasal dari
   laut. Tujuh puluh persen dari wilayah Indonesia adalah laut dengan panjang garis
   pantai lebih dari 81.000 km. Hal ini menjadikan sumber daya kelautan yang dimiliki
   Indonesia sangat berlimpah dan sangat kaya.
           Salah satunya adalah terumbu karang. Terumbu karang merupakan rumah atau
   tempat berlindung berbagai biota laut seperti ikan, moluska, udang, echinodermata,
   dan rumput laut. Selain itu, terumbu karang ternyata dapat digunakan sebagai obat
   anti kanker, tumor, HIV AIDS dan penyakit- penyakit lainnya. Artinya, terumbu
   karang yang subur akan membuat kelestarian laut serta isinya tetap terjaga dengan
   baik.
            Terumbu karang ini merupakan potensi besar yang sekarang mulai terlupakan.
   Hal ini dibuktikan dengan banyaknya masyarakat yang tidak peduli dengan
   kelestarian terumbu karang. Mereka sering memperjualbelikan terumbu karang,
   menangkap ikan dengan bom, bahkan mereka tidak segan-segan mengambil terumbu
   karang hanya untuk pembuatan rumah atau jalan. Sehingga jumlah terumbu karang di
   Indonesia jumlahnya berkurang drastis. Hal ini juga mempengaruhi jumlah ikan di
   Indonesia khususanya dan di Dunia pada umumnya, karena begitu menarik kajian
   tentang terumbu karang, kami mengambil tema kerusakan ekosistem terumbu karang
   sebagai materi dalam makalah kami.

B. Tujuan Penulisan
   Tujuan penulisan dari makalah ini antara lain yaitu,
   1. Mengetahui proses pembentukan dan jenis terumbu karang.
   2. Mempelajari kegunaan dan persebaran terumbu karang.
   3. Mencari tahu faktor penyebab kerusakan terumbu karang di Indonesia.
   4. Mengetahui dampak kerusakan terumbu karang yang ada di indonesia.
   5. Mempelajari cara melestarikan habitat terumbu karang.

C. Rumusan Masalah
   Perumusan masalah dari makalah ini antara lain adalah
   1. Bagaimana proses pembentukan terumbu karang?
   2. Ada berapa jenis terumbu karang di Indonesia?
   3. Apa kegunaan dari terumbu karang?
   4. Dimana saja daerah persebaran terumbu karang?
   5. Apa faktor penyebab kerusakan terumbu karang di Indonesia?
   6. Bagaimana dampak kerusakan terumbu karang di Indonesia terhadap persebaran
      jenis ikan di Indonesia dan dunia?
   7. Apa upaya yang harus dilakukan untuk melestarikan terumbu karang?
                                BAB II
                      EKOSISTEM TERUMBU KARANG


D. Proses Pembentukan Te rumbu Karang




            Sejak beberapa abad yang lalu dan bahkan sampai sekarang, kita menganggap
   karang adalah batu atau tumbuhan meskipun sesungguhnya mereka adalah
   sekumpulan hewan ( polip ). Dalam bentuk yang paling sederhana, karang bisa hanya
   terdiri dari sebuah polip yang mempunyai bentuk seperti tabung dengan mulut di
   bagian atas yang dikelilingi oleh tentakel. Pada beberapa jenis karang, individu polip
   ini mempunyai banyak bentuk kembar identik yang tersusun rapat membentuk
   formasi yang disebut koloni. Walaupun semua spesies karang dapat menggunakan
   sengatan tentakel untuk menangkap mangsanya, kebanyakan proporsi terbesar
   makanan karang tropis berasal dari simbiosis yang unik.
            Di dalam jaringan karang, hidup ribuan alga mikroskopik yang disebut
   zooxanthellae, yang menghasilkan energi langsung dari cahaya matahari melalui
   fotosintesis. Karang dapat memperoleh banyak energi dan kebutuhan oksigen
   langsung dari zooxanthellae. Sebaliknya, alga memperoleh tempat berlindung dari
   pemangsa dan memakai karbon dioksida yang dihasilkan karang dari proses
   metabolismenya. Asosiasi yang erat ini sangat efisien, sehingga karang dapat bertahan
   hidup bahkan di perairan yang miskin zat hara. Keberhasilan hubungan ini dapat
   dilihat dari besarnya keragaman dan usia karang yang sudah sangat tua, yang
   berevolusi pertama kali lebih dari 200 juta tahun lalu.
            Banyak karang mempunyai beberapa bentuk rangka untuk menyokong badan
   mereka yang sederhana. Karang lunak dan karang kipas mempunyai rangka yang
   terbuat dari protein. Namun, karang pembentuk terumbu mempunyai kerangka dari
   kalsium karbonat atau batukapur. Karang-karang ini kebanyakan berasal dari
   kelompok scleractinia dan kadang dikenal sebagai hermatipik atau pembentuk
   terumbu.
            Jadi terumbu karang adalah karang yang terbentuk dari kalsium karbonat
   koloni kerang laut yang bernama polip yang bersimbiosis dengan organisme
   miskroskopis yang bernama zooxanthellae. Kini, hampir 800 jenis karang yang
   tergolong kelompok scleractinia telah dideskripsikan. Beberapa terumbu karang
   terdiri dari kumpulan kecil karang-karang dan jenis-jenis biota lain yang berasosiasi
   dengannya, sedangkan yang lain dapat berupa struktur raksasa dengan lebar berkilo-
   kilo meter.
            Walaupun karang dapat mendominasi zona terumbu karang tertentu, namun
   organisme lainnya juga merupakan komponen yang penting dalam struktur terumbu
   karang. Gangguan badai, penambahan unsur hara, dan peningkatan sedimentasi dapat
   menyebabkan zona dominasi karang yang alami berubah menjadi alga. Jika alga
   mengganti bekas zona karang, hal ini merupakan tanda bahwa terumbu karang
   tersebut tidak sehat. Terumbu karang yang sehat merupakan tempat yang paling
   beragam dari semua ekosistem laut yang telah dikenal, dengan susunan bentuk
   kehidupan yang lebih besar dibandingkan dengan ekosistem lainnya di bumi.
E. Jenis-jenis terumbu karang




                                Soft Coral




                                Hard Coral

         Ada dua jenis terumbu karang yaitu terumbu karang keras (hard coral) dan
   terumbu karang lunak (soft coral). Terumbu karang keras (seperti brain coral dan
   elkhorn coral) merupakan karang batu kapur yang keras yang membentuk terumbu
   karang. Terumbu karang lunak (seperti sea fingers dan sea whips) tidak membentuk
   karang. Terdapat beberapa tipe terumbu karang yaitu terumbu karang yang tumbuh di
   sepanjang pantai di continental shelf yang biasa disebut sebagai fringing reef,
   terumbu karang yang tumbuh sejajar pantai tapi agak lebih jauh ke luar (biasanya
   dipisahkan oleh sebuah laguna) yang biasa disebut sebagai barrier reef dan terumbu
   karang yang menyerupai cincin di sekitar pulau vulkanik yang disebut coral atoll.

F. Kegunaan terumbu karang
           Terumbu karang memberikan manfaat yang luar biasa kepada bumi dan
   seisinya. Bahkan masa depan Indonesia di laut terletak pada terumbu karang. Sebab
   terumbu karang bisa menjadi indikator hasil perikanan yang artinya terumbu karang
   yang terjaga baik akan mampu memberikan hasil perikanan yang melimpah.
   Sebalikanya jika terumbu karang rusak mencerminkan buruknya produktivitas
   perikanan. Manfaat terumbu karang sangatlah banyak diantaranya adalah:
    1. Sebagai benteng-benteng pelindung pantai dari kerusakan yang disebabkan oleh
        gelombang atau ombak laut, sehingga manusia dapat hidup di daerah dekat
        pantai.
    2. Sebagai tempat untuk wisata. Karena keindahan warna dan bentuknya, banyak
        orang berwisata bahari.
    3. Tempat asuhan dan berkembang biak bagi ikan, dan menyediakan makanan,
        tempat tinggal, dan perlindungan bagi makhluk laut.
    4. Menyediakan sumber protein bagi masyarakat.
    5. Menyediakan lapangan kerja melalui perikanan dan pariwisata.
   6. Sebagai salah satu sumber obat-obatan untuk berbagai macam penyakit.
   7. Ekosistem terumbu karang berperan dalam upaya penanggulangan perubahan
      iklim global, dan ekosistem terumbu karang juga sangat rentan terhadap
      perubahan iklim khususnya kenaikan suhu air laut.

G. Penyebaran te rumbu karang di Indonesia




                     Peta Lokasi Terumbu Karang Di Indonesia
          Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia yang memiliki lebih
   kurang 17.508 pulau, dengan sekitar 6.000 di antaranya merupakan pulau yang
   berpenduduk. Indonesia secara keseluruhan juga memiliki garis pantai terpanjang di
   dunia yakni 81.000 km yang merupakan 14% dari garis pantai yang ada di seluruh
   dunia. Luas laut Indonesia mencapai 5,8 juta km2, atau mendekati 70% dari luas
   keseluruhan negara Indonesia. Ekosistem di laut Indonesia tercatat sangat bervariasi,
   khususnya ekosistem pesisir. Ekosistem-ekosistem ini menopang kehidupan dari
   sekian banyak spesies.
          Indonesia merupakan rumah bagi hutan bakau yang sangat luas dan padang
   lamun, serta juga menjadi rumah bagi sebagian besar terumbu karang yang luar biasa,
   yang ada di Asia. Luas terumbu karang Indonesia diperkirakan mencapai sekitar
   42.000 kilometer persegi atau sekitar 17% dari terumbu karang di dunia dan telah
   menempatkan peringkat terumbu karang terluas kedua setelah Australia. Terumbu
   karang di Indonesia ditemui sangat berlimpah di wilayah kepulauan bagian timur
   (meliputi Bali, Flores, Banda dan Sulawesi). Namun juga terdapat di perairan
   Sumatera dan Jawa. Indonesia menopang tipe terumbu karang yang bervariasi
   (terumbu karang tepi, penghalang dan atol). Namun tipe terumbu karang yang
   dominan di Indonesia ialah terumbu karang tepi. Terumbu karang tepi ini dapat
   dijumpai sepanjang pesisir Sulawesi, Maluku, Barat dan Utara Papua, Madura, Bali,
   dan sejumlah pulau-pulau kecil di luar pesisir Barat dan Timur Sumatera. Tipe Patch
   reefs (terumbu karang yang mengumpul) paling baik terbentuk di wilayah Kepulauan
   Seribu, sedangkan terumbu karang penghalang paling baik terbentuk di sepanjang tepi
   Paparan Sunda, bagian Timur Kalimantan dan sekitar Kepulauan Togean (Sulawesi
   Tengah). Terdapat pula beberapa atol, contohnya ialah Taka Bone Rate di Laut Flores
   merupakan atol terbesar ketiga di dunia.
H. KERUSAKAN TERUMBU KARANG




                     Peta Lokasi Kerusakan Terumbu Karang.

      Biru = Rusak Sedikit Kuning = Cukup Parah
      Merah = Parah

         Kondisi terumbu Karang Indonesia mengalami penurunan drastis hingga 90%
   dalam lima puluh tahun terakhir akibat penangkapan dalam lima puluh tahun terakhir
   akibat penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan. Total terumbu karang
   Indonesia yang mencapai 85200 Km persegi terluas ke dua di duia setelah Great
   Barrier Reef— itu tercatat 40 persen diantaranya berada dalam kondisi rusak, rusak
   sedang 24 persen, dan sangat baik hanya enam persen.

I. Faktor Kerusakan terumbu karang di Indonesia
          Terumbu karang adalah ekosistem yang rentan dan mudah rusak. Disadari atau
   tidak, kerusakan demi kerusakan terumbu karang di Indonesia sangatlah
   menghawatirkan. Pada umumnya kerusakan terumbu karang disebabkan oleh 3 faktor,
   yaitu:

   1. Keserakahan manusia
   2. Ketidaktahuan dan ketidakpedulian
   3. Penegakan hukum yang lemah.

          Selain itu terumbu karang juga dapat rusak oleh beberapa proses antara lain:
   pengendapan, pencemaran, penangkapan ikan yang merusak, sampah, gempa,
   bintang laut pemangsa karang yang disebut bulu seribu, dan dampak perubahan
   alam seperti perubahan iklim.
          Di daerah Lombok Mataram dan pantai tenggara Bali memiliki kebiasaan
   mengambil terumbu karang sebagai dinding atau fondasi rumah atau bahan
   campuran adukan semen bangunan. Coba bayangkan jika hal tersebut dilakukan
   untuk oembangunan yang lebih besar lagi, maka kerusakan terumbu karang kian
   cepat terjadi. Sedangkan di kawasan Banten terumbu karang diambil untuk cendera
   mata. Bahkan dalam taraf yang lebih besar bunga-bunga karang yang masih hidup
   diambil untuk diekspor oleh pengusaha. Ancaman kerusakan terumbu karang juga
   daratan. Tingginya sedimentasi akibat erosi di daratan dan limbah cair yang dibuang
   ke laut juga menjadi ancaman serius bagi terumbu karang.
          Jika laju kerusakan terumbu karang tidak menurun, maka diperkirakan pada
   beberapa dekade ke depan sekitar 70% terumbu karang dunia akan mengalami
   kehancuran.

          Kenaikan temperatur air laut sebesar 1 hingga 20 C dapat menyebabkan
   terumbu karang menjadi stres dan menghilangkan organisme miskroskopis yang
   bernama zooxanthellae yang merupakan pewarna jaringan dan penyedia nutrient-
   nutrien dasar. Jika zooxanthellae tidak kembali, maka terumbu karang tersebut akan
   mati. Salah satu kerusakan terumbu karang yang dapat terlihat ialah pemutihan
   karang yaitu perubahan warna pada jaringan karang dari warna alaminya yang
   kecoklat-coklatan atau kehijau- hijauan menjadi warna putih pucat. Pemutihan
   karang dapat mengakibatkan kematian pada karang.
          Antara bulan Maret dan Mei 1983 peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan
   Indonesia (LIPI) mengamati peristiwa pemutihan karang besar-besaran dengan
   tingkat kematian yang luas mulai dari Selat Sunda (Jawa Barat), Kepulauan Seribu
   (Jakarta) sampai Kepulauan Karimunjawa (Jawa Tengah). Sejak saat itu terjadi lagi
   peristiwa pemutihan karang secara global pada tahun 1998, dimana lebih dari 55
   negara mengalami tingkat pemutihan dan kematian karang yang tinggi. Sebanyak
   90% karang mati akibat pemutihan pada 1998 di Sumatera Barat dan Kepulauan
   Gili, Lombok.
          Karang di wilayah Indonesia yang lain juga banyak yang terkena pemutihan.
   Karena karang memegang peranan penting yakni sebagai rangka dari pembentukan
   terumbu karang dan pulau karang, organisme terumbu karang dan juga perikanan
   sangat tergantung hidupnya pada karang yang sehat. Peristiswa pemutihan sering
   dihubungkan dengan gangguan lingkungan seperti naiknya suhu air laut.
          Karang dapat hidup dalam batas toleransi suhu berkisar dari 20 sampai 30
   derajat selsius. Suhu kritis yang dapat menyebabkan karang memutih tergantung
   dari penyesuaian karang tersebut terhadap suhu air laut rata-rata daerah dimana ia
   hidup. Karang cenderung memutih apabila suhu meningkat tajam dalam waktu yang
   singkat atau suhu meningkat perlahan- lahan dalam jangka waktu yang panjang.
   Gangguan alam yang lain yang dapat menyebabkan pemutihan karang yaitu
   tingginya tingkat sinar ultra violet, perubahan salinitas secara tiba-tiba, kekurangan
   cahaya dalam jangka waktu yang lama, dan penyakit.
          Faktor pengganggu lainnya adalah kegiatan manusia, mencakup sedimentasi,
   polusi dan penangkapan ikan dengan bahan peledak. Jelas bahwa terumbu karang
   memiliki fungsi yang sangat besar dalam ekosistem kelautan. Kerusakan terumbu
   karang praktis mengganggu seluruh ekosistem laut dan pantai. Karena itu pula,
   penyebab hancurnya terumbu karang haruslah dicegah sejak dini.

J. Dampak kerusakan terumbu karang di Indonesia terhadap penyebaran ikan
   dunia
         Rusaknya terumbu karang mengakibatkan sumber rantai makanan juga hilang.
   Akibatnya, selain nelayan kian sulit menangkap ikan, udang atau biota laut lainnya,
   pertumbuhan dari biota tersebut juga lambat. Kondisi ini diperarah dengan perburuan
   ikan yang semakin intensif seiring dengan meningkatnya konsumsi manusia. Itulah
   sebabnya selain stok perikanan tangkap dunia termasuk Indonesia terus merosot juga
   ukurannya kian mengecil dari waktu ke waktu.
         Upaya yang dilakukan untuk melestarikan terumbu karang Cara-cara
   penangkapan ikan dengan menggunakan bom dan racun harus segera dihentikan
   karena hanya dalam sekejap akan meluluhlantahkan ekosistem terumbu karang.
   Untuk mengembalikannya lagi ke tingkat semula merupakan satu hal yang cukup
   sulit. Menurut penelitian dibutuhkan waktu setahun untuk menumbuhkan terumbu
   karang sepanjang 1 cm.
          Pemerintah dalam usahanya untuk melindungi, merehabilitasi dan
   memanfaatkan secara lestari terumbu karang agar dapat meningkatkan kesejahteraan
   masyarakat memprakarsai suatu program yaitu COREMAP program ini adalah suatu
   program rehabilitasi dan pengelolaan terumbu karang.
          Kita dapat melestarikan terumbu karang dengan menyulap barang rongsokan
   menjadi terumbu karang. Hal ini sudah dilakukan negara Jepang dan Amerika 100
   tahun lalu.
          Selain itu juga ada teknologi transplantasi terumbu karang. Hal ini mungkin
   masih jarang dilakukan di Indonesia. Untuk mengoptimasi teknologi transplantasi
   terumbu karang tersebut dapat dilakukan melalui teknologi elektrolisa. Terumbu
   karang yang diikatkan pada bronjog-bronjong kawat baja lalu dialiri listrik voltase
   rendah melalui kabel tembaga. Hasilnya luar biasa, terumbu karang yang diikatkan
   pada bronjong-bronjong kawat baja tadi segera tumbuh dan mengeras sekaligus
   melekat kuat di kawat-kawat baja. Aliran listrik melalui kabel tembaga elektroda tadi
   ternyata    menstimulir percepatan pertumbuhan terumbu karang                   yang
   ditransplantasikan.

K. Upaya Pelestarian Terumbu Karang
          Upaya-upaya yang dapat melestarikan terumbu karang kita dapat melakukan
   hal sebagai berikut:
    • Tidak membuang sampah yang dapat mencemari pantai dan laut.
    • Minta penjaga/pengelola pantai untuk menyediakan tong sampah (bila tidak ada).
    • Adakan kegiatan membersihkan pantai.
    • Tidak memakai karang batu dalam aquarium air laut.
    • Tidak memakai batu karang sebagai bahan bangunan.

        Penyelamatan terumbu karang adalah tanggung jawab kita bersama. Kita
   semua dapat ikut aktif menjaga terumbu karang dengan berbagai cara, antara lain :

    Belajar lebih banyak tentang terumbu karang dan menyebarkan pengetahuan ini
     pada teman atau keluarga.
    Pujilah anggota masyarakat maupun aparat pemerintah yang giat menyelamatkan
     terumbu karang.
    Menghormati peraturan dan panduan lokal saat mengunjungi lokasi terumbu
     karang.
    Tidak memegang, menginjak atau menambil karang waktu menyelam di laut.
    Ingatkan awak kapal untuk hati- hati dalam membuang jangkar, supaya tidak
     merusak terumbu karang.
    Laporkan kegiatan yang dapat merusak terumbu karang (seperti penengkapan ikan
     secara ilegal dan polusi) pada yang berwenang atau media massa.
    Bergabunglah dengan kelompok yang bergerak di bidang lingkungan hidup.
    Mendukung kegiatan yang berkaitan dengan penyelamatan terumbu karang.
                                    BAB III
                                   PENUTUP

L. Simpulan
          Dari data yang kami peroleh kami menyimpulkan bahwa:
   1. Dalam bentuk yang paling sederhana, karang bisa hanya terdiri dari sebuah polip
      yang mempunyai bentuk seperti tabung dengan mulut di bagian atas yang
      dikelilingi oleh tentakel.
   2. Ada dua jenis terumbu karang yaitu terumbu karang keras (hard coral) dan
      terumbu karang lunak (soft coral).
   3. Sebagai benteng-benteng pelindung pantai dari kerusakan yang disebabkan oleh
      gelombang atau ombak laut, tempat untuk wisata, tempat asuhan dan berkembang
      biak bagi ikan, dan menyediakan makanan, tempat tinggal, dan perlindungan bagi
      makhluk laut.
   4. Terumbu karang di Indonesia ditemui sangat berlimpah di wilayah kepulauan
      bagian timur (meliputi Bali, Flores, Banda dan Sulawesi). Namun juga terdapat di
      perairan Sumatera dan Jawa. Terumbu karang tepi ini dapat dijumpai sepanjang
      pesisir Sulawesi, Maluku, Barat dan Utara Papua, Madura, Bali, dan sejumlah
      pulau-pulau kecil di luar pesisir Barat dan Timur Sumatera. Tipe Patch reefs di
      wilayah Kepulauan Seribu, tepi Paparan Sunda, bagian Timur Kalimantan dan
      sekitar Kepulauan Togean (Sulawesi Tengah). Terdapat pula atol Taka Bone Rate
      di Laut Flores merupakan atol terbesar ketiga di dunia.
   5. Kerusakan terumbu karang disebabkan oleh keserakahan manusia, ketidaktahuan
      dan ketidakpedulian, penegakan hukum yang lemah.
   6. Rusaknya terumbu karang mengakibatkan sumber rantai makanan juga hilang.

M. Saran
        Begitu banyak dampak yang timbul akibat kerusakan ekosistem terumbu karang,
   terkait hal ini penulis ingin memberi saran diantaranya yaitu,
   1. Tidak membuang sampah yang dapat mencemari pantai dan laut.
   2. Minta penjaga/pengelola pantai untuk menyediakan tong sampah (bila tidak ada).
   3. Adakan kegiatan membersihkan pantai.
   4. Tidak memakai karang batu dalam aquarium air laut.
   5. Tidak memakai batu karang sebagai bahan bangunan.
                                   DAFTAR PUSTAKA

Anonima. 2009. Larval Dispersal. http://www.reefresilience.org/Toolkit Coral/C5c3
_LarvalDisp.html.(Diunduh tanggal 13 Desember 2009).


Babcock, R. dan L. Smith. 2000. Effect of Sedimentation on Coral Settlement and
Survivorship. Prosiding 9th International Coral Reef Symposium. Bali: Indonesia.


Cho,L.L. and J.D.Woodley (2000)..Recovery of reefs at Discovery Bay, Jamaica and the
role of Diadema antillarum.Proc. 9th International Coral Reef Symposium,Bali,
Indonesia 23-27 2000,Vol 1:331-337.


Cooper TF,M.P. Lincoln Smith, J.D.Bell and K.A. Pitt (2000). Assessing the effects of
logging on coral reefs in Solomon Island. Proc 9th Intern Coral Reef
Symp,Bali,Indonesia 23-27 Oct 2000 Vol 2: 1199-1204.


Hunter CL and Evans CW(1995).Coral Reef in Kaneobe Bay,Wawaii: Two centuries of
western influence and two decades of data.Bull Mar Sci 57:501-515.


Naim,O., P.Chaban,T.Done,C.Tourrand and Y.Letourneur ( 2000). Regeneration of reef
flat ten years after the impact of the cyclone Firinga (Reunion SW Indian ocean).Proc.9th
Coral Reef Symp.Bali,Indonesia 23-27 Oct 2000,Vol 1:54.


Sammarco PW, Andrews JC. 1988. Localized dispersal and recruitment in Great Barrier
Reef corals: the helix experiment. Science 239:1.422-1.424.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Tags:
Stats:
views:2306
posted:3/22/2011
language:Indonesian
pages:10